Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengapresiasi pelaksanaan program shalat berjamaah lima waktu yang dijalankan Masjid As Salam di Komplek Dangau Teduh, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung. Program tersebut dinilai menjadi salah satu langkah nyata dalam membentuk karakter religius generasi muda sejak usia dini.

Apresiasi itu disampaikan Fadly Amran saat menghadiri kegiatan Subuh Mubarakah yang dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada peserta Smart Surau di Masjid As Salam, Minggu (7/6/2026).

Dalam sambutannya, Fadly Amran menilai keberhasilan Masjid As Salam dalam membina anak-anak dan remaja melalui kebiasaan shalat berjamaah patut menjadi contoh bagi masjid dan musala lainnya di Kota Padang. Terlebih, pengurus masjid juga memberikan penghargaan kepada anak-anak yang aktif dan rutin mengikuti ibadah berjamaah lima waktu.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang, yakni Smart Surau, yang bertujuan menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat pendidikan agama, pembinaan karakter, dan aktivitas sosial masyarakat.

“Program seperti ini sangat baik karena mampu menanamkan kedisiplinan dan kecintaan anak-anak terhadap masjid sejak dini. Reward yang diberikan juga menjadi motivasi agar mereka semakin semangat dalam menjalankan ibadah,” ujar Fadly Amran.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Padang berkomitmen memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat melalui berbagai program berkelanjutan. Ke depan, pembinaan generasi muda tidak hanya difokuskan pada kegiatan Subuh Mubarakah, tetapi juga diperluas melalui Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW), rumah tahfidz, serta berbagai kegiatan pendidikan keagamaan lainnya.

Selain itu, Pemko Padang juga tengah menyiapkan sistem absensi digital sebagai bagian dari pengembangan program Smart Surau. Sistem tersebut nantinya diharapkan dapat memantau keaktifan peserta dalam mengikuti kegiatan ibadah dan pendidikan keagamaan secara lebih efektif dan terukur.

“Pemerintah Kota Padang sedang menyiapkan sistem absensi digital untuk mendukung program Smart Surau. Dengan sistem ini, pembinaan terhadap generasi muda di masjid dan musala bisa berjalan lebih optimal,” tambahnya.

Kegiatan Subuh Mubarakah tersebut berlangsung penuh keakraban dan diikuti jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pengurus masjid, hingga anak-anak peserta Smart Surau. Momentum itu juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai religius di lingkungan Kota Padang.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, secara resmi menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kota Padang dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kota Padang, Sabtu (6/6/2026).

Penyampaian nota keuangan pertanggungjawaban APBD tersebut merupakan bagian dari mekanisme konstitusional dalam pengelolaan keuangan daerah sekaligus bentuk transparansi dan akuntabilitas Pemerintah Kota Padang kepada masyarakat melalui lembaga legislatif.

Dalam pidatonya, Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, DPRD, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah sepanjang tahun anggaran 2025.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas capaian Pemerintah Kota Padang yang kembali berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Barat terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

“Alhamdulillah, opini WTP yang kembali diraih ini merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujar Maigus Nasir di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Kota Padang.

Ia menegaskan, capaian tersebut menjadi prestasi yang membanggakan karena merupakan raihan opini WTP ke-13 kalinya bagi Pemerintah Kota Padang dan ke-12 kali secara berturut-turut sejak Tahun Anggaran 2014.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini tertinggi dalam audit laporan keuangan itu tidak terlepas dari kerja sama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pengawasan DPRD, serta dukungan masyarakat Kota Padang.

Selain menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, rapat paripurna tersebut juga menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan program pembangunan daerah selama tahun 2025, baik di sektor infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, maupun penguatan ekonomi masyarakat.

Maigus Nasir berharap pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dapat berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi konstruktif demi peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan serta pembangunan Kota Padang ke depan.

Rapat paripurna tersebut dipimpin unsur pimpinan DPRD Kota Padang dan dihadiri anggota dewan, unsur Forkopimda, kepala OPD, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Bukittinggi – Peringatan 100 tahun Jam Gadang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, berlangsung meriah melalui gelaran IMLF Jam Gadang Fun Run 2026 yang dipusatkan di kawasan Pedestrian Jam Gadang, Minggu (7/6/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga masyarakat, tetapi juga menjadi momentum nasional dalam memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus mendorong pengembangan sport tourism di Indonesia.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, S.IP, hadir langsung dalam kegiatan yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah tersebut. Kehadiran peserta dari luar Sumatera Barat turut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap perayaan satu abad Jam Gadang yang selama ini dikenal sebagai ikon sejarah dan destinasi wisata unggulan Indonesia.

Suasana kawasan Jam Gadang sejak pagi tampak dipadati peserta fun run, wisatawan domestik, komunitas olahraga, hingga masyarakat umum yang ingin menyaksikan kemeriahan perayaan 100 tahun bangunan bersejarah tersebut. Event ini menjadi bagian dari rangkaian International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) 2026 yang menghadirkan perpaduan antara olahraga, budaya, literasi, dan promosi pariwisata daerah.

Dalam keterangannya, Evi Yandri menegaskan bahwa perayaan 100 tahun Jam Gadang memiliki makna penting, tidak hanya bagi masyarakat Sumatera Barat, tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan sejarah nasional yang perlu dijaga bersama.

“Jam Gadang bukan hanya simbol Kota Bukittinggi atau Sumatera Barat, tetapi juga bagian dari identitas budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah tinggi. Momentum 100 tahun ini harus menjadi pengingat bersama tentang pentingnya menjaga dan merawat warisan budaya bangsa,” ujar Evi Yandri.

Menurutnya, kegiatan Jam Gadang Fun Run 2026 menjadi contoh positif bagaimana pelestarian budaya dapat dikolaborasikan dengan kegiatan olahraga dan pariwisata modern yang mampu menarik perhatian generasi muda maupun wisatawan.

Ia menilai konsep sport tourism seperti ini sangat relevan untuk terus dikembangkan di berbagai daerah Indonesia karena memberikan dampak luas terhadap sektor ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM, industri kreatif, dan sektor pariwisata lokal.

“Event seperti ini memberikan dampak ekonomi yang nyata. Hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku UMKM ikut merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan. Ini menjadi bukti bahwa kegiatan olahraga berbasis budaya mampu menjadi penggerak ekonomi daerah,” katanya.

Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan tersebut juga dinilai berhasil mempererat hubungan sosial dan memperkuat semangat kebersamaan masyarakat. Ribuan peserta terlihat menikmati suasana Kota Bukittinggi dengan latar sejarah Jam Gadang yang selama satu abad menjadi saksi perkembangan kota tersebut.

Evi Yandri turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian kegiatan, mulai dari pemerintah daerah, panitia pelaksana, komunitas, sponsor, hingga masyarakat yang ikut menjaga suasana kegiatan tetap tertib dan kondusif.

Ia berharap perayaan 100 tahun Jam Gadang tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan menjadi langkah awal memperkuat promosi budaya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

“Warisan budaya harus terus hidup di tengah masyarakat dan dikenalkan kepada generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya merayakan sejarah, tetapi juga membangun masa depan pariwisata dan kebudayaan Indonesia yang lebih maju,” tuturnya.

Peringatan satu abad Jam Gadang melalui IMLF Jam Gadang Fun Run 2026 menjadi salah satu agenda yang menyita perhatian publik selama berlangsungnya IMLF 2026. Kegiatan tersebut mempertegas posisi Jam Gadang sebagai ikon budaya dan destinasi wisata nasional yang memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Fadly Amran menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi agar penyalurannya benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) yang berlangsung di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Kamis (4/6/2026).

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Mahyeldi dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Barat, para kepala daerah kabupaten/kota se-Sumbar, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait sektor energi dan distribusi BBM bersubsidi.

Turut hadir dalam kegiatan itu Direktur BBM BPH Migas, Chrisnawan Anditya, Sales Area Manager pertaminapatraniaga.com⁠� wilayah Sumbar, Fakhri Rizal Hasibuan, serta Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto.

Dalam kesempatan tersebut, Fadly Amran menekankan bahwa pengawasan distribusi BBM subsidi merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya kalangan nelayan, petani, pelaku UMKM, dan sektor transportasi yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM bersubsidi. Menurutnya, distribusi yang tidak tepat sasaran dapat merugikan masyarakat kecil dan memicu kelangkaan di lapangan.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang siap bersinergi dengan pemerintah provinsi, aparat penegak hukum, BPH Migas, serta pihak Pertamina dalam memperkuat pengawasan di seluruh rantai distribusi BBM subsidi. Upaya tersebut mencakup pengawasan terhadap penyaluran di SPBU, pengendalian distribusi bagi kendaraan tertentu, hingga peningkatan koordinasi lintas instansi untuk mencegah praktik penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi menegaskan pentingnya pengawasan terpadu guna memastikan kuota BBM subsidi yang telah dialokasikan pemerintah pusat benar-benar dimanfaatkan sesuai ketentuan. Ia meminta seluruh pemerintah daerah di Sumbar aktif melakukan pemantauan di wilayah masing-masing agar distribusi BBM berjalan tertib, transparan, dan adil.

Rakor ini juga menjadi forum evaluasi berbagai persoalan yang masih ditemukan di lapangan, termasuk potensi penyimpangan distribusi serta perlunya penguatan sistem pengawasan berbasis digital dan data terpadu. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan dapat terus meningkatkan koordinasi untuk menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat serta mendukung stabilitas perekonomian daerah.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menghadiri Gala Dinner International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 yang dirangkaikan dengan Peringatan 100 Tahun Jam Gadang di Halaman Balai Kota Bukittinggi, Rabu (3/6/2026) malam.

Kegiatan berskala internasional yang berlangsung pada 3 hingga 7 Juni 2026 tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat diplomasi budaya, literasi, serta memperkenalkan kekayaan tradisi Minangkabau kepada masyarakat dunia.

Acara pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri para delegasi dari 38 negara. Kehadiran para peserta internasional tersebut semakin menegaskan posisi Sumatera Barat sebagai salah satu pusat kebudayaan dan literasi yang memiliki daya tarik global.

Sejumlah negara yang turut ambil bagian dalam festival ini di antaranya Australia, Brunei Darussalam, China, Kolombia, Denmark, India, Jepang, Malaysia, Palestina, Rusia, Singapura, Spanyol, Thailand, Vietnam, Yaman, serta berbagai negara lainnya dari kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah, hingga Amerika Latin.

Dalam suasana penuh kehangatan dan nuansa budaya Minangkabau, para tamu undangan disuguhi beragam penampilan seni tradisional, pertunjukan musik daerah, serta sajian kuliner khas Minangkabau yang menjadi bagian dari promosi budaya lokal kepada dunia internasional.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya International Minangkabau Literacy Festival yang dinilai mampu menjadi wadah mempererat hubungan antarbangsa melalui literasi dan kebudayaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pertukaran gagasan dan wawasan, tetapi juga memperkuat identitas budaya Minangkabau di tengah perkembangan globalisasi.

“Festival ini menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya, adat, dan tradisi Minangkabau kepada masyarakat internasional. Selain itu juga memperkuat semangat literasi dan kolaborasi lintas negara,” ujar Maigus Nasir.

Peringatan 100 Tahun Jam Gadang turut menjadi momen bersejarah dalam rangka mengenang ikon Kota Bukittinggi yang selama satu abad telah menjadi simbol kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.

Selama pelaksanaan IMLF ke-4, para delegasi internasional dijadwalkan mengikuti berbagai agenda seperti seminar literasi, dialog budaya, pameran buku, pertunjukan seni, kunjungan budaya, hingga diskusi internasional yang melibatkan akademisi, pegiat literasi, seniman, dan tokoh budaya dari berbagai negara.

Pemerintah daerah berharap kegiatan ini mampu meningkatkan promosi pariwisata, memperkuat jejaring internasional, serta memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi kreatif dan kebudayaan di Sumatera Barat.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN - Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, S.Pd., M.Pd., AIFO, menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Halaman Ibu Kota Kabupaten (IKK) Parit Malintang, Senin (1/6/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh unsur Forkopimda, ASN, TNI-Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Padang Pariaman.

Dalam upacara tersebut, Aprinaldi mendapat kehormatan untuk membacakan Teks Pancasila di hadapan seluruh peserta upacara. Pembacaan Teks Pancasila menjadi momentum penting dalam meneguhkan kembali komitmen bersama terhadap ideologi bangsa sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di tengah kehidupan masyarakat.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung semangat persatuan, gotong royong, dan pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Momentum tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah berbagai tantangan zaman.

Aprinaldi menyampaikan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis, adil, serta berkeadaban. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus terus diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan, baik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.

“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman hidup bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan membangun peradaban yang damai. Melalui momentum Hari Lahir Pancasila ini, mari kita perkuat semangat kebersamaan dan gotong royong demi kemajuan Kabupaten Padang Pariaman dan Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menanamkan nilai toleransi, saling menghormati, serta menjaga persaudaraan antar sesama sebagai wujud nyata pengamalan Pancasila.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Padang Pariaman ditutup dengan doa bersama dan rangkaian penghormatan kepada para pahlawan bangsa yang telah berjasa memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia,” menjadi semangat yang digaungkan dalam peringatan tersebut sebagai bentuk komitmen menjaga persatuan dan kedamaian demi Indonesia yang lebih maju.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi jajaran Pengurus Penghimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Sumatera Barat di Ruang VIP Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (2/6/2026). Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, namun tetap fokus membahas persiapan pelaksanaan Konferensi Kerja (Konker) XVIII PDPI yang dijadwalkan berlangsung di Kota Padang pada 16 hingga 19 September 2026 mendatang.

Audiensi ini menjadi bagian dari langkah awal koordinasi antara Pemerintah Kota Padang dengan panitia daerah dan pengurus PDPI dalam memastikan kesiapan Kota Padang sebagai tuan rumah agenda nasional yang akan dihadiri dokter spesialis paru dari berbagai provinsi di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Fadly Amran menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PDPI kepada Kota Padang sebagai lokasi penyelenggaraan Konker XVIII. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi kehormatan sekaligus peluang besar bagi Kota Padang untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai kota tujuan kegiatan nasional, khususnya di bidang kesehatan dan pengembangan ilmu kedokteran.

Fadly menilai, pelaksanaan konferensi kerja berskala nasional itu tidak hanya penting dalam mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme tenaga medis, terutama dokter spesialis paru, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah diperkirakan akan meningkatkan aktivitas sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif di Kota Padang.

“Terima kasih telah menunjuk Kota Padang sebagai tuan rumah. Semoga kegiatan ini menjadi wadah pengembangan ilmu pengetahuan dan profesionalisme dokter spesialis paru di Indonesia, sekaligus memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat Kota Padang. Pemerintah Kota Padang siap memberikan dukungan penuh demi suksesnya pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Fadly Amran.

Sementara itu, jajaran pengurus PDPI Sumatera Barat menyampaikan bahwa Konker XVIII PDPI nantinya akan diisi dengan berbagai agenda ilmiah, diskusi kesehatan, pembahasan perkembangan ilmu penyakit paru dan pernapasan, serta forum konsolidasi organisasi yang melibatkan peserta dari seluruh Indonesia.

Selain menjadi forum strategis organisasi profesi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara tenaga medis, pemerintah daerah, dan institusi kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanganan penyakit paru dan gangguan pernapasan yang masih menjadi perhatian nasional.

Pemilihan Kota Padang sebagai tuan rumah dinilai tepat karena memiliki fasilitas pendukung yang memadai, akses transportasi yang baik, serta potensi pariwisata yang dapat memberikan pengalaman positif bagi para peserta konferensi. Pemerintah Kota Padang pun menegaskan komitmennya untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan agar berjalan aman, nyaman, dan sukses.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penetapan dan Integrasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui perlindungan lahan pertanian produktif dari ancaman alih fungsi lahan yang semakin masif.

Rakor yang diikuti kepala daerah, perangkat daerah terkait, serta pemangku kepentingan bidang pertanian dan tata ruang itu membahas langkah strategis percepatan penetapan serta integrasi LP2B ke dalam dokumen perencanaan pembangunan dan tata ruang daerah. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menilai penetapan LP2B menjadi instrumen penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan kawasan permukiman, industri, dan infrastruktur.

Dalam kesempatan tersebut, Maigus Nasir menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang untuk mendukung penuh kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan sebagai bagian dari program nasional menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, keberadaan lahan pertanian produktif memiliki peran strategis tidak hanya sebagai sumber pangan, tetapi juga sebagai penopang kesejahteraan petani dan ketahanan sosial masyarakat.

“Pemerintah Kota Padang mendukung percepatan penetapan dan integrasi LP2B sebagai langkah menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah. Namun di sisi lain, kita juga perlu memastikan adanya keseimbangan dengan kebutuhan pembangunan kota dan investasi yang terus berkembang,” ujar Maigus Nasir.

Ia menjelaskan, Kota Padang sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat menghadapi tantangan tersendiri dalam pengelolaan tata ruang. Pertumbuhan penduduk, kebutuhan infrastruktur, serta meningkatnya investasi di berbagai sektor menuntut pemerintah daerah untuk mampu mengatur pemanfaatan ruang secara bijak dan berkelanjutan.

Menurut Maigus, perlindungan lahan pertanian tidak boleh dipandang sebagai hambatan pembangunan, melainkan harus menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan yang mampu mengakomodasi kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang. Karena itu, diperlukan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota agar implementasi LP2B dapat berjalan efektif tanpa menghambat pertumbuhan daerah.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya dukungan regulasi, pemetaan lahan yang akurat, serta insentif bagi petani dan daerah yang konsisten mempertahankan lahan pertanian produktif. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya alih fungsi lahan secara tidak terkendali yang dapat berdampak pada menurunnya kapasitas produksi pangan daerah di masa mendatang.

Rakor tersebut diharapkan menghasilkan kesepahaman bersama dalam mempercepat penetapan LP2B di seluruh wilayah Sumatera Barat, sekaligus memperkuat sinergi antarpemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan nasional.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Pemerintah Kota Padang mulai mempersiapkan langkah strategis menghadapi Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tahun 2027. Setelah berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda atau kategori perak pada tahun 2025, kini Kota Padang menargetkan pencapaian tertinggi tingkat nasional, yakni Swasti Saba Wistara atau kategori emas.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat memimpin Rapat Persiapan Penilaian Kota Sehat 2027 yang berlangsung di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang Aie Pacah, Selasa (2/6/2026).

Dalam arahannya, Fadly Amran menekankan bahwa program Kota Sehat bukan sekadar agenda seremonial atau penilaian administratif semata, melainkan bagian penting dari pembangunan berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“Kota Sehat adalah bagian dari visi kejayaan Kota Padang. Karena itu, kami menargetkan Padang meraih predikat Kota Sehat terbaik nasional pada 2027,” tegasnya di hadapan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Kota Sehat, serta berbagai pemangku kepentingan yang hadir dalam rapat tersebut.

Menurut Fadly Amran, pencapaian predikat Swasti Saba Wistara membutuhkan kerja sama lintas sektor dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Ia meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan berbagai indikator penilaian Kota Sehat dapat terpenuhi secara optimal.

Penilaian Kabupaten/Kota Sehat sendiri mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari kebersihan lingkungan, sanitasi, fasilitas kesehatan, pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau, ketahanan pangan, hingga kualitas permukiman dan pelayanan publik yang ramah masyarakat.

Pemerintah Kota Padang juga menilai keberhasilan meraih predikat Kota Sehat akan memberikan dampak positif terhadap citra daerah, peningkatan kualitas lingkungan perkotaan, serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan investasi.

Dalam rapat tersebut, sejumlah langkah persiapan mulai dibahas, di antaranya penguatan sembilan tatanan Kabupaten/Kota Sehat, peningkatan partisipasi masyarakat, pembenahan sarana pendukung, hingga penguatan dokumentasi dan inovasi daerah yang menjadi bagian penting dalam proses penilaian nasional.

Pemko Padang optimistis target meraih Swasti Saba Wistara pada 2027 dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pihak, sekaligus menjadikan Kota Padang sebagai kota yang bersih, sehat, nyaman, dan berdaya saing di tingkat nasional.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menghadiri pertemuan silaturahmi Pemerintah Kelurahan Air Tawar Barat bersama para Ketua RT, RW, tokoh masyarakat, serta kader se-Kelurahan Air Tawar Barat yang berlangsung di Masjid At-Taqwa, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Senin (1/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan membangun sinergi antara pemerintah daerah dengan unsur masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan di tingkat kelurahan.

Dalam sambutannya, Maigus Nasir menegaskan bahwa pertemuan tersebut memiliki makna strategis karena sejalan dengan visi Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan daerah yang maju, modern, dan berdaya saing. Menurutnya, Pemerintah Kota Padang saat ini terus mendorong pengembangan kota berbasis konsep smart city atau kota pintar, yang tidak hanya menitikberatkan pada kemajuan teknologi, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia, kesehatan masyarakat, serta penguatan nilai agama dan budaya lokal.

Ia menjelaskan, pembangunan daerah tidak dapat berjalan maksimal apabila seluruh elemen masyarakat tidak terhubung dalam komunikasi dan kerja sama yang baik. Karena itu, forum silaturahmi seperti yang digelar Pemerintah Kelurahan Air Tawar Barat dinilai penting sebagai sarana mempererat hubungan sosial sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Seluruh potensi yang kita miliki tidak akan dapat digerakkan secara optimal apabila kita tidak saling mengenal. Oleh karena itu, kegiatan silaturahmi malam hari ini sangat kami apresiasi, karena dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mendukung keberhasilan pembangunan Kota Padang ke depan,” ujar Maigus Nasir.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa peran RT, RW, tokoh masyarakat, serta kader di lingkungan kelurahan sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung program-program pemerintah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan kota tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat di tingkat akar rumput.

Pertemuan tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus menyerap berbagai aspirasi yang berkembang di lingkungan warga. Dengan adanya komunikasi yang intensif, diharapkan berbagai persoalan sosial dan kebutuhan masyarakat dapat direspons secara cepat dan tepat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Sejumlah tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, serta kader yang hadir menyambut positif pelaksanaan pertemuan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat kebersamaan dan mendukung kemajuan Kota Padang.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menggelar Operasi Patuh 2026 secara serentak di seluruh Indonesia mulai 8 hingga 21 Juni 2026. Operasi yang berlangsung selama dua pekan tersebut akan dilaksanakan oleh seluruh jajaran Polda dengan menyesuaikan karakteristik wilayah masing-masing.

Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Aries Syahbudin, mengatakan bahwa Operasi Patuh 2026 akan mengedepankan transformasi digital dalam penegakan hukum lalu lintas melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Menurutnya, langkah tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas secara lebih efektif, transparan, dan modern.

“Operasi Patuh tahun ini lebih mengedepankan penegakan hukum berbasis digital melalui ETLE sehingga seluruh jajaran diminta mempersiapkan dukungan pelaksanaan secara maksimal,” ujar Kombes Pol Aries.

Dalam pelaksanaannya, petugas akan memberikan perhatian khusus terhadap berbagai bentuk pelanggaran yang dapat menghambat efektivitas sistem ETLE, terutama terkait penggunaan pelat nomor kendaraan. Pelanggaran tersebut meliputi pelat nomor yang tidak dipasang, ditutup, dimodifikasi, maupun disamarkan menggunakan stiker atau cat sehingga tidak dapat terbaca oleh kamera ETLE.

Selain itu, pelanggaran lalu lintas yang membahayakan keselamatan pengguna jalan, seperti melawan arus, tetap akan menjadi sasaran penindakan langsung oleh petugas melalui tilang konvensional di lapangan.

Kombes Pol Aries menjelaskan bahwa komposisi penegakan hukum dalam Operasi Patuh 2026 akan didominasi oleh ETLE sebesar 60 persen. Sementara itu, tilang konvensional akan diterapkan sebesar 30 persen dan sisanya 10 persen berupa teguran simpatik dengan pendekatan humanis dalam kondisi tertentu.

Ia menegaskan bahwa Operasi Patuh 2026 merupakan upaya Polri untuk meningkatkan budaya tertib berlalu lintas melalui langkah preemtif, preventif, serta penegakan hukum yang terintegrasi.

“Teguran simpatik tetap diberikan dalam situasi tertentu yang dinilai lebih efektif menggunakan pendekatan humanis, namun porsinya tetap terbatas hanya 10 persen,” pungkasnya.

Melalui Operasi Patuh 2026, Polri berharap masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas sehingga dapat menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di seluruh wilayah Indonesia.

Versi ini sudah lebih cocok untuk dipublikasikan di website resmi, portal berita, maupun kanal humas instansi.

REALITANUSANTARA.COM

SUMBAR - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat menggelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Strategis Nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) bersama sejumlah Dinas Perikanan Kabupaten/Kota wilayah pesisir di Sumatera Barat, 25 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Syefdinon, S.Sos., MM,  sebagai tindak lanjut atas hasil verifikasi usulan Program Kampung Nelayan Merah Putih yang diajukan pemerintah daerah di Sumbar.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam mempersiapkan kelengkapan administrasi, sinkronisasi data, hingga penyusunan langkah strategis guna mendukung optimalisasi pelaksanaan program nasional tersebut.

Hadir dalam kegiatan itu perwakilan dari Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pesisir Selatan, Dinas Perikanan Kabupaten Padang Pariaman, Dinas Perikanan Kabupaten Pasaman Barat, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, serta Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kepala DKP Sumbar Syefdinon mengatakan, Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program strategis nasional yang diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan kawasan nelayan terpadu dan berkelanjutan.

Menurutnya, melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh daerah diminta memastikan kesiapan data pendukung, kelengkapan usulan program, serta potensi kawasan nelayan yang akan diusulkan agar dapat memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Sinkronisasi ini penting agar seluruh usulan dari daerah dapat terintegrasi dengan baik dan memiliki kesiapan yang matang, sehingga peluang memperoleh dukungan program dari pemerintah pusat semakin besar,” ujar Syefdinon.

Selain membahas aspek administrasi dan teknis usulan program, forum tersebut juga menjadi sarana memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penguatan sektor perikanan tangkap, infrastruktur kawasan nelayan, hingga pengembangan ekonomi berbasis kelautan.

DKP Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi dan sinergi lintas daerah agar Program Kampung Nelayan Merah Putih dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan nelayan serta pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir di Sumatera Barat.

Editor : Ayu

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.