Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Persoalan ketenagakerjaan di Sumatera Barat kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), aliansi mahasiswa, dan Aliansi Cipayung Padang di Gedung DPRD Sumbar, Kamis (7/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Khusus I DPRD Sumbar itu membahas berbagai persoalan buruh dan tenaga kerja di Sumatera Barat, mulai dari upah minimum, perlindungan jaminan sosial tenaga kerja, hingga dugaan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap perusahaan.

Dalam forum tersebut, Evi Yandri menegaskan DPRD Sumbar berkomitmen menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan peserta aksi dan perwakilan buruh. Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul akan dipilah berdasarkan kewenangan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Apa yang disampaikan kawan-kawan hari ini akan kami tindak lanjuti, baik yang menjadi kewenangan pemerintah pusat maupun kewenangan daerah,” kata Evi Yandri.

Ia menyebut seluruh masukan, kritik, dan tuntutan telah dicatat dan direkam sebagai bahan pembahasan lanjutan di DPRD Sumbar. Bahkan, DPRD membuka peluang pembentukan Panitia Khusus (Pansus) apabila persoalan ketenagakerjaan dinilai membutuhkan penanganan lebih serius dan mendalam.

“Kalau memang diperlukan dan tidak ada jalan lain, kenapa tidak kita membentuk Pansus,” ujarnya.

Anggota DPRD Sumbar, Sri Komala Dewi, mengaku prihatin terhadap kondisi buruh di Sumatera Barat. Ia menilai masih terdapat dugaan pelanggaran hak-hak pekerja, termasuk persoalan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang disebut belum sepenuhnya dijalankan oleh sejumlah perusahaan.

Sri Komala meminta agar perusahaan-perusahaan yang dilaporkan segera dipanggil untuk dimintai klarifikasi. Ia juga mendorong koordinasi dengan aparat penegak hukum guna menindaklanjuti dugaan pelanggaran terhadap tenaga kerja.

“Kami prihatin karena masih ada dugaan pelanggaran hak-hak buruh. Persoalan ini harus segera ditindaklanjuti dengan memanggil perusahaan terkait dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” katanya.

Senada dengan itu, anggota DPRD Sumbar lainnya, Nurfirmansyah, menilai perlu ada pertemuan lanjutan yang melibatkan pihak perusahaan agar DPRD memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh sebelum mengambil langkah kebijakan.

“Kami ingin mendengar langsung penjelasan dari pihak perusahaan sehingga solusi yang diambil sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD,” ujarnya.

Dalam RDP tersebut, Aliansi Cipayung Padang turut melontarkan kritik keras terhadap kinerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumatera Barat. Mereka mendesak Kepala Disnakertrans Sumbar mundur dari jabatannya karena dianggap lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan di daerah.

“Kami mendesak Kepala Disnakertrans Sumbar mengundurkan diri karena dinilai gagal melakukan pengawasan,” ujar salah seorang perwakilan Aliansi Cipayung.

Menanggapi berbagai kritik tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, Firdaus Firman, mengakui angka pengangguran di Sumatera Barat masih menjadi tantangan serius. Meski secara persentase mengalami penurunan, jumlah pengangguran secara absolut dinilai masih cukup tinggi.

Ia juga mengakui bahwa Sumatera Barat bukan daerah industri besar sehingga peluang kerja formal masih terbatas dibandingkan provinsi lain.

Firdaus menegaskan perusahaan yang tidak mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan dapat dikenakan sanksi pidana. Namun hingga kini, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan di Sumbar disebut baru mencakup sekitar 25 persen tenaga kerja.

“Perusahaan yang tidak menyetorkan BPJS Ketenagakerjaan bisa dijerat pidana. Saat ini baru sekitar 25 persen tenaga kerja yang terlindungi BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Ia juga berharap dukungan DPRD Sumbar melalui pokok-pokok pikiran (pokir) anggota dewan dapat diarahkan untuk memperluas perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja.

Sementara itu, KSPSI Sumatera Barat menegaskan tuntutan utama mereka adalah kenaikan upah serta perlindungan hak-hak pekerja yang dinilai masih lemah. Organisasi buruh tersebut juga mendesak langkah politik konkret dari pemerintah daerah dan DPRD Sumbar melalui pembentukan Panitia Khusus ketenagakerjaan.

“Kami mendorong pembentukan Pansus soal buruh dan tenaga kerja di Sumatera Barat. Negara harus hadir melalui langkah politik yang nyata,” ujar perwakilan KSPSI.

Selain persoalan upah, para buruh juga menyampaikan keluhan terkait hubungan kerja, jaminan kesehatan, hingga kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang belum sepenuhnya dipenuhi perusahaan tempat mereka bekerja.

Rapat dengar pendapat berlangsung tertib dan damai dengan dihadiri anggota DPRD Sumbar, perwakilan organisasi mahasiswa, serikat pekerja, serta puluhan peserta lainnya. Pertemuan ditutup dengan makan siang bersama dalam suasana kondusif.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Kuranji yang berlangsung di halaman Kantor Camat Kuranji, Rabu (6/5/2026). Kegiatan tahunan bernuansa religius tersebut berlangsung semarak dan dihadiri ratusan peserta, kafilah dari berbagai kelurahan, tokoh masyarakat, alim ulama, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca).

Pembukaan MTQ ditandai dengan pemukulan beduk dan penyalaan lampu arena utama oleh Maigus Nasir, disaksikan para tamu undangan dan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan sejak sore hari. Suasana semakin meriah dengan penampilan pawai ta’aruf dari masing-masing kafilah yang menampilkan nuansa islami dan budaya Minangkabau.

Dalam sambutannya, Maigus Nasir menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan bagian penting dari upaya membangun karakter generasi muda yang religius, berakhlak mulia, serta berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyebutkan, Pemerintah Kota Padang terus berkomitmen memperkuat syiar Islam melalui berbagai program pembinaan keagamaan, termasuk pelaksanaan MTQ secara berjenjang mulai dari tingkat kelurahan hingga kota. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah strategis dalam melahirkan qari dan qariah terbaik yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.

“MTQ harus menjadi momentum untuk menanamkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap Al-Qur’an. Tidak hanya mampu membaca dengan baik, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Maigus Nasir.

Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Kecamatan Kuranji dalam mendukung pelaksanaan MTQ ke-42 tersebut. Menurutnya, tingginya partisipasi warga menunjukkan kuatnya semangat keagamaan di tengah masyarakat Kota Padang.

Sementara itu, panitia pelaksana menyampaikan bahwa MTQ tingkat Kecamatan Kuranji tahun ini mempertandingkan berbagai cabang lomba, di antaranya tilawah anak-anak dan dewasa, tahfiz Al-Qur’an, syarhil Quran, fahmil Quran, serta lomba adzan. Para pemenang nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Kecamatan Kuranji pada MTQ tingkat Kota Padang.

Pelaksanaan MTQ ke-42 ini diharapkan tidak hanya melahirkan peserta berprestasi, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Pemerintah Kota Padang pun berharap kegiatan tersebut mampu menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual generasi muda di era modernisasi yang terus berkembang.

Editor : Ayu 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wali Kota Fadly Amran meninjau langsung progres rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) Puskesmas Ulak Karang pada Rabu (6/5/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemulihan fasilitas kesehatan pascabencana berjalan optimal dan pelayanan kepada masyarakat kembali maksimal.

Dalam kunjungan itu, Fadly Amran didampingi jajaran Pemerintah Kota Padang serta tenaga kesehatan setempat. Ia meninjau sejumlah bagian bangunan yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem, terutama pada bagian atap, plafon, dan beberapa ruang pelayanan kesehatan.

Fadly Amran menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memantau langsung progres perbaikan fasilitas kesehatan yang terdampak bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu. Menurutnya, curah hujan tinggi yang disertai angin kencang menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas layanan kesehatan di Kota Padang.

“Banjir dan intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan beberapa bangunan mengalami kerusakan, khususnya kebocoran atap. Alhamdulillah, di Puskesmas Ulak Karang proses rehab sudah berjalan dengan baik, mulai dari pengecatan ulang, penggantian plafon, hingga pengerjaan waterproofing untuk mencegah kebocoran kembali,” ujar Fadly Amran.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) atas dukungan dan perhatian terhadap pemulihan sarana kesehatan di Kota Padang. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Fadly Amran mengungkapkan, dari usulan yang diajukan Pemerintah Kota Padang, sebanyak enam Puskesmas dan tujuh Puskesmas Pembantu (Pustu) memperoleh bantuan rehab-rekon dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu dalam mempercepat pemulihan fasilitas pelayanan kesehatan yang terdampak.

Meski demikian, Pemko Padang akan terus mengupayakan dukungan tambahan agar fasilitas kesehatan lain yang juga mengalami kerusakan dapat segera diperbaiki.

“Kita bersyukur proses penanganan transisi darurat menuju pemulihan berjalan cukup baik di Kota Padang. Pemerintah kota akan terus berupaya agar seluruh fasilitas kesehatan dapat kembali berfungsi optimal demi kenyamanan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Sri Kurniayati, menjelaskan bahwa bantuan rehab-rekon tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian PU dan Kementerian Kesehatan dalam mendukung pemulihan fasilitas kesehatan daerah terdampak bencana.

Menurutnya, kerusakan yang terjadi umumnya disebabkan oleh hujan berkepanjangan dan angin kencang yang melanda Kota Padang dalam beberapa waktu terakhir.

“Alhamdulillah, enam Puskesmas dan tujuh Pustu mendapatkan bantuan renovasi. Kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap dan plafon bangunan akibat cuaca ekstrem,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Puskesmas Ulak Karang, dr. Inna Rokenry Azwar, menyampaikan bahwa renovasi yang dilakukan memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Ia mengatakan, kondisi bangunan yang kini lebih baik membuat tenaga kesehatan dapat bekerja lebih nyaman dan pelayanan kepada pasien menjadi lebih optimal.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya renovasi ini. Selain meningkatkan kenyamanan petugas, masyarakat yang datang untuk berobat juga merasa lebih aman dan nyaman saat menerima layanan kesehatan,” ungkapnya.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang Pariaman - Setelah menghadiri Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah, Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, melanjutkan rangkaian kegiatannya dengan menghadiri sejumlah undangan resepsi pernikahan pada hari yang sama.

Tidak tanggung-tanggung, Aprinaldi tercatat menghadiri lima pesta pernikahan yang tersebar di wilayah Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman. Kehadiran tersebut menjadi bentuk perhatian dan kedekatan dirinya dengan masyarakat, sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan konstituen di berbagai daerah.

Dalam setiap kesempatan, Aprinaldi menyempatkan diri untuk bersalaman langsung dengan keluarga mempelai serta memberikan ucapan selamat dan doa terbaik bagi pasangan yang tengah berbahagia. Ia berharap setiap pasangan yang memulai kehidupan rumah tangga dapat membangun keluarga yang harmonis dan penuh keberkahan.

“Semoga seluruh mempelai yang berbahagia dapat membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah (SAMAWA), diberikan kebahagiaan, keberkahan, serta langgeng hingga akhir hayat,” ujar Aprinaldi.

Kegiatan menghadiri resepsi pernikahan ini juga menjadi bagian dari komitmen Aprinaldi dalam menjaga hubungan sosial dengan masyarakat, di tengah kesibukannya sebagai pimpinan legislatif daerah. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap undangan warga, kehadiran tersebut juga mencerminkan nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap kehidupan sosial masyarakat.

Dengan padatnya agenda yang dijalani, Aprinaldi tetap menunjukkan semangat dan dedikasi dalam menjalankan tugasnya, baik dalam kapasitas sebagai pejabat publik maupun sebagai bagian dari masyarakat yang menjunjung tinggi nilai silaturahmi dan kebersamaan.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang Pariaman - Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, S.Pd., M.Pd., AIFO, menghadiri upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di halaman Ibu Kota Kabupaten (IKK) Padang Pariaman, Senin (4/5/2026).

Upacara tersebut diikuti oleh unsur Forkopimda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), serta berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan nasional Hari Otonomi Daerah yang setiap tahunnya diperingati pada 25 April sebagai momentum penting dalam perjalanan desentralisasi pemerintahan di Indonesia.

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, yang menekankan pentingnya peran strategis pemerintah daerah dalam mendukung visi pembangunan nasional, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia 

Dalam kesempatan tersebut, Aprinaldi menyampaikan bahwa otonomi daerah merupakan fondasi penting dalam mendorong kemandirian daerah. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki kewenangan luas untuk mengelola potensi lokal secara optimal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa momentum peringatan ini harus dimaknai sebagai ajang refleksi terhadap capaian pembangunan daerah sekaligus evaluasi terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi. Dengan semangat otonomi daerah, pemerintah daerah diharapkan mampu menghadirkan inovasi, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, peringatan ini juga menjadi pengingat pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Kolaborasi yang kuat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan merata di seluruh Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal 

Hari Otonomi Daerah sendiri merupakan simbol komitmen pemerintah dalam memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan secara mandiri, sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah. Melalui semangat ini, diharapkan daerah semakin berdaya, inovatif, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan nasional.

Dengan peringatan ke-30 ini, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama DPRD berkomitmen untuk terus memperkuat implementasi otonomi daerah demi terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas, pembangunan yang berkeadilan, serta kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang – DPRD Provinsi Sumatera Barat menerima kunjungan kerja dari Pimpinan dan Anggota Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kabupaten Tanah Datar, Rabu (6/5/2026). Kunjungan tersebut berlangsung di ruang rapat khusus I Kantor DPRD Sumbar dan difokuskan pada konsultasi serta pendalaman pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepala daerah.

Rombongan DPRD Tanah Datar diterima langsung oleh Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-Undangan Sekretariat DPRD Sumbar, Dahrul Idris. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk bertukar pandangan dan pengalaman terkait mekanisme serta tahapan pembahasan LKPJ yang efektif dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, sejumlah isu penting menjadi fokus pembahasan. Di antaranya meliputi tata cara evaluasi pelaksanaan program pemerintah daerah, indikator penilaian kinerja kepala daerah, serta strategi penguatan fungsi pengawasan DPRD agar berjalan optimal dan tepat sasaran. Selain itu, peserta juga membahas bagaimana memastikan rekomendasi DPRD terhadap LKPJ dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh pemerintah daerah.

Dahrul Idris menegaskan bahwa LKPJ merupakan instrumen krusial dalam sistem pemerintahan daerah. Menurutnya, melalui pembahasan LKPJ yang mendalam dan berbasis data, DPRD memiliki peran penting dalam menilai capaian kinerja pemerintah daerah sekaligus memberikan rekomendasi strategis untuk perbaikan ke depan.

“LKPJ bukan sekadar laporan formal, tetapi menjadi alat evaluasi yang menentukan arah kebijakan pembangunan selanjutnya. Oleh karena itu, pembahasannya harus dilakukan secara komprehensif, objektif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar lembaga legislatif, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Menurutnya, konsultasi seperti ini menjadi ruang pembelajaran bersama untuk menyamakan persepsi dalam menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi.

“Kegiatan ini sangat positif karena membuka ruang diskusi dan pertukaran pengalaman. Dengan begitu, setiap DPRD dapat memperkuat kapasitas kelembagaan dalam menghadapi berbagai tantangan tata kelola pemerintahan daerah,” tambahnya.

Sementara itu, pihak DPRD Tanah Datar menyampaikan apresiasi atas sambutan dan keterbukaan DPRD Sumbar dalam berbagi informasi. Mereka berharap hasil konsultasi ini dapat menjadi referensi dalam menyempurnakan pembahasan LKPJ di daerahnya, sehingga lebih tajam dalam memberikan evaluasi dan rekomendasi.

Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan terbangun hubungan kelembagaan yang semakin solid antara DPRD kabupaten/kota dan DPRD provinsi. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat resmi menetapkan usul prakarsa terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Penetapan tersebut dilakukan dalam rapat paripurna yang digelar di ruang sidang utama Kantor DPRD Sumbar, Rabu (6/5/2026).

Rapat paripurna dipimpin oleh Nanda Satria, didampingi Maifrizon, serta dihadiri unsur pimpinan dan anggota dewan lainnya. Turut hadir mewakili Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Penetapan usul prakarsa ini menjadi langkah awal yang krusial dalam proses pembentukan regulasi baru di sektor pendidikan daerah. DPRD menilai bahwa perubahan terhadap Perda Nomor 2 Tahun 2019 merupakan kebutuhan mendesak, mengingat dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang seiring perubahan zaman, kemajuan teknologi, serta tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam penyampaiannya, Nanda Satria menegaskan bahwa revisi perda ini tidak sekadar bersifat administratif, tetapi diarahkan untuk menyentuh substansi penyelenggaraan pendidikan secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya menghadirkan sistem pendidikan yang lebih responsif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.

Menurutnya, pembaruan regulasi ini diharapkan mampu memperkuat sejumlah aspek strategis, mulai dari peningkatan kualitas tenaga pendidik, pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Sumatera Barat, hingga penguatan tata kelola pendidikan yang lebih efektif dan akuntabel.

Selain itu, Ranperda ini juga dirancang untuk menjawab tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal. Integrasi kecerdasan global, seperti penguasaan bahasa internasional dan literasi digital, akan dipadukan dengan penguatan karakter berbasis budaya Minangkabau. Salah satu pendekatan yang diusung adalah revitalisasi peran surau sebagai pusat pendidikan karakter, serta penguatan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah dalam sistem pendidikan daerah.

Lebih jauh, DPRD juga menyoroti pentingnya perlindungan hukum bagi tenaga pendidik. Ranperda ini diharapkan mampu memberikan kepastian dan jaminan bagi guru serta tenaga kependidikan dalam menjalankan tugasnya, sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme di sektor pendidikan.

Dari sisi kebijakan anggaran, perubahan perda ini juga diarahkan agar alokasi pembiayaan pendidikan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas peserta didik. Pendekatan ini dinilai penting untuk mendukung lahirnya generasi muda Sumatera Barat yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, religius, dan berdaya saing tinggi.

Dengan telah ditetapkannya usul prakarsa ini, DPRD Sumbar mendorong agar pembahasan Ranperda segera dilanjutkan bersama pemerintah daerah. Diharapkan, regulasi yang dihasilkan nantinya benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta menjadi fondasi kuat dalam pembangunan sektor pendidikan di Sumatera Barat ke depan.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wali Kota Fadly Amran menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-98 Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) yang digelar di Masjid Agung Nurul Iman, Selasa (5/5/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kota Padang tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan peran organisasi keagamaan dalam pembangunan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Fadly Amran yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembina Daerah (MPD) PERTI Sumatera Barat menegaskan bahwa usia ke-98 tahun merupakan tonggak penting dalam perjalanan panjang organisasi tersebut. Ia mengajak seluruh jajaran PERTI menjadikan momentum ini sebagai ajang evaluasi sekaligus introspeksi diri untuk memperkuat kontribusi ke depan.

Menurutnya, PERTI perlu terus memproyeksikan langkah strategis dalam mengembangkan dakwah secara multidimensi. Tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga memperluas peran di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan, sehingga keberadaan organisasi semakin dirasakan manfaatnya oleh umat.

Lebih lanjut, Fadly Amran menaruh harapan besar agar menjelang satu abad usia organisasi pada 2028 mendatang, PERTI semakin berkembang dan mampu memperluas pengaruh dakwah Ahlussunnah wal Jamaah. Ia menekankan bahwa peran tersebut tidak hanya terbatas di Kota Padang dan Sumatera Barat, tetapi juga harus mampu menjangkau tingkat nasional hingga internasional.

Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan harapan agar Kota Padang dapat dipercaya sebagai salah satu tuan rumah dalam peringatan satu abad PERTI yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Mei 2028. Menurutnya, hal tersebut akan menjadi momentum penting untuk mengangkat citra daerah sekaligus memperkuat syiar Islam.

Pada kesempatan yang sama, Fadly Amran turut mengajak seluruh anggota PERTI untuk berperan aktif dalam mendukung program keagamaan Pemerintah Kota Padang, khususnya Program Smart Surau. Program ini diarahkan untuk memakmurkan masjid dan musala melalui berbagai kegiatan keagamaan yang berkelanjutan, seperti gerakan Subuh Mubarakah, pengajian rutin, serta pembinaan generasi muda.

Ia menilai, penguatan program seperti Smart Surau menjadi langkah strategis dalam membentengi generasi muda dari berbagai tantangan dan persoalan sosial di era modern. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan seperti PERTI dinilai sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang religius, berkarakter, dan berdaya saing.

Peringatan HUT ke-98 PERTI ini pun berlangsung khidmat dengan dihadiri para tokoh agama, pengurus organisasi, serta jamaah dari berbagai wilayah di Sumatera Barat. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesinambungan perjuangan dakwah dan pendidikan Islam di tengah dinamika zaman.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wali Kota Fadly Amran menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang yang baru, Yasril, di Kediaman Resmi Wali Kota, Senin (4/5/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat koordinasi lintas kelembagaan guna mendukung pembangunan berbasis keagamaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Padang.

Dalam pertemuan tersebut, Fadly Amran menekankan bahwa sinergi antara Pemerintah Kota (Pemko) Padang dan Kemenag merupakan elemen penting dalam mendorong keberhasilan berbagai program strategis daerah. Ia menyebutkan bahwa hubungan yang telah terjalin selama ini berjalan harmonis dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pembinaan keagamaan dan pendidikan.

“Kami ingin kolaborasi ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan secara berkelanjutan. Dukungan Kemenag sangat penting dalam memperkuat program-program prioritas Pemko Padang,” ujar Fadly.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah penguatan Program Unggulan (Progul) Smart Surau. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan fungsi surau sebagai pusat aktivitas masyarakat, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pembinaan karakter generasi muda.

Fadly Amran menjelaskan bahwa Smart Surau mencakup berbagai kegiatan strategis, seperti Subuh Mubarakah, penguatan gerakan Remaja Masjid Reborn, fasilitasi rumah tahfiz, hingga penyediaan ruang belajar berbasis digital dengan akses WiFi gratis. Selain itu, program ini juga mencakup pembaruan kurikulum TQA (Taman Qur’an Anak) dan MDTW (Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha) agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kami berharap Kemenag Kota Padang dapat menjadi mitra utama dalam implementasi program ini, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” tambahnya.

Sementara itu, Yasril menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh Wali Kota Padang. Ia menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Pemko Padang dalam menjalankan tugas dan fungsi Kemenag, khususnya dalam pembinaan kehidupan beragama dan peningkatan kualitas pendidikan keagamaan.

Yasril juga mengungkapkan bahwa dirinya resmi dilantik sebagai Kepala Kantor Kemenag Kota Padang pada 27 April 2026 oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Barat, setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kemenag Kabupaten Pasaman.

“Kami siap bersinergi dengan Pemko Padang dalam mendukung program-program keagamaan dan pembangunan sumber daya manusia. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk mewujudkan masyarakat yang religius dan berdaya saing,” tuturnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antara Pemko Padang dan Kemenag, demi mendorong pembangunan daerah yang seimbang antara aspek spiritual dan intelektual.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang - Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang yang baru, Yasril, di Kediaman Resmi Wali Kota, Senin (4/5/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota (Pemko) Padang dan Kemenag Kota Padang, khususnya dalam mendukung pelaksanaan program keagamaan serta pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter di ibu kota Provinsi Sumatera Barat itu.

Dalam kesempatan tersebut, Fadly Amran menegaskan bahwa kolaborasi antara Pemko Padang dan Kemenag selama ini telah terjalin dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia berharap hubungan tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan melalui program-program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan umat.

“Sinergi ini sangat penting untuk terus dijaga dan diperkuat. Banyak program pembangunan daerah yang membutuhkan dukungan Kemenag, terutama yang berkaitan dengan pembinaan keagamaan dan karakter masyarakat,” ujar Fadly.

Salah satu program yang menjadi fokus pembahasan adalah Program Unggulan (Progul) Smart Surau. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan fungsi surau tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan moral, dan pengembangan generasi muda.

Fadly menjelaskan bahwa Smart Surau mencakup berbagai kegiatan dan inovasi, di antaranya:

1. Subuh Mubarakah, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam ibadah berjamaah;

2. Remaja Masjid Reborn, sebagai wadah pembinaan generasi muda berbasis masjid;

3. Fasilitasi rumah tahfiz untuk mencetak generasi penghafal Al-Qur’an;

4. Penyediaan ruang belajar digital yang dilengkapi akses WiFi gratis;

5. Pembaruan kurikulum Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA/TQA) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW).

“Kami berharap Kemenag Kota Padang dapat berperan aktif dalam mendukung dan mengembangkan program Smart Surau ini agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Yasril menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh Wali Kota Padang. Ia menyatakan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemko Padang dalam berbagai program keagamaan dan pendidikan.

Yasril juga mengungkapkan bahwa dirinya resmi dilantik sebagai Kepala Kantor Kemenag Kota Padang pada 27 April 2026 oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Barat. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pasaman.

“Ini merupakan amanah yang besar. Kami siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Padang untuk mendukung program-program yang berorientasi pada peningkatan kualitas kehidupan beragama dan pembangunan SDM,” ujar Yasril.

Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kerja sama yang lebih intensif antara Pemko Padang dan Kemenag, terutama dalam menciptakan masyarakat yang religius, berpendidikan, dan berdaya saing di masa depan.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang - Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas II Padang terus mengintensifkan koordinasi terkait keberlanjutan penjagaan perlintasan sebidang kereta api, menyusul polemik penghentian sementara petugas di sejumlah titik rawan.

Pertemuan yang digelar di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI pada Selasa (5/5/2026) itu menjadi forum strategis untuk membahas kepastian kebijakan, terutama terkait skema pembiayaan penjagaan perlintasan sebidang untuk tahun anggaran 2026. Fokus utama pembahasan adalah menjamin keselamatan masyarakat sekaligus memastikan operasional transportasi kereta api tetap berjalan aman dan lancar.

Isu ini mencuat setelah sebelumnya terjadi penghentian penjagaan di puluhan titik perlintasan sebidang di wilayah Sumatera Barat, termasuk Kota Padang. Kebijakan tersebut muncul seiring berakhirnya kontrak ratusan petugas penjaga perlintasan pada akhir April 2026. 

Tercatat, sedikitnya 54 titik perlintasan sempat tidak dijaga akibat berakhirnya masa kontrak 165 petugas, yang berdampak pada meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kecelakaan lalu lintas di jalur rel.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menegaskan pentingnya kejelasan tanggung jawab antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Perhubungan, dalam hal pembiayaan dan pengelolaan tenaga penjaga perlintasan. Hal ini dinilai krusial mengingat perlintasan sebidang merupakan salah satu titik paling rawan kecelakaan, terlebih di kawasan padat lalu lintas.

Selain membahas aspek anggaran, forum tersebut juga menyinggung perlunya solusi jangka panjang, seperti peningkatan sistem pengamanan perlintasan, pemasangan teknologi pendukung, hingga kemungkinan pembangunan perlintasan tidak sebidang (flyover atau underpass) di titik-titik strategis.

Sementara itu, perkembangan terbaru menunjukkan adanya titik terang terkait nasib para petugas penjaga perlintasan. Informasi di lapangan menyebutkan bahwa pembiayaan gaji petugas kemungkinan akan ditanggung oleh BTP Kelas II Padang hingga akhir 2026, sehingga operasional penjagaan dapat kembali berjalan normal. 

Pemko Padang menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor agar persoalan perlintasan sebidang ini dapat diselesaikan secara berkelanjutan dan tidak lagi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang - Fadly Amran secara resmi membuka kegiatan PNP Youth Innovators Fest 2026 yang digelar oleh Politeknik Negeri Padang. Acara tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Mei 2026, bertempat di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kota Padang.

Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi PNP yang rutin menyelenggarakan kegiatan inovatif ini setiap tahun. Ia menilai, ajang tersebut tidak hanya menjadi wadah kreativitas mahasiswa, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda resmi berskala kota.

“PNP Youth Innovators Fest ini sangat layak didorong menjadi event Kota Padang. Di sini kita melihat langsung bagaimana potensi generasi muda bisa digali dan diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah,” ujar Fadly Amran.

Ia menegaskan bahwa berbagai karya yang ditampilkan dalam festival ini mencerminkan kemampuan generasi muda di berbagai bidang strategis, seperti teknologi, robotika, kecerdasan buatan (AI), hingga seni dan budaya. Menurutnya, potensi tersebut perlu terus dibina agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Didampingi oleh Yopi Krislova, Wali Kota juga menyoroti peluang besar Indonesia dalam pengembangan industri kreatif. Ia secara khusus menekankan sektor game dan perfilman sebagai bidang yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek menjanjikan di masa depan.

“Industri game dan perfilman saat ini bukan sekadar hiburan, tetapi telah menjadi sektor ekonomi kreatif yang mampu menghasilkan nilai besar. Dengan SDM yang kompetitif, kita optimistis generasi muda Padang mampu bersaing dan menghasilkan karya berkualitas,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur PNP, Revalin Herdianto, menjelaskan bahwa PNP Youth Innovators Fest 2026 dirancang sebagai ajang edukatif sekaligus kompetitif. Berbagai kegiatan disiapkan untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan peserta, di antaranya coaching clinic di bidang broadcasting, pembuatan konten digital, animasi, serta robotika.

Ia berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa dan generasi muda tidak hanya mampu berinovasi, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia industri yang semakin dinamis.

“Melalui festival ini, kami ingin mendorong lahirnya inovator muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri,” jelas Revalin.

Kegiatan ini pun diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem inovasi di Kota Padang, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor industri kreatif.

Editor : Ayu

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.