Latest Post



REALITANUSANTARA.COM

Padang, 5 Agustus 2027 – Dalam rangka memperingati Hari Dharma Wanita Nasional yang jatuh pada 5 Agustus 2027, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi kepada seluruh perempuan Indonesia, khususnya para anggota Dharma Wanita, atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan bangsa.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai sumber inspirasi, penggerak keluarga, serta mitra dalam menciptakan masyarakat yang aman, tertib, dan berbudaya.

Melalui momentum Hari Dharma Wanita Nasional ini, Ditlantas Polda Sumbar berharap seluruh perempuan Indonesia terus meningkatkan semangat pengabdian, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta menjadi teladan dalam membangun karakter generasi penerus bangsa.

"Selamat Hari Dharma Wanita Nasional. Teruslah menjadi inspirasi dan pilar kekuatan di mana pun berada," demikian pesan yang disampaikan melalui unggahan resmi Ditlantas Polda Sumbar.

Peringatan Hari Dharma Wanita Nasional diharapkan menjadi momentum untuk semakin mempererat sinergi antara keluarga, masyarakat, dan institusi dalam mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, aman, dan sejahtera.


Edtr/rptr: RF

REALITANUSANTARA.COM

Padang — Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak banjir, personel Polisi Wanita (Polwan) Polresta Padang menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak di kawasan Siteba, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut bertujuan membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang mengalami tekanan emosional akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.

Kegiatan trauma healing dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polresta Padang, AKP Ramadhani, bersama jajaran Polwan Polresta Padang. Sejak pagi, para personel berbaur dengan anak-anak melalui berbagai aktivitas yang dirancang secara edukatif dan menyenangkan, seperti permainan kelompok, bernyanyi bersama, menggambar, bercerita, hingga memberikan motivasi agar mereka kembali percaya diri dan mampu melupakan pengalaman traumatis selama banjir.

Suasana penuh kehangatan dan keceriaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Tawa anak-anak yang semula terlihat murung perlahan berubah menjadi senyum ceria setelah mengikuti berbagai permainan dan interaksi bersama para Polwan. Pendekatan yang humanis ini diharapkan mampu mengurangi rasa takut, cemas, dan trauma yang masih dirasakan anak-anak pascabencana.

Kapolresta Padang melalui Kabag SDM AKP Ramadhani menyampaikan bahwa kegiatan trauma healing merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan saat terjadi bencana.

"Anak-anak membutuhkan perhatian dan pendampingan khusus setelah mengalami musibah banjir. Melalui kegiatan ini kami ingin mengembalikan semangat mereka agar dapat kembali ceria, bermain, belajar, dan menjalani aktivitas sehari-hari tanpa dihantui rasa takut akibat bencana yang dialami," ujarnya.

Selain memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak, para Polwan juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi langsung dengan warga terdampak banjir. Mereka mendengarkan berbagai keluhan serta kebutuhan masyarakat selama proses pemulihan, sekaligus memberikan dukungan moral agar warga tetap optimistis menghadapi situasi pascabencana.

Kehadiran personel Polwan di tengah masyarakat mendapat sambutan hangat dari warga. Orang tua mengaku terbantu dengan kegiatan tersebut karena mampu memberikan hiburan sekaligus mengembalikan semangat anak-anak yang beberapa hari terakhir masih menunjukkan rasa takut akibat banjir.

Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Polresta Padang berharap kehadiran Polri dapat memberikan rasa aman, nyaman, serta memperkuat solidaritas antara aparat kepolisian dan masyarakat. Trauma healing diharapkan menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung proses pemulihan psikologis korban bencana, sehingga masyarakat dapat bangkit lebih cepat dan kembali menjalankan aktivitas secara normal.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang – Gerak cepat Tim II Klewang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang kembali membuahkan hasil. Seorang residivis yang diduga sebagai pelaku percobaan pencurian dengan kekerasan (jambret) terhadap seorang perempuan lanjut usia berhasil diringkus saat hendak melarikan diri ke Pekanbaru. Penangkapan dilakukan pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di wilayah Kota Solok.

Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut dari penyelidikan intensif yang dilakukan jajaran Satreskrim Polresta Padang setelah menerima laporan masyarakat terkait aksi percobaan penjambretan yang sempat menghebohkan warga. Kasus itu tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/755/VIII/2026/SPKT/Polresta Padang/Polda Sumbar tertanggal 4 Agustus 2026.

Pelaku diketahui berinisial FDP (40), warga Jalan By Pass Bukit Putus, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Berdasarkan hasil penyelidikan, ia diduga melakukan percobaan penjambretan terhadap NGK (66), seorang ibu rumah tangga, di kawasan Jalan Kali Kecil, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian luas masyarakat setelah rekaman aksinya beredar di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut terlihat pelaku berusaha merampas barang milik korban yang merupakan seorang perempuan lanjut usia. Beruntung aksi tersebut tidak berhasil, namun sempat menimbulkan kepanikan di lokasi kejadian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim II Klewang Satreskrim Polresta Padang segera melakukan serangkaian penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil analisis rekaman tersebut, identitas pelaku berhasil diungkap dan penyidik meyakini bahwa yang bersangkutan merupakan seorang residivis yang telah beberapa kali terlibat dalam kasus kejahatan jalanan dengan modus serupa.

Penyelidikan kemudian berkembang setelah polisi memperoleh informasi dari masyarakat mengenai keberadaan pelaku yang diduga melarikan diri ke arah Solok. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim II Klewang langsung bergerak melakukan pengejaran hingga ke wilayah Kota Solok.

Upaya pengejaran akhirnya membuahkan hasil. Petugas berhasil menemukan pelaku sesaat sebelum menaiki mobil travel yang akan membawanya menuju Pekanbaru untuk menemui keluarganya. Tanpa memberikan kesempatan untuk melarikan diri, tim langsung mengamankan pelaku di lokasi.

Saat menjalani pemeriksaan awal, FDP mengakui telah melakukan percobaan penjambretan terhadap korban di kawasan Padang Barat. Setelah diamankan, pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolresta Padang guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan saat beraksi, yakni satu unit sepeda motor Honda Beat berwarna putih, satu buah helm putih, satu helai jaket hitam, satu helai baju berwarna merah bata, serta satu helai celana jeans biru.

Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 479 juncto Pasal 17 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai percobaan pencurian dengan kekerasan. Penyidik masih terus mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku dalam tindak pidana serupa yang terjadi di wilayah hukum Polresta Padang.

Polresta Padang menegaskan komitmennya untuk terus memberantas kejahatan jalanan demi menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan setiap tindak kriminal maupun memberikan informasi terkait pelaku kejahatan agar dapat segera ditindaklanjuti, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mendampingi Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, meninjau kawasan terdampak banjir di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, pada Selasa (4/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi wilayah yang mengalami kerusakan akibat banjir sekaligus memastikan langkah-langkah percepatan pemulihan dapat segera dilaksanakan.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau sejumlah titik yang terdampak banjir, termasuk kawasan permukiman warga, infrastruktur lingkungan, serta fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat tingginya curah hujan beberapa hari terakhir.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang terus berupaya mempercepat penanganan pascabencana melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, khususnya BNPB. Menurutnya, sinergi tersebut sangat penting agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan darurat dan pembersihan material banjir, tetapi juga menyusun langkah pemulihan jangka menengah dan panjang. Berbagai kebutuhan perbaikan infrastruktur, saluran drainase, serta fasilitas publik yang rusak terus didata sebagai dasar penyusunan program rehabilitasi.

Sementara itu, Sekretaris Utama BNPB Rustian menegaskan pihaknya akan melakukan inventarisasi terhadap seluruh kebutuhan di lapangan. Pendataan tersebut meliputi tingkat kerusakan, kebutuhan rehabilitasi infrastruktur, serta dukungan yang diperlukan pemerintah daerah untuk mempercepat proses pemulihan.

BNPB, lanjut Rustian, akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Padang dalam setiap tahapan penanganan pascabencana, mulai dari pendataan kerusakan, penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi, hingga pemberian dukungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah tersebut, diharapkan proses pemulihan pascabanjir di Kota Padang dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan mampu mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang dalam beberapa hari terakhir tidak hanya memicu banjir di sejumlah kawasan, tetapi juga berdampak terhadap operasional Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang. Material banjir berupa lumpur, pasir, kayu, dan sampah terbawa arus sungai hingga menimbun sejumlah intake atau titik pengambilan air baku milik perusahaan.

Kondisi tersebut mengakibatkan proses pengambilan air baku dan pengolahan air bersih terganggu, sehingga distribusi air kepada pelanggan di sejumlah wilayah mengalami penurunan debit bahkan terhenti sementara.

Menghadapi situasi tersebut, Perumda Air Minum Kota Padang bergerak cepat dengan mengerahkan tim teknis ke seluruh lokasi intake yang terdampak. Petugas bekerja secara intensif melakukan pembersihan material banjir, normalisasi saluran pengambilan air, serta memastikan seluruh fasilitas produksi dapat kembali beroperasi secara optimal.

Selain membersihkan intake, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap instalasi pengolahan air dan jaringan perpipaan untuk memastikan tidak ada kerusakan yang dapat menghambat proses distribusi air kepada masyarakat. Upaya pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan petugas mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

Perumda Air Minum Kota Padang menegaskan bahwa pemulihan layanan menjadi prioritas utama agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera terpenuhi. Distribusi air akan dinormalkan secara bertahap seiring membaiknya kondisi sumber air baku dan selesainya proses pembersihan di setiap intake.

Di sisi lain, perusahaan mengimbau seluruh pelanggan untuk menggunakan air secara bijaksana selama masa pemulihan. Masyarakat disarankan menampung air ketika aliran masih tersedia serta menghemat penggunaan air untuk kebutuhan yang benar-benar penting hingga distribusi kembali normal.

Perumda Air Minum Kota Padang juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan layanan yang dipicu oleh bencana alam tersebut. Perusahaan memastikan seluruh personel tetap siaga selama 24 jam guna mempercepat proses pemulihan dan meminimalkan dampak gangguan terhadap masyarakat.

Dengan langkah cepat yang dilakukan di lapangan, diharapkan seluruh sistem pengolahan dan distribusi air bersih dapat kembali beroperasi normal dalam waktu sesingkat mungkin, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat Kota Padang tetap terpenuhi meskipun di tengah kondisi cuaca ekstrem. (Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Wali Kota Padang, Fadly Amran, turun langsung meninjau proses penanganan pascabanjir di kawasan Gunung Sariak dan Lapau Munggu, Selasa (4/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembersihan berjalan cepat sehingga masyarakat dapat segera kembali beraktivitas seperti biasa.

Dalam peninjauan itu, Wali Kota melihat langsung kondisi permukiman warga yang masih dipenuhi lumpur, sampah, dan material yang terbawa arus banjir. Sejumlah fasilitas umum serta akses jalan lingkungan juga menjadi fokus penanganan agar pelayanan kepada masyarakat dapat segera pulih.

Pemerintah Kota Padang mengerahkan personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk melakukan pembersihan secara intensif. Berbagai peralatan berat maupun peralatan manual dikerahkan guna mempercepat pengangkutan lumpur, kayu, dan material lainnya yang menghambat aktivitas warga.

Fadly Amran menegaskan bahwa percepatan penanganan pascabanjir menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Seluruh organisasi perangkat daerah diminta bekerja secara terpadu agar proses pemulihan dapat berlangsung efektif dan dampak bencana terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Selain fokus pada penanganan darurat, Pemerintah Kota Padang juga terus mendorong langkah-langkah jangka panjang guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang. Salah satunya melalui percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir dengan memperkuat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Balai Wilayah Sungai (BWS).

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan berbagai program pengendalian banjir, seperti normalisasi sungai, peningkatan kapasitas drainase, pembangunan sistem pengendali aliran air, serta penataan kawasan yang rawan terdampak banjir.

Pemerintah Kota Padang juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran drainase, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

Melalui penanganan darurat yang cepat dan dukungan pembangunan infrastruktur pengendali banjir secara berkelanjutan, Pemerintah Kota Padang berharap proses pemulihan pascabanjir dapat berlangsung optimal sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal dan risiko banjir di masa mendatang dapat ditekan.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang – Pemerintah Kota Padang bergerak cepat merespons banjir yang melanda sejumlah wilayah akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kota pada Senin (3/8/2026). Wali Kota Padang, Fadly Amran, menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk turun langsung ke lapangan guna mempercepat penanganan dampak bencana dan memastikan keselamatan masyarakat.

Instruksi tersebut disampaikan kepada Sekretaris Daerah Kota Padang bersama seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) agar segera menuju lokasi terdampak dan berkoordinasi dalam proses evakuasi warga. Sedikitnya terdapat 15 titik banjir yang menjadi fokus penanganan pemerintah kota, dengan kondisi genangan yang bervariasi mulai dari permukiman, ruas jalan hingga fasilitas umum.

Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus bekerja secara terpadu agar proses evakuasi, pendataan, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Pemerintah juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya wilayah yang terdampak banjir.

Di sisi lain, Dinas Sosial Kota Padang bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) langsung mengaktifkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak. Petugas mulai menyiapkan antara 200 hingga 500 nasi bungkus yang akan didistribusikan kepada masyarakat di lokasi pengungsian maupun kawasan yang masih terisolasi akibat banjir.

Selain makanan siap saji, pemerintah juga menyiapkan berbagai kebutuhan darurat lainnya, seperti selimut, pakaian layak pakai, tenda pengungsian, serta terpal untuk membantu warga yang rumahnya terendam atau mengalami kerusakan. Seluruh bantuan tersebut disiapkan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Sebagai pusat koordinasi penanganan bencana, Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang juga tengah dipersiapkan menjadi Posko Tanggap Darurat. Posko ini akan berfungsi sebagai pusat komando yang mengoordinasikan proses evakuasi, distribusi bantuan logistik, pemantauan kondisi di lapangan, serta menerima laporan dari masyarakat mengenai wilayah yang masih membutuhkan penanganan.

Pemerintah Kota Padang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan kemungkinan meningkatnya debit air. Warga yang berada di kawasan rawan banjir diminta segera mengutamakan keselamatan diri dan keluarga dengan mengikuti arahan petugas serta melaporkan kondisi darurat kepada pemerintah maupun instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Senin (3/8/2026) menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan beberapa sungai meluap hingga merendam permukiman warga, ruas jalan utama, fasilitas umum, rumah sakit, serta sejumlah kawasan perumahan di berbagai kecamatan.

Menghadapi kondisi tersebut, Polresta Padang bersama Basarnas, BPBD Kota Padang, TNI, tim SAR, serta instansi terkait bergerak cepat melakukan evakuasi warga, pemantauan titik-titik rawan, dan pengamanan lokasi terdampak guna meminimalkan risiko terhadap keselamatan masyarakat.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Polresta Padang, banjir terjadi di sejumlah wilayah yang berada di Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, Nanggalo, Pauh, hingga Padang Utara. Selain melakukan evakuasi, petugas juga membantu masyarakat mengevakuasi barang-barang berharga, mengatur arus lalu lintas, serta memberikan imbauan kepada warga agar tidak mendekati daerah dengan arus air yang deras.

Di wilayah hukum Polsek Kuranji, banjir merendam Komplek Wahana IV Lolo Kasik, Kelurahan Gunung Sarik. Personel kepolisian bersama Basarnas dan tim SAR segera turun ke lokasi untuk mengevakuasi warga, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan.

Banjir juga melanda Kelurahan Lubuk Tampuruang akibat meluapnya aliran sungai setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu. Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta segera meninggalkan rumah sementara waktu dan berpindah ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari kemungkinan banjir susulan.

Kondisi serupa terjadi di kawasan Lapau Baanjuang, Gunung Sarik. Luapan sungai menyebabkan puluhan rumah terendam dan mengakibatkan arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat lumpuh karena genangan air yang cukup tinggi.

Di Kelurahan Lapau Manggih, tinggi muka air dilaporkan mencapai sekitar 1,3 meter. Sejumlah warga terpaksa mengungsi karena air masuk ke dalam rumah. Personel Polri terus membantu proses penyelamatan dan memastikan seluruh warga dapat dievakuasi dengan selamat.

Banjir juga merendam Kampung Tanjung, Guo Kuranji, serta Perumahan Permata Berlian di Sungai Sapih. Tim gabungan masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak di dalam rumah maupun kawasan yang sulit dijangkau.

Di Kecamatan Koto Tangah, banjir turut merendam Rumah Sakit Siti Rahmah. Petugas kepolisian bersama tim SAR membantu proses evakuasi pasien, keluarga pasien, serta masyarakat yang membutuhkan pertolongan agar tetap aman.

Selain rumah sakit, sejumlah kawasan permukiman juga terdampak, di antaranya Perumahan Graha Mandiri, Perumahan Cahaya Mandani di Lubuk Minturun, kawasan Balai Gadang akibat luapan Sungai Lubuk Lukum, Jalan Maransi Air Pacah, Jalan DPR Dadok, hingga kawasan Rumah Potong Hewan di Lubuk Buaya.

Petugas terus memantau perkembangan debit air karena hujan masih berpotensi turun di wilayah Kota Padang.

Di wilayah Polsek Nanggalo, banjir menggenangi sejumlah kawasan permukiman seperti Perumahan Samitra Garden, Komplek Kubu Utama, Banda Gadang, Griya Permata II, Kurao Pagang, hingga Perumahan Wisma Lapai Jaya.

Di beberapa titik, ketinggian air mencapai sekitar satu meter atau setinggi pinggang orang dewasa sehingga aktivitas masyarakat terganggu. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas di sejumlah ruas jalan karena tingginya genangan.

Banjir juga terjadi di Kecamatan Pauh, tepatnya di Kelurahan Batu Busuk, kawasan Gunung Nago, sekitar SD Negeri 10 Lambung Bukit, hingga kawasan wisata Pemandian Mande Rubiah. Luapan sungai membuat warga diminta meningkatkan kewaspadaan karena debit air masih berpotensi bertambah apabila hujan kembali turun.

Sementara itu, di wilayah hukum Polsek Padang Utara, banjir merendam kawasan Ulak Karang Selatan, tepatnya di RT 002/RW 013 Jalan Khatib Sulaiman. Personel kepolisian terus melakukan pemantauan serta memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan evakuasi.

Kapolresta Padang, Kombes Pol. Apri Wibowo, menegaskan seluruh jajaran Polresta Padang telah disiagakan untuk membantu penanganan banjir di berbagai lokasi terdampak. Personel bekerja sama dengan Basarnas, BPBD, TNI, pemerintah daerah, dan relawan guna mempercepat proses evakuasi sekaligus memastikan keselamatan masyarakat.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada, tidak memaksakan diri melintasi genangan maupun arus banjir yang deras, serta segera mengungsi apabila kondisi dinilai membahayakan. Pendataan terhadap wilayah terdampak masih terus dilakukan dan seluruh personel Polresta Padang tetap siaga memberikan pelayanan serta bantuan kepada masyarakat," ujar Kombes Pol. Apri Wibowo.

Hingga Senin malam, proses evakuasi masih berlangsung di sejumlah titik yang terdampak cukup parah. Aparat gabungan terus bersiaga mengantisipasi kemungkinan meningkatnya debit air apabila hujan kembali mengguyur Kota Padang. Masyarakat diimbau terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan aparat terkait serta segera melaporkan apabila terdapat warga yang membutuhkan bantuan darurat.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Pemerintah Kota Padang bergerak cepat menangani banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatera Barat, akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (3/8). Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air di sejumlah sungai meningkat sehingga merendam permukiman warga, ruas jalan, dan beberapa fasilitas umum.

Sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah, Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir turun langsung meninjau sejumlah lokasi yang terdampak banjir. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses penanganan darurat berjalan dengan baik, mulai dari evakuasi warga, distribusi bantuan, hingga koordinasi antarinstansi dalam penanganan bencana.

Dalam peninjauan itu, Fadly Amran meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, tenaga kesehatan, serta aparat TNI dan Polri bekerja secara terpadu untuk mempercepat penanganan di lapangan. Pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak, seperti makanan siap saji, air bersih, layanan kesehatan, serta tempat pengungsian, dapat terpenuhi dengan baik.

Selain melakukan pemantauan kondisi banjir, pemerintah turut mengidentifikasi titik-titik genangan yang membutuhkan penanganan segera, termasuk membersihkan saluran drainase yang tersumbat dan mempercepat normalisasi aliran air agar banjir dapat segera surut.

Wakil Wali Kota Maigus Nasir menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Pemerintah Kota Padang akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan memastikan seluruh layanan darurat tetap siaga selama potensi hujan lebat masih berlangsung.

Pemerintah Kota Padang juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan maupun tanah longsor, khususnya bagi warga yang bermukim di kawasan bantaran sungai dan daerah rawan bencana. Warga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila kondisi dinilai membahayakan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diharapkan terus memantau informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait sebagai acuan dalam mengambil langkah antisipasi.

Pemerintah Kota Padang menegaskan akan terus melakukan langkah-langkah penanganan secara cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan hingga kondisi di seluruh wilayah terdampak kembali normal.

Apabila terdapat data terbaru mengenai jumlah wilayah terdampak, jumlah warga yang dievakuasi, atau kerugian akibat banjir, informasi tersebut dapat ditambahkan untuk memperkuat nilai berita.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Polresta Padang mulai melaksanakan proses ekshumasi terhadap makam Nailah Abdillah (NA), siswi SD Negeri 33 Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Senin (3/8/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyidikan guna mengungkap penyebab pasti meninggalnya korban yang diduga berkaitan dengan kasus perundungan di lingkungan sekolah.

Sejak pagi hari, suasana di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, tampak dijaga ketat aparat kepolisian. Tim gabungan yang terdiri dari penyidik, petugas identifikasi, serta tim kedokteran forensik telah berada di lokasi untuk mempersiapkan seluruh tahapan ekshumasi sesuai prosedur hukum dan standar medis.

Pantauan di lokasi menunjukkan sebuah tenda berwarna hitam berukuran sekitar 3 x 3 meter didirikan tepat di atas makam korban guna menjaga privasi selama proses pembongkaran makam berlangsung. Di dalam tenda telah disiapkan keranda pemandian jenazah beserta perlengkapan pemeriksaan forensik yang akan digunakan setelah jenazah diangkat dari liang lahat.

Sementara itu, papan nisan sederhana yang terbuat dari kayu masih berdiri di bagian kepala makam dengan tulisan nama Nailah Abdillah. Makam tersebut menjadi pusat perhatian keluarga korban, petugas, dan sejumlah pihak yang mengikuti jalannya proses penyidikan.

Puluhan personel kepolisian disiagakan untuk mengamankan area pemakaman dan membatasi akses masyarakat demi menjaga kelancaran proses ekshumasi. Garis pengamanan dipasang di sekitar lokasi agar pemeriksaan dapat berlangsung tanpa gangguan.

Sejumlah anggota keluarga korban juga hadir di lokasi. Mereka memilih menyaksikan langsung jalannya ekshumasi dengan harapan proses tersebut mampu memberikan jawaban atas penyebab meninggalnya Nailah yang hingga kini masih menyisakan berbagai pertanyaan.

Ekshumasi dilakukan berdasarkan surat pemberitahuan resmi yang diterbitkan Polresta Padang sebagai bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana yang mengakibatkan meninggalnya korban. Pemeriksaan terhadap jenazah dilakukan oleh dokter forensik untuk memperoleh bukti ilmiah yang dapat menjelaskan penyebab kematian secara objektif.

Kuasa hukum keluarga korban, Muhammad Faisal Gaus SH.MH.C.Med mengatakan keluarga menyetujui pelaksanaan autopsi karena menginginkan kepastian hukum dan kejelasan mengenai penyebab meninggalnya Nailah.

Menurutnya, selama ini muncul berbagai informasi yang menyebut tidak ditemukan indikasi perundungan terhadap korban. Namun, keluarga memiliki pandangan berbeda karena terdapat sejumlah kondisi yang dinilai perlu didalami melalui pemeriksaan medis forensik.

"Kami ingin seluruh fakta dibuka secara terang. Yang dicari keluarga bukan sekadar dugaan, tetapi penyebab kematian yang dapat dibuktikan secara ilmiah melalui autopsi," ujarnya.

Faisal menjelaskan, sebelum meninggal dunia korban sempat mengeluhkan rasa sakit pada bagian pinggang dan tangan. Keluhan tersebut, menurut keluarga, menjadi salah satu alasan penting dilakukannya pemeriksaan forensik agar diketahui apakah terdapat hubungan antara kondisi fisik korban dengan penyebab kematiannya.

Selain itu, keluarga juga menduga korban mengalami perundungan di lingkungan sekolah. Dugaan tersebut menjadi dasar pelaporan yang disampaikan ke Polresta Padang agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Ia berharap hasil autopsi nantinya mampu memberikan gambaran ilmiah mengenai penyebab kematian korban sekaligus menjadi alat bukti penting dalam proses penyidikan.

"Kami berharap penyidik bekerja secara profesional, objektif, dan transparan sehingga seluruh fakta dapat terungkap. Apa pun hasilnya nanti, keluarga ingin mendapatkan kepastian hukum," katanya.

Diketahui, Nailah Abdillah meninggal dunia pada Kamis, 23 Juli 2026. Beberapa hari setelah pemakaman, tepatnya pada Selasa, 28 Juli 2026, keluarga melaporkan dugaan perundungan yang diduga dialami korban kepada Polresta Padang.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan serangkaian penyelidikan, mulai dari pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, hingga keputusan melakukan ekshumasi terhadap jenazah korban. Langkah ini diambil untuk memastikan penyebab kematian berdasarkan hasil pemeriksaan ilmiah dari tim kedokteran forensik.

Hingga proses ekshumasi berlangsung, pihak kepolisian belum menyampaikan kesimpulan terkait penyebab meninggalnya Nailah Abdillah. Penyidik menegaskan bahwa seluruh proses masih berlangsung dan hasil autopsi akan menjadi salah satu dasar utama dalam menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk mengungkap ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus yang menjadi perhatian luas masyarakat tersebut.(Ayu)


REALITANUSANTARA.COM

Padang – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, dalam beberapa hari ke depan. Imbauan tersebut disampaikan pada Senin (3/8/2026) sebagai langkah antisipasi guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.

Sebagai institusi yang memiliki tugas menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, Polresta Padang tidak hanya berfokus pada penanganan gangguan kamtibmas, tetapi juga aktif mengingatkan masyarakat terhadap berbagai potensi bencana alam yang dapat terjadi akibat perubahan cuaca.

Berdasarkan informasi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Sumatera Barat per 3 Agustus 2026, sejumlah wilayah di Sumatera Barat diprakirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, hingga genangan air di sejumlah kawasan perkotaan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Polresta Padang secara resmi mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi.

Kapolresta Padang menegaskan bahwa masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Namun demikian, setiap warga diminta segera mengambil langkah-langkah pencegahan sejak dini guna mengurangi risiko apabila cuaca ekstrem benar-benar terjadi.

Polresta Padang mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Warga juga diminta menghindari daerah rawan longsor, bantaran sungai, kawasan perbukitan, serta lokasi yang memiliki banyak pepohonan besar yang berpotensi tumbang.

Selain itu, masyarakat disarankan memeriksa kondisi saluran drainase di lingkungan masing-masing agar tidak tersumbat, mengamankan barang-barang berharga dan dokumen penting di tempat yang aman, serta memastikan kendaraan tidak diparkir di bawah pohon atau papan reklame yang berisiko roboh saat cuaca buruk.

Polresta Padang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling mengingatkan dan membantu apabila terdapat warga yang membutuhkan pertolongan, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas apabila terjadi bencana.

"Kesiapsiagaan merupakan langkah paling efektif dalam mengurangi risiko kerugian maupun korban jiwa akibat bencana. Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar," demikian pesan yang disampaikan kepada masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Polresta Padang menegaskan seluruh personel telah disiagakan untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama cuaca ekstrem berlangsung. Personel kepolisian akan terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan banjir, longsor, maupun lokasi yang berpotensi mengalami gangguan akibat cuaca buruk.

Polresta Padang juga kembali menggaungkan slogan "Waspada Sekarang, Selamat Kemudian!" sebagai pengingat bahwa tindakan antisipasi sejak dini menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan masyarakat.

Apabila masyarakat menghadapi keadaan darurat akibat cuaca ekstrem, membutuhkan bantuan evakuasi, menemukan pohon tumbang, banjir, atau situasi lain yang memerlukan kehadiran aparat kepolisian, masyarakat diminta segera menghubungi Layanan Polisi 110 yang beroperasi selama 24 jam.

Melalui langkah preventif, koordinasi lintas instansi, serta kesiapsiagaan personel di lapangan, Polresta Padang berharap seluruh masyarakat dapat melewati potensi cuaca ekstrem dengan aman serta bersama-sama menjaga keamanan dan keselamatan di Kota Padang.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Pemerintah Kota Padang terus memperkuat pembangunan karakter generasi muda melalui pendidikan keagamaan berbasis masjid dan musala. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat membuka kegiatan Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar di Masjid As Sa'adah, Kecamatan Padang Timur, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah tersebut diikuti sebanyak 218 santri yang berasal dari 63 Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dan Taman Ta'lim Al-Qur'an (TQA) se-Kecamatan Padang Timur. Selain menjadi ajang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan semangat para santri dalam mendalami ilmu agama.

Dalam sambutannya, Maigus Nasir menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama kepada generasi muda.

"Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam akhlak, kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang harus ditanamkan sejak usia dini agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, dan memiliki integritas," ujar Maigus.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Padang saat ini terus mengembangkan Program Unggulan Smart Surau sebagai salah satu strategi membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter religius dan moral yang kuat.

Menurutnya, Smart Surau dirancang untuk menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan agama, pembentukan karakter, sekaligus ruang pengembangan kreativitas dan kepemimpinan generasi muda.

"Melalui Smart Surau, kami ingin menghadirkan lingkungan pembelajaran yang mampu membentuk anak-anak menjadi pribadi yang percaya diri, disiplin, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama," katanya.

Maigus juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, guru TPQ/TQA, pengurus masjid, tokoh agama hingga pemerintah, untuk bersama-sama mendukung pendidikan keagamaan sebagai fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa.

Ia menilai keberhasilan mencetak generasi berkualitas tidak hanya bergantung pada pendidikan formal di sekolah, tetapi juga memerlukan pendidikan karakter yang kuat melalui keluarga dan lembaga pendidikan Al-Qur'an.

"Sinergi seluruh pihak sangat diperlukan agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi emas yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual secara seimbang," tambahnya.

Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tersebut diisi dengan berbagai kegiatan bernuansa islami yang melibatkan para santri TPQ dan TQA, sebagai bentuk pembinaan sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sejak usia dini.

Melalui penyelenggaraan kegiatan keagamaan seperti ini, Pemerintah Kota Padang berharap semangat Smart Surau semakin mengakar di tengah masyarakat dan mampu melahirkan generasi muda yang religius, berkarakter, serta siap menjadi penerus pembangunan daerah dan bangsa di masa depan.

Editor : Ayu

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.