Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN – Memberikan bukti nyata, bukan sekadar janji, terus menjadi komitmen Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Endarmy, dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat. Komitmen tersebut kembali dibuktikan melalui realisasi cepat atas aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, khususnya di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman.

Usai melaksanakan kegiatan reses di Desa Pungguang Ladiang, Kota Pariaman, pada Rabu (4/2), Endarmy langsung menindaklanjuti salah satu permintaan utama masyarakat, yakni kebutuhan lampu penerangan jalan umum (PJU). Hanya berselang satu hari setelah reses, tepatnya pada Jumat (6/2), bantuan lampu jalan tersebut langsung direalisasikan di lokasi.

Endarmy menjelaskan bahwa pemasangan lampu jalan tersebut sangat penting mengingat dalam waktu dekat umat Muslim akan memasuki bulan suci Ramadan. Menurutnya, penerangan jalan menjadi faktor utama dalam menunjang kenyamanan dan keamanan masyarakat saat menjalankan ibadah, terutama pada malam hari.

“Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadan. Kami tidak ingin masyarakat kesulitan saat hendak beribadah ke masjid atau musala akibat minimnya penerangan jalan. Oleh karena itu, hari ini kami turun langsung untuk merealisasikan permintaan warga yang disampaikan saat reses,” ujar Endarmy saat diwawancarai, Minggu (8/2).

Bantuan lampu penerangan jalan tersebut sepenuhnya bersumber dari dana pribadi Endarmy yang dialokasikan dari tunjangan reses, serta mendapat dukungan dari Anggota DPRD Kota Pariaman, Taufik. Endarmy menegaskan bahwa penggunaan tunjangan reses untuk membantu kebutuhan masyarakat telah menjadi komitmen pribadinya dan rutin dilakukan setiap tahun.

Bagi politisi Partai NasDem ini, kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat harus mampu memberikan solusi nyata atas persoalan yang dihadapi warga. Ia mengaku merasa bahagia ketika aspirasi masyarakat dapat diwujudkan secara langsung dan memberikan manfaat nyata.

“Bagi saya, kebahagiaan sebagai anggota dewan adalah ketika bisa melihat masyarakat tersenyum karena harapan mereka terpenuhi,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, sebanyak tujuh unit lampu penerangan jalan dipasang di sejumlah titik strategis di Desa Pungguang Ladiang. Endarmy juga turun langsung ke lapangan untuk memantau proses pemasangan lampu, didampingi oleh Kepala Desa Pungguang Ladiang, Aulia Mardhi Arif.

“Alhamdulillah, setelah reses pada 5 Februari lalu, hari ini kami bisa menepati janji kepada masyarakat. Total ada tujuh lampu jalan yang dipasang. Semoga keberadaan lampu ini dapat memberikan kenyamanan dan keamanan, khususnya menjelang Ramadan,” kata Endarmy.

Sementara itu, Kepala Desa Pungguang Ladiang, Aulia Mardhi Arif, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas respons cepat yang dilakukan Endarmy. Ia menyebutkan bahwa kebutuhan penerangan jalan di wilayahnya sangat mendesak, mengingat Desa Pungguang Ladiang berada di wilayah perbatasan Kota Pariaman yang masih memiliki banyak titik minim penerangan.

“Walaupun masuk wilayah Kota Pariaman, desa kami berada di perbatasan kota, sehingga masih banyak ruas jalan yang gelap. Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Endarmy yang telah melakukan aksi nyata dengan langsung merealisasikan aspirasi masyarakat pasca-reses,” ujarnya.

Arif berharap, melalui peran dan perjuangannya di lembaga legislatif, Endarmy dapat terus menghadirkan program-program yang memberikan dampak positif dan nyata bagi masyarakat.

Editor : Deviana 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan komitmennya untuk menggerakkan Kelompok Wanita Tani (KWT) sesuai dengan kebutuhan riil yang mereka hadapi di lapangan. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.

Komitmen itu disampaikan Muhidi saat menggelar kegiatan reses bersama sekitar 100 orang anggota dari 13 Kelompok Wanita Tani se-Kecamatan Pauh, yang berlangsung di Rumah Tengah Sawah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Minggu (8/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Muhidi menyampaikan keyakinannya bahwa keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi melalui wadah KWT akan memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga.

Muhidi menjelaskan, pemberdayaan KWT tidak dapat dilakukan dengan pola yang sama untuk semua kelompok. Menurutnya, setiap kelompok memiliki kebutuhan yang berbeda-beda sesuai dengan potensi dan usaha yang dijalankan.

“Kami memang menggerakkan kelompok-kelompok tani sesuai dengan kebutuhan mereka di lapangan. Ada yang fokus ternak ayam, ada yang ternak kambing, ada yang mengembangkan kolam ikan, dan ada pula yang bergerak pada keterampilan-keterampilan usaha lainnya,” kata Muhidi.

Muhidi juga mengingatkan para anggota KWT agar mengusulkan program dan bantuan yang benar-benar dibutuhkan serta dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Ia menekankan pentingnya program yang tidak hanya selesai pada tahap bantuan, tetapi mampu berkembang dan berkelanjutan.

Selain mendorong penguatan usaha KWT, Muhidi juga menyatakan komitmennya untuk menghadirkan pelatihan-pelatihan keterampilan agar kelompok dapat meningkatkan kapasitas produksi, manajemen usaha, hingga pemasaran, sehingga mereka dapat menjadi lebih mandiri.

Ia menilai, tantangan ekonomi ke depan semakin berat dan kompetitif. Karena itu, masyarakat harus menyiapkan diri melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta menjaga integritas dalam berusaha.

“Tantangan ke depan semakin berat. Kalau masyarakat tidak menyiapkan pengetahuan, skill, dan kejujuran dalam berusaha, maka mereka akan tertinggal,” ujarnya.

Kegiatan reses tersebut merupakan bagian dari Reses Masa Persidangan Kedua Tahun 2025/2026 yang berlangsung selama delapan hari, mulai 2 hingga 9 Februari 2026. Dalam masa reses itu, seluruh anggota DPRD Provinsi Sumbar melaksanakan reses secara perseorangan di daerah pemilihan masing-masing guna menjemput aspirasi masyarakat secara langsung.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Lima Puluh Kota - Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Irsyad Safar, melaksanakan kegiatan reses perseorangan pada Minggu (8/2/2026) di Cafe Jingga, Jorong Subaladung, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Kegiatan tersebut menjadi wadah masyarakat menyampaikan aspirasi langsung kepada wakil rakyat, terutama terkait kebutuhan di sektor pertanian, infrastruktur, kebencanaan, hingga pengembangan pariwisata nagari.

Reses itu dihadiri sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Wali Nagari Sungai Kamuyang, perangkat nagari, Kepala Jorong Subaladung, perwakilan Gapoktan, kelompok tani, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), tokoh masyarakat, pemuda-pemudi, serta warga setempat.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban, perwakilan Kelompok Tani Tunas Harapan mengajukan permohonan bantuan berupa bibit itik dan handtraktor.

Permintaan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung pengembangan peternakan masyarakat, khususnya di wilayah Sungai Kamuyang.

Selain sektor pertanian, warga juga menyampaikan usulan perbaikan jalan lingkungan dari Simpang Tigo menuju Kubu Jawi.

Jalan tersebut dinilai sudah lama membutuhkan peningkatan karena menjadi akses utama masyarakat untuk aktivitas ekonomi, mobilitas warga, serta jalur pengangkutan hasil pertanian.

Aspirasi lainnya mencakup permintaan mesin pencacah kompos untuk mendukung pengelolaan limbah organik pertanian, sekaligus mendorong pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk.

Masyarakat juga mengusulkan adanya pelatihan relawan Tim Reaksi Cepat (TRC), terutama dalam bidang penanggulangan bencana serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Di sektor pariwisata, warga mengusulkan pemasangan jalur penerangan di kawasan wisata sungai yang ada di nagari tersebut.

Selain itu, masyarakat juga meminta pelatihan bagi Pokdarwis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan destinasi, promosi wisata, serta pelayanan terhadap pengunjung.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Irsyad Safar menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan dicatat dan diperjuangkan sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku di tingkat provinsi.

“Reses ini menjadi wadah penting untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan sangat konkret dan menyentuh kebutuhan dasar, mulai dari pertanian, infrastruktur, hingga pengembangan pariwisata serta kesiapsiagaan bencana,” ujar Irsyad.

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat Nagari Sungai Kamuyang agar dapat ditindaklanjuti melalui program pemerintah daerah maupun kebijakan di tingkat provinsi.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Arosuka - Pemerintah Kabupaten Solok menerima kunjungan tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam rangka pelaksanaan survei serta pendataan kerusakan fasilitas umum, khususnya rumah ibadah dan fasilitas kesehatan, Jumat (06/02/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan Wakil Bupati Kabupaten Solok.

Kunjungan ini bertujuan untuk memverifikasi sekaligus memperbarui data kerusakan pascabencana yang tercatat dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Kepala Bapelitbang  Nafri, menjelaskan bahwa sebagian data sebelumnya belum terakomodasi secara lengkap dan kini tengah dilakukan penyesuaian.

“Data yang digunakan bersumber dari dokumen R3P. Namun, terdapat beberapa lokasi yang sebelumnya belum masuk ke dalam dokumen tersebut dan saat ini sedang kami lengkapi serta sesuaikan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, mewakili Bupati Solok, Wabup H. Candra, S.H.I, turut melakukan koordinasi langsung melalui sambungan telepon dengan Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Al Jihad. Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen tim kementerian yang telah turun langsung melakukan survei lapangan.

“Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama tim Kementerian PUPR. Kami siap melengkapi segala kebutuhan data serta mendampingi proses survei di lapangan agar berjalan lancar dan cepat,” ujar Wabup Candra.

Sementara itu, Al Jihad menyampaikan bahwa berdasarkan pengalaman dari data R3P sebelumnya, sejumlah lokasi tidak lagi dapat ditemukan di lapangan karena minimnya informasi detail, termasuk alamat dan petunjuk arah.

“Kami berharap pembaruan data kali ini dilengkapi informasi yang lebih akurat, sehingga memudahkan tim dalam menemukan titik lokasi dan memastikan kondisi riil di lapangan,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wabup Candra menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melengkapi dokumen pendukung, termasuk dokumentasi foto dan video kerusakan akibat banjir. Ia juga akan menginstruksikan Camat dan Wali Nagari agar mendampingi tim survei selama proses pendataan.

“Kami ingin memastikan seluruh data valid dan sesuai kondisi sebenarnya. Tidak boleh ada data fiktif. Semua harus berdasarkan fakta lapangan,” tegasnya.

Perwakilan Kementerian PUPR, Jheru, menambahkan bahwa sebagian data lama belum dilengkapi titik koordinat, sehingga menyulitkan proses pencarian lokasi. Ia mencontohkan ada 1 Masjid Baiturrahman alamatnya itu di Paninggahan, Danau Kembar. Ini mungkin perlu adanya perubahan data, sehingga alamat yang dituju benar-benar alamat tempat Masjid itu sebenarnya.

Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Solok, tim survei akan dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing menuju kawasan Danau Kembar dan Singkarak untuk mempercepat proses pendataan.

Pertemuan yang dihadiri Wakil Bupati Solok bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok  Effia Vivi Fortuna ini juga membahas strategi tindak lanjut percepatan rehabilitasi. Pemerintah Kabupaten Solok berharap sinergi dengan Kementerian PUPR ini dapat segera menghadirkan perbaikan fasilitas umum demi meningkatkan kenyamanan serta kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Wabup Candra juga mengimbau pengurus masjid dan pengelola fasilitas umum agar aktif mendampingi tim survei, sehingga setiap informasi yang dibutuhkan dapat disampaikan secara lengkap dan akurat.

Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah, proses pemulihan infrastruktur di Kabupaten Solok diharapkan dapat terlaksana secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Universitas Andalas (UNAND) terus memperkuat peran kehumasan sebagai fungsi strategis institusi melalui Workshop Kehumasan bertema “Transformasi Kehumasan UNAND: dari Informasi ke Reputasi”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 7–8 Februari 2026, di Convention Hall Kampus Limau Manis, Padang.

Workshop tersebut diinisiasi oleh Kantor Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik UNAND sebagai langkah meningkatkan kapasitas sumber daya kehumasan sekaligus menyatukan strategi komunikasi di seluruh lini universitas, mulai dari tingkat universitas, fakultas, pascasarjana, rumah sakit, hingga unit kerja.

Sekretaris Universitas UNAND, Dr. Aidinil Zetra, menegaskan bahwa fungsi kehumasan di perguruan tinggi saat ini tidak lagi sekadar menyampaikan informasi. Di tengah era keterbukaan publik, dinamika isu, serta persaingan global, humas dituntut menjadi bagian penting dalam membangun dan menjaga reputasi institusi secara terukur dan berkelanjutan.

“Humas harus menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan strategis. Tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mampu membaca isu, mengelola persepsi publik, serta memastikan komunikasi institusi selaras dengan visi dan tujuan UNAND,” ujar Aidinil dalam pengantarnya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor I UNAND, Prof. Syukri Arief, menilai penguatan humas harus ditempatkan sebagai fungsi manajerial strategis yang bekerja secara terpadu, baik dalam komunikasi internal maupun eksternal.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi institusi, menjadikan media sosial dan electronic public relations (e-PR) sebagai kanal utama sekaligus menghadirkan tantangan baru terkait transparansi, akuntabilitas, dan reputasi.

“Tekanan kompetisi dan tuntutan publik menuntut humas yang profesional, adaptif, dan mampu mengelola komunikasi internal maupun eksternal secara terpadu,” kata Syukri.

Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional di bidang komunikasi strategis. Salah satunya Emilia Bassar, Direktur Komunikasi PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) sekaligus pendiri Center for Public Relations, Outreach, and Communication (CPROCOM).

Dalam paparannya, Emilia menekankan pentingnya perencanaan komunikasi yang berangkat dari tujuan akhir institusi serta disertai indikator pengukuran kinerja yang jelas.

Ia menyoroti perlunya strategi komunikasi yang disusun berdasarkan riset, pemetaan pemangku kepentingan, serta penetapan tujuan komunikasi yang terukur melalui pendekatan SMARTER.

“Humas harus mampu menjawab dampak apa yang ingin dicapai organisasi dan bagaimana komunikasi berkontribusi secara nyata terhadap pencapaian tujuan tersebut,” ujarnya.

Narasumber lainnya, Takhta Pandu Padmanagara, Founder Commpac InboundID Network, membahas pentingnya pengelolaan komunikasi digital, relasi media, serta pemanfaatan konten kreatif dan storytelling untuk meningkatkan keterlibatan publik di ruang digital.

Ia menilai, di era informasi cepat, institusi perlu menyampaikan pesan secara konsisten, relevan, dan menarik, agar kepercayaan publik dapat dibangun secara berkelanjutan.

Workshop ini diikuti oleh pimpinan universitas, para dekan, wakil dekan, direktur, serta pengelola humas, protokol, dan layanan informasi publik di lingkungan UNAND. Melalui kegiatan ini, peserta diajak menyelaraskan tujuan organisasi dengan aktivitas komunikasi, serta memahami bahwa reputasi institusi merupakan aset strategis jangka panjang.

Melalui workshop tersebut, UNAND menegaskan komitmennya untuk memperkuat kehumasan sebagai fungsi manajerial yang profesional, terukur, dan berorientasi pada penguatan reputasi institusi, baik di tingkat nasional maupun global.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN - Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, mengapresiasi langkah Polda Sumatera Barat dalam menangani maraknya kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, serta aksi balap liar yang belakangan dinilai semakin meresahkan masyarakat. Ia menilai upaya tersebut penting sebagai bagian dari perlindungan terhadap generasi muda dan keselamatan publik.

Menurut Aprinaldi, penanganan persoalan remaja tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan keterlibatan aktif berbagai pihak, mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, institusi pendidikan, keluarga, hingga tokoh masyarakat, agar upaya pencegahan dan penindakan dapat berjalan seimbang.

“Permasalahan ini harus kita hadapi bersama. Apa yang dilakukan Polda Sumbar merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda, dan sudah seharusnya mendapat dukungan dari semua elemen,” kata Aprinaldi, Minggu (31/1/2026).

Ia mengungkapkan, penyalahgunaan narkoba dan balap liar bukan hanya berdampak pada pelaku, tetapi juga menimbulkan risiko besar bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Oleh sebab itu, selain penegakan hukum, langkah preventif melalui pembinaan dan edukasi dinilai sangat penting untuk ditegakkan secara berkelanjutan.

Aprinaldi menegaskan bahwa DPRD Padang Pariaman siap mendukung upaya tersebut melalui penguatan regulasi dan alokasi anggaran yang berpihak pada program pembinaan karakter serta peningkatan kualitas generasi muda.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Jika generasi muda terjerumus dalam perilaku menyimpang, maka dampaknya akan dirasakan dalam jangka panjang oleh daerah.

“Kita ingin generasi muda Padang Pariaman tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan produktif. Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas kepolisian,” ujarnya.

Selain itu, Aprinaldi mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan dan membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak mereka. Menurutnya, keluarga memiliki peran sentral dalam mencegah anak terjerumus ke dalam pergaulan negatif.

Dengan adanya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat, Aprinaldi optimistis upaya pemberantasan kenakalan remaja dan narkoba di Sumatera Barat, khususnya di Padang Pariaman, dapat memberikan hasil yang nyata dan berkelanjutan.

Editor : Ayu 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN - Kegiatan gotong royong (goro) di Pustu Korong Balai Kamih, Nagari Kuranji Hulu, mendapat dukungan langsung dari Anggota DPRD Padang Pariaman, Rudi Hartono Caniago. Kegiatan ini melibatkan Puskesmas Koto Bangko, perangkat nagari, serta masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap fasilitas layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Sejak pagi, warga bersama tenaga kesehatan bahu-membahu membersihkan lingkungan pustu, merapikan fasilitas, serta memperbaiki sejumlah bagian yang membutuhkan perhatian. Kegiatan goro ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pelayanan kesehatan yang lebih nyaman dan layak bagi masyarakat.

Rudi Hartono Caniago yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan warga. Ia menekankan pentingnya kegiatan gotong royong sebagai upaya menjaga fasilitas kesehatan.

“Gotong royong seperti ini harus terus dijaga. Pustu adalah fasilitas penting bagi masyarakat. Kalau lingkungannya bersih dan terawat, pelayanan kesehatan juga akan lebih maksimal,” ujarnya, Minggu (31/1/2025).

Rudi menilai kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah nagari, dan masyarakat menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat nagari. Menurutnya, pembangunan tidak selalu harus dimulai dari proyek besar, tetapi bisa dimulai dari kepedulian bersama terhadap fasilitas yang ada.

“Saya sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat. Ini bukti bahwa budaya gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan utama kita,” tambah Rudi.

Pihak Puskesmas Koto Bangko berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin. Selain menjaga kebersihan fasilitas kesehatan, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara petugas kesehatan dan masyarakat.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Nagari Kuranji Hulu menjadi contoh nyata bagaimana kebersamaan masyarakat mampu memperkuat layanan kesehatan di tingkat akar rumput.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN - Kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Hasan Basri, dimanfaatkan sebagai momentum untuk meninjau langsung kondisi pascabencana alam di Nagari Sungai Buluah Timur, Kecamatan Batang Anai. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan secara langsung dampak kerusakan infrastruktur serta kondisi masyarakat setelah bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025.

Reses Hasan Basri diawali dengan perjalanan dari Kota Padang menuju wilayah terdampak melalui jalur alternatif, mengingat sebagian akses utama mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir. Rombongan memilih melewati Korong Simpang Apa, Nagari Sungai Buluah Utara, yang hingga kini menjadi satu-satunya jalur jembatan yang masih dapat menghubungkan wilayah Lubuk Alung Timur dengan Batang Anai Timur.

Setelah menyeberangi jembatan beton tersebut, rombongan melanjutkan perjalanan melalui jalan hotmix dengan lebar sekitar empat meter. Namun, setelah menempuh jarak kurang lebih lima kilometer dan berbelok ke arah selatan menuju Nagari Sungai Buluah Timur, kondisi jalan berubah drastis. Lapisan aspal rusak dan terkelupas, menyisakan jalan berbatu dan berkerikil akibat terjangan banjir bandang.

Setibanya di lokasi, Hasan Basri terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan pemerintah nagari serta perwakilan masyarakat setempat untuk mendengarkan langsung aspirasi dan laporan kondisi terkini pascabencana. Setelah itu, kegiatan reses dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah objek vital yang terdampak, di antaranya ruas jalan, jembatan, kawasan permukiman warga di bantaran sungai, serta Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Batang Anai.

Di SDN 05 Batang Anai, aktivitas belajar mengajar masih berlangsung meskipun waktu telah mendekati pukul 14.00 WIB. Rombongan diterima oleh Lisa Rifendi, Pelaksana Tugas Kepala Sekolah yang juga merupakan satu-satunya guru berstatus PNS di sekolah tersebut. Saat ini, SDN 05 Batang Anai menampung sebanyak 94 siswa dari kelas I hingga kelas VI.

Lisa Rifendi menjelaskan bahwa gedung sekolah mengalami kerusakan parah akibat banjir dan longsor dari perbukitan di sekitar lokasi sekolah. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 27 November 2025, sekitar pukul 09.00 WIB. “Seluruh ruang kelas, ruang guru, dan ruang kepala sekolah ambruk dan tertimbun lumpur. Beruntung saat kejadian sekolah sedang diliburkan karena cuaca ekstrem, sehingga tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Akibat kerusakan tersebut, hanya satu bangunan yang masih dapat difungsikan, yakni ruang perpustakaan. Untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan, pihak sekolah bersama masyarakat setempat menggalang bantuan untuk pembersihan lokasi serta pembangunan ruang kelas darurat. Pada tahap awal, dua ruang kelas darurat berhasil dibangun dengan bantuan TNI. 

Selanjutnya, pembangunan lima ruang kelas tambahan dilakukan melalui kerja sama antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Editor : Ayu 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN - Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Syafrinaldi, menggelar kegiatan reses bersama kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta Urang Tuo atau tokoh adat Nagari Koto Panjang Barat. Kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat tersebut berlangsung di mushala milik Syafrinaldi.

Dalam kegiatan tersebut, kader PKK menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pemberdayaan perempuan dan anak. Beberapa persoalan yang disampaikan di antaranya kebutuhan akses pelatihan ekonomi bagi ibu rumah tangga serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini (PAUD) di wilayah tersebut.

Selain itu, kader PKK juga mengusulkan penguatan layanan kesehatan reproduksi bagi perempuan serta peningkatan dukungan terhadap program penanganan stunting. Menurut mereka, program tersebut membutuhkan perhatian dan dukungan lebih serius dari pemerintah daerah.

Sementara itu, Urang Tuo selaku tokoh adat menyoroti pentingnya pelestarian budaya dan adat istiadat di tengah pembangunan. Mereka menegaskan bahwa pembangunan di nagari harus tetap berlandaskan nilai-nilai lokal agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Para tokoh adat juga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan infrastruktur dasar, seperti jalan nagari dan irigasi pertanian yang dinilai masih memerlukan perhatian pemerintah daerah.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Syafrinaldi mengapresiasi partisipasi aktif kader PKK dan tokoh adat dalam kegiatan reses. Ia menegaskan bahwa seluruh masukan yang disampaikan masyarakat akan ditindaklanjuti melalui mekanisme resmi di DPRD.

“Reses merupakan momentum untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat di lapangan,” kata Syafrinaldi, Minggu (31/1/2026).

Ia menambahkan, aspirasi yang diterima akan didokumentasikan dan diusulkan dalam rapat paripurna DPRD serta dikoordinasikan dengan dinas terkait dan pemerintah kecamatan untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Kegiatan reses tersebut berlangsung dalam suasana terbuka dan dialogis. Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan untuk menggelar pertemuan lanjutan guna menjaga kesinambungan komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat.

Editor : Ayu 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN - Ketua DPRD Padang Pariaman, Tekad Aprinaldi, menegaskan komitmennya dalam menjalankan amanah jabatan yang diembannya dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab. Hal tersebut ia sampaikan sebagai bentuk refleksi atas nikmat dan keberkahan yang dirasakannya selama dipercaya memimpin lembaga legislatif daerah.

Pernyataan itu disampaikan Aprinaldi dalam rapat paripurna DPRD Padang Pariaman yang digelar di Gedung DPRD Padang Pariaman, baru-baru ini. Dalam kesempatan tersebut, ia berharap agar kemajuan daerah dapat terus terwujud melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, anggota DPRD, serta seluruh elemen masyarakat.

Menurut Aprinaldi, berbagai capaian pembangunan yang telah dirasakan masyarakat, khususnya di sektor infrastruktur dan kesejahteraan sosial, merupakan wujud nyata dari karunia Tuhan Yang Maha Esa. Ia menegaskan bahwa seluruh keberhasilan yang dicapai tidak terlepas dari kehendak dan izin-Nya.

“Saya bersyukur atas segala berkah yang diberikan selama ini. Insyaallah, saya akan melaksanakan amanah ini semata-mata sesuai dengan kehendak Allah,” ujarnya, Minggu (31/1/2026).

Lebih lanjut, Aprinaldi menekankan bahwa rasa syukur tidak hanya diwujudkan dalam bentuk ucapan, tetapi juga melalui tindakan nyata, salah satunya dengan berbagi kepada sesama. Ia meyakini bahwa manfaat yang diberikan kepada orang lain justru akan kembali dalam bentuk kebaikan yang lebih besar.

“Segala sesuatu yang kita berikan kepada sesama, sejatinya akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi diri kita sendiri. Apa yang kita konsumsi setiap hari tidak hanya bermanfaat bagi tubuh, tetapi akan menjadi berkah yang lebih luas jika dibagikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” jelasnya.

Aprinaldi juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah merencanakan untuk menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Padang Pariaman. Namun, ia meyakini bahwa semua proses yang dilaluinya merupakan bagian dari ketetapan Tuhan. Saat ini, ia memilih untuk fokus menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.

“Semuanya berjalan sesuai kehendak Yang Maha Kuasa. Saya hanya berusaha menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Insyaallah, tujuan baik untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Padang Pariaman dapat tercapai,” tegasnya.

Dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kondisi ekonomi masyarakat, Aprinaldi tercatat aktif turun langsung membantu warga. Sepanjang tahun 2025, ia terlibat dalam penyaluran berbagai bentuk bantuan, mulai dari logistik, perlengkapan darurat, hingga bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam di sejumlah wilayah Padang Pariaman.

Sebelum menjabat sebagai Ketua DPRD, Aprinaldi pernah mengemban amanah sebagai anggota DPRD Padang Pariaman selama satu periode. Ia juga dipercaya memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Padang Pariaman, di mana di bawah kepemimpinannya, atlet-atlet daerah berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Sebagai kader aktif Partai Amanat Nasional (PAN), Aprinaldi dikenal konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Dalam setiap kesempatan, ia tampil penuh semangat dan percaya diri saat menyampaikan pandangan serta gagasannya di hadapan anggota dewan.

Dengan latar belakang pengalaman dan komitmen yang kuat, Aprinaldi diharapkan mampu terus mendorong terciptanya pemerintahan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Padang Pariaman.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN : Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi, melaksanakan kegiatan reses di Korong Padang Manih, Nagari Campago, Kecamatan V Koto, baru-baru ini. Kegiatan yang digelar di halaman Kantor Camat V Koto tersebut dihadiri puluhan warga dari berbagai latar belakang, dengan mayoritas peserta merupakan perempuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang aktif mengembangkan usaha lokal.

Kehadiran Aprinaldi yang juga merupakan putra daerah setempat disambut antusias oleh masyarakat Korong Padang Manih. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan beragam aspirasi dan harapan, khususnya terkait penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama.

Dalam sambutannya, Aprinaldi menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan sarana penting bagi anggota DPRD Padang Pariaman untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Menurutnya, kebijakan pembangunan tidak dapat disusun secara optimal tanpa memahami kebutuhan riil yang dihadapi masyarakat di lapangan.

“Kita tidak bisa membuat kebijakan yang baik jika tidak tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat secara langsung,” ujar Aprinaldi, Minggu (31/1/2026).

Ia menekankan bahwa setiap kebijakan pembangunan harus berpijak pada kepentingan dan kebutuhan warga. Aprinaldi juga menilai UMKM memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nagari, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan keluarga.

Pada sesi penyampaian aspirasi, masyarakat Korong Padang Manih mengungkap sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi pelaku UMKM. Permasalahan tersebut antara lain keterbatasan akses permodalan, minimnya pelatihan manajemen usaha dan pemanfaatan teknologi, serta kendala dalam pemasaran produk.

Salah seorang pelaku usaha kerajinan menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dapat menyediakan pelatihan desain produk dan pemasaran digital. Ia menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia sangat diperlukan agar produk lokal mampu bersaing hingga tingkat provinsi.

Menanggapi hal tersebut, Aprinaldi menyatakan sejumlah masukan yang disampaikan warga dapat segera ditindaklanjuti. Sementara aspirasi lainnya akan dicatat untuk dibahas lebih lanjut dalam rapat paripurna DPRD Padang Pariaman.

Terkait persoalan permodalan, Aprinaldi mengungkapkan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatera Barat serta lembaga keuangan lainnya. Ia menyebut DPRD akan mendorong lahirnya skema kredit yang lebih mudah diakses oleh pelaku UMKM, termasuk kemungkinan penyediaan bantuan modal tanpa bunga bagi kelompok usaha yang dinilai potensial.

“Kami akan mendorong skema kredit yang lebih mudah dijangkau, termasuk kemungkinan bantuan modal tanpa bunga bagi kelompok usaha potensial,” katanya.

Dalam upaya peningkatan kapasitas pelaku UMKM, DPRD Padang Pariaman juga berencana bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM serta perguruan tinggi lokal. Program pelatihan yang direncanakan mencakup manajemen usaha, pengelolaan keuangan, pemasaran digital, hingga pengembangan produk.

Sementara itu, di bidang pemasaran, Aprinaldi mengungkapkan rencana pembentukan pusat pembelian bersama produk UMKM Padang Pariaman. Selain itu, produk-produk UMKM juga akan dipromosikan melalui platform digital serta pameran-pameran lokal guna memperluas jangkauan pasar.

Menutup kegiatan reses tersebut, Aprinaldi menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat Korong Padang Manih akan menjadi bahan penting dalam penyusunan program kerja DPRD Padang Pariaman tahun ini. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dalam mengawal pembangunan daerah.

Kegiatan reses diakhiri dengan sesi foto bersama antara Aprinaldi dan warga. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di Nagari Campago dan Kecamatan V Koto secara berkelanjutan.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN – Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Risdianto, melaksanakan kegiatan reses di Masjid Soetan Jalan, Nagari Camapago Barat, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, pada Jumat (30/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, mayoritas aspirasi yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur.

Reses merupakan agenda rutin anggota DPRD yang dilaksanakan tiga kali dalam setahun. Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing sebagai bahan dalam perencanaan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Risdianto menjelaskan bahwa daerah pemilihannya meliputi lima kecamatan, yakni Kecamatan VII Koto, V Koto, VII Koto Padang Sago, V Koto Timur, dan VII Koto Patamuan. Menurutnya, reses menjadi sarana penting bagi wakil rakyat untuk mengetahui secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Reses ini dilaksanakan khusus di wilayah daerah pemilihan. Melalui pertemuan langsung seperti ini, aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara terbuka dan jelas,” ujar Risdianto.

Ia menilai keberadaan anggota dewan di parlemen memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkomunikasi langsung dengan wakilnya, sehingga persoalan dan kebutuhan riil masyarakat dapat diketahui secara lebih detail.

“Di sinilah peran wakil rakyat. Masyarakat dapat bertemu langsung dan menyampaikan apa yang benar-benar dibutuhkan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Risdianto juga memaparkan sejumlah program pembangunan yang telah direalisasikan melalui Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Salah satunya adalah pembangunan pagar di SD Camapago Barat, yang dinilai mendesak untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah.

Selain itu, di Kecamatan V Koto juga telah direalisasikan beberapa program lainnya, seperti rehabilitasi Gedung TK Afifah pada tahun 2025, serta pengadaan alat pembelajaran kesenian lokal tambua tasa di lima Sekolah Dasar Negeri sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah.

Risdianto menegaskan bahwa setiap usulan pembangunan akan diprioritaskan berdasarkan tingkat kebutuhan dan urgensi masyarakat.

“Usulan yang paling dibutuhkan akan menjadi prioritas. Jika tidak dapat direalisasikan melalui Pokir, maka akan diupayakan melalui koordinasi dan lobi dengan dinas terkait. Seluruh aspirasi yang disampaikan hari ini akan dibawa ke pembahasan di DPRD Padang Pariaman,” ujarnya.

Dalam reses tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah usulan utama, di antaranya kelanjutan pembangunan jalan lingkar di Balai Parupuak, kelanjutan pembangunan talud di Camapago Barat, pembangunan rabat beton atau pengaspalan jalan dari Aia Cama menuju SMK Negeri 1, serta pembangunan jembatan penghubung dari Aia Cama ke Kurao, Korong Sungai Jilatang.

Seluruh aspirasi tersebut akan menjadi bahan pembahasan di tingkat legislatif dan diperjuangkan dalam proses perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Padang Pariaman ke depan.

Editor : Ayu 

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.