Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat resmi menetapkan usul prakarsa terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Penetapan tersebut dilakukan dalam rapat paripurna yang digelar di ruang sidang utama Kantor DPRD Sumbar, Rabu (6/5/2026).

Rapat paripurna dipimpin oleh Nanda Satria, didampingi Maifrizon, serta dihadiri unsur pimpinan dan anggota dewan lainnya. Turut hadir mewakili Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Penetapan usul prakarsa ini menjadi langkah awal yang krusial dalam proses pembentukan regulasi baru di sektor pendidikan daerah. DPRD menilai bahwa perubahan terhadap Perda Nomor 2 Tahun 2019 merupakan kebutuhan mendesak, mengingat dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang seiring perubahan zaman, kemajuan teknologi, serta tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam penyampaiannya, Nanda Satria menegaskan bahwa revisi perda ini tidak sekadar bersifat administratif, tetapi diarahkan untuk menyentuh substansi penyelenggaraan pendidikan secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya menghadirkan sistem pendidikan yang lebih responsif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.

Menurutnya, pembaruan regulasi ini diharapkan mampu memperkuat sejumlah aspek strategis, mulai dari peningkatan kualitas tenaga pendidik, pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Sumatera Barat, hingga penguatan tata kelola pendidikan yang lebih efektif dan akuntabel.

Selain itu, Ranperda ini juga dirancang untuk menjawab tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal. Integrasi kecerdasan global, seperti penguasaan bahasa internasional dan literasi digital, akan dipadukan dengan penguatan karakter berbasis budaya Minangkabau. Salah satu pendekatan yang diusung adalah revitalisasi peran surau sebagai pusat pendidikan karakter, serta penguatan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah dalam sistem pendidikan daerah.

Lebih jauh, DPRD juga menyoroti pentingnya perlindungan hukum bagi tenaga pendidik. Ranperda ini diharapkan mampu memberikan kepastian dan jaminan bagi guru serta tenaga kependidikan dalam menjalankan tugasnya, sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme di sektor pendidikan.

Dari sisi kebijakan anggaran, perubahan perda ini juga diarahkan agar alokasi pembiayaan pendidikan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas peserta didik. Pendekatan ini dinilai penting untuk mendukung lahirnya generasi muda Sumatera Barat yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, religius, dan berdaya saing tinggi.

Dengan telah ditetapkannya usul prakarsa ini, DPRD Sumbar mendorong agar pembahasan Ranperda segera dilanjutkan bersama pemerintah daerah. Diharapkan, regulasi yang dihasilkan nantinya benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta menjadi fondasi kuat dalam pembangunan sektor pendidikan di Sumatera Barat ke depan.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wali Kota Fadly Amran menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-98 Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) yang digelar di Masjid Agung Nurul Iman, Selasa (5/5/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kota Padang tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan peran organisasi keagamaan dalam pembangunan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Fadly Amran yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembina Daerah (MPD) PERTI Sumatera Barat menegaskan bahwa usia ke-98 tahun merupakan tonggak penting dalam perjalanan panjang organisasi tersebut. Ia mengajak seluruh jajaran PERTI menjadikan momentum ini sebagai ajang evaluasi sekaligus introspeksi diri untuk memperkuat kontribusi ke depan.

Menurutnya, PERTI perlu terus memproyeksikan langkah strategis dalam mengembangkan dakwah secara multidimensi. Tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga memperluas peran di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan, sehingga keberadaan organisasi semakin dirasakan manfaatnya oleh umat.

Lebih lanjut, Fadly Amran menaruh harapan besar agar menjelang satu abad usia organisasi pada 2028 mendatang, PERTI semakin berkembang dan mampu memperluas pengaruh dakwah Ahlussunnah wal Jamaah. Ia menekankan bahwa peran tersebut tidak hanya terbatas di Kota Padang dan Sumatera Barat, tetapi juga harus mampu menjangkau tingkat nasional hingga internasional.

Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan harapan agar Kota Padang dapat dipercaya sebagai salah satu tuan rumah dalam peringatan satu abad PERTI yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Mei 2028. Menurutnya, hal tersebut akan menjadi momentum penting untuk mengangkat citra daerah sekaligus memperkuat syiar Islam.

Pada kesempatan yang sama, Fadly Amran turut mengajak seluruh anggota PERTI untuk berperan aktif dalam mendukung program keagamaan Pemerintah Kota Padang, khususnya Program Smart Surau. Program ini diarahkan untuk memakmurkan masjid dan musala melalui berbagai kegiatan keagamaan yang berkelanjutan, seperti gerakan Subuh Mubarakah, pengajian rutin, serta pembinaan generasi muda.

Ia menilai, penguatan program seperti Smart Surau menjadi langkah strategis dalam membentengi generasi muda dari berbagai tantangan dan persoalan sosial di era modern. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan seperti PERTI dinilai sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang religius, berkarakter, dan berdaya saing.

Peringatan HUT ke-98 PERTI ini pun berlangsung khidmat dengan dihadiri para tokoh agama, pengurus organisasi, serta jamaah dari berbagai wilayah di Sumatera Barat. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesinambungan perjuangan dakwah dan pendidikan Islam di tengah dinamika zaman.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wali Kota Fadly Amran menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang yang baru, Yasril, di Kediaman Resmi Wali Kota, Senin (4/5/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat koordinasi lintas kelembagaan guna mendukung pembangunan berbasis keagamaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Padang.

Dalam pertemuan tersebut, Fadly Amran menekankan bahwa sinergi antara Pemerintah Kota (Pemko) Padang dan Kemenag merupakan elemen penting dalam mendorong keberhasilan berbagai program strategis daerah. Ia menyebutkan bahwa hubungan yang telah terjalin selama ini berjalan harmonis dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pembinaan keagamaan dan pendidikan.

“Kami ingin kolaborasi ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan secara berkelanjutan. Dukungan Kemenag sangat penting dalam memperkuat program-program prioritas Pemko Padang,” ujar Fadly.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah penguatan Program Unggulan (Progul) Smart Surau. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan fungsi surau sebagai pusat aktivitas masyarakat, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pembinaan karakter generasi muda.

Fadly Amran menjelaskan bahwa Smart Surau mencakup berbagai kegiatan strategis, seperti Subuh Mubarakah, penguatan gerakan Remaja Masjid Reborn, fasilitasi rumah tahfiz, hingga penyediaan ruang belajar berbasis digital dengan akses WiFi gratis. Selain itu, program ini juga mencakup pembaruan kurikulum TQA (Taman Qur’an Anak) dan MDTW (Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha) agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kami berharap Kemenag Kota Padang dapat menjadi mitra utama dalam implementasi program ini, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” tambahnya.

Sementara itu, Yasril menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh Wali Kota Padang. Ia menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Pemko Padang dalam menjalankan tugas dan fungsi Kemenag, khususnya dalam pembinaan kehidupan beragama dan peningkatan kualitas pendidikan keagamaan.

Yasril juga mengungkapkan bahwa dirinya resmi dilantik sebagai Kepala Kantor Kemenag Kota Padang pada 27 April 2026 oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Barat, setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kemenag Kabupaten Pasaman.

“Kami siap bersinergi dengan Pemko Padang dalam mendukung program-program keagamaan dan pembangunan sumber daya manusia. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk mewujudkan masyarakat yang religius dan berdaya saing,” tuturnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antara Pemko Padang dan Kemenag, demi mendorong pembangunan daerah yang seimbang antara aspek spiritual dan intelektual.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang - Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang yang baru, Yasril, di Kediaman Resmi Wali Kota, Senin (4/5/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota (Pemko) Padang dan Kemenag Kota Padang, khususnya dalam mendukung pelaksanaan program keagamaan serta pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter di ibu kota Provinsi Sumatera Barat itu.

Dalam kesempatan tersebut, Fadly Amran menegaskan bahwa kolaborasi antara Pemko Padang dan Kemenag selama ini telah terjalin dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia berharap hubungan tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan melalui program-program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan umat.

“Sinergi ini sangat penting untuk terus dijaga dan diperkuat. Banyak program pembangunan daerah yang membutuhkan dukungan Kemenag, terutama yang berkaitan dengan pembinaan keagamaan dan karakter masyarakat,” ujar Fadly.

Salah satu program yang menjadi fokus pembahasan adalah Program Unggulan (Progul) Smart Surau. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan fungsi surau tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan moral, dan pengembangan generasi muda.

Fadly menjelaskan bahwa Smart Surau mencakup berbagai kegiatan dan inovasi, di antaranya:

1. Subuh Mubarakah, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam ibadah berjamaah;

2. Remaja Masjid Reborn, sebagai wadah pembinaan generasi muda berbasis masjid;

3. Fasilitasi rumah tahfiz untuk mencetak generasi penghafal Al-Qur’an;

4. Penyediaan ruang belajar digital yang dilengkapi akses WiFi gratis;

5. Pembaruan kurikulum Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA/TQA) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW).

“Kami berharap Kemenag Kota Padang dapat berperan aktif dalam mendukung dan mengembangkan program Smart Surau ini agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Yasril menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh Wali Kota Padang. Ia menyatakan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemko Padang dalam berbagai program keagamaan dan pendidikan.

Yasril juga mengungkapkan bahwa dirinya resmi dilantik sebagai Kepala Kantor Kemenag Kota Padang pada 27 April 2026 oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Barat. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pasaman.

“Ini merupakan amanah yang besar. Kami siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Padang untuk mendukung program-program yang berorientasi pada peningkatan kualitas kehidupan beragama dan pembangunan SDM,” ujar Yasril.

Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kerja sama yang lebih intensif antara Pemko Padang dan Kemenag, terutama dalam menciptakan masyarakat yang religius, berpendidikan, dan berdaya saing di masa depan.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang - Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas II Padang terus mengintensifkan koordinasi terkait keberlanjutan penjagaan perlintasan sebidang kereta api, menyusul polemik penghentian sementara petugas di sejumlah titik rawan.

Pertemuan yang digelar di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI pada Selasa (5/5/2026) itu menjadi forum strategis untuk membahas kepastian kebijakan, terutama terkait skema pembiayaan penjagaan perlintasan sebidang untuk tahun anggaran 2026. Fokus utama pembahasan adalah menjamin keselamatan masyarakat sekaligus memastikan operasional transportasi kereta api tetap berjalan aman dan lancar.

Isu ini mencuat setelah sebelumnya terjadi penghentian penjagaan di puluhan titik perlintasan sebidang di wilayah Sumatera Barat, termasuk Kota Padang. Kebijakan tersebut muncul seiring berakhirnya kontrak ratusan petugas penjaga perlintasan pada akhir April 2026. 

Tercatat, sedikitnya 54 titik perlintasan sempat tidak dijaga akibat berakhirnya masa kontrak 165 petugas, yang berdampak pada meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kecelakaan lalu lintas di jalur rel.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menegaskan pentingnya kejelasan tanggung jawab antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Perhubungan, dalam hal pembiayaan dan pengelolaan tenaga penjaga perlintasan. Hal ini dinilai krusial mengingat perlintasan sebidang merupakan salah satu titik paling rawan kecelakaan, terlebih di kawasan padat lalu lintas.

Selain membahas aspek anggaran, forum tersebut juga menyinggung perlunya solusi jangka panjang, seperti peningkatan sistem pengamanan perlintasan, pemasangan teknologi pendukung, hingga kemungkinan pembangunan perlintasan tidak sebidang (flyover atau underpass) di titik-titik strategis.

Sementara itu, perkembangan terbaru menunjukkan adanya titik terang terkait nasib para petugas penjaga perlintasan. Informasi di lapangan menyebutkan bahwa pembiayaan gaji petugas kemungkinan akan ditanggung oleh BTP Kelas II Padang hingga akhir 2026, sehingga operasional penjagaan dapat kembali berjalan normal. 

Pemko Padang menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor agar persoalan perlintasan sebidang ini dapat diselesaikan secara berkelanjutan dan tidak lagi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang - Fadly Amran secara resmi membuka kegiatan PNP Youth Innovators Fest 2026 yang digelar oleh Politeknik Negeri Padang. Acara tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Mei 2026, bertempat di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kota Padang.

Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi PNP yang rutin menyelenggarakan kegiatan inovatif ini setiap tahun. Ia menilai, ajang tersebut tidak hanya menjadi wadah kreativitas mahasiswa, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda resmi berskala kota.

“PNP Youth Innovators Fest ini sangat layak didorong menjadi event Kota Padang. Di sini kita melihat langsung bagaimana potensi generasi muda bisa digali dan diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah,” ujar Fadly Amran.

Ia menegaskan bahwa berbagai karya yang ditampilkan dalam festival ini mencerminkan kemampuan generasi muda di berbagai bidang strategis, seperti teknologi, robotika, kecerdasan buatan (AI), hingga seni dan budaya. Menurutnya, potensi tersebut perlu terus dibina agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Didampingi oleh Yopi Krislova, Wali Kota juga menyoroti peluang besar Indonesia dalam pengembangan industri kreatif. Ia secara khusus menekankan sektor game dan perfilman sebagai bidang yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek menjanjikan di masa depan.

“Industri game dan perfilman saat ini bukan sekadar hiburan, tetapi telah menjadi sektor ekonomi kreatif yang mampu menghasilkan nilai besar. Dengan SDM yang kompetitif, kita optimistis generasi muda Padang mampu bersaing dan menghasilkan karya berkualitas,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur PNP, Revalin Herdianto, menjelaskan bahwa PNP Youth Innovators Fest 2026 dirancang sebagai ajang edukatif sekaligus kompetitif. Berbagai kegiatan disiapkan untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan peserta, di antaranya coaching clinic di bidang broadcasting, pembuatan konten digital, animasi, serta robotika.

Ia berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa dan generasi muda tidak hanya mampu berinovasi, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia industri yang semakin dinamis.

“Melalui festival ini, kami ingin mendorong lahirnya inovator muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri,” jelas Revalin.

Kegiatan ini pun diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem inovasi di Kota Padang, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor industri kreatif.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Fadly Amran memberikan suntikan motivasi kepada skuad PSP Padang menjelang putaran final Liga 4 Indonesia zona nasional musim 2025/2026. Dukungan tersebut disampaikan langsung saat ia meninjau pemusatan latihan tim di kawasan Pantai Padang, Senin (4/5/2026).

Langkah PSP Padang ke level nasional tidak datang secara instan. Tim berjuluk Pandeka Minang ini sebelumnya tampil dominan di zona Sumatera Barat dan berhasil keluar sebagai juara. Pencapaian tersebut menjadi bekal penting menghadapi kompetisi yang lebih kompetitif di tingkat nasional, di mana kualitas lawan jauh lebih merata dan tekanan pertandingan semakin tinggi.

Dalam keterangannya, Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih, hingga manajemen yang telah berkontribusi mengharumkan nama daerah. Ia menekankan bahwa keberhasilan di tingkat regional harus menjadi pijakan untuk membuktikan kapasitas tim di panggung nasional.

“Ini bukan akhir, tetapi awal dari tantangan yang lebih besar. Kita ingin PSP Padang tidak hanya hadir di level nasional, tetapi juga mampu bersaing dan menunjukkan kualitas terbaik,” ujarnya.

Kehadiran sejumlah tokoh penting dalam sesi latihan tersebut, seperti Ketua Umum PSP Padang Amril Amin, Ketua Harian Osman Ayub, serta Pelatih Kepala Joni Efendi, menunjukkan soliditas internal tim dalam menghadapi fase krusial ini.

Fadly Amran juga menegaskan visi jangka panjang Pemerintah Kota Padang terhadap kebangkitan PSP Padang. Ia menargetkan klub tersebut dapat kembali menjadi kekuatan utama sepak bola daerah dan secara bertahap menembus kasta tertinggi kompetisi nasional.

“Target kita jelas. Dari Liga 4, naik ke Liga 3, Liga 2, hingga akhirnya Liga 1. Ini bukan sekadar ambisi, tetapi komitmen bersama untuk membangun kembali kejayaan sepak bola Padang,” tegasnya.

Sementara itu, Pelatih Kepala Joni Efendi mengungkapkan bahwa persiapan tim terus dimaksimalkan, baik dari segi fisik, teknik, maupun strategi permainan. Ia menyebutkan bahwa tim pelatih telah menyusun program latihan intensif guna menjaga performa pemain tetap optimal menjelang pertandingan.

Sebagai bagian dari penguatan skuad, manajemen juga telah mendatangkan lima pemain baru untuk menambah kedalaman tim di beberapa posisi krusial. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi padatnya jadwal pertandingan serta meningkatkan daya saing tim di level nasional.

“Setelah memastikan gelar juara, pemain hanya mendapatkan waktu istirahat selama lima hari. Setelah itu, kami langsung kembali ke program latihan dengan intensitas tinggi. Pagi difokuskan pada taktikal dan peningkatan kemampuan individu, sementara sore hari untuk pembinaan fisik,” jelas Joni.

Dengan persiapan matang dan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta masyarakat, PSP Padang diharapkan mampu tampil kompetitif di putaran final Liga 4 nasional dan membuka jalan menuju level kompetisi yang lebih tinggi dalam sistem sepak bola Indonesia.

Editor : Ayu 

REALITANUSANTARA.COM

Padang - Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, menegaskan bahwa keberadaan Perusahaan Perseroan Daerah Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Sumbar selama ini telah memainkan peran strategis dalam membantu masyarakat memperoleh akses pembiayaan dari perbankan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Sumbar yang digelar pada Selasa (5/5/2026), dengan agenda pengambilan keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Jamkrida Sumbar, sekaligus persetujuan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) terkait pengelolaan aset daerah.

Dalam kesempatan itu, Evi Yandri menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat hingga saat ini telah merealisasikan penyertaan modal sebesar Rp78,6 miliar kepada PT Jamkrida Sumbar. Selain penyertaan dalam bentuk dana tunai, pemerintah daerah juga memiliki aset berupa tanah dan bangunan senilai Rp10,8 miliar. Namun, aset tersebut belum dapat dihitung sebagai tambahan modal disetor karena akan melampaui batas maksimal penyertaan modal yang ditetapkan dalam peraturan daerah sebelumnya, yakni sebesar Rp81 miliar.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa status hukum PT Jamkrida Sumbar kini telah mengalami perubahan menjadi perusahaan perseroan daerah (Perseroda), sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2024. Dalam regulasi tersebut, ditetapkan bahwa modal dasar perusahaan mencapai Rp400 miliar.

“Dengan perubahan status menjadi Perseroda, maka pemenuhan modal dasar yang telah ditetapkan perlu dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah,” ujar Evi Yandri.

Ia menambahkan, penguatan permodalan tersebut sangat penting untuk mendorong ekspansi usaha Jamkrida Sumbar, khususnya dalam meningkatkan kapasitas penjaminan kredit bagi pelaku usaha dan masyarakat. Dengan modal yang memadai, perusahaan diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, revisi Perda terkait penyertaan modal ini juga ditujukan untuk memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekaligus memperkuat kinerja perusahaan agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, termasuk dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Rapat paripurna tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, bersama jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai undangan lainnya.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang - Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, bersama Sekretaris DPRD Sumbar, Maifrizon, menerima langsung aksi unjuk rasa yang digelar Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sumatera Barat di halaman kantor DPRD Sumbar, Senin (4/5/2026).

Aksi yang bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional tersebut diikuti oleh ratusan buruh, pekerja, dan karyawan dari berbagai sektor industri di Sumatera Barat. Mereka datang untuk menyuarakan aspirasi terkait kesejahteraan tenaga kerja yang dinilai masih belum optimal.

Dalam pertemuan tersebut, Evi Yandri Rajo Budiman menegaskan bahwa DPRD Sumatera Barat membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya kalangan pekerja, untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Ia juga memastikan bahwa setiap tuntutan yang disampaikan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada, baik di tingkat daerah maupun pusat.

“Apa yang disampaikan rekan-rekan buruh hari ini akan kami pelajari dan tindak lanjuti. Untuk hal-hal yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, tentu akan kami teruskan agar mendapatkan perhatian lebih lanjut,” ujarnya di hadapan massa aksi.

Lebih lanjut, ia menilai DPRD merupakan tempat yang tepat bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara demokratis. Kehadiran para pengunjuk rasa, menurutnya, mencerminkan suara kolektif dari ribuan pekerja di Sumatera Barat yang menginginkan perbaikan kondisi kerja dan peningkatan kesejahteraan.

Dalam orasinya, perwakilan KSPSI Sumbar menuntut adanya kenaikan upah yang dinilai belum sebanding dengan kebutuhan hidup yang terus meningkat. Selain itu, mereka juga menyoroti berbagai persoalan ketenagakerjaan di perusahaan, seperti ketidakpastian status kerja, perlindungan tenaga kerja yang masih lemah, serta pelayanan jaminan sosial melalui BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang dinilai belum berjalan optimal.

Para peserta aksi berharap pemerintah daerah dan DPRD dapat menjadi jembatan dalam menyampaikan tuntutan tersebut kepada pemerintah pusat maupun pihak perusahaan, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih berpihak kepada pekerja.

Aksi unjuk rasa berlangsung dengan tertib dan kondusif. Aparat kepolisian terlihat melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk memastikan jalannya aksi tetap aman dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Dengan adanya dialog ini, diharapkan tercipta solusi konkret yang mampu menjawab berbagai persoalan ketenagakerjaan di Sumatera Barat, sekaligus memperkuat hubungan antara pekerja, pemerintah, dan dunia usaha.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang, - Wali Kota Fadly Amran resmi melantik Raju Minropa sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang Aie Pacah, Senin (4/5/2026).

Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat struktur birokrasi serta meningkatkan efektivitas pelayanan publik. Selain Sekda, Wali Kota juga melantik 11 pejabat tinggi pratama untuk mengisi sejumlah posisi penting di perangkat daerah.

Adapun pejabat yang dilantik antara lain:

1. Swesti Fanloni sebagai Kepala Bappeda

2. Fauzan Ibnovi sebagai Kepala Dinas P3AP2KB

3. Yenni Yuliza sebagai Kepala Dinas Pariwisata

3. Teddy Antonius sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM

4. Yudi Indra Sani sebagai Kepala Dinas Perhubungan

5. Ances Kurniawan sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Selain itu, turut dilantik:

1. Atos sebagai Kepala Bapenda

2. Eka Putra Buhari sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga

3. Malvi Hendri sebagai Kepala Dinas PUPR

4. Tommy TRD sebagai Kepala Dinas Kominfo

5. Fizlan Setiawan sebagai Kepala Dinas Perdagangan

Tak hanya itu, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan pelantikan terhadap 44 pejabat administrator (Eselon III), 82 pejabat pengawas (Eselon IV), 11 kepala puskesmas, serta 22 pejabat fungsional.

Dalam sambutannya, Fadly Amran menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari upaya percepatan pembangunan daerah. Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk segera memahami dan menerjemahkan visi dan misi pembangunan Kota Padang ke dalam program kerja nyata.

“Program unggulan seperti Padang Juara, Padang Amanah, Padang Melayani, Sinergi Nagari, Jelajah Padang, hingga Padang Sigap harus dijabarkan secara konkret dalam bentuk kebijakan dan kegiatan di masing-masing perangkat daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fadly juga menekankan pentingnya inovasi dalam birokrasi pemerintahan. Menurutnya, setiap pemimpin harus mampu menciptakan lingkungan kerja yang mendorong lahirnya ide-ide baru serta menggali potensi aparatur sipil negara (ASN).

“Inovasi tidak boleh berhenti. Pemimpin harus mampu memancing kreativitas, menggali potensi ASN, dan menghadirkan terobosan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan kinerja pemerintahan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Padang, sejalan dengan target pembangunan daerah yang lebih maju dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Pemerintah Kota Padang terus mempercepat peningkatan layanan air bersih melalui pengembangan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Taban 3 yang berlokasi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Palukahan, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.

Upaya percepatan tersebut ditandai dengan kunjungan lapangan yang dilakukan pada Senin (27/4/2026) oleh Wali Kota Fadly Amran bersama Anggota DPR RI Zigo Rolanda. Peninjauan ini bertujuan memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana serta mengidentifikasi berbagai kendala teknis yang mungkin menghambat pelaksanaan proyek.

SPAM Taban 3 dirancang memiliki kapasitas produksi mencapai 200 liter per detik. Proyek ini menjadi salah satu infrastruktur strategis yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan air bersih masyarakat Kota Padang, terutama di wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan distribusi.

Pembangunan fasilitas ini dinilai semakin krusial pascabencana yang sebelumnya berdampak pada menurunnya kualitas serta terganggunya distribusi air bersih di sejumlah kawasan. Kehadiran SPAM Taban 3 diharapkan menjadi solusi jangka menengah hingga panjang dalam memperkuat sistem pelayanan air minum di kota tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung kondisi lahan proyek serta progres awal pekerjaan yang telah dimulai oleh pihak pelaksana. Turut hadir perwakilan dari pemerintah provinsi serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang memberikan dukungan terhadap percepatan realisasi pembangunan.

Wali Kota Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui DPR RI dan kementerian terkait. Ia menegaskan bahwa proyek SPAM Taban 3 merupakan kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya untuk memulihkan dan meningkatkan kualitas layanan air bersih pascabencana.

Selain itu, Fadly berharap seluruh proses administrasi, termasuk tahapan lelang, dapat segera diselesaikan agar pembangunan fisik dapat berjalan optimal dan manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat.

Lebih lanjut, ia juga meminta dukungan berkelanjutan dari DPR RI untuk mengawal berbagai proyek infrastruktur air bersih lainnya di Kota Padang. Salah satunya adalah rencana pengembangan SPAM di kawasan Universitas Andalas yang dinilai penting dalam mendukung kebutuhan air bersih jangka panjang, khususnya bagi kawasan pendidikan dan permukiman di sekitarnya.( Ay )

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang kembali menyampaikan pemberitahuan resmi kepada seluruh pelanggan terkait pelaksanaan kegiatan pemeliharaan rutin pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menjaga kualitas air bersih yang didistribusikan kepada masyarakat.

Pemeliharaan yang dilakukan berupa pengurasan unit accelerator, yakni salah satu komponen penting dalam proses pengolahan air. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung secara berkala setiap hari Selasa dan Kamis, mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB. Jadwal tersebut ditetapkan agar proses perawatan dapat dilakukan secara optimal tanpa mengganggu pelayanan secara menyeluruh.

Kepala Sub Bagian Protokoler dan Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa pengurasan ini sangat penting untuk menjaga performa instalasi pengolahan air tetap maksimal. Menurutnya, pembersihan rutin diperlukan guna menghindari penumpukan endapan yang dapat memengaruhi kualitas air serta kinerja sistem pengolahan.

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memastikan air yang diterima pelanggan tetap memenuhi standar kualitas. Dengan perawatan rutin, sistem pengolahan dapat bekerja lebih efisien dan stabil,” ujarnya.

Namun demikian, selama proses pengurasan berlangsung, distribusi air di sejumlah wilayah pelayanan, khususnya di kawasan pusat Kota Padang, berpotensi mengalami gangguan. Gangguan tersebut dapat berupa penurunan tekanan air hingga terhentinya aliran sementara. Hal ini merupakan dampak teknis yang tidak dapat dihindari selama pekerjaan berlangsung.

Sehubungan dengan hal tersebut, Perumda AM Kota Padang mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi dengan menampung air secukupnya sebelum jadwal pemeliharaan dimulai. Selain itu, pelanggan juga diharapkan dapat menggunakan air secara bijak dan hemat selama periode pekerjaan berlangsung.

Perumda AM Kota Padang juga memastikan bahwa layanan pengaduan tetap dibuka bagi masyarakat yang mengalami kendala. Pelanggan dapat menghubungi call center resmi di nomor 1500030 atau melalui berbagai kanal komunikasi resmi lainnya yang telah disediakan perusahaan.

Dengan adanya kegiatan pemeliharaan rutin ini, Perumda AM Kota Padang berharap kualitas layanan air bersih kepada masyarakat dapat terus meningkat serta memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh pelanggan.( Ay )

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.