REALITANUSANTARA.COM
PADANG – Lomba Selaju Sampan menjadi salah satu atraksi budaya dan olahraga yang memeriahkan rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Kegiatan tersebut resmi dimulai di Batang Palinggam, kawasan Sungai Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Kamis (7/8/2026).
Perlombaan yang menggabungkan unsur olahraga, tradisi, dan kekayaan budaya masyarakat pesisir Kota Padang ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Agustus 2026.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, Lomba Selaju Sampan bukan sekadar kompetisi olahraga di atas air. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi masyarakat Kota Padang yang perlu terus dirawat dan dikembangkan agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, keberadaan Lomba Selaju Sampan juga menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya Kota Padang. Tradisi yang tumbuh di kawasan aliran sungai dan pesisir tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat melalui kegiatan yang bersifat kompetitif namun tetap menjunjung tinggi kebersamaan.
“Lomba Selaju Sampan merupakan salah satu tradisi dan perlombaan yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Kota Padang. Karena itu, kegiatan seperti ini harus terus kita lestarikan dan dikembangkan,” ujar Fadly Amran.
Ia menilai, penyelenggaraan lomba dalam momentum HJK Padang ke-357 memiliki nilai strategis karena dapat memperkenalkan kembali permainan dan tradisi masyarakat setempat kepada generasi muda.
Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, perlombaan tersebut juga diharapkan dapat menjadi ruang pembinaan atlet olahraga tradisional sekaligus memperkuat potensi wisata berbasis budaya di Kota Padang.
Ketua Panitia Lomba Selaju Sampan, Mega Nanda, mengatakan penyelenggaraan tahun ini dibuat dalam dua kategori untuk memberikan ruang kompetisi yang lebih luas bagi peserta dari berbagai kelompok usia.
Dua kategori yang diperlombakan yakni Kelompok Umur (KU) Junior U-18 dan kategori Open Kota Padang atau Senior.
Untuk kategori KU Junior U-18, tercatat sebanyak 13 tim ambil bagian dalam perlombaan. Sementara kategori Open Kota Padang diikuti 18 tim.
Dengan demikian, sebanyak 31 tim berpartisipasi dalam Lomba Selaju Sampan yang menjadi bagian dari rangkaian HJK Padang ke-357 tersebut.
Mega Nanda menjelaskan, pembagian kategori tersebut tidak hanya bertujuan menciptakan persaingan yang lebih seimbang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengenal dan terlibat langsung dalam tradisi selaju sampan.
“Kami ingin Lomba Selaju Sampan tidak hanya menjadi perlombaan tahunan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan dan regenerasi. Anak-anak muda perlu diberi kesempatan untuk mengenal, mengikuti, dan melestarikan tradisi ini,” katanya.
Pelaksanaan lomba di kawasan Batang Palinggam juga memberikan nuansa tersendiri. Sungai Batang Arau yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Kota Padang kembali menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyaksikan aktivitas budaya dan olahraga tradisional.
Antusiasme masyarakat turut mewarnai pelaksanaan perlombaan. Kehadiran warga dan peserta di sekitar lokasi menjadikan kawasan Batang Palinggam lebih semarak selama berlangsungnya kompetisi.
Lomba Selaju Sampan juga memperlihatkan bagaimana sungai dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai bagian dari ekosistem perkotaan, tetapi juga sebagai ruang publik untuk kegiatan budaya, olahraga, dan pariwisata.
Pemerintah Kota Padang berharap keberlanjutan kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat posisi tradisi lokal sebagai bagian dari daya tarik kota. Terlebih, rangkaian HJK Padang ke-357 tahun ini membawa semangat pengembangan potensi kota melalui budaya, kuliner, pariwisata, dan berbagai aktivitas masyarakat.
Momentum HJK Padang ke-357 pun tidak hanya menjadi ajang perayaan usia kota, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali berbagai tradisi lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat.
Lomba Selaju Sampan menjadi salah satu contoh bagaimana warisan budaya dapat dikemas dalam bentuk kegiatan yang menarik, kompetitif, dan melibatkan generasi muda.
Melalui penyelenggaraan secara berkelanjutan, tradisi selaju sampan diharapkan tidak berhenti sebagai bagian dari seremoni HJK Padang, tetapi terus berkembang menjadi salah satu ikon budaya dan olahraga tradisional Kota Padang yang dikenal lebih luas.
Editor : Ayu


Posting Komentar