Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Kota Padang yang menurun akibat kabut asap mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria. Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum kembali ke kondisi normal.

Nanda menilai kabut asap tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga harus dipandang sebagai isu kesehatan masyarakat. Paparan udara yang tidak sehat berpotensi mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga, terutama kelompok masyarakat yang lebih rentan.

Menurut Nanda, munculnya kabut asap di Kota Padang diduga berkaitan dengan asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah provinsi tetangga. Kondisi angin dan cuaca dapat membawa partikel asap hingga ke wilayah lain sehingga berdampak terhadap kualitas udara di Sumatera Barat.

“Kita harus melihat kondisi ini sebagai persoalan kesehatan masyarakat. Ketika kualitas udara menurun dan kabut asap semakin terasa, masyarakat harus mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama aktivitas yang tidak terlalu mendesak,” ujar Nanda.

Ia meminta masyarakat tidak mengabaikan kondisi udara yang memburuk. Aktivitas olahraga, kegiatan berkumpul, maupun kegiatan luar ruangan yang tidak bersifat mendesak, menurutnya, sebaiknya dikurangi sementara hingga kondisi udara membaik.

Perhatian khusus juga diminta diberikan kepada anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap perubahan kualitas udara. Kelompok tersebut dinilai perlu mendapat perlindungan lebih karena aktivitas di tengah kondisi udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Selain mengurangi aktivitas luar ruangan, Nanda mengingatkan masyarakat agar menjaga kondisi tubuh selama kabut asap masih terjadi.

Warga diminta mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, memenuhi kebutuhan cairan, serta mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Masyarakat juga diharapkan mengikuti perkembangan informasi mengenai kualitas udara dan imbauan resmi pemerintah.

“Di tengah kondisi seperti ini, menjaga kesehatan sangat penting. Konsumsi makanan bergizi dan sehat, cukup minum, serta istirahat yang cukup. Jangan sampai kondisi udara yang buruk kemudian menimbulkan masalah kesehatan baru,” katanya.

Nanda menilai langkah pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama. Masyarakat memiliki peran dengan mengurangi paparan terhadap udara yang kurang baik, sementara pemerintah perlu memastikan pemantauan kualitas udara dan penyampaian informasi kepada publik berjalan secara berkala.

Untuk menekan mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi paparan terhadap udara yang tidak sehat, Nanda Satria meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempertimbangkan penerapan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) apabila kondisi kualitas udara terus memburuk.

Menurutnya, kebijakan WFH dapat menjadi salah satu langkah mitigasi sementara apabila berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara kondisi sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.

“Kita meminta Pemprov mempertimbangkan WFH bagi pegawai jika kondisi udara memang sudah tidak sehat. Ini bukan soal mengurangi pelayanan publik, tetapi bagian dari upaya melindungi kesehatan pegawai dan masyarakat,” tegasnya.

Ia menekankan penerapan WFH tetap harus mempertimbangkan keberlangsungan pelayanan publik. Pelayanan yang bersifat esensial dan membutuhkan kehadiran langsung harus tetap berjalan dengan pengaturan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Perhatian serupa juga diarahkan kepada sektor pendidikan. Nanda meminta pemerintah dan instansi terkait mempertimbangkan pembelajaran daring apabila kondisi kualitas udara tidak memungkinkan anak-anak beraktivitas secara aman di luar ruangan.

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan kegiatan belajar mengajar selama kabut asap.

“Anak-anak harus menjadi perhatian utama. Jika kondisi udara tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar di sekolah, maka pembelajaran daring dapat menjadi alternatif sementara sampai kualitas udara kembali membaik,” ujarnya.

Nanda menegaskan keputusan terkait pembelajaran daring harus didasarkan pada data pemantauan kualitas udara dan hasil koordinasi antara pemerintah daerah, dinas pendidikan, sekolah, serta instansi teknis terkait.

Ia juga mendorong agar sekolah tidak hanya memperhatikan kegiatan belajar mengajar, tetapi memastikan kondisi lingkungan sekolah tetap aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Pemkab dan Pemko di Sumbar Diminta Ambil Langkah Serupa

Nanda Satria tidak hanya meminta langkah mitigasi dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Ia juga mengimbau pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar yang terdampak kabut asap agar mengambil langkah serupa sesuai kondisi di masing-masing daerah.

Menurutnya, penanganan dampak kabut asap membutuhkan koordinasi lintas wilayah karena sumber asap dan pergerakan kabut tidak mengenal batas administrasi pemerintahan.

Pemerintah daerah, kata Nanda, perlu memperkuat pemantauan kualitas udara, memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat, serta menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi udara mengalami penurunan lebih lanjut.

Ia berharap seluruh pihak tidak menunggu hingga kondisi semakin buruk untuk mengambil tindakan.

“Yang paling penting sekarang adalah keselamatan dan kesehatan masyarakat. Kita berharap kondisi kabut asap ini segera berlalu dan kualitas udara di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, kembali normal,” kata Nanda.

Nanda kembali mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota yang terdampak untuk melakukan langkah perlindungan masyarakat sesuai tingkat kualitas udara di daerah masing-masing.

“Pemerintah daerah harus hadir dan mengambil langkah cepat sesuai kondisi di lapangan. Jangan sampai masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, terpapar udara yang tidak sehat terlalu lama,” tutup Nanda Satria.(A)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) terus mematangkan kesiapan personelnya dalam menekan angka kejahatan kendaraan bermotor. Hal ini terlihat dalam kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpra Ops) Jaran 2026, di mana Ditlantas Polda Sumbar memberikan pembekalan khusus mengenai Registrasi dan Identifikasi (Regident) Kendaraan Bermotor.

​Dalam pemaparan materi yang berlangsung serius tersebut, pihak Ditlantas Polda Sumbar menekankan pentingnya pendataan kendaraan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya Pasal 64.

​Kepada para personel yang hadir, pemateri menegaskan kembali bahwa setiap kendaraan bermotor wajib diregistrasikan. Proses registrasi ini meliputi pendaftaran kendaraan baru, perubahan identitas pemilik atau kendaraan, hingga perpanjangan dan pengesahan surat-surat.

​"Registrasi kendaraan bukan hanya sekadar urusan administrasi biasa. Tujuannya sangat krusial, yakni untuk tertib administrasi, pengendalian pengoperasian kendaraan, serta yang paling penting adalah mempermudah proses penyidikan jika terjadi pelanggaran hukum atau kejahatan lalu lintas," bunyi poin pemaparan dalam kegiatan tersebut.

​Lebih lanjut dijelaskan bahwa data registrasi kendaraan yang dikelola oleh Polri akan menjadi bagian terintegrasi dari sistem informasi dan komunikasi kepolisian. Data ini sangat vital, terutama dalam mendukung proses forensik kepolisian saat mengungkap kasus kejahatan yang melibatkan kendaraan bermotor, yang menjadi sasaran utama dalam Operasi Jaran (Kejahatan Kendaraan) ini.

​Para peserta Latpra Ops Jaran 2026 yang terdiri dari jajaran kepolisian tampak antusias dan fokus mencatat materi yang diberikan. Pemahaman yang kuat terkait identifikasi kendaraan ini diharapkan dapat mempertajam analisis petugas saat melakukan penindakan di lapangan.

​Menutup rangkaian materi pembekalan, Ditlantas Polda Sumbar tidak lupa menyisipkan pesan keselamatan yang menjadi kampanye utama mereka kepada masyarakat dan petugas: "Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan."

​Melalui Latpra Ops Jaran 2026 ini, Polda Sumbar berharap operasi ke depan dapat berjalan maksimal, tidak hanya dalam mengungkap kejahatan kendaraan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelengkapan surat-surat kendaraannya.

Editor/Rptr : Rf

REALITANUSANTARA.COM

PADANG  - SMP Negeri 7 Padang, Sumatera Barat, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 dengan menggelar kegiatan Pra-Olimpiade SMPN 7 Padang atau PROMIS ke-10, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi sekolah sekaligus momentum untuk mendorong peningkatan prestasi akademik dan nonakademik peserta didik. Pelaksanaan PROMIS ke-10 mengusung semangat membentuk generasi Indonesia Emas yang tidak hanya unggul dalam bidang pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat.

Mengangkat semangat mewujudkan generasi Indonesia Emas yang berakhlak Qurani, cerdas, kreatif, serta memiliki wawasan global, kegiatan tersebut diisi dengan berbagai agenda yang melibatkan siswa. Penampilan seni dan kreativitas peserta didik turut memeriahkan suasana peringatan HUT ke-58 SMPN 7 Padang.

PROMIS menjadi salah satu ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan, keberanian, kreativitas, sekaligus membangun semangat berkompetisi secara positif. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong siswa untuk terus mengembangkan potensi sesuai minat dan bakat masing-masing.

Selain mengedepankan prestasi akademik, rangkaian HUT ke-58 SMPN 7 Padang juga memberikan perhatian terhadap penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Hal itu ditunjukkan melalui agenda Wisuda Tahfizh ke-5 yang menjadi bagian lanjutan dari rangkaian peringatan hari jadi sekolah.

Sebanyak 24 hafiz dan hafizah dijadwalkan mengikuti Wisuda Tahfizh ke-5. Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekolah terhadap siswa yang telah berupaya mengembangkan kemampuan menghafal Al-Qur'an sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan tahfizh di lingkungan sekolah diharapkan tidak hanya berorientasi pada capaian hafalan, tetapi juga mampu membentuk karakter peserta didik yang disiplin, bertanggung jawab, berakhlak, dan memiliki kecintaan terhadap Al-Qur'an.

Rangkaian peringatan HUT ke-58 tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen SMPN 7 Padang dalam mengembangkan pendidikan yang seimbang antara kecerdasan intelektual, kreativitas, keterampilan, dan pembentukan karakter.

Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta melahirkan siswa-siswa berprestasi yang mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.

Dengan menggabungkan penguatan akademik, kreativitas, seni, serta pendidikan keagamaan, SMPN 7 Padang menargetkan lahirnya generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Peringatan HUT ke-58 pun diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi momentum evaluasi dan penguatan komitmen seluruh warga sekolah untuk terus menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, inovatif, dan berwawasan global.

SMPN 7 Padang diharapkan semakin konsisten mencetak generasi unggul yang memiliki prestasi sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan keagamaan sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman. (AYU)

Mengenal Lebih Dekat Polantas KARIB: Polantas Humanis, Dekat, dan Bersahabat dengan Masyarakat 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui semangat Polantas KARIB, sebuah konsep pelayanan Polri yang mengedepankan kedekatan, kemitraan, kepedulian, respons cepat, serta integritas.

Polantas KARIB merupakan singkatan dari Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif, dan Berintegritas. Konsep tersebut menjadi semangat bagi setiap personel Polisi Lalu Lintas dalam memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Melalui nilai Kemitraan, Polantas membangun kerja sama dan hubungan yang baik dengan seluruh elemen masyarakat. Keselamatan berlalu lintas tidak hanya menjadi tanggung jawab Kepolisian, tetapi membutuhkan peran serta seluruh pengguna jalan, komunitas, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat secara umum.

Sementara itu, nilai Aktif menekankan pentingnya kehadiran Polantas secara nyata di tengah masyarakat. Personel tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran atau kecelakaan, tetapi juga melalui kegiatan patroli, pengaturan lalu lintas, edukasi keselamatan, serta memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Nilai Responsif menjadi komitmen Polantas untuk memberikan respons yang cepat dan tepat terhadap berbagai persoalan di jalan. Mulai dari kemacetan, kecelakaan lalu lintas, gangguan arus kendaraan, hingga keluhan masyarakat.

Kemudian, nilai Intuitif mengandung makna bahwa personel Polantas harus memiliki kepekaan dalam melihat dan memahami situasi di lapangan. Dengan kepekaan tersebut, Polantas diharapkan mampu mengambil langkah yang tepat serta memberikan bantuan kepada masyarakat tanpa harus selalu menunggu adanya laporan atau permintaan.

Adapun nilai Berintegritas menjadi dasar utama dalam pelaksanaan tugas. Setiap personel Polantas dituntut untuk menjalankan tugas secara profesional, jujur, transparan, adil, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dirlantas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, mengatakan bahwa semangat Polantas KARIB merupakan bagian dari upaya untuk membangun hubungan yang semakin dekat antara Polisi Lalu Lintas dan masyarakat.

Melalui Polantas KARIB, kami ingin Polantas semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran anggota di lapangan bukan hanya untuk melakukan penegakan hukum, tetapi juga memberikan perlindungan, pelayanan, edukasi, serta membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja sama antara Kepolisian dan seluruh lapisan masyarakat.


Kami mengajak seluruh masyarakat Sumatera Barat untuk bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas. Dengan kemitraan dan kesadaran bersama, kita dapat menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan berkeselamatan,” tambahnya.

Meski mengedepankan pendekatan humanis dan pelayanan yang bersahabat, Polantas KARIB bukan berarti menghilangkan fungsi penegakan hukum. Terhadap pelanggaran yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu ketertiban lalu lintas, tindakan hukum tetap dilakukan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Melalui semangat Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif, dan Berintegritas, Ditlantas Polda Sumatera Barat terus berupaya menghadirkan sosok Polantas yang profesional, humanis, serta dipercaya oleh masyarakat.

Dengan hadirnya Polantas KARIB, masyarakat diharapkan dapat melihat Polantas bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra, pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
À
Polantas KARIB — Humanis, Dekat, dan Bersahabat.

Keselamatan di Jalan adalah Tanggung Jawab Bersama.

Edtr/Rptr : Rf

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menggelar Ekspose Penilaian Lomba Sekolah Sehat Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) Strata Standar Tingkat Kota Padang Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, 1–3 September 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat penerapan budaya hidup sehat di lingkungan satuan pendidikan.

Penilaian sekolah sehat ini tidak hanya berorientasi pada aspek kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga melihat sejauh mana program kesehatan sekolah telah diterapkan secara berkelanjutan. Proses penilaian dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemaparan program oleh masing-masing sekolah hingga verifikasi langsung di lapangan.

Melalui kegiatan tersebut, tim penilai dapat melihat secara langsung berbagai program dan fasilitas yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, bersih, nyaman, serta mampu menunjang proses belajar mengajar.

Aspek penilaian juga diarahkan untuk melihat keterlibatan seluruh unsur sekolah dalam membangun kebiasaan hidup sehat. Guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga warga sekolah lainnya diharapkan tidak hanya memahami pentingnya kesehatan, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari budaya sehari-hari.

Program UKS/M memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia sekolah. Lingkungan pendidikan dinilai menjadi salah satu ruang penting untuk menanamkan kebiasaan positif karena sebagian besar waktu anak dihabiskan di sekolah.

Karena itu, keberadaan sekolah sehat diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan standar sarana dan prasarana. Lebih jauh, sekolah didorong mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung kesehatan fisik, kenyamanan belajar, serta tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Dalam proses penilaian, pemaparan program menjadi salah satu bagian penting untuk mengetahui berbagai inovasi dan strategi yang telah dilakukan sekolah dalam menjalankan UKS/M. Setelah itu, verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara program yang disampaikan dengan penerapannya di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi sekolah untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai program kesehatan yang telah berjalan. Sekolah yang telah memiliki praktik baik diharapkan dapat menjadi contoh dan sumber inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya di Kota Padang.

Pemko Padang berharap pelaksanaan Lomba Sekolah Sehat UKS/M Strata Standar Tahun 2026 dapat mendorong semakin banyak sekolah yang berkomitmen membangun lingkungan pendidikan yang sehat dan berkualitas.

Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan tersebut diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pendidikan.

Dengan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, aman, dan nyaman, peserta didik diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran secara lebih optimal. Pada akhirnya, upaya tersebut menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi Kota Padang yang sehat, produktif, berkarakter, dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan “Sekolah Sehat, Generasi Hebat”, yang menempatkan sekolah bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk membangun kebiasaan hidup sehat dan membentuk generasi masa depan.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi melepas Kontingen Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Padang yang akan berlaga pada Jambore Kader TP-PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi, yang berlangsung pada 1–3 September 2026.

Pelepasan kontingen dilaksanakan di Balai Kota Padang dan dihadiri jajaran Pemerintah Kota Padang, pengurus TP-PKK, serta para kader yang akan mewakili Kota Padang dalam berbagai cabang perlombaan dan kegiatan jambore. Sebanyak 40 kader TP-PKK Kota Padang diterjunkan untuk mengikuti ajang tahunan tersebut.

Dalam sambutannya, Fadly Amran menegaskan bahwa Jambore TP-PKK bukan sekadar kompetisi untuk mengejar gelar juara, melainkan wadah strategis untuk memperkuat soliditas kader serta mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program-program PKK di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengukur kemampuan kader dalam menjalankan tugas organisasi, sekaligus memperlihatkan komitmen mereka dalam mendukung program pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

“Jambore ini menjadi momentum untuk memperkuat kekompakan, meningkatkan kapasitas kader, dan melihat sejauh mana program PKK telah berjalan dengan baik di tingkat daerah,” ujar Fadly.

Ia berharap seluruh peserta mampu menampilkan kemampuan terbaik yang telah dipersiapkan melalui latihan dan pembinaan selama beberapa waktu terakhir. Fadly juga mengajak seluruh kader membawa semangat “Padang Juara” dan “Padang Balomba” selama mengikuti rangkaian kegiatan di Bukittinggi.

Lebih lanjut, Fadly optimistis kontingen Kota Padang dapat meraih hasil membanggakan dan mengharumkan nama daerah pada ajang tingkat provinsi tersebut.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, menyampaikan bahwa seluruh peserta telah menjalani persiapan secara intensif untuk menghadapi berbagai kategori perlombaan yang akan dipertandingkan selama jambore berlangsung.

Ia mengaku optimistis kerja keras dan kesiapan yang telah dilakukan akan menjadi modal penting bagi kontingen Kota Padang untuk bersaing dengan daerah lain di Sumatera Barat.

“Seluruh kader telah mempersiapkan diri dengan maksimal. Kami berharap dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa prestasi untuk Kota Padang,” katanya.

Jambore Kader TP-PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat merupakan agenda tahunan yang bertujuan meningkatkan kapasitas kader PKK, memperkuat jaringan antardaerah, serta mendorong inovasi program pemberdayaan keluarga yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik terbaik antar-kader PKK dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.(Ayu)


REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Upaya pelestarian budaya nasional kembali mendapat penguatan melalui penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTBI). Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyerahkan sertifikat WBTBI Tahun 2025 kepada 16 kabupaten dan kota sebagai bentuk pengakuan atas kekayaan budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Penyerahan sertifikat dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (28/8/2026). Acara tersebut juga dirangkaikan dengan Seminar Kajian Kuratorial Tata Pamer Temporer bertajuk “Menapaki Jejak Sang Maharaja Diraja: Membaca Ulang Adityawarman” serta penyusunan Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia tidak hanya sebatas penghargaan administratif, melainkan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan budaya di tengah arus modernisasi dan globalisasi.

Menurutnya, tradisi, bahasa, kesenian, kuliner, adat istiadat, hingga pengetahuan lokal yang diwariskan oleh para leluhur merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

“Warisan budaya tidak cukup hanya didokumentasikan atau ditetapkan sebagai warisan. Budaya harus tetap digunakan, dipraktikkan, dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda,” ujar Mahyeldi.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menunjukkan kecintaan terhadap budaya melalui tindakan nyata, mulai dari penggunaan bahasa daerah, pelestarian tradisi, hingga pengenalan nilai-nilai budaya kepada anak-anak sejak usia dini.

Mahyeldi juga mencontohkan kuatnya ikatan budaya masyarakat Minangkabau di perantauan. Menurutnya, sejumlah komunitas Minang di Australia masih mempertahankan penggunaan bahasa Minang dalam lingkungan keluarga meskipun telah puluhan tahun tinggal di luar negeri.

“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa budaya dapat tetap hidup apabila terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, masyarakat Sumbar perlu memperkuat penggunaan bahasa dan praktik budaya sebagai bagian dari upaya menjaga identitas daerah sekaligus memperkaya kebudayaan nasional,” katanya.

Data Pemerintah Provinsi Sumbar mencatat, hingga tahun 2026 terdapat 164 unsur budaya dari Sumatera Barat yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak program tersebut dimulai pada 2013. Jumlah tersebut menempatkan Sumbar sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya takbenda yang terus berkembang dan mendapat pengakuan nasional.

Pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan terus melanjutkan upaya pelestarian melalui proses pewarisan nilai budaya, regenerasi pelaku seni dan budaya, pembinaan komunitas, pengembangan tradisi, serta pemanfaatan budaya sebagai sumber pendidikan dan penguatan karakter bangsa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Syaiful Bahri, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjalankan agenda pemajuan kebudayaan melalui berbagai program yang berorientasi pada pelestarian dan pengembangan budaya lokal.

Menurutnya, semangat tersebut diwujudkan melalui tagline “Merawat Tradisi, Menjaga Jati Diri” yang menjadi landasan berbagai kebijakan dan program kebudayaan di Sumbar.

Selain penyerahan sertifikat WBTBI, Pemerintah Provinsi Sumbar juga menandatangani nota kesepahaman dengan Dinas Pendidikan guna mengoptimalkan fungsi museum dan cagar budaya sebagai sarana pembelajaran sejarah bagi pelajar. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat literasi sejarah sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.

Melalui berbagai langkah tersebut, Sumatera Barat menegaskan perannya sebagai salah satu daerah yang aktif mendukung program pelestarian budaya nasional, sekaligus memperkuat kontribusi budaya lokal dalam membangun identitas Indonesia yang beragam dan berakar pada nilai-nilai tradisi.(Zulfidial)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Pemerintah Kota Padang memperkuat sinergi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan generasi muda dan lingkungan pendidikan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Kepala BNNP Sumatera Barat Toton Rasyid yang berlangsung di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (1/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan BNNP Sumbar dalam membangun sistem pencegahan narkoba yang dilakukan sejak usia dini.

Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika sekaligus membangun karakter dan ketahanan diri sejak berada di bangku sekolah.

Selain IKAN, Pemko Padang dan BNNP Sumbar juga membahas penguatan program Sekolah Bersinar, yakni lingkungan pendidikan yang diharapkan mampu menjadi ruang yang aman dan kondusif bagi peserta didik dari berbagai ancaman penyalahgunaan narkotika.

Melalui pendekatan tersebut, pencegahan tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi, tetapi juga diintegrasikan ke dalam lingkungan sekolah dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari peserta didik, guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua.

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan memiliki ketahanan terhadap berbagai pengaruh negatif.

Menurutnya, sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk membangun kesadaran sejak dini. Karena itu, edukasi mengenai bahaya narkotika perlu diberikan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan tingkat pendidikan peserta didik.

Penguatan program pencegahan juga dinilai penting karena ancaman penyalahgunaan narkotika tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga berdampak terhadap masa depan generasi muda, kualitas pendidikan, kesehatan masyarakat, serta pembangunan sumber daya manusia.

Pemko Padang menyatakan kesiapan untuk memperkuat koordinasi dengan BNNP Sumbar agar berbagai program pencegahan dapat dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan di satuan pendidikan.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diterjemahkan ke dalam program nyata yang dapat dirasakan langsung oleh sekolah dan masyarakat.

Langkah ini juga memperkuat komitmen Pemko Padang yang sebelumnya bersama unsur Forkopimda Sumatera Barat telah menyatakan sikap bersama dalam upaya melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba. Dalam deklarasi antinarkoba yang digelar pada Juni 2026, BNNP Sumbar juga menekankan pentingnya strategi pencegahan untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika.

Dalam konteks pendidikan, keterlibatan sekolah menjadi sangat penting karena upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih sistematis melalui pembentukan budaya sekolah yang sehat. Guru dan tenaga kependidikan juga dapat berperan sebagai pihak yang memberikan edukasi sekaligus membantu menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi peserta didik.

Di sisi lain, keluarga tetap menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. Komunikasi antara sekolah dan orang tua diperlukan agar pembinaan yang dilakukan di lingkungan pendidikan dapat diperkuat melalui pengawasan dan pendampingan di lingkungan keluarga.

Pemko Padang berharap sinergi dengan BNNP Sumbar mampu memperluas cakupan program pencegahan narkoba di seluruh satuan pendidikan di Kota Padang.

Dengan penguatan IKAN dan Sekolah Bersinar, pemerintah daerah menargetkan terbentuknya generasi muda yang memiliki pengetahuan, karakter, serta kemampuan untuk menjauhi penyalahgunaan narkotika.

Sinergi antara pemerintah daerah, BNNP Sumbar, sekolah, keluarga, dan masyarakat tersebut menjadi bagian penting dari investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Pemko Padang menegaskan, pencegahan harus dimulai sedini mungkin. Dengan memperkuat pendidikan dan lingkungan sosial yang sehat, generasi muda diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) resmi mengukuhkan kepengurusan HKTI Provinsi Sumatera Barat beserta jajaran pengurus HKTI di 19 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Pengukuhan yang berlangsung di Padang, Selasa (1/9/2026), menjadi langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi petani sekaligus mendukung agenda pembangunan pertanian nasional dan ketahanan pangan Indonesia.

Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan HKTI Sumatera Barat serta kepengurusan HKTI kabupaten dan kota. Selanjutnya, Ketua Harian HKTI Pusat, Prof. Dr. Ir. Andi Muhammad Syakir, secara resmi melantik dan mengukuhkan seluruh pengurus yang akan menjalankan roda organisasi pada masa bakti yang baru.

Dalam sambutannya, Prof. Andi Muhammad Syakir menegaskan bahwa HKTI memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan petani serta memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional.

“HKTI harus menjadi organisasi yang mampu menjawab tantangan pertanian masa kini. Kekompakan, komunikasi yang baik, dan kerja nyata di lapangan menjadi kunci untuk menghadirkan manfaat bagi petani. Organisasi ini harus hadir sebagai solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari produksi, pemasaran hingga peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Menurutnya, sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, fluktuasi harga komoditas, hingga persaingan pasar global. Karena itu, diperlukan organisasi petani yang kuat dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Ia juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam pembangunan pertanian. Pemanfaatan teknologi modern, mulai dari sistem informasi pertanian, pemasaran digital, hingga penggunaan teknologi tepat guna di lapangan dinilai dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas akses pasar bagi petani.

Sementara itu, Ketua HKTI Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan HKTI sebagai organisasi yang aktif, produktif, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani.

Menurutnya, seluruh jajaran pengurus yang telah dikukuhkan harus mampu menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan riil petani. HKTI tidak boleh hanya berfokus pada aspek administratif organisasi, tetapi harus hadir sebagai wadah perjuangan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat pertanian.

“HKTI harus menjadi rumah besar bagi petani. Kita ingin organisasi ini mampu memperjuangkan kepentingan petani, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta membangun kolaborasi yang kuat dengan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya,” kata Evi Yandri.

Ia menambahkan, Sumatera Barat memiliki potensi besar di sektor pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan hingga peternakan. Potensi tersebut perlu didukung oleh kelembagaan petani yang kuat agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Pengukuhan kepengurusan HKTI Sumatera Barat dan 19 kabupaten/kota ini juga menjadi momentum mempererat sinergi antar-pengurus di berbagai daerah. Dengan kepengurusan yang baru, organisasi diharapkan mampu memperluas jaringan kerja sama dan memperkuat koordinasi dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan petani.

Sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional, HKTI Sumatera Barat berkomitmen untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia petani, penguatan kelembagaan pertanian, pemanfaatan teknologi modern, serta pengembangan komoditas unggulan daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.

Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, HKTI Sumatera Barat optimistis dapat menjadi motor penggerak kemajuan sektor pertanian di daerah sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan. (Ayu)

PADANG, 1 September 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas dedikasi dan pengabdian seluruh Polwan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pesan tersebut tergambar dalam publikasi resmi Ditlantas Polda Sumbar yang menampilkan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. bersama Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Hantoro, S.I.K., M.K.

Dalam momentum Hari Jadi ke-78 Polwan RI yang diperingati pada 1 September 2026, keduanya menyampaikan penghargaan terhadap kiprah para Srikandi Bhayangkara yang terus mengambil peran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Polwan tidak hanya berperan dalam pelaksanaan tugas administratif, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat dalam berbagai bidang pelayanan dan tugas kepolisian, termasuk menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas, memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

Dedikasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya Polri untuk terus memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui momentum peringatan ini, Ditlantas Polda Sumbar turut mengajak seluruh jajaran Polwan untuk terus mempertahankan semangat pengabdian serta meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian tanpa batas dari para Srikandi Bhayangkara demi menjaga keamanan dan ketertiban Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan RI menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang Polisi Wanita sekaligus memperkuat semangat pengabdian dalam memberikan kontribusi terbaik bagi institusi Polri, masyarakat, bangsa, dan negara.


Edtr/rptr: RF


REALITANUSANTARA.COM

PADANG  - Pemerintah Kota Padang terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penguatan fasilitas, inovasi pelayanan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Rasidin Padang, Senin 31 Agustus 2026.

Peringatan HUT rumah sakit milik Pemerintah Kota Padang tersebut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran bersama jajaran pemerintah daerah, pimpinan rumah sakit, tenaga kesehatan, pegawai, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Rangkaian kegiatan HUT ke-26 RSUD dr. Rasidin diawali dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah pegawai teladan dan inovatif. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap aparatur dan tenaga kesehatan yang dinilai memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pada momentum yang sama, RSUD dr. Rasidin juga meluncurkan inovasi pelayanan “Sahabat Rasidin” berupa layanan bus dan mobil antar-jemput pasien. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, khususnya pasien yang membutuhkan layanan transportasi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Peluncuran inovasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dari peringatan HUT ke-26 RSUD dr. Rasidin yang mengusung semangat refleksi, inovasi, dan penguatan komitmen pelayanan publik.

Direktur RSUD dr. Rasidin Padang, dr. Lismawati R, SP.  PA.,M.Blomed. MM., M.K.M dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum ulang tahun rumah sakit tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Peringatan tersebut harus menjadi kesempatan bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk melakukan evaluasi terhadap pelayanan yang telah diberikan sekaligus menyusun langkah perbaikan ke depan.

Menurutnya, semangat refleksi harus berjalan beriringan dengan keberanian untuk terus berinovasi serta memperkuat komitmen seluruh jajaran rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Momentum ini menjadi ruang bagi kita untuk melakukan refleksi, terus berinovasi, dan memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain agenda utama, peringatan HUT ke-26 RSUD dr. Rasidin juga diisi dengan berbagai kegiatan pendukung, antara lain senam sehat, kegiatan kesehatan, seminar hukum, kegiatan di bidang kecantikan, serta bazar UMKM.

Berbagai kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan bagi pegawai rumah sakit, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan antara rumah sakit dan masyarakat.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan keberadaan rumah sakit daerah memiliki posisi strategis dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, mudah diakses, dan berkualitas.

Menurut Fadly, RSUD dr. Rasidin harus terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Karena itu, pengembangan fasilitas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Ia berharap RSUD dr. Rasidin secara bertahap mampu menjadi salah satu rumah sakit terbaik di Kota Padang.

Fadly juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang baik dan komunikasi yang terbuka. Menurutnya, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan teknologi, tetapi juga oleh bagaimana tenaga kesehatan berkomunikasi serta memberikan rasa nyaman kepada pasien dan keluarga.

“Pemerintah Kota Padang sangat terbuka. Siapa pun dapat datang untuk menyampaikan berbagai hal dan bersua bersama pemerintah dalam rangka membangun pelayanan yang lebih baik,” kata Fadly.

Di tengah kebijakan efisiensi dan keterbatasan anggaran pemerintah, Fadly menyebut Pemko Padang tetap berupaya memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan optimal.

Ia juga mengapresiasi rumah sakit yang berada di Kota Padang karena hingga saat ini tetap berupaya memberikan pelayanan kepada pasien tanpa melakukan penolakan.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dan komitmen bersama dalam menjaga akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion turut menyoroti kebutuhan pengembangan RSUD dr. Rasidin seiring dengan meningkatnya aktivitas dan kebutuhan pelayanan rumah sakit.

Muharlion menyampaikan bahwa masih terdapat persoalan terkait lahan RSUD dr. Rasidin yang perlu dituntaskan. Ia meminta Pemerintah Kota Padang memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut agar pengembangan rumah sakit dapat dilakukan secara lebih optimal.

Menurutnya, kebutuhan terhadap fasilitas kesehatan akan terus meningkat sehingga ketersediaan lahan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan rumah sakit ke depan.

“Dengan perkembangan RSUD dr. Rasidin yang cukup signifikan, persoalan lahan yang masih belum selesai perlu mendapat perhatian dan segera dituntaskan,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat mencari solusi terbaik sehingga pengembangan fasilitas rumah sakit tidak terkendala persoalan lahan.

Selain peluncuran inovasi “Sahabat Rasidin”, rangkaian HUT ke-26 juga ditandai dengan pemotongan tumpeng serta peresmian ruang perawatan VIP dan VVIP.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wali Kota Padang bersama jajaran terkait.

Kehadiran ruang perawatan tersebut diharapkan semakin memperkuat kapasitas RSUD dr. Rasidin dalam memberikan pilihan layanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani perawatan.

Pengembangan fasilitas tersebut menjadi bagian dari langkah RSUD dr. Rasidin untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Fadly berharap fasilitas baru tersebut benar-benar diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Dengan demikian, pembangunan sarana dan prasarana tidak hanya menghasilkan fasilitas yang lebih baik, tetapi juga mampu meningkatkan kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit daerah.

Peringatan HUT ke-26 RSUD dr. Rasidin akhirnya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin profesional, humanis, inovatif, dan mudah diakses masyarakat.

Melalui inovasi “Sahabat Rasidin”, pengembangan ruang VIP-VVIP, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembenahan fasilitas dan tata kelola, RSUD dr. Rasidin diharapkan mampu terus bertransformasi menjadi salah satu pusat pelayanan kesehatan unggulan di Kota Padang.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Lokal House Coffee Shop resmi menggelar grand opening pada Sabtu (29/8/2026). Kehadiran kafe di jalan niaga samping bank nagari pondok kota Padang, yang berlokasi di kawasan strategis pusat Kota Padang ini menambah pilihan destinasi kuliner dan tempat bersantai bagi masyarakat dari berbagai kalangan.

Owner Lokal House Coffee Shop, Muhammad Aqil Ramadhan, melalui stafnya Andien, menyampaikan bahwa kafe tersebut hadir dengan konsep yang mengutamakan kenyamanan pengunjung, didukung berbagai pilihan makanan dan minuman berkualitas dengan harga yang terjangkau.

“Lokal House Coffee Shop resmi dibuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Kami ingin menghadirkan tempat yang nyaman dengan sajian makanan dan minuman yang lezat tanpa harus menguras kantong pengunjung,” ujar Andien saat acara pembukaan.

Menurutnya, manajemen juga berencana mengoperasikan kafe selama 24 jam dengan sistem tiga shift. Namun untuk tahap awal, operasional dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga 03.00 WIB sambil melihat perkembangan jumlah pengunjung.

Berbagai menu khas Nusantara menjadi andalan Lokal House Coffee Shop. Di antaranya pasta, ayam chili padi, ayam bakar madu, hingga ayam bumbu hitam yang diracik dengan cita rasa khas Indonesia.

“Kami menghadirkan menu-menu yang dekat dengan selera masyarakat Indonesia. Selain kopi, pengunjung juga bisa menikmati berbagai hidangan utama yang cocok untuk makan siang, makan malam, maupun sekadar bersantai bersama teman dan keluarga,” tambahnya.

Keunggulan lainnya terletak pada lokasi usaha yang berada di kawasan Pondok, salah satu pusat aktivitas masyarakat Kota Padang yang dikenal sebagai sentra kuliner dan kawasan wisata. Posisi tersebut dinilai sangat strategis untuk menjangkau wisatawan maupun warga lokal.

Tidak hanya menawarkan sajian kuliner, Lokal House Coffee Shop juga menghadirkan fasilitas yang mendukung kebutuhan masyarakat modern. Area indoor didesain nyaman untuk bekerja, belajar, maupun mengadakan pertemuan dengan dukungan akses WiFi gratis. Sementara di lantai dua tersedia area outdoor khusus bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana santai dengan konsep smoking area.

Konsep yang menggabungkan kenyamanan ruang, menu berkualitas, dan lokasi strategis menjadikan Lokal House Coffee Shop optimistis dapat menjadi salah satu destinasi favorit baru di Kota Padang.

Dengan semakin berkembangnya industri kuliner dan coffee shop di berbagai daerah, kehadiran Lokal House Coffee Shop diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi lokal serta membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Acara grand opening berlangsung meriah dan mendapat sambutan positif dari para tamu undangan serta pengunjung yang hadir untuk menikmati suasana dan berbagai sajian spesial yang ditawarkan pada hari pembukaan. (Ayu)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.