Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang terus memperkuat upaya pencegahan perundungan (bullying), kekerasan, dan intoleransi di lingkungan pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan pendampingan kepada 342 guru sekolah dasar (SD) se-Kota Padang melalui kegiatan penguatan kapasitas pendidik yang berlangsung di Gedung Youth Center Padang, 20–21 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong terwujudnya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak. Para guru diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pencegahan perundungan serta mampu menciptakan suasana belajar yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Pendampingan terhadap ratusan guru tersebut juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran tenaga pendidik dalam membangun budaya sekolah yang menjunjung tinggi nilai-nilai saling menghormati, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama.

Guru memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Selain bertugas menyampaikan materi pembelajaran, guru juga bertanggung jawab membimbing peserta didik agar mampu berinteraksi secara positif, menghargai perbedaan, serta menghindari perilaku yang dapat merugikan orang lain.

Melalui kegiatan pendampingan ini, para guru SD di Kota Padang didorong untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk perundungan dan kekerasan yang berpotensi terjadi di lingkungan sekolah.

Perundungan tidak hanya berkaitan dengan tindakan fisik, tetapi juga dapat berupa ejekan, penghinaan, pengucilan, intimidasi, maupun perilaku lain yang membuat peserta didik merasa tertekan dan tidak aman.

Karena itu, diperlukan pemahaman yang memadai dari para pendidik agar berbagai indikasi perundungan dapat dikenali sejak dini dan ditangani secara tepat.

Guru juga diharapkan mampu membangun komunikasi yang terbuka dengan peserta didik, sehingga anak merasa nyaman untuk menyampaikan persoalan yang mereka alami tanpa takut mendapatkan tekanan atau perlakuan yang merugikan.

Selain mencegah perundungan dan kekerasan, kegiatan ini turut menekankan pentingnya membangun sikap toleransi di lingkungan pendidikan.

Sekolah merupakan ruang bagi peserta didik dengan latar belakang, karakter, kemampuan, dan kebutuhan yang beragam. Perbedaan tersebut harus menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, bukan menjadi alasan terjadinya diskriminasi atau perlakuan tidak adil.

Oleh sebab itu, lingkungan sekolah yang inklusif perlu dibangun melalui pendekatan pendidikan yang mengedepankan penghormatan terhadap martabat setiap anak.

Para guru diharapkan dapat memberikan keteladanan melalui sikap dan perilaku sehari-hari, sekaligus menanamkan nilai-nilai empati, gotong royong, keadilan, dan tanggung jawab kepada peserta didik.

Upaya tersebut penting agar sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, pengembangan kepribadian, serta penanaman nilai-nilai sosial yang positif.

Pencegahan perundungan dan kekerasan di sekolah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Selain guru dan tenaga kependidikan, dukungan kepala sekolah, orang tua, serta lingkungan masyarakat juga diperlukan untuk memastikan anak mendapatkan perlindungan yang memadai.

Melalui penguatan kapasitas guru, diharapkan tercipta kesamaan pemahaman mengenai pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kesejahteraan peserta didik.

Sekolah juga perlu mendorong terbentuknya kebiasaan positif, seperti menghargai pendapat orang lain, menyelesaikan perselisihan secara damai, menolak tindakan diskriminatif, dan berani melaporkan dugaan perundungan kepada pihak yang berwenang di lingkungan sekolah.

Dengan demikian, pencegahan perundungan tidak hanya dilakukan melalui penanganan ketika suatu peristiwa terjadi, tetapi juga melalui pembentukan budaya sekolah yang mengutamakan penghormatan, kepedulian, dan perlindungan terhadap anak.

Pendampingan terhadap 342 guru SD se-Kota Padang ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat komitmen dunia pendidikan dalam mewujudkan sekolah yang aman dan bebas perundungan.

Lingkungan belajar yang positif akan membantu peserta didik merasa dihargai, meningkatkan kepercayaan diri, serta memberikan kesempatan bagi setiap anak untuk berkembang sesuai dengan potensi dan kemampuannya.

Upaya tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran pendidikan dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi toleransi, dan mampu menghormati hak orang lain.

Melalui sinergi antara tenaga pendidik, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat, Kota Padang diharapkan dapat terus memperkuat terwujudnya sekolah ramah anak yang bebas dari perundungan, kekerasan, dan intoleransi.

Sekolah yang aman bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan tanpa rasa takut.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN – Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman Aprinaldi menghadiri prosesi adat Batagak Pangulu dan Malewakan Gala Suku Mandailiang yang digelar di Toboh Kuranji, Nagari Campago Selatan, Kecamatan V Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Minggu (18/10/2026).

Dalam prosesi adat tersebut, Mamanda H. Marjoni secara resmi dilewakan gelar adat Rangkayo Rajo Kinayan. Pemberian gelar ini menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat Minangkabau dalam menjaga keberlangsungan adat istiadat, memperkuat identitas kaum, serta melestarikan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Kehadiran Ketua DPRD Padang Pariaman dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap pelestarian adat dan budaya Minangkabau yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di Ranah Minang.

Prosesi Batagak Pangulu dan Malewakan Gala merupakan tradisi adat yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Minangkabau. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremoni pemberian gelar, tetapi juga mencerminkan keberlanjutan sistem adat, tanggung jawab kepemimpinan dalam kaum, serta komitmen untuk menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Pemberian gelar adat kepada Mamanda H. Marjoni diharapkan menjadi amanah yang dijalankan dengan penuh kebijaksanaan, tanggung jawab, dan keteladanan. Gelar tersebut juga mengandung harapan agar penerimanya mampu berperan dalam menjaga martabat kaum, mempererat hubungan kekerabatan, serta berkontribusi terhadap kehidupan sosial masyarakat di lingkungan nagari.

Dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, adat memiliki kedudukan penting sebagai pedoman dalam membangun hubungan antarsesama, menjaga tatanan sosial, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.

Tradisi Batagak Pangulu menjadi salah satu bentuk nyata pelestarian budaya tersebut. Melalui prosesi adat ini, masyarakat meneguhkan kembali pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan nilai adat, musyawarah, tanggung jawab, dan kepentingan bersama.

Sementara itu, Malewakan Gala menjadi momentum pengukuhan gelar adat yang sarat makna kehormatan sekaligus tanggung jawab. Gelar yang diberikan diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi penerimanya dan keluarga besar kaum, tetapi juga mendorong peran aktif dalam menjaga kelestarian adat serta memperkuat persatuan masyarakat.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan falsafah Minangkabau, “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”, yang menegaskan keterkaitan antara adat dan ajaran Islam sebagai landasan kehidupan masyarakat Minangkabau.

Falsafah ini menjadi pedoman penting dalam membangun kehidupan yang harmonis, menjunjung tinggi nilai agama, menghormati adat istiadat, serta memperkuat rasa tanggung jawab terhadap kaum dan lingkungan sosial.

Penganugerahan gelar adat Rangkayo Rajo Kinayan kepada Mamanda H. Marjoni diharapkan membawa keberkahan serta memperkuat peran penerima gelar dalam kehidupan adat dan kemasyarakatan.

Amanah tersebut menuntut kebijaksanaan dalam bersikap, kemampuan menjaga hubungan kekeluargaan, serta komitmen untuk menjadi teladan bagi kaum dan masyarakat.

Selain itu, pelestarian adat membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemangku adat, tokoh masyarakat, generasi muda, hingga pemerintah daerah. Sinergi tersebut penting agar tradisi Minangkabau tetap terjaga dan mampu diwariskan kepada generasi mendatang tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi identitasnya.

Momentum Batagak Pangulu dan Malewakan Gala Suku Mandailiang di Nagari Campago Selatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa adat bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan pedoman kehidupan yang terus memiliki relevansi dalam membangun masyarakat yang berkarakter, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

Dengan dilewakannya gelar adat Rangkayo Rajo Kinayan kepada Mamanda H. Marjoni, diharapkan amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, membawa manfaat bagi kaum, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan nagari.

Selamat mengemban amanah kepada Mamanda H. Marjoni atas gelar adat Rangkayo Rajo Kinayan. Semoga senantiasa diberikan kebijaksanaan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjaga serta melestarikan adat dan budaya Minangkabau.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima audiensi Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pelayanan Pendapatan Daerah (UPTD PPD) di Padang, Defrizal, di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (20/10/2026). Pertemuan tersebut membahas upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya melalui peningkatan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor serta pengembangan inovasi pelayanan perpajakan yang lebih mudah diakses.

Audiensi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Kota (Pemko) Padang dengan UPTD PPD dalam meningkatkan penerimaan daerah sekaligus mendorong kualitas pelayanan publik. Salah satu fokus pembahasan adalah bagaimana menghadirkan pelayanan perpajakan yang lebih praktis, cepat, dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Dalam pertemuan tersebut, peningkatan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor menjadi perhatian penting. Kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan daerah yang selanjutnya mendukung pembiayaan pembangunan dan penyelenggaraan pelayanan publik.

Selain membahas optimalisasi penerimaan pajak, pertemuan itu juga menyoroti pengembangan layanan Samsat melalui berbagai inovasi yang berorientasi pada kemudahan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendekatkan pelayanan kepada wajib pajak sekaligus mengurangi kendala yang mungkin dihadapi masyarakat dalam mengurus kewajiban administrasi kendaraan bermotor.

Salah satu usulan yang dibahas adalah penyediaan Lapak Sabako di lingkungan Balai Kota Padang. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh akses pelayanan perpajakan yang lebih dekat dan mudah dijangkau.

Selain itu, turut dibahas rencana pengembangan layanan drive-thru untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor lima tahunan pada 2027. Layanan ini diusulkan sebagai salah satu inovasi untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam mengurus kewajiban perpajakan kendaraan.

Melalui konsep drive-thru, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pelayanan dengan lebih praktis tanpa harus melalui proses yang berbelit-belit. Meski demikian, rencana tersebut masih berupa usulan yang memerlukan pembahasan dan persiapan lebih lanjut sebelum dapat direalisasikan.

Pengembangan layanan Samsat ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pelayanan publik yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Kemudahan akses pelayanan juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kesadaran wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya secara tepat waktu.

Bagi Pemko Padang, optimalisasi PAD merupakan salah satu aspek penting dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah. Peningkatan penerimaan daerah perlu didukung melalui berbagai upaya, termasuk penguatan koordinasi antarlembaga, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta pengembangan pelayanan yang efektif dan efisien.

Kolaborasi antara Pemko Padang dan UPTD PPD diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan penerimaan pajak, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang memberikan kemudahan dan kepastian bagi masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, Pemko Padang terus mendorong terciptanya pelayanan perpajakan yang semakin dekat, mudah, dan responsif terhadap kebutuhan warga. Dengan demikian, peningkatan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan PAD Kota Padang.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG  - Perumda Air Minum Kota Padang terus memperkuat keandalan infrastruktur untuk mendukung keberlangsungan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui peninjauan langsung pekerjaan dinding pengaman di Rumah Pompa Intake Latung serta pemasangan jaringan transmisi dari intake menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA). Selasa 20 2026.

Peninjauan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang sebagai bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan infrastruktur yang memiliki peran penting dalam mendukung sistem penyediaan air minum di Kota Padang.

Dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama meninjau secara langsung kondisi lapangan, termasuk progres pembangunan dinding pengaman di area Rumah Pompa Intake Latung dan pekerjaan pemasangan jaringan transmisi yang menghubungkan intake dengan IPA.

Peninjauan ini bertujuan memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai dengan kebutuhan teknis, kondisi lapangan, serta perencanaan yang telah ditetapkan. Pengawasan langsung juga menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi kelancaran pekerjaan, sehingga dapat segera dilakukan evaluasi dan penanganan yang diperlukan.

Pekerjaan dinding pengaman di Rumah Pompa Intake Latung menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung perlindungan infrastruktur pada kawasan intake. Keberadaan bangunan pengaman diharapkan dapat menunjang keamanan area operasional serta menjaga fasilitas agar dapat berfungsi dengan baik sesuai peruntukannya.

Sebagai bagian dari sistem penyediaan air minum, rumah pompa intake memiliki peran strategis dalam mendukung proses pengambilan dan penyaluran air baku menuju tahapan pengolahan berikutnya.

Oleh karena itu, kondisi bangunan pendukung dan fasilitas operasional perlu mendapatkan perhatian secara berkelanjutan. Pemeliharaan, pembangunan, serta peningkatan infrastruktur menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan sistem pelayanan air minum kepada masyarakat.

Selain pekerjaan dinding pengaman, pemasangan jaringan transmisi dari intake menuju IPA juga menjadi perhatian dalam peninjauan tersebut. Jaringan transmisi merupakan bagian penting dari sistem penyediaan air minum karena berfungsi menyalurkan air baku dari sumber pengambilan menuju instalasi pengolahan sebelum didistribusikan kepada pelanggan.

Pemasangan jaringan tersebut perlu dilaksanakan dengan memperhatikan spesifikasi teknis dan kondisi lapangan agar infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi secara optimal serta mendukung keberlangsungan proses pengolahan air.

Melalui peninjauan langsung ini, Perumda Air Minum Kota Padang menegaskan pentingnya pengawasan dan evaluasi secara berkala terhadap setiap pekerjaan infrastruktur. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan dengan baik, sekaligus menjaga kualitas hasil pekerjaan agar sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan.

Pengawasan di lapangan juga menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi turut memperhatikan aspek keamanan, fungsi, dan keberlanjutan pemanfaatannya.

Infrastruktur yang andal diharapkan dapat menunjang kelancaran operasional sistem penyediaan air minum, mulai dari pengambilan air baku hingga proses pengolahan. Dengan demikian, berbagai fasilitas pendukung dapat berfungsi secara maksimal dalam menunjang pelayanan kepada masyarakat.

Perumda Air Minum Kota Padang terus berkomitmen melakukan peningkatan kualitas infrastruktur melalui pembangunan, pemeliharaan, dan pengawasan secara berkelanjutan. Upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kualitas pelayanan sekaligus memenuhi kebutuhan air minum masyarakat Kota Padang.

Ke depan, penguatan infrastruktur diharapkan dapat mendukung sistem penyediaan air minum yang semakin andal, efektif, dan berkesinambungan, sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat terus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Mahasiswa Universitas Riau melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan akademik mahasiswa melalui pembelajaran langsung mengenai sistem pengolahan air minum yang diterapkan oleh perusahaan penyedia layanan air bersih tersebut.

Dalam kegiatan PKL ini, mahasiswa berfokus mempelajari proses pengolahan air baku hingga menjadi air minum yang siap didistribusikan kepada masyarakat. Melalui pengalaman langsung di lingkungan operasional perusahaan, mahasiswa diharapkan dapat memahami keterkaitan antara teori yang diperoleh selama perkuliahan dan penerapannya dalam dunia kerja, khususnya di bidang pengelolaan sumber daya air dan pelayanan air minum.

Sistem pengolahan air minum merupakan salah satu aspek penting dalam menjamin ketersediaan air yang memenuhi persyaratan kualitas sebelum disalurkan kepada pelanggan. Proses tersebut memerlukan tahapan pengolahan yang terencana, pengawasan kualitas air, serta pengoperasian fasilitas yang sesuai dengan standar yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Riau memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat tahapan pengolahan air minum, mulai dari pemahaman mengenai sumber air baku, proses pengolahan, hingga sistem distribusi air kepada masyarakat. Pembelajaran tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai tantangan teknis dan operasional yang dihadapi perusahaan dalam menjaga keberlangsungan pelayanan air minum.

Selain menambah pengetahuan teknis, pelaksanaan PKL ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya pengelolaan air minum secara profesional. Ketersediaan air yang aman dan berkualitas merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sehingga pengelolaannya membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, berpengetahuan, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi pengolahan air.

Perumda Air Minum Kota Padang sebagai salah satu penyedia layanan air minum bagi masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih. Oleh karena itu, pengenalan terhadap sistem pengolahan air minum secara langsung di lapangan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan layanan publik di sektor air minum.

Kegiatan PKL tersebut juga mencerminkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan dunia kerja dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Kolaborasi semacam ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis, mengembangkan kemampuan analisis, serta memahami penerapan ilmu pengetahuan dalam menghadapi persoalan nyata di lapangan.

Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami aspek teoritis pengolahan air minum, tetapi juga memiliki perspektif yang lebih luas mengenai pentingnya menjaga kualitas air, meningkatkan efisiensi operasional, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan secara berkelanjutan.

Ke depan, kegiatan pembelajaran lapangan seperti ini diharapkan dapat terus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan sektor pelayanan publik. Dengan demikian, perguruan tinggi dan perusahaan daerah dapat berkontribusi bersama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pengelolaan air minum.

Pelaksanaan PKL mahasiswa Universitas Riau di Perumda Air Minum Kota Padang menjadi salah satu bentuk pembelajaran aplikatif yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan praktik di lapangan. Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat bagi mahasiswa sekaligus membuka peluang penguatan kerja sama antara institusi pendidikan dan perusahaan daerah dalam bidang pengelolaan air minum.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG -Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Marandang 2026 yang digagas oleh komunitas House of Padang Entrepreneur (HOPE). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 11–13 Desember 2026 di Youth Center Padang, dengan mengusung semangat kolaborasi komunitas, pengembangan kreativitas, serta penguatan potensi ekonomi kreatif di Kota Padang.

Dukungan Pemerintah Kota (Pemko) Padang terhadap kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan komunitas dalam pembangunan daerah. Melalui Marandang 2026, komunitas diharapkan dapat mengambil peran lebih luas dalam menciptakan ruang kolaborasi, mengembangkan ide-ide inovatif, serta memperkuat jejaring antarpelaku kreatif dan kewirausahaan.

Marandang 2026 tidak hanya dirancang sebagai ajang berkumpulnya komunitas, tetapi juga menjadi wadah untuk menampilkan beragam kreativitas, gagasan, dan potensi yang dimiliki generasi muda serta pelaku ekonomi kreatif di Kota Padang.

Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan ruang interaksi yang produktif bagi berbagai komunitas untuk saling bertukar pengalaman, membangun kerja sama, dan melahirkan peluang kolaborasi baru yang berdampak positif bagi perkembangan ekosistem kreatif di daerah.

Selain memperkuat hubungan antarkomunitas, penyelenggaraan Marandang 2026 juga diarahkan untuk mendorong regenerasi anggota. Regenerasi menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi dan komunitas agar tetap berkembang, adaptif, serta mampu menghadirkan inovasi sesuai dengan kebutuhan zaman.

Dengan melibatkan generasi muda dalam berbagai aktivitas kreatif, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berorganisasi, meningkatkan kemampuan berkolaborasi, serta membuka kesempatan bagi munculnya talenta-talenta baru yang berkontribusi terhadap pembangunan Kota Padang.

Pemko Padang berharap Marandang 2026 dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan sektor ekonomi kreatif. Kolaborasi yang terbangun melalui kegiatan tersebut dinilai memiliki potensi untuk mendorong lahirnya berbagai gagasan dan peluang usaha baru, sekaligus memperluas jejaring pelaku kreatif di tingkat lokal maupun nasional.

Ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang dapat dikembangkan melalui pemanfaatan kreativitas, inovasi, serta kekayaan budaya dan kearifan lokal. Karena itu, keterlibatan komunitas menjadi penting dalam menciptakan kegiatan yang tidak hanya memberikan ruang ekspresi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui penyelenggaraan Marandang 2026, diharapkan semakin banyak potensi lokal yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat luas. Sinergi antara komunitas, pelaku usaha, generasi muda, dan pemerintah juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem kreatif yang semakin kuat dan berdaya saing.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, Marandang 2026 diharapkan menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan kekayaan gastronomi Kota Padang kepada khalayak yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kota Padang dikenal memiliki kekayaan kuliner yang menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Minangkabau. Tradisi memasak, penggunaan rempah-rempah, teknik pengolahan makanan, hingga nilai kebersamaan dalam budaya makan merupakan potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik gastronomi.

Salah satu ikon kuliner yang melekat kuat dengan identitas daerah tersebut adalah rendang. Hidangan ini tidak hanya dikenal karena cita rasanya, tetapi juga mencerminkan kekayaan tradisi, keterampilan memasak, serta nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif, potensi gastronomi tersebut dapat dikembangkan menjadi bagian dari promosi pariwisata sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku kuliner dan sektor pendukung lainnya.

Upaya memperkenalkan gastronomi Padang juga berpotensi memperluas daya tarik wisata daerah. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati destinasi alam dan budaya, tetapi juga dapat mengenal identitas Kota Padang melalui pengalaman kuliner yang autentik.

Oleh karena itu, kegiatan seperti Marandang 2026 diharapkan dapat menjadi ruang untuk mempertemukan kreativitas komunitas dengan kekayaan budaya lokal, sehingga menghasilkan kegiatan yang menarik, relevan, dan memiliki daya jangkau lebih luas.

Dukungan terhadap Marandang 2026 sekaligus menunjukkan pentingnya peran komunitas dalam mendukung program pembangunan daerah. Pemerintah tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga diharapkan dapat mendorong terciptanya ruang-ruang kreatif yang memungkinkan masyarakat berpartisipasi secara aktif.

Kolaborasi yang terbangun melalui kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antarkomunitas, memperluas peluang kerja sama, serta meningkatkan kontribusi generasi muda dalam mengembangkan potensi daerah.

Dengan pelaksanaan yang direncanakan selama tiga hari, pada 11–13 Desember 2026 di Youth Center Padang, Marandang 2026 diharapkan menjadi salah satu agenda kreatif yang memberikan dampak positif bagi perkembangan komunitas, pertumbuhan ekonomi kreatif, dan promosi gastronomi daerah.

Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang menampilkan kreativitas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas Kota Padang sebagai kota yang memiliki kekayaan budaya, potensi kuliner, dan semangat kolaborasi.

Melalui sinergi antara pemerintah dan komunitas, potensi lokal diharapkan semakin dikenal luas, memiliki nilai tambah ekonomi, serta mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Dengan demikian, Marandang 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat posisi Kota Padang sebagai salah satu daerah yang terus mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya dan gastronomi.(AYU)

REALITANUSANTARA.COM 

PADANG – Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyatakan dukungan penuh terhadap pengukuhan pengurus Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang periode 2026–2031. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam pemberdayaan masyarakat serta pembangunan Kota Padang.

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat persiapan pengukuhan pengurus LKAAM Kota Padang yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Raju Minropa, bersama Ketua LKAAM Kota Padang terpilih, Irwan Basir Dt. Rajo Alam, di Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (19/10/2026).

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mematangkan persiapan pengukuhan sekaligus memperkuat koordinasi antara Pemko Padang dan jajaran pengurus LKAAM dalam menjalankan peran strategis lembaga adat di tengah masyarakat.

Dukungan Pemko Padang tersebut juga sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Sinergi Nagari yang menekankan pentingnya kolaborasi berbagai unsur masyarakat dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai adat serta budaya Minangkabau.

Perkuat Peran Ninik Mamak dalam Pembangunan

Keberadaan LKAAM memiliki posisi strategis dalam menjaga kelestarian adat dan budaya Minangkabau. Sebagai lembaga yang menaungi peran para pemangku adat, LKAAM diharapkan mampu memperkuat fungsi ninik mamak dalam membimbing anak kemenakan, menjaga keharmonisan sosial, serta menanamkan nilai-nilai adat dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui pengukuhan kepengurusan periode 2026–2031, LKAAM Kota Padang diharapkan semakin optimal dalam menjalankan fungsi pembinaan adat, memperkuat persatuan masyarakat, serta berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial melalui pendekatan musyawarah dan kearifan lokal.

Peran ninik mamak juga dinilai penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan kedekatan sosial serta pemahaman terhadap nilai-nilai adat, para pemangku adat dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan program pembangunan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong keterlibatan masyarakat dalam berbagai program pembangunan, sehingga kebijakan yang dijalankan pemerintah dapat berjalan selaras dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat setempat.

Sinergi Nagari sebagai Landasan Pembangunan

Progul Sinergi Nagari menjadi salah satu upaya Pemko Padang untuk memperkuat kolaborasi dengan unsur adat, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam konteks tersebut, LKAAM diharapkan dapat mengambil bagian aktif dalam mendukung pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga memperhatikan pelestarian budaya, penguatan karakter masyarakat, serta keberlanjutan nilai-nilai adat Minangkabau.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga adat juga menjadi penting dalam menghadapi dinamika kehidupan masyarakat perkotaan. Perubahan sosial dan perkembangan zaman perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai budaya agar identitas masyarakat Minangkabau tetap terjaga.

Melalui kerja sama yang berkesinambungan, pemerintah dan lembaga adat diharapkan dapat membangun lingkungan masyarakat yang harmonis, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung kemajuan daerah.

Harapan untuk Kepengurusan Periode 2026–2031

Kepengurusan LKAAM Kota Padang periode 2026–2031 diharapkan mampu menghadirkan program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta memperkuat eksistensi lembaga adat di tengah perkembangan Kota Padang.

Selain menjaga dan melestarikan adat istiadat, LKAAM diharapkan dapat memperluas peran dalam pembinaan generasi muda, penguatan hubungan antarkelompok masyarakat, serta penanaman nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu aspek penting agar pengetahuan adat dan tradisi Minangkabau dapat diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi berikutnya.

Dengan dukungan Pemko Padang dan koordinasi yang baik bersama seluruh pemangku kepentingan, LKAAM diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan yang berakar pada nilai-nilai adat dan budaya lokal.

Pengukuhan pengurus LKAAM Kota Padang periode 2026–2031 pun diharapkan tidak sekadar menjadi agenda kelembagaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga marwah adat Minangkabau, memberdayakan masyarakat, dan mendukung terwujudnya Kota Padang yang maju, sejahtera, serta berlandaskan agama dan budaya.

Melalui semangat Sinergi Nagari, Pemko Padang berharap kolaborasi dengan LKAAM semakin solid, sehingga nilai-nilai adat tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sekaligus menjadi fondasi dalam mendukung pembangunan Kota Padang ke depan.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus memperkuat upaya perlindungan anak melalui peningkatan peran generasi muda dalam mencegah kekerasan terhadap anak.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan pembekalan mengenai peran Pelopor dan Pelapor (2P) kepada Forum Anak Kota Padang dan Duta Anak. Kegiatan tersebut diikuti 30 peserta dan berlangsung di Youth Center Kota Padang, Minggu (18/10/2026).

Pembekalan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterlibatan anak dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Melalui kegiatan tersebut, peserta didorong untuk menjadi bagian dari solusi dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan lain yang dapat mengancam keselamatan dan kesejahteraan anak.

Dalam peran sebagai pelopor, anggota Forum Anak dan Duta Anak diharapkan mampu menjadi teladan bagi teman sebaya dengan menyebarkan perilaku positif di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Peran tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan nilai-nilai saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, serta membangun budaya pertemanan yang sehat dan inklusif.

Anak-anak juga didorong untuk berani menolak segala bentuk perundungan, baik yang terjadi secara langsung maupun melalui media digital. Kesadaran mengenai pentingnya menghargai perbedaan, menjaga perkataan, dan tidak melakukan tindakan yang merendahkan orang lain menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pergaulan yang positif.

Melalui keterlibatan aktif Forum Anak, pesan-pesan pencegahan kekerasan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak dengan pendekatan yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Dengan demikian, anak tidak hanya menjadi penerima manfaat dari program perlindungan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam membangun budaya yang menghargai hak-hak anak.

Selain menjadi pelopor, peserta juga dibekali pemahaman mengenai peran sebagai pelapor. Peran ini menekankan pentingnya keberanian menyampaikan informasi apabila mengetahui atau menemukan dugaan kekerasan terhadap anak.

Melalui pembekalan tersebut, peserta diharapkan memahami bahwa tindakan kekerasan dan perundungan tidak boleh dianggap sebagai hal biasa atau dibiarkan berlarut-larut.

Anak-anak perlu mengetahui cara mencari bantuan dan menyampaikan laporan melalui jalur yang tepat, dengan tetap memperhatikan keamanan serta kerahasiaan pihak yang terlibat.

Dalam situasi ketika seorang anak mengalami atau menyaksikan dugaan kekerasan, dukungan dari orang dewasa yang tepercaya, pihak sekolah, maupun lembaga terkait sangat diperlukan agar persoalan dapat ditangani secara tepat.

Pemahaman ini juga penting untuk mencegah anak mengambil tindakan sendiri yang berpotensi membahayakan dirinya. Sebaliknya, mereka didorong untuk mencari pertolongan dan menghubungkan korban dengan pihak yang memiliki kewenangan dalam memberikan perlindungan.

Dengan pemahaman yang memadai, Forum Anak diharapkan mampu menjadi penghubung yang membantu meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya melaporkan dugaan kekerasan serta memastikan anak memperoleh perlindungan yang dibutuhkan.

Pembekalan peran Pelopor dan Pelapor menjadi bagian penting dalam mendorong partisipasi anak pada upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kota Padang.

Forum Anak dan Duta Anak memiliki posisi strategis karena dapat menyampaikan aspirasi, membangun kepedulian, serta mengajak teman sebaya untuk terlibat dalam berbagai kegiatan positif.

Keterlibatan mereka juga diharapkan dapat membantu pemerintah memahami persoalan yang dihadapi anak di lingkungan masing-masing, termasuk tantangan dalam menciptakan ruang pergaulan yang aman dan bebas dari kekerasan.

Melalui peran tersebut, anak-anak diharapkan tidak hanya memahami hak-haknya, tetapi juga mengetahui pentingnya menghormati hak orang lain serta berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam kehidupan sosial.

Di sisi lain, dukungan pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat tetap menjadi faktor penting untuk memastikan setiap anak dapat menyampaikan pendapat, memperoleh perlindungan, dan tumbuh tanpa rasa takut terhadap kekerasan maupun diskriminasi.

Pemko Padang melalui DP3AP2KB berharap pembekalan ini dapat memperkuat kapasitas Forum Anak dan Duta Anak sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Upaya tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.

Pencegahan kekerasan terhadap anak perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, penguatan pengawasan, penyediaan saluran pengaduan yang mudah diakses, serta peningkatan kepedulian terhadap kondisi anak di lingkungan sekitar.

Dengan semakin kuatnya peran Pelopor dan Pelapor, Forum Anak Kota Padang diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan nilai-nilai perlindungan anak, mencegah perundungan, dan mendorong penanganan dugaan kekerasan melalui mekanisme yang tepat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, anak, keluarga, sekolah, dan masyarakat, Kota Padang diharapkan semakin mampu mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak, sehingga setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta berpartisipasi dalam pembangunan daerah.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi menutup gelaran Wali Kota Padang Cup Executive Golf Tournament 2026 di Wirabraja Golf Club, Ulu Gadut, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (18/10/2026).

Turnamen golf yang diselenggarakan oleh Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Padang tersebut menjadi salah satu upaya untuk menghidupkan kembali geliat olahraga golf di Kota Padang. Selain sebagai ajang kompetisi dan silaturahmi, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga.

Penutupan turnamen tersebut menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang mempertemukan para peserta dari kalangan eksekutif dan pencinta olahraga golf. Melalui kegiatan ini, olahraga diharapkan tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran dan meningkatkan prestasi, tetapi juga mampu membuka peluang kerja sama serta memperluas promosi potensi daerah.

Pengembangan sport tourism menjadi salah satu peluang strategis bagi Kota Padang dalam memperkuat sektor pariwisata. Melalui penyelenggaraan turnamen olahraga secara berkelanjutan, pemerintah daerah dapat memperkenalkan potensi wisata kepada peserta, komunitas olahraga, maupun jejaring bisnis yang hadir dari berbagai daerah.

Golf dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik wisata olahraga. Selain menawarkan aktivitas rekreasi, turnamen golf juga dapat menjadi ruang pertemuan bagi para eksekutif, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun komunikasi serta menjajaki peluang kerja sama.

Dengan memanfaatkan kegiatan olahraga sebagai sarana promosi, Kota Padang berpeluang memperluas jangkauan pemasaran destinasi wisata sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pendukung, seperti perhotelan, kuliner, transportasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Karena itu, penyelenggaraan Wali Kota Padang Cup Executive Golf Tournament 2026 diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Kota Padang sebagai destinasi wisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam dan kekayaan budaya, tetapi juga memiliki daya tarik melalui kegiatan olahraga.

Penyelenggaraan turnamen ini juga sejalan dengan semangat program Padang Balomba, yang mendorong penguatan aktivitas dan kompetisi olahraga sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Melalui kegiatan olahraga yang dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan, Pemerintah Kota Padang berupaya menciptakan ruang interaksi yang positif bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik kota melalui berbagai agenda kompetisi.

Kegiatan seperti turnamen golf juga berpotensi memperluas jejaring antarkomunitas, mempererat silaturahmi, serta membangun hubungan yang lebih luas antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Dengan demikian, olahraga dapat memberikan manfaat yang lebih besar, tidak hanya dalam aspek kesehatan dan rekreasi, tetapi juga dalam mendukung aktivitas ekonomi serta memperkuat citra Kota Padang sebagai kota yang aktif menyelenggarakan kegiatan berskala regional maupun nasional.

Selain pengembangan olahraga, Pemerintah Kota Padang juga terus mendorong penguatan sektor gastronomi sebagai bagian dari daya tarik pariwisata daerah.

Kekayaan kuliner Minangkabau yang telah dikenal luas menjadi salah satu potensi penting untuk memperkenalkan identitas Kota Padang kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Integrasi kegiatan olahraga dengan promosi pariwisata dan gastronomi dapat menciptakan pengalaman wisata yang lebih beragam. Para peserta dan pengunjung turnamen berpeluang mengenal destinasi wisata, menikmati kuliner khas, serta melihat berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Kota Padang.

Di sisi lain, kegiatan yang mempertemukan kalangan eksekutif dan pelaku usaha juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan peluang investasi di berbagai sektor potensial.

Melalui pendekatan tersebut, Pemko Padang diharapkan mampu mendorong terbentuknya ekosistem pariwisata yang saling terhubung, mulai dari penyelenggaraan kegiatan olahraga, pengembangan destinasi, promosi kuliner, hingga penguatan usaha masyarakat.

Pemerintah Kota Padang juga mendorong agar kegiatan olahraga dan pariwisata dapat terus dikembangkan sebagai instrumen promosi daerah di tingkat internasional.

Penyelenggaraan berbagai agenda olahraga secara konsisten berpotensi meningkatkan eksposur Kota Padang di mata publik, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan komunitas olahraga, pelaku industri pariwisata, dan mitra bisnis dari luar daerah maupun luar negeri.

Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, organisasi olahraga, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat agar setiap kegiatan yang diselenggarakan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Dukungan terhadap fasilitas olahraga, peningkatan kualitas pelayanan wisata, serta promosi potensi daerah menjadi sejumlah aspek penting dalam memperkuat daya saing Kota Padang sebagai destinasi wisata.

Penutupan Wali Kota Padang Cup Executive Golf Tournament 2026 pun menjadi momentum untuk mendorong pengembangan olahraga yang memiliki dampak lebih luas terhadap pembangunan kota.

Melalui kegiatan serupa, Kota Padang diharapkan semakin mampu memadukan olahraga, pariwisata, gastronomi, dan peluang investasi dalam satu rangkaian pengembangan potensi daerah.

Dengan komitmen terhadap penyelenggaraan kegiatan yang berkelanjutan, Padang berpeluang memperkuat identitasnya sebagai destinasi wisata yang dinamis, memiliki kekayaan budaya, serta mampu membangun jejaring yang lebih luas di tingkat nasional dan internasional.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), PMI Kota Padang menggelar kegiatan Galang Kreativitas Relawan yang diikuti lebih dari 300 anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR). Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Apeksi, Balai Kota Padang, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya PMI Kota Padang dalam meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan kesiapsiagaan relawan, khususnya dalam memberikan pertolongan pertama serta pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ratusan peserta mengikuti berbagai perlombaan keterampilan yang dirancang untuk menguji kemampuan teknis, ketangkasan, kerja sama tim, serta kesiapan dalam menghadapi situasi darurat. Berbagai materi yang dilombakan meliputi keterampilan pertolongan pertama, pembuatan dan penggunaan tandu, hingga manajemen posko.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya ditantang untuk menunjukkan kemampuan yang telah dipelajari selama mengikuti pembinaan kepalangmerahan, tetapi juga didorong untuk meningkatkan kedisiplinan, ketelitian, komunikasi, dan koordinasi dalam menjalankan tugas sebagai relawan.

Galang Kreativitas Relawan menjadi wadah pembelajaran sekaligus evaluasi bagi anggota PMR dan KSR dalam mengembangkan keterampilan di bidang kepalangmerahan.

Keterampilan pertolongan pertama, misalnya, merupakan kemampuan mendasar yang perlu dikuasai relawan untuk memberikan bantuan awal kepada korban sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tenaga medis.

Sementara itu, keterampilan pembuatan dan penggunaan tandu menjadi bagian penting dalam proses evakuasi korban, terutama ketika terjadi bencana atau keadaan darurat yang membutuhkan pemindahan korban secara aman.

Adapun manajemen posko berkaitan dengan kemampuan mengatur pelayanan, mengoordinasikan relawan, serta mendukung kelancaran penanganan keadaan darurat di lapangan.

Penguasaan berbagai keterampilan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan anggota PMR dan KSR ketika menghadapi beragam situasi yang membutuhkan respons cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan ant relawan dari berbagai unit dan jenjang keanggotaan. Interaksi selama perlombaan diharapkan mampu membangun solidaritas, semangat kebersamaan, serta kepedulian terhadap sesama.

Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, menyampaikan harapan agar pembinaan relawan PMI terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan kapasitas relawan menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan, ketangguhan, dan kepedulian sosial.

Pembinaan yang konsisten diharapkan mampu melahirkan relawan yang kompeten, disiplin, serta siap menjalankan tugas kemanusiaan, baik dalam kondisi normal maupun ketika terjadi bencana dan situasi darurat.

Kesiapsiagaan relawan juga menjadi aspek penting mengingat penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi kemanusiaan, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.

Dalam kondisi tersebut, relawan yang memiliki keterampilan memadai dan mampu bekerja sama dengan baik akan membantu mendukung proses penanganan darurat serta pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Karena itu, kegiatan seperti Galang Kreativitas Relawan diharapkan tidak berhenti sebagai perlombaan semata, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan.

Keterlibatan lebih dari 300 anggota PMR dan KSR menunjukkan pentingnya ruang pembinaan yang mampu menggabungkan pendidikan, latihan keterampilan, dan penguatan karakter relawan.

PMR berperan sebagai wadah pembinaan generasi muda dalam mengenal nilai-nilai kepalangmerahan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membangun kebiasaan hidup sehat dan semangat menolong sesama.

Sementara itu, KSR menjadi bagian dari kekuatan sukarela PMI yang dapat mendukung berbagai kegiatan pelayanan kemanusiaan sesuai dengan kapasitas, kompetensi, dan kebutuhan di lapangan.

Melalui kegiatan bersama tersebut, para peserta diharapkan semakin memahami bahwa menjadi relawan bukan sekadar memiliki keterampilan pertolongan pertama, melainkan juga membutuhkan tanggung jawab, empati, kedisiplinan, dan komitmen untuk membantu sesama tanpa membedakan latar belakang.

Semangat tersebut sejalan dengan peran PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam penanganan bencana, pertolongan pertama, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Peringatan HUT ke-81 PMI menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen organisasi dalam mengembangkan relawan yang tangguh dan siap menghadapi tantangan kemanusiaan.

Melalui Galang Kreativitas Relawan, PMI Kota Padang berupaya membangun generasi relawan yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya investasi jangka panjang dalam pembinaan relawan, terutama untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi bencana dan berbagai kondisi darurat yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Dengan pembinaan yang terarah, latihan secara berkala, serta dukungan berbagai pihak, relawan diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan di Kota Padang.

Melalui momentum peringatan HUT ke-81 ini, PMI Kota Padang diharapkan terus melahirkan relawan yang profesional, tangguh, berintegritas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama, sehingga kehadiran mereka benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Tim Pasukan Pengibar Bendera (Paski) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Kota Padang menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Federasi Olahraga Baris-Berbaris Seluruh Indonesia (FORBASI) Sumatera Barat. Dalam kompetisi yang digelar di Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (15/10/2026), tim Paski MTsN 3 Kota Padang berhasil meraih Juara Utama 2 sekaligus menyabet penghargaan Danton Terbaik 1.

Prestasi tersebut menjadi bukti kemampuan, kedisiplinan, dan kerja sama tim Paski MTsN 3 Kota Padang dalam mengikuti kompetisi olahraga baris-berbaris tingkat daerah. Keberhasilan ini sekaligus mengharumkan nama madrasah dan Kota Padang di bidang pembinaan karakter serta prestasi peserta didik.

Capaian membanggakan itu tidak hanya menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar MTsN 3 Kota Padang, tetapi juga membuka peluang bagi tim untuk melangkah ke kompetisi yang lebih tinggi. Melalui hasil yang diraih pada Kejurda FORBASI Sumatera Barat, tim Paski MTsN 3 Kota Padang dipastikan memperoleh satu tiket untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) FORBASI yang akan berlangsung di Jawa Barat pada pertengahan Desember 2026.

Keberhasilan meraih Juara Utama 2 merupakan hasil dari kemampuan tim dalam menampilkan gerakan baris-berbaris secara teratur, menjaga keseragaman gerakan, serta membangun kekompakan antarpersonel.

Dalam kompetisi baris-berbaris, setiap anggota dituntut memiliki kedisiplinan tinggi, ketepatan gerakan, konsentrasi, dan kemampuan bekerja sama. Seluruh unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk tim yang solid dan mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah.

Selain prestasi tim, penghargaan Danton Terbaik 1 yang diraih komandan peleton menjadi pencapaian tersendiri. Penghargaan ini menambah nilai positif bagi kontingen MTsN 3 Kota Padang dalam kompetisi tersebut.

Peran komandan peleton sangat penting dalam menjaga koordinasi, memberikan aba-aba, serta memastikan seluruh anggota bergerak secara serempak sesuai instruksi. Kemampuan kepemimpinan dan komunikasi menjadi unsur yang tidak terpisahkan dari penampilan sebuah tim baris-berbaris.

Meski demikian, keberhasilan yang diraih tidak terlepas dari kontribusi seluruh anggota tim yang berupaya menjaga disiplin dan kekompakan selama mengikuti perlombaan.

Lolosnya tim Paski MTsN 3 Kota Padang ke Kejurnas FORBASI di Jawa Barat menjadi kesempatan penting untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengukur kualitas tim pada tingkat nasional.

Keikutsertaan dalam kompetisi nasional nantinya akan mempertemukan tim dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para siswa untuk menambah pengalaman, meningkatkan keterampilan, dan memperluas wawasan dalam olahraga baris-berbaris.

Menjelang pelaksanaan Kejurnas pada pertengahan Desember 2026, persiapan yang matang menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Latihan rutin, evaluasi gerakan, peningkatan ketepatan aba-aba, serta penguatan koordinasi antarpersonel dapat menjadi bagian dari upaya memaksimalkan penampilan tim.

Kekompakan dan mental bertanding juga perlu terus dibangun agar para siswa mampu tampil percaya diri ketika menghadapi persaingan di tingkat nasional.

Keberhasilan di Kejurda FORBASI Sumatera Barat diharapkan menjadi modal berharga bagi tim Paski MTsN 3 Kota Padang untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya pada ajang mendatang.

Prestasi yang diraih Paski MTsN 3 Kota Padang menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi sarana efektif untuk mengembangkan potensi siswa di luar bidang akademik.

Melalui kegiatan baris-berbaris, peserta didik tidak hanya dilatih menguasai teknik dan formasi, tetapi juga dibiasakan menerapkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, dan semangat pantang menyerah.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda yang memiliki integritas dan mampu bekerja dalam sebuah tim.

Capaian Juara Utama 2 dan Danton Terbaik 1 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan bakat, mengikuti kegiatan positif, serta berani berkompetisi dalam berbagai bidang.

Dengan tiket Kejurnas FORBASI di tangan, tim Paski MTsN 3 Kota Padang kini memiliki kesempatan untuk melanjutkan perjuangan dan membawa nama baik madrasah serta Kota Padang di panggung nasional.

Prestasi di tingkat daerah menjadi langkah awal untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi. Dengan latihan yang konsisten, semangat kebersamaan, dan persiapan yang terarah, tim Paski MTsN 3 Kota Padang diharapkan mampu tampil optimal serta kembali menorehkan prestasi membanggakan pada Kejurnas FORBASI di Jawa Barat, Desember mendatang.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) Republik Indonesia meresmikan aktivasi Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA) di Hunian Sementara (Huntara) Lubuk Buaya, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (16/10/2026). Kehadiran pos layanan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak, khususnya bagi kelompok rentan yang terdampak bencana.

Peresmian aktivasi Pos SAPA tersebut dirangkai dengan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi delapan calon petugas dari unsur Aisyiyah. Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan layanan pendampingan serta perlindungan kepada perempuan dan anak yang tinggal di lingkungan huntara.

Keberadaan Pos SAPA diharapkan menjadi salah satu upaya nyata untuk memastikan perempuan dan anak terdampak bencana tetap memperoleh akses terhadap layanan perlindungan yang mudah dijangkau, aman, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dalam situasi pascabencana, perempuan dan anak termasuk kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. Selain menghadapi persoalan pemenuhan kebutuhan dasar, mereka juga berpotensi mengalami berbagai kerentanan yang membutuhkan penanganan secara tepat, mulai dari persoalan psikososial hingga kebutuhan pendampingan ketika menghadapi permasalahan perlindungan.

Karena itu, kehadiran Pos SAPA di Huntara Lubuk Buaya diharapkan dapat menjadi ruang layanan yang membantu masyarakat memperoleh informasi, menyampaikan pengaduan, serta mengakses pendampingan apabila menghadapi persoalan yang berkaitan dengan perempuan dan anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang, Boby Firman, menyambut baik aktivasi Pos SAPA di Huntara Lubuk Buaya.

Menurutnya, keberadaan pos tersebut diharapkan dapat mempermudah perempuan dan anak terdampak bencana dalam memperoleh akses terhadap layanan perlindungan. Dengan adanya layanan yang lebih dekat dengan tempat tinggal warga, masyarakat diharapkan tidak mengalami kesulitan ketika membutuhkan informasi, konsultasi, maupun pendampingan.

Pos SAPA juga diharapkan mampu memperkuat upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada kelompok rentan, terutama masyarakat yang masih menjalani kehidupan di hunian sementara setelah mengalami bencana.

Selain menyediakan akses layanan, keberadaan pos ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan perempuan dan anak. Dengan demikian, berbagai persoalan yang muncul di lingkungan pengungsian maupun huntara dapat lebih cepat dikenali dan ditangani melalui mekanisme layanan yang sesuai.

Penguatan layanan perlindungan di tingkat komunitas menjadi penting agar perempuan dan anak tidak merasa sendirian ketika menghadapi persoalan. Mereka diharapkan memiliki tempat untuk mencari bantuan serta memperoleh pendampingan dari petugas yang telah dipersiapkan.

Perwakilan Kementerian PPPA RI, Dianawati Lasmindar, berharap para calon petugas Pos SAPA dapat menjalankan tugas dengan baik dan memberikan pendampingan secara optimal kepada perempuan dan anak terdampak bencana.

Melalui bimbingan teknis yang diberikan kepada delapan calon petugas dari unsur Aisyiyah, diharapkan para peserta memiliki pemahaman yang memadai mengenai peran dan tanggung jawab dalam memberikan layanan perlindungan kepada kelompok rentan.

Kesiapan petugas menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung efektivitas pelayanan. Petugas tidak hanya diharapkan mampu memberikan informasi, tetapi juga dapat memahami kebutuhan warga, merespons pengaduan secara tepat, serta mengarahkan penerima layanan kepada pihak yang berwenang apabila diperlukan penanganan lebih lanjut.

Pendampingan terhadap perempuan dan anak terdampak bencana juga membutuhkan pendekatan yang mengutamakan rasa aman, penghormatan terhadap privasi, serta pemahaman terhadap kondisi dan pengalaman masing-masing individu.

Oleh karena itu, pembekalan melalui bimtek diharapkan menjadi modal awal bagi para calon petugas untuk menjalankan fungsi Pos SAPA secara profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan terbaik perempuan dan anak.

Keterlibatan unsur Aisyiyah dalam kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat dukungan berbasis masyarakat. Melalui kerja sama antara pemerintah dan unsur masyarakat, jangkauan pelayanan perlindungan di lingkungan huntara diharapkan semakin luas.

Aktivasi Pos SAPA di Huntara Lubuk Buaya merupakan bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap kebutuhan perempuan dan anak dalam situasi pascabencana.

Pemenuhan kebutuhan dasar, seperti tempat tinggal, makanan, air bersih, dan layanan kesehatan, perlu berjalan beriringan dengan upaya memastikan keselamatan serta perlindungan kelompok rentan.

Dalam konteks tersebut, Pos SAPA diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan hunian sementara yang lebih aman dan ramah bagi perempuan dan anak. Keberadaan layanan ini juga diharapkan membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mencegah kekerasan, diskriminasi, dan berbagai bentuk perlakuan yang merugikan perempuan maupun anak.

Selain itu, koordinasi antara petugas Pos SAPA, pemerintah daerah, serta lembaga terkait menjadi penting agar setiap kebutuhan perlindungan dapat ditindaklanjuti secara tepat sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku.

Dengan adanya koordinasi yang baik, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan yang lebih terarah, terutama ketika membutuhkan pendampingan khusus atau rujukan kepada lembaga yang memiliki kompetensi dalam menangani persoalan perempuan dan anak.

Kehadiran Pos SAPA di Huntara Lubuk Buaya diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pelayanan, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan sistem perlindungan perempuan dan anak di tingkat masyarakat.

Melalui kesiapan petugas, dukungan pemerintah daerah, serta keterlibatan organisasi masyarakat, pelayanan perlindungan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.

Peresmian aktivasi pos yang disertai bimbingan teknis bagi delapan calon petugas tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat layanan pendampingan bagi perempuan dan anak terdampak bencana di Kota Padang.

Ke depan, optimalisasi Pos SAPA diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi penghuni huntara, sehingga perempuan dan anak dapat menjalani kehidupan pascabencana dengan dukungan perlindungan yang lebih baik.

Upaya ini sekaligus menegaskan pentingnya menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga memperhatikan keamanan, kenyamanan, serta pemenuhan hak-hak perempuan dan anak.

Dengan beroperasinya Pos SAPA di Huntara Lubuk Buaya, diharapkan akses terhadap layanan perlindungan semakin dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan serta anak terdampak bencana.(Ayu)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.