Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

Padang Pariaman - Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, melaksanakan sahur bersama Tim 3 Rombongan Safari Ramadhan di sejumlah lokasi di Padang Pariaman, Kamis (26/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadhan yang bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan antara unsur pimpinan daerah dan masyarakat.

Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, rombongan menikmati berbagai kuliner khas daerah seperti soto cimpago, nasi goreng, pical lele ayam, mie rebus, serta minuman tradisional teh talua, teh susu, dan kopi susu. Momentum sahur bersama itu tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga sarana diskusi ringan terkait kondisi sosial kemasyarakatan.

Di sela kegiatan, Aprinaldi menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan soliditas organisasi dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan publik. Ia menyampaikan bahwa meskipun pemerintah daerah tengah menghadapi tantangan efisiensi anggaran, komitmen terhadap kegiatan sosial dan pembangunan tetap menjadi prioritas utama.

Menurutnya, program kerja bakti sosial, pembangunan dan perawatan rumah ibadah, serta bantuan bagi musala dan masjid harus terus berjalan secara berkelanjutan. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, bantuan untuk rumah ibadah dialokasikan sebesar Rp7,5 juta per unit. Sementara itu, pada tahun 2026 anggaran tersebut meningkat dua kali lipat menjadi Rp15 juta dan disalurkan langsung melalui transfer ke rekening pengurus musala dan masjid guna memastikan transparansi dan akuntabilitas.

Aprinaldi juga menekankan bahwa Safari Ramadhan tidak boleh dipandang sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung serta memperkuat sinergi antara unsur legislatif, eksekutif, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah.

Melalui kegiatan ini, DPRD Kabupaten Padang Pariaman berharap terjalin komunikasi yang semakin terbuka dan konstruktif demi mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.

Editor : Ayu 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN - Tim Safari Ramadhan (TSR) III Kabupaten Padang Pariaman yang dipimpin Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi, melaksanakan kunjungan ke Masjid Nurul Hiklas, Nagari Sikucuar Timur, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Jumat (27/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda rutin pemerintah daerah dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Rombongan TSR III hadir bersama unsur Sekretariat DPRD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, serta Bagian Perencanaan dan Keuangan. Kehadiran tim juga didampingi awak media yang turut meliput jalannya kegiatan.

Penjabat (Pj) Wali Nagari Sikucuar Timur, Melfi Yardi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan TSR III ke nagarinya. Menurutnya, kehadiran tim safari menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat karena dapat mempererat silaturahmi sekaligus menjadi ruang menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan daerah.

Ia juga menyinggung kondisi kebencanaan yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Padang Pariaman. Meski sebagian daerah terdampak cukup parah, Nagari Sikucuar Timur, kata dia, masih terhindar dari dampak besar. Namun demikian, ia tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan potensi bencana ke depan.

Selain itu, Pj Wali Nagari mengingatkan warga untuk menjaga keamanan rumah selama ditinggalkan menjalankan ibadah Ramadhan. Ia juga menginformasikan bahwa dalam waktu dekat akan digelar Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) secara serentak. Ia berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin definitif yang mampu membawa kemajuan bagi nagari.

Plt Camat V Koto Kampung Dalam, Mardalena, turut menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan TSR di wilayahnya. Ia menyebutkan, pada periode Ramadhan kali ini kecamatan tersebut mendapat dua kunjungan TSR, yakni di satu mushala dan satu masjid. Menurutnya, hal ini menjadi penyemangat bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan warga.

Sementara itu, Ketua TSR III yang juga Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi, menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya setiap nagari umumnya hanya memperoleh satu kunjungan TSR. Namun tahun ini, pemerintah daerah meningkatkan intensitas kunjungan menjadi minimal dua kali per kecamatan, disertai dengan peningkatan bantuan dibandingkan tahun lalu.

Aprinaldi mengakui bahwa berbagai bencana yang melanda Padang Pariaman beberapa waktu terakhir menjadi tantangan berat bagi pemerintah daerah. Ia meminta masyarakat memahami apabila prioritas pembangunan sementara lebih difokuskan pada wilayah selatan yang terdampak cukup parah akibat bencana.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan agar setiap rencana pembangunan infrastruktur di daerah tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang.

Dalam kesempatan itu, Aprinaldi turut menyoroti meningkatnya kasus pelecehan yang terjadi di sejumlah wilayah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua, untuk memperkuat pengawasan terhadap anak-anak dan generasi muda.

Menurutnya, keluarga harus menjadi benteng utama dalam pembinaan moral dan pendidikan karakter, karena tidak semua persoalan dapat sepenuhnya dijangkau oleh pemerintah daerah.

Terkait rencana Pilwana yang akan digelar sekitar empat bulan mendatang, Aprinaldi mengimbau masyarakat agar tetap menjaga persatuan meskipun memiliki perbedaan pilihan politik. Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan tidak boleh memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Sebagai putra daerah Kecamatan V Koto Kampung Dalam, khususnya Nagari Sikucuar Timur, ia menyampaikan komitmennya bersama tiga anggota DPRD lainnya dari daerah tersebut untuk bersinergi membangun kampung halaman.

Aprinaldi juga menyebut bahwa Bupati Padang Pariaman memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan di wilayah itu, termasuk penanganan jalan yang sempat terputus dan telah menjadi komitmen pemerintah daerah.

Menutup sambutannya, ia menitipkan pesan kepada ninik mamak, alim ulama, dan para orang tua agar lebih aktif membimbing generasi muda. Ia menilai maraknya kasus pelecehan yang terjadi belakangan ini harus menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk memperkuat pengawasan, pendidikan agama, dan nilai-nilai adat di tengah masyarakat.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Arosuka - Pemerintah Kabupaten Solok kembali menunjukkan komitmennya dalam mempererat silaturahmi serta meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat melalui kegiatan berbuka puasa bersama anak yatim dan fakir miskin, yang dilaksanakan pada Minggu, 1 Maret 2026, bertempat di Guest House Bupati Solok.

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah Kabupaten Solok, sebagai wujud kebersamaan antara pemerintah daerah dengan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH didampingi oleh Wakil Bupati Solok H.Candra, S.H.I. Turut hadir unsur Forkompimda, pimpinan BUMN dan BUMD di Kabupaten Solok, Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si, M.Si, Ketua GOW Kabupaten Solok Ny. Lian Octavia Candra, S.Pd, Sekretaris Daerah Medison, S.Sos, M.Si, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, seluruh Kepala OPD, Ketua Organisasi Kepemudaan dan Organisasi Kemasyarakatan se-Kabupaten Solok, serta tokoh-tokoh masyarakat.

Acara diawali dengan pembukaan dan kata sambutan dari Bupati Solok. Dalam sambutannya, Bupati Jon Firman Pandu menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini bukan sekedar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“Bulan suci Ramadan mengajarkan kita arti berbagi, kepedulian, dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Solok ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkap Bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa perhatian kepada anak yatim dan fakir miskin merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik semangat gotong royong serta memperkuat solidaritas sosial di Kabupaten Solok.

Sementara itu, suasana berbuka puasa berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan. Anak-anak yatim dan para penerima manfaat tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga waktu berbuka tiba. Kebersamaan antara pimpinan daerah, jajaran OPD, dan masyarakat mencerminkan semangat persatuan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi antar instansi, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh masyarakat, sehingga tercipta sinergi yang kuat dalam mendukung program pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Solok.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, sebagai simbol kebersamaan dan kenangan indah dalam suasana Ramadan yang penuh berkah. Pemerintah Kabupaten Solok berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sebagai bentuk komitmen dalam membangun daerah yang religius, peduli, dan berkeadilan sosial.

REALITANUSANTARA.COM

Dharmasraya - DPRD Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi Pajak Air Permukaan (PAP) di Kabupaten Dharmasraya, Senin (2/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penyampaian kebijakan ke daerah-daerah, dan Dharmasraya menjadi lokasi keempat pelaksanaannya.

Sosialisasi tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa optimalisasi Pajak Air Permukaan menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumatera Barat, yang pada akhirnya akan menunjang percepatan pembangunan di berbagai sektor.

Evi menjelaskan bahwa pemungutan Pajak Air Permukaan memiliki dasar hukum yang jelas, yakni Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, serta regulasi dari Kementerian PUPR yang mengatur tata cara penghitungan nilai perolehan air permukaan. Ia memastikan bahwa kebijakan tersebut telah melalui proses kajian dan pembahasan yang matang, termasuk dengan mempelajari penerapannya di sejumlah provinsi lain.

“Kebijakan ini bukan kebijakan yang muncul tanpa dasar. Semua telah diatur dalam perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini masih terdapat potensi pajak air permukaan yang belum tergarap secara maksimal. Padahal, sesuai ketentuan, setiap penggunaan air permukaan untuk kepentingan komersial dan industri—baik digunakan secara langsung maupun tidak langsung—merupakan objek pajak.

Menurut Evi, wajib pajak PAP tidak hanya terbatas pada perusahaan perkebunan kelapa sawit. Berbagai sektor usaha lain yang memanfaatkan air permukaan seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA), usaha wisata air, industri perikanan, pertanian, hingga sektor perkebunan lainnya juga termasuk dalam kategori wajib pajak.

Ia mengajak seluruh pelaku usaha untuk memahami dan melaksanakan kewajiban tersebut secara bertanggung jawab. Kontribusi dari pajak yang dibayarkan, katanya, akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, serta program peningkatan kesejahteraan.

Sementara itu, Bupati Dharmasraya, Annisa Suchi Ramadhani, menyampaikan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut di wilayahnya. Ia menyebutkan bahwa pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Dharmasraya akan menata kembali mekanisme pemungutan Pajak Air Permukaan agar berjalan sesuai aturan dan lebih optimal.

Annisa menilai PAP berpotensi menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang signifikan, mengingat Dharmasraya memiliki komoditas unggulan berupa perkebunan kelapa sawit yang dalam operasionalnya memanfaatkan air permukaan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berupaya menjaga iklim investasi yang sehat dan kondusif. Investasi yang masuk ke Dharmasraya, menurutnya, harus memberikan manfaat nyata bagi daerah serta masyarakat setempat.

“Melalui penguatan pajak air permukaan ini, kami berharap hasil investasi dapat turut mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri sekitar 10 perusahaan yang tercatat sebagai wajib pajak air permukaan di Dharmasraya. Turut hadir Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni, Asisten III Pemprov Sumbar Medi Iswandi, perwakilan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar, Inspektorat, unsur Forkopimda Kabupaten Dharmasraya, serta perwakilan instansi vertikal lainnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak dapat memiliki pemahaman yang sama terkait regulasi Pajak Air Permukaan, sehingga implementasinya berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi pembangunan Sumatera Barat secara berkelanjutan.

Editor : Deviana 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Upaya menciptakan tata kelola pendidikan yang bersih dan profesional terus diperkuat di Kota Padang. Melalui kegiatan Penerangan Hukum yang digelar di Gedung Youth Centre, Kamis (26/2/2026), Kejaksaan Negeri Padang memberikan pendampingan hukum kepada seluruh kepala sekolah se-Kota Padang, mulai dari jenjang SD hingga SMA.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi para kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya. Kompleksitas regulasi, pengelolaan anggaran, hingga tekanan dari pihak eksternal kerap menimbulkan keraguan dalam pengambilan kebijakan. Melalui forum tersebut, Kejari Padang menegaskan komitmennya menghadirkan kepastian hukum agar para pemimpin satuan pendidikan dapat bekerja dengan tenang dan terarah.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kepala sekolah memegang peran sentral dalam menentukan arah dan kualitas pendidikan. Selain bertanggung jawab atas manajemen tenaga pendidik dan peserta didik, mereka juga mengelola berbagai program serta penggunaan anggaran yang harus sesuai ketentuan.

Menurutnya, kurangnya pemahaman yang utuh terhadap regulasi sering kali menjadi sumber keraguan. Kondisi tersebut berpotensi menghambat inovasi dan program pengembangan sekolah. Karena itu, ia menilai penyuluhan hukum ini sangat penting untuk membekali para kepala sekolah dengan wawasan yang komprehensif.

“Kita ingin kepala sekolah memiliki pemahaman hukum yang kuat sehingga mampu mengambil keputusan secara tepat dan tidak ragu selama kebijakan tersebut sesuai aturan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Padang, Basril G., menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan dua instrumen utama dalam mendampingi sekolah. Pertama, pengawalan preventif melalui fungsi intelijen untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi penyimpangan, khususnya sejak tahap perencanaan kegiatan dan penganggaran.

Kedua, pendampingan melalui bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN). Melalui mekanisme ini, sekolah dapat mengajukan permohonan pendapat hukum atau legal opinion secara resmi apabila terdapat kebijakan yang membutuhkan kepastian hukum. Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah terjadinya kesalahan administratif yang berujung persoalan hukum di kemudian hari.

Basril menegaskan bahwa pendekatan yang dikedepankan bersifat pencegahan, bukan semata-mata penindakan. Dengan pendampingan yang intensif, diharapkan pengelolaan pendidikan dapat berjalan transparan dan akuntabel.

Selain itu, Kejari Padang juga menyoroti adanya laporan mengenai tekanan dari oknum yang mengatasnamakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) terhadap pihak sekolah. Tindakan intimidatif tersebut dinilai dapat mengganggu stabilitas dan fokus pengelolaan pendidikan.

“Kami mengimbau kepala sekolah untuk tidak takut terhadap tekanan yang tidak berdasar. Jika ada tindakan intimidatif atau melanggar hukum, segera laporkan. Kejaksaan siap memberikan perlindungan dan menindak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Melalui sinergi ini, Pemerintah Kota Padang bersama Kejari Padang berharap tercipta ekosistem pendidikan yang aman, transparan, dan profesional. Program pendampingan hukum akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen mendukung tata kelola pendidikan yang bersih serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi sekolah di Kota Padang.

REALITANUSANTARA.COM

Cupak-Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Raya Cupak, Kecamatan Gunung Talang, saat Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I., hadir dalam rangkaian Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Solok, Minggu (1/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan mendalam tentang urgensi menjaga sholat lima waktu sebagai pondasi utama dalam membangun masyarakat yang beriman dan daerah yang diberkahi.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari capaian fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas spiritual masyarakatnya. Ia menegaskan bahwa sholat merupakan tiang agama sekaligus tolok ukur utama baik dan buruknya amal seorang hamba.

“Jika sholat kita terjaga, insyaAllah kehidupan pribadi dan daerah pun akan terjaga. Namun apabila kewajiban ini diabaikan, keberkahan akan semakin jauh dari kehidupan kita,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Wakil Bupati juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW bahwa amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat adalah sholat. Pesan tersebut, menurutnya, menjadi refleksi penting bagi umat Islam untuk menempatkan sholat sebagai prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di bulan suci Ramadhan yang sarat dengan limpahan rahmat dan ampunan.

Safari Ramadhan, lanjutnya, bukan sekadar agenda kunjungan seremonial, melainkan momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun Kabupaten Solok yang religius dan berakhlak. Ia mengajak seluruh warga menjadikan Ramadhan sebagai titik balik untuk meningkatkan kualitas ibadah, menjaga sholat tepat waktu, serta memakmurkan masjid dengan sholat berjamaah.

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, Pemerintah Kabupaten Solok menyiapkan program umroh gratis bagi enam orang masyarakat terpilih. Program ini diharapkan menjadi penyemangat bagi warga untuk terus istiqamah dalam menegakkan sholat wajib dan memperbaiki kualitas ibadah.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyerahkan bantuan sebesar Rp25.000.000 kepada pengurus Masjid Raya Cupak yang bersumber dari APBD Kabupaten Solok Tahun Anggaran 2026. Bantuan itu diperuntukkan bagi mendukung operasional serta pengembangan kegiatan keagamaan di masjid.

Turut mendampingi Wakil Bupati, Ketua GOW Kabupaten Solok Ny. Lian Oktaviani Candra, para Asisten dan Staf Ahli, Kepala OPD terkait, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan jamaah setempat.

Melalui Safari Ramadhan ini, Pemerintah Kabupaten Solok berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara umara dan ulama, serta tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk menjadikan sholat sebagai landasan kehidupan, demi terwujudnya Kabupaten Solok yang damai, religius, dan penuh keberkahan.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi, produktivitas, serta kesiapan kerja masyarakat agar mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus membuka peluang wirausaha.

Pelatihan vokasi tersebut diberikan secara gratis sebagai bentuk investasi pemerintah dalam menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. Pelatihan secara nasional itu juga menyasar warga Kota Padang. 

"Iya, Kemnaker telah membuka Pelatihan Vokasi Nasional pada tahun ini," ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Kadisnakerin) Kota Padang, Ferri Erviyan Rinaldy, Minggu (1/3/2026). 

Program ini mengedepankan konsep link and match, sehingga pelatihan memiliki keterkaitan erat dengan dunia usaha dan industri. Lulusan diharapkan dapat langsung memenuhi kebutuhan pasar kerja. 

"Kami mengajak warga Kota Padang, terutama anak muda untuk mengikuti program ini," ajak Ferri. 

Pada Batch 1 pelatihan vokasi nasional tahun ini pemerintah menyiapkan kuota sebanyak 20.000 peserta. Secara keseluruhan, program ditargetkan menjangkau lebih dari 70.000 peserta melalui tiga gelombang pelatihan sepanjang 2026.

Pelatihan dilaksanakan secara serentak di 21 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta 13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker di berbagai wilayah Indonesia.

Program ini terbuka bagi masyarakat berusia minimal 17 tahun yang telah memiliki akun pada platform SIAPkerja. Untuk Batch 1, prioritas diberikan kepada lulusan SMA/SMK/MA sederajat tahun 2023–2025 sebagai upaya mempercepat transisi lulusan sekolah ke dunia kerja. 

Bidang pelatihan yang tersedia mencerminkan kebutuhan sektor industri masa kini dan masa depan, meliputi teknologi informasi dan komunikasi, kewirausahaan, manufaktur, otomotif, pariwisata, hingga konstruksi.

Adapun program pelatihan mencakup berbagai keterampilan strategis, seperti Internet of Things (IoT), instalasi panel surya, pengelasan, pengoperasian mesin CNC, otomasi industri, kendaraan listrik, cyber security, digital marketing, smart farming, hingga pengolahan pangan industri.

Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus mendukung transformasi ekonomi berbasis teknologi dan industri hijau.

Peserta Pelatihan Vokasi Nasional memperoleh berbagai fasilitas pendukung, antara lain pelatihan dan makan siang gratis, bantuan transportasi, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan dari BPVP, serta Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Fasilitas asrama juga disediakan sesuai kriteria dan ketersediaan.

Pendaftaran Batch 1 berlangsung melalui laman skillhub.kemnaker.go.id pada 23 Februari hingga 6 Maret 2026. Seleksi peserta dilaksanakan pada 9–15 Maret 2026, pengumuman hasil seleksi pada 16 Maret 2026, dan pelatihan dijadwalkan mulai 1 April 2026.(Charlie)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN - Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, secara resmi membuka kegiatan Ramadhan Fest dan Pasar Pabukoan Kampuang Galapuang yang digelar di Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Sabtu (28/2). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memanfaatkan momentum bulan suci untuk mempererat silaturahmi sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa JKA menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya Ramadhan Fest di Kampuang Galapuang. Ia menilai suksesnya kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, terutama Tim Penggerak PKK Kabupaten Padang Pariaman dan kelompok ibu-ibu Seruni yang aktif mendorong kegiatan sosial serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat kebersamaan dan dukungan semua pihak. Peran ibu-ibu Seruni sangat besar dalam menyukseskan kegiatan ini,” ujar JKA di hadapan masyarakat yang memadati lokasi acara.

Selain membuka kegiatan, Bupati juga menyoroti persoalan banjir yang kerap melanda kawasan Kampuang Galapuang dan Muaro Ulakan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus berupaya mencari solusi konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Menurutnya, sejak awal Ramadhan, pemerintah daerah telah menyiagakan dua unit alat berat berupa ekskavator di kawasan Muaro Ulakan untuk melakukan normalisasi aliran sungai. Langkah itu diharapkan dapat menjadi upaya awal dalam mengurangi dampak banjir yang selama ini meresahkan masyarakat.

“Kami tidak pernah berhenti memikirkan persoalan banjir di Ulakan. Dua ekskavator sudah kita siagakan sejak awal Ramadhan untuk melakukan penanganan di Muaro Ulakan,” tegasnya.

Namun demikian, JKA menekankan bahwa upaya penanganan banjir tidak dapat dilakukan pemerintah semata. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk ninik mamak dan pemilik lahan di sekitar kawasan muara sungai, untuk turut mendukung program normalisasi dengan memberikan sebagian lahan guna pelebaran dan pelurusan alur sungai.

“Kami sangat membutuhkan dukungan ninik mamak dan masyarakat, terutama yang memiliki tanah di kawasan muara, agar bersedia membantu demi kepentingan bersama. Dengan kebersamaan, persoalan banjir bisa kita atasi,” harapnya.

Sementara itu, Wali Nagari Ulakan dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Ramadhan Fest. Ia juga menyoroti kontribusi TP PKK dan ibu-ibu Seruni dalam membantu masyarakat, termasuk dukungan terhadap permodalan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di nagari tersebut.

Rangkaian kegiatan Ramadhan Fest turut diisi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman menjelang waktu berbuka puasa. Tausiah tersebut menambah kekhusyukan suasana dan memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah kemeriahan acara.

Sebagai bagian dari tradisi Ramadhan di Padang Pariaman, Pasar Pabukoan menjadi pusat aktivitas masyarakat dalam mencari aneka hidangan berbuka puasa. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi, pasar ini juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal karena melibatkan banyak pedagang kecil dan pelaku UMKM.

Ramadhan Fest dan Pasar Pabukoan tidak hanya digelar di Kampuang Galapuang, tetapi juga tersebar di berbagai nagari lainnya, di antaranya Pasar Sungai Limau, Pasar Pilubang, Pasar Sungai Geringging, Balai Ampalu Nagari Lareh Nan Panjang, Pasar Tandikek, Pasar Pakandangan, Pasar Sicincin, Pasar Pauh Kambar, Pasar Lubuk Alung, Pasar Gunung Padang Alai, Pasar Kudu Ganting, Pasar Limau Puruik, Pasar Sungai Sariak, Balai Ampalu, Balai Baru Balah Aie, Pasar Kampung Dalam, Pasar Basung, Pasar Kayu Tanam, Pasar Padang Sago, Pasar Batu Basa, Pasar Aur Malintang, Pasar Kampuang Galapuang Ulakan, serta Pasar Gasan.

Melalui penyelenggaraan Ramadhan Fest dan keberadaan pasar pabukoan di berbagai titik tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap mampu menjaga geliat ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan selama bulan suci Ramadhan.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang Pariaman — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Wira Satria, bersama Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Edirizal, A.Md., yang juga menjabat sebagai Bendahara DPC Partai Gerindra Padang Pariaman, mendampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, dalam penyerahan bantuan program bedah rumah kepada warga di Manggopoh, Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman.

Bantuan senilai Rp25.000.000 tersebut diserahkan kepada Ibu Evi Yanti sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki hunian yang lebih layak. Program bedah rumah ini difokuskan pada perbaikan struktur bangunan, peningkatan kualitas atap dan dinding, serta pembenahan fasilitas dasar agar rumah menjadi lebih aman dan nyaman untuk ditempati.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa program bantuan perumahan merupakan salah satu upaya pemerintah provinsi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di rumah dengan kondisi kurang memadai. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menjadi kunci dalam memastikan bantuan tepat sasaran.

Wira Satria menambahkan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui langkah konkret yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga. Menurutnya, hunian yang layak bukan hanya persoalan fisik bangunan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas hidup dan rasa aman sebuah keluarga.

Sementara itu, Edirizal menyampaikan harapannya agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penerima, sehingga mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan keluarga. Ia juga menegaskan komitmen DPRD untuk terus mengawal program-program sosial yang berpihak kepada masyarakat kecil.

Penyerahan bantuan berlangsung sederhana namun penuh kehangatan, disaksikan oleh perangkat nagari dan masyarakat setempat. Program bedah rumah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman.

Editor : Ayu

REALITA NUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN — Suasana penuh kebahagiaan menyelimuti pelaksanaan peluncuran penyaluran Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (28/2/2026). Sebanyak 1.173 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan yang disalurkan di dua titik, yakni di halaman Kantor Kecamatan Batang Anai dan Aula Kecamatan 2x11 Kayu Tanam.

Sejak pagi, masyarakat telah berdatangan ke lokasi kegiatan. Mereka tampak antusias dan bersyukur karena bantuan tersebut menjadi suntikan semangat baru di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga, terutama pasca tekanan ekonomi dan dampak bencana yang melanda beberapa waktu lalu.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, secara langsung meresmikan penyaluran bantuan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program BSSE merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong kemandirian keluarga penerima manfaat.

Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai stimulus untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Ia berharap dana yang diterima dapat dikelola secara bijak dan dimanfaatkan untuk memperkuat usaha kecil maupun memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

Berdasarkan data penetapan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, jumlah penerima bantuan di Kabupaten Padang Pariaman mencapai 1.173 KPM yang tersebar di berbagai kecamatan. Kecamatan Batang Anai tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 630 KPM. Disusul Kecamatan 2x11 Kayu Tanam sebanyak 232 KPM, sementara kecamatan lainnya masing-masing menerima kurang dari 100 KPM.

Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan stimulus ekonomi sebesar Rp5 juta serta bantuan isian hunian senilai Rp3 juta. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha keluarga, perbaikan kondisi rumah, serta menunjang kebutuhan pokok rumah tangga.

Momentum penyaluran bantuan ditandai dengan penyerahan secara simbolis kepada perwakilan KPM. Raut wajah bahagia dan rasa haru tampak dari para penerima yang saling berbagi cerita mengenai rencana pemanfaatan bantuan tersebut, mulai dari menambah modal usaha kecil hingga memperbaiki fasilitas rumah yang rusak.

Agar penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran, pemerintah daerah menggandeng PT Pos Indonesia Cabang Pariaman sebagai mitra distribusi. Kerja sama ini dilakukan untuk memastikan proses pencairan berlangsung transparan, aman, dan sesuai dengan data penerima yang telah ditetapkan.

Melalui program BSSE Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap bantuan yang diberikan tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong perputaran ekonomi di tingkat keluarga dan nagari, sehingga masyarakat dapat bangkit, produktif, dan semakin mandiri di masa mendatang.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang Pariaman  - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Wira Satria, menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Kabupaten Padang Pariaman, pada Kamis (19/2/2026).

Dalam keterangannya, Wira Satria mengajak masyarakat untuk menyambut bulan suci dengan penuh rasa syukur dan semangat memperbaiki diri. Ia menilai Ramadan bukan sekadar kewajiban menjalankan ibadah puasa, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat hubungan antarsesama dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Menurutnya, nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan gotong royong perlu semakin ditumbuhkan selama Ramadan agar tercipta suasana yang harmonis dan kondusif di tengah masyarakat.

“Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga Ramadan tahun ini menjadi sarana memperdalam keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, serta menghadirkan keberkahan bagi daerah yang kita cintai,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan Ramadan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk. Peran semua elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda, dinilai sangat penting dalam menciptakan suasana yang damai.

Kepada generasi muda, Wira Satria berpesan agar memanfaatkan Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an, mengikuti pesantren Ramadan, serta aktif dalam kegiatan sosial yang membantu sesama.

Di akhir pesannya, ia berharap seluruh masyarakat diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menunaikan ibadah puasa hingga Idulfitri.

“Semoga setiap amal ibadah yang kita lakukan mendapat ganjaran pahala yang berlipat ganda dan kita semua dapat meraih kemenangan di hari yang fitri,” tutupnya.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN – Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, memimpin Tim Safari Ramadhan (TSR) 3 Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam kunjungan ke Surau Ar-Rahman, Korong Padang Kabau, Nagari Koto Dalam Induk, Kecamatan VII Koto Padang Sago, Rabu (25/2/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin Safari Ramadhan pemerintah daerah dalam mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus memperkuat syiar Islam di bulan suci. Rombongan TSR 3 turut didampingi unsur Sekretariat DPRD, Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, serta Bagian Perencanaan dan Keuangan. Sejumlah insan pers juga hadir meliput kegiatan tersebut.

Kedatangan tim disambut hangat oleh Camat VII Koto Padang Sago, Kepala KUA VII Koto Padang Sago, pihak Puskesmas Padang Sago, Wali Nagari Koto Dalam Dedi Cahyadi bersama perangkat nagari, Bamus, Bhabinkamtibmas, Babinsa, wali korong, tokoh masyarakat, serta jamaah Surau Ar-Rahman.

Dalam sambutannya, Wali Nagari Dedi Cahyadi menyampaikan apresiasi atas kunjungan TSR 3 ke wilayahnya. Ia juga mengungkapkan kebanggaan terhadap anak-anak TPA/TPSA Surau Ar-Rahman yang menampilkan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) sebagai bagian dari penyambutan. Kelompok tersebut sebelumnya pernah meraih prestasi di tingkat provinsi.

Camat VII Koto Padang Sago, Zamiarti, turut menyampaikan rasa syukur karena pada tahun ini kecamatannya mendapat dua kali kunjungan Tim Safari Ramadhan, sesuatu yang menurutnya tidak selalu terjadi setiap tahun.

Sementara itu, Aprinaldi dalam arahannya menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Ia mengingatkan bahwa bulan suci menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak amal ibadah serta meninggalkan perbuatan yang tidak bermanfaat.

Menurutnya, kehadiran Tim Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah antara pemerintah daerah dan masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut mampu mendorong masyarakat untuk lebih memakmurkan masjid dan surau sebagai pusat pembinaan umat.

Aprinaldi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pengurus masjid dalam mengoptimalkan fungsi rumah ibadah. Ia menyebut masjid dan surau tidak hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan agama, pembinaan karakter, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dalam kesempatan itu, ia secara khusus mengingatkan generasi muda agar bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai agama agar tidak menggerus akhlak dan jati diri.

“Perkembangan teknologi adalah keniscayaan, namun jangan sampai membuat kita lalai mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an dan Hadits dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi peran aktif para tokoh masyarakat dan pengelola TPA dalam membina anak-anak, termasuk mendorong lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an di Kecamatan VII Koto Padang Sago.

Pada akhir kegiatan, TSR 3 menyerahkan bantuan berupa lima mushaf Al-Qur’an dan dana sebesar Rp15 juta untuk Surau Ar-Rahman. Bantuan tersebut disebut telah ditransfer ke rekening mushala sebelum kunjungan dilakukan.

Aprinaldi menjelaskan bahwa dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap penguatan pendidikan keagamaan, terlebih Surau Ar-Rahman memiliki jumlah santri TPA terbanyak di Kecamatan Padang Sago.

Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat dalam membangun kehidupan religius yang harmonis serta membina generasi muda yang berakhlak dan berdaya saing di tengah perkembangan zaman.

Editor : Ayu

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.