Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wali Kota Padang, Fadly Amran menghadiri kegiatan Gema Hijrah Minangkabau yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat melalui UPTD Taman Budaya, di lapangan samping Kantor Camat Pauh, Kota Padang, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan bernuansa religius dan budaya tersebut berlangsung meriah serta mendapat antusias tinggi dari masyarakat. Ribuan warga tampak memadati lokasi acara sejak sore hari untuk mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Pauh tersebut.

Gema Hijrah Minangkabau digelar sebagai upaya memperkuat syiar Islam sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya Minangkabau yang sarat dengan filosofi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Acara ini juga menjadi wadah mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat kebersamaan masyarakat melalui pendekatan seni, budaya, dan dakwah.

Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, khususnya Dinas Kebudayaan Sumbar, yang telah menghadirkan kegiatan positif dan edukatif bagi masyarakat Kota Padang.

Menurutnya, perpaduan antara nilai budaya Minangkabau dengan syiar keagamaan menjadi kekuatan penting dalam membangun karakter generasi muda di tengah perkembangan zaman dan arus digitalisasi yang semakin pesat.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai keislaman. Pemerintah Kota Padang tentu mendukung kegiatan yang mempererat persatuan serta membangun karakter generasi muda,” ujar Fadly Amran.

Kegiatan tersebut terlaksana melalui dukungan dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Iqra Chissa Putra.

Beragam agenda menarik turut memeriahkan acara, mulai dari pawai budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Minangkabau, pertunjukan seni daerah, hingga tabligh akbar yang disampaikan oleh ulama Syafwan Diran. Tausiah yang disampaikan mengangkat tema hijrah menuju kehidupan yang lebih baik dengan tetap menjaga nilai adat dan budaya lokal.

Suasana semakin semarak saat penyanyi religi nasional Haddad Alwi tampil membawakan sejumlah lagu-lagu islami yang diikuti antusias oleh masyarakat. Selain itu, penampilan Khairat KDI juga turut menghibur pengunjung yang hadir hingga malam hari.

Masyarakat yang hadir mengaku senang dengan pelaksanaan kegiatan tersebut karena menghadirkan hiburan religi yang edukatif sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.

Pemerintah berharap kegiatan Gema Hijrah Minangkabau dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan budaya lokal dan syiar Islam di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, secara resmi menutup kegiatan Pelatihan dan Jambore Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Padang Tahun 2026 yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang di Bumi Perkemahan ABG, Lubuk Minturun, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Juni 2026 tersebut diikuti sekitar 700 peserta yang berasal dari Kelompok Siaga Bencana dari seluruh kecamatan di Kota Padang. Para peserta terdiri dari relawan kebencanaan, tokoh masyarakat, pemuda, serta unsur masyarakat yang selama ini aktif dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di lingkungan masing-masing.

Dalam sambutannya, Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan disiplin. Ia menegaskan bahwa Kota Padang merupakan daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, baik gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, maupun cuaca ekstrem, sehingga kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting.

Menurutnya, keberadaan Kelompok Siaga Bencana memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membantu masyarakat ketika terjadi bencana. Karena itu, pelatihan dan jambore seperti ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan kemampuan relawan dalam melakukan penanganan awal, evakuasi, koordinasi lapangan, hingga edukasi kepada masyarakat.

“Pemerintah Kota Padang sangat mengapresiasi dedikasi para relawan KSB yang selama ini aktif membantu masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita berharap kapasitas dan kekompakan relawan semakin meningkat sehingga mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi saat menghadapi situasi darurat,” ujar Maigus Nasir.

Selain pelatihan teori kebencanaan, peserta juga mengikuti berbagai simulasi penanganan bencana, latihan evakuasi korban, pendirian tenda darurat, pertolongan pertama, hingga penguatan koordinasi antarrelawan. Kegiatan jambore juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun solidaritas antaranggota KSB se-Kota Padang.

Sementara itu, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi bencana. Dengan meningkatnya kemampuan relawan di tingkat kelurahan dan kecamatan, diharapkan proses penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Penutupan kegiatan berlangsung penuh semangat dan ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada peserta serta kelompok terbaik selama pelatihan dan jambore berlangsung.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi secara resmi melepas Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sumatera Barat yang akan berlaga pada Pesparawi Nasional ke-14 di Manokwari. Kegiatan pelepasan berlangsung di halaman Istana Gubernur Sumbar, Selasa (16/6/2026), dalam suasana penuh semangat dan optimisme.

Kontingen Pesparawi Sumbar dijadwalkan mengikuti ajang nasional tersebut pada 18 hingga 29 Juni 2026 di Provinsi Papua Barat. Keikutsertaan kontingen ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan seni paduan suara gerejawi sekaligus mempererat persatuan dan kerukunan antarumat beragama melalui seni dan budaya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh anggota kontingen, pelatih, official, pendamping, serta semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan keberangkatan peserta menuju ajang nasional itu.

Fadly menilai, keikutsertaan Kontingen Pesparawi Sumbar bukan hanya sekadar mengikuti perlombaan, tetapi juga membawa nama baik daerah di tingkat nasional. Karena itu, ia berharap seluruh peserta dapat menjaga kekompakan, disiplin, serta menunjukkan kemampuan terbaik selama kompetisi berlangsung.

“Jaga nama baik Kota Padang dan Sumatera Barat. Tampilkan kemampuan terbaik dengan penuh rasa percaya diri, semangat, dan sportivitas. Kami percaya kontingen Sumbar mampu memberikan hasil yang membanggakan,” ujar Fadly Amran.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersamaan selama berada di Manokwari, mengingat rangkaian kegiatan Pesparawi Nasional berlangsung cukup panjang dan melibatkan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi turut memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjadikan ajang Pesparawi Nasional sebagai sarana mempererat persaudaraan, meningkatkan kualitas seni paduan suara gerejawi, serta memperkenalkan budaya dan karakter masyarakat Sumatera Barat di tingkat nasional.

Pelepasan kontingen ditandai dengan prosesi resmi dan doa bersama sebagai bentuk dukungan serta harapan agar seluruh peserta diberikan kelancaran, kesehatan, dan kesuksesan selama mengikuti Pesparawi Nasional ke-14 di Manokwari, Papua Barat.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir secara resmi membuka dan mengikuti langsung kegiatan Parade Tauhid dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kota Padang, Selasa (16/6/2026) pagi.

Kegiatan religius yang berlangsung meriah tersebut dipusatkan di Masjid Agung Nurul Iman sebagai titik awal pelepasan peserta. Ribuan masyarakat dari berbagai unsur, mulai dari pelajar, organisasi kemasyarakatan Islam, majelis taklim, hingga komunitas pemuda turut ambil bagian dalam parade bernuansa syiar Islam tersebut.

Setelah dilepas secara resmi, peserta Parade Tauhid melakukan longmarch menuju Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi dengan melintasi Jalan Jenderal Sudirman. Sepanjang perjalanan, suasana penuh semangat dan kekhidmatan tampak menyelimuti kegiatan, di mana para peserta secara bersama-sama mengumandangkan takbir, tahlil, salawat, serta doa menyambut datangnya tahun baru Hijriah.

Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh panitia, tokoh agama, serta masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai Parade Tauhid bukan hanya sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membangun semangat perubahan ke arah yang lebih baik bagi masyarakat Kota Padang.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah berpartisipasi. Mudah-mudahan Parade Tauhid ini menjadi bagian dari ikhtiar kita memperlihatkan perubahan demi perubahan ke arah yang lebih baik melalui momentum pergantian Tahun Baru Islam,” ujar Fadly Amran.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai momentum introspeksi diri sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat hijrah harus diwujudkan dalam bentuk peningkatan kualitas ibadah, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

Parade Tauhid tahun ini juga dihadiri sejumlah tokoh Islam nasional yang turut memberikan tausiah dan pesan-pesan keislaman kepada masyarakat. Di antaranya Anggota DPD RI Jelita Donal, Habib Rizieq Shihab, serta Derry Sulaiman. Kehadiran para tokoh tersebut semakin menambah antusiasme peserta yang memadati sepanjang rute parade.

Selain sebagai bentuk syiar Islam, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga dan memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat Kota Padang. Pemerintah Kota Padang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun karakter masyarakat yang religius, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Fadly Amran secara resmi menutup Turnamen Bulutangkis Anak Nagari Cup I Tingkat Kota Padang Tahun 2026 yang berlangsung di ADT Badminton Hall Balai Baru, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Senin (15/6/2026). Penutupan turnamen tersebut menjadi penanda berakhirnya kompetisi bulutangkis usia dini yang digelar selama tiga hari, sejak 13 hingga 15 Juni 2026.

Kejuaraan ini diikuti para atlet muda dari berbagai klub bulutangkis di Kota Padang yang bertanding dalam sejumlah kategori, yakni usia dini putra, usia anak-anak putri, dan usia anak-anak putra. Turnamen tersebut menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet potensial yang diharapkan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat regional maupun nasional pada masa mendatang.

Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pelatih, atlet, serta orang tua yang telah mendukung terselenggaranya turnamen tersebut. Ia menilai kompetisi olahraga usia muda memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sportif, dan berdaya saing.

Menurutnya, Pemerintah Kota Padang terus mendorong pengembangan olahraga prestasi melalui berbagai kegiatan pembinaan yang melibatkan klub, sekolah, dan komunitas olahraga. Ia berharap Turnamen Anak Nagari Cup dapat menjadi agenda rutin tahunan yang mampu melahirkan atlet-atlet bulutangkis berbakat dari Kota Padang.

Selain itu, Fadly Amran juga menekankan pentingnya sportivitas dalam setiap pertandingan. Ia mengajak seluruh atlet muda untuk terus berlatih dan tidak cepat puas terhadap hasil yang diraih, karena prestasi membutuhkan kerja keras, konsistensi, dan semangat juang yang tinggi.

Pada turnamen tersebut, Persatuan Bulutangkis (PB) Polda Sumatera Barat berhasil tampil dominan dan keluar sebagai juara umum. Klub tersebut sukses mengoleksi dua medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu, sehingga unggul atas klub-klub peserta lainnya.

Keberhasilan PB Polda Sumbar menjadi juara umum menunjukkan tingginya kualitas pembinaan atlet muda yang dilakukan klub tersebut. Sementara itu, sejumlah klub lain juga menampilkan performa kompetitif sepanjang pertandingan dengan menghadirkan persaingan ketat di setiap kategori yang dipertandingkan.

Turnamen Bulutangkis Anak Nagari Cup I tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarklub dan atlet muda di Kota Padang. Antusiasme peserta dan masyarakat yang hadir selama pelaksanaan turnamen menunjukkan tingginya minat terhadap cabang olahraga bulutangkis di daerah tersebut.

Dengan berakhirnya turnamen ini, Pemerintah Kota Padang berharap pembinaan olahraga usia dini terus berkembang sehingga mampu mencetak atlet-atlet berprestasi yang dapat bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang yang digelar di Gedung DPRD Kota Padang, Senin (15/6/2026). Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi bagian dari agenda penting dalam pembahasan arah kebijakan dan pengelolaan keuangan daerah Kota Padang.

Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, serta dihadiri unsur pimpinan dan anggota DPRD Kota Padang, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.

Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas, di antaranya penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang Tahun Anggaran 2025. Pandangan fraksi-fraksi tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi terhadap pelaksanaan program dan penggunaan anggaran pemerintah daerah selama satu tahun anggaran berjalan.

Selain itu, Pemerintah Kota Padang juga menyampaikan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) pada APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2026. Penyampaian dokumen tersebut dilakukan sebagai langkah awal dalam proses penyesuaian kebijakan fiskal daerah agar selaras dengan kebutuhan pembangunan, kondisi ekonomi, serta prioritas program pemerintah daerah ke depan.

Dalam kesempatan itu, turut dibahas perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026. Perubahan Propemperda dinilai penting untuk menyesuaikan kebutuhan regulasi daerah dengan dinamika pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kota Padang.

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Ia berharap seluruh tahapan pembahasan anggaran dan regulasi daerah dapat berjalan lancar sehingga program pembangunan yang telah direncanakan dapat direalisasikan secara optimal.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menyampaikan bahwa DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi secara maksimal guna memastikan setiap kebijakan daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Padang.

Rapat paripurna berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kolaborasi antara pihak legislatif dan eksekutif dalam mendukung pembangunan Kota Padang yang lebih maju dan berkelanjutan.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wali Kota Padang, Fadly Amran, menghadiri kegiatan pembekalan dan pelepasan sebanyak 2.530 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode ke-52 Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Gedung J Kampus III UIN Imam Bonjol Padang, Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum diterjunkan ke tengah masyarakat untuk melaksanakan pengabdian di berbagai daerah di Sumatera Barat. Selain dihadiri jajaran civitas akademika UIN Imam Bonjol Padang, acara juga dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat.

Pembekalan dan pelepasan mahasiswa KKN secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar. Dalam kesempatan itu, Muhaimin Iskandar turut memberikan kuliah umum kepada ribuan peserta KKN terkait pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan masyarakat dan pemberdayaan sosial di era modern.

Dalam paparannya, Menko PM menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, sosial kemasyarakatan, hingga penguatan nilai-nilai keagamaan.

“Mahasiswa harus hadir menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat. KKN bukan hanya program akademik, tetapi juga bentuk pengabdian nyata kepada bangsa dan negara,” ujar Muhaimin Iskandar di hadapan peserta.

Sementara itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi kepada UIN Imam Bonjol Padang atas konsistensinya dalam melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Fadly Amran berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan momentum KKN sebagai sarana untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama di bangku kuliah.

“Kegiatan KKN menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami kondisi riil masyarakat sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah. Pemerintah Kota Padang tentu mendukung penuh kegiatan pengabdian seperti ini,” kata Fadly Amran.

Ia juga mengingatkan para mahasiswa agar menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat di lokasi pengabdian masing-masing.

Sebanyak 2.530 mahasiswa peserta KKN Periode ke-52 UIN Imam Bonjol Padang tersebut dijadwalkan akan ditempatkan di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat selama masa pengabdian berlangsung.

Melalui program KKN ini, diharapkan mahasiswa mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah berbasis pemberdayaan.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir memimpin rapat bulanan (Monthly Meeting) Pemerintah Kota Padang yang berlangsung di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Padang. Pertemuan rutin itu menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus penguatan komitmen bersama dalam mendukung arah pembangunan Kota Padang ke depan.

Dalam arahannya, Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemko Padang atas keberhasilan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Barat atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Predikat tersebut menjadi capaian ke-13 kalinya secara berturut-turut yang berhasil diraih Pemerintah Kota Padang. Menurut Fadly, keberhasilan itu merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan komitmen seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

“Capaian ini harus menjadi motivasi bagi seluruh OPD untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta akuntabilitas kinerja,” ujar Fadly Amran.

Ia menegaskan, opini WTP bukan sekadar prestasi administratif, tetapi juga menjadi indikator bahwa pengelolaan keuangan daerah telah berjalan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Selain membahas capaian tersebut, Fadly Amran juga menyoroti pentingnya percepatan realisasi visi pembangunan Kota Padang sebagai kota pintar (Smart City) dan kota sehat. Ia meminta seluruh pimpinan OPD memperkuat kolaborasi lintas sektor agar target pembangunan dapat tercapai secara optimal.

Menurutnya, transformasi digital menjadi salah satu fokus utama Pemko Padang dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik. Digitalisasi diharapkan mampu menciptakan sistem pemerintahan yang lebih cepat, efisien, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

“Seluruh perangkat daerah harus bergerak bersama dalam mendukung digitalisasi pelayanan dan pencapaian indikator Smart City. Ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan modern,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Fadly juga menekankan pentingnya mewujudkan Kota Padang sebagai kota sehat melalui peningkatan kualitas lingkungan, pelayanan kesehatan, sanitasi, serta penguatan pola hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, dalam kesempatan yang sama turut mengingatkan seluruh OPD agar menjaga konsistensi kinerja dan memperkuat koordinasi dalam menjalankan program-program prioritas daerah.

Ia berharap setiap perangkat daerah mampu bekerja lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta tantangan pembangunan kota yang terus berkembang.

Monthly Meeting tersebut ditutup dengan evaluasi sejumlah program strategis daerah dan penyampaian target kerja masing-masing OPD guna memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Padang.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wakil Wali Kota Maigus Nasir secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-42 tingkat Kecamatan Padang Timur yang dipusatkan di Lapangan Pondok Indah Pratama, Kelurahan Jati, Minggu (14/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan masyarakat dalam menyambut syiar Islam serta memperkuat kecintaan generasi muda terhadap Alquran.

MTQN ke-42 tahun ini mengusung tema “Menyiapkan Generasi Rabbani dengan Semangat Smart Surau dan Cinta Alquran”. Tema tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam membangun karakter generasi muda yang religius, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi perkembangan zaman dengan berlandaskan nilai-nilai Alquran.

Prosesi pembukaan diawali dengan pawai ta’aruf yang diikuti kontingen dari 10 kelurahan se-Kecamatan Padang Timur. Masing-masing kontingen tampil dengan atribut dan semangat khas daerahnya, sehingga menambah semarak suasana kegiatan. Kehadiran para peserta, tokoh masyarakat, alim ulama, guru TPQ/TQA, serta warga sekitar menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan MTQN.

Dalam sambutannya, Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada panitia, pemerintah kecamatan, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQN tingkat kecamatan tersebut. Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Alquran, melainkan wadah pembinaan mental dan spiritual generasi muda agar semakin dekat dengan nilai-nilai Islam.

Menurutnya, program Smart Surau yang terus digalakkan Pemerintah Kota Padang menjadi salah satu langkah strategis dalam membentuk generasi rabbani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang kuat. Ia berharap melalui MTQN lahir qari dan qariah terbaik yang nantinya mampu mengharumkan nama Kota Padang di tingkat yang lebih tinggi.

Selain itu, Maigus Nasir juga mengajak seluruh orang tua dan masyarakat untuk terus mendorong anak-anak mempelajari Alquran sejak usia dini. Menurutnya, pendidikan agama yang kuat akan menjadi benteng moral bagi generasi muda di tengah tantangan perkembangan teknologi dan pergaulan sosial saat ini.

Pelaksanaan MTQN ke-42 Kecamatan Padang Timur dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan mempertandingkan berbagai cabang lomba tilawah, tahfiz, tartil, dan cabang keagamaan lainnya. Para pemenang nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Kecamatan Padang Timur pada MTQ tingkat Kota Padang.

Camat Padang Timur menyebutkan, kegiatan MTQN menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat sekaligus meningkatkan semangat mencintai Alquran di lingkungan keluarga dan generasi muda. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus melahirkan bibit-bibit unggul di bidang seni baca Alquran dan syiar Islam di Kota Padang.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. Maifrizon, M.Si., menegaskan pentingnya disiplin dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) sebagai fondasi utama dalam mendukung optimalisasi tugas dan fungsi legislatif daerah. Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin apel pagi rutin di lingkungan Sekretariat DPRD Sumbar, Senin (15/6/2026).

Kegiatan apel yang berlangsung di halaman kantor Sekretariat DPRD Sumbar itu diikuti seluruh pegawai dan aparatur di lingkungan sekretariat. Apel pagi menjadi agenda rutin yang dimanfaatkan pimpinan untuk memperkuat koordinasi internal sekaligus mengevaluasi komitmen kerja aparatur dalam memberikan dukungan administratif dan kelembagaan kepada DPRD.

Dalam arahannya, Maifrizon menekankan bahwa kualitas pelayanan publik sangat ditentukan oleh kedisiplinan dan tanggung jawab pegawai dalam menjalankan tugas sehari-hari. Menurutnya, aparatur sekretariat memiliki posisi strategis karena menjadi unsur pendukung utama kelancaran aktivitas kedewanan, mulai dari administrasi persidangan, fasilitasi kegiatan anggota DPRD, hingga pelayanan kelembagaan lainnya.

Ia mengatakan, tantangan pelayanan publik saat ini menuntut aparatur pemerintah bekerja lebih cepat, tepat, dan profesional. Karena itu, budaya kerja yang disiplin harus terus dibangun dan dijaga secara konsisten di seluruh lini organisasi.

“Disiplin dan profesionalisme harus menjadi budaya kerja yang terus dijaga. Dengan kinerja yang baik, dukungan terhadap pelaksanaan tugas DPRD juga akan semakin maksimal,” ujar Maifrizon di hadapan peserta apel.

Selain menekankan disiplin, Maifrizon juga mengingatkan pentingnya integritas dan sinergi antarbagian di lingkungan Sekretariat DPRD Sumbar. Menurutnya, koordinasi yang baik akan menciptakan efektivitas kerja dan mempercepat penyelesaian berbagai agenda kelembagaan DPRD.

Ia meminta seluruh pegawai untuk menjaga semangat kebersamaan serta meningkatkan komunikasi internal agar setiap program dan kegiatan dapat berjalan sesuai target. Hal tersebut dinilai penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Lebih lanjut, Maifrizon menilai apel pagi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Apel pagi juga menjadi ruang konsolidasi organisasi agar seluruh aparatur memiliki visi dan semangat kerja yang sama dalam mendukung kinerja DPRD Sumatera Barat.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas DPRD tidak terlepas dari kualitas dukungan sekretariat sebagai perangkat pendukung kelembagaan. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, etos kerja, dan kedisiplinan aparatur harus terus menjadi perhatian bersama.

Dengan semangat kerja yang terus terjaga dan koordinasi yang semakin solid, Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Komitmen memperkuat budaya disiplin dan profesionalisme tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong reformasi birokrasi di lingkungan pemerintahan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kelembagaan dan administrasi publik di Sumatera Barat.

Editor : Deviana 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG  - Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, kembali menegaskan komitmennya dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (Napza).

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Camat Nanggalo, Kota Padang, Minggu (14/6/2026), dan dihadiri berbagai unsur masyarakat, tokoh pemuda, perangkat kelurahan, serta peserta dari sejumlah elemen sosial di Kecamatan Nanggalo.

Dalam sosialisasi itu, Evi Yandri menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi yang berkaitan langsung dengan penanganan penyalahgunaan narkoba. Mereka di antaranya Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Kesbangpol Sumbar, Doni Rahma Saputra, Analis Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar Eka Rosiana S.Km, serta Ketua Yayasan Pelita Jiwa Insani (YPJI), Syafrizal.

Dalam pemaparannya, Doni Rahma Saputra menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkotika saat ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Ia menyebutkan bahwa jalur peredaran narkotika di Indonesia masih didominasi melalui akses darat, sehingga penyebarannya semakin sulit dikendalikan.

Menurutnya, kondisi tersebut turut berdampak terhadap meningkatnya jumlah pengguna narkotika di Sumatera Barat. Berdasarkan data yang dipaparkan, sekitar 1 hingga 2 persen penduduk Sumbar terindikasi terpapar narkotika, meski sebagian besar masih enggan melaporkan diri karena takut ataupun malu.

Doni menegaskan bahwa Perda Nomor 9 Tahun 2018 hadir sebagai payung hukum dalam upaya pencegahan, pengawasan, rehabilitasi, hingga pelibatan masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan Napza.

“Dalam perda ini terdapat tujuh bab dan 27 pasal yang mengatur berbagai langkah pencegahan, rehabilitasi, pengawasan, hingga keterlibatan masyarakat. Melalui perda ini masyarakat dapat memahami bahaya narkotika serta langkah penanganannya,” ujar Doni.

Sementara itu, Eka Rosiana dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar mengungkapkan bahwa kasus penyalahgunaan Napza di Sumbar masih didominasi kalangan usia produktif dan remaja.

Ia menyebutkan, berdasarkan data yang dihimpun, ditemukan sekitar 80 ribu kasus dengan rentang usia 15 hingga 19 tahun. Jenis zat yang paling banyak disalahgunakan di antaranya ganja, sabu-sabu, dan ekstasi.

Menurut Eka, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak karena penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak terhadap kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan kondisi sosial masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pelita Jiwa Insani (YPJI), Syafrizal, turut memaparkan pengalaman lembaganya dalam menangani korban penyalahgunaan narkotika serta orang dengan gangguan jiwa.

Ia menjelaskan bahwa yayasan tersebut didirikan oleh Evi Yandri jauh sebelum menjadi anggota DPRD Sumbar, dengan tujuan membantu masyarakat yang membutuhkan rehabilitasi akibat kecanduan narkoba maupun gangguan kejiwaan lainnya.

“Yayasan ini berdiri untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan jiwa maupun korban penyalahgunaan narkotika agar bisa kembali menjalani kehidupan normal di tengah masyarakat,” kata Syafrizal.

Dalam kegiatan itu, Syafrizal juga menghadirkan empat mantan penghuni rehabilitasi YPJI yang telah pulih dan kembali menjalani aktivitas sosial secara normal. Kehadiran mereka menjadi bentuk edukasi nyata bagi peserta mengenai dampak buruk narkotika sekaligus pentingnya rehabilitasi.

“Kami sengaja menghadirkan mereka agar masyarakat benar-benar memahami bahaya narkoba dan pentingnya penanganan yang tepat bagi korban penyalahgunaan narkotika,” tambahnya.

Sementara itu, Evi Yandri Rajo Budiman mengaku mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir mengikuti sosialisasi tersebut. Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam memutus rantai peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.

Menurut Evi Yandri, lahirnya Perda Nomor 9 Tahun 2018 merupakan bentuk kepedulian DPRD Sumbar terhadap semakin meningkatnya ancaman penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab pencegahan narkoba bukan hanya berada di tangan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, hingga pemerintah daerah.

“Dengan adanya perda ini, seluruh pihak memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan agar bersih dari penyalahgunaan Napza. Karena dampaknya sangat besar terhadap kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra tersebut juga mengungkapkan bahwa pemberantasan narkotika bukan perkara mudah. Selain karena bisnis narkoba sangat menguntungkan, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan turut menjadi tantangan besar dalam pengawasan jalur masuk barang ilegal tersebut.

“Narkotika sulit diberantas karena jaringan peredarannya luas dan bisnis ini menjanjikan keuntungan besar. Selain itu, Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga pengawasan masih memiliki banyak keterbatasan,” katanya.

Menutup kegiatan sosialisasi, Evi Yandri mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjauhi narkoba dan aktif mengawasi lingkungan masing-masing dari ancaman penyalahgunaan Napza.

Ia berharap sosialisasi perda tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari bahaya narkotika demi mewujudkan Sumatera Barat yang sehat dan bebas narkoba.

Editor : Deviana 

REALITANUSANTARA.COM

PARIAMAN - Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui perlindungan lahan pertanian produktif. Komitmen tersebut diwujudkan lewat sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang digelar di Aula Joyo Makmur, Kota Pariaman, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan itu menghadirkan Anggota DPRD Sumatera Barat, M. Yasin, unsur Dinas Pertanian Provinsi Sumbar, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta warga dari berbagai daerah di Kota Pariaman.

Dalam pemaparannya, M. Yasin menegaskan bahwa keberadaan lahan pertanian merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas pangan daerah maupun nasional. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menyangkut perlindungan terhadap sumber produksi pertanian agar tetap berkelanjutan.

Ia menjelaskan, lahirnya Perda Nomor 4 Tahun 2020 menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk mengendalikan laju alih fungsi lahan pertanian yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Jika kondisi tersebut tidak dikendalikan, maka luas lahan produktif akan terus berkurang dan berpotensi mengancam kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

“Perda ini hadir untuk memastikan lahan pertanian tetap terlindungi sebagai basis produksi pangan masyarakat. Ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan di Sumatera Barat,” ujar Yasin.

Menurutnya, keberlanjutan sektor pertanian harus menjadi perhatian bersama karena petani merupakan garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan. Oleh sebab itu, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada perlindungan lahan, tetapi juga memperkuat dukungan terhadap petani melalui berbagai program pembangunan pertanian.

Dalam perda tersebut, lanjut Yasin, pemerintah juga mengatur dukungan terhadap penyediaan sarana dan prasarana pertanian, mulai dari bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, hingga fasilitas penunjang lain yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Selain itu, regulasi tersebut juga memperjelas pembagian kewenangan antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam pengelolaan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Langkah ini dinilai penting agar pelaksanaan program perlindungan lahan berjalan efektif dan tidak tumpang tindih.

Lebih jauh, Yasin mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat saat ini juga tengah membahas rancangan Peraturan Daerah tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Regulasi baru tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi petani, khususnya petani kecil, agar memperoleh perlindungan hukum, akses sarana produksi, hingga peningkatan kesejahteraan.

“Ke depan, perda tentang perlindungan dan pemberdayaan petani ini diharapkan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat sektor pertanian daerah,” katanya.

Ia menambahkan, kebijakan perlindungan lahan pertanian dan pemberdayaan petani sejalan dengan arah pembangunan nasional serta program Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menempatkan kemandirian pangan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi petani dan organisasi pertanian agar tetap mampu berproduksi secara optimal di tengah berbagai tantangan sektor pertanian.

Dukungan pemerintah tersebut diwujudkan melalui berbagai bantuan sarana produksi pertanian, seperti hand tractor, alsintan, bantuan irigasi, hingga penyaluran pupuk bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif karena menjadi ruang dialog langsung antara masyarakat dan pemerintah daerah. Sejumlah peserta menyampaikan aspirasi terkait meningkatnya alih fungsi lahan pertanian yang dinilai semakin mengkhawatirkan, terutama di wilayah yang mengalami perkembangan kawasan permukiman dan pembangunan.

Selain persoalan lahan, ketersediaan pupuk bersubsidi juga menjadi perhatian utama masyarakat. Para petani berharap pemerintah dapat memastikan distribusi pupuk berjalan lancar dan tepat sasaran agar aktivitas pertanian tidak terganggu.

Salah seorang peserta, Suparman, meminta pemerintah memberikan kepastian terkait implementasi perlindungan lahan pertanian di lapangan serta solusi konkret terhadap persoalan pupuk yang masih sering dikeluhkan petani.

“Kami berharap ada kepastian mengenai perlindungan lahan pertanian dan solusi terhadap persoalan pupuk yang masih menjadi kendala bagi petani,” ujarnya.

Melalui sosialisasi tersebut, pemerintah daerah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lahan pertanian terus meningkat. Selain sebagai aset strategis daerah, keberlanjutan lahan pertanian dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di masa depan.

Editor : Deviana 

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.