Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Tradisi Padang Bajamba turut menghangatkan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 yang digelar di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan tradisi makan bersama masyarakat Minangkabau di tengah perayaan hari jadi kota. Bajamba bukan sekadar aktivitas menyantap hidangan secara bersama-sama, tetapi juga mengandung nilai-nilai sosial dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam tradisi tersebut, masyarakat duduk dan menikmati hidangan secara bersama dalam suasana penuh keakraban. Kebersamaan yang terbangun melalui Bajamba mencerminkan semangat persaudaraan, kesetaraan, gotong royong, serta kepedulian antarsesama.

Nilai-nilai itu dinilai tetap relevan dalam kehidupan masyarakat modern. Di tengah keberagaman latar belakang masyarakat perkotaan, tradisi Bajamba menjadi ruang untuk mempererat hubungan sekaligus membangun semangat kebersamaan.

Peringatan HJK Padang ke-357 melalui kegiatan budaya seperti Padang Bajamba juga menunjukkan bahwa pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi turut memperhatikan pelestarian identitas budaya daerah.

Kuliner menjadi bagian penting dari identitas tersebut. Beragam makanan khas Minangkabau tidak hanya dikenal karena cita rasanya, tetapi juga memiliki sejarah, filosofi, serta tata cara penyajian yang erat dengan kehidupan sosial masyarakat.

Karena itu, penguatan tradisi Bajamba dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Padang mendorong kota tersebut menuju Kota Gastronomi. Gastronomi tidak hanya berbicara mengenai makanan, tetapi juga mencakup budaya, tradisi, sejarah, kreativitas, hingga ekosistem ekonomi yang berkembang di sekitar kuliner.

Melalui pengembangan potensi gastronomi, Kota Padang diharapkan mampu menjadikan kekayaan kuliner Minangkabau sebagai bagian dari daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha, khususnya UMKM dan sektor ekonomi kreatif.

Momentum HJK Padang ke-357 pun menjadi kesempatan untuk mempertemukan pelestarian budaya dengan agenda pembangunan kota. Tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi tidak hanya dipertahankan sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga dikembangkan agar memiliki nilai dan relevansi bagi masyarakat masa kini.

Padang Bajamba sekaligus menjadi simbol bahwa kekuatan sebuah kota tidak hanya terletak pada kemajuan fisik, tetapi juga pada kemampuan masyarakatnya menjaga jati diri dan membangun kebersamaan.

Dengan merawat tradisi, memperkuat kolaborasi, dan mengembangkan potensi kuliner lokal, Kota Padang terus menegaskan identitasnya sebagai kota yang memiliki kekayaan budaya dan gastronomi. Semangat tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam mewujudkan Padang sebagai kota gastronomi yang berdaya saing, sekaligus tetap berakar kuat pada budaya Minangkabau.

Peringatan HJK Padang ke-357 akhirnya tidak hanya menjadi perayaan perjalanan panjang sebuah kota, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali pesan bahwa budaya, kebersamaan, dan kuliner merupakan bagian penting dari masa depan Kota Padang.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya kewaspadaan dini sebagai upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus menjaga keharmonisan kehidupan sosial di tengah berbagai tantangan yang berkembang saat ini.

Ajakan tersebut disampaikan Muhidi saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Kewaspadaan Dini Masyarakat yang digelar di Padang, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar mampu mengenali, mencegah, dan mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan maupun persoalan sosial sejak dini.

Dalam sambutannya, Muhidi menegaskan bahwa menjaga keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum ataupun pemerintah daerah. Menurutnya, terciptanya kondisi masyarakat yang aman, nyaman, dan kondusif membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, pemuda, kaum perempuan, hingga seluruh warga di tingkat lingkungan.

"Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Tidak mungkin pemerintah dan aparat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, budaya saling peduli terhadap lingkungan sekitar harus terus dibangun agar berbagai potensi gangguan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar," ujar Muhidi.

Ia menilai salah satu bentuk kewaspadaan dini yang paling efektif adalah menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Setiap warga diharapkan tidak bersikap acuh terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungannya, tetapi turut memberikan perhatian dan solusi melalui pendekatan yang bijaksana.

Muhidi juga mengingatkan pentingnya menjalankan nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk saling mengingatkan dalam kebaikan serta mencegah berbagai bentuk perilaku yang dapat merusak tatanan sosial.

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Mengapa kemaksiatan semakin meluas? Karena sering kali orang-orang baik memilih diam dan tidak mengambil peran. Padahal, jika kita berani mengingatkan dengan cara yang baik, Insya Allah akan membawa perubahan," katanya.

Menurut Muhidi, memberikan nasihat atau teguran kepada seseorang dengan cara yang santun dan penuh penghormatan bukan merupakan tindakan yang bertentangan dengan hak asasi manusia. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama agar tidak terjerumus ke dalam perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat.

Ia juga mengajak para orang tua, tokoh masyarakat, serta perangkat lingkungan untuk lebih aktif membimbing generasi muda agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, aksi tawuran, perjudian, hingga tindak kriminal lainnya.

"Kalau ada anak-anak kita yang mulai melakukan hal-hal yang tidak baik, panggil dan ajak bicara dengan baik. Tidak perlu dengan kekerasan. Berikan pembinaan dan teladan yang baik. Bekerja samalah dalam kebaikan, karena kewaspadaan dini membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat," tegasnya.

Selain persoalan keamanan, Muhidi juga menyoroti tantangan besar di era digital, yakni derasnya arus informasi yang belum tentu benar. Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

Menurutnya, penyebaran informasi palsu atau hoaks dapat memicu keresahan, perpecahan, bahkan konflik sosial apabila tidak disikapi secara cermat.

"Kalau ada informasi, jangan langsung dipercaya atau disebarkan. Pastikan dulu kebenarannya, lihat sumbernya, cek manfaatnya, kemudian baru mengambil sikap. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran hoaks yang justru merugikan masyarakat," ujarnya.

Muhidi menjelaskan bahwa konsep kewaspadaan dini tidak hanya terbatas pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat. Lebih dari itu, kewaspadaan dini juga mencakup berbagai sektor strategis seperti kesehatan masyarakat, stabilitas sosial, ketahanan ekonomi, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi di Sumatera Barat.

Dengan meningkatkan kepedulian, komunikasi, dan kerja sama antarwarga, berbagai potensi ancaman dapat diidentifikasi lebih awal sehingga penanganannya menjadi lebih cepat dan efektif.

"Kewaspadaan dini bukan hanya soal keamanan. Ini juga menyangkut bidang sosial, kesehatan, hingga kebencanaan. Jika masyarakat memiliki kepedulian dan mau bekerja sama, maka potensi gangguan bisa dicegah sejak awal sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat," pungkas Muhidi.

Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Kewaspadaan Dini Masyarakat tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga dalam menjaga stabilitas daerah. Budaya kewaspadaan dini dinilai menjadi salah satu fondasi penting untuk mewujudkan Sumatera Barat yang aman, harmonis, tangguh, dan berdaya saing di tengah dinamika perkembangan zaman.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang – Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mendampingi Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, meninjau secara langsung kawasan terdampak banjir bandang di Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (4/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan pascabencana yang harus segera dipenuhi.

Dalam peninjauan itu, Maigus Nasir menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Senin (3/8/2026) menyebabkan banjir dan banjir bandang di sejumlah wilayah. Beberapa kecamatan yang terdampak cukup signifikan di antaranya Kecamatan Kuranji, Nanggalo, dan Koto Tangah, dengan dampak berupa genangan, kerusakan infrastruktur, serta terganggunya aktivitas masyarakat.

Menurut Maigus, Pemerintah Kota Padang bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh perangkat daerah terkait, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, hingga unsur TNI, Polri, relawan, dan masyarakat untuk melakukan evakuasi, pembersihan material banjir, serta membantu warga yang terdampak.

Ia berharap kehadiran BNPB dapat memperkuat upaya penanganan yang sedang dilakukan pemerintah daerah. Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya dalam bentuk bantuan tanggap darurat, tetapi juga melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi guna mempercepat pemulihan infrastruktur serta kehidupan masyarakat pascabencana.

"Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar proses penanganan dampak bencana dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan menyeluruh. Kami berharap BNPB dapat memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan," ujar Maigus Nasir.

Sementara itu, Sestama BNPB Rustian bersama rombongan meninjau sejumlah titik yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang. Hasil peninjauan lapangan akan menjadi bagian dari proses inventarisasi kebutuhan penanganan sebagai dasar pemberian dukungan pemerintah pusat kepada Pemerintah Kota Padang.

Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat penanganan darurat, memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi, sekaligus mempersiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal dalam waktu secepat mungkin.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Polresta Padang mengerahkan ratusan personel untuk mengamankan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 yang dipusatkan di kawasan Pantai Padang, Kamis (6/8/2026). Pengamanan dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif di tengah tingginya antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara.

Sejak pagi hingga malam hari, kawasan Pantai Padang dipenuhi ribuan warga dan wisatawan yang datang untuk menyaksikan berbagai agenda perayaan, termasuk pawai telong-telong, pertunjukan seni budaya, serta beragam kegiatan hiburan yang menjadi bagian dari peringatan hari jadi ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut.

Mengantisipasi meningkatnya mobilitas pengunjung, Polresta Padang menerapkan pola pengamanan terpadu dengan menempatkan personel di sejumlah titik strategis, seperti jalur masuk dan keluar kawasan Pantai Padang, area panggung utama, kawasan pedestrian, lokasi parkir, hingga titik-titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengamanan dilakukan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama berlangsungnya seluruh rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Padang.

"Perayaan Hari Jadi Kota Padang merupakan agenda penting yang menjadi perhatian masyarakat luas. Karena itu, kami mengerahkan ratusan personel dari berbagai satuan fungsi untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Kami ingin masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian acara dengan nyaman tanpa adanya gangguan keamanan maupun ketertiban," ujar Apri Wibowo.

Ia menjelaskan, personel yang diterjunkan berasal dari berbagai satuan, di antaranya Satuan Lalu Lintas yang bertugas mengatur arus kendaraan dan mencegah kemacetan, Satuan Samapta yang melaksanakan patroli dan pengamanan terbuka di lokasi kegiatan, serta personel Reserse Kriminal yang melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas seperti pencopetan, pencurian kendaraan bermotor, maupun gangguan keamanan lainnya.

Selain pengamanan terbuka, kepolisian juga menyiagakan personel patroli bermotor yang secara berkala berkeliling di sekitar kawasan Pantai Padang guna memastikan situasi tetap kondusif serta memberikan respons cepat apabila terjadi gangguan keamanan atau keadaan darurat.

Sementara itu, secara operasional pengamanan di lapangan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polresta Padang, Kompol Afrides Roema, S.H. Ia melakukan pemantauan sekaligus memberikan arahan kepada personel yang bertugas di berbagai titik pengamanan agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan rencana operasi yang telah disusun.

Menurut Afrides, pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi kerawanan sehingga strategi pengamanan disusun secara berlapis.

"Kami telah mengidentifikasi seluruh titik yang berpotensi mengalami kepadatan maupun kerawanan. Personel ditempatkan secara proporsional sesuai tingkat kebutuhan, dengan mengedepankan langkah-langkah preventif melalui patroli dan pengawasan intensif. Namun apabila ditemukan pelanggaran hukum atau gangguan keamanan, kami siap mengambil tindakan secara cepat dan tegas sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, Polresta Padang juga memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Padang, panitia penyelenggara, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, tenaga kesehatan, serta instansi terkait lainnya guna memastikan seluruh aspek penyelenggaraan acara berjalan dengan baik, mulai dari pengaturan lalu lintas, pengamanan lokasi, hingga pelayanan kepada masyarakat.

Petugas kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama mengikuti rangkaian kegiatan, mematuhi arahan petugas di lapangan, menjaga barang bawaan, serta segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

Kapolresta Padang berharap peringatan Hari Jadi Kota Padang tidak hanya menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat, tetapi juga memperlihatkan kesiapan Kota Padang sebagai daerah tujuan wisata yang aman, nyaman, dan ramah bagi wisatawan.

"Dengan sinergi seluruh pihak dan dukungan masyarakat, kami berharap seluruh rangkaian Hari Jadi Kota Padang dapat berlangsung sukses, aman, dan memberikan kesan positif bagi seluruh pengunjung yang hadir," tutup Kapolresta.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Menyambut Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Pemerintah Kota Padang berkolaborasi dengan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) II Padang menggelar bakti sosial, pelayanan kesehatan gratis, dan aksi bersih Sungai Batang Arau, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Markas Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral II Padang tersebut diawali dengan apel gabungan yang dipimpin langsung Wali Kota Padang, Fadly Amran. Apel diikuti unsur TNI, Polri, instansi vertikal, perangkat daerah, serta berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk sinergi dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian sosial.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Kodaeral II Padang, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, Komandan Lanud Sutan Sjahrir Kolonel Nav Wahyu Bintoro, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari semangat peringatan HJK ke-357 yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Peringatan Hari Jadi Kota Padang harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan. Sungai Batang Arau merupakan salah satu ikon Kota Padang yang harus kita jaga kebersihan dan kelestariannya,” ujar Fadly.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berdaya saing.

Sebanyak 330 personel diterjunkan dalam aksi bersih Sungai Batang Arau. Mereka berasal dari unsur TNI, Polri, instansi vertikal, perangkat daerah, kecamatan, hingga kelurahan. Para peserta menyisir kawasan sungai dan sekitarnya untuk mengangkat sampah serta membersihkan area yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

Selain aksi lingkungan, kegiatan juga diisi dengan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Panitia menargetkan sebanyak 357 peserta mengikuti layanan kesehatan tersebut, angka yang disesuaikan dengan usia Kota Padang yang kini memasuki tahun ke-357.

Komandan Kodaeral II Padang, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus mendukung program-program kemasyarakatan dan pelestarian lingkungan yang digagas pemerintah daerah.

“Sinergi yang terbangun hari ini menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dan membantu masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Kami siap mendukung berbagai program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Padang,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Padang berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan semakin meningkat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menyambut Hari Jadi Kota Padang ke-357 yang puncak perayaannya akan digelar pada bulan Agustus 2026.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, melakukan kunjungan kerja dalam rangka Reses Perseorangan Masa Sidang V Tahun Sidang 2026/2027 ke sejumlah lokasi infrastruktur di Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (5/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Zigo didampingi Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, serta sejumlah pejabat terkait.

Salah satu lokasi yang ditinjau adalah rencana pembangunan Jembatan Kalawi di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh. Selain itu, rombongan juga meninjau rencana rehabilitasi Irigasi Gunung Nago, Daerah Irigasi Koto Tuo, serta kondisi SDN 10 Lambung Bukit yang mengalami kerusakan akibat banjir yang melanda wilayah tersebut pada Senin (3/8/2026).

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Zigo Rolanda dalam memperjuangkan kebutuhan pembangunan infrastruktur Kota Padang di tingkat nasional. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

"Kami sangat mengapresiasi perhatian Bapak Zigo Rolanda yang terus mengawal berbagai kebutuhan pembangunan Kota Padang. Dukungan dari pemerintah pusat sangat kami harapkan, terutama untuk percepatan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur yang terdampak bencana," ujar Maigus Nasir.

Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas publik di Kota Padang masih membutuhkan penanganan serius setelah terdampak banjir besar yang terjadi pada penghujung tahun 2025. Kerusakan tidak hanya terjadi pada infrastruktur jalan dan jembatan, tetapi juga pada sarana pendidikan, jaringan irigasi, serta fasilitas penunjang aktivitas masyarakat lainnya.

Sementara itu, Zigo Rolanda menegaskan bahwa hasil peninjauan lapangan akan menjadi bahan evaluasi dan dasar dalam memperjuangkan dukungan anggaran serta program pembangunan melalui kementerian dan lembaga terkait di tingkat pusat.

"Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpetakan secara langsung. Infrastruktur seperti jembatan, irigasi, dan fasilitas pendidikan memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan publik, sehingga perlu mendapatkan perhatian bersama," kata Zigo.

Menurutnya, Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, dan mitigasi kebencanaan memiliki komitmen untuk mendorong percepatan pembangunan di daerah, khususnya wilayah yang terdampak bencana alam.

Rencana pembangunan Jembatan Kalawi dinilai penting karena menjadi akses penghubung bagi masyarakat di kawasan Limau Manis dan sekitarnya. Sementara rehabilitasi Irigasi Gunung Nago diharapkan dapat mendukung kebutuhan sektor pertanian serta menjaga produktivitas lahan masyarakat.

Di sektor pendidikan, perbaikan SDN 10 Lambung Bukit juga menjadi perhatian mengingat sekolah tersebut terdampak banjir yang mengakibatkan terganggunya proses belajar mengajar. Pemerintah Kota Padang berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat mempercepat pemulihan sarana pendidikan agar aktivitas sekolah kembali berjalan optimal.

Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, sekaligus mempercepat pemulihan kawasan terdampak bencana demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Padang.

Editor : Ayu



REALITANUSANTARA.COM

Padang, 5 Agustus 2027 – Dalam rangka memperingati Hari Dharma Wanita Nasional yang jatuh pada 5 Agustus 2027, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi kepada seluruh perempuan Indonesia, khususnya para anggota Dharma Wanita, atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan bangsa.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai sumber inspirasi, penggerak keluarga, serta mitra dalam menciptakan masyarakat yang aman, tertib, dan berbudaya.

Melalui momentum Hari Dharma Wanita Nasional ini, Ditlantas Polda Sumbar berharap seluruh perempuan Indonesia terus meningkatkan semangat pengabdian, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta menjadi teladan dalam membangun karakter generasi penerus bangsa.

"Selamat Hari Dharma Wanita Nasional. Teruslah menjadi inspirasi dan pilar kekuatan di mana pun berada," demikian pesan yang disampaikan melalui unggahan resmi Ditlantas Polda Sumbar.

Peringatan Hari Dharma Wanita Nasional diharapkan menjadi momentum untuk semakin mempererat sinergi antara keluarga, masyarakat, dan institusi dalam mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, aman, dan sejahtera.


Edtr/rptr: RF

REALITANUSANTARA.COM

Padang — Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak banjir, personel Polisi Wanita (Polwan) Polresta Padang menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak di kawasan Siteba, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut bertujuan membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang mengalami tekanan emosional akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.

Kegiatan trauma healing dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polresta Padang, AKP Ramadhani, bersama jajaran Polwan Polresta Padang. Sejak pagi, para personel berbaur dengan anak-anak melalui berbagai aktivitas yang dirancang secara edukatif dan menyenangkan, seperti permainan kelompok, bernyanyi bersama, menggambar, bercerita, hingga memberikan motivasi agar mereka kembali percaya diri dan mampu melupakan pengalaman traumatis selama banjir.

Suasana penuh kehangatan dan keceriaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Tawa anak-anak yang semula terlihat murung perlahan berubah menjadi senyum ceria setelah mengikuti berbagai permainan dan interaksi bersama para Polwan. Pendekatan yang humanis ini diharapkan mampu mengurangi rasa takut, cemas, dan trauma yang masih dirasakan anak-anak pascabencana.

Kapolresta Padang melalui Kabag SDM AKP Ramadhani menyampaikan bahwa kegiatan trauma healing merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan saat terjadi bencana.

"Anak-anak membutuhkan perhatian dan pendampingan khusus setelah mengalami musibah banjir. Melalui kegiatan ini kami ingin mengembalikan semangat mereka agar dapat kembali ceria, bermain, belajar, dan menjalani aktivitas sehari-hari tanpa dihantui rasa takut akibat bencana yang dialami," ujarnya.

Selain memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak, para Polwan juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi langsung dengan warga terdampak banjir. Mereka mendengarkan berbagai keluhan serta kebutuhan masyarakat selama proses pemulihan, sekaligus memberikan dukungan moral agar warga tetap optimistis menghadapi situasi pascabencana.

Kehadiran personel Polwan di tengah masyarakat mendapat sambutan hangat dari warga. Orang tua mengaku terbantu dengan kegiatan tersebut karena mampu memberikan hiburan sekaligus mengembalikan semangat anak-anak yang beberapa hari terakhir masih menunjukkan rasa takut akibat banjir.

Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Polresta Padang berharap kehadiran Polri dapat memberikan rasa aman, nyaman, serta memperkuat solidaritas antara aparat kepolisian dan masyarakat. Trauma healing diharapkan menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung proses pemulihan psikologis korban bencana, sehingga masyarakat dapat bangkit lebih cepat dan kembali menjalankan aktivitas secara normal.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang – Gerak cepat Tim II Klewang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang kembali membuahkan hasil. Seorang residivis yang diduga sebagai pelaku percobaan pencurian dengan kekerasan (jambret) terhadap seorang perempuan lanjut usia berhasil diringkus saat hendak melarikan diri ke Pekanbaru. Penangkapan dilakukan pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di wilayah Kota Solok.

Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut dari penyelidikan intensif yang dilakukan jajaran Satreskrim Polresta Padang setelah menerima laporan masyarakat terkait aksi percobaan penjambretan yang sempat menghebohkan warga. Kasus itu tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/755/VIII/2026/SPKT/Polresta Padang/Polda Sumbar tertanggal 4 Agustus 2026.

Pelaku diketahui berinisial FDP (40), warga Jalan By Pass Bukit Putus, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Berdasarkan hasil penyelidikan, ia diduga melakukan percobaan penjambretan terhadap NGK (66), seorang ibu rumah tangga, di kawasan Jalan Kali Kecil, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian luas masyarakat setelah rekaman aksinya beredar di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut terlihat pelaku berusaha merampas barang milik korban yang merupakan seorang perempuan lanjut usia. Beruntung aksi tersebut tidak berhasil, namun sempat menimbulkan kepanikan di lokasi kejadian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim II Klewang Satreskrim Polresta Padang segera melakukan serangkaian penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil analisis rekaman tersebut, identitas pelaku berhasil diungkap dan penyidik meyakini bahwa yang bersangkutan merupakan seorang residivis yang telah beberapa kali terlibat dalam kasus kejahatan jalanan dengan modus serupa.

Penyelidikan kemudian berkembang setelah polisi memperoleh informasi dari masyarakat mengenai keberadaan pelaku yang diduga melarikan diri ke arah Solok. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim II Klewang langsung bergerak melakukan pengejaran hingga ke wilayah Kota Solok.

Upaya pengejaran akhirnya membuahkan hasil. Petugas berhasil menemukan pelaku sesaat sebelum menaiki mobil travel yang akan membawanya menuju Pekanbaru untuk menemui keluarganya. Tanpa memberikan kesempatan untuk melarikan diri, tim langsung mengamankan pelaku di lokasi.

Saat menjalani pemeriksaan awal, FDP mengakui telah melakukan percobaan penjambretan terhadap korban di kawasan Padang Barat. Setelah diamankan, pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolresta Padang guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan saat beraksi, yakni satu unit sepeda motor Honda Beat berwarna putih, satu buah helm putih, satu helai jaket hitam, satu helai baju berwarna merah bata, serta satu helai celana jeans biru.

Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 479 juncto Pasal 17 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai percobaan pencurian dengan kekerasan. Penyidik masih terus mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku dalam tindak pidana serupa yang terjadi di wilayah hukum Polresta Padang.

Polresta Padang menegaskan komitmennya untuk terus memberantas kejahatan jalanan demi menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan setiap tindak kriminal maupun memberikan informasi terkait pelaku kejahatan agar dapat segera ditindaklanjuti, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mendampingi Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, meninjau kawasan terdampak banjir di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, pada Selasa (4/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi wilayah yang mengalami kerusakan akibat banjir sekaligus memastikan langkah-langkah percepatan pemulihan dapat segera dilaksanakan.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau sejumlah titik yang terdampak banjir, termasuk kawasan permukiman warga, infrastruktur lingkungan, serta fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat tingginya curah hujan beberapa hari terakhir.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang terus berupaya mempercepat penanganan pascabencana melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, khususnya BNPB. Menurutnya, sinergi tersebut sangat penting agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan darurat dan pembersihan material banjir, tetapi juga menyusun langkah pemulihan jangka menengah dan panjang. Berbagai kebutuhan perbaikan infrastruktur, saluran drainase, serta fasilitas publik yang rusak terus didata sebagai dasar penyusunan program rehabilitasi.

Sementara itu, Sekretaris Utama BNPB Rustian menegaskan pihaknya akan melakukan inventarisasi terhadap seluruh kebutuhan di lapangan. Pendataan tersebut meliputi tingkat kerusakan, kebutuhan rehabilitasi infrastruktur, serta dukungan yang diperlukan pemerintah daerah untuk mempercepat proses pemulihan.

BNPB, lanjut Rustian, akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Padang dalam setiap tahapan penanganan pascabencana, mulai dari pendataan kerusakan, penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi, hingga pemberian dukungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah tersebut, diharapkan proses pemulihan pascabanjir di Kota Padang dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan mampu mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang dalam beberapa hari terakhir tidak hanya memicu banjir di sejumlah kawasan, tetapi juga berdampak terhadap operasional Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang. Material banjir berupa lumpur, pasir, kayu, dan sampah terbawa arus sungai hingga menimbun sejumlah intake atau titik pengambilan air baku milik perusahaan.

Kondisi tersebut mengakibatkan proses pengambilan air baku dan pengolahan air bersih terganggu, sehingga distribusi air kepada pelanggan di sejumlah wilayah mengalami penurunan debit bahkan terhenti sementara.

Menghadapi situasi tersebut, Perumda Air Minum Kota Padang bergerak cepat dengan mengerahkan tim teknis ke seluruh lokasi intake yang terdampak. Petugas bekerja secara intensif melakukan pembersihan material banjir, normalisasi saluran pengambilan air, serta memastikan seluruh fasilitas produksi dapat kembali beroperasi secara optimal.

Selain membersihkan intake, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap instalasi pengolahan air dan jaringan perpipaan untuk memastikan tidak ada kerusakan yang dapat menghambat proses distribusi air kepada masyarakat. Upaya pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan petugas mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

Perumda Air Minum Kota Padang menegaskan bahwa pemulihan layanan menjadi prioritas utama agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera terpenuhi. Distribusi air akan dinormalkan secara bertahap seiring membaiknya kondisi sumber air baku dan selesainya proses pembersihan di setiap intake.

Di sisi lain, perusahaan mengimbau seluruh pelanggan untuk menggunakan air secara bijaksana selama masa pemulihan. Masyarakat disarankan menampung air ketika aliran masih tersedia serta menghemat penggunaan air untuk kebutuhan yang benar-benar penting hingga distribusi kembali normal.

Perumda Air Minum Kota Padang juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan layanan yang dipicu oleh bencana alam tersebut. Perusahaan memastikan seluruh personel tetap siaga selama 24 jam guna mempercepat proses pemulihan dan meminimalkan dampak gangguan terhadap masyarakat.

Dengan langkah cepat yang dilakukan di lapangan, diharapkan seluruh sistem pengolahan dan distribusi air bersih dapat kembali beroperasi normal dalam waktu sesingkat mungkin, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat Kota Padang tetap terpenuhi meskipun di tengah kondisi cuaca ekstrem. (Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Wali Kota Padang, Fadly Amran, turun langsung meninjau proses penanganan pascabanjir di kawasan Gunung Sariak dan Lapau Munggu, Selasa (4/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembersihan berjalan cepat sehingga masyarakat dapat segera kembali beraktivitas seperti biasa.

Dalam peninjauan itu, Wali Kota melihat langsung kondisi permukiman warga yang masih dipenuhi lumpur, sampah, dan material yang terbawa arus banjir. Sejumlah fasilitas umum serta akses jalan lingkungan juga menjadi fokus penanganan agar pelayanan kepada masyarakat dapat segera pulih.

Pemerintah Kota Padang mengerahkan personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk melakukan pembersihan secara intensif. Berbagai peralatan berat maupun peralatan manual dikerahkan guna mempercepat pengangkutan lumpur, kayu, dan material lainnya yang menghambat aktivitas warga.

Fadly Amran menegaskan bahwa percepatan penanganan pascabanjir menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Seluruh organisasi perangkat daerah diminta bekerja secara terpadu agar proses pemulihan dapat berlangsung efektif dan dampak bencana terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Selain fokus pada penanganan darurat, Pemerintah Kota Padang juga terus mendorong langkah-langkah jangka panjang guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang. Salah satunya melalui percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir dengan memperkuat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Balai Wilayah Sungai (BWS).

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan berbagai program pengendalian banjir, seperti normalisasi sungai, peningkatan kapasitas drainase, pembangunan sistem pengendali aliran air, serta penataan kawasan yang rawan terdampak banjir.

Pemerintah Kota Padang juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran drainase, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

Melalui penanganan darurat yang cepat dan dukungan pembangunan infrastruktur pengendali banjir secara berkelanjutan, Pemerintah Kota Padang berharap proses pemulihan pascabanjir dapat berlangsung optimal sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal dan risiko banjir di masa mendatang dapat ditekan.

Editor : Ayu

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.