Perumda Air Minum Kota Padang Bergerak Cepat Pulihkan Distribusi Air Bersih Pascabanjir.
PADANG – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang dalam beberapa hari terakhir tidak hanya memicu banjir di sejumlah kawasan, tetapi juga berdampak terhadap operasional Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang. Material banjir berupa lumpur, pasir, kayu, dan sampah terbawa arus sungai hingga menimbun sejumlah intake atau titik pengambilan air baku milik perusahaan.
Kondisi tersebut mengakibatkan proses pengambilan air baku dan pengolahan air bersih terganggu, sehingga distribusi air kepada pelanggan di sejumlah wilayah mengalami penurunan debit bahkan terhenti sementara.
Menghadapi situasi tersebut, Perumda Air Minum Kota Padang bergerak cepat dengan mengerahkan tim teknis ke seluruh lokasi intake yang terdampak. Petugas bekerja secara intensif melakukan pembersihan material banjir, normalisasi saluran pengambilan air, serta memastikan seluruh fasilitas produksi dapat kembali beroperasi secara optimal.
Selain membersihkan intake, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap instalasi pengolahan air dan jaringan perpipaan untuk memastikan tidak ada kerusakan yang dapat menghambat proses distribusi air kepada masyarakat. Upaya pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan petugas mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.
Perumda Air Minum Kota Padang menegaskan bahwa pemulihan layanan menjadi prioritas utama agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera terpenuhi. Distribusi air akan dinormalkan secara bertahap seiring membaiknya kondisi sumber air baku dan selesainya proses pembersihan di setiap intake.
Di sisi lain, perusahaan mengimbau seluruh pelanggan untuk menggunakan air secara bijaksana selama masa pemulihan. Masyarakat disarankan menampung air ketika aliran masih tersedia serta menghemat penggunaan air untuk kebutuhan yang benar-benar penting hingga distribusi kembali normal.
Perumda Air Minum Kota Padang juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan layanan yang dipicu oleh bencana alam tersebut. Perusahaan memastikan seluruh personel tetap siaga selama 24 jam guna mempercepat proses pemulihan dan meminimalkan dampak gangguan terhadap masyarakat.
Dengan langkah cepat yang dilakukan di lapangan, diharapkan seluruh sistem pengolahan dan distribusi air bersih dapat kembali beroperasi normal dalam waktu sesingkat mungkin, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat Kota Padang tetap terpenuhi meskipun di tengah kondisi cuaca ekstrem. (Ayu)











