Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memperkuat komitmennya dalam pemajuan, penghormatan, perlindungan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia (P5HAM) di tengah masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Implementasi Hak Asasi Manusia (HAM) yang digelar di Aula Bagindo Aziz Chan, Kota Padang, Jumat (2/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong penerapan nilai-nilai HAM dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengatakan penghormatan terhadap HAM merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan. Menurutnya, setiap manusia memiliki hak yang harus dihormati dan dipenuhi tanpa membedakan latar belakang, kondisi sosial, maupun status seseorang.

"Setiap manusia memiliki hak yang harus dihormati dan dipenuhi. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan hanya karena kondisi maupun status seseorang," ujar Maigus dalam kegiatan tersebut.

Ia menekankan, penerapan prinsip HAM tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah, lanjutnya, memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan dan pelayanan publik berjalan dengan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan, keadilan, serta penghormatan terhadap martabat manusia.

Menurut Maigus, penguatan P5HAM juga memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai budaya Minangkabau yang menjunjung tinggi kehidupan bermasyarakat, saling menghormati, kepedulian, serta semangat kebersamaan.

Nilai-nilai tersebut, kata dia, dapat menjadi modal sosial dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis sekaligus memperkuat penerapan HAM di tingkat daerah.

"Nilai-nilai budaya Minangkabau mengajarkan kita untuk saling menghargai, menjaga kebersamaan dan menghormati sesama. Nilai tersebut harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan," katanya.

Pemko Padang berharap implementasi P5HAM dapat semakin memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat. Setiap warga diharapkan memperoleh akses dan perlakuan yang setara dalam mendapatkan pelayanan pemerintah tanpa adanya diskriminasi.

Penguatan implementasi HAM juga dinilai penting untuk memastikan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus tetap mendapatkan perlindungan dan pemenuhan hak secara layak.

Melalui kegiatan tersebut, Pemko Padang menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan pemenuhan hak dasar masyarakat.

Dengan demikian, penerapan P5HAM diharapkan dapat menjadi bagian integral dalam tata kelola pemerintahan Kota Padang serta mendukung terwujudnya masyarakat yang adil, inklusif, dan menghormati martabat setiap manusia.(Ayu)


REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Keluarga besar Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri).

Pelantikan tersebut dilaksanakan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Pelantikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96 dan 97/POLRI Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kapolri serta Wakapolri. 

Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), sementara Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebelumnya mengemban tugas sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena). Suyudi kemudian menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, sedangkan Wahyu menggantikan Komjen Pol. Dedi Prasetyo sebagai Wakapolri. 

Momentum tersebut mendapat perhatian dari jajaran Ditlantas Polda Sumbar. Melalui ucapan yang ditampilkan dalam materi resmi tersebut, keluarga besar Ditlantas Polda Sumbar berharap kepemimpinan Kapolri dan Wakapolri yang baru dapat membawa Polri semakin kuat dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama keluarga besar Ditlantas Polda Sumbar, menyampaikan ucapan selamat kepada kedua pimpinan baru Polri tersebut.

“Selamat dan sukses atas dilantiknya Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri. Semoga amanah dalam menjalankan tugas, senantiasa diberikan kekuatan dan kemudahan dalam memimpin Polri, serta mampu menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis dan semakin dekat dengan masyarakat.”

Ucapan tersebut sejalan dengan komitmen Ditlantas Polda Sumbar yang selama ini menekankan pelayanan kepolisian yang humanis, responsif dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Kepemimpinan baru di tingkat Mabes Polri diharapkan dapat terus memperkuat sinergi seluruh jajaran kepolisian, termasuk satuan kewilayahan, dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga keamanan, ketertiban dan keselamatan di seluruh Indonesia.

Dengan dilantiknya Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat, keduanya secara resmi mengemban amanah baru untuk memimpin Polri dan menjalankan tugas sesuai sumpah jabatan, peraturan perundang-undangan, serta nilai-nilai Tribrata. 

Keluarga Besar Ditlantas Polda Sumbar mengucapkan:

“SELAMAT & SUKSES ATAS DILANTIKNYA JENDERAL POLISI SUYUDI ARIO SETO SEBAGAI KAPOLRI DAN KOMJEN POL. WAHYU HADININGRAT SEBAGAI WAKAPOLRI. SEMOGA SENANTIASA AMANAH, BERINTEGRITAS DAN SUKSES DALAM MENGEMBAN TUGAS DEMI POLRI YANG PRESISI DAN MASYARAKAT INDONESIA.”


Edtr/Rptr : (RF,tim)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sumatera Barat, jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menyampaikan ucapan sekaligus pesan kepada seluruh masyarakat Sumbar untuk terus menjaga semangat kebersamaan, persatuan dan kemajuan daerah.

Pesan tersebut disampaikan melalui Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. bersama Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Haryanto, S.H., M.H., sebagaimana terlihat dalam materi ucapan HUT Provinsi Sumatera Barat.

Momentum peringatan HUT Sumbar tahun ini mengangkat semangat “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh”, yang menjadi pengingat pentingnya membangun daerah secara bersama-sama dengan mengedepankan persatuan, pelayanan kepada masyarakat dan semangat untuk terus berkembang.

Bagi jajaran Ditlantas Polda Sumbar, kemajuan daerah juga tidak terlepas dari terciptanya keamanan, ketertiban dan keselamatan masyarakat dalam berlalu lintas. Kondisi lalu lintas yang aman dan tertib menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq menyampaikan pesan agar momentum HUT Sumatera Barat tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah.

 “Mari kita jadikan momentum hari jadi Sumatera Barat sebagai semangat untuk terus tumbuh, bergerak maju dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Kemajuan daerah membutuhkan kebersamaan, kepedulian serta peran seluruh elemen masyarakat.”

Menurutnya, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib, termasuk dalam membangun budaya berlalu lintas yang mengutamakan keselamatan.

“Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita mulai dari diri sendiri dengan tertib berlalu lintas, menghargai sesama pengguna jalan dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.

Sementara itu, Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Haryanto menyampaikan bahwa semangat Sumbar Tumbuh dan Sumbar Tangguh perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

 “Sumbar yang tangguh adalah Sumbar yang masyarakatnya saling menjaga, saling menghargai dan bersama-sama menciptakan suasana yang aman serta nyaman. Dari hal-hal sederhana itulah kekuatan sebuah daerah dibangun.”

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dalam berlalu lintas, terutama dengan mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Mari kita bangun budaya tertib berlalu lintas sejak dari diri sendiri dan keluarga. Karena satu sikap disiplin di jalan dapat menyelamatkan diri sendiri sekaligus orang lain.”

Peringatan HUT Provinsi Sumatera Barat juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan nyaman.


Ditlantas Polda Sumbar terus memiliki peran dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sumatera Barat. Upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan penegakan aturan, tetapi juga edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat.


Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang ingin dibangun melalui tema “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh”—bahwa kemajuan Sumatera Barat membutuhkan masyarakat yang disiplin, peduli dan mampu bergerak bersama.

“Selamat Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat. Semoga Sumatera Barat terus tumbuh, semakin tangguh, masyarakatnya semakin sejahtera, dan kebersamaan antara pemerintah, aparat serta masyarakat semakin kuat,” menjadi pesan penutup dalam ucapan tersebut.

Dengan semangat kebersamaan itu, HUT Sumatera Barat diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah yang aman, tertib, maju dan berdaya saing.


Edtr/Rptr : (RF,tim)



REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat tahun 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan pembangunan daerah sekaligus merumuskan langkah menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Momentum tersebut ditandai dengan Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Barat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Sumatera Barat yang digelar di Padang, Kamis (1/10/2026).

Rapat paripurna berlangsung dengan dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat penting, di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Dr. H. Bima Arya Sugiarto, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, serta Presiden Senat Malaysia periode 2020–2023, Tan Sri Dato’ Seri Panglima Dr. Rais Yatim, yang mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting.

Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Barat, anggota DPR dan DPD RI daerah pemilihan Sumatera Barat, pimpinan dan anggota DPRD Sumbar, Sekretaris Daerah Sumbar, para bupati dan wali kota se-Sumatera Barat, pimpinan instansi vertikal, BUMN dan BUMD, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, serta tokoh masyarakat.

Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi dalam pidatonya mengatakan, usia 81 tahun tidak semata-mata menjadi angka dalam perjalanan sejarah Sumatera Barat.

Menurutnya, Hari Jadi Sumbar merupakan momentum untuk melihat kembali perjalanan daerah, mengevaluasi capaian pembangunan, mengidentifikasi tantangan yang masih dihadapi, sekaligus mempersiapkan fondasi yang lebih kuat bagi generasi mendatang.

Perjalanan panjang Sumatera Barat, kata Muhidi, tidak terlepas dari berbagai ujian. Masyarakat Sumbar telah menghadapi sejumlah peristiwa besar, mulai dari gempa bumi 2009, pandemi Covid-19, hingga berbagai bencana hidrometeorologi.

Berbagai pengalaman tersebut dinilai menjadi pelajaran penting agar pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi perubahan dan risiko bencana.

Dalam pidatonya, Muhidi turut menyampaikan sejumlah indikator pembangunan yang menggambarkan kondisi Sumatera Barat.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Barat tercatat mencapai 77,27. Sementara tingkat kemiskinan pada Maret 2026 berada di angka 5,27 persen dan Indeks Gini tercatat sebesar 0,285.

Capaian tersebut menjadi bagian penting dalam mengevaluasi pembangunan sekaligus menjadi dasar untuk menentukan kebijakan berikutnya agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.

Muhidi menegaskan pembangunan tidak cukup hanya diukur melalui angka pertumbuhan ekonomi. Peningkatan kualitas manusia, pemerataan kesempatan, penguatan ekonomi masyarakat serta perlindungan kelompok rentan juga harus menjadi perhatian.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap sektor pendidikan dan generasi muda. Menurut Muhidi, perubahan teknologi dan perkembangan ekonomi global menuntut generasi muda memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Karena itu, ruang bagi kreativitas, inovasi dan pengembangan kompetensi perlu terus diperluas.

Hal yang sama berlaku bagi sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). UMKM dinilai memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Penguatan UMKM, menurutnya, membutuhkan dukungan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan pengetahuan dan keterampilan, pemanfaatan teknologi, akses pembiayaan, perluasan pasar, digitalisasi hingga pendampingan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga dapat berkembang dan naik kelas.

Selain pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia, aspek kebudayaan juga menjadi perhatian dalam peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-81.

Muhidi menekankan pentingnya menjaga identitas dan nilai-nilai budaya Minangkabau di tengah perkembangan teknologi, globalisasi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat.

Nilai Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) disebut sebagai bagian penting dari jati diri masyarakat Sumatera Barat yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menurutnya, kemajuan daerah harus tetap berjalan seiring dengan penguatan karakter, nilai budaya dan kehidupan sosial masyarakat.

Sebagai daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana, Sumatera Barat juga menghadapi tantangan besar dalam membangun ketangguhan daerah.

Ancaman gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, longsor dan banjir membutuhkan kebijakan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memperhitungkan aspek keselamatan masyarakat.

Karena itu, mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat dinilai harus menjadi bagian integral dari perencanaan pembangunan.

Pengalaman menghadapi berbagai bencana sebelumnya, kata Muhidi, harus menjadi pembelajaran untuk memperkuat sistem peringatan dini, kesiapsiagaan masyarakat, kapasitas pemerintah serta pembangunan infrastruktur yang lebih adaptif terhadap risiko bencana.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi ke-81 Sumatera Barat bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

Momentum tersebut, menurut Mahyeldi, merupakan kesempatan untuk mengenang perjalanan sejarah daerah, menghargai jasa para pendahulu, mensyukuri berbagai capaian pembangunan, sekaligus melakukan refleksi terhadap persoalan yang masih harus diselesaikan.

Mahyeldi juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan Sumatera Barat. IPM Sumbar pada 2025 tercatat sebesar 77,27, sedangkan tingkat kemiskinan pada Maret 2026 berada di angka 5,27 persen.

Di sisi ekonomi, perekonomian Sumatera Barat pada Triwulan II 2026 tumbuh sebesar 4,54 persen secara tahunan.

Meski menunjukkan capaian positif, Mahyeldi menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan peningkatan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan riil masyarakat dan pemerataan kesejahteraan.

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak berhenti pada pencapaian indikator makro, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat.

Dalam momentum Hari Jadi ke-81, Mahyeldi menegaskan pesan “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh” sebagai semangat pembangunan Sumatera Barat ke depan.

Sumbar Tumbuh dimaknai sebagai komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat perekonomian daerah dan membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk berkembang.

Sementara Sumbar Tangguh menggambarkan kemampuan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan, bangkit dari kesulitan serta memperkuat fondasi sosial, budaya dan tata kelola pemerintahan.

Kedua semangat tersebut dinilai harus berjalan beriringan. Pertumbuhan tanpa ketangguhan akan membuat pembangunan rentan terhadap krisis, sementara ketangguhan tanpa pertumbuhan dapat membatasi ruang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baik DPRD maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen daerah dalam menjawab tantangan pembangunan.

Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi dengan DPRD, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, serta masyarakat Minang di perantauan menjadi bagian penting dalam mempercepat pembangunan.

Semangat kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat berbagai sektor, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan ekonomi, penguatan UMKM, pelestarian budaya, pembangunan infrastruktur hingga mitigasi bencana.

Peringatan Hari Jadi ke-81 Sumatera Barat akhirnya tidak hanya menjadi refleksi atas perjalanan delapan dekade lebih, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama terhadap masa depan daerah.

Dengan semangat “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh”, pembangunan Sumatera Barat diarahkan agar tidak hanya menghasilkan pertumbuhan, tetapi juga menciptakan masyarakat yang semakin sejahtera, berdaya saing, berbudaya dan memiliki ketangguhan menghadapi berbagai tantangan.

Momentum Hari Jadi ke-81 pun menjadi pengingat bahwa kemajuan Sumatera Barat merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat dan perantau menjadi salah satu fondasi penting untuk membawa Sumatera Barat menuju masa depan yang lebih maju, sejahtera dan tangguh. (Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kota Padang di Lapangan Upacara Balai Kota Padang, Aie Pacah, Kamis (1/10/2026).

Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti unsur Forkopimda, jajaran ASN, TNI-Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir.

Dalam amanatnya, Maigus Nasir mengatakan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan momentum penting untuk mengenang peristiwa pengkhianatan terhadap bangsa yang terjadi pada 30 September 1965 serta menghormati jasa para Pahlawan Revolusi yang gugur demi mempertahankan ideologi negara.

Menurutnya, semangat perjuangan para pahlawan harus menjadi inspirasi bagi generasi masa kini untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya menjadi pengingat sejarah bangsa, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman," ujar Maigus Nasir.

Ia menegaskan bahwa persatuan merupakan modal utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat dan arus globalisasi yang terus berkembang.

Menurut Maigus, kemajuan teknologi membawa banyak manfaat bagi masyarakat, namun di sisi lain juga dapat memunculkan berbagai tantangan, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta informasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media digital serta menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap dan berinteraksi di ruang publik maupun media sosial.

"Kita harus memperkuat semangat gotong royong, toleransi, dan persaudaraan. Nilai-nilai inilah yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia sehingga tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan," katanya.

Maigus juga mengajak generasi muda untuk memahami sejarah bangsa dan meneladani semangat perjuangan para pendiri bangsa dalam menjaga kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Kota Padang berlangsung dengan penuh khidmat melalui rangkaian pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, ikrar, serta doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang demi tegaknya Pancasila sebagai dasar negara.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat kembali mencatatkan capaian positif dalam evaluasi kinerja pemerintahan. DKP Sumbar berhasil mempertahankan Predikat A dengan kategori “Memuaskan” dalam Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2026.

Capaian tersebut sekaligus memperpanjang konsistensi DKP Sumbar dalam mempertahankan Predikat A selama tiga tahun berturut-turut. Prestasi ini menjadi salah satu indikator bahwa pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan DKP Sumbar terus diarahkan pada prinsip akuntabilitas, efektivitas, serta pencapaian hasil yang dapat dirasakan masyarakat.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah kepada Kepala DKP Sumbar Syefdinon, bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah lainnya yang juga berhasil meraih Predikat A.

Penyerahan penghargaan berlangsung dalam rangkaian Rapat Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah yang digelar di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mahyeldi menekankan bahwa capaian SAKIP tidak semata-mata berkaitan dengan pemenuhan aspek administratif pemerintahan. Menurutnya, predikat yang diperoleh perangkat daerah harus mencerminkan adanya proses perencanaan, pelaksanaan, pengukuran, serta evaluasi kinerja yang dilakukan secara terukur dan berkesinambungan.

“OPD yang telah berhasil meraih predikat A harus mampu mempertahankannya. Sementara bagi yang belum, ini harus menjadi motivasi agar ke depan kualitas kinerjanya menjadi lebih baik,” tegas Mahyeldi.

Ia juga mendorong seluruh organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menjadikan hasil evaluasi SAKIP sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Bagi DKP Sumbar, keberhasilan mempertahankan Predikat A selama tiga tahun berturut-turut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus motivasi untuk terus memperkuat kinerja organisasi.

Kepala DKP Sumbar Syefdinon menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut. Ia menilai capaian SAKIP merupakan hasil kerja bersama yang membutuhkan komitmen, koordinasi, dan konsistensi seluruh unsur organisasi.

“Terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja keras dan berkomitmen dalam mempertahankan capaian ini. Predikat A bukanlah akhir, tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan hasil terbaik bagi masyarakat,” ujar Syefdinon.

Menurutnya, capaian tersebut akan menjadi dorongan bagi DKP Sumbar untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program di sektor kelautan dan perikanan. Setiap program dan kegiatan diharapkan tidak hanya memenuhi target administratif, tetapi juga memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Mempertahankan Predikat A selama tiga tahun berturut-turut juga menjadi momentum bagi DKP Sumbar untuk memperkuat sejumlah nilai utama dalam penyelenggaraan pemerintahan, di antaranya integritas, akuntabilitas, profesionalisme, efektivitas, dan orientasi pada hasil.

Evaluasi SAKIP sendiri menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong instansi pemerintah agar mampu mempertanggungjawabkan kinerja dan penggunaan sumber daya secara transparan. Karena itu, capaian Predikat A tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap kinerja perangkat daerah, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk menjaga kualitas penyelenggaraan pemerintahan secara berkelanjutan.

Dengan capaian tersebut, DKP Sumbar berkomitmen menjadikan hasil evaluasi SAKIP 2026 sebagai pijakan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja pada tahun-tahun berikutnya.

Konsistensi mempertahankan Predikat A diharapkan dapat terus dipertahankan seiring dengan tuntutan peningkatan pelayanan dan pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Sumatera Barat.

DKP Sumbar terus berkinerja, akuntabel, profesional, dan berorientasi pada hasil untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Ayu)

 


PADANG – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat turut memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober 2026. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk kembali memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara sekaligus landasan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam momentum tersebut, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., menyampaikan pesan kebangsaan melalui tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk mengingat kembali pentingnya mempertahankan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia.

Bagi jajaran Kepolisian, nilai-nilai Pancasila juga menjadi landasan dalam menjalankan tugas memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Semangat persatuan, keadilan, kemanusiaan serta kepentingan bangsa menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian di tengah masyarakat.

Khususnya di bidang lalu lintas, Ditlantas Polda Sumbar terus berupaya menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan semangat Pancasila yang menempatkan kepentingan masyarakat dan persatuan bangsa sebagai bagian penting dalam kehidupan bernegara.

Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq mengajak seluruh personel Ditlantas Polda Sumbar untuk menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar seremoni, tetapi sebagai momentum untuk memperkuat integritas, kedisiplinan, loyalitas dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Nilai-nilai Pancasila harus terus kita implementasikan dalam pelaksanaan tugas dan kehidupan sehari-hari. Dengan semangat persatuan dan gotong royong, kita bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam momentum tersebut.

Sementara itu, AKBP Yudho Huntoro turut mengajak seluruh personel untuk menjaga semangat kebersamaan dan mengedepankan sikap saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat bahwa keberagaman suku, agama, budaya dan latar belakang merupakan bagian dari kekuatan bangsa Indonesia. Persatuan tersebut perlu terus dirawat melalui sikap toleransi, gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.

Ditlantas Polda Sumbar berkomitmen untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam pelaksanaan tugas, khususnya dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Sumatera Barat.

Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026, Ditlantas Polda Sumbar mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur


Edtr:RF


REALITANUSANTARA.COM

​JAKARTA, 1 Oktober 2026 – Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada hari ini, Kamis (1/10/2026), telah resmi menyetujui dan mengesahkan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang baru. Keputusan tersebut diambil secara aklamasi dalam sidang paripurna. Berdasarkan informasi terkini, Komjen Suyudi dijadwalkan akan langsung dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada siang hari ini.

​Pengesahan ini langsung menjadi sorotan utama di kancah politik dan keamanan nasional. Sosok Komjen Suyudi Ario Seto yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), kini bersiap memegang tongkat komando tertinggi di institusi Tribrata menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

​Namun, pergantian pucuk pimpinan Polri yang terkesan cepat ini menyisakan sebuah tanda tanya besar di tengah masyarakat dan para pengamat politik. 

Pertanyaan publik saat ini adalah: Mengapa pergantian Kapolri dilakukan sekarang, padahal Jenderal Listyo Sigit masih memiliki waktu 2 tahun lagi untuk menjabat hingga masa pensiunnya?

​Keputusan ini tentu memicu dinamika baru. Publik kini menantikan langkah strategis apa yang akan dibawa oleh Komjen Suyudi untuk institusi Polri ke depan, serta menantikan penjelasan lebih mendalam terkait alasan dan urgensi dari pergantian tongkat estafet Kapolri ini.

  1. ​Paripurna DPR Ketuk Palu: Media nasional seperti CNN Indonesia, DetikNews, dan Tempo secara serempak memberitakan bahwa Ketua DPR telah mengetuk palu tanda pengesahan Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru pada pukul 10.17 WIB. Komisi III DPR RI sebelumnya telah menyetujui Suyudi secara aklamasi setelah menggelar uji kelayakan (fit and proper test).
  2. ​Dilantik Bersamaan dengan Reshuffle Kabinet: Pelantikan Komjen Suyudi sebagai Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto rencananya akan dilangsungkan pada siang/sore ini. Kabar yang beredar kuat menyebutkan bahwa pelantikan ini akan dibarengi dengan agenda reshuffle Kabinet Merah Putih.
  3. ​Rekam Jejak Komjen Suyudi: Komjen Suyudi dinilai memiliki rekam jejak yang mumpuni. Sebelum ditunjuk sebagai calon Kapolri, ia merupakan Kepala BNN (sejak Agustus 2025) dan pernah menjabat sebagai Kapolda Banten serta Wakapolda Metro Jaya.
  4. ​Aktivitas Terakhir Jenderal Listyo Sigit: Menariknya, di tengah ramainya isu pergantian pada pagi hari tadi, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dilaporkan masih tampak mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya.
Rptr: RF,tim-jkt

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat menggelar rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Sumatera Barat, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan tersebut diisi dengan jalan sehat, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pengundian doorprize bagi peserta.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memeriahkan hari jadi Provinsi Sumatera Barat dengan menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki nilai sosial, kesehatan, dan kebersamaan.

Jalan sehat menjadi salah satu kegiatan utama yang melibatkan unsur pimpinan dan anggota DPRD, aparatur, mitra kerja, serta peserta dari berbagai unsur. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran tubuh, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum mempererat hubungan dan silaturahmi antarpemangku kepentingan di lingkungan pemerintahan daerah.

Suasana kebersamaan semakin terasa karena peserta mengikuti kegiatan secara bersama-sama. Aktivitas jalan sehat sekaligus menjadi ruang interaksi yang lebih santai di luar kegiatan kedinasan dan agenda kelembagaan DPRD.

Selain jalan sehat, DPRD Sumatera Barat juga menggelar aksi donor darah. Kegiatan kemanusiaan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Sumatera Barat.

Donor darah diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengajak lebih banyak masyarakat membangun kepedulian dan semangat berbagi melalui aksi kemanusiaan.

Agenda lainnya berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta. Pemeriksaan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat dan peserta kegiatan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara lebih dini.

Deteksi dini dinilai penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Dengan mengetahui kondisi kesehatan secara berkala, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat serta melakukan pemeriksaan apabila terdapat indikasi gangguan kesehatan.

Tidak hanya kegiatan olahraga dan sosial, kemeriahan rangkaian kegiatan juga diwarnai dengan pengundian doorprize. Pengundian hadiah tersebut menjadi salah satu kegiatan yang dinantikan peserta sekaligus menambah suasana semarak dalam peringatan HUT ke-81 Provinsi Sumatera Barat.

Rangkaian kegiatan yang digelar DPRD Sumatera Barat tersebut memperlihatkan bahwa momentum hari jadi daerah dapat dikemas melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat dan memberikan manfaat secara langsung.

Peringatan HUT ke-81 Sumatera Barat juga menjadi momentum refleksi terhadap perjalanan pembangunan daerah. Berbagai capaian yang telah diraih menjadi bagian dari perjalanan panjang Sumatera Barat, sekaligus menjadi pijakan untuk menghadapi tantangan pembangunan pada masa mendatang.

Melalui kegiatan olahraga, pelayanan kesehatan, aksi sosial, dan kegiatan kebersamaan, DPRD Sumatera Barat turut mengambil bagian dalam memeriahkan hari jadi provinsi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan kedekatan antara lembaga legislatif dengan masyarakat. Semangat kebersamaan dinilai penting dalam mendukung pembangunan daerah yang membutuhkan keterlibatan berbagai unsur.

Dengan mengusung kegiatan yang bersifat partisipatif, peringatan HUT ke-81 Provinsi Sumatera Barat tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial, kesadaran kesehatan, serta semangat gotong royong.

Rangkaian kegiatan DPRD Sumatera Barat pada Rabu (30/9/2026) diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menyambut hari jadi Provinsi Sumatera Barat sekaligus melanjutkan pembangunan menuju daerah yang semakin maju dan sejahtera.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Pembersihan kanal intake menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kelancaran proses pengambilan air baku serta mendukung keberlangsungan produksi dan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Kanal intake merupakan fasilitas yang berperan dalam mengalirkan air baku menuju sistem pengambilan air sebelum selanjutnya menjalani tahapan pengolahan. Karena menjadi bagian awal dari rangkaian sistem penyediaan air bersih, kondisi kanal perlu dipastikan tetap berfungsi secara optimal.

Pembersihan kanal dilakukan secara berkala sebagai langkah pemeliharaan untuk menjaga aliran air baku tetap lancar. Kegiatan tersebut juga bertujuan mengurangi berbagai material yang terbawa aliran dan berpotensi menghambat proses pengambilan air.

Material seperti lumpur, pasir, sampah, maupun endapan lainnya dapat terakumulasi di dalam kanal apabila tidak dilakukan pemeliharaan secara rutin. Penumpukan material tersebut berpotensi mempersempit ruang aliran dan mengurangi kelancaran air baku menuju fasilitas intake.

Karena itu, kegiatan pembersihan kanal tidak hanya berkaitan dengan aspek kebersihan fasilitas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan sistem penyediaan air bersih.

Sedikitnya terdapat sejumlah manfaat utama dari kegiatan pembersihan kanal intake.

Pertama, pembersihan dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran air baku menuju fasilitas intake. Aliran yang lancar diperlukan agar kebutuhan air baku untuk proses produksi dapat terpenuhi secara optimal.

Kedua, kegiatan tersebut membantu mengurangi penumpukan lumpur, pasir, sampah, dan material lain yang terbawa oleh aliran air. Pengendalian material tersebut penting untuk menjaga kondisi kanal dan fasilitas pengambilan air.

Ketiga, pembersihan kanal dilakukan untuk mencegah terjadinya penyumbatan yang dapat mengganggu proses pengambilan air baku. Gangguan pada bagian intake dapat berdampak terhadap kelancaran tahapan pengolahan air berikutnya.

Keempat, kondisi kanal yang terpelihara turut mendukung proses pengolahan air agar dapat berlangsung secara lebih optimal. Ketersediaan air baku yang memadai dan aliran yang lancar menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan proses produksi.

Kelima, pemeliharaan secara berkala dapat membantu menjaga keandalan fasilitas intake sekaligus mengurangi potensi gangguan operasional. Dengan pemeliharaan yang dilakukan secara terencana, berbagai potensi gangguan dapat diantisipasi lebih awal.

Dalam konteks pelayanan publik, kegiatan pemeliharaan fasilitas air baku memiliki arti strategis. Sistem penyediaan air bersih tidak hanya bergantung pada instalasi pengolahan, tetapi juga pada kondisi seluruh infrastruktur yang mendukung proses tersebut, mulai dari sumber air baku, kanal intake, fasilitas pengambilan, instalasi pengolahan hingga jaringan distribusi kepada pelanggan.

Oleh sebab itu, pembersihan kanal intake merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan pelayanan kepada masyarakat. Pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat membantu memastikan sistem penyediaan air bersih tetap berjalan dengan baik.

Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan juga dapat menimbulkan aktivitas teknis di sekitar fasilitas intake. Untuk itu, dukungan dan pengertian pelanggan menjadi bagian penting selama proses pekerjaan berlangsung.

Pemeliharaan infrastruktur tersebut pada akhirnya diarahkan untuk menjaga kualitas dan keandalan pelayanan air bersih. Langkah preventif melalui pembersihan kanal diharapkan mampu meminimalkan risiko gangguan sekaligus memperpanjang keandalan fasilitas yang digunakan dalam proses penyediaan air.

Dengan pemeliharaan yang dilakukan secara berkala dan terencana, pengelola sistem air bersih dapat menjaga kondisi fasilitas tetap optimal sekaligus mendukung pelayanan yang berkesinambungan bagi pelanggan.

Pembersihan kanal intake, dengan demikian, bukan sekadar pekerjaan rutin, melainkan bagian integral dari pengelolaan infrastruktur air bersih. Upaya tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen untuk menjaga kelancaran proses produksi dan memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat terus berlangsung secara optimal.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan melakukan kunjungan kerja ke Perumda Air Minum Kota Padang, Selasa (28/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan bertukar pengalaman terkait pengelolaan perusahaan daerah, khususnya dalam penyediaan layanan air minum bagi masyarakat.

Rombongan DPRD Kabupaten Pesisir Selatan diterima jajaran manajemen Perumda Air Minum Kota Padang yang dipimpin Direktur Utama Hendra Pebrizal. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan membahas berbagai aspek pengelolaan perusahaan air minum daerah, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan jaringan distribusi, pengelolaan sumber air baku hingga strategi meningkatkan kinerja perusahaan.

Hendra Pebrizal menyampaikan bahwa kunjungan kerja tersebut menjadi kesempatan penting untuk berbagi pengalaman dan praktik pengelolaan layanan air minum yang selama ini dilakukan Perumda Air Minum Kota Padang.

Menurutnya, pengelolaan perusahaan air minum tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab pelayanan publik. Karena itu, peningkatan kualitas, kontinuitas dan cakupan pelayanan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran Perumda Air Minum Kota Padang juga memaparkan sejumlah langkah pengembangan perusahaan, termasuk upaya memperkuat infrastruktur sistem penyediaan air minum, meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas cakupan layanan kepada masyarakat.

Pertukaran informasi tersebut diharapkan dapat memberikan referensi bagi DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dalam menjalankan fungsi pengawasan dan mendorong peningkatan tata kelola pelayanan air minum di daerah.

Selain aspek teknis, pembahasan juga berkaitan dengan strategi pengelolaan perusahaan daerah agar mampu berjalan secara profesional, efisien dan berkelanjutan. Penguatan tata kelola dinilai penting untuk memastikan perusahaan daerah dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pelayanan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Kunjungan kerja tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dan Perumda Air Minum Kota Padang. Melalui komunikasi dan pertukaran pengalaman antardaerah, diharapkan dapat muncul berbagai gagasan yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah.

Perumda Air Minum Kota Padang sendiri terus melakukan berbagai upaya pengembangan layanan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Peningkatan infrastruktur, optimalisasi sumber air baku dan penguatan pelayanan pelanggan menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam menghadirkan layanan air minum yang semakin baik.

Kegiatan kunjungan kerja DPRD Kabupaten Pesisir Selatan tersebut ditutup dengan komitmen untuk terus memperkuat komunikasi dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan pelayanan publik, khususnya sektor air minum.

Kerja sama dan pertukaran pengalaman antarlembaga daerah diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pelayanan air bersih serta mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di Sumatera Barat.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Perumda Air Minum Kota Padang menunjukkan komitmennya dalam mendukung aksi kemanusiaan melalui kegiatan donor darah yang dilaksanakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Senin (28/9/2026).

Kegiatan donor darah tersebut menjadi bagian dari kepedulian sosial Perumda Air Minum Kota Padang sekaligus bentuk dukungan terhadap ketersediaan stok darah yang dibutuhkan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Perumda Air Minum Kota Padang turut berpartisipasi sebagai pendonor. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan PMI sebagai mitra dalam proses pelayanan dan pelaksanaan donor darah.

Donor darah tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama, tetapi juga menjadi salah satu kontribusi nyata masyarakat maupun lembaga dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan bahwa kegiatan sosial seperti donor darah merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Menurutnya, keberadaan Perumda Air Minum Kota Padang tidak hanya berkaitan dengan pelayanan penyediaan air minum, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial sebagai bagian dari lingkungan masyarakat.

“Kegiatan donor darah ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat. Semoga darah yang terkumpul dapat membantu warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan kemanusiaan tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya donor darah. Ketersediaan darah di PMI sangat dibutuhkan untuk mendukung pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien yang memerlukan transfusi.

Kerja sama dengan PMI juga menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan donor darah berlangsung sesuai dengan prosedur kesehatan dan standar yang berlaku.

Melalui kegiatan tersebut, Perumda Air Minum Kota Padang berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh di lingkungan perusahaan.

Kegiatan donor darah ini sekaligus memperkuat peran Perumda Air Minum Kota Padang dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan. Kepedulian tersebut diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan publik, tetapi juga melalui berbagai kegiatan kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dengan adanya partisipasi pegawai dan jajaran perusahaan dalam donor darah, Perumda Air Minum Kota Padang turut mendukung upaya PMI dalam menjaga ketersediaan stok darah untuk kebutuhan masyarakat di Kota Padang dan sekitarnya.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong serta kepedulian sosial, sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk berpartisipasi dalam aksi donor darah secara rutin.(Ayu)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.