Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

Padang — Ribuan pelari dari berbagai kalangan memeriahkan kegiatan TNI Fun Run 2026 yang digelar di Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (20/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI yang diperingati setiap 5 Oktober.

TNI Fun Run 2026 dilaksanakan secara serentak di 30 kota di seluruh Indonesia dan tercatat sebagai bagian dari upaya pemecahan rekor MURI. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat membudayakan pola hidup sehat sekaligus mempererat kedekatan dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat.

Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) Mayjen TNI Arief Gajah Mada, didampingi Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Aji Mimbarno dan unsur Forkopimda provinsi Sumbar dan Kota Padang secara langsung melepas para peserta TNI Fun Run 2026 di Kota Padang.

Dalam sambutannya, Pangdam XX/TIB menyampaikan bahwa TNI Fun Run bukan sekadar kegiatan olahraga dan hiburan, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan serta memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Fun run ini bukan hanya tentang olahraga dan hiburan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga kesehatan badan dan jiwa, sekaligus mempererat kedekatan serta kebersamaan TNI dengan seluruh masyarakat,” ujar Pangdam.

Menurutnya, antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan tersebut menunjukkan semangat kebersamaan dan kecintaan masyarakat terhadap TNI. Kegiatan olahraga bersama juga diharapkan dapat menjadi sarana positif untuk membangun masyarakat yang sehat, bugar dan produktif.

Selain TNI Fun Run, rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 TNI di wilayah Sumatera Barat juga diisi dengan berbagai kegiatan lainnya, di antaranya lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB) antar sekolah tingkat SMA, kegiatan Bakti Sosial Kesehatan, pembagian paket Sembako, Bazar Murah, Penanaman Mangrove, serta perlombaan domino.

Beragam kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen TNI untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjalankan tugas pertahanan negara, tetapi juga melalui kegiatan sosial, olahraga, lingkungan, pendidikan dan kebersamaan.

Melalui rangkaian HUT ke-81 TNI, diharapkan sinergi dan kemanunggalan TNI bersama rakyat semakin kuat, sejalan dengan semangat TNI untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN - Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, S.Pd., M.Pd., AIFO, menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Administrasi dan Keuangan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Padang Pariaman.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2026, bertempat di Hall IKK Padang Pariaman, Parit Malintang. Bimtek ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pengurus dan pengelola organisasi olahraga dalam menjalankan administrasi serta pengelolaan keuangan secara tertib dan bertanggung jawab.

Dalam kegiatan tersebut, kehadiran Aprinaldi tidak hanya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, tetapi juga sebagai narasumber yang memberikan penguatan mengenai pentingnya tata kelola organisasi dalam mendukung keberlangsungan pembinaan olahraga daerah.

Administrasi dan keuangan merupakan dua unsur penting dalam pengelolaan organisasi olahraga. Penataan administrasi yang baik dapat mendukung kelancaran program kerja, sementara pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel menjadi landasan untuk menjaga kepercayaan anggota, atlet, serta para pemangku kepentingan.

Melalui kegiatan Bimtek ini, para pengurus KONI diharapkan semakin memahami pentingnya penyusunan dokumen administrasi, pencatatan keuangan, pertanggungjawaban anggaran, serta pelaksanaan program yang sesuai dengan ketentuan dan prinsip tata kelola organisasi.

Penguatan kapasitas tersebut juga dinilai penting untuk memastikan dukungan terhadap pembinaan atlet, pelaksanaan kegiatan olahraga, serta peningkatan prestasi dapat dilakukan secara terencana, efektif, dan berkelanjutan.

Semangat yang dibangun dalam kegiatan ini adalah mewujudkan tata kelola olahraga yang profesional, transparan, dan berorientasi pada prestasi. Organisasi olahraga tidak hanya dituntut menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga harus mampu menjalankan manajemen yang tertib, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan tata kelola yang semakin baik, KONI Kabupaten Padang Pariaman diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pengurus, cabang olahraga, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.

Kegiatan Bimtek Administrasi dan Keuangan ini menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen bersama dalam membangun organisasi olahraga yang tidak hanya berprestasi di arena pertandingan, tetapi juga kuat dalam administrasi, tertib dalam pengelolaan anggaran, serta konsisten menjunjung prinsip transparansi dan akuntabilitas.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat melalui Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus melaksanakan tahap II penanganan tiga perkara dugaan tindak pidana korupsi. Tahap II tersebut berupa penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada kejaksaan negeri terkait.

Penyerahan dilakukan secara berturut-turut pada 14, 16, dan 17 September 2026. Ketiga perkara tersebut berkaitan dengan dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pembangunan Kampus III UIN Imam Bonjol Padang, dugaan korupsi pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi Jembatan Sikabu/Kayu Gadang, serta dugaan korupsi pembangunan fasilitas Pelabuhan Laut Labuhan Bajau di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Perkara Kampus III UIN Imam Bonjol Padang

Tahap II pertama dilaksanakan pada Senin, 14 September 2026, untuk perkara dugaan gratifikasi dan TPPU terkait pembangunan Kampus III UIN Imam Bonjol Padang Tahun Anggaran 2020.

Penyerahan tersangka dan barang bukti dilakukan kepada Kejaksaan Negeri Padang. Dalam perkara ini, terdapat tiga tersangka, yakni DE, HL, dan S.

DE disangkakan melanggar ketentuan Pasal 12 B ayat (1) Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Selain itu, DE juga disangkakan dengan ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 606 ayat (2) KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026, serta pasal terkait TPPU.

Sementara itu, HL dan S disangkakan melakukan TPPU sebagaimana ketentuan Pasal 607 ayat (1) huruf a juncto Pasal 20 huruf c KUHP, dengan ketentuan subsidair sebagaimana diterapkan dalam perkara.

Perkara Jembatan Sikabu/Kayu Gadang

Selanjutnya, pada Rabu, 16 September 2026, Kejati Sumbar melaksanakan tahap II perkara dugaan korupsi pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi Jembatan Sikabu/Kayu Gadang Tahun Anggaran 2020.

Penyerahan empat tersangka, yakni A, BB, Y, dan IF, dilakukan kepada Kejaksaan Negeri Pariaman.

Keempat tersangka disangkakan melanggar ketentuan Pasal 603 juncto Pasal 3 juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, juncto Pasal 7 ayat (1) huruf a dan huruf b, serta Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 dan ketentuan penyesuaian pidana yang berlaku.

Perkara ini berkaitan dengan pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi jembatan yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2020.

Tahap II ketiga dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, dalam perkara dugaan korupsi pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Labuhan Bajau, Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Tahun Anggaran 2019 dan 2020.

Dalam perkara tersebut, dua tersangka diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Mentawai. Keduanya masing-masing berinisial AZ selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan BU selaku Konsultan Pengawas.

AZ dan BU disangkakan melanggar ketentuan Pasal 603 juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026, serta Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 dan ketentuan pidana lainnya sebagaimana diterapkan dalam perkara.

Kejati Sumbar menyampaikan, pelaksanaan tahap II terhadap ketiga perkara tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Dalam proses penyerahan, para tersangka didampingi penasihat hukum atau advokat sebagai bentuk pemenuhan hak-hak tersangka dalam proses hukum.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumbar menyatakan, ketiga perkara tersebut dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Padang untuk menjalani proses persidangan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dengan demikian, penanganan perkara kini memasuki tahapan penuntutan setelah proses penyidikan dinyatakan berlanjut ke tahap penyerahan tersangka dan barang bukti kepada JPU.

Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk menangani perkara secara profesional, transparan sesuai kewenangan, dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam setiap tahapan, Kejati Sumbar juga menyatakan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta hak-hak para tersangka.

Catatan: Seluruh pihak yang disebut dalam perkara ini masih berstatus tersangka dan belum dinyatakan bersalah berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.(A.1)

 


REALITANUSANTARA.COM

PADANG  — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menggelar kegiatan bakti kesehatan dan donor darah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara dengan mengusung semangat “Polantas Presisi, Mengabdi Untuk Negeri.” Tidak hanya berorientasi pada pelayanan lalu lintas, momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan yang berlangsung dengan melibatkan personel kepolisian serta masyarakat tersebut, peserta mendapatkan pelayanan kesehatan dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam donor darah. Sejumlah petugas terlihat memberikan pelayanan kepada peserta, mulai dari pemeriksaan hingga proses pengambilan darah dengan tetap memperhatikan prosedur kesehatan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dirlantas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Reza, yang tampak berinteraksi langsung dengan personel dan peserta kegiatan. Kehadiran pimpinan di tengah kegiatan menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan serta memastikan rangkaian bakti sosial berjalan dengan baik.

Dalam Peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tidak hanya menjadi agenda seremonial. Melalui bakti kesehatan dan donor darah, Ditlantas Polda Sumbar menunjukkan bahwa pelayanan kepolisian juga memiliki dimensi sosial dan kemanusiaan.

Donor darah, khususnya, memiliki nilai penting karena ketersediaan darah sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dan para pendonor. Setiap kantong darah yang terkumpul dapat menjadi bagian dari upaya membantu pasien yang membutuhkan transfusi.

Semangat tersebut sejalan dengan transformasi pelayanan kepolisian yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan tugas. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan di jalan raya, tetapi juga berupaya hadir dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Polantas Presisi, Mengabdi Untuk Negeri” menjadi pesan utama yang terlihat dalam rangkaian kegiatan tersebut—sebuah penegasan bahwa tugas lalu lintas tidak semata-mata mengenai pengaturan kendaraan dan penegakan hukum, tetapi juga tentang pelayanan, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan bakti kesehatan dan donor darah ini, Ditlantas Polda Sumatera Barat turut memperkuat pesan bahwa kepolisian membutuhkan hubungan yang dekat dengan masyarakat.

Semangat gotong royong yang terlihat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat. Dalam konteks keselamatan berlalu lintas, hubungan semacam ini juga penting karena budaya tertib dan keselamatan di jalan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 akhirnya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan perjalanan institusi, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat komitmen pelayanan publik dan pengabdian kemanusiaan.

Ditlantas Polda Sumbar terus membawa pesan bahwa keberadaan Polantas bukan hanya untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga untuk hadir, melayani, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Edtr/Rptr : (RF)


REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menggelar Lomba Polisi Cilik (Pocil) Sejajaran Polda Sumbar di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Padang, kemarin.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakapolda Sumatera Barat Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.H., CSPHR, dan turut dihadiri sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sumbar serta para Kapolres jajaran.

Lomba Polisi Cilik menjadi salah satu upaya kepolisian dalam memberikan edukasi sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab dan kesadaran berlalu lintas kepada anak-anak sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta dari berbagai Polres jajaran Polda Sumbar menunjukkan kemampuan mereka dalam baris-berbaris, kedisiplinan, kekompakan serta pemahaman mengenai tata tertib dan keselamatan berlalu lintas.

Wakapolda Sumbar dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang dinilai menjadi bagian dari pembinaan karakter generasi muda.

Menurutnya, pengenalan aturan dan budaya tertib berlalu lintas sejak dini diharapkan dapat membentuk anak-anak menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab serta mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq menyampaikan bahwa kegiatan Polisi Cilik tidak semata-mata berorientasi pada perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan kepolisian dengan anak-anak.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa polisi hadir sebagai sahabat dan pelayan masyarakat. Yang terpenting bukan hanya menjadi juara, tetapi bagaimana nilai-nilai kedisiplinan dan keselamatan berlalu lintas dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kombes Pol. Reza.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat “Polantas Presisi, Mengabdi Untuk Negeri”, khususnya dalam membangun kesadaran berlalu lintas melalui pendekatan edukatif dan humanis.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Perwakilan Polisi Cilik dari berbagai wilayah di Sumatera Barat tampil di hadapan dewan juri dan masyarakat yang menyaksikan langsung jalannya perlombaan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang serta penyerahan piala dan piagam penghargaan kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi.

Melalui kegiatan ini, Ditlantas Polda Sumbar berharap pembinaan Polisi Cilik dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari edukasi lalu lintas, sekaligus melahirkan generasi muda yang disiplin, tertib dan memiliki kesadaran terhadap pentingnya keselamatan di jalan raya.


Edtr/Rptr: (RF)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG  - Apel pagi di lingkungan Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan, membangun koordinasi, dan meningkatkan kesiapan aparatur dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas kelembagaan DPRD.

Hal tersebut tercermin dalam Apel Pagi Rutin Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat yang digelar Kamis (17/9/2026), di halaman depan lobi Kantor DPRD Sumbar. Apel dipimpin langsung oleh Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. Maifrizon, M.Si.

Kehadiran pimpinan dalam apel tersebut menjadi bagian dari penegasan bahwa disiplin merupakan unsur penting dalam membangun budaya kerja aparatur. Di lingkungan Sekretariat DPRD Sumbar, kedisiplinan tidak hanya berkaitan dengan kehadiran, tetapi juga mencakup kepatuhan terhadap tugas, ketepatan waktu, tanggung jawab, serta kesiapan memberikan pelayanan secara profesional.

Sekretariat DPRD memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran berbagai agenda kedewanan. Mulai dari dukungan administratif, fasilitasi persidangan, koordinasi kegiatan, hingga pelayanan teknis dan kelembagaan, seluruhnya membutuhkan aparatur yang bekerja secara tertib, responsif, dan memiliki pemahaman yang baik terhadap tugas masing-masing.

Karena itu, apel pagi menjadi ruang untuk menyamakan ritme kerja sekaligus mengingatkan seluruh jajaran agar menjaga komunikasi dan koordinasi internal. Setiap bagian dituntut mampu menjalankan fungsi masing-masing secara terarah, sehingga pelaksanaan agenda DPRD tidak terkendala oleh persoalan kedisiplinan maupun lemahnya koordinasi.

Dalam pelaksanaan pemerintahan, disiplin aparatur merupakan salah satu fondasi penting bagi terciptanya pelayanan publik yang berkualitas. Aparatur tidak cukup hanya hadir secara fisik, tetapi juga harus menunjukkan komitmen melalui pelaksanaan tugas yang konsisten dan bertanggung jawab.

Semangat tersebut menjadi relevan bagi Sekretariat DPRD Sumbar yang memiliki tanggung jawab mendukung aktivitas kelembagaan DPRD dengan dinamika agenda yang beragam. Setiap kegiatan membutuhkan persiapan matang, koordinasi lintasbagian, serta ketepatan dalam pelaksanaan.

Melalui kepemimpinannya, Maifrizon terus mendorong agar kedisiplinan menjadi bagian dari kebiasaan kerja sehari-hari. Disiplin diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan apel, tetapi diterapkan dalam setiap proses pekerjaan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian tugas.

Apel pagi juga menjadi pengingat bahwa kedisiplinan harus berbanding lurus dengan peningkatan kinerja. Barisan yang tertib merupakan simbol kesiapan, tetapi ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana kesiapan tersebut diterjemahkan menjadi hasil kerja yang nyata.

Setiap aparatur diharapkan memahami tanggung jawab sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Dengan demikian, pekerjaan dapat dilaksanakan secara lebih efektif, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan pelayanan kelembagaan.

Koordinasi antarbagiannya pun menjadi faktor penting. Komunikasi yang solid dapat membantu memastikan setiap agenda dipersiapkan dengan baik, pembagian tugas berjalan jelas, serta potensi kendala dapat diantisipasi sejak awal.

Dalam konteks ini, penguatan disiplin bukan dimaksudkan semata-mata sebagai penegakan aturan, melainkan sebagai upaya membangun etos kerja yang mendorong aparatur untuk lebih profesional, produktif, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap institusi.

Pesan yang dibangun melalui apel pagi diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan koordinasi harus diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Kehadiran aparatur perlu diwujudkan melalui pelayanan yang tepat waktu, penyelesaian pekerjaan yang bertanggung jawab, serta dukungan yang optimal terhadap seluruh agenda DPRD Provinsi Sumatera Barat.

Dengan demikian, apel pagi tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun budaya kerja yang lebih tertib dan berorientasi pada kinerja.

Sekretariat DPRD Sumbar terus mendorong agar seluruh jajaran mampu menjaga soliditas, meningkatkan profesionalisme, dan memperkuat komitmen pelayanan. Sebab, kelancaran tugas-tugas kedewanan tidak terlepas dari kesiapan aparatur yang bekerja di belakangnya.

Melalui penguatan disiplin dan koordinasi secara berkelanjutan, Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat diharapkan semakin mampu memberikan dukungan administratif, teknis, dan pelayanan yang optimal bagi pelaksanaan fungsi kelembagaan DPRD. (Ayu)


REALITANUSANTARA. COM

PADANG — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menggelar aksi bakti kesehatan donor darah pada Selasa, 15 September 2026. Mengusung tema "Setetes Darah, Sejuta Harapan," acara ini menjadi wujud nyata kepedulian institusi kepolisian terhadap ketersediaan pasokan darah bagi masyarakat luas.

Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H.. Dalam kesempatan tersebut, beliau tidak sekadar memantau jalannya kegiatan, tetapi juga terjun langsung untuk mendonorkan darahnya bersama dengan seluruh jajaran personel Ditlantas Polda Sumbar.

Berikut adalah poin-poin utama dan fakta menarik dari pelaksanaan bakti kesehatan ini:

Bukan Sekadar Seremonial Kombes Pol. Reza menegaskan bahwa aksi donor darah ini bukan sekadar agenda perayaan hari jadi semata. Kegiatan ini ditujukan untuk membuktikan bahwa pengabdian Polri tidak hanya berada di jalan raya sebagai pengatur lalu lintas, tetapi juga hadir di bidang kemanusiaan

Setetes darah yang disumbangkan diharapkan dapat menjadi sejuta harapan yang mampu menyelamatkan nyawa orang lain. Semangat pengabdian ini dinilai terus relevan untuk dijaga sebagai bentuk kepedulian sosial langsung dari Polri kepada masyarakat.

Aksi sosial ini sangat sejalan dengan tema besar peringatan HUT tahun ini, yaitu “Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri”.

Selain bermanfaat secara langsung untuk menambah ketersediaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI), kegiatan ini juga bertujuan mulia untuk mempererat rasa persaudaraan dan solidaritas sosial di antara seluruh personel Ditlantas Polda Sumbar.

Melalui pelaksanaan acara ini, Ditlantas Polda Sumbar berharap tetesan darah yang telah terkumpul bisa segera disalurkan secara optimal. Dengan demikian, sumbangan darah ini diharapankan dapat memberikan manfaat dan keberkahan besar bagi masyarakat yang sedang membutuhkan perawatan medis.


Edtr/Rptr :RF


REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Seragam polisi lalu lintas identik dengan ketegasan di jalan raya. Namun, di tengah kesibukan mengatur arus kendaraan dan menjaga keselamatan pengguna jalan, jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menunjukkan sisi lain dari pengabdian: kepedulian terhadap masyarakat.

Dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026, Ditlantas Polda Sumbar menyalurkan bantuan sosial berupa kebutuhan pokok kepada sejumlah kelompok masyarakat di Kota Padang, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H.

Bantuan diserahkan secara langsung kepada perwakilan pengemudi ojek online, pengemudi ojek pangkalan, petugas kebersihan jalan, korban kecelakaan lalu lintas, serta masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran dilakukan dalam suasana sederhana dan penuh keakraban. 

Bagi masyarakat yang setiap hari menggantungkan aktivitasnya di jalan, kehadiran polisi lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan aturan, rambu dan penindakan.

Ada interaksi yang jauh lebih dekat: menyapa, mendengarkan, membantu dan memastikan bahwa masyarakat yang bekerja di ruang publik juga mendapatkan perhatian.

Hal tersebut tercermin dari kegiatan sosial Ditlantas Polda Sumbar. Para petugas kebersihan jalan dan pengemudi transportasi yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas lalu lintas sehari-hari menjadi salah satu kelompok yang menerima bantuan.

Dalam keterangan yang dikutip sejumlah media, Kombes Pol. Reza menyampaikan bahwa momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara menjadi kesempatan bagi Polantas untuk hadir bukan hanya sebagai penegak aturan, tetapi juga sebagai sahabat dan pelindung masyarakat. 

 “Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penegak aturan di jalan raya, tetapi juga sebagai sahabat dan pelindung masyarakat.”

Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penerimanya sekaligus menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Kegiatan sosial ini juga memperlihatkan pendekatan pelayanan yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam tugas kepolisian.

Personel Ditlantas tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para penerima. Suasana hangat terlihat dalam sejumlah dokumentasi kegiatan, ketika polisi, pengemudi, petugas kebersihan dan masyarakat bertemu tanpa sekat formal.

Bagi Ditlantas Polda Sumbar, kedekatan semacam itu menjadi bagian dari semangat “Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri.”

Semangat tersebut tidak berhenti pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga diarahkan pada pelayanan yang lebih luas, termasuk kegiatan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat. 

Dalam Peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tahun ini tidak hanya menjadi momentum untuk melihat perjalanan panjang korps lalu lintas, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat.

Di tengah aktivitas Kota Padang yang terus bergerak, para pengemudi, petugas kebersihan dan pekerja sektor informal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan jalan raya.

Karena itu, kehadiran Polantas di tengah mereka membawa pesan sederhana: pengabdian kepada masyarakat tidak selalu hadir melalui tindakan besar. Terkadang, ia hadir melalui sebuah bantuan, sebuah jabat tangan, dan kesediaan untuk turun langsung menemui masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Ditlantas Polda Sumbar kembali menegaskan bahwa tugas kepolisian di bidang lalu lintas memiliki dimensi yang lebih luas—menjaga keselamatan, memberikan pelayanan, membangun kepercayaan, sekaligus menghadirkan kepedulian.

Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib dan penuh kekeluargaan. 


Rptr/edtr: (RF)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Pemerintah Kota Padang terus mendorong percepatan pemulihan infrastruktur serta penguatan layanan dasar masyarakat pascabencana. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat guna memastikan kebutuhan pembangunan strategis di daerah memperoleh dukungan yang memadai.

Wali Kota Padang Fadly Amran melakukan audiensi dengan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur dan Pembiayaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPBPK) Sumatera Barat, Maria Doeni Isa, di Kantor BPBPK Sumbar, Selasa (15/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah kebutuhan prioritas Kota Padang, khususnya percepatan dukungan pemerintah pusat terhadap penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, serta pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam audiensi itu adalah penguatan dan pemulihan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Gunung Pangilun. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Padang.

Selain sektor air minum, pembahasan juga mencakup pengembangan fasilitas pengelolaan sampah, termasuk Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF). Pengembangan infrastruktur ini diarahkan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, sekaligus mendukung pengurangan timbulan sampah dan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif.

Fadly Amran menekankan pentingnya sinergi lintas pemerintahan agar berbagai kebutuhan pembangunan dapat ditindaklanjuti secara terarah. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan infrastruktur strategis, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Koordinasi tersebut juga menjadi langkah untuk memastikan proses pemulihan pascabencana tidak hanya berorientasi pada perbaikan kerusakan, tetapi turut memperkuat ketahanan infrastruktur dan kualitas pelayanan publik ke depan.

Pemerintah Kota Padang berharap hasil audiensi dapat ditindaklanjuti melalui dukungan teknis, pembiayaan, serta percepatan pelaksanaan program sesuai kewenangan masing-masing pihak.

Dengan koordinasi yang berkelanjutan, pemulihan infrastruktur diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, pengelolaan lingkungan, dan pelayanan dasar perkotaan.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Perumda Air Minum Kota Padang memberikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Sukirno yang telah mengabdikan diri selama kurang lebih 26 tahun di lingkungan perusahaan daerah tersebut.

Apresiasi itu menjadi bentuk penghormatan atas perjalanan panjang, loyalitas, serta kontribusi yang telah diberikan Sukirno dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan Perumda Air Minum Kota Padang kepada masyarakat.

Pengabdian selama lebih dari dua dekade dinilai menjadi bagian penting dari perjalanan perusahaan dalam menjaga keberlanjutan pelayanan air minum. Dedikasi dan pengalaman yang telah diberikan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus bekerja dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik.

Selain memberikan penghargaan atas masa pengabdian, Perumda Air Minum Kota Padang juga menyampaikan ucapan selamat kepada putra-putri penerus bangsa dari lingkungan perusahaan yang telah menorehkan prestasi.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Perumda Air Minum Kota Padang sekaligus menunjukkan bahwa lingkungan perusahaan tidak hanya berperan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga turut mendukung tumbuhnya generasi yang berprestasi dan berdaya saing.

Momentum apresiasi dan pemberian ucapan selamat tersebut berlangsung pada Senin, 14 September 2026. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pengabdian, kerja keras, dan prestasi merupakan nilai yang perlu terus dirawat dalam membangun organisasi yang profesional dan berorientasi pada kemajuan.

Perumda Air Minum Kota Padang berharap semangat pengabdian yang telah ditunjukkan Sukirno dapat menjadi teladan bagi seluruh insan perusahaan. Di sisi lain, prestasi yang diraih generasi penerus diharapkan mampu mendorong motivasi untuk terus mengembangkan potensi, menjaga nama baik keluarga dan institusi, serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan daerah.

Melalui penghargaan terhadap dedikasi dan apresiasi terhadap prestasi, Perumda Air Minum Kota Padang menegaskan pentingnya membangun budaya kerja yang menghargai proses, mengedepankan profesionalisme, dan memberikan ruang bagi setiap individu untuk berkembang.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG -  Pemerintah Kota Padang terus mendorong penguatan keterbukaan informasi publik sebagai bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Wali Kota Padang Fadly Amran menekankan, informasi publik harus disampaikan secara cepat, mudah diakses, serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk hingga tingkat kelurahan. Menurutnya, keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban administratif pemerintah, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Fadly Amran saat menghadiri kegiatan Sekolah Keterbukaan Informasi Bersertifikat 2026 Angkatan III yang digelar di UNP Hotel & Convention Center, Senin (14/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para camat dan lurah se-Kota Padang. Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman aparatur pemerintahan mengenai prinsip, mekanisme, serta strategi pelaksanaan keterbukaan informasi publik di lingkungan pemerintahan daerah.

Fadly menilai, aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap keterbukaan informasi perlu diperkuat agar pelayanan publik dapat berjalan secara terbuka, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Keterbukaan informasi harus mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah diakses, dan menjangkau masyarakat hingga tingkat kelurahan,” demikian penekanan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Melalui penguatan kapasitas aparatur, pemerintah diharapkan mampu menyediakan informasi yang jelas mengenai program, kebijakan, pelayanan, serta berbagai kebutuhan masyarakat. Langkah ini juga dinilai penting untuk mendorong partisipasi publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Sekolah Keterbukaan Informasi Bersertifikat 2026 Angkatan III menjadi salah satu upaya membangun kesamaan pemahaman di antara aparatur pemerintah Kota Padang. Dengan pengetahuan dan strategi yang lebih baik, camat dan lurah diharapkan dapat mengimplementasikan keterbukaan informasi secara efektif di wilayah kerja masing-masing.

Penguatan keterbukaan informasi juga sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pemerintahan yang semakin terbuka dan adaptif. Masyarakat tidak hanya membutuhkan pelayanan yang cepat, tetapi juga informasi yang akurat, mudah dipahami, serta dapat diakses melalui saluran yang tersedia.

Pemerintah Kota Padang berharap, peningkatan kompetensi aparatur dalam bidang keterbukaan informasi dapat memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung terwujudnya pemerintahan yang transparan, responsif, dan bertanggung jawab.


REALITANUSANTARA.COM

PADANG, — Memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menggelar kegiatan anjangsana sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran Ditlantas Polda Sumbar dan dipimpin Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. Dalam suasana penuh keakraban, rombongan menyambangi sejumlah masyarakat dan menyerahkan bingkisan sebagai bentuk perhatian dalam momentum peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara.

Tidak sekadar menjadi agenda seremonial, anjangsana tersebut menjadi ruang bagi jajaran kepolisian untuk hadir lebih dekat, menyapa, mendengarkan, sekaligus berbagi kebahagiaan bersama masyarakat.

Kehadiran personel Ditlantas Polda Sumbar disambut hangat oleh warga. Senyum dan suasana kekeluargaan terlihat dalam setiap kunjungan, memperlihatkan sisi humanis kepolisian yang tidak hanya hadir ketika menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat.

Kombes Pol. Reza menegaskan bahwa momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara bukan hanya tentang perjalanan panjang institusi lalu lintas, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya membangun kedekatan dan kepercayaan dengan masyarakat.

 “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami. Kami ingin hadir tidak hanya dalam menjalankan tugas di jalan raya, tetapi juga di tengah masyarakat, berbagi dan menjalin silaturahmi,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, hubungan yang baik antara polisi dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

Pendekatan humanis pun terus didorong sebagai bagian dari pelayanan kepolisian. Masyarakat diharapkan tidak melihat polisi lalu lintas semata-mata sebagai aparat yang melakukan penindakan, tetapi juga sebagai mitra yang siap membantu dan memberikan perlindungan.

Peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026 akhirnya tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pengabdian Polantas, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat.

“Polisi hadir untuk melayani, melindungi dan mengayomi. Kedekatan dengan masyarakat adalah bagian dari pengabdian itu sendiri,” menjadi semangat yang tercermin dalam kegiatan anjangsana tersebut.

Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna itu, Ditlantas Polda Sumbar menunjukkan bahwa membangun keselamatan lalu lintas tidak hanya dilakukan melalui aturan dan penindakan, tetapi juga melalui kepedulian, komunikasi dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.


Rptr:(Rf)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.