Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - PT Hayati Pratama Mandiri, Main Dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Sumatera Barat, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 dengan menggelar rangkaian kegiatan yang sarat makna, mulai dari syukuran, penghargaan bagi karyawan senior, aksi sosial, hingga berbagai kompetisi olahraga. Perayaan ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat nilai kebersamaan, loyalitas, serta kepedulian sosial yang telah menjadi bagian dari budaya kerja Hayati selama puluhan tahun.

Puncak peringatan HUT ke-56 berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan di Ruang Serbaguna Hayati, Rabu (1/7/2026). Acara tersebut dihadiri Komisaris PT Hayati Pratama Mandiri Hendry Ali, Chief Operating Officer PT Hayati Pratama Mandiri Hendri Faezal, jajaran manajemen, serta para tamu undangan dari berbagai perusahaan pembiayaan (finance company) yang selama ini menjadi mitra strategis perusahaan.

Momentum perayaan tahun ini tidak hanya menjadi ajang refleksi atas perjalanan panjang perusahaan, tetapi juga bentuk rasa syukur atas pertumbuhan dan kontribusi Hayati dalam mendukung mobilitas masyarakat Sumatera Barat selama lebih dari lima dekade.

Dalam peringatan HUT kali ini, salah satu agenda yang paling menyentuh adalah pemberian apresiasi kepada para karyawan yang telah mengabdikan diri selama lebih dari dua dekade. Sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas dan dedikasi mereka, perusahaan secara resmi melepas 15 orang karyawan untuk menunaikan ibadah umrah.

Prosesi pelepasan berlangsung penuh haru. Para karyawan yang mendapatkan penghargaan tersebut merupakan insan Hayati yang telah bekerja lebih dari 20 tahun dan dinilai telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan perusahaan hingga berada pada posisi saat ini.

Program pemberangkatan umrah ini menjadi simbol komitmen PT Hayati Pratama Mandiri dalam menghargai pengabdian karyawan. Manajemen menilai bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis semata, tetapi juga dari bagaimana perusahaan menghormati dan memberikan apresiasi kepada sumber daya manusia yang menjadi fondasi utama perusahaan.

Selain syukuran dan penghargaan kepada karyawan senior, HUT ke-56 Hayati juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh keluarga besar perusahaan. Tahun ini, manajemen menyiapkan tujuh agenda utama sebagai bagian dari rangkaian perayaan.

Kegiatan tersebut meliputi aksi donor darah, kegiatan sosial berupa pembagian 350 paket sembako kepada masyarakat sekitar lingkungan kantor, turnamen mini soccer, pertandingan badminton, lomba domino, kompetisi e-Football, serta permainan tradisional congklak yang mempertemukan karyawan Main Dealer dengan dealer-dealer Hayati di berbagai wilayah.

Khusus kegiatan sosial berupa donor darah dan pembagian paket sembako dijadwalkan berlangsung pada Kamis (2/7/2026). Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar sekaligus memperkuat semangat berbagi dalam momentum ulang tahun perusahaan.

Sementara itu, berbagai kegiatan olahraga dan kompetisi internal dirancang untuk mempererat hubungan antarkaryawan serta membangun budaya kerja yang sehat dan produktif. Melalui kompetisi ini, perusahaan ingin menumbuhkan semangat sportivitas, kerja sama tim, kolaborasi, dan rasa memiliki yang semakin kuat terhadap perusahaan.

Komisaris PT Hayati Pratama Mandiri Hendry Ali mengatakan, usia ke-56 merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan sekaligus pencapaian yang patut disyukuri. Menurutnya, keberhasilan perusahaan hingga saat ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh karyawan, dukungan para mitra bisnis, serta kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh dari waktu ke waktu.

“Hari ulang tahun ke-56 ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia perusahaan, tetapi menjadi momentum untuk mensyukuri setiap perjalanan yang telah kita lalui bersama. Keberhasilan Hayati selama ini lahir dari kerja keras, loyalitas, dan kebersamaan seluruh insan Hayati serta dukungan para mitra yang selalu berjalan bersama kami,” ujar Hendry Ali.

Ia menambahkan, pemberangkatan umrah bagi karyawan senior merupakan bentuk penghargaan tertinggi perusahaan atas dedikasi yang telah diberikan selama puluhan tahun.

“Pada tahun ini kami ingin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan yang telah mengabdikan dirinya selama lebih dari 20 tahun melalui pemberangkatan umrah. Ini merupakan bentuk terima kasih perusahaan atas dedikasi yang telah diberikan,” katanya.

Hendry juga menegaskan bahwa kegiatan sosial dan olahraga yang digelar sepanjang bulan Juli mencerminkan semangat kebersamaan yang terus dibangun oleh perusahaan.

“Berbagai kegiatan olahraga, donor darah, hingga pembagian sembako menjadi cerminan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang terus kami bangun. Semoga di usia ke-56 ini Hayati semakin maju, semakin dipercaya masyarakat, serta terus memberikan manfaat bagi pelanggan, karyawan, mitra bisnis, dan masyarakat luas,” tuturnya.

Melalui perayaan HUT ke-56 ini, PT Hayati Pratama Mandiri menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh dan berinovasi di tengah dinamika industri otomotif yang semakin kompetitif. Dengan fondasi kebersamaan, loyalitas, dan kepedulian sosial yang kuat, Hayati optimistis mampu terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi pelanggan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Memasuki usia ke-56, Hayati berharap dapat terus menjadi perusahaan yang adaptif terhadap perubahan, mampu menjawab kebutuhan pelanggan, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi dan sosial di Sumatera Barat.

Editor : Ayu

 

REALITANUSANTARA.COM

Padang – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai lingkungan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat saat keluarga besar Ditlantas memberikan kejutan ulang tahun kepada Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Sumbar, AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., yang berulang tahun pada 2 Juli 2026.

Momen sederhana namun penuh makna tersebut diawali dengan pemberian kue ulang tahun oleh perwakilan Bhayangkari dan personel Ditlantas. Kejutan itu disambut dengan senyum haru dari AKBP Yudho Huntoro yang tidak menyangka akan mendapat ucapan dan doa dari seluruh keluarga besar Ditlantas Polda Sumbar.

Dalam kesempatan tersebut, para personel turut menyampaikan doa agar AKBP Yudho Huntoro senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, keselamatan, serta kemudahan dalam mengemban amanah sebagai Wadirlantas Polda Sumbar. Kebersamaan itu menjadi simbol kuatnya solidaritas dan rasa kekeluargaan di lingkungan Ditlantas.

AKBP Yudho Huntoro mengucapkan terima kasih atas perhatian dan doa yang diberikan. Menurutnya, kejutan tersebut menjadi motivasi untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada institusi Polri, masyarakat, bangsa, dan negara.

"Terima kasih kepada seluruh keluarga besar Ditlantas Polda Sumbar atas doa dan perhatian yang diberikan. Semoga kebersamaan dan kekompakan ini terus terjaga sehingga kita dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, pemotongan kue ulang tahun, serta sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan Ditlantas Polda Sumbar.

Perayaan sederhana tersebut menjadi bukti bahwa semangat kekompakan, rasa saling menghargai, dan kepedulian antaranggota merupakan bagian penting dalam membangun organisasi yang solid. Diharapkan, semangat tersebut terus menjadi energi positif dalam mendukung tugas-tugas kepolisian, khususnya di bidang lalu lintas, demi mewujudkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, dan presisi bagi masyarakat Sumatera Barat.


Editor : (RF) 

REALITANUSANTARA.COM

Padang – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat menggelar Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdian Polri kepada bangsa dan negara. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Kapolda Sumbar, Wakapolda Sumbar, Gubernur Sumatera Barat, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar, Ketua LKAAM Sumatera Barat, unsur Forkopimda, para pejabat utama Polda Sumbar, pimpinan instansi vertikal, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Mengusung tema "Polri untuk Masyarakat", peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum memperkuat komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mempererat sinergi dengan seluruh elemen bangsa.

Rangkaian kegiatan syukuran diisi dengan doa bersama, penyerahan piagam penghargaan dari Kapolda Sumbar kepada sejumlah tokoh dan mitra strategis yang dinilai berkontribusi dalam mendukung tugas-tugas kepolisian, serta ramah tamah yang berlangsung penuh keakraban.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar turut hadir mendampingi Kapolda Sumbar bersama jajaran pejabat utama Polda Sumbar. Kehadirannya mencerminkan komitmen Direktorat Lalu Lintas dalam mendukung program-program Polri yang berorientasi pada pelayanan publik, peningkatan keselamatan berlalu lintas, serta penguatan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

Kapolda Sumbar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar peringatan hari jadi institusi, melainkan momentum untuk melakukan refleksi dan memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.

"Polri tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, dan seluruh lapisan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menjaga keamanan serta menciptakan Sumatera Barat yang aman, damai, dan kondusif," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat memberikan apresiasi atas dedikasi Polda Sumbar yang selama ini terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan di Ranah Minang.

Melalui semangat Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumbar bersama seluruh jajaran, termasuk Ditlantas Polda Sumbar, berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional, humanis, dan Presisi, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Semangat kebersamaan yang terjalin dalam syukuran ini menjadi simbol kuat bahwa keamanan dan kemajuan Sumatera Barat hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Reporter/editor: (RF)

 

REALITANUSANTARA.COM

Padang – Penampilan atraktif dari Akademi Polisi Cilik (Pocil) dan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) binaan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat sukses memukau para tamu undangan dalam Upacara Pembinaan Tradisi memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Dengan gerakan yang kompak, disiplin tinggi, serta diiringi semangat nasionalisme, para anggota Pocil dan PKS menampilkan atraksi baris-berbaris yang mendapat sambutan meriah dari peserta upacara dan masyarakat yang hadir. Penampilan tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang menambah semarak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di lingkungan Polda Sumbar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Ditlantas Polda Sumbar dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar, menegaskan bahwa pembinaan kepada Pocil dan PKS bukan sekadar latihan baris-berbaris, tetapi juga sebagai wadah pendidikan karakter dan pelopor keselamatan berlalu lintas.

"Melalui pembinaan Pocil dan PKS, kami berharap lahir generasi muda yang disiplin, berintegritas, serta menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi pengingat bahwa Polri terus berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai program pembinaan dan edukasi, khususnya kepada generasi muda sebagai penerus bangsa.

Sesuai dengan semangat kampanye Ditlantas Polda Sumbar, kegiatan ini turut menggaungkan pesan keselamatan berlalu lintas:

"Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan. Keselamatan untuk Kemanusiaan."

Dengan semangat "Polri untuk Masyarakat", Ditlantas Polda Sumbar berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi, edukasi, dan pelayanan terbaik guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Sumatera Barat.

Reporter : (RF)

REALITANUSANTARA.COM

Padang – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026, Kapolsek Padang Selatan, AKP Nirdes Ali, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia serta masyarakat.

Mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat", AKP Nirdes Ali menegaskan bahwa momentum Hari Bhayangkara menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional, humanis, dan berintegritas.

"Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin Presisi, semakin dicintai masyarakat, serta terus menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang aman, damai, dan maju," ujar AKP Nirdes Ali.

Menurutnya, Polsek Padang Selatan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan, mulai dari menjaga keamanan lingkungan, memberikan pelayanan kepolisian yang cepat dan responsif, hingga memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi yang kondusif.

AKP Nirdes Ali juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung tugas-tugas kepolisian dengan menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta bersama-sama menciptakan keamanan yang menjadi tanggung jawab bersama.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini menjadi momentum bagi Polri untuk terus berbenah dan bertransformasi menuju institusi yang semakin modern, profesional, transparan, dan terpercaya, sejalan dengan semangat Polri Presisi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-80. Polri Presisi untuk Negeri yang Aman, Tertib, dan Maju. Terus mengabdi untuk masyarakat, bangsa, dan negara."

Editor : (RF)


REALITANUSANTARA.COM


Sumbar — Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat menggelar upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di lapangan Istana Gubernur Provinsi Sumatera Barat pada Rabu (1/7/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema "Polri untuk Masyarakat", yang menegaskan kembali komitmen kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Dalam amanatnya, Kapolda Sumatera Barat Komjen Pol Gatot Tri Suryanta menyampaikan bahwa momentum Hari Bhayangkara merupakan waktu yang sangat penting bagi seluruh insan kepolisian untuk melakukan refleksi terhadap pelaksanaan tugas yang telah diemban.

"Peringatan ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah dan kebijakan Polri harus senada serta berorientasi pada kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Komjen Pol Gatot Tri Suryanta di hadapan para peserta upacara dan tamu undangan.

Komjen Pol Gatot mengakui bahwa tantangan tugas kepolisian ke depan akan semakin rumit dan dinamis. Mulai dari perkembangan teknologi informasi, maraknya kejahatan siber, peredaran gelap narkotika, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), kejahatan transnasional, hingga potensi bencana alam dan dinamika sosial.

Untuk menghadapi hal tersebut, ia menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri. Keberhasilan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) hanya dapat diwujudkan melalui sinergi yang solid dengan berbagai pihak.

"Kami menyadari tantangan tugas kepolisian semakin kompleks. Oleh karena itu, Polri dituntut untuk terus beradaptasi dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan. Sinergi yang solid bersama TNI, pemerintah daerah, instansi vertikal, lembaga penegak hukum, akademisi, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, insan media, dan seluruh komponen bangsa adalah kunci utama," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Sumbar menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini telah menjadi mitra strategis Polri. Ucapan terima kasih juga dialamatkan kepada seluruh personel Polda Sumbar dan jajaran, serta pengurus Bhayangkari atas loyalitas dan dukungannya.

Di akhir sambutannya, Jenderal bintang tiga tersebut mengajak seluruh jajarannya untuk menjadikan momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini sebagai pemacu semangat dalam memperbaiki diri dan menghindari segala bentuk penyimpangan.

"Mari kita bersama-sama memperkokoh semangat pengabdian, memperkuat sinergi, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Kami memohon doa, dukungan, kritik yang membangun, serta partisipasi aktif dari masyarakat Sumatera Barat. Dengan semangat kebersamaan, kami meyakini Polri akan senantiasa hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, modern, dan terpercaya. Salam presisi!" pungkas Komjen Pol Gatot Tri Suryanta.


REALITANUSANTARA. COM

Padang – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menyampaikan ucapan selamat sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui poster resmi yang menampilkan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidio, S.H., S.I.K., M.H. bersama Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., tersampaikan pesan kuat bertajuk "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat." Tema tersebut mencerminkan semangat pengabdian Polri yang terus berkembang dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan yang profesional, modern, dan humanis kepada masyarakat.

Dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, Ditlantas Polda Sumbar menegaskan bahwa tugas kepolisian bukan hanya menegakkan hukum di jalan raya, tetapi juga membangun budaya tertib berlalu lintas melalui pendekatan edukatif, preventif, dan kolaboratif bersama seluruh elemen masyarakat.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidio, mengajak seluruh masyarakat Sumatera Barat untuk bersama-sama menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas sebagai tanggung jawab bersama.

"Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kepercayaan publik adalah amanah yang harus dijaga dengan kerja nyata, pelayanan yang tulus, serta penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan," ungkapnya.

Sementara itu, Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro menyampaikan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan.

"Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, saling menghormati di jalan, serta menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan. Dengan kebersamaan, kita dapat mewujudkan lalu lintas yang lebih baik bagi Sumatera Barat," ujarnya.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi refleksi perjalanan panjang Polri dalam mengemban tugas negara. Dengan mengusung semangat "Polri untuk Masyarakat", Ditlantas Polda Sumbar berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik, meningkatkan profesionalisme personel, serta mempererat hubungan yang harmonis dengan masyarakat demi terwujudnya Indonesia yang aman, tertib, dan maju.

Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Terus mengabdi dengan hati, melindungi dengan integritas, dan melayani demi masyarakat

Reporter : (RF)

REALITANUSANTARA. COM

Jakarta – Sidang pembacaan putusan terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat berlangsung dalam suasana tegang. Sejak awal persidangan, perhatian publik tertuju pada majelis hakim yang membacakan pertimbangan hukum sebelum akhirnya menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada terdakwa dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook.

Persidangan yang menjadi perhatian nasional itu semula berjalan sebagaimana mestinya. Majelis hakim membacakan satu per satu pertimbangan hukum, mulai dari kronologi perkara, analisis alat bukti, hingga alasan yang menjadi dasar putusan. Di ruang sidang, seluruh pihak mengikuti jalannya persidangan dengan serius karena momen tersebut merupakan puncak dari proses hukum yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. 

Namun, di tengah pembacaan putusan, perhatian publik justru teralihkan setelah beredar video yang memperlihatkan salah seorang hakim meninggalkan ruang sidang. Momen itu langsung memicu beragam reaksi dan pertanyaan dari masyarakat.

Banyak yang menilai bahwa dalam sidang sebesar ini, setiap anggota majelis seharusnya tetap berada di tempat hingga seluruh amar putusan selesai dibacakan, kecuali terdapat alasan yang memang dapat dipertanggungjawabkan.

Meski belum ada penjelasan resmi mengenai alasan keluarnya hakim tersebut, kejadian itu memunculkan perdebatan mengenai etika persidangan. Sejumlah kalangan menilai bahwa menjaga kewibawaan pengadilan tidak hanya tercermin dari isi putusan, tetapi juga dari sikap, disiplin, dan profesionalisme majelis hakim selama proses persidangan berlangsung.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan Nadiem terbukti bersalah berdasarkan dakwaan subsider dan menjatuhkan pidana penjara selama 10 tahun, denda Rp1 miliar, serta uang pengganti sebesar Rp809,59 miliar sesuai pertimbangan hukum yang dibacakan di persidangan. Sementara itu, Nadiem menyatakan akan menempuh upaya hukum banding. 

Terlepas dari pro dan kontra terhadap putusan tersebut, satu hal yang kini menjadi sorotan adalah pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan. Dalam perkara yang menyita perhatian masyarakat luas, transparansi dan profesionalisme selama persidangan menjadi bagian yang tidak kalah penting dibandingkan putusan itu sendiri. Tanpa penjelasan yang memadai, ruang spekulasi akan terus terbuka dan berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.

Editor (RF):tm rdksi


REALITANUSANTARA.COM

Sumbar — Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) melalui Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) beserta jajaran Polres di wilayah hukumnya, mencatat capaian signifikan dalam pemberantasan tindak pidana narkotika sepanjang semester pertama tahun 2026.

Dalam kurun waktu enam bulan terhitung sejak 1 Januari hingga 30 Juni 2026, Ditresnarkoba Polda Sumbar dan Jajaran Polres berhasil mengungkap sebanyak 705 kasus narkoba di wilayah hukum Sumatra Barat. Dari jumlah tersebut, aparat kepolisian telah berhasil menyelesaikan sebanyak 615 kasus yang statusnya kini sudah dinyatakan lengkap atau P21, sementara 90 kasus sisanya masih dalam tahap penyidikan intensif.

Hal itu ditegaskan oleh Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, dalam acara press release yang digelar di Lantai 4 Mapolda Sumbar, Selasa (30/6/2026) siang.

"Sepanjang satu semester ini, ada 705 kasus yang masuk. Pengungkapan ini merupakan komitmen berkelanjutan dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polda Sumbar," ujar Brigjen Pol Solihin di hadapan awak media.

Wakapolda merincikan, dari total seluruh kasus tersebut, Ditresnarkoba Polda Sumbar menangani 128 kasus dengan penyelesaian 107 kasus. Sementara itu, 19 Polres jajaran di bawah wilayah hukum Polda Sumbar total menangani 577 kasus dan berhasil merampungkan 508 kasus di antaranya.

Dari ratusan kasus yang diungkap, Polda Sumbar beserta jajaran menyita total barang bukti yang sangat fantastis, yakni seberat 586.035,71 gram (sekitar 586,3 kilogram) ganja, 41.660,68 gram (41,66 kilogram) sabu-sabu, serta 593 butir pil ekstasi.

Secara rinci, untuk barang bukti ganja, tingkat Polda menyita 446.799,97 gram, sedangkan jajaran Polres menyita 139.235,74 gram. Untuk sabu-sabu, sebanyak 30.118,09 gram disita oleh tingkat Polda dan 11.542,59 gram oleh jajaran kewilayahan. Sementara untuk pil ekstasi, sebanyak 205 butir diamankan dari operasi Polda dan 388 butir dari jajaran Polres.

Brigjen Pol Solihin menyoroti adanya lonjakan tren peredaran narkoba yang sangat tajam di Sumatra Barat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 (year-on-year).

"Ini menjadi alarm keras bagi kita semua. Jika melihat perbandingan dengan Januari–Juni 2025, barang bukti ganja naik dari 309,17 kg menjadi 586,3 kg. Lonjakan lebih drastis terjadi pada sabu-sabu, yang melompat dari 7,13 kg pada tahun lalu menjadi 41,66 kg di tahun 2026 ini. Kita tidak boleh menganggap remeh situasi ini," tegasnya didampingi Dirresnarkoba Polda Sumbar.

Di sisi lain, komoditas pil ekstasi mencatatkan sedikit penurunan dari 641 butir pada paruh pertama tahun lalu menjadi 593 butir pada tahun ini. Meski demikian, kepolisian menegaskan tetap meningkatkan kewaspadaan penuh.

Guna memberikan efek jera, para tersangka yang terlibat dalam jaringan peredaran barang haram ini dijerat dengan pasal berlapis yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang dikombinasikan dengan UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Bagi para pengedar atau perantara jual beli narkotika golongan I yang memiliki barang bukti berupa tanaman di atas 2 kilogram atau bukan tanaman di atas 5 gram, petugas menerapkan Pasal 114 ayat (2) dengan ancaman maksimal pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Sementara itu, untuk kepemilikan dan penguasaan narkotika golongan I bukan tanaman dengan berat melebihi 5 gram, pelaku diancam dengan Pasal 609 ayat (2) huruf a UU No. 1 Tahun 2023 Jo UU No. 1 Tahun 2026, dengan sanksi pidana penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.

Di akhir keterangannya, Jenderal Bintang Satu tersebut menyatakan bahwa Polda Sumbar menerapkan prinsip zero tolerance atau tidak ada ruang kompromi sedikit pun bagi para pelaku jaringan narkoba. Pihaknya juga berjanji akan segera melakukan pemusnahan barang bukti secara terbuka setelah mendapatkan ketetapan dari pihak pengadilan.

"Kami dari Polda Sumbar berkomitmen untuk selalu terbuka dan transparan. Kami minta rekan-rekan media dan masyarakat untuk terus memantau, mengoreksi, dan membantu kami. Jika ada informasi mengenai peredaran narkoba segera laporkan. Mari bersama-sama kita bersihkan Sumatra Barat dari ancaman narkoba," pungkas Wakapolda sebelum membuka sesi tanya jawab dengan jurnalis.


REALITANUSANTARA. COM

Padang – Polda Sumatera Barat menyampaikan ucapan selamat atas kenaikan pangkat Komjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) atau perwira tinggi Polri berpangkat bintang tiga.

Ucapan tersebut disampaikan melalui media publikasi resmi Polda Sumbar yang menampilkan sosok Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta dengan latar ikon budaya Sumatera Barat, sebagai simbol kedekatan Polri dengan masyarakat serta semangat membangun daerah.

Dalam publikasi itu, Polda Sumbar turut menyampaikan doa agar Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam mengemban amanah baru, serta terus sukses mengabdi kepada bangsa dan negara.

Selain ucapan selamat, publikasi tersebut juga mengangkat nilai-nilai utama yang menjadi landasan pengabdian Polri kepada masyarakat, yaitu:

Profesional, dengan menjunjung tinggi integritas dan kompetensi dalam setiap pelaksanaan tugas.

Humanis, hadir dengan hati, melayani dengan empati, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Modern, terus berinovasi dan beradaptasi menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Terpercaya, membangun kepercayaan publik, menjaga keamanan, serta menjadi sahabat masyarakat Sumatera Barat.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat Transformasi Menuju Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan publik yang Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.

Melalui momentum kenaikan pangkat ini, diharapkan Komjen Pol. Dr. Gatot Tri Suryanta dapat terus membawa semangat perubahan, memperkuat profesionalisme institusi, serta meningkatkan kualitas pelayanan Polri demi terwujudnya keamanan, ketertiban, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

"Selamat atas kenaikan pangkat. Semoga amanah baru ini menjadi motivasi untuk terus mengabdi dengan dedikasi, integritas, dan semangat Presisi demi Indonesia yang aman dan maju."

Editor :Rf

REALITANUSANTARA.COM

Padang - Pemerintah Kota Padang bersama DPRD Kota Padang resmi menandatangani nota kesepakatan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Penandatanganan dilakukan oleh Fadly Amran bersama Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye dan Osman Ayub, di Ruang Sidang DPRD Kota Padang, Sabtu (27/6/2026).

Penandatanganan tersebut menjadi tahapan penting dalam proses penyusunan perubahan anggaran daerah, sekaligus menandai tercapainya kesepahaman antara eksekutif dan legislatif terkait arah kebijakan fiskal Kota Padang pada tahun berjalan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa penyusunan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS APBD Tahun Anggaran 2026 telah dilaksanakan sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seluruh tahapan, mulai dari penyusunan hingga pembahasan, telah dijalankan secara sistematis dan melibatkan koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan DPRD.

Menurut Fadly Amran, proses tersebut diawali dengan penyampaian dokumen Perubahan KUA dan PPAS APBD 2026 oleh Pemerintah Kota Padang kepada DPRD pada 15 Juni 2026. Setelah itu, pembahasan dilanjutkan melalui rapat kerja komisi-komisi DPRD bersama organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengkaji kebutuhan, prioritas program, serta penyesuaian terhadap kondisi fiskal daerah.

Selanjutnya, pembahasan lebih mendalam dilakukan oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Dalam forum tersebut, berbagai usulan, masukan, dan penyesuaian terhadap program prioritas daerah dibahas secara komprehensif guna memastikan anggaran yang disusun benar-benar selaras dengan kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Fadly Amran menegaskan bahwa perubahan KUA dan PPAS ini merupakan langkah strategis dalam menyesuaikan arah kebijakan anggaran dengan dinamika kebutuhan pembangunan Kota Padang. Ia berharap, kesepakatan yang telah dicapai dapat menjadi landasan kuat dalam penyusunan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

“Kesepakatan ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan pembangunan daerah secara optimal, memperkuat pelayanan publik, serta mendorong percepatan program-program prioritas Pemerintah Kota Padang,” ujar Fadly Amran.

Dengan ditandatanganinya nota kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS APBD 2026, Pemerintah Kota Padang dan DPRD selanjutnya akan melanjutkan tahapan penyusunan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 untuk kemudian dibahas dan disahkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pemerintah berharap seluruh proses dapat berjalan lancar demi mendukung pembangunan Kota Padang yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang – Momentum Hari Bhayangkara ke-80 dimanfaatkan Komunitas Ojek Online (Ojol) Binaan Ditlantas Polda Sumatera Barat untuk menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada Polri, khususnya Kapolda Sumbar dan jajaran Ditlantas Polda Sumbar, atas sinergi yang selama ini terjalin dengan para pengemudi ojek online.

Kegiatan tersebut menjadi simbol eratnya hubungan antara Ditlantas Polda Sumbar dengan komunitas ojol yang selama ini aktif dilibatkan dalam berbagai program pembinaan, edukasi keselamatan berlalu lintas, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Ucapan yang disampaikan juga menjadi bentuk dukungan terhadap upaya Polri dalam menciptakan keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas di wilayah Sumatera Barat.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar menyampaikan bahwa kemitraan antara Polri dan komunitas ojek online merupakan bagian penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh komunitas ojek online binaan Ditlantas Polda Sumbar atas dukungan dan kebersamaan yang telah terjalin. Semoga sinergi ini terus diperkuat untuk mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan. Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam memberikan pelayanan terbaik."

Ia juga mengajak seluruh pengemudi ojek online untuk terus menjadi pelopor keselamatan di jalan raya dengan selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, serta mengutamakan keselamatan di atas kecepatan.

Sementara itu, perwakilan komunitas ojol menyampaikan harapan agar Polri semakin sukses, semakin profesional, dan terus menjadi pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat.

"Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin sukses, semakin Presisi, semakin dicintai masyarakat, dan selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan bangsa. Untuk Komunitas Ojol Sumbar, tetap solid, kompak, dan Rancak Bana. Bersama Ditlantas Polda Sumbar, mari kita wujudkan budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan untuk kemanusiaan

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.