Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Ancaman polusi udara akibat paparan partikulat halus atau particulate matter (PM2.5) mendapat perhatian dari Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang. Organisasi tersebut menilai persoalan kualitas udara perlu ditempatkan sebagai isu kesehatan masyarakat yang serius, bukan sekadar persoalan lingkungan atau gangguan pernapasan.

Ketua PJKIP Kota Padang, Yuliadi Chandra, mengatakan PM2.5 memiliki ukuran sangat kecil, yakni partikel berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Ukuran tersebut memungkinkan partikulat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan berpotensi memengaruhi organ tubuh melalui mekanisme peradangan serta gangguan sistem kardiovaskular.

Menurut Yuliadi, perhatian terhadap kualitas udara menjadi semakin penting ketika masyarakat menghadapi peningkatan polusi yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk emisi kendaraan, aktivitas industri, pembakaran sampah, serta kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas udara sangat beralasan. Ketika paparan PM2.5 meningkat, masyarakat harus mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi udara dan langkah perlindungan yang perlu dilakukan,” ujar Yuliadi melalui keterangan tertulis kepada media di Padang, Sabtu (12/9/2026).

Yuliadi menjelaskan, dampak paparan PM2.5 tidak terbatas pada keluhan batuk, iritasi mata, tenggorokan, maupun sesak napas. Paparan dalam jangka panjang juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung dan pembuluh darah.

Partikulat halus yang terhirup dapat memicu respons peradangan dan stres oksidatif di dalam tubuh. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi fungsi pembuluh darah, tekanan darah, serta kerja sistem kardiovaskular, terutama pada individu yang memiliki faktor risiko kesehatan tertentu.

Risiko kesehatan dapat menjadi lebih besar apabila seseorang terpapar polusi secara berulang, dalam konsentrasi tinggi, atau dalam waktu yang panjang. Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa kualitas udara merupakan bagian penting dari upaya pencegahan penyakit.

“Polusi udara bukan hanya persoalan batuk atau sesak napas. Dampaknya dapat berkaitan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Ini yang harus menjadi perhatian bersama agar pencegahan dilakukan sejak dini,” katanya.

Lebih lanjut, Yuliadi menilai kelompok rentan harus menjadi prioritas dalam penanganan dampak polusi udara. Kelompok tersebut meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan maupun gangguan kardiovaskular.

Pada saat kualitas udara memburuk, kelompok rentan berpotensi mengalami dampak kesehatan yang lebih besar. Oleh sebab itu, informasi mengenai kondisi udara harus disampaikan secara cepat agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dan mengambil langkah perlindungan yang diperlukan.

Yuliadi mendorong masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada tingkat tidak sehat, khususnya bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Penggunaan perlindungan pernapasan yang sesuai juga perlu dipertimbangkan berdasarkan kondisi polusi dan anjuran otoritas kesehatan.

Namun, ia mengingatkan bahwa perlindungan individu tidak boleh menggantikan tanggung jawab pemerintah dalam mengendalikan sumber pencemaran.

Sebagai organisasi yang bergerak dalam isu keterbukaan informasi publik, PJKIP Kota Padang mendorong pemerintah memastikan data kualitas udara dapat diakses masyarakat secara mudah, cepat, dan berkala.

Yuliadi menyebutkan, masyarakat perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai indeks kualitas udara, konsentrasi PM2.5, penyebab peningkatan polusi, wilayah yang terdampak, serta langkah yang harus dilakukan ketika kondisi udara memburuk.

“Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat berhak mengetahui kondisinya. Berapa indeks kualitas udara, apa penyebabnya, wilayah mana yang terdampak, dan apa yang harus dilakukan masyarakat. Informasi seperti ini harus cepat dan terbuka,” tegasnya.

Ia menilai Pemerintah Kota Padang bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat perlu memperkuat koordinasi dalam pemantauan kualitas udara, edukasi publik, serta penyampaian peringatan dini apabila terjadi peningkatan polusi yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Menurutnya, keterbukaan data bukan hanya berkaitan dengan hak masyarakat untuk memperoleh informasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun kesadaran dan mendorong tindakan pencegahan.

Yuliadi menegaskan, persoalan pencemaran udara tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjaga kualitas lingkungan.

Pemerintah, kata dia, perlu memastikan sistem pemantauan kualitas udara berjalan dengan baik, informasi dipublikasikan secara transparan, serta langkah mitigasi disiapkan apabila terjadi kondisi udara yang tidak sehat.

Di sisi lain, pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan pencemaran juga harus diperkuat. Praktik pembakaran hutan dan lahan secara ilegal, termasuk kegiatan lain yang menghasilkan emisi berlebihan, perlu mendapat perhatian melalui pencegahan, pengawasan, dan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama ketika kondisi udara sedang buruk. Kebiasaan tersebut dinilai dapat menambah beban pencemaran udara dan memperbesar risiko kesehatan di lingkungan sekitar.

Yuliadi menekankan, penanganan polusi udara harus mengutamakan langkah pencegahan, bukan hanya tindakan ketika kualitas udara telah mencapai kondisi kritis.

Ia meminta pemerintah membangun sistem informasi yang responsif, memperkuat edukasi mengenai risiko PM2.5, serta memastikan masyarakat memperoleh panduan perlindungan yang dapat dipahami dan diterapkan.

“Jangan menunggu udara sudah berbahaya baru kita bergerak. Kualitas udara berkaitan langsung dengan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Pemerintah harus hadir dengan data, informasi yang terbuka, mitigasi yang cepat, dan penegakan hukum terhadap sumber pencemaran,” ujarnya.

PJKIP Kota Padang, lanjut Yuliadi, siap ikut mengawal penyebarluasan informasi publik terkait kualitas udara agar masyarakat memperoleh informasi yang benar, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Udara bersih adalah hak masyarakat. Karena itu, perlindungan terhadap kualitas udara harus menjadi tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Catatan redaksional: Judul dan isi telah dibuat lebih bernuansa berita nasional. Untuk publikasi, sebaiknya data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), konsentrasi PM2.5, lokasi pemantauan, dan sumber pencemaran dilengkapi berdasarkan data resmi terbaru agar pemberitaan tidak terkesan menyimpulkan kondisi udara Padang sedang berbahaya tanpa dukungan pengukuran aktual.

By: Ayu Adelfina, s

Building a healthy and harmonious relationship requires more than mutual affection. It depends on a strong foundation of honesty, loyalty, compassion, mutual respect, and a shared commitment to care for and support one another. These values are essential in creating a relationship that is mature, stable, and capable of withstanding the challenges of life.

Trust is one of the most important elements of any meaningful relationship. It does not develop overnight, but grows through openness, consistency, and responsible actions. Honesty, therefore, plays a fundamental role in establishing and maintaining that trust.

Honesty as the Foundation of Trust

Honesty creates a safe space for individuals to express their feelings, expectations, concerns, and personal struggles. Through open communication, misunderstandings can be minimized, while challenges can be addressed before they develop into more serious conflicts.

Honesty is not limited to telling the truth. It also involves the courage to acknowledge mistakes, communicate personal needs respectfully, and avoid concealing matters that could undermine trust. A relationship built on honesty allows both individuals to feel secure, knowing that their connection is based on sincerity rather than deception or manipulation.

However, honesty should always be accompanied by empathy. Openness should never be used as an excuse to hurt, humiliate, or disregard another person's feelings. Healthy honesty requires both truthfulness and responsibility.

Loyalty as an Expression of Commitment

Alongside honesty, loyalty is a meaningful expression of commitment. Loyalty is not simply about remaining together when circumstances are favorable; it also involves consistency, responsibility, and respect during difficult times.

Loyalty can be demonstrated by honoring shared commitments, protecting mutual trust, and refusing to engage in actions that deliberately damage the relationship. It also means being willing to address problems through mature communication rather than avoiding responsibility or justifying harmful behavior.

At the same time, loyalty should never require someone to sacrifice their dignity, personal freedom, or emotional well-being. A healthy commitment must be grounded in equality, respect, and the understanding that every individual deserves to feel safe and valued.

Compassion and Consistent Care

Affection and compassion play an important role in maintaining emotional closeness. Love is not always expressed through grand gestures or romantic words. Often, it is reflected in simple acts of care that are offered sincerely and consistently.

Listening attentively, understanding a partner's circumstances, offering support during difficult moments, and appreciating each other's achievements are meaningful expressions of affection. These actions demonstrate that a relationship is not centered solely on personal interests, but also on the needs and feelings of both individuals.

A healthy relationship does not demand perfection. Instead, it creates room for growth, learning, and self-improvement without making either person feel constantly judged or diminished.

Caring for One Another Without Restricting Freedom

Mutual care and protection are also essential components of a harmonious relationship. However, caring for someone should never be confused with controlling every aspect of their life. A healthy relationship should create a sense of security, not fear or confinement.

To care for and protect one another means offering support during difficult circumstances, respecting personal boundaries, and encouraging decisions that contribute to mutual well-being. It also includes respecting privacy, protecting each other's dignity, and never using personal vulnerabilities as a means of control or emotional harm.

In a mature relationship, care exists alongside independence. Each individual should retain the freedom to grow, maintain healthy social connections, and pursue personal goals while acting responsibly and respecting the relationship.

Mutual Respect in the Face of Differences

Differences of opinion are a natural part of every relationship. Two people may have different backgrounds, habits, perspectives, and expectations. Harmony, therefore, does not mean the absence of conflict; rather, it means having the ability to manage disagreements in a healthy and constructive manner.

Mutual respect is reflected in the willingness to listen without interruption, express opinions without belittling others, and avoid threats or hurtful language. Conflict should become an opportunity to understand different perspectives, not a competition to establish dominance.

Effective communication requires both honesty and self-control. When problems arise, both individuals should strive to discuss them calmly, directly, and with a genuine intention to find solutions. Blame, emotional neglect, and attempts to involve others in escalating a conflict can weaken the trust that has been carefully built.

Strong Relationships Are Defined by Actions

Ultimately, a strong relationship cannot be sustained by promises, affectionate words, or romantic declarations alone. Its true quality is revealed through consistent actions in everyday life.

Honesty practiced with integrity, loyalty maintained through commitment, affection expressed with sincerity, and respect demonstrated mutually can create a relationship built on security and trust. These values become especially important during challenging times, when a person's character is often reflected in how they treat the person closest to them.

A mature relationship is not one without problems, but one in which both individuals are committed to addressing difficulties responsibly. It provides room for dialogue, accountability, personal boundaries, and honest reflection.

For this reason, every relationship must be nurtured continuously through open communication, shared commitment, empathy, and a willingness to keep learning about and appreciating one another. Honesty, loyalty, compassion, mutual care, and respect are not merely ideals; they are principles that must be demonstrated through meaningful and consistent actions.

With these foundations in place, a relationship has a greater opportunity to grow into a healthy, balanced, and trusting partnership—one that offers emotional security while allowing both individuals to flourish.

 

Penulis : Ayu Adelfina, s

Membangun hubungan yang sehat dan harmonis membutuhkan lebih dari sekadar rasa saling menyukai. Kejujuran, kesetiaan, kasih sayang, serta komitmen untuk saling menjaga dan menghargai menjadi fondasi penting dalam menciptakan hubungan yang kuat dan berkelanjutan.

Kejujuran merupakan salah satu unsur utama dalam membangun kepercayaan. Melalui keterbukaan, setiap pihak dapat memahami perasaan, harapan, maupun persoalan yang dihadapi tanpa harus menyembunyikan hal-hal yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Selain kejujuran, kesetiaan juga menjadi bentuk nyata dari komitmen dalam sebuah hubungan. Kesetiaan tidak hanya dimaknai sebagai menjaga kepercayaan ketika keadaan berjalan baik, tetapi juga tetap menunjukkan tanggung jawab dan menghormati pasangan ketika menghadapi berbagai tantangan.

Kasih sayang pun memiliki peran penting dalam menjaga kedekatan emosional. Perhatian sederhana, kepedulian, serta kesediaan untuk mendengarkan dapat menjadi bentuk penghargaan yang memperkuat ikatan antarpasangan.

Hubungan yang sehat juga dibangun melalui sikap saling menjaga dan melindungi. Hal tersebut bukan berarti membatasi kebebasan satu sama lain, melainkan menghadirkan rasa aman, memberikan dukungan, serta menghormati batasan dan keputusan masing-masing.

Di sisi lain, saling menghargai menjadi kunci agar hubungan tidak didominasi oleh sikap egois. Perbedaan pendapat seharusnya diselesaikan melalui komunikasi yang baik, bukan dengan saling merendahkan, mengancam, atau mengabaikan perasaan pasangan.

Pada akhirnya, hubungan yang kokoh tidak hanya ditentukan oleh kata-kata manis, tetapi juga oleh tindakan nyata yang dilakukan secara konsisten. Kejujuran, kesetiaan, kasih sayang, penghargaan, dan perlindungan yang diberikan secara timbal balik akan menciptakan hubungan yang lebih dewasa, sehat, dan penuh kepercayaan.

Karena itu, setiap hubungan perlu dirawat melalui komunikasi terbuka, komitmen bersama, serta kesediaan untuk terus belajar memahami dan menghargai satu sama lain.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang menerima kunjungan delegasi KPJ Healthcare University, Malaysia, di Balai Kota Padang, Jumat (11/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman antara Kota Padang dan institusi pendidikan kesehatan asal Malaysia.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak berbagi wawasan mengenai berbagai isu strategis, khususnya yang berkaitan dengan bidang kesehatan, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat. Pertukaran pengalaman ini diharapkan dapat memperluas perspektif mengenai peran organisasi perempuan dan institusi pendidikan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Selain membahas sektor kesehatan dan pendidikan, TP PKK dan DWP Kota Padang juga memperkenalkan 10 Program Pokok PKK kepada delegasi KPJ Healthcare University. Program tersebut menjadi salah satu landasan gerakan pemberdayaan keluarga melalui berbagai kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, keterampilan, kesehatan, serta ketahanan keluarga.

Pengenalan program tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kontribusi TP PKK dalam mendukung pembangunan daerah, terutama melalui keterlibatan masyarakat dan penguatan peran keluarga sebagai unsur penting dalam pembangunan sosial.

Tidak hanya aspek kelembagaan, kunjungan ini turut diwarnai pengenalan budaya Minangkabau. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada delegasi internasional, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai identitas, nilai-nilai adat, dan kehidupan sosial masyarakat Kota Padang.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih luas mengenai potensi kerja sama antara Kota Padang dan KPJ Healthcare University, khususnya dalam pengembangan pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Kunjungan tersebut juga diharapkan tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi terjalinnya kolaborasi berkelanjutan yang saling menguntungkan antara Pemerintah Kota Padang, organisasi perempuan daerah, dan KPJ Healthcare University Malaysia.

Kerja sama yang terbangun nantinya diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kegiatan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing pihak, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat hubungan antara Kota Padang dan Malaysia.(Ayu)


REALITANUSANTARA. COM

PADANG — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun ke-81 TNI Angkatan Laut yang diperingati pada 10 September 2026.

Ucapan tersebut menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Laut yang selama ini menjalankan tugas menjaga keamanan wilayah laut, mengawal kedaulatan negara, serta memberikan pengabdian bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., turut menyampaikan penghormatan kepada para prajurit matra laut yang terus menjalankan tugas di tengah berbagai tantangan.

“Terima kasih kepada para prajurit matra laut yang tak kenal lelah menerjang ombak demi menjaga pesisir Ibu Pertiwi.”

Menurut Dirlantas Polda Sumbar, semangat pengabdian TNI Angkatan Laut merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketahanan wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan.

Sinergi antara TNI dan Polri juga menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga keamanan masyarakat. Kerja sama tersebut tidak hanya dilakukan dalam menghadapi persoalan keamanan, tetapi juga dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Momentum HUT ke-81 TNI Angkatan Laut diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan, soliditas dan koordinasi antara TNI, Polri serta seluruh elemen masyarakat.


editor/Rptr:RF

REALITANUSANTARA.COM

PADANG  - Sebanyak 312 mahasiswa Universitas Ekasakti (UNES) dan Akademi Akuntansi Indonesia (AAI) Padang dilibatkan sebagai Tim Verifikator Lapangan dalam pelaksanaan Padang Rancak Award Sesi II Tahun 2026.

Pelepasan ratusan mahasiswa tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, Kamis (10/9/2026). Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat gerakan kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.

Dalam pelaksanaan verifikasi, para mahasiswa akan disebar ke 11 kecamatan di Kota Padang. Mereka bertugas melakukan pemantauan dan verifikasi kondisi kebersihan lingkungan di wilayah yang menjadi sasaran penilaian.

Tidak hanya melakukan penilaian, mahasiswa juga diarahkan untuk berperan sebagai agen edukasi di tengah masyarakat. Mereka akan memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi timbulan sampah, serta mendorong masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

Wali Kota Padang Fadly Amran menilai keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut memiliki nilai strategis. Selain membantu pemerintah melakukan verifikasi secara objektif di lapangan, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga.

Menurutnya, persoalan kebersihan kota tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai elemen lainnya agar budaya hidup bersih dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Melalui Padang Rancak Award, Pemko Padang juga berupaya mendorong kompetisi positif antarkawasan dalam menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan. Penilaian diharapkan tidak berhenti pada pencapaian administratif, tetapi mampu melahirkan perubahan perilaku masyarakat.

Fadly menekankan bahwa lingkungan yang bersih merupakan bagian penting dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat. Karena itu, gerakan menjaga kebersihan harus dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, pelaksanaan verifikasi oleh ratusan mahasiswa di 11 kecamatan diharapkan memberikan gambaran faktual mengenai kondisi kebersihan di masing-masing wilayah.

Data dan hasil verifikasi lapangan tersebut selanjutnya menjadi bagian penting dalam proses penilaian Padang Rancak Award Sesi II Tahun 2026.

Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung program pembangunan kota. Mahasiswa tidak hanya ditempatkan sebagai peserta kegiatan, tetapi juga diberi ruang untuk berkontribusi langsung dalam menyelesaikan persoalan lingkungan di masyarakat.

Program tersebut sekaligus diharapkan memperkuat semangat mewujudkan Kota Padang yang ASRI, bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat maupun para pendatang.

Dengan melibatkan generasi muda dalam gerakan kebersihan, Pemko Padang berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat berkembang menjadi budaya bersama. Kebersihan kota pun tidak hanya menjadi indikator penghargaan, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Padang sehari-hari.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Pemberdayaan ekonomi perempuan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Perempuan tidak hanya berperan dalam pengelolaan rumah tangga, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pelaku usaha dan penggerak ekonomi masyarakat.

Karena itu, DPRD Sumatera Barat mendorong agar penguatan ekonomi perempuan tidak berhenti pada kegiatan seremonial maupun program jangka pendek. Dukungan terhadap perempuan perlu diwujudkan melalui kebijakan yang berkelanjutan, penguatan anggaran, peningkatan kapasitas, akses permodalan hingga perluasan pasar bagi produk usaha perempuan.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Sumatera Barat dalam kegiatan peningkatan ekonomi perempuan, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga. Ketika perempuan memiliki kemampuan ekonomi yang lebih kuat, kontribusinya terhadap keluarga juga semakin besar, baik dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun mendukung pengembangan usaha keluarga.

“Bagaimana ibu-ibu bisa mempunyai ekonomi yang bagus, sehingga bisa memberikan kontribusi dalam keluarga. Di balik suami yang hebat, ada wanita yang hebat. Wanita hebat itu salah satunya adalah yang selalu mendoakan suaminya,” ujarnya.

Ia mengatakan, banyak perempuan di Sumatera Barat memiliki potensi untuk mengembangkan usaha, mulai dari sektor kuliner, kerajinan, perdagangan, jasa hingga berbagai usaha berbasis ekonomi kreatif.

Namun, potensi tersebut belum seluruhnya berkembang secara optimal karena masih terdapat sejumlah kendala. Persoalan permodalan, keterbatasan akses pasar, rendahnya literasi keuangan dan digital, serta minimnya pendampingan menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.

Di samping itu, perempuan pelaku usaha juga sering menghadapi tantangan berupa beban peran ganda. Mereka harus membagi waktu antara mengurus keluarga dan menjalankan aktivitas ekonomi.

“Masih banyak perempuan pelaku usaha yang menghadapi hambatan struktural. Mereka memiliki potensi besar, tetapi belum sepenuhnya didukung oleh sistem kebijakan, pembiayaan, pelatihan, dan akses pasar yang memadai,” katanya.

Ketua DPRD Sumbar menegaskan, DPRD memiliki posisi penting untuk memastikan pemberdayaan ekonomi perempuan masuk dalam agenda pembangunan daerah secara nyata.

Menurutnya, terdapat tiga instrumen utama yang dapat digunakan DPRD, yakni fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Melalui fungsi legislasi, DPRD dapat mendorong regulasi daerah yang memberikan ruang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang secara ekonomi. Regulasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan memberikan kemudahan bagi perempuan dalam mengembangkan usaha.

Sementara melalui fungsi anggaran, DPRD dapat memastikan program pemberdayaan perempuan memperoleh dukungan pembiayaan yang memadai dalam APBD.

Dukungan tersebut dapat diarahkan untuk berbagai kebutuhan, seperti pelatihan keterampilan dan kewirausahaan, bantuan peralatan produksi, penguatan akses permodalan, literasi keuangan, literasi digital, hingga fasilitasi promosi dan pemasaran produk.

Menurutnya, program pemberdayaan juga tidak boleh berhenti setelah pelatihan selesai. Perempuan pelaku usaha membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan agar keterampilan yang diperoleh dapat benar-benar diterapkan dan menghasilkan peningkatan pendapatan.

Penguatan koperasi serta kelompok usaha perempuan juga dinilai penting agar para pelaku usaha tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan kelembagaan yang kuat, perempuan dapat memiliki daya tawar lebih baik dalam memperoleh bahan baku, pembiayaan, produksi maupun pemasaran.

Selain modal dan keterampilan, akses pasar menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlanjutan usaha perempuan.

Produk yang dihasilkan pelaku usaha perempuan, menurutnya, harus mendapatkan ruang promosi yang lebih luas, baik melalui pasar lokal maupun platform digital.

Pemanfaatan teknologi digital juga dapat menjadi instrumen penting untuk memperluas jangkauan pemasaran. Karena itu, peningkatan kemampuan perempuan dalam menggunakan teknologi, pemasaran digital, pengelolaan keuangan dan pengembangan merek menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari program pemberdayaan ekonomi.

“Perempuan adalah pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Karena itu, kebijakan yang berpihak kepada perempuan harus diwujudkan dalam regulasi, program, dan anggaran yang nyata,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pemberdayaan ekonomi perempuan pada akhirnya tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah perempuan yang memiliki usaha. Lebih jauh, keberhasilan tersebut harus terlihat dari meningkatnya kapasitas usaha, pendapatan, kemandirian ekonomi, serta kemampuan perempuan menciptakan lapangan pekerjaan.

Ia menilai, peningkatan ekonomi perempuan memiliki efek berantai terhadap kesejahteraan masyarakat.

Perempuan yang memiliki kemandirian ekonomi akan memiliki kemampuan lebih besar dalam membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Kondisi tersebut sekaligus dapat memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga ketika menghadapi tekanan ekonomi.

Dalam konteks pembangunan daerah, semakin banyak perempuan yang mampu mengembangkan usaha secara mandiri juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan kerja dan memperluas basis pelaku UMKM.

Karena itu, pemberdayaan ekonomi perempuan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar program bantuan.

“Peningkatan perekonomian perempuan adalah investasi sosial dan ekonomi bagi masa depan daerah,” pungkasnya.

Dengan dukungan regulasi, anggaran dan pengawasan yang konsisten, pemberdayaan ekonomi perempuan diharapkan mampu menjadi bagian integral dari strategi pembangunan Sumatera Barat. Perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga sebagai pelaku utama yang ikut menciptakan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.(Ayu)


REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Ingin memperjuangkan hak dan tidak diberhentikan sepihak, persatuan Buruh melakukan aksi damai di gedung DPRD Sumbar. 

Dalam orasinya, perwakilan driver Maxim, Darma, menyampaikan keluhan terkait potongan aplikasi saat menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumbar, Kamis (10/9/2026). 

Darma mengatakan pajak aplikasi dan fitur turbo sangat memberatkan pada para driver dengan ekonomi menengah ke bawah.

Sekitar setengah jam berorasi, perwakilan DPRD Sumbar datang menemui massa. Akan tetapi, massa ingin Ketua DPRD Sumbar yang menemui mereka.

Aksi berlanjut dan berhenti saat azan zuhur, setelah itu aksi kemudian berlanjut dan Wakil Ketu DPRD Sumbar, Muhammad Iqra Chissa Putra beserta beberapa perwakilan Komisi II dan Komisi III dan Sekretaris DPRD, turun menemui masaa aksi. 

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Muhammad Iqra Chissa Putra menerima tuntutan dan disambut tepuk tangan oleh para massa. 

Adapaun tuntutan peserta aksi unjuk rasa, untuk lebih menjamin mereka dalam melakukan aktifitas dan tidak memberatkan. 

Berikut 10 tuntutan massa aksi:

1. Wujudkan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan - Pro Buruh.

2. Menjamin Kepastian Kerja, Menghentikan Eksploitasi, Sistem Outsourcing, PKWT, dan Mencegah Penyalahgunaan Pemagangan.

3. Menjamin Hak Upah Buruh Secara Layak & Bermartabat.

4. Menjamin & Melindungi Pekerja Platform, dan Pekerja Terdampak Transisi Iklim.

5. Menjamin Hak Pesangon Buruh, Mencegah PHK Sepihak.

6. Memperkuat Serikat Pekerja, Menjamin Kebebasan Berserikat dan Hak Mogok Kerja.

7. Menjadikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Serta Kesejahteraan Pekerja Sebagai Tujuan Utama Pembangunan.

8. Sanksi dan Penegakan Hukum Bagi Perusahaan Pelanggar Hak-Hak Buruh.

9. Jamin dan Lindungi Buruh Perempuan, Buruh Disabilitas, dan Pekerja Rentan Lainnya.

10. Jalankan Program Upskiling dan Reskilling Buruh Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, wakil ketua DPRD Sumbar M. Iqra Chissa, mengatakan akan meneruskan tuntutan tersebut pada yang berkompeten untuk bisa menjamin kenyamanan para pekerja. 

"Kami akan meneruskan hal ini pada yang berkompeten, sehingga kawan-kawan semua lebih nyaman dalam bekerja dan mendapatkan yang terbaik," ucap Iqra, siamabut gemuruh teriakan senang para peserta aksi. 

Ia juga menambahkan, kewajiban anggota DPRD Sumbar untuk dapat memperjuangkan masyarakatnya, dalam mencari kehidupan yang layak dengan rasa nyaman. 

"Kami akan selalu melakukan hal yang terbaik untuk masyarakat, dalam menjalani pekerjaan dengan rasa nyaman," tambahnya. 

Aksi berakhir hingga pukul 14.20 WIB, massa tampak mulai membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutan dan telah diterima wakil ketua DPRD Sumbar dan beberapa anggota serta Sekwan. 

Pihak kepolisian yang bertugas juga melakukan apel setelah tuntutan diterima dan aksi berakhir. A

 

Penulis : Ayu Adelfina, s

Kecemburuan merupakan salah satu emosi yang dapat muncul dalam sebuah hubungan. Namun, ketika rasa cemburu tidak lagi dikendalikan dengan kedewasaan dan akal sehat, perasaan tersebut berpotensi berubah menjadi sikap posesif, prasangka, bahkan tindakan yang merugikan orang lain.

Kecemburuan yang berlebihan sering kali membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk melihat persoalan secara objektif. Keinginan untuk mempertahankan seseorang yang dianggap sebagai miliknya dapat berkembang menjadi rasa takut kehilangan yang berlebihan, meskipun pada kenyataannya belum tentu ada ancaman terhadap hubungan tersebut.

Dalam kondisi seperti itu, seseorang bisa saja terlalu mengharapkan sesuatu yang belum tentu menjadi hak atau miliknya. Perasaan memiliki yang terlalu kuat kemudian mendorong munculnya berbagai prasangka terhadap orang lain.

Salah satu bentuknya terlihat ketika seorang perempuan menuduh perempuan lain sebagai pihak yang dianggap mengganggu hubungan asmaranya. Tuduhan semacam itu dapat muncul bukan karena adanya fakta yang jelas, melainkan akibat kecemburuan, rasa tidak aman, dan kekhawatiran kehilangan pasangan.

Persoalannya, ketika kecemburuan sudah menguasai pikiran, batas antara menjaga hubungan dan mencampuri kehidupan orang lain dapat menjadi kabur.

Padahal, setiap persoalan semestinya disikapi dengan komunikasi, kepercayaan, serta kemampuan mengendalikan emosi. Cemburu merupakan perasaan yang manusiawi, tetapi cara seseorang mengelola kecemburuan menjadi ukuran penting dalam melihat kedewasaan dirinya.

Lebih jauh, persoalan tersebut pada dasarnya kembali kepada akhlak. Bagaimana seseorang berbicara, menilai orang lain, menyampaikan tuduhan, dan mengambil sikap ketika menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya merupakan cerminan dari karakter.

Akhlak mengajarkan bahwa tidak semua hal yang dicurigai harus langsung dipercaya dan tidak semua prasangka layak disampaikan sebagai sebuah kebenaran.

Karena itu, seseorang perlu membedakan antara fakta dan asumsi. Menuduh orang lain hanya karena rasa takut kehilangan atau karena kecemburuan dapat menimbulkan persoalan baru, terutama apabila tuduhan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas.

Hubungan yang sehat seharusnya dibangun atas dasar saling menghargai, kepercayaan, dan batasan yang wajar. Tidak ada seseorang yang dapat diperlakukan seolah-olah menjadi milik mutlak orang lain.

Pada akhirnya, kecemburuan tidak seharusnya menjadi alasan untuk merendahkan, menuduh, atau memusuhi orang lain. Justru dalam situasi yang memancing emosi, kualitas akhlak seseorang akan terlihat.

Sebab, menjaga perasaan adalah bagian dari kemanusiaan, tetapi menjaga lisan, menghormati orang lain, dan mampu mengendalikan diri merupakan bagian dari akhlak.

Perasaan boleh hadir, rasa takut kehilangan boleh muncul, tetapi cara menyikapinya tetap membutuhkan batas, kebijaksanaan, dan tanggung jawab karena semua yang kita mau belum tentu kita dapat miliki selamanya.

 

Penulis : Ayu Adelfina, s

Konflik antarmanusia tidak selalu berhenti pada dua pihak yang berselisih. Dalam kehidupan sosial, persoalan pribadi terkadang berkembang menjadi konflik yang melibatkan banyak orang ketika salah satu pihak berusaha mengajak lingkungan sekitarnya untuk ikut membenci, menjauhi, bahkan memberikan penilaian negatif terhadap seseorang.

Fenomena tersebut menjadi salah satu persoalan sosial yang patut mendapat perhatian. Ketidaksukaan yang semestinya menjadi urusan pribadi dapat berubah menjadi upaya membangun opini, menyebarkan cerita sepihak, hingga memengaruhi orang lain agar memiliki pandangan yang sama.

Dalam kondisi seperti ini, kebencian seolah membutuhkan “pasukan” agar seseorang merasa lebih kuat dan lebih yakin bahwa dirinya berada di pihak yang benar.

Padahal, perbedaan pendapat maupun konflik personal merupakan bagian dari dinamika kehidupan. Persoalan akan menjadi lebih rumit ketika konflik tersebut tidak diselesaikan secara langsung, tetapi justru disebarkan kepada orang lain melalui narasi yang belum tentu utuh.

Seseorang yang memiliki masalah dengan orang lain pada dasarnya memiliki pilihan untuk menyelesaikannya secara dewasa. Klarifikasi secara langsung, komunikasi terbuka, serta kesediaan mendengar kedua sisi merupakan langkah yang jauh lebih sehat dibandingkan membangun kelompok untuk memusuhi seseorang.

Kebiasaan mencari dukungan orang lain untuk memperkuat kebencian dapat mencerminkan ketidakmampuan menghadapi konflik secara dewasa. Ketika seseorang merasa perlu mengumpulkan dukungan agar orang lain ikut membenci pihak tertentu, persoalan yang awalnya bersifat personal berpotensi berubah menjadi konflik sosial.

Di sisi lain, perilaku tersebut juga dapat menunjukkan adanya kebutuhan terhadap validasi. Dukungan dari banyak orang terkadang membuat seseorang merasa pendapatnya lebih benar, meskipun informasi yang menjadi dasar penilaian belum pernah diperiksa secara objektif.

Masalahnya, orang-orang yang berada di sekitar konflik sering kali hanya menerima informasi dari satu pihak. Jika informasi tersebut langsung dipercaya tanpa melakukan konfirmasi, seseorang dapat dengan mudah terlibat dalam persoalan yang sebenarnya bukan menjadi masalahnya.

Tidak jarang seseorang akhirnya menjauhi atau memusuhi orang lain hanya berdasarkan cerita yang didengarnya dari teman, kerabat, atau lingkungan terdekat.

Bahaya menjadi penyebar informasi sepihak

Di era komunikasi digital, penyebaran opini menjadi jauh lebih mudah. Percakapan pribadi dapat berkembang menjadi pembicaraan kelompok, sementara unggahan di media sosial dapat menjangkau lebih banyak orang dalam waktu singkat.

Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu semakin berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan konflik pribadi.

Cerita yang disampaikan seseorang belum tentu menggambarkan keseluruhan persoalan. Ada kemungkinan informasi yang diterima merupakan interpretasi pribadi, pengalaman sepihak, atau bahkan informasi yang telah berubah setelah disampaikan dari satu orang kepada orang lainnya.

Karena itu, sebelum memberikan penilaian terhadap seseorang, penting untuk membedakan antara fakta, opini, asumsi, dan emosi.

Sikap kritis bukan berarti membela salah satu pihak. Sebaliknya, sikap kritis diperlukan agar seseorang tidak mudah dijadikan bagian dari konflik yang tidak pernah dialaminya secara langsung.

Jangan mudah menjadi “pasukan” konflik orang lain

Masyarakat juga perlu menyadari bahwa tidak semua ajakan untuk membenci harus diikuti. Ketika seseorang datang membawa cerita buruk mengenai orang lain, respons yang paling bijak bukan langsung mengambil posisi, melainkan mendengarkan secara proporsional dan mempertimbangkan kemungkinan adanya sudut pandang lain.

Jika persoalan tersebut tidak berkaitan langsung dengan diri sendiri, menjaga jarak dari konflik merupakan pilihan yang sah dan sehat.

Tidak ikut menyebarkan cerita bukan berarti pengecut. Tidak ikut memusuhi bukan berarti membela pihak yang dianggap salah. Dalam banyak situasi, memilih tetap netral justru merupakan bentuk kedewasaan.

Demikian pula ketika seseorang mengetahui adanya konflik, langkah yang lebih elegan adalah mendorong penyelesaian secara langsung daripada menjadi perantara penyebaran kebencian.

Menghadapi orang yang gemar menghasut tidak harus dilakukan dengan kemarahan. Salah satu cara terbaik adalah tidak memberikan ruang bagi provokasi untuk berkembang.

Pertama, jangan langsung mempercayai informasi yang bersifat sepihak. Kedua, hindari ikut menyebarkan cerita yang belum jelas kebenarannya. Ketiga, apabila persoalan tersebut menyangkut diri sendiri, lakukan klarifikasi secara langsung kepada pihak yang bersangkutan.

Keempat, tetapkan batas dalam hubungan sosial. Jika seseorang terus-menerus berusaha menyeret kita ke dalam konflik pribadi, tidak ada kewajiban untuk mengikuti arah pembicaraan tersebut.

Yang tidak kalah penting, setiap orang perlu melakukan introspeksi. Dalam sebuah konflik, bukan hanya pihak yang menghasut yang perlu bercermin. Orang yang dengan mudah menerima hasutan juga perlu bertanya kepada dirinya sendiri mengapa begitu mudah percaya tanpa melakukan verifikasi.

Pada akhirnya, kedewasaan dalam kehidupan sosial bukan ditentukan oleh seberapa banyak orang yang berhasil berada di pihak kita. Kedewasaan justru terlihat dari kemampuan menyelesaikan masalah tanpa harus menciptakan musuh baru.

Sebab, ketika seseorang membutuhkan banyak orang untuk membenarkan kebenciannya, persoalannya mungkin bukan lagi sekadar tentang siapa yang benar dan siapa yang salah. Bisa jadi, persoalan sebenarnya adalah kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan bahwa kebenciannya layak dibenarkan.

Karena itu, sebelum ikut membenci seseorang berdasarkan cerita orang lain, ada baiknya berhenti sejenak dan bertanya: Apakah kita benar-benar mengetahui persoalannya, atau hanya sedang menjadi bagian dari konflik yang bukan milik kita?

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Pengurus Cabang (PC) 0301 Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (FKPPI) Kota Padang menyiapkan sejumlah kegiatan sosial dan kebersamaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) FKPPI ke-48.

Rangkaian peringatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial organisasi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat solidaritas, mempererat silaturahmi antaranggota, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.

Ketua PC FKPPI Kota Padang, Syarbaini Syarif, mengatakan seluruh anggota dan keluarga besar FKPPI diharapkan dapat berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang telah disiapkan panitia.

Menurutnya, usia ke-48 menjadi momentum penting bagi FKPPI untuk terus memperkokoh persaudaraan dan menjaga soliditas organisasi yang memiliki keterikatan sejarah dengan keluarga besar TNI-Polri.

"Saya mengajak seluruh anggota dan keluarga besar FKPPI Kota Padang untuk bersama-sama hadir dan meramaikan seluruh rangkaian kegiatan HUT FKPPI ke-48. Mari kita rapatkan barisan, kuatkan silaturahmi dan tunjukkan bahwa FKPPI selalu solid," ujar Syarbaini.

Berdasarkan surat undangan Panitia Pelaksana HUT FKPPI ke-48 PC 0301 Kota Padang tertanggal 6 September 2026, rangkaian kegiatan akan dimulai pada Kamis, 10 September 2026.

Kegiatan pertama berupa donor darah yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di Makodim 0312 Padang, Jalan M.H. Thamrin Nomor 5, Kota Padang.

Donor darah menjadi salah satu agenda sosial yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain memperingati hari jadi organisasi, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian keluarga besar FKPPI terhadap kebutuhan kemanusiaan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada Sabtu, 12 September 2026. Anggota dan keluarga besar FKPPI akan mengikuti kegiatan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kuranji yang dijadwalkan mulai pukul 07.30 WIB.

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian HUT FKPPI karena mengandung pesan penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus mengingatkan generasi penerus mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai perjuangan dan kebangsaan.

Sementara itu, puncak peringatan HUT FKPPI ke-48 PC 0301 Kota Padang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 13 September 2026.

Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB di Makodim 0312 Padang dengan agenda senam massal dan jalan sehat. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang berkumpul bagi anggota FKPPI bersama keluarga dalam suasana santai, sehat dan penuh keakraban.

Syarbaini menegaskan bahwa kebersamaan menjadi salah satu kekuatan utama organisasi. Karena itu, peringatan HUT FKPPI tahun ini diharapkan tidak hanya diikuti oleh anggota, tetapi juga melibatkan keluarga besar FKPPI secara luas.

"Mari kita jadikan HUT FKPPI ke-48 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan. Jangan hanya hadir sebagai peserta, tetapi hadir dengan semangat kekeluargaan. Kita ramaikan bersama dan kita rapatkan barisan," tegasnya.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik dan memberikan dampak positif, baik bagi internal organisasi maupun masyarakat.

Selain mempererat hubungan antaranggota, kegiatan sosial dan kebersamaan tersebut dinilai menjadi sarana untuk menjaga eksistensi FKPPI sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai persatuan, kekeluargaan, kepedulian sosial dan semangat pengabdian kepada bangsa.

Dengan rangkaian donor darah, ziarah dan tabur bunga, senam massal serta jalan sehat, HUT FKPPI ke-48 di Kota Padang diharapkan tidak berhenti pada perayaan hari jadi semata.

Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar FKPPI untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kepedulian terhadap sesama, serta meneruskan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI), Pengurus Cabang (PC) FKPPI Kota Padang menggelar kegiatan bakti sosial berupa donor darah, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan sosial tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian FKPPI terhadap masyarakat sekaligus wujud nyata kontribusi organisasi dalam membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ketua PC FKPPI Kota Padang, Syarbaini, mengatakan kegiatan donor darah tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-48 FKPPI, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, setetes darah yang disumbangkan para pendonor dapat memberikan manfaat besar bagi mereka yang sedang menjalani perawatan medis maupun membutuhkan transfusi darah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa peringatan HUT FKPPI tidak hanya dilakukan dengan kegiatan seremonial, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Syarbaini.

Ia menambahkan, bakti sosial donor darah merupakan bentuk komitmen FKPPI Kota Padang untuk terus hadir dan mengambil bagian dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

FKPPI, kata dia, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga semangat pengabdian yang diwariskan para orang tua mereka, khususnya nilai kebersamaan, kepedulian, gotong royong dan pengabdian kepada bangsa serta masyarakat.

“Semangat pengabdian harus terus dilanjutkan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat dan sekaligus mengajak semakin banyak masyarakat untuk peduli terhadap sesama,” katanya.

Syarbaini juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan donor darah tersebut, termasuk para pendonor yang secara sukarela menyumbangkan darahnya.

Ia berharap kegiatan sosial serupa dapat terus dilaksanakan FKPPI Kota Padang secara berkelanjutan, tidak hanya dalam momentum peringatan hari ulang tahun organisasi.

“Kami berharap kepedulian sosial ini dapat terus tumbuh. FKPPI harus menjadi bagian dari masyarakat dan hadir ketika masyarakat membutuhkan,” tuturnya.

Peringatan HUT ke-48 FKPPI di Kota Padang diharapkan tidak sekadar menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi, tetapi juga memperkuat eksistensi FKPPI sebagai organisasi yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.

Melalui kegiatan donor darah tersebut, FKPPI Kota Padang menegaskan komitmennya untuk terus membangun semangat kebersamaan serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.(Ayu)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.