Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

Pasaman Barat – Dukungan terhadap kesiapan Kabupaten Pasaman Barat sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 terus menguat. Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ade Putra, menilai daerah tersebut memiliki potensi besar untuk menyukseskan ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi, terutama dengan keberadaan Sirkuit Peridon Siap Maju di Nagari Pamatang Panjang, Kecamatan Koto Balingka.

Pernyataan tersebut disampaikan Ade Putra saat menghadiri Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Peridon Siap Maju Grand Final Regional 1A Sumatera Tahun 2026 yang berlangsung di sirkuit tersebut, Sabtu (11/7/2026). Menurutnya, pelaksanaan kejuaraan nasional itu menjadi bukti nyata bahwa Pasaman Barat telah memiliki fasilitas olahraga otomotif yang memenuhi standar untuk menggelar event berskala besar.

Ade Putra mengatakan, keberadaan Sirkuit Peridon Siap Maju bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Pasaman Barat, tetapi juga merupakan aset strategis bagi perkembangan olahraga otomotif di Sumatera Barat. Dengan fasilitas yang dimiliki, sirkuit tersebut dinilai mampu mendukung pembinaan atlet sekaligus menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kejuaraan regional maupun nasional.

"Keberadaan Sirkuit Peridon Siap Maju merupakan aset penting bagi Pasaman Barat. Sirkuit ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan atlet otomotif, tetapi juga menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan minat mereka," ujar Ade Putra.

Ia menambahkan, pembangunan dan pemanfaatan sirkuit juga memberikan dampak sosial yang luas. Menurutnya, tersedianya arena balap yang representatif akan menjadi solusi dalam mengurangi aksi balap liar yang selama ini masih menjadi persoalan di sejumlah daerah. Generasi muda memiliki ruang yang aman untuk mengembangkan kemampuan di bidang olahraga otomotif sekaligus berkompetisi secara profesional.

Ade Putra bahkan menyebut Sirkuit Peridon Siap Maju sebagai salah satu sirkuit terbaik yang dimiliki Sumatera Barat saat ini. Karena itu, ia mendukung penuh apabila venue tersebut ditetapkan sebagai lokasi pertandingan cabang olahraga motocross pada Porprov Sumbar 2026.

Ia menegaskan DPRD Sumbar akan terus memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sarana olahraga. Menurutnya, penyelenggaraan Porprov tidak hanya menjadi ajang kompetisi antardaerah, tetapi juga momentum untuk mempercepat pembangunan infrastruktur olahraga serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan usaha mikro.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Doddy San Ismail, memastikan pemerintah daerah terus mempersiapkan seluruh kebutuhan untuk menyambut pelaksanaan Porprov Sumbar 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

Menurut Doddy, Sirkuit Peridon Siap Maju telah diproyeksikan menjadi salah satu venue utama yang akan digunakan untuk cabang olahraga motocross. Selain itu, kawasan tersebut juga akan dimanfaatkan untuk pelaksanaan cabang olahraga arung jeram yang menjadi bagian dari agenda pertandingan Porprov.

"Insyaallah pada Oktober 2026 Kabupaten Pasaman Barat menjadi tuan rumah Porprov Sumbar. Salah satu cabang yang akan dipertandingkan adalah motocross dan arung jeram di Sirkuit Peridon Siap Maju ini. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat siap mendukung dan bersinergi agar pelaksanaannya berjalan sukses," kata Doddy.

Ia menjelaskan, selain menyiapkan infrastruktur dan fasilitas pendukung, pemerintah daerah juga terus meningkatkan pembinaan atlet melalui program latihan yang berkesinambungan. Langkah tersebut dilakukan agar atlet-atlet Pasaman Barat mampu tampil kompetitif dan meraih prestasi terbaik saat menjadi tuan rumah.

Doddy juga menilai penyelenggaraan Kejurnas Grasstrack memiliki manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar kompetisi olahraga. Kegiatan tersebut menjadi sarana pencarian bibit atlet berbakat sekaligus membangun budaya olahraga di kalangan generasi muda.

Menurutnya, semakin banyak event otomotif yang digelar secara resmi, semakin besar pula peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Sumatera Barat di tingkat nasional. Di sisi lain, keberadaan sirkuit juga diharapkan mampu menekan praktik balap liar serta menghindarkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba dan berbagai bentuk kenakalan remaja.

Dengan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, DPRD Sumatera Barat, komunitas olahraga otomotif, serta dukungan masyarakat, optimisme terhadap suksesnya penyelenggaraan Porprov Sumbar 2026 semakin menguat. Kehadiran fasilitas olahraga yang memadai, didukung pembinaan atlet yang berkelanjutan, diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, promosi daerah, dan kemajuan dunia olahraga di Pasaman Barat maupun Sumatera Barat secara keseluruhan.

Editor : Deviana 

REALITANUSANTARA.COM

Payakumbuh – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Irsyad Syafar, menegaskan pentingnya memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga tenis meja melalui pembinaan yang berkelanjutan dan penyelenggaraan kompetisi secara rutin. Menurutnya, semakin luas keterlibatan masyarakat dalam olahraga tersebut, semakin besar peluang Sumatera Barat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Hal tersebut disampaikan Irsyad Syafar saat menghadiri pembukaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tenis Meja se-Sumatera Barat Tahun 2026 yang digelar di Hall SMKN 2 Payakumbuh pada 10–12 Juli 2026. Kejuaraan ini menjadi salah satu agenda penting Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Sumbar dalam upaya memperkuat sistem pembinaan atlet sekaligus menjaring bibit-bibit potensial dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Mengusung tema "Berlatih Membentuk Kemampuan, Sportivitas Membentuk Karakter, Pertandingan Melahirkan Juara Sejati", Kejurprov Tenis Meja Sumbar 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, peningkatan kemampuan teknik, serta penguatan mental bertanding bagi para atlet muda.

Dalam kesempatan tersebut, Irsyad Syafar menilai bahwa keberhasilan pembinaan olahraga tidak dapat dicapai hanya melalui latihan semata. Menurutnya, atlet membutuhkan kompetisi yang berkesinambungan agar mampu mengukur kemampuan, menambah pengalaman, sekaligus meningkatkan kualitas permainan.

"Semakin sering atlet mengikuti pertandingan, semakin matang pengalaman mereka. Kompetisi menjadi bagian penting dalam proses pembinaan karena di sanalah mental, teknik, dan karakter seorang atlet benar-benar ditempa," ujarnya.

Irsyad juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, organisasi olahraga, sekolah, klub, hingga masyarakat, untuk bersama-sama mendukung perkembangan olahraga tenis meja di Sumatera Barat. Ia menilai olahraga ini memiliki potensi besar untuk berkembang karena dapat dimainkan oleh berbagai kalangan tanpa memandang usia.

Menurutnya, semangat yang disampaikan Ketua Umum PTMSI Sumbar agar tenis meja semakin memasyarakat harus menjadi gerakan bersama sehingga olahraga tersebut semakin dikenal dan diminati masyarakat luas.

"Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kompetisi yang rutin, serta dukungan seluruh pihak, kita optimistis Sumatera Barat akan melahirkan atlet-atlet tenis meja yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional bahkan internasional," katanya.

Pembukaan Kejurprov turut dihadiri Ketua Pengurus Provinsi PTMSI Sumbar Gustami Hidayat, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Ketua KONI Kota Payakumbuh Khairul Mufti, Tim Humas KONI Sumbar Agusmanto, jajaran pengurus PTMSI, panitia pelaksana, serta kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Irsyad Syafar juga memberikan apresiasi kepada PTMSI Sumbar, KONI Sumbar, KONI Kota Payakumbuh, panitia pelaksana, sponsor, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Kejurprov. Ia menilai keberhasilan pelaksanaan kejuaraan merupakan bukti kuatnya kolaborasi seluruh elemen dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat, kompetitif, dan berorientasi pada prestasi.

Menurutnya, keberlangsungan kejuaraan seperti ini harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan agar proses regenerasi atlet berjalan secara berkesinambungan. Dengan semakin banyak kompetisi yang digelar, peluang munculnya atlet-atlet berbakat dari berbagai daerah di Sumatera Barat akan semakin terbuka.

Kepada seluruh peserta, Irsyad berpesan agar menjadikan Kejurprov bukan sekadar ajang mengejar kemenangan, tetapi juga sebagai sarana belajar, memperluas pengalaman bertanding, serta membangun sikap sportif dan disiplin.

"Saya mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh atlet. Tunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, hormati lawan maupun wasit, dan jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman berharga untuk meningkatkan kualitas diri. Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga Kejurprov ini dapat berlangsung dengan baik dan sukses," ungkapnya.

Kejurprov Tenis Meja Sumbar 2026 diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat pembinaan olahraga prestasi di Ranah Minang. Selain melahirkan atlet-atlet potensial, kejuaraan ini juga diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga tenis meja sehingga semakin berkembang sebagai olahraga yang membudaya di tengah masyarakat sekaligus menjadi sumber lahirnya prestasi membanggakan bagi Sumatera Barat di masa mendatang.

Editor : Deviana 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) Pengurus Provinsi Sumatera Barat, Nanda Satria, memimpin rapat pengurus harian sebagai langkah awal memperkuat konsolidasi organisasi pasca Kongres Luar Biasa (KLB) Pengurus Besar (PB) Lemkari. Dalam rapat tersebut disepakati pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Lemkari Sumbar yang akan digelar pada Minggu, 19 Juli 2026.

Rapat yang berlangsung di ruang kerja Nanda Satria di Padang, Jumat (10/7/2026), menjadi forum strategis untuk menyusun arah kebijakan organisasi sekaligus mempersiapkan berbagai program pembinaan karate di Sumatera Barat sepanjang tahun 2026.

Menurut Nanda Satria, Rakor merupakan agenda yang harus segera dilaksanakan agar seluruh jajaran pengurus memiliki kesamaan visi dan langkah dalam menjalankan roda organisasi setelah pelaksanaan KLB PB Lemkari. Ia menilai, koordinasi yang kuat menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi yang solid sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet karate di daerah.

"Rapat ini berfokus pada pembahasan persiapan pasca KLB PB Lemkari sekaligus menyusun agenda kegiatan Lemkari Sumatera Barat sepanjang tahun 2026. Alhamdulillah, Rakor yang mendesak ini dapat segera kita laksanakan sebagai bagian dari penguatan organisasi," ujar Nanda Satria.

Sebagai karateka pemegang sabuk hitam DAN IV Lemkari, Nanda menegaskan bahwa Rakor tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi juga forum pengambilan keputusan terhadap sejumlah program strategis yang akan dijalankan dalam waktu dekat.

Beberapa agenda utama yang akan dibahas meliputi pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) atau kenaikan sabuk, penyelenggaraan kejuaraan karate tingkat provinsi, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, penguatan pembinaan atlet usia dini, hingga evaluasi program organisasi yang telah berjalan.

Ia berharap seluruh keputusan yang dihasilkan dalam Rakor nantinya menjadi pedoman bersama bagi seluruh pengurus Lemkari di kabupaten dan kota dalam menjalankan program pembinaan secara terarah, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan prestasi atlet.

"Melalui Rakor ini, berbagai agenda penting seperti ujian kenaikan tingkat, penyelenggaraan kejuaraan, serta program pembinaan lainnya dapat disepakati bersama sehingga seluruh pengurus memiliki arah yang sama dalam membangun Lemkari Sumatera Barat," katanya.

Nanda juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan organisasi agar Lemkari Sumbar mampu mencetak atlet-atlet berprestasi yang dapat bersaing pada tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya bergantung pada kemampuan atlet, tetapi juga pada sinergi antara pengurus, pelatih, majelis sabuk hitam, serta seluruh insan karate di daerah.

Rapat pengurus harian tersebut dihadiri sejumlah pengurus inti Lemkari Sumbar, di antaranya Firdaus Ilyas, Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Lemkari Sumbar Agus Mardi, Sekretaris Umum Daryulisman, Wakil Ketua I Syofirman, Wakil Ketua IV Repelita, Bendahara Galang Taufik, Bidang Disiplin dan Etika Yatimen, serta Ketua MSH Lemkari Kota Padang Yunaldi.

Kehadiran para pengurus tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi organisasi sekaligus memastikan seluruh program kerja Lemkari Sumatera Barat dapat berjalan efektif sepanjang tahun 2026.

Melalui pelaksanaan Rakor yang dijadwalkan pada 19 Juli mendatang, Lemkari Sumbar berharap mampu memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan karate secara berjenjang, memperluas pembinaan atlet muda, serta menghadirkan berbagai agenda kompetisi yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dan mengharumkan nama Sumatera Barat di berbagai ajang olahraga karate.

Editor : Deviana 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Komitmen menjaga dan melestarikan warisan budaya Minangkabau kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Sipak Rago se-Sumatera Barat yang memperebutkan Piala Bergilir Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, . Ajang budaya yang telah menjadi agenda tahunan ini resmi digelar pada Sabtu hingga Minggu, 11–12 Juli 2026, di Gedung Rohana Kudus, Kota Padang.

Festival yang mengangkat tema "Lestarikan Budaya dengan Permainan Anak Nagari Sipak Rago" tersebut diikuti oleh 28 tim dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa permainan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun ini masih memiliki tempat di hati masyarakat, khususnya generasi muda yang mulai kembali mengenal budaya daerahnya.

Pembukaan festival dilakukan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelaksanaan festival bukan sekadar ajang kompetisi olahraga tradisional, tetapi merupakan bagian dari upaya nyata menjaga identitas budaya Minangkabau agar tetap hidup di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi.

Menurut Evi Yandri, Festival Sipak Rago tahun 2026 menjadi penyelenggaraan resmi yang kelima dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui dana pokok pikiran (pokir) yang ia perjuangkan di DPRD Sumbar. Namun, semangat pelestarian budaya tersebut telah dimulai jauh sebelumnya.

"Sebenarnya kegiatan ini sudah kami laksanakan sejak tahun 2015 dengan kemampuan dana yang sangat terbatas. Alhamdulillah, setelah mendapat dukungan APBD melalui dana pokok pikiran, festival ini terus berkembang dan kini memasuki penyelenggaraan resmi yang kelima," ujar Evi Yandri.

Ia menjelaskan bahwa Sipak Rago telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Karena itu, menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan permainan tradisional tersebut tetap lestari dan diwariskan kepada generasi penerus.

Dalam kesempatan itu, Evi juga mengulas filosofi mendalam yang terkandung dalam permainan Sipak Rago. Ia menjelaskan bahwa permainan tersebut merupakan cikal bakal olahraga sepak takraw, namun memiliki konsep yang berbeda secara mendasar.

Jika dalam sepak takraw setiap tim berusaha mengalahkan lawan, maka Sipak Rago justru mengajarkan kebersamaan. Para pemain dituntut menjaga bola agar tetap berada di udara selama mungkin melalui kerja sama, kekompakan, dan saling membantu antarpemain.

"Nilai yang dibangun dalam Sipak Rago bukanlah persaingan, melainkan kolaborasi. Pemain harus memberikan umpan terbaik kepada rekannya meskipun menerima bola dalam posisi yang sulit. Dari permainan ini lahir nilai gotong royong, solidaritas, ketangkasan, kedisiplinan, hingga semangat saling mendukung," jelasnya.

Lebih jauh, Evi mengungkapkan bahwa Sipak Rago juga memiliki nilai historis yang kuat dalam perjalanan masyarakat Minangkabau. Pada masa penjajahan Belanda, permainan tersebut menjadi media terselubung bagi para pemuda untuk melatih kemampuan fisik dan bela diri.

Menurutnya, ketika pemerintah kolonial melarang masyarakat Minangkabau berlatih silat secara terbuka, para pemuda menyiasatinya melalui permainan Sipak Rago sehingga aktivitas latihan bela diri tidak menimbulkan kecurigaan.

"Dulu Belanda mengira masyarakat hanya bermain bola. Padahal, di balik permainan itu para pemuda sedang melatih kelincahan tubuh, keseimbangan, refleks, dan teknik dasar bela diri sebagai bagian dari latihan silat," ungkapnya.

Pelestarian permainan tradisional tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar yang diwakili Kepala Museum Adityawarman, , menyampaikan bahwa Sipak Rago bukan sekadar olahraga rakyat, melainkan warisan budaya yang mengandung nilai sejarah, sportivitas, pendidikan karakter, serta disiplin.

Ia menilai festival semacam ini sangat penting untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan permainan modern dan budaya digital.

Selain itu, pihaknya mengapresiasi dukungan DPRD Sumbar melalui dana pokok pikiran yang secara konsisten diarahkan untuk mendukung program pemajuan kebudayaan daerah.

Apresiasi serupa disampaikan Camat Kuranji, . Menurutnya, Festival Sipak Rago menjadi ruang yang sangat positif bagi masyarakat, khususnya kalangan anak nagari, dalam mempertahankan nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal Minangkabau di tengah perubahan zaman.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kebanggaan terhadap budaya daerahnya sendiri.

Festival Sipak Rago se-Sumatera Barat tahun ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp29,5 juta. Prosesi pembukaan berlangsung semarak dan ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Evi Yandri Rajo Budiman sebagai simbol dimulainya pertandingan. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Babinsa, perangkat pemerintahan, serta para tamu undangan yang memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya Minangkabau.

Melalui penyelenggaraan festival ini, diharapkan Sipak Rago tidak hanya bertahan sebagai permainan tradisional, tetapi juga berkembang menjadi identitas budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi serta menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat di tingkat nasional.

Editor : Deviana 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, mendorong percepatan penyelesaian pembebasan lahan sebagai tahapan krusial dalam mendukung proyek penataan kawasan Pantai Padang (Taplau). Percepatan tersebut dinilai menjadi kunci agar pembangunan fisik kawasan wisata unggulan Kota Padang dapat dimulai sesuai target pada 2028.

Komitmen tersebut disampaikan Iqra saat melakukan koordinasi dengan Kantor Wilayah Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Provinsi Sumatera Barat, Kamis (9/7/2026). Pertemuan itu difokuskan untuk membahas berbagai kendala teknis dan administratif yang masih menghambat proses pengadaan tanah di sejumlah lokasi yang menjadi bagian dari rencana penataan kawasan Pantai Padang.

Menurut Iqra, penyelesaian persoalan lahan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, ATR/BPN, serta seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar setiap tahapan pengadaan tanah dapat berjalan sesuai ketentuan hukum sekaligus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.

"Semangat kita sama, yaitu mempercantik dan memperindah Kota Padang. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan kawasan pesisir yang lebih tertata, nyaman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun sektor pariwisata," ujar Iqra.

Dalam pembahasan tersebut, terdapat dua lokasi yang menjadi perhatian utama, yakni kawasan Jalan Samudera pada ruas Hang Tuah dan area di belakang Hotel Pangeran. Kedua titik itu menjadi bagian penting dalam rencana penataan kawasan pesisir yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus memperkuat daya tarik wisata Kota Padang.

Untuk lahan di belakang Hotel Pangeran, Iqra menjelaskan masih diperlukan pendalaman terhadap kajian akademis yang berkaitan dengan mekanisme pergantian tanah. Karena itu, seluruh proses harus dilaksanakan secara hati-hati, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan agar memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.

"Kami meminta adanya solusi bersama untuk mempercepat penyelesaiannya. Informasi yang kami peroleh menunjukkan adanya kajian akademis mengenai mekanisme pergantian tanah. Karena itu, seluruh proses harus tetap mengacu pada aturan yang berlaku," katanya.

Sementara itu, perkembangan penyelesaian lahan di ruas Hang Tuah dinilai menunjukkan kemajuan yang cukup positif. Sejumlah hambatan yang sebelumnya mengemuka mulai menemukan titik penyelesaian melalui koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah bersama ATR/BPN berencana membentuk tim percepatan yang akan bertugas mengawal penyelesaian berbagai aspek administrasi, legalitas, hingga mekanisme pemberian ganti rugi kepada masyarakat.

"Alhamdulillah, untuk ruas Hang Tuah sudah mulai ada titik terang. Yang paling penting adalah memastikan proses ini terus berjalan sehingga tidak mengalami stagnasi. Dalam waktu dekat akan dibentuk tim percepatan yang melibatkan seluruh pihak terkait," ungkapnya.

Iqra menegaskan bahwa keberhasilan proses pengadaan tanah akan menentukan kelancaran tahapan pembangunan berikutnya. Oleh sebab itu, ia berharap seluruh proses dapat diselesaikan dalam waktu yang telah direncanakan sehingga pembangunan fisik dapat dimulai pada 2028.

Menurutnya, proyek penataan Pantai Padang tidak hanya bertujuan mempercantik wajah kota, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan, memperkuat sektor pariwisata, membuka peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Kami optimistis apabila persoalan lahan dapat segera diselesaikan, pembangunan fisik bisa dimulai pada tahun 2028. Kami juga meyakini pemerintah provinsi dan pemerintah kota memiliki komitmen yang sama untuk mewujudkan kawasan Pantai Padang yang lebih representatif sebagai destinasi wisata unggulan," ujar Iqra.

Ia juga mengusulkan agar seluruh instansi terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, ATR/BPN, serta pihak-pihak yang berkepentingan, menggelar forum koordinasi secara intensif guna menyamakan persepsi dan mempercepat penyelesaian berbagai kendala yang masih ada.

Menurut Iqra, koordinasi lintas sektor merupakan faktor penting dalam memastikan setiap tahapan proyek berjalan efektif, mulai dari penyelesaian administrasi pertanahan hingga pelaksanaan konstruksi.

"Keberhasilan proyek ini membutuhkan komitmen bersama. Dengan koordinasi yang kuat, kita berharap penataan kawasan Pantai Padang dapat segera direalisasikan sehingga memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, meningkatkan daya saing pariwisata, dan memperkuat pembangunan Kota Padang di masa mendatang," tutupnya.

Editor : Deviana 



REALITANUSANTARA.COM

Sumbar – Polda Sumatera Barat kembali mempererat sinergi dengan para pemuka agama melalui kehadirannya dalam acara Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Sabtu (11/7/2026).

Mewakili Kapolda Sumbar, hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Sumbar bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Barat lainnya. Acara ini turut dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, serta jajaran pengurus MUI Pusat dan MUI Provinsi Sumatera Barat.

Kabidhumas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengatakan bahwa kehadiran pihak Kepolisian pada Musda ini adalah wujud dukungan penuh Polri terhadap eksistensi MUI sebagai mitra strategis pemerintah dan aparat keamanan.

"Kehadiran kami di sini merupakan komitmen Polda Sumbar untuk terus bersinergi dengan MUI. Bagi Polri, peran ulama sangat krusial dalam menjaga kondusivitas kamtibmas melalui pesan-pesan moral dan dakwah yang menyejukkan. Terlebih, dengan adanya kerja sama yang terjalin erat, kita dapat bersama-sama menghadapi tantangan sosial keagamaan di Sumatera Barat dengan lebih arif dan preventif," ujar Kombes Pol Susmelawati Rosya.

Lebih lanjut, Kabidhumas menambahkan bahwa Polda Sumbar menyambut baik terlaksananya Musda ini sebagai upaya penguatan organisasi. Pihaknya berharap hasil dari musyawarah ini nantinya akan menghasilkan keputusan-keputusan yang mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah serta mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat di Ranah Minang.

"Kami berharap sinergitas yang sudah terbangun, terutama terkait implementasi MoU tentang penanganan perkara keagamaan dan penyediaan saksi ahli, akan semakin diperkuat melalui kepengurusan hasil Musda ini," pungkasnya.

Hadir dalam rangkaian acara tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Sekjend MUI Pusat Bidang Hukum, Dr. M. Ihsan Tanjung, S.H., M.H., M.Si., Ketua Umum MUI Provinsi Sumatera Barat Buya Dr. H. Zulkarnain, M.Ag., serta jajaran pengurus MUI Provinsi Sumbar lainnya seperti Ketua Bidang Ukhuwwah dan KUB H. Nurman Agus, Ketua Bidang Dakwah Buya Dr. H. Ahmad Kosasih, M.A., Sekretaris MUI Buya Dr. Syamsul Akmal, S.Pd., M.M., Ketua Komisi Fatwa Prof. Dr. Zainal Azwar, M.A., beserta jajaran pengurus MUI lainnya yang turut aktif menyukseskan jalannya Musda

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 16.30 WIB ini berjalan dengan tertib dan lancar, mencerminkan semangat kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Daerah, Kepolisian, dan tokoh agama di Sumatera Barat.



REALITANUSANTARA.COM

Padang Pariaman – Calon Wali Nagari Kapalo Koto Nomor Urut 2, Ruri Eka Putra, melakukan pertemuan dengan Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, di rumah dinas Ketua DPRD pada Rabu (3/6/2026). Pertemuan tersebut dimanfaatkan sebagai forum silaturahmi sekaligus menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat Nagari Kapalo Koto yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah.

Dalam suasana diskusi yang berlangsung hangat, Ruri Eka Putra memaparkan sejumlah persoalan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Menurutnya, pembangunan nagari harus dimulai dari penyelesaian persoalan mendasar yang secara langsung memengaruhi aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Salah satu isu yang menjadi perhatian utama adalah kondisi jalan usaha tani di Korong Gantiang Subarang. Ruri menjelaskan bahwa akses jalan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas para petani, terutama dalam mengangkut hasil panen menuju pusat pemasaran.

Ia menilai perbaikan infrastruktur pertanian menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat yang sebagian besar menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian.

Selain infrastruktur, Ruri juga menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di Nagari Kapalo Koto. Menurutnya, tersedianya akses pendidikan yang baik akan menjadi modal utama dalam menciptakan generasi muda yang mampu bersaing dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah pada masa mendatang.

Di bidang kesehatan, ia berharap pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia, terus diperkuat melalui dukungan program pemerintah sehingga seluruh warga memperoleh layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau.

Dalam kesempatan tersebut, Ruri turut memperkenalkan berbagai potensi ekonomi masyarakat melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu produk unggulan yang mendapat perhatian adalah kerajinan tembikar yang selama ini menjadi hasil karya masyarakat Kapalo Koto.

Menurutnya, produk lokal tersebut memiliki nilai ekonomi yang dapat terus dikembangkan apabila mendapatkan pembinaan, promosi, serta dukungan pemasaran yang lebih luas. Dengan demikian, UMKM diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Ruri Eka Putra terhadap kebutuhan masyarakat di nagarinya.

Ia mengatakan bahwa berbagai usulan pembangunan yang disampaikan akan menjadi perhatian dan dapat diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku, termasuk melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kemampuan anggaran daerah.

Aprinaldi menilai komunikasi antara masyarakat, pemerintah nagari, dan lembaga legislatif merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Ruri Eka Putra menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat apabila diberikan amanah memimpin Nagari Kapalo Koto. Ia menyatakan bahwa fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas infrastruktur, memperkuat sektor pertanian, meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta mengembangkan potensi UMKM sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara pemerintah nagari dan DPRD Kabupaten Padang Pariaman guna mendukung percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari Kapalo Koto di berbagai sektor.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang Pariaman – Suasana penuh kebersamaan dan semangat olahraga mewarnai malam resepsi penutupan Turnamen Bulutangkis PB Palika yang digelar di Nagari Malai V Suku Timur, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu malam (24/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan PB Palika tersebut berjalan meriah, tertib, dan aman dengan dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai kalangan.

Malam penutupan turnamen menjadi puncak rangkaian kompetisi bulutangkis yang telah berlangsung selama beberapa hari. Selain menjadi ajang penyerahan hadiah kepada para juara, acara juga menjadi momentum mempererat silaturahmi masyarakat Nagari Malai V Suku Timur.

Hadir dalam kesempatan tersebut dua anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, yakni Erman dari Fraksi PAN dan Nazir Tanjung Dt. Jolelo dari Fraksi Partai Golkar. Keduanya secara langsung menyerahkan piala, piagam penghargaan, dan hadiah kepada para atlet yang berhasil meraih prestasi dalam turnamen tersebut.

Kehadiran para wakil rakyat itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Mereka berharap kegiatan olahraga seperti ini terus dilaksanakan sebagai wadah pembinaan atlet muda sekaligus memperkuat persatuan dan kekompakan warga nagari.

Suasana semakin semarak dengan hiburan orgen tunggal Dinasti asal Tiku, Kabupaten Agam, yang menghibur masyarakat hingga malam hari. Penampilan musik tersebut menjadi hiburan penutup setelah rangkaian pertandingan selesai dilaksanakan.

Ketua Panitia Pelaksana, Yosef Manday, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen, mulai dari panitia, sponsor, tokoh masyarakat, peserta, hingga warga yang turut menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Menurut Yosef, keberhasilan penyelenggaraan turnamen tidak terlepas dari semangat gotong royong seluruh masyarakat yang bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada empat kandidat calon Wali Nagari Malai V Suku Timur yang hadir dalam acara penutupan. Keempat bakal calon tersebut tampak kompak dan penuh keakraban, bahkan sempat bernyanyi bersama di atas panggung yang disambut antusias oleh masyarakat.

Yosef menilai kebersamaan yang ditunjukkan para kandidat menjadi gambaran bahwa pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) di Malai V Suku Timur berlangsung dalam suasana damai, sejuk, dan penuh rasa kekeluargaan.

"Siapapun nantinya yang dipercaya masyarakat menjadi Wali Nagari, kemenangan itu adalah kemenangan seluruh warga Malai V Suku Timur. Mari kita jaga persatuan dan bersama-sama membangun nagari menjadi lebih maju," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, mantan Wali Nagari Malai V Suku Timur, Buyung Intan, yang telah mengakhiri masa jabatannya, turut menyampaikan pesan perpisahan kepada masyarakat.

Dengan penuh haru, ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya selama memimpin. Buyung Intan juga memohon maaf apabila selama menjalankan amanah masih terdapat kekurangan maupun harapan masyarakat yang belum dapat diwujudkan.

Ia mengungkapkan bahwa selama menjalani pengabdian sebagai kepala pemerintahan nagari dalam tiga periode di berbagai wilayah, dirinya selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

"Saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan terima kasih atas seluruh dukungan yang telah diberikan selama ini. Mohon maaf apabila masih ada program maupun harapan masyarakat yang belum sempat kami realisasikan. Semoga pemimpin yang terpilih nantinya dapat melanjutkan pembangunan dan membawa Nagari Malai V Suku Timur menjadi lebih maju, sejahtera, dan tetap menjaga persatuan masyarakat," tuturnya.

Malam resepsi penutupan Turnamen PB Palika pun berakhir dalam suasana penuh keakraban. Kegiatan ini tidak hanya menjadi penutup kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi simbol kuatnya persaudaraan masyarakat Malai V Suku Timur dalam menjaga persatuan, menjunjung tinggi sportivitas, serta menyongsong pelaksanaan Pilwana dengan semangat "Pilwana Badunsanak".

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN – Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Nazir Tanjung, menghadiri pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) XI Partai Golkar Kecamatan Sungai Geringging yang digelar pada Minggu (21/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi Partai Golkar dalam melakukan konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat soliditas kader di tingkat kecamatan.

Muscab yang berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan itu dihadiri jajaran pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Padang Pariaman, pengurus kecamatan, kader partai, serta sejumlah tokoh masyarakat. Forum tersebut menjadi wadah untuk mengevaluasi pelaksanaan program organisasi selama periode kepengurusan sebelumnya, sekaligus merumuskan arah kebijakan dan strategi partai dalam menghadapi tantangan politik maupun pembangunan daerah ke depan.

Kehadiran Nazir Tanjung sebagai anggota legislatif dari Partai Golkar dinilai menjadi bentuk komitmen dalam memperkuat hubungan antara struktur partai dengan wakil rakyat yang berada di lembaga legislatif. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Dalam sambutannya, Nazir Tanjung menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muscab XI yang berlangsung secara tertib, demokratis, dan penuh semangat kekeluargaan. Menurutnya, musyawarah merupakan bagian penting dalam kehidupan organisasi karena menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan, melakukan evaluasi, serta menyusun langkah strategis secara bersama-sama.

Ia menegaskan bahwa kekuatan Partai Golkar terletak pada soliditas organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Oleh sebab itu, kepengurusan yang terbentuk melalui Muscab diharapkan mampu menjadi motor penggerak berbagai program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

"Muscab ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan visi dan memperkuat komitmen seluruh kader dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Program-program yang dirancang harus selaras dengan kebutuhan warga sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan," ujar Nazir Tanjung.

Sebagai anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Sungai Geringging melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang dimiliki DPRD.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat berjalan maksimal tanpa adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga legislatif, partai politik, dan masyarakat. Karena itu, komunikasi yang baik antar seluruh elemen harus terus diperkuat.

"Saya siap mendukung setiap langkah yang membawa kemajuan bagi masyarakat Sungai Geringging maupun Kabupaten Padang Pariaman secara keseluruhan. Sinergi antara pengurus partai, kader, dan wakil rakyat harus terus dijaga agar setiap aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan secara maksimal," katanya.

Selain membahas evaluasi organisasi, Muscab XI juga menjadi forum untuk memperkuat konsolidasi internal Partai Golkar menjelang berbagai agenda politik dan pembangunan daerah. Para peserta memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan berbagai masukan serta gagasan demi meningkatkan kualitas pelayanan partai kepada masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat persatuan. Melalui Muscab XI ini, Partai Golkar Kecamatan Sungai Geringging diharapkan semakin solid dalam menjalankan roda organisasi serta mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Pariaman – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Padang Pariaman, Wira Satria, S.H., yang bergelar Datuak Maharajo Sampono, menghadiri undangan resmi dari Kejaksaan Negeri Pariaman dalam kegiatan pemusnahan barang bukti tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kejaksaan Negeri Pariaman tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. Pemusnahan barang bukti dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan tugas dan kewenangan kejaksaan dalam mengeksekusi putusan pengadilan, sekaligus memastikan barang bukti yang tidak lagi diperlukan dalam proses hukum dimusnahkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Turut hadir Wali Kota Pariaman Yota Balad, Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat, Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman beserta jajaran, serta perwakilan dari TNI, Polri, pengadilan, dan instansi terkait lainnya.

Kehadiran Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Padang Pariaman menunjukkan dukungan lembaga legislatif terhadap upaya penegakan hukum yang profesional, transparan, dan akuntabel. Menurut Wira Satria, sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan DPRD merupakan elemen penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum.

Ia menilai, pemusnahan barang bukti yang dilakukan secara terbuka menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada publik bahwa setiap perkara yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap benar-benar ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Proses pemusnahan barang bukti berlangsung secara tertib dengan disaksikan seluruh tamu undangan. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai perkara-perkara yang telah diputus pengadilan, kemudian dilanjutkan dengan pemusnahan berbagai barang bukti sesuai prosedur yang berlaku.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi simbol kuatnya koordinasi antara Kejaksaan Negeri Pariaman dengan pemerintah daerah serta seluruh unsur Forkopimda dalam mendukung terciptanya kepastian hukum dan penegakan supremasi hukum di wilayah Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman.

Melalui kegiatan ini diharapkan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, serta penegakan hukum yang berkeadilan dapat terus diperkuat demi memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi masyarakat.

Editor : Ayu

 

REALITANUSANTARA.COM

Jakarta, 11 Juli 2026 – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi menetapkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus), Febrie Adriansyah (FA), sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Penetapan tersangka tersebut diumumkan oleh Kepala Korps Tindak Pidana Korupsi (Kakortastipidkor) Polri, Irjen Pol. Totok Suharyanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (11/7/2026).

Irjen Totok menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melaksanakan serangkaian penyelidikan, pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, serta penggeledahan di beberapa lokasi yang berkaitan dengan perkara tersebut.

"Kita sudah melakukan gelar perkara. Berdasarkan hasil gelar perkara, telah ditetapkan dua orang tersangka," ujar Irjen Pol. Totok Suharyanto.

Selain Febrie Adriansyah, Polri juga menetapkan seorang pihak swasta berinisial DR (Don Ritto) sebagai tersangka. DR diduga melakukan tindak pidana pencucian uang yang berasal dari hasil tindak pidana korupsi dan saat ini telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya sejak 10 Juli 2026.

Menurut penyidik, perkara yang menjerat kedua tersangka berkaitan dengan dugaan korupsi dalam proses penanganan perkara yang melibatkan PT Asabri, serta dugaan tindak pidana korupsi lainnya yang masih terus dikembangkan.

Untuk Febrie Adriansyah, penyidik menerapkan ketentuan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sementara itu, terhadap tersangka DR, penyidik menerapkan Pasal 4 dan/atau Pasal 5 juncto Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU, serta ketentuan yang relevan dalam KUHP Nasional.

Hingga berita ini diterbitkan, proses penyidikan masih terus berlangsung. Polri menyatakan akan mendalami aliran dana, peran masing-masing tersangka, serta kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam perkara tersebut.

Reporter: (RF)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, S.Pd., M.Pd., AIFO, menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 InfoSumbar. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut menjadi bukti konsistensi media dalam menghadirkan informasi yang kredibel dan dipercaya masyarakat Sumatera Barat.

Aprinaldi mengatakan, di tengah derasnya arus informasi digital yang berkembang sangat cepat, keberadaan media yang profesional dan independen menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Karena itu, ia berharap InfoSumbar terus memperkuat perannya sebagai sumber informasi yang akurat sekaligus penjernih di tengah maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi.

“Enam belas tahun merupakan usia yang matang bagi sebuah media digital. InfoSumbar telah menunjukkan eksistensinya sebagai media yang mampu bertahan, berkembang, dan tetap mendapatkan kepercayaan publik. Ini adalah capaian yang patut diapresiasi,” ujar Aprinaldi, Minggu (5/7).

Ia menilai, selama ini InfoSumbar tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah daerah, lembaga legislatif, dan masyarakat. Peran tersebut dinilai penting dalam mendorong transparansi, partisipasi publik, serta penguatan demokrasi di daerah.

Menurut Aprinaldi, media memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal jalannya pembangunan melalui pemberitaan yang berimbang, objektif, dan berbasis data. Ia berharap InfoSumbar terus menghadirkan karya jurnalistik yang edukatif serta mampu mengangkat berbagai potensi daerah, termasuk sektor ekonomi, pariwisata, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Padang Pariaman maupun Sumatera Barat secara umum.

“Media yang sehat adalah salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah. Pemberitaan yang objektif dan berbasis fakta akan membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara pemerintahan,” katanya.

Aprinaldi juga menegaskan bahwa DPRD Padang Pariaman merasakan manfaat dari fungsi kontrol sosial yang dijalankan media. Menurutnya, kritik yang konstruktif merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

“Kami di lembaga legislatif sangat menghargai setiap masukan dan kritik yang disampaikan media. Kritik yang membangun adalah vitamin bagi kami untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, politisi muda tersebut berharap sinergi antara media dan seluruh pemangku kepentingan di daerah dapat terus diperkuat demi mendukung kemajuan Sumatera Barat di masa mendatang.

Menutup pernyataannya, Aprinaldi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran redaksi, manajemen, dan insan pers yang berada di bawah naungan InfoSumbar.

“Atas nama pribadi dan Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, saya mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-16 kepada InfoSumbar. Semoga terus menjadi media yang independen, profesional, dan terpercaya, serta senantiasa menjadi mata dan telinga yang jernih bagi masyarakat Minangkabau, baik yang berada di ranah maupun di rantau,” pungkasnya.

Editor : Ayu

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.