Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa menerima perwakilan massa aksi pedagang Pasar Raya yang menyampaikan aspirasi di depan Rumah Dinas Wali Kota Padang, Senin (9/2/2026). 

Dalam pertemuan tersebut, dia menekankan bahwa seluruh rangkaian program revitalisasi dan relokasi merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk mengangkat martabat para pedagang melalui fasilitas yang lebih layak.

Raju Minropa menjelaskan bahwa visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang dalam revitalisasi ini bertujuan untuk menciptakan pasar yang lebih tertata dan representatif. 

"Dengan kondisi pasar yang rapi, diharapkan daya tarik pengunjung meningkat, yang secara langsung akan berdampak positif pada pedagang," katanya. 

Raju Minropa menyampaikan poin-poin utama kebijakan Pemko Padang. Pertama relokasi ke tempat terbaik dengan prinsip relokasi yang dijalankan adalah memindahkan pedagang ke area yang lebih baik dari sebelumnya.

Kemudian Pemko tetap konsisten pada aturan penataan agar pasar tidak kembali semrawut, karena tujuan akhirnya adalah kelancaran proses jual-beli yang modern.

Menanggapi isu gangguan oknum di pasar, Pemko Padang berjanji akan menindaklanjuti secara hukum jika ditemukan praktik pungutan liar yang merugikan pedagang.

Raju Minropa menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk melakukan perubahan besar bagi masa depan Pasar Raya Padang. 

Meski ada permohonan dari pedagang untuk kembali berdagang di tempat lama, pemerintah berharap pedagang dapat bersinergi dalam konsep baru ini demi terciptanya pusat perdagangan yang nyaman bagi masyarakat luas.

"Apa pun yang disampaikan oleh pedagang tentang perbaikan terhadap tempat yang sudah kita sediakan, ini menjadi catatan penting bagi kita. Ke depan tentu kita tidak tinggal diam dan akan terus membenahi karena tujuan akhirnya adalah aktivitas jual-beli yang lancar," pungkas Raju Minropa usai pertemuan tersebut. (Taufik/Ivan/Wiki)

REALITANUSANTARA.COM

Junjung Sirih - Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH menyalurkan bantuan kemanusiaan dari masyarakat Jakarta Timur kepada korban bencana banjir di Kecamatan Junjung Sirih, bersama PMI Provinsi Sumatera Barat dan PMI Kabupaten Solok, Rabu (11/02/2026).

Bantuan tersebut disalurkan melalui PMI Kota Jakarta Timur sebagai wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan. Adapun bantuan yang diberikan berupa 1.000 set seragam sekolah untuk siswa tingkat SD, SMP, dan SMA, serta peralatan kerja berupa cangkul, gerobak dorong, sekop, dan perlengkapan pendukung lainnya, guna membantu masyarakat dalam proses pembersihan dan pemulihan pascabencana.

Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat Aristo Munandar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Jakarta Timur serta PMI Kota Jakarta Timur atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Solok.

“Selain seragam sekolah untuk anak-anak, bantuan peralatan kerja ini diharapkan dapat membantu masyarakat membersihkan lingkungan dan mempercepat proses pemulihan pascabencana. Ini adalah wujud nyata solidaritas kemanusiaan,” ujar Ketua PMI Sumbar.

Ia juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara PMI dan Pemerintah Kabupaten Solok dalam penanganan bencana. Menurutnya, kolaborasi yang baik menjadi kunci agar bantuan dapat disalurkan secara cepat, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Jakarta Timur dan jajaran PMI atas bantuan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut sangat bermanfaat, baik bagi keberlangsungan pendidikan anak-anak maupun bagi percepatan pemulihan aktivitas masyarakat.

Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis dan didampingi oleh pengurus PMI Provinsi Sumatera Barat dan PMI Kabupaten Solok, dengan memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran oleh masyarakat yang membutuhkan.

Pemerintah Kabupaten Solok bersama PMI berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dan kehadiran di tengah masyarakat dalam setiap upaya penanggulangan bencana serta pelayanan kemanusiaan.

Turut menghadiri, Kepala OPD Terkait, Ketua PMI Kabupaten Solok beserta Jajaran, Camat Junjung Sirih Neni Amelia, Forkopimcam, Wali Nagari Saniang Baka, Wali Nagari Muaro Pingai, dan Wali Nagari Paninggahan.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, S.Pd., melakukan kunjungan silaturahmi ke Universitas Ekasakti (Unes) pada Rabu, 11 Februari 2026. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Rektor Universitas Ekasakti, Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd., di ruang kerja Rektor lantai 2 Gedung Rektorat Universitas Ekasakti.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unes, Prof. Dr. I Ketut Budaraga, M.Si.; Wakil Rektor I, Dr. Ir. Dewirman Prima Putra, M.Si.; Sekretaris Yayasan Perguruan Tinggi Padang (YPTP); Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL); Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan; Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP); Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM); para Ketua Program Studi di lingkungan FKIP; serta Kepala Tata Usaha FKIP.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Ekasakti memaparkan profil dan perkembangan Universitas Ekasakti beserta Akademi Akuntansi Indonesia (AAI). Disampaikan bahwa saat ini Unes memiliki 7 fakultas dengan 21 program studi jenjang Strata Satu (S1), serta Program Pascasarjana (S2) Ilmu Hukum. Sistem perkuliahan di Unes dilaksanakan melalui dua jalur, yaitu program Reguler dan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan dengan pengakuan atas pengalaman kerja dan pembelajaran sebelumnya.

Rektor juga menyampaikan harapannya agar Anggota DPRD Kota Padang dan pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD yang belum menyelesaikan pendidikan sarjana dapat melanjutkan studi ke jenjang S1 di Universitas Ekasakti. Selain itu, bagi yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik ke jenjang S2, khususnya di bidang Ilmu Hukum, Unes juga membuka kesempatan melalui jalur reguler maupun RPL.

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Rektor beserta jajaran pimpinan Universitas Ekasakti atas sambutan yang diberikan. Ia menyatakan akan mengkomunikasikan dan menginformasikan peluang tersebut kepada Anggota DPRD dan pegawai Sekretariat DPRD Kota Padang.

Lebih lanjut, Ketua DPRD menyampaikan bahwa kemungkinan besar Anggota DPRD dan pegawai Sekretariat akan memilih jalur RPL karena dinilai lebih relevan dengan pengalaman kerja dan bidang tugas mereka. Program studi yang diminati diperkirakan akan mengarah pada Ilmu Pemerintahan, Hukum, dan Ekonomi. Oleh karena itu, Ketua DPRD juga meminta agar Universitas Ekasakti dapat melakukan sosialisasi khusus mengenai program RPL di Kantor DPRD Kota Padang.

Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Ekasakti, Drs. Tarma Sartima, M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa selama ini cukup banyak anggota legislatif yang menempuh pendidikan di FISIPOL, khususnya pada Program Studi Ilmu Pemerintahan. Beberapa di antaranya bahkan saat ini menjabat sebagai kepala daerah dan pimpinan DPRD di berbagai daerah, seperti Bupati Solok Selatan, Ketua DPRD Pasaman, dan Ketua DPRD Solok Selatan.

FISIPOL Universitas Ekasakti, baik melalui program Reguler maupun RPL, menyatakan kesiapan untuk menerima Anggota DPRD maupun pegawai Sekretariat DPRD Kota Padang yang ingin melanjutkan pendidikan. Universitas Ekasakti berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi aparatur pemerintahan dan legislatif di Kota Padang. 

Editor : Deviana 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Bulan Ramadan sebentar lagi. Bulan Ramadan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Di bulan suci itu, umat Islam mencari amalan sebanyak-banyaknya. 

Selain itu, bulan puasa juga dianggap sebagai bulan penuh berkah bagi para pedagang. Terutama bagi pedagang makanan yang menyediakan takjil, serta pedagang pakaian yang berjualan menjelang lebaran nanti. 

Tak heran jika pada saat bulan puasa, kebutuhan masyarakat terhadap pangan meningkat pesat. Permintaan meningkat, sementara pasokan berkurang. Akibatnya, kerap terjadi inflasi saat bulan puasa dan lebaran. Agar tidak terjadi inflasi berkepanjangan saat bulan Ramadan nanti, Pemerintah Kota Padang menumpangkan harapan kepada ulama.

“Di bulan puasa, memang konsumsi masyarakat hanya dua kali sehari (saat sahur dan berbuka), namun volume yang dikonsumsi meningkat dari biasanya,” ungkap Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdako Padang, Indra Noveri saat High Level Meeting TPID Kota Padang di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (10/2/2026). 

Indra mengimbau kepada masyarakat untuk lebih banyak bersabar ketika bulan puasa. Tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan. 

“Tentunya kita mengimbau masyarakat agar lebih efektif dan bijak,” harapnya. 

Agar imbauan ini dapat menyasar kepada seluruh lapisan masyarakat, Kepala Bagian Perekonomin dan SDA itu menumpangkan harapan kepada seluruh ulama. Supaya ketika memberikan ceramah atau tausyiah kepada jemaah, ulama dapat menyampaikan pentingnya menjaga kesabaran saat berpuasa, terutama dalam mengonsumsi makanan dan minuman. 

“Lewat ulama kita tumpangkan harapan dan tidak terjadi inflasi, dan deflasi pun dapat terus terjaga,” ujar Kabag Perekonomian dan SDA itu.

Rapat High Level Meeting TPID itu diikuti sejumlah BUMN dan instansi lainnya. Di antaranya seperti perwakilan dari Bank Indonesia, Bulog, BPS Kota Padang, MUI, Perumda AM Kota Padang, OPD terkait di Pemko Padang serta Pemprov Sumbar.(Charlie)

REALITANUAANTARA.COM

PADANG – Keterbatasan fasilitas berupa laptop masih menjadi kendala utama bagi Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Kondisi ini menghambat proses pendataan dan penginputan calon penerima berbagai program bantuan pemerintah.

Permasalahan tersebut mengemuka dalam kegiatan reses Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Iqra Chissa, di Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Padang, yang digelar pada Rabu (4/2) di Kantor Lurah Balai Gadang.

Perwakilan PSM Balai Gadang, Opi, menjelaskan bahwa salah satu tugas utama PSM adalah melakukan pendataan dan memfasilitasi pengajuan bantuan sosial bagi masyarakat. Program bantuan yang dimaksud antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan pendidikan, serta berbagai program sosial lainnya.

Namun, proses entri data belum dapat berjalan optimal karena PSM setempat belum memiliki perangkat laptop.

“Agar proses entri data bisa berjalan cepat dan tepat, kami sangat membutuhkan laptop. Saat ini PSM di Balai Gadang belum memilikinya. Kami berharap ada perhatian dan bantuan terkait hal ini,” ujar Opi dalam pertemuan tersebut.

Selain kebutuhan perangkat pendukung, PSM juga mengusulkan adanya sosialisasi rutin terkait berbagai program bantuan pemerintah. Menurut Opi, masih banyak warga yang belum memahami jenis bantuan yang tersedia maupun persyaratan pengajuannya.

“Banyak warga yang belum mengerti program bantuan apa saja yang ada dan bagaimana cara mengajukannya. Jika ada sosialisasi, tentu masyarakat akan lebih paham,” tambahnya.

PSM Balai Gadang juga mengusulkan bantuan berupa seragam kerja dan dukungan dana transportasi bagi lima orang PSM yang bertugas di kelurahan tersebut. Mereka menilai dukungan operasional sangat diperlukan karena jarak antar lokasi survei lapangan cukup jauh dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Kegiatan reses tersebut dihadiri oleh lurah, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta para pemuda setempat. Dalam forum itu, selain persoalan PSM, warga juga menyampaikan berbagai aspirasi di sektor pertanian, pendidikan, dan ekonomi.

Di bidang pertanian, masyarakat mengusulkan pembangunan jalan usaha tani untuk mempermudah akses menuju lahan pertanian. Sementara itu, di sektor pendidikan, warga meminta penambahan sekolah, khususnya tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), mengingat jumlah penduduk Balai Gadang yang terus meningkat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Iqra Chissa menyatakan bahwa usulan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi akan diperjuangkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Barat Tahun 2027. Sedangkan aspirasi yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Padang akan dikoordinasikan dengan anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Golkar.

Terkait penambahan sekolah, Iqra menegaskan bahwa hal tersebut menjadi prioritas yang akan diperjuangkannya.

“Balai Gadang sudah padat penduduk dan memang sudah selayaknya ditambah sekolah, terutama SMP. Banyak anak-anak kita yang harus bersekolah ke luar wilayah, sementara sebagian berasal dari keluarga kurang mampu. Ini akan kami komunikasikan dengan DPRD Kota Padang melalui Komisi IV agar dapat diperjuangkan,” tegasnya.

Iqra Chissa menambahkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk mengawal agar penambahan sekolah di Balai Gadang dapat segera terealisasi.

Editor : Ayu


REALITANUSANTARA. COM

Sumbar – Polda Sumatera Barat bersama TNI dan Pemerintah Daerah setempat menggelar aksi nyata peduli lingkungan dengan melakukan aksi bersih-bersih sampah di kawasan Pantai Padang, Selasa (10/2). Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperindah destinasi wisata unggulan di Kota Padang.

Aksi bersih lingkungan ini diikuti oleh Wakil Walikota Padang Maigus Nasir dan melibatkan sedikitnya 450 personel Polri, didukung oleh 150 personel TNI AL, 20 personel TNI AD, serta jajaran dari Pemerintah Kota Padang dan masyarakat sekitar.

Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, yang turun langsung memimpin kegiatan tersebut menegaskan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

"Kebersihan ini adalah tugas kita bersama. Kita harus menanamkan kedisiplinan menjaga lingkungan sejak dini, mulai dari anak-anak sekolah hingga dewasa. Jika sudah terbiasa disiplin, kita akan merasa malu jika melihat lingkungan kotor," ujar Brigjen Pol Solihin di sela-sela kegiatan.

Wakapolda juga menambahkan bahwa kebersihan pantai merupakan kunci utama dalam menarik wisatawan, baik dari Sumatera Barat maupun luar daerah. 

"Ini adalah destinasi wisata. Sesuai arahan Bapak Presiden untuk menjaga lingkungan, kita harus membawa nama baik daerah dengan kondisi yang bersih. Jika bersih, orang tentu akan lebih senang berkunjung," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, memberikan imbauan tambahan kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Ia menekankan agar warga tidak membuang sampah ke aliran sungai yang bermuara ke laut.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, karena dampaknya sangat luas mulai dari banjir hingga sumber penyakit. Kesadaran ini harus muncul dari hati sendiri, jangan hanya disiplin karena ada petugas," ungkap Kombes Pol Susmelawati.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan kolaborasi antara Polri, TNI, dan Pemda ini akan dijadikan agenda rutin guna memastikan kelestarian alam di wilayah Sumatera Barat tetap terjaga, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berhasil mengumpulkan puluhan kantong sampah, yang kemudian diangkut oleh armada kebersihan untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh setiap tanggal 9 Februari menjadi momentum penting bagi insan pers untuk terus meneguhkan perannya di tengah masyarakat. Pada HPN Tahun 2026 ini, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menyampaikan harapannya agar pers semakin memperkuat kontribusinya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Muhidi menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 bukanlah tujuan yang mudah dicapai. Diperlukan perencanaan matang serta kolaborasi seluruh elemen bangsa untuk merealisasikannya. Salah satu aspek penting yang harus menjadi perhatian bersama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurutnya, Indonesia membutuhkan SDM yang unggul, tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual, berakhlak mulia, serta beriman kepada Allah SWT. Fondasi tersebut dinilai sangat penting guna menjamin keberlangsungan pembangunan bangsa di masa depan.

Ia menambahkan bahwa upaya membangun SDM yang berkualitas tidak akan berhasil tanpa dukungan dan kebersamaan semua pihak. Dalam konteks ini, pers memegang peranan yang sangat strategis sebagai penyampai informasi sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.

“Pers tidak hanya berfungsi menyampaikan berita, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk pola pikir masyarakat. Melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan edukatif, pers dapat membantu masyarakat memahami arah pembangunan nasional serta peran yang dapat diambil dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Muhidi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pers memiliki kekuatan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada masyarakat mengenai tujuan jangka panjang bangsa, termasuk target-target yang telah dirancang dalam agenda Indonesia Emas 2045 dan langkah-langkah strategis yang harus dipersiapkan sejak dini.

Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat dan maraknya arus informasi yang tidak terverifikasi, Muhidi berharap insan pers tetap konsisten menjaga profesionalisme serta menjunjung tinggi etika jurnalistik. Menurutnya, pers harus menjadi sumber informasi yang kredibel dan terpercaya di tengah maraknya hoaks.

“Melalui momentum Hari Pers Nasional ini, kami berharap pers terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang arah dan tujuan pembangunan Indonesia ke depan, termasuk target Indonesia Emas 2045 serta bagaimana kita semua dapat mempersiapkannya mulai sekarang,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Muhidi juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini telah berkontribusi dalam mengawal pembangunan serta menyuarakan aspirasi masyarakat. Ia berharap sinergi antara pers, DPRD, dan pemerintah dapat terus terjalin dengan baik demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak kepada rakyat.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang  - Pasca banjir bandang yang melanda Kota Padang beberapa waktu lalu, ditambah kondisi kemarau panjang yang tengah berlangsung, Pemerintah Kota (Pemkot) Padang bersama Perumda Air Minum Kota Padang (Perumda AM) terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi krisis air bersih yang terjadi di sejumlah wilayah.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mengusulkan pembangunan 200 sumur bor komunal yang akan tersebar di berbagai titik, serta penambahan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat mendampingi Menteri PUPR Dody Hanggodo, bersama Anggota DPR RI Andre Rosiade, serta Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, dalam kunjungan ke intake Perumda AM Gunung Pangilun, Jumat (30/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Fadly Amran menegaskan bahwa Perumda AM Kota Padang saat ini terus berupaya memaksimalkan pemulihan layanan air bersih pascabencana. Namun, proses pemulihan masih menghadapi kendala karena infrastruktur utama belum sepenuhnya pulih.

“Selain membangun infrastruktur utama seperti SPAM baru, kami juga mengusulkan pembangunan sumur bor komunal untuk mengurangi beban distribusi Perumda AM. Dengan begitu, pasokan air bersih di rumah tangga bisa lebih stabil,” ujar Fadly Amran.

Ia menjelaskan, pembangunan sumur bor komunal ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek yang efektif, terutama bagi wilayah yang mengalami kekurangan air atau terdampak gangguan distribusi PDAM.

Dari total 200 sumur bor yang diajukan, sekitar 50 titik akan dibangun di atas aset milik Pemerintah Kota Padang. Sementara sisanya akan dipusatkan di sejumlah fasilitas publik, seperti masjid, musala, dan lokasi-lokasi strategis lainnya.

“Penempatan di fasilitas umum ini dilakukan agar masyarakat lebih mudah mengakses air bersih, terutama saat pasokan PDAM terganggu akibat kondisi cuaca maupun dampak bencana,” tambahnya.

Pemkot Padang berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat mempercepat pemulihan layanan air bersih dan memperkuat ketahanan sistem distribusi air di Kota Padang, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat seperti bencana dan kemarau panjang. ( Ayu )

REALITANUSANTARA.COM

Padang — Dua bulan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang terus memacu percepatan pemulihan layanan air bersih bagi masyarakat. Berbagai langkah strategis dilakukan untuk memastikan distribusi air kembali normal hingga menjangkau seluruh pelanggan.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan bahwa hingga saat ini tingkat pemulihan distribusi air bersih telah mencapai lebih dari 98 persen. Capaian tersebut dinilai sebagai kemajuan signifikan dibandingkan kondisi awal setelah bencana yang merusak sejumlah infrastruktur intake dan jaringan distribusi.

“Alhamdulillah, distribusi air sudah lebih dari 98 persen. Namun masih ada beberapa kawasan yang belum sepenuhnya teraliri,” ujar Hendra.

Salah satu wilayah yang masih mengalami kendala adalah kawasan Gunung Nago, Kecamatan Pauh. Menurut Hendra, hambatan utama terjadi pada proses pemasangan pipa distribusi, karena bentangan sungai di lokasi tersebut melebar pascabencana.

Jika sebelumnya jarak bentangan sungai sekitar 150 meter, kini meningkat menjadi sekitar 250 meter, sehingga pemasangan pipa menjadi lebih sulit dan membutuhkan penanganan teknis khusus.

Meski demikian, Perumda AM memastikan upaya pemulihan tetap berjalan dan tidak menghentikan pelayanan bagi warga yang belum mendapatkan pasokan air.

“Kami terus mengerahkan armada mobil tangki untuk membantu pelanggan yang belum menerima distribusi. Bahkan masyarakat non-pelanggan juga kami bantu dengan suplai air bersih,” katanya.

Selain Gunung Nago, Perumda AM juga masih menangani dampak kerusakan di beberapa titik intake. Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah adalah intake Taban di kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah.

Untuk mengamankan pasokan air dan mencegah kerusakan susulan, Perumda AM tengah membangun kawat bronjong di sekitar area intake sebagai langkah preventif, terutama menghadapi potensi erosi dan arus sungai yang masih berisiko.

Hendra menambahkan, saat ini masih terdapat lima intake yang dalam tahap perbaikan karena mengalami kerusakan berat akibat bencana. Namun pihaknya optimistis proses pemulihan dapat segera diselesaikan sehingga distribusi air bersih di seluruh wilayah Kota Padang dapat kembali normal.

“Kami terus bekerja maksimal agar layanan air bersih bisa pulih sepenuhnya. Target kami seluruh pelanggan kembali mendapatkan distribusi secara normal,” tutupnya.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

Padang  - Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa persoalan kekeringan yang terjadi pascabanjir bandang di Kota Padang tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan personal, termasuk desakan pencopotan Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang.

Menurutnya, kondisi yang dialami masyarakat merupakan dampak langsung bencana alam, sehingga penanganannya harus dilakukan secara bersama dan terukur, bukan dengan memperkeruh situasi melalui narasi yang tidak fokus pada pemulihan.

Pernyataan tersebut disampaikan Fadly Amran saat menghadiri peresmian sekaligus penyerahan kunci Hunian Sementara Sehat dan Layak bagi warga terdampak banjir bandang di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, pada Senin (26/1/2026).

Fadly menilai, narasi di ruang publik yang mendorong pencopotan pimpinan PDAM justru berpotensi mengaburkan perhatian masyarakat dari persoalan utama, yakni percepatan pemulihan layanan air bersih.

“Persoalan ini bukan soal copot atau tidak copot. Ini adalah tanggung jawab bersama. Walaupun tidak berstatus bencana nasional, penanganannya kita lakukan secara nasional,” ujar Fadly.

Ia menjelaskan, sejak awal kejadian, penanganan dampak banjir bandang dan gangguan layanan air bersih dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga instansi teknis terkait.

Fadly juga menyampaikan bahwa progres pemulihan jaringan air bersih menunjukkan perkembangan positif. Hampir seluruh jaringan distribusi PDAM disebut telah kembali aktif, meski tekanan air di sejumlah wilayah masih belum normal.

Hal itu, kata Fadly, disebabkan oleh menurunnya debit air di sumber hulu akibat perubahan kondisi lingkungan pascabencana.

Selain berdampak pada sistem distribusi PDAM, Fadly menegaskan kekeringan juga dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama melalui mengeringnya sumur-sumur warga.

Ia menyebut, kondisi tersebut terjadi akibat rusaknya jaringan irigasi, perubahan alur air, serta gangguan pada sumber-sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.

Fadly berharap masyarakat dapat memahami kondisi objektif di lapangan, serta bersama-sama mendukung langkah pemulihan agar layanan air bersih di Kota Padang dapat kembali normal secara menyeluruh.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

Padang  - Kota Padang kini hampir sepenuhnya pulih dari dampak banjir bandang yang melanda pada November 2025 lalu. Bencana tersebut tidak hanya merusak sejumlah infrastruktur vital, seperti jalan dan jembatan, tetapi juga berdampak serius pada layanan air bersih, setelah tujuh intake milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang mengalami kerusakan.

Namun, upaya pemulihan cepat yang dilakukan Perumda AM Padang membuahkan hasil menggembirakan. Hingga 24 Desember 2025, layanan air bersih di sebagian besar wilayah Kota Padang telah pulih dan kembali mengalir normal, dengan tingkat pemulihan mencapai 99 persen.

Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, menyebutkan bahwa pemulihan layanan air di wilayah selatan Kota Padang sudah berjalan sepenuhnya.

“Area Selatan sudah melayani 100 persen pelanggan, dan wilayah Utara juga hampir pulih sepenuhnya,” ujar Hendra pada Jumat (23/1/2026).

Meski layanan air bersih sudah pulih hampir total, beberapa wilayah masih menghadapi kendala, terutama di kawasan pusat kota. Gangguan ini terjadi karena produksi air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun belum dapat berjalan maksimal.

Hendra menjelaskan, hal tersebut disebabkan sumber air yang masih keruh akibat tercampur lumpur pasca banjir, sehingga proses pengolahan belum bisa dilakukan secara optimal.

Untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, Perumda AM Padang melakukan langkah darurat dengan menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki dan tedmon, dengan jadwal distribusi tiga kali sehari.

Berdasarkan data Perumda AM Padang, saat ini sebanyak 128 ribu pelanggan sudah kembali menerima layanan air bersih secara normal. Sementara itu, sebanyak 1.125 sambungan rumah (SR) masih berada dalam tahap pemulihan.

Hendra menyebutkan, sisa sekitar 1 persen pelanggan yang belum terlayani disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

1. akses pemasangan jaringan yang terkendala,

2. serta konstruksi jembatan yang masih dalam proses dan dibutuhkan untuk pemasangan pipa distribusi.

3. Optimistis Pulih 100 Persen Usai Normalisasi Sungai

Perumda AM Padang juga menaruh harapan besar pada percepatan normalisasi sungai Batu Busuk dan Kuranji yang saat ini tengah berlangsung. Normalisasi tersebut dinilai penting karena berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber air baku.

“Jika normalisasi ini selesai, kami optimis pelayanan air bersih akan pulih 100 persen,” kata Hendra.

Di tengah proses pemulihan pasca-banjir, Kota Padang juga mulai menghadapi tantangan lain berupa kekeringan yang melanda beberapa wilayah dalam beberapa pekan terakhir.

Untuk mengantisipasi krisis air bersih, Perumda AM Padang terus memaksimalkan distribusi mobil tangki, tidak hanya bagi pelanggan, tetapi juga masyarakat non-pelanggan yang membutuhkan pasokan air bersih darurat.

Perumda AM Padang memastikan upaya penanganan akan terus dilakukan hingga seluruh layanan air bersih di Kota Padang kembali pulih sepenuhnya. ( Ayu )

REALITANUSANTARA.COM

Padang - Upaya pemulihan pascabencana di Kota Padang terus dilakukan, salah satunya melalui pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang mencatat total distribusi air bersih mencapai 24.876,75 meter kubik hingga saat ini.

Air bersih tersebut tidak hanya disalurkan kepada pelanggan Perumda AM, tetapi juga kepada warga nonpelanggan yang terdampak langsung akibat bencana. Penyaluran dilakukan menggunakan mobil tangki milik Perumda AM, serta dibantu armada dari berbagai instansi terkait.

Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengatakan pendistribusian air bersih telah dilakukan secara berkelanjutan sejak bencana terjadi. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan.

“Distribusi air bersih masih terus berjalan hingga sekarang. Total air yang telah disalurkan mencapai hampir 25 ribu meter kubik, dengan dukungan mobil tangki dari berbagai pihak,” ujar Hendra.

Ia menjelaskan, kondisi alam pascabencana mengalami perubahan cukup signifikan. Sejumlah sungai mengalami pendangkalan dan perubahan alur, sementara beberapa sumur resapan milik warga tidak lagi menghasilkan air. Kondisi tersebut menyebabkan permintaan air bersih meningkat di sejumlah titik terdampak.

Meski demikian, Perumda AM Kota Padang masih mengandalkan dua unit sumur bor yang masih berfungsi normal. Selain itu, sistem intake Palukahan dan Sikayan juga kembali beroperasi untuk mendukung produksi dan pendistribusian air bersih.

Hendra menambahkan, hingga pertengahan Januari 2025, bantuan armada mobil tangki dari BPBD, BNPB, dan PMI masih aktif membantu distribusi air ke wilayah terdampak.

“Dengan dukungan semua pihak, distribusi air bersih dapat dilakukan lebih cepat dan merata. Kami mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin,” tutupnya. ( Ayu )

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.