Latest Post

REALITA NUSANTARA.COM

PESISIR SELATAN - Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat, Doni Harsiva Yandra, melaksanakan kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Baiturahmah Lubuk Pasing, Kampung Lubuk Pasing, Nagari Talaok, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu (4/3/2026) malam.

Kegiatan Safari Ramadan tersebut menjadi momentum silaturahmi antara wakil rakyat dengan masyarakat sekaligus mendengar langsung berbagai aspirasi warga terkait pembangunan daerah.

Dalam kunjungan itu, Doni hadir bersama rombongan yang turut didampingi Staf Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Razif. Turut hadir pula Wali Nagari Talaok Ilwardi, tokoh masyarakat, alim ulama, serta para pemuda yang mengikuti rangkaian kegiatan di masjid tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Doni yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumatera Barat menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan, khususnya terkait akses listrik bagi masyarakat di daerah terpencil.

Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan mendasar yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Kita ingin seluruh masyarakat, termasuk yang berada di daerah terpencil, dapat menikmati listrik. Akses energi ini sangat penting untuk menunjang kegiatan pendidikan, ekonomi, dan berbagai aktivitas sosial masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai pimpinan Komisi IV DPRD Sumbar yang membidangi infrastruktur, energi, sumber daya air, lingkungan hidup, serta perencanaan pembangunan, pihaknya terus mendorong agar program pemerataan listrik dapat direalisasikan secara bertahap di seluruh wilayah.

Doni menilai, tersedianya listrik secara merata akan membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup dan mengembangkan potensi ekonomi di daerah.

Sementara itu, Wali Nagari Talaok Ilwardi menyampaikan apresiasi atas kunjungan serta perhatian yang diberikan oleh anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat kepada masyarakat di Nagari Talaok.

Ia berharap aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur, khususnya jaringan listrik, dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini. Mudah-mudahan aspirasi masyarakat, terutama terkait pemerataan listrik dan pembangunan lainnya, dapat segera diwujudkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Doni Harsiva Yandra juga menyerahkan bantuan sebesar Rp30 juta untuk mendukung kelanjutan pembangunan Masjid Baiturahmah. Bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat itu diserahkan secara simbolis kepada pengurus masjid.

Bantuan diterima langsung oleh pengurus masjid, Refri, didampingi tokoh masyarakat Akhiyen Nuardi serta Wali Nagari Talaok.

Melalui kegiatan Safari Ramadan tersebut, diharapkan hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat semakin erat, sekaligus menjadi sarana memperkuat sinergi dalam mendorong pembangunan yang merata di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan.

Editor : Deviana 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali menegaskan komitmennya dalam merawat identitas budaya Minangkabau melalui jalur pendidikan formal. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Habibul Fuadi, mendampingi Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, secara resmi meluncurkan program Silek Tradisi Minangkabau sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di seluruh SMA, SMK, dan SLB se-Sumatera Barat.

Peluncuran program yang dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat itu berlangsung khidmat dan penuh semangat kebudayaan. Ribuan pelajar dari berbagai kabupaten dan kota mengikuti kegiatan ini secara daring, bersama jajaran pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) serta komunitas dan para tuo silek dari seluruh penjuru ranah Minang.

Dalam penjelasannya, Habibul Fuadi mengungkapkan bahwa kebijakan ekstrakurikuler wajib silek tradisi sejatinya telah mulai diterapkan sejak awal tahun ajaran Juli 2025. Namun, pada tahap awal, implementasinya belum memiliki standar baku yang seragam di seluruh satuan pendidikan. Untuk itu, Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar kini telah menyusun dan menerbitkan modul pembelajaran yang terstruktur, sistematis, dan seragam sebagai pedoman resmi bagi sekolah.

Menurutnya, kehadiran modul tersebut menjadi tonggak penting agar pelaksanaan silek tradisi tidak sekadar simbolik, melainkan benar-benar terintegrasi dalam sistem pendidikan karakter. Dengan pendekatan yang terstandarisasi, setiap sekolah diharapkan mampu menyelenggarakan pembelajaran silek secara profesional, terarah, dan tetap berpijak pada nilai-nilai asli Minangkabau.

Lebih jauh, Habibul menegaskan bahwa silek tradisi bukan hanya tentang teknik bela diri atau keterampilan fisik semata. Di dalamnya terkandung nilai adab, etika, kedisiplinan, pengendalian diri, serta penghormatan terhadap guru dan sesama. Filosofi tersebut selaras dengan prinsip adat Minangkabau yang terkenal, yakni adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah—sebuah konsepsi yang memadukan norma adat dengan nilai-nilai agama sebagai landasan kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, implementasi silek tradisi di sekolah diproyeksikan sebagai instrumen pembentukan karakter pelajar yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Program ini juga diintegrasikan dengan kegiatan wajib lain seperti tahfiz Al-Qur’an, wirid kolaborasi, dan pramuka, sehingga membentuk ekosistem pendidikan yang menyatukan budaya lokal, nilai keagamaan, dan penguatan kebangsaan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Vasko Ruseimy menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah strategis tersebut. Ia menilai bahwa silek tradisi merupakan warisan budaya yang memiliki dimensi historis dan filosofis yang mendalam, sehingga perlu dihidupkan kembali melalui pendidikan formal agar tidak tergerus arus modernisasi.

Menurutnya, silek mengajarkan lebih dari sekadar gerak dan teknik pertahanan diri. Ia merupakan cerminan etika sosial, tata krama, serta kearifan lokal yang membentuk identitas masyarakat Minangkabau. Melalui program ini, pemerintah daerah berharap generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya, melainkan tumbuh sebagai pribadi yang berkarakter, berbudaya, dan berakhlak mulia.

Kegiatan peluncuran tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Muhidi, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, pengurus IPSI provinsi serta kabupaten/kota, hingga para tuo silek yang menjadi penjaga tradisi turun-temurun.

Peluncuran ekstrakurikuler wajib silek tradisi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis dalam membangun generasi Sumatera Barat yang beridentitas kuat, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai luhur budaya Minangkabau.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sumatera Barat (BBPMP Sumbar) kembali menegaskan komitmennya dalam peningkatan kualitas pendidikan melalui penyelenggaraan Konsolidasi Daerah (Konsolda) Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Padang pada 25 hingga 27 Februari 2026 dan menjadi ajang penyelarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.

Forum ini menghadirkan sekitar 2.020 peserta yang terdiri dari kepala dinas pendidikan provinsi dan 19 kabupaten/kota, kepala cabang dinas, perwakilan Bappeda, Kantor Kementerian Agama, unsur DPRD, organisasi kemasyarakatan, lembaga profesi, hingga berbagai mitra strategis di bidang pendidikan. Kehadiran lintas unsur tersebut memperlihatkan upaya membangun kolaborasi menyeluruh dalam menjawab tantangan dunia pendidikan.

Dalam sambutan pembukaan, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Habibul Fuadi, menekankan bahwa peran sekolah tidak semata sebagai tempat penyampaian materi pelajaran. Ia menyebut sekolah sebagai fondasi pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai moral, dan pembinaan ketahanan generasi muda di tengah perkembangan zaman yang cepat.

Menurutnya, meskipun capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Barat tergolong baik, penguatan kemampuan literasi dan numerasi masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Karena itu, kepala dinas, kepala sekolah, dan guru diminta mengambil peran aktif sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.

“Kita membutuhkan kepemimpinan pendidikan yang mampu mengarahkan lahirnya sumber daya manusia unggul. Peserta didik harus tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, sehat, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital maupun isu perubahan iklim,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BBPMP Sumbar, Muslihudin, memaparkan perkembangan program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah dijalankan sejak 2025. Beberapa program utama meliputi pembenahan dan revitalisasi sekolah, penguatan pembelajaran berbasis digital, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan tenaga pendidik, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), penguatan pendidikan karakter, pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun, serta pengembangan bahasa dan sastra Indonesia.

Ia menjelaskan, forum Konsolda menjadi sarana evaluasi sekaligus percepatan pelaksanaan program di daerah. Sejumlah kebijakan yang telah diterapkan mulai menunjukkan dampak positif, terutama pada perbaikan sarana prasarana dan peningkatan mutu layanan pendidikan.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari mantan Direktur SMA, Drs. Purwadi Susanto, M.Si. Ia menilai Konsolda sebagai langkah tepat dalam memperkuat koordinasi dan menyamakan langkah antar-pemangku kepentingan demi kemajuan pendidikan di Sumatera Barat.

Adapun isu-isu yang dibahas dalam Konsolda meliputi pemerataan akses melalui program Wajib Belajar 13 Tahun, pembangunan dan peremajaan satuan pendidikan, transformasi digital pembelajaran, evaluasi TKA, pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik), pembenahan tata kelola guru dan tenaga kependidikan, penguatan pendidikan karakter dan manajemen talenta, revitalisasi bahasa daerah, hingga penerapan pembelajaran mendalam seperti koding, kecerdasan artifisial, dan layanan bimbingan konseling.

Ketua pelaksana kegiatan, Diansa Gunadi Thaib, menyampaikan bahwa rangkaian acara dikemas dalam bentuk pemaparan materi, diskusi panel, serta pembahasan melalui komisi-komisi tematik. Hasil pembahasan tersebut akan dirumuskan sebagai rekomendasi dan komitmen bersama yang menjadi dasar implementasi kebijakan di tingkat kabupaten dan kota.

Melalui Konsolda 2026, BBPMP Sumbar menargetkan terbangunnya sinergi yang lebih solid antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Sumatera Barat.

Editor: Deviana 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG, - Tim Safari Ramadan (TSR) Pemko Padang yang dipimpin Wali Kota Fadly Amran menyinggahi Masjid Darul Falah, Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Selasa (3/3/2026). Masjid ini merupakan miniatur Masjid Nabawi di Madinah. 

"Masjid kami ini miniatur Masjid Nabawi," ungkap Ketua Pengurus masjid setempat, Wardas Tanjung. 

Masjid Darul Falah berada di dalam kompleks perumahan Cimpago Permai I. Masjid ini belum selesai 100 persen. Akan tetapi seluruh ornamen masjid itu mencontoh Masjid Nabawi. 

Wardas juga memaparkan berbagai program unggulan masjid. Mulai dari Pesantren Ramadan yang diikuti sekitar 90 peserta hingga program sosial ATM Beras yang telah berjalan memasuki tahun keempat dan membantu puluhan kepala keluarga prasejahtera. 

“Masjid Darul Falah saat ini juga sedang melakukan renovasi besar-besaran. Sudah lebih kurang Rp3 miliar terpakai dan masih dibutuhkan sekitar Rp500 juta lagi, termasuk untuk pembangunan dua menara dan pemasangan kaca besar,” jelasnya. 

"Semoga masjid kami ini menjadi salah satu destinasi wisata religi di Padang," harap Wardas. 

Kunjungan TSR ke Masjid Darul Falah disambut antusias oleh pengurus masjid. Wardas Tanjung, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah kota terhadap masjid dan masyarakat sekitar. 

“Atas nama seluruh pengurus dan jemaah, kami menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Bapak Wali Kota. Kehadiran Bapak adalah jadwal yang sangat kami nantikan dan semoga membawa keberkahan bagi kompleks kami,” ujarnya. 

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Fadly Amran menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan masjid, termasuk melalui hibah Pemko Padang sebesar Rp40 juta yang telah diberikan. 

“Insya Allah cita-cita pengurus masjid dapat tercapai. Seperti pembangunan menara maupun fasad seperti Masjid Nabawi. Mari bersama-sama kita berikan sedekah terbaik untuk pembangunan masjid yang kita cintai ini,” kata Fadly. 

Ia juga menekankan pentingnya peran masjid dalam membentuk karakter generasi muda, sejalan dengan program unggulan Smart Surau yang digagas Pemko Padang. 

“Tadi pagi saya cek, 63 ribu dari 80 ribuan siswa di Kota Padang melaksanakan salat berjamaah di masjid dan musala di Padang. Tinggal bagaimana kita konsisten memelihara ini. Kalau karakter dan kedisiplinan ibadah terjaga, insya Allah mereka akan menjadi pemimpin luar biasa bagi Kota Padang,” tuturnya. 

Safari Ramadhan ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

Di kunjungan TSR ini, nampak hadir sejumlah Kepala OPD di Pemko Padang. Termasuk camat, lurah dan seluruh jamaah.(Charlie / Viqi)

 REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN - Dalam suasana penuh khidmat di bulan suci Ramadan, Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, S.Pd., M.Pd., AIFO, memilih merayakan hari bahagia putra sulungnya, Arya, dengan cara yang sarat nilai kemanusiaan. Pada Minggu (01/03/2026), ia bersama keluarga menggelar buka puasa bersama sekaligus menyerahkan santunan kepada anak-anak di Panti Asuhan Bakti Lubuk Alung.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh kehangatan. Sejak sore hari, anak-anak panti tampak antusias menyambut kedatangan rombongan. Canda tawa dan senyum mereka mengisi ruang pertemuan, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental menjelang waktu berbuka.

Dalam kesempatan itu, Aprinaldi menyerahkan santunan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen untuk terus berbagi dengan sesama, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Ia menegaskan bahwa momentum kebahagiaan keluarga sepatutnya menjadi ruang untuk memperluas manfaat bagi orang lain.

Di balik kegiatan tersebut, tersimpan kisah pribadi yang turut mewarnai langkahnya. Tatapan anak-anak panti mengingatkannya pada perjalanan hidup yang tidak selalu mudah. Sejak usia belia, ia telah merasakan kehilangan sosok ibu tercinta. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi penguat karakter dan alasan untuk terus menumbuhkan empati dalam setiap kesempatan.

Momen itu juga dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan karakter bagi Arya. Aprinaldi ingin menanamkan nilai berbagi dan kepedulian sosial sejak dini kepada putranya. Baginya, kebahagiaan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan pribadi, melainkan juga sebagai kesempatan menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.

Pengurus panti menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus terjalin sebagai bentuk sinergi antara pemangku kebijakan dan masyarakat.

Kebersamaan sore itu ditutup dengan doa bersama menjelang azan Magrib. Senyum anak-anak yang menerima santunan menjadi gambaran sederhana tentang arti kebahagiaan yang sesungguhnya lahir dari hati yang peduli dan tindakan nyata untuk berbagi.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Pemerintah Kota (Pemko) Padang mempertegas komitmennya dalam membentengi generasi muda dari ancaman sosial melalui penguatan basis spiritual di seluruh rumah ibadah. Langkah ini menjadi strategi krusial untuk menekan angka tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas yang kian mengkhawatirkan di era digital.

Melalui kegiatan Pembinaan Rohani BNKP Padang tahun 2026 yang diikuti oleh 423 pelajar dari tingkat SD hingga SMA/SMK, Senin (2/3/2026), Pemko Padang menekankan bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan selaras dengan ketahanan mental dan iman.

Wali Kota Padang, Fadly Amran menyatakan bahwa ketaatan pada ajaran agama merupakan fondasi utama dalam menjaga ketertiban masyarakat. Menurutnya, karakter yang tangguh tidak bisa dibentuk secara instan, melainkan melalui pembiasaan ibadah yang konsisten.

"Jika iman anak-anak kita kuat, saya yakin tawuran, narkoba, dan pergaulan bebas bisa kita tekan. Ketaatan pada ajaran agama menjadi benteng utama dalam menghadapi tantangan zaman," tegasnya. 

Selain penguatan rohani, isu disiplin digital menjadi sorotan utama. Fadly Amran mengingatkan para orang tua bahwa teknologi tanpa pengawasan dapat menjadi pintu masuk bagi pengaruh negatif.

Dia menekankan pentingnya penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yang mencakup pengaturan waktu penggunaan gawai. Orang tua diminta memastikan anak-anak tidak terjebak dalam penggunaan gadget hingga larut malam yang dapat merusak pola pikir dan kedisiplinan mereka.

Sebagai langkah konkret, Kota Padang terus mengembangkan program unggulan Smart Rumah Ibadah. Program ini dirancang inklusif, tidak hanya menyasar masjid (Smart Surau), tetapi juga gereja, wihara, dan rumah ibadah lainnya secara serentak.

Dalam implementasinya, pemerintah berkomitmen memberikan dukungan setara, termasuk pemetaan Guru Agama dan Dinas Pendidikan dengan telah diinstruksikan untuk mendata kebutuhan riil guru agama Kristen di sekolah-sekolah guna menjamin hak pendidikan agama setiap siswa sesuai regulasi yang berlaku.

Selanjutnya, Integrasi Kurikulum Spiritual, di saat siswa muslim mengikuti Pesantren Ramadan, siswa pemeluk agama lain secara bersamaan melaksanakan pembinaan rohani dan pastoral di rumah ibadah masing-masing.

Kemudian dukungan fasilitas, pemerintah membuka ruang dialog terkait pengembangan infrastruktur rumah ibadah guna menampung pertumbuhan jemaat dan intensitas kegiatan pembinaan generasi muda.

Melalui sinergi antara tokoh agama, pemerintah, dan orang tua, pembinaan rohani ini diharapkan mampu melahirkan generasi Kota Padang yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh untuk menghadapi masa depan. (Taufik/Filsa)

REALITANUSANTARA.COM

Padang — Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik Kota Padang (FJKIP) menjalin kolaborasi strategis dengan Dinas Sosial Kota Padang dalam mendukung percepatan digitalisasi bantuan sosial (bansos). Sinergi tersebut diarahkan untuk memperluas sosialisasi sekaligus memastikan informasi program tersampaikan secara utuh dan transparan kepada masyarakat.

Komitmen bersama itu mengemuka dalam audiensi PJKIP dengan Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sanjaya, Selasa (3/3). Pertemuan berlangsung konstruktif dengan fokus pada pembenahan sistem penyaluran bansos agar lebih akurat dan tepat sasaran melalui pemanfaatan teknologi digital.

Eri Sanjaya mengakui, selama ini masih terdapat keluhan warga terkait penerima bansos yang dinilai kurang tepat. Permasalahan tersebut, menurutnya, umumnya bersumber dari persoalan validitas dan sinkronisasi data antarinstansi. Karena itu, transformasi digital menjadi langkah strategis untuk memperkecil celah kesalahan serta meningkatkan akuntabilitas.

Ia menjelaskan, Kota Padang ditetapkan sebagai satu dari 40 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi proyek percontohan digitalisasi bansos dari total 514 daerah. Bahkan, Kota Padang menjadi satu-satunya daerah di Sumatera Barat yang dipercaya mereplikasi sistem yang sebelumnya diterapkan di Kabupaten Banyuwangi.

Dalam skema baru tersebut, proses verifikasi penerima bantuan berbasis pada KTP elektronik dan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Pemerintah mendorong masyarakat segera mengaktifkan IKD guna mempermudah proses administrasi serta mempercepat validasi data.

Aplikasi Perlinsos sebagai platform layanan menyediakan dua pola pendaftaran. Pertama, pendaftaran mandiri melalui aplikasi bagi warga yang memiliki perangkat dan literasi digital memadai. Kedua, layanan melalui Perlinsos Agen bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses teknologi atau kurang memahami penggunaan aplikasi.

Ke depan, seluruh tahapan mulai dari pengajuan hingga pencairan bantuan akan dilakukan secara digital. Warga dapat mengajukan permohonan tanpa pembatasan awal, kemudian sistem akan melakukan verifikasi otomatis dengan mengintegrasikan data lintas lembaga, antara lain Badan Pertanahan Nasional (BPN), Samsat, perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga LHKPN. Integrasi tersebut memungkinkan sistem mendeteksi kepemilikan aset maupun status pekerjaan, sehingga potensi salah sasaran dapat dicegah sejak tahap awal.

Selain itu, sistem juga menyediakan masa sanggah selama satu bulan. Masyarakat yang pengajuannya ditolak dapat mengetahui alasan penolakan secara terbuka berdasarkan hasil verifikasi digital, sehingga transparansi dan keadilan tetap terjaga.

Dalam penataan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), tercatat sebanyak 22.283 penerima dari kelompok Desil 6–10 (kategori mampu) telah dinonaktifkan dan dialihkan kepada warga Desil 1–5 yang dinilai lebih berhak. Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen pembenahan data terpadu kesejahteraan sosial.

Sementara itu, Sekretaris PJKIP Padang, Arif Budiman, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung penyebarluasan informasi digitalisasi bansos melalui berbagai kanal publikasi. PJKIP, kata dia, memiliki program “Bakti untuk Negeri” yang konsisten menyasar keluarga kurang mampu serta mengangkat isu-isu sosial kemasyarakatan.

PJKIP juga berencana menghadirkan Kepala Dinas Sosial sebagai narasumber dalam program podcast edukatif guna memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat terkait mekanisme dan manfaat digitalisasi bansos.

Penasehat PJKIP, Romi Delfiano, menambahkan bahwa PJKIP lahir sebagai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik dan telah terbentuk hingga tingkat provinsi. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan responsif.

Hal senada disampaikan Wakil Sekretaris PJKIP, Faiz. Ia menyebut jurnalis PJKIP selama ini aktif mengangkat isu-isu human interest, terutama yang berkaitan dengan persoalan kesehatan dan ekonomi warga kurang mampu.

Dengan kolaborasi ini, PJKIP dan Dinas Sosial optimistis implementasi digitalisasi bansos di Kota Padang dapat berjalan efektif, transparan, serta benar-benar menyasar masyarakat yang paling membutuhkan.

REALITANUSANTARA.COM

SOLOK - Senin, (02/03/2026) Bertempat di Ruang Rapat Setda Kabupaten Solok, Bupati Solok, Jon Firman Pandu, memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Solok.

Rapat dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Medison, S.Sos, M.Si, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, serta seluruh Kepala OPD di lingkup Pemkab Solok.

Dalam arahannya, Bupati menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Safari Ramadhan. “Terkait pelaksanaan Safari Ramadhan perlu kita evaluasi dan tingkatkan lagi. Dari laporan di lapangan, kita lihat pelaksanaannya masih belum maksimal,” tegasnya.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya persiapan menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia meminta seluruh tim untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang agar tidak ada kendala dalam pelaksanaan kegiatan maupun pelayanan kepada masyarakat.

Terkait TKD, Bupati menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur harus menjadi prioritas utama. Ia menyoroti banyaknya pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan, khususnya infrastruktur jalan sebagai penunjang ekonomi masyarakat.

“Banyak PR kita. Masyarakat menyampaikan aspirasi dan ini menjadi perhatian penting. Jalan merupakan penunjang ekonomi masyarakat dari selatan hingga utara, dan memang perlu segera kita benahi,” ungkapnya.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Solok dapat memperkuat sinergi, meningkatkan kinerja, serta memastikan program dan pelayanan berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat.

REALITANUSANTARA.COM

Arosuka - Pemerintah Kabupaten Solok melaksanakan apel pagi yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok, Effia Vivi Fortuna AD, ST, MM, Senin (02/03/2026).

Apel pagi tersebut diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Bupati, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan semua di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok.

Dalam amanatnya, Kepala Dinas PUPR, Effia Vivi Fortuna AD, ST, MM, menekankan pentingnya disiplin, khususnya dalam hal kehadiran. Ia mengingatkan agar ke depan seluruh ASN dan tenaga honorer lebih meningkatkan kedisiplinan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap tugas dan amanah yang diemban.

“Ke depan untuk kehadiran tolong lebih disiplin. Disiplin adalah kunci utama dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan pesan khusus di bulan suci Ramadhan agar seluruh jajaran tetap menjaga semangat dan produktivitas kerja. Menurutnya, bulan puasa bukan menjadi penghalang untuk bekerja secara maksimal, melainkan momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan pengabdian.

“Di bulan puasa ini semoga kita lebih segar dan tetap tekun dalam bekerja. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan menjadi ibadah untuk kita semua,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh ASN untuk kembali merefleksikan tujuan bekerja serta target yang ingin dicapai, baik secara individu maupun organisasi, agar seluruh program dan kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.

“Semoga tujuan kita bekerja dan target kerja yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik,” tambahnya.

Mengakhiri amanatnya, Effia Vivi Fortuna AD, ST, MM, turut menyampaikan ucapan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh jajaran yang hadir. “Kami mengucapkan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, S.Pd., M.Pd., AIFO, menghadiri Ujian Terbuka Promosi Doktor yang dijalani oleh Fauzi Isra, S.H., M.H. di Aula Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang, Kamis (5/2/2026).

Kehadiran Aprinaldi dalam sidang promosi tersebut merupakan bentuk dukungan dan apresiasi terhadap capaian akademik yang diraih Fauzi Isra. Ujian terbuka ini menjadi tahapan akhir dalam proses pendidikan doktoral, di mana promovendus mempertahankan disertasi di hadapan tim penguji sebelum dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doktor.

Dalam kesempatan itu, Aprinaldi menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan atas keberhasilan Fauzi Isra menuntaskan studi pada jenjang pendidikan tertinggi. Ia menilai, pencapaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga membawa nilai strategis bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pendidikan dan hukum.

Menurutnya, gelar doktor hendaknya dimaknai sebagai amanah intelektual yang harus diwujudkan melalui kontribusi nyata di tengah masyarakat. Ia berharap, ilmu dan gagasan yang dihasilkan melalui riset akademik dapat memberikan sumbangsih bagi penguatan kebijakan publik, peningkatan mutu pendidikan, serta penegakan hukum yang berkeadilan.

Aprinaldi juga menekankan pentingnya peran akademisi dalam menjawab tantangan pembangunan daerah dan nasional. Ia menyebut, sinergi antara dunia pendidikan dan pemangku kebijakan sangat dibutuhkan guna melahirkan inovasi serta solusi berbasis kajian ilmiah.

“Selamat dan sukses atas diraihnya gelar Doktor. Semoga ilmu yang diperoleh membawa manfaat, keberkahan, serta kontribusi besar bagi dunia pendidikan, hukum, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN - Tim Safari Ramadan (TSR) III Kabupaten Padang Pariaman kembali melanjutkan agenda kunjungan ke sejumlah masjid dan surau selama bulan suci. Kali ini, rombongan yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, menyambangi Surau Palak Pisang di Lareh Nan Panjang Barat, Kecamatan VII Koto, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Masyarakat, pengurus surau, alim ulama, serta niniak mamak menyambut kedatangan TSR III dengan antusias. Selain melaksanakan ibadah bersama, pertemuan itu juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog antara masyarakat dan unsur pimpinan daerah.

Dalam sesi penyampaian aspirasi, pengurus surau mewakili warga mengusulkan perbaikan infrastruktur jalan yang dinilai sudah membutuhkan perhatian serius. Mereka juga menyampaikan kebutuhan pembenahan jaringan irigasi guna mendukung kelancaran sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat setempat.

Menanggapi hal tersebut, Aprinaldi menegaskan bahwa kegiatan Safari Ramadan memiliki makna lebih dari sekadar agenda rutin tahunan. Ia menyebut, kunjungan tersebut menjadi sarana efektif untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat tanpa perantara.

“Kami hadir untuk mendengar dan mencatat apa yang menjadi kebutuhan warga. Semua masukan ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan dan pengambilan kebijakan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan pesan keagamaan kepada jamaah yang hadir. Menurutnya, Ramadan merupakan momentum terbaik untuk memperkuat keimanan dan memperbanyak amal ibadah. Bulan suci ini, katanya, adalah kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus mempererat tali persaudaraan.

Selain itu, Aprinaldi mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan selama Ramadan. Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat meninggalkan rumah untuk beribadah, memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di tingkat surau, TSR III menyerahkan bantuan berupa lima mushaf Al-Qur’an serta dana sebesar Rp15 juta kepada pengurus Surau Palak Pisang.

Di akhir kegiatan, Aprinaldi mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya alim ulama dan niniak mamak, untuk terus berkolaborasi menjaga stabilitas sosial dan mendukung pembangunan daerah. Ia juga menekankan pentingnya peran bersama dalam membina generasi muda agar terhindar dari berbagai bentuk kekerasan dan pengaruh negatif.

Kunjungan tersebut ditutup dengan doa bersama, sebagai wujud harapan agar Ramadan membawa keberkahan bagi masyarakat Kecamatan VII Koto serta kemajuan bagi Kabupaten Padang Pariaman secara keseluruhan.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN - Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak Tahun 2026 di Kabupaten Padang Pariaman dipastikan akan dilaksanakan di 74 nagari. Pemerintah daerah menegaskan bahwa seluruh tahapan telah dipersiapkan secara matang guna menjamin proses demokrasi berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Berdasarkan jadwal resmi, tahapan awal berupa pengumuman pendaftaran bakal calon wali nagari telah dimulai pada 23 Februari hingga 3 Maret 2026. Pada fase ini, panitia pemilihan di masing-masing nagari menyosialisasikan persyaratan pencalonan, mekanisme pendaftaran, serta dokumen administrasi yang harus dipenuhi oleh para bakal calon.

Selanjutnya, masa pendaftaran resmi dibuka pada 4 hingga 12 Maret 2026. Dalam periode ini, bakal calon menyerahkan berkas persyaratan kepada panitia pemilihan nagari untuk diverifikasi. Tahapan ini menjadi krusial karena menentukan kelengkapan administrasi serta kelayakan calon sebelum ditetapkan sebagai peserta Pilwana.

Setelah seluruh tahapan administrasi dan penetapan calon selesai, pemungutan dan penghitungan suara dijadwalkan berlangsung secara serentak pada 27 Juni 2026 di seluruh nagari peserta. Pelaksanaan serentak ini diharapkan mampu menciptakan efisiensi, menjaga netralitas, serta meminimalisasi potensi konflik yang dapat timbul akibat perbedaan waktu pelaksanaan.

Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, menegaskan bahwa Pilwana merupakan ruang demokrasi bagi masyarakat nagari untuk menentukan pemimpin sesuai aspirasi dan harapan masing-masing. Namun ia mengingatkan, perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi dan tidak boleh memecah hubungan kekeluargaan atau merusak nilai-nilai badunsanak yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau.

Pernyataan tersebut disampaikannya usai penutupan Safari Ramadan di Masjid Nurul Ikhlas, Kecamatan V Koto Timur, Jumat (27/2/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa pelaksanaan Pilwana serentak merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan nagari yang demokratis, transparan, akuntabel, dan partisipatif.

Aprinaldi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kedewasaan dalam berpolitik. Menurutnya, setiap proses demokrasi pasti melahirkan perbedaan pilihan, namun hasil akhir harus diterima dengan lapang dada. Kemenangan tidak boleh menimbulkan sikap arogan, sementara kekalahan tidak seharusnya melahirkan perpecahan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran ninik mamak, alim ulama, dan cadiak pandai sebagai penjaga keseimbangan sosial di tengah masyarakat. Para tokoh adat, agama, dan intelektual diharapkan mampu menjadi penyejuk suasana, meredam potensi gesekan, serta menguatkan kembali persatuan setelah proses pemilihan selesai.

Dengan semangat persatuan dan persaudaraan yang kokoh, diharapkan Pilwana 2026 di Kabupaten Padang Pariaman tidak hanya melahirkan pemimpin nagari yang berkualitas, tetapi juga memperkuat fondasi sosial masyarakat sehingga tetap rukun, aman, dan sejahtera meskipun terdapat perbedaan pilihan politik.

Editor : Ayu

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.