Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Pemerintah Kota Padang terus memperkuat upaya perlindungan sosial masyarakat melalui penyaluran bantuan pangan. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mendampingi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, dalam penyaluran bantuan pangan beras dari Perum BULOG di Kelurahan Koto Baru Nan XX, Minggu (13/9/2026).

Penyaluran bantuan tersebut menyasar sebanyak 629 penerima bantuan pangan. Masing-masing penerima memperoleh bantuan beras dengan total 30 kilogram untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga penerima manfaat, sekaligus meringankan beban pengeluaran masyarakat di tengah kebutuhan pokok yang terus menjadi perhatian.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Padang menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk BULOG dan pemerintah pusat, dalam memastikan bantuan pangan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial, terutama bagi keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Penyaluran bantuan pangan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tingkat lokal.

Selain mengapresiasi penyaluran bantuan beras, Pemko Padang turut mendorong masyarakat agar tidak hanya bergantung pada bantuan pangan, tetapi juga mulai mengembangkan sumber pangan mandiri melalui kegiatan urban farming.

Urban farming atau pertanian perkotaan dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan terbatas di sekitar rumah, lingkungan permukiman, maupun fasilitas bersama. Masyarakat dapat menanam berbagai kebutuhan pangan seperti cabai, sayuran, tomat, dan tanaman produktif lainnya sesuai kondisi lingkungan.

Pengembangan pertanian perkotaan dinilai memiliki manfaat ganda, yakni membantu memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kemandirian pangan.

Pemerintah Kota Padang berharap sinergi antara pemerintah, lembaga pangan, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan demikian, bantuan sosial tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga diiringi upaya pemberdayaan yang mampu meningkatkan ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat secara berkelanjutan.

Penyaluran bantuan beras di Kelurahan Koto Baru Nan XX menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus momentum untuk mengajak warga membangun ketahanan pangan dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.(Ayu)

By : Ayu, s

Sosok pria idaman dalam sebuah hubungan tidak semata-mata dinilai dari penampilan, kemapanan, atau kemampuan memberikan perhatian dalam situasi menyenangkan. Lebih dari itu, pria idaman adalah sosok yang mampu menunjukkan kesetiaan, menjaga komitmen, memberikan kasih sayang, serta menjalankan tanggung jawab secara konsisten.

Kesetiaan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun hubungan yang sehat. Seorang pria yang setia tidak hanya hadir ketika keadaan berjalan baik, tetapi juga tetap menjaga kepercayaan dan menghargai pasangannya ketika menghadapi berbagai tantangan.

Selain kesetiaan, komitmen menjadi bukti keseriusan dalam menjalani hubungan. Komitmen tidak cukup disampaikan melalui kata-kata, melainkan perlu diwujudkan melalui sikap, komunikasi yang terbuka, dan kesediaan untuk menyelesaikan persoalan secara dewasa.

Sementara itu, kasih sayang tercermin melalui perhatian, kepedulian, serta kemampuan menghargai perasaan pasangan. Kasih sayang yang tulus bukan hanya ditunjukkan melalui ungkapan romantis, tetapi juga melalui tindakan sederhana yang membuat pasangan merasa dihargai, didengarkan, dan tidak menghadapi persoalan seorang diri.

Salah satu ciri pria idaman yang paling bermakna adalah kehadirannya ketika pasangan berada dalam kesulitan. Ia tidak sekadar memberikan janji atau kata-kata penghiburan, tetapi berusaha membantu mencari jalan keluar sesuai kemampuan. Kehadiran tersebut dapat diwujudkan melalui dukungan emosional, saran yang bijaksana, maupun tindakan nyata untuk meringankan beban.

Sikap bertanggung jawab juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan. Pria yang bertanggung jawab berani mengakui kesalahan, menepati janji, serta tidak menghindari persoalan yang harus diselesaikan bersama. Ia memahami bahwa hubungan bukan hanya tentang menerima kebahagiaan, tetapi juga tentang saling mendukung dalam menghadapi masa-masa sulit.

Pada akhirnya, pria idaman bukanlah sosok yang selalu sempurna, melainkan seseorang yang bersedia belajar, memperbaiki diri, dan menjaga hubungan dengan ketulusan. Kesetiaan, komitmen, kasih sayang, serta tanggung jawab menjadi nilai yang membuat sebuah hubungan memiliki dasar kuat dan berpeluang tumbuh secara harmonis.

Dengan demikian, ukuran pria idaman tidak hanya terlihat dari apa yang mampu diberikan, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan pasangan, terutama ketika keadaan tidak mudah. Sebab, hubungan yang bermakna dibangun melalui kehadiran, kepercayaan, dan tindakan nyata yang dilakukan secara konsisten.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui sektor perikanan budidaya terus mendapat perhatian. Di Teluk Buo, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, kelompok pembudidaya ikan menerima bantuan benih dan pakan ikan kerapu sebagai dukungan untuk meningkatkan produktivitas serta keberlanjutan usaha perikanan.

Bantuan tersebut diserahkan pada Sabtu (12/9/2026) dan dihadiri langsung Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan potensi kelautan sekaligus memperkuat sumber pendapatan masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor perikanan.

Penyerahan bantuan merupakan realisasi alokasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Ketua DPRD Sumbar Muhidi yang dilaksanakan melalui sinergi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu kelompok pembudidaya menghadapi tantangan operasional, terutama kebutuhan benih dan pakan yang menjadi komponen penting dalam kegiatan budidaya ikan kerapu.

Bantuan Diharapkan Tingkatkan Produktivitas

Ikan kerapu merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi dan peluang pengembangan di kawasan pesisir. Namun, keberhasilan budidaya sangat dipengaruhi oleh ketersediaan benih berkualitas, pakan yang memadai, pengelolaan kolam atau keramba, serta pemeliharaan yang berkelanjutan.

Melalui bantuan benih, kelompok pembudidaya memperoleh dukungan untuk mengembangkan siklus produksi. Sementara itu, bantuan pakan diharapkan dapat meringankan sebagian beban biaya operasional yang harus ditanggung selama proses pemeliharaan ikan hingga masa panen.

Muhidi berharap bantuan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan produksi jangka pendek, tetapi juga mampu menjadi pemicu tumbuhnya usaha perikanan yang lebih mandiri. Peningkatan produktivitas diharapkan dapat berdampak pada pendapatan pembudidaya dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pesisir.

“Kelola bantuan ini dengan baik, transparan dan penuh kekompakan. Mudah-mudahan budidaya ikan kerapu ini menghasilkan panen yang baik dan memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” pesan Muhidi.

Muhidi Tekankan Pengelolaan Bantuan Secara Bersama

Dalam pemanfaatannya, kelompok pembudidaya diharapkan mengelola bantuan secara optimal, transparan, dan bertanggung jawab. Kekompakan antaranggota dinilai penting agar bantuan yang diterima dapat digunakan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat maksimal.

Pengelolaan kelompok yang baik juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan budidaya. Selain memastikan bantuan digunakan secara tepat, kerja sama antaranggota dapat mendukung pembagian tugas, pemeliharaan ikan, serta pengawasan terhadap perkembangan usaha.

Dengan demikian, bantuan benih dan pakan tidak hanya dipandang sebagai dukungan material, tetapi juga sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat agar mampu mengembangkan usaha perikanan secara lebih terarah.

DPRD Sumbar Dorong Penguatan Sektor Kelautan

Muhidi menegaskan, DPRD Sumatera Barat akan terus mengawal aspirasi masyarakat, termasuk nelayan dan pembudidaya ikan. Menurutnya, sektor kelautan dan perikanan memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dukungan terhadap sektor perikanan budidaya juga dinilai sejalan dengan upaya mengoptimalkan potensi sumber daya bahari Sumatera Barat. Apabila dikelola secara berkelanjutan, sektor ini dapat membuka peluang usaha, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan mendorong kemandirian masyarakat pesisir.

Sinergi antara DPRD Sumbar, pemerintah daerah, DKP, dan kelompok pembudidaya menjadi bagian penting dalam memastikan program bantuan memberikan dampak nyata. Tidak hanya meningkatkan produksi, pengembangan budidaya ikan kerapu juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan.

Melalui bantuan tersebut, Teluk Buo diharapkan dapat terus mengembangkan potensi perikanan budidaya sebagai salah satu penggerak ekonomi lokal. Program ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap masyarakat pesisir agar mampu mengelola sumber daya kelautan secara produktif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Komandan Kodim (Dandim) Padang mendorong keluarga besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) untuk terus memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0312/Padang Letkol Inf Faiq Fahmi,  dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 FKPPI yang digelar di Kota Padang, Sabtu (13/9/2026).

Dandim menegaskan, FKPPI memiliki ikatan sejarah dan emosional yang kuat sebagai bagian dari keluarga besar TNI dan Polri. Ikatan tersebut tidak hanya menjadi identitas organisasi, tetapi juga menjadi landasan untuk meneruskan nilai-nilai pengabdian yang diwariskan para orang tua dan pendahulu.

“Nilai-nilai yang diwariskan itu antara lain disiplin, loyalitas, kebersamaan, semangat pengabdian, cinta Tanah Air, serta kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

Menurutnya, ukuran keberhasilan FKPPI tidak cukup hanya dilihat dari jumlah anggota maupun besarnya organisasi. Lebih dari itu, FKPPI harus mampu memberikan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Karena itu, ia berharap seluruh jajaran FKPPI dapat menjaga agar organisasi tetap aktif, komunikasi antaranggota terus berjalan, serta berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kalau ada persoalan masyarakat yang bisa kita bantu, mari sama-sama kita bantu. Kalau ada kegiatan sosial, kita harus hadir,” pesannya.

Dandim juga mengajak FKPPI untuk mengambil peran dalam menjaga persatuan bangsa, terutama ketika menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Perkembangan media sosial, penyebaran berita bohong atau hoaks, serta ujaran kebencian dinilai berpotensi memecah belah masyarakat.

Ia mengingatkan, perbedaan pilihan, pekerjaan, maupun pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berbangsa. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan komitmen bersama terhadap keutuhan NKRI.

“Kita boleh menghadapi pilihan yang berbeda, pekerjaan yang berbeda, bahkan berbeda pendapat. Tetapi ketika berbicara tentang Merah Putih dan NKRI, kita harus berdiri dalam satu barisan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim juga menegaskan bahwa hubungan antara Kodim dan FKPPI tidak boleh terbatas pada kegiatan seremonial maupun pemenuhan undangan organisasi.

Ia menyampaikan, Kodim merupakan rumah bersama bagi keluarga besar TNI, termasuk FKPPI. Karena itu, komunikasi dan sinergi antara kedua pihak perlu dibangun secara terbuka dan berkelanjutan.

“Kalau ketua pengurus memiliki gagasan, mari disampaikan. Kita komunikasikan bersama. Kalau ada program yang bisa disinergikan untuk membantu masyarakat Kota Padang, mari kita kerjakan bersama,” katanya.

Dandim berharap ke depan dapat dirancang berbagai kegiatan kolaboratif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kegiatan tersebut dapat berupa aksi sosial, olahraga, wawasan kebangsaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta program kemasyarakatan lainnya.

Menurutnya, kehadiran FKPPI harus dibuktikan melalui karya dan pengabdian, bukan semata-mata karena organisasi tersebut memiliki latar belakang sejarah dan nama besar para orang tua.

“Dengan demikian, masyarakat melihat bahwa FKPPI hadir bukan hanya karena nama besar orang tua kita, tetapi karena karya dan pengabdian kita sendiri,” ujarnya.

Dandim turut mengapresiasi antusiasme pengurus dan anggota FKPPI dalam mengikuti rangkaian kegiatan HUT ke-48. Ia menilai semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat soliditas organisasi.

Dengan nada humor, ia menyinggung antusiasme peserta saat mengikuti jalan sehat, termasuk semangat mereka dalam mengikuti pembagian hadiah atau door prize.

“Yang penting hari ini kita bergembira bersama. Yang mendapat hadiah kita ucapkan selamat. Yang belum mendapat hadiah, jangan kecewa,” tuturnya, disambut suasana hangat peserta.

Ia kemudian menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Ketua FKPPI beserta seluruh jajaran pengurus, panitia, dan pihak-pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Dandim berharap FKPPI semakin solid, kuat dalam persaudaraan, nyata dalam pengabdian, dan semakin dekat dengan masyarakat.

“ Tugas kita adalah melanjutkan nilai pengabdian itu sesuai dengan tantangan zaman sekarang,” katanya.

Menutup sambutannya, Dandim mengajak seluruh keluarga besar FKPPI untuk terus berkarya, menjaga persaudaraan, serta menjadi bagian dari kekuatan bangsa dalam mempertahankan persatuan dan keutuhan NKRI.

“FKPPI, NKRI harga mati,” tegasnya

Seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Kota Padang telah terlaksana dengan baik dan lancar.

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-48 FKPPI Kota Padang, Era Novita dalam laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan. Ia menyampaikan bahwa seluruh agenda yang telah disusun panitia dapat direalisasikan berkat dukungan dan kerja sama berbagai pihak.

“Seluruh kegiatan dalam rangka HUT ke-48 FKPPI telah dilaksanakan dengan baik dan lancar,” ujar Era dalam penyampaian laporannya.

Semua kelancaran pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari kekompakan panitia, dukungan pengurus, anggota FKPPI, serta kontribusi berbagai pihak yang turut membantu menyukseskan seluruh rangkaian acara.

Dalam kesempatan tersebut, Era menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik dalam bentuk tenaga, pemikiran, waktu, maupun bantuan lainnya. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran pengurus FKPPI, panitia pelaksana, keluarga besar FKPPI, serta pihak-pihak terkait yang telah berkontribusi selama kegiatan berlangsung.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Sebanyak sekitar 400 anak mengikuti kegiatan sunatan massal gratis yang digelar Pemerintah Kota Padang bekerja sama dengan Indo Jalito Peduli (IJP) di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kota Padang, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap kesehatan anak sekaligus upaya membantu masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan, agar dapat memperoleh layanan sunat secara gratis dan layak.

Selain mendapatkan layanan sunat, para peserta juga menerima sejumlah bantuan pendukung. Bantuan tersebut meliputi uang tunai, makanan, obat-obatan, sarung, serta berbagai kebutuhan lainnya yang disiapkan untuk menunjang kenyamanan anak-anak selama mengikuti kegiatan.

Kolaborasi antara Pemerintah Kota Padang dan Indo Jalito Peduli ini menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam memperkuat pelayanan sosial di tengah masyarakat. Pemerintah tidak hanya berperan melalui program pelayanan publik, tetapi juga membuka ruang kerja sama dengan organisasi dan komunitas yang memiliki kepedulian terhadap kebutuhan warga.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kontribusi Indo Jalito Peduli dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi sosial dapat memperluas jangkauan manfaat program kemasyarakatan.

Ia berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut dan dikembangkan, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya, terutama dalam bidang kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

“Kolaborasi seperti ini sangat berarti bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada warga dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” demikian semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Sunatan massal gratis ini tidak hanya menjadi bentuk pelayanan kesehatan, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah bersama mitra sosial berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Padang..(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Ancaman polusi udara akibat paparan partikulat halus atau particulate matter (PM2.5) mendapat perhatian dari Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang. Organisasi tersebut menilai persoalan kualitas udara perlu ditempatkan sebagai isu kesehatan masyarakat yang serius, bukan sekadar persoalan lingkungan atau gangguan pernapasan.

Ketua PJKIP Kota Padang, Yuliadi Chandra, mengatakan PM2.5 memiliki ukuran sangat kecil, yakni partikel berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Ukuran tersebut memungkinkan partikulat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan berpotensi memengaruhi organ tubuh melalui mekanisme peradangan serta gangguan sistem kardiovaskular.

Menurut Yuliadi, perhatian terhadap kualitas udara menjadi semakin penting ketika masyarakat menghadapi peningkatan polusi yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk emisi kendaraan, aktivitas industri, pembakaran sampah, serta kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas udara sangat beralasan. Ketika paparan PM2.5 meningkat, masyarakat harus mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi udara dan langkah perlindungan yang perlu dilakukan,” ujar Yuliadi melalui keterangan tertulis kepada media di Padang, Sabtu (12/9/2026).

Yuliadi menjelaskan, dampak paparan PM2.5 tidak terbatas pada keluhan batuk, iritasi mata, tenggorokan, maupun sesak napas. Paparan dalam jangka panjang juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung dan pembuluh darah.

Partikulat halus yang terhirup dapat memicu respons peradangan dan stres oksidatif di dalam tubuh. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi fungsi pembuluh darah, tekanan darah, serta kerja sistem kardiovaskular, terutama pada individu yang memiliki faktor risiko kesehatan tertentu.

Risiko kesehatan dapat menjadi lebih besar apabila seseorang terpapar polusi secara berulang, dalam konsentrasi tinggi, atau dalam waktu yang panjang. Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa kualitas udara merupakan bagian penting dari upaya pencegahan penyakit.

“Polusi udara bukan hanya persoalan batuk atau sesak napas. Dampaknya dapat berkaitan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Ini yang harus menjadi perhatian bersama agar pencegahan dilakukan sejak dini,” katanya.

Lebih lanjut, Yuliadi menilai kelompok rentan harus menjadi prioritas dalam penanganan dampak polusi udara. Kelompok tersebut meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan maupun gangguan kardiovaskular.

Pada saat kualitas udara memburuk, kelompok rentan berpotensi mengalami dampak kesehatan yang lebih besar. Oleh sebab itu, informasi mengenai kondisi udara harus disampaikan secara cepat agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dan mengambil langkah perlindungan yang diperlukan.

Yuliadi mendorong masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada tingkat tidak sehat, khususnya bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Penggunaan perlindungan pernapasan yang sesuai juga perlu dipertimbangkan berdasarkan kondisi polusi dan anjuran otoritas kesehatan.

Namun, ia mengingatkan bahwa perlindungan individu tidak boleh menggantikan tanggung jawab pemerintah dalam mengendalikan sumber pencemaran.

Sebagai organisasi yang bergerak dalam isu keterbukaan informasi publik, PJKIP Kota Padang mendorong pemerintah memastikan data kualitas udara dapat diakses masyarakat secara mudah, cepat, dan berkala.

Yuliadi menyebutkan, masyarakat perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai indeks kualitas udara, konsentrasi PM2.5, penyebab peningkatan polusi, wilayah yang terdampak, serta langkah yang harus dilakukan ketika kondisi udara memburuk.

“Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat berhak mengetahui kondisinya. Berapa indeks kualitas udara, apa penyebabnya, wilayah mana yang terdampak, dan apa yang harus dilakukan masyarakat. Informasi seperti ini harus cepat dan terbuka,” tegasnya.

Ia menilai Pemerintah Kota Padang bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat perlu memperkuat koordinasi dalam pemantauan kualitas udara, edukasi publik, serta penyampaian peringatan dini apabila terjadi peningkatan polusi yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Menurutnya, keterbukaan data bukan hanya berkaitan dengan hak masyarakat untuk memperoleh informasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun kesadaran dan mendorong tindakan pencegahan.

Yuliadi menegaskan, persoalan pencemaran udara tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjaga kualitas lingkungan.

Pemerintah, kata dia, perlu memastikan sistem pemantauan kualitas udara berjalan dengan baik, informasi dipublikasikan secara transparan, serta langkah mitigasi disiapkan apabila terjadi kondisi udara yang tidak sehat.

Di sisi lain, pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan pencemaran juga harus diperkuat. Praktik pembakaran hutan dan lahan secara ilegal, termasuk kegiatan lain yang menghasilkan emisi berlebihan, perlu mendapat perhatian melalui pencegahan, pengawasan, dan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama ketika kondisi udara sedang buruk. Kebiasaan tersebut dinilai dapat menambah beban pencemaran udara dan memperbesar risiko kesehatan di lingkungan sekitar.

Yuliadi menekankan, penanganan polusi udara harus mengutamakan langkah pencegahan, bukan hanya tindakan ketika kualitas udara telah mencapai kondisi kritis.

Ia meminta pemerintah membangun sistem informasi yang responsif, memperkuat edukasi mengenai risiko PM2.5, serta memastikan masyarakat memperoleh panduan perlindungan yang dapat dipahami dan diterapkan.

“Jangan menunggu udara sudah berbahaya baru kita bergerak. Kualitas udara berkaitan langsung dengan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Pemerintah harus hadir dengan data, informasi yang terbuka, mitigasi yang cepat, dan penegakan hukum terhadap sumber pencemaran,” ujarnya.

PJKIP Kota Padang, lanjut Yuliadi, siap ikut mengawal penyebarluasan informasi publik terkait kualitas udara agar masyarakat memperoleh informasi yang benar, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Udara bersih adalah hak masyarakat. Karena itu, perlindungan terhadap kualitas udara harus menjadi tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Catatan redaksional: Judul dan isi telah dibuat lebih bernuansa berita nasional. Untuk publikasi, sebaiknya data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), konsentrasi PM2.5, lokasi pemantauan, dan sumber pencemaran dilengkapi berdasarkan data resmi terbaru agar pemberitaan tidak terkesan menyimpulkan kondisi udara Padang sedang berbahaya tanpa dukungan pengukuran aktual.

By: Ayu Adelfina, s

Building a healthy and harmonious relationship requires more than mutual affection. It depends on a strong foundation of honesty, loyalty, compassion, mutual respect, and a shared commitment to care for and support one another. These values are essential in creating a relationship that is mature, stable, and capable of withstanding the challenges of life.

Trust is one of the most important elements of any meaningful relationship. It does not develop overnight, but grows through openness, consistency, and responsible actions. Honesty, therefore, plays a fundamental role in establishing and maintaining that trust.

Honesty as the Foundation of Trust

Honesty creates a safe space for individuals to express their feelings, expectations, concerns, and personal struggles. Through open communication, misunderstandings can be minimized, while challenges can be addressed before they develop into more serious conflicts.

Honesty is not limited to telling the truth. It also involves the courage to acknowledge mistakes, communicate personal needs respectfully, and avoid concealing matters that could undermine trust. A relationship built on honesty allows both individuals to feel secure, knowing that their connection is based on sincerity rather than deception or manipulation.

However, honesty should always be accompanied by empathy. Openness should never be used as an excuse to hurt, humiliate, or disregard another person's feelings. Healthy honesty requires both truthfulness and responsibility.

Loyalty as an Expression of Commitment

Alongside honesty, loyalty is a meaningful expression of commitment. Loyalty is not simply about remaining together when circumstances are favorable; it also involves consistency, responsibility, and respect during difficult times.

Loyalty can be demonstrated by honoring shared commitments, protecting mutual trust, and refusing to engage in actions that deliberately damage the relationship. It also means being willing to address problems through mature communication rather than avoiding responsibility or justifying harmful behavior.

At the same time, loyalty should never require someone to sacrifice their dignity, personal freedom, or emotional well-being. A healthy commitment must be grounded in equality, respect, and the understanding that every individual deserves to feel safe and valued.

Compassion and Consistent Care

Affection and compassion play an important role in maintaining emotional closeness. Love is not always expressed through grand gestures or romantic words. Often, it is reflected in simple acts of care that are offered sincerely and consistently.

Listening attentively, understanding a partner's circumstances, offering support during difficult moments, and appreciating each other's achievements are meaningful expressions of affection. These actions demonstrate that a relationship is not centered solely on personal interests, but also on the needs and feelings of both individuals.

A healthy relationship does not demand perfection. Instead, it creates room for growth, learning, and self-improvement without making either person feel constantly judged or diminished.

Caring for One Another Without Restricting Freedom

Mutual care and protection are also essential components of a harmonious relationship. However, caring for someone should never be confused with controlling every aspect of their life. A healthy relationship should create a sense of security, not fear or confinement.

To care for and protect one another means offering support during difficult circumstances, respecting personal boundaries, and encouraging decisions that contribute to mutual well-being. It also includes respecting privacy, protecting each other's dignity, and never using personal vulnerabilities as a means of control or emotional harm.

In a mature relationship, care exists alongside independence. Each individual should retain the freedom to grow, maintain healthy social connections, and pursue personal goals while acting responsibly and respecting the relationship.

Mutual Respect in the Face of Differences

Differences of opinion are a natural part of every relationship. Two people may have different backgrounds, habits, perspectives, and expectations. Harmony, therefore, does not mean the absence of conflict; rather, it means having the ability to manage disagreements in a healthy and constructive manner.

Mutual respect is reflected in the willingness to listen without interruption, express opinions without belittling others, and avoid threats or hurtful language. Conflict should become an opportunity to understand different perspectives, not a competition to establish dominance.

Effective communication requires both honesty and self-control. When problems arise, both individuals should strive to discuss them calmly, directly, and with a genuine intention to find solutions. Blame, emotional neglect, and attempts to involve others in escalating a conflict can weaken the trust that has been carefully built.

Strong Relationships Are Defined by Actions

Ultimately, a strong relationship cannot be sustained by promises, affectionate words, or romantic declarations alone. Its true quality is revealed through consistent actions in everyday life.

Honesty practiced with integrity, loyalty maintained through commitment, affection expressed with sincerity, and respect demonstrated mutually can create a relationship built on security and trust. These values become especially important during challenging times, when a person's character is often reflected in how they treat the person closest to them.

A mature relationship is not one without problems, but one in which both individuals are committed to addressing difficulties responsibly. It provides room for dialogue, accountability, personal boundaries, and honest reflection.

For this reason, every relationship must be nurtured continuously through open communication, shared commitment, empathy, and a willingness to keep learning about and appreciating one another. Honesty, loyalty, compassion, mutual care, and respect are not merely ideals; they are principles that must be demonstrated through meaningful and consistent actions.

With these foundations in place, a relationship has a greater opportunity to grow into a healthy, balanced, and trusting partnership—one that offers emotional security while allowing both individuals to flourish.

 

Penulis : Ayu Adelfina, s

Membangun hubungan yang sehat dan harmonis membutuhkan lebih dari sekadar rasa saling menyukai. Kejujuran, kesetiaan, kasih sayang, serta komitmen untuk saling menjaga dan menghargai menjadi fondasi penting dalam menciptakan hubungan yang kuat dan berkelanjutan.

Kejujuran merupakan salah satu unsur utama dalam membangun kepercayaan. Melalui keterbukaan, setiap pihak dapat memahami perasaan, harapan, maupun persoalan yang dihadapi tanpa harus menyembunyikan hal-hal yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Selain kejujuran, kesetiaan juga menjadi bentuk nyata dari komitmen dalam sebuah hubungan. Kesetiaan tidak hanya dimaknai sebagai menjaga kepercayaan ketika keadaan berjalan baik, tetapi juga tetap menunjukkan tanggung jawab dan menghormati pasangan ketika menghadapi berbagai tantangan.

Kasih sayang pun memiliki peran penting dalam menjaga kedekatan emosional. Perhatian sederhana, kepedulian, serta kesediaan untuk mendengarkan dapat menjadi bentuk penghargaan yang memperkuat ikatan antarpasangan.

Hubungan yang sehat juga dibangun melalui sikap saling menjaga dan melindungi. Hal tersebut bukan berarti membatasi kebebasan satu sama lain, melainkan menghadirkan rasa aman, memberikan dukungan, serta menghormati batasan dan keputusan masing-masing.

Di sisi lain, saling menghargai menjadi kunci agar hubungan tidak didominasi oleh sikap egois. Perbedaan pendapat seharusnya diselesaikan melalui komunikasi yang baik, bukan dengan saling merendahkan, mengancam, atau mengabaikan perasaan pasangan.

Pada akhirnya, hubungan yang kokoh tidak hanya ditentukan oleh kata-kata manis, tetapi juga oleh tindakan nyata yang dilakukan secara konsisten. Kejujuran, kesetiaan, kasih sayang, penghargaan, dan perlindungan yang diberikan secara timbal balik akan menciptakan hubungan yang lebih dewasa, sehat, dan penuh kepercayaan.

Karena itu, setiap hubungan perlu dirawat melalui komunikasi terbuka, komitmen bersama, serta kesediaan untuk terus belajar memahami dan menghargai satu sama lain.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang menerima kunjungan delegasi KPJ Healthcare University, Malaysia, di Balai Kota Padang, Jumat (11/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman antara Kota Padang dan institusi pendidikan kesehatan asal Malaysia.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak berbagi wawasan mengenai berbagai isu strategis, khususnya yang berkaitan dengan bidang kesehatan, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat. Pertukaran pengalaman ini diharapkan dapat memperluas perspektif mengenai peran organisasi perempuan dan institusi pendidikan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Selain membahas sektor kesehatan dan pendidikan, TP PKK dan DWP Kota Padang juga memperkenalkan 10 Program Pokok PKK kepada delegasi KPJ Healthcare University. Program tersebut menjadi salah satu landasan gerakan pemberdayaan keluarga melalui berbagai kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, keterampilan, kesehatan, serta ketahanan keluarga.

Pengenalan program tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kontribusi TP PKK dalam mendukung pembangunan daerah, terutama melalui keterlibatan masyarakat dan penguatan peran keluarga sebagai unsur penting dalam pembangunan sosial.

Tidak hanya aspek kelembagaan, kunjungan ini turut diwarnai pengenalan budaya Minangkabau. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada delegasi internasional, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai identitas, nilai-nilai adat, dan kehidupan sosial masyarakat Kota Padang.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih luas mengenai potensi kerja sama antara Kota Padang dan KPJ Healthcare University, khususnya dalam pengembangan pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Kunjungan tersebut juga diharapkan tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi terjalinnya kolaborasi berkelanjutan yang saling menguntungkan antara Pemerintah Kota Padang, organisasi perempuan daerah, dan KPJ Healthcare University Malaysia.

Kerja sama yang terbangun nantinya diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kegiatan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing pihak, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat hubungan antara Kota Padang dan Malaysia.(Ayu)


REALITANUSANTARA. COM

PADANG — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun ke-81 TNI Angkatan Laut yang diperingati pada 10 September 2026.

Ucapan tersebut menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Laut yang selama ini menjalankan tugas menjaga keamanan wilayah laut, mengawal kedaulatan negara, serta memberikan pengabdian bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., turut menyampaikan penghormatan kepada para prajurit matra laut yang terus menjalankan tugas di tengah berbagai tantangan.

“Terima kasih kepada para prajurit matra laut yang tak kenal lelah menerjang ombak demi menjaga pesisir Ibu Pertiwi.”

Menurut Dirlantas Polda Sumbar, semangat pengabdian TNI Angkatan Laut merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketahanan wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan.

Sinergi antara TNI dan Polri juga menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga keamanan masyarakat. Kerja sama tersebut tidak hanya dilakukan dalam menghadapi persoalan keamanan, tetapi juga dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Momentum HUT ke-81 TNI Angkatan Laut diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan, soliditas dan koordinasi antara TNI, Polri serta seluruh elemen masyarakat.


editor/Rptr:RF

REALITANUSANTARA.COM

PADANG  - Sebanyak 312 mahasiswa Universitas Ekasakti (UNES) dan Akademi Akuntansi Indonesia (AAI) Padang dilibatkan sebagai Tim Verifikator Lapangan dalam pelaksanaan Padang Rancak Award Sesi II Tahun 2026.

Pelepasan ratusan mahasiswa tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, Kamis (10/9/2026). Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat gerakan kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.

Dalam pelaksanaan verifikasi, para mahasiswa akan disebar ke 11 kecamatan di Kota Padang. Mereka bertugas melakukan pemantauan dan verifikasi kondisi kebersihan lingkungan di wilayah yang menjadi sasaran penilaian.

Tidak hanya melakukan penilaian, mahasiswa juga diarahkan untuk berperan sebagai agen edukasi di tengah masyarakat. Mereka akan memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi timbulan sampah, serta mendorong masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

Wali Kota Padang Fadly Amran menilai keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut memiliki nilai strategis. Selain membantu pemerintah melakukan verifikasi secara objektif di lapangan, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga.

Menurutnya, persoalan kebersihan kota tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai elemen lainnya agar budaya hidup bersih dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Melalui Padang Rancak Award, Pemko Padang juga berupaya mendorong kompetisi positif antarkawasan dalam menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan. Penilaian diharapkan tidak berhenti pada pencapaian administratif, tetapi mampu melahirkan perubahan perilaku masyarakat.

Fadly menekankan bahwa lingkungan yang bersih merupakan bagian penting dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat. Karena itu, gerakan menjaga kebersihan harus dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, pelaksanaan verifikasi oleh ratusan mahasiswa di 11 kecamatan diharapkan memberikan gambaran faktual mengenai kondisi kebersihan di masing-masing wilayah.

Data dan hasil verifikasi lapangan tersebut selanjutnya menjadi bagian penting dalam proses penilaian Padang Rancak Award Sesi II Tahun 2026.

Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung program pembangunan kota. Mahasiswa tidak hanya ditempatkan sebagai peserta kegiatan, tetapi juga diberi ruang untuk berkontribusi langsung dalam menyelesaikan persoalan lingkungan di masyarakat.

Program tersebut sekaligus diharapkan memperkuat semangat mewujudkan Kota Padang yang ASRI, bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat maupun para pendatang.

Dengan melibatkan generasi muda dalam gerakan kebersihan, Pemko Padang berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat berkembang menjadi budaya bersama. Kebersihan kota pun tidak hanya menjadi indikator penghargaan, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Padang sehari-hari.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Pemberdayaan ekonomi perempuan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Perempuan tidak hanya berperan dalam pengelolaan rumah tangga, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pelaku usaha dan penggerak ekonomi masyarakat.

Karena itu, DPRD Sumatera Barat mendorong agar penguatan ekonomi perempuan tidak berhenti pada kegiatan seremonial maupun program jangka pendek. Dukungan terhadap perempuan perlu diwujudkan melalui kebijakan yang berkelanjutan, penguatan anggaran, peningkatan kapasitas, akses permodalan hingga perluasan pasar bagi produk usaha perempuan.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Sumatera Barat dalam kegiatan peningkatan ekonomi perempuan, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga. Ketika perempuan memiliki kemampuan ekonomi yang lebih kuat, kontribusinya terhadap keluarga juga semakin besar, baik dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun mendukung pengembangan usaha keluarga.

“Bagaimana ibu-ibu bisa mempunyai ekonomi yang bagus, sehingga bisa memberikan kontribusi dalam keluarga. Di balik suami yang hebat, ada wanita yang hebat. Wanita hebat itu salah satunya adalah yang selalu mendoakan suaminya,” ujarnya.

Ia mengatakan, banyak perempuan di Sumatera Barat memiliki potensi untuk mengembangkan usaha, mulai dari sektor kuliner, kerajinan, perdagangan, jasa hingga berbagai usaha berbasis ekonomi kreatif.

Namun, potensi tersebut belum seluruhnya berkembang secara optimal karena masih terdapat sejumlah kendala. Persoalan permodalan, keterbatasan akses pasar, rendahnya literasi keuangan dan digital, serta minimnya pendampingan menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.

Di samping itu, perempuan pelaku usaha juga sering menghadapi tantangan berupa beban peran ganda. Mereka harus membagi waktu antara mengurus keluarga dan menjalankan aktivitas ekonomi.

“Masih banyak perempuan pelaku usaha yang menghadapi hambatan struktural. Mereka memiliki potensi besar, tetapi belum sepenuhnya didukung oleh sistem kebijakan, pembiayaan, pelatihan, dan akses pasar yang memadai,” katanya.

Ketua DPRD Sumbar menegaskan, DPRD memiliki posisi penting untuk memastikan pemberdayaan ekonomi perempuan masuk dalam agenda pembangunan daerah secara nyata.

Menurutnya, terdapat tiga instrumen utama yang dapat digunakan DPRD, yakni fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Melalui fungsi legislasi, DPRD dapat mendorong regulasi daerah yang memberikan ruang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang secara ekonomi. Regulasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan memberikan kemudahan bagi perempuan dalam mengembangkan usaha.

Sementara melalui fungsi anggaran, DPRD dapat memastikan program pemberdayaan perempuan memperoleh dukungan pembiayaan yang memadai dalam APBD.

Dukungan tersebut dapat diarahkan untuk berbagai kebutuhan, seperti pelatihan keterampilan dan kewirausahaan, bantuan peralatan produksi, penguatan akses permodalan, literasi keuangan, literasi digital, hingga fasilitasi promosi dan pemasaran produk.

Menurutnya, program pemberdayaan juga tidak boleh berhenti setelah pelatihan selesai. Perempuan pelaku usaha membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan agar keterampilan yang diperoleh dapat benar-benar diterapkan dan menghasilkan peningkatan pendapatan.

Penguatan koperasi serta kelompok usaha perempuan juga dinilai penting agar para pelaku usaha tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan kelembagaan yang kuat, perempuan dapat memiliki daya tawar lebih baik dalam memperoleh bahan baku, pembiayaan, produksi maupun pemasaran.

Selain modal dan keterampilan, akses pasar menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlanjutan usaha perempuan.

Produk yang dihasilkan pelaku usaha perempuan, menurutnya, harus mendapatkan ruang promosi yang lebih luas, baik melalui pasar lokal maupun platform digital.

Pemanfaatan teknologi digital juga dapat menjadi instrumen penting untuk memperluas jangkauan pemasaran. Karena itu, peningkatan kemampuan perempuan dalam menggunakan teknologi, pemasaran digital, pengelolaan keuangan dan pengembangan merek menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari program pemberdayaan ekonomi.

“Perempuan adalah pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Karena itu, kebijakan yang berpihak kepada perempuan harus diwujudkan dalam regulasi, program, dan anggaran yang nyata,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pemberdayaan ekonomi perempuan pada akhirnya tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah perempuan yang memiliki usaha. Lebih jauh, keberhasilan tersebut harus terlihat dari meningkatnya kapasitas usaha, pendapatan, kemandirian ekonomi, serta kemampuan perempuan menciptakan lapangan pekerjaan.

Ia menilai, peningkatan ekonomi perempuan memiliki efek berantai terhadap kesejahteraan masyarakat.

Perempuan yang memiliki kemandirian ekonomi akan memiliki kemampuan lebih besar dalam membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Kondisi tersebut sekaligus dapat memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga ketika menghadapi tekanan ekonomi.

Dalam konteks pembangunan daerah, semakin banyak perempuan yang mampu mengembangkan usaha secara mandiri juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan kerja dan memperluas basis pelaku UMKM.

Karena itu, pemberdayaan ekonomi perempuan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar program bantuan.

“Peningkatan perekonomian perempuan adalah investasi sosial dan ekonomi bagi masa depan daerah,” pungkasnya.

Dengan dukungan regulasi, anggaran dan pengawasan yang konsisten, pemberdayaan ekonomi perempuan diharapkan mampu menjadi bagian integral dari strategi pembangunan Sumatera Barat. Perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga sebagai pelaku utama yang ikut menciptakan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.(Ayu)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.