Articles by "Universitas"

Tampilkan postingan dengan label Universitas. Tampilkan semua postingan

REALITANUSANTARA.COM

MENTAWAI – Universitas Negeri Padang (UNP) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional berbasis pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sebanyak 87 mahasiswa resmi diterjunkan untuk melaksanakan program pengabdian di Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pengabdian perguruan tinggi hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Prosesi penyerahan mahasiswa KKN berlangsung di Kantor Camat Sikakap, Sabtu (19/7/2026), dipimpin Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Inovasi UNP, Prof. Dr. Ani Faridah, M.Si. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pusat KKN UNP Dr. Yasdinul Huda, M.T., Camat Sikakap, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), jajaran TNI dan Polri, serta kepala desa dari Desa Sikakap dan Desa Matobe.

Sebanyak 87 mahasiswa tersebut akan melaksanakan pengabdian selama satu bulan dengan penempatan di dua desa. Sebanyak 29 mahasiswa ditempatkan di Desa Sikakap, sedangkan 58 mahasiswa lainnya menjalankan program di Desa Matobe. Seluruh peserta didampingi oleh tiga dosen pembimbing lapangan (DPL) guna memastikan pelaksanaan program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Wakil Rektor UNP Prof. Ani Faridah menegaskan bahwa pelaksanaan KKN di Kepulauan Mentawai merupakan bagian dari komitmen universitas dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi langsung terhadap pembangunan daerah.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi sekaligus menjadi mitra pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat desa.

Pelaksanaan KKN di Kecamatan Sikakap juga menjadi tonggak baru bagi UNP. Program ini merupakan pelaksanaan KKN ketiga UNP di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sebelumnya, dua kali kegiatan serupa telah dilaksanakan di Pulau Sipora. Tahun 2026 menjadi kali pertama mahasiswa UNP melaksanakan pengabdian di Kecamatan Sikakap sebagai bentuk perluasan wilayah pengabdian yang menjangkau daerah kepulauan dengan tantangan geografis yang berbeda dibandingkan wilayah daratan.

UNP menilai perluasan lokasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemerataan pembangunan melalui kontribusi perguruan tinggi. Selain memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam bagi mahasiswa, program tersebut juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Berbeda dengan KKN reguler UNP yang berlangsung pada 6 Juli hingga 6 Agustus 2026, pelaksanaan KKN di Kabupaten Kepulauan Mentawai dijadwalkan mulai 16 Juli hingga 16 Agustus 2026. Penyesuaian jadwal dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis kepulauan, akses transportasi laut, serta kebutuhan masyarakat sehingga seluruh program dapat dijalankan secara optimal.

Selama berada di lokasi pengabdian, mahasiswa akan mengimplementasikan berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi lokal desa. Seluruh kegiatan mengacu pada empat pilar utama KKN UNP, yakni digitalisasi desa, pemetaan potensi wilayah, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Berbagai program juga dirancang untuk mendorong penguatan ekonomi lokal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pemerintahan desa.

Selain menjadi sarana pembelajaran mahasiswa, pelaksanaan KKN ini juga merupakan bentuk dukungan UNP terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini mendukung sejumlah target global, di antaranya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, SDG 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional melalui Asta Cita, khususnya dalam memperkuat pembangunan dari desa, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mempercepat pembangunan wilayah 3T, serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Dari sisi pengembangan institusi, KKN di Kepulauan Mentawai turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Program ini memberikan pengalaman belajar di luar kampus bagi mahasiswa, meningkatkan keterlibatan dosen dalam pengabdian kepada masyarakat, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Melalui pelaksanaan KKN di Kecamatan Sikakap, UNP kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan hingga ke wilayah kepulauan Indonesia.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Kementerian Pendidikan Tinggi Sain dan Teknologi (Kemendiksaintek) berikan dana hibah program mahasiswa berdampak kepada Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti sebesar Rp. 89 juta berupa barang yaitu 2 unit Hand tractor, 3 unit mesin potong rumput, spryer Listrik serta paket budidaya maggot dan pupuk organik kata Ketua Tim Program Mahasiswa Berdampak Ir. Gusriati, M.Si didampingi Wawan Sumarno, S.P, M.Si di ruang kerjanya Senin (16/3).    


 Peralatan Program Mahasiswa Berdampak itu diserahkan  kepada para petani  melalui Wali Nagari IV Koto Mudik Zainil Idrus oleh ketua tim, Ir. Gusriati, M.Si  dihadiri para Petani, tokoh masyarakat dan perangkat nagari IV Koto Mudik, Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan dan Anggota Tim Program Mahasiswa Berdampak  Wawan Sumarno, S.P., M.Si dan Dr. Ir. Murnita, M.P., serta 50 orang mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Unes.

 

Bantuan ini direspon positif oleh para petani, yang merasakan perubahan positif dalam pendekatan pertanian berkelanjutan pasca bencana terhadap pembangunan pertanian secara umum. Inisiatif mahasiswa berdampak ini juga fokus pada penggunaan teknologi yang mudah diterapkan (teknologi tepat guna) agar dapat dioperasikan secara mandiri oleh warga, sekaligus modernisasi pertanian di nagari.


inovasi dan bantuan ini diharapkan menjadi langkah awal modernisasi pertanian menuju smart village, di mana mahasiswa berperan langsung dalam memberikan solusi teknis, bukan hanya teori, kepada para petani,

Ketua kelompok mahasiswa berdampak Yolan Argumantara mengatakan, bantuan ini merupakan bagian dari dukungan mahasiswa dalam meningkatkan efisiensi dan keamanan kerja petani. "Dengan alat ini, petani tidak perlu lagi bekerja dengan posisi membungkuk terlalu lama," ujarnya

Wawan Sumarno, S.P, M.Si menegaskan “Pembangunan pertanian tidak dapat lagi mengandalkan cara-cara tradisional. Kita membutuhkan percepatan, efisiensi, dan produktivitas yang lebih tinggi. Oleh karena itu, dukungan alsintan merupakan langkah strategis untuk mendorong mekanisme pertanian pasca bencana, mengurangi biaya produksi, mempercepat pengolahan lahan, serta mendukung peningkatan produksi pertanian di Nagri IV Koto Mudik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dr. Ir. Murnita, M.P, meminta para petani dan masyarakat bersama seluruh perangkat nagari untuk memastikan bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran, khususnya bagi wilayah yang selama ini terdampak bencana. (Rel/Syaf).

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Pimpinan Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Padang, Fuadi, secara simbolis menyerahkan buku tabungan kepada mahasiswa Universitas Ekasakti (Unes) yang menerima program beasiswa dari BRI Padang. Penyerahan tersebut berlangsung pada Jumat (20/2) di Ruang Sidang Rektor Lantai I Gedung Rektorat Universitas Ekasakti.

Dalam kesempatan itu, Fuadi menyampaikan bahwa beasiswa diberikan kepada 25 mahasiswa Unes dengan nominal masing-masing sebesar Rp1.000.000. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban orang tua mahasiswa dalam membiayai pendidikan, khususnya pembayaran uang kuliah.

“Semoga bantuan ini dapat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan studinya dan meringankan beban orang tua. Kami juga berharap program ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat terus berlanjut sehingga kolaborasi antara BRI dan Universitas Ekasakti semakin erat ke depannya,” ujar Fuadi.

Ia menambahkan, BRI tidak hanya mendukung melalui bantuan beasiswa, tetapi juga siap berkontribusi dalam berbagai kegiatan pembelajaran maupun program kampus yang berkaitan dengan dunia perbankan. Dukungan tersebut mencakup kegiatan edukasi keuangan, operasional perbankan, hingga kerja sama strategis lainnya.

Rektor Universitas Ekasakti, Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BRI Padang atas perhatian dan kepeduliannya terhadap mahasiswa Unes. Menurutnya, stimulus berupa beasiswa ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi mahasiswa untuk meningkatkan prestasi akademik.

“Kami sangat berterima kasih kepada BRI Padang atas bantuan beasiswa ini. Semoga ini menjadi penyemangat bagi mahasiswa untuk belajar lebih giat, meningkatkan nilai akademik, dan menjadi kebanggaan bagi orang tua serta Universitas Ekasakti,” ungkap Rektor.

Ia juga berharap momentum pemberian beasiswa yang bertepatan dengan bulan Ramadan dapat menjadi dorongan spiritual dan moral bagi mahasiswa untuk terus berprestasi.

Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penyerahan buku tabungan mahasiswa oleh Rektor Universitas Ekasakti yang didampingi Wakil Rektor III Drs. M. Takdir, M.Si, bersama Pimpinan Cabang BRI Padang. Pada kesempatan yang sama, Fuadi juga menyerahkan secara resmi Program BRI Peduli TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Beasiswa untuk Mahasiswa Unes kepada pihak rektorat.

Melalui program ini, diharapkan hubungan kemitraan antara BRI dan Universitas Ekasakti dapat terus terjalin dan berkembang dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kota Padang.

Editor : Deviana 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, S.Pd., melakukan kunjungan silaturahmi ke Universitas Ekasakti (Unes) pada Rabu, 11 Februari 2026. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Rektor Universitas Ekasakti, Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd., di ruang kerja Rektor lantai 2 Gedung Rektorat Universitas Ekasakti.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unes, Prof. Dr. I Ketut Budaraga, M.Si.; Wakil Rektor I, Dr. Ir. Dewirman Prima Putra, M.Si.; Sekretaris Yayasan Perguruan Tinggi Padang (YPTP); Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL); Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan; Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP); Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM); para Ketua Program Studi di lingkungan FKIP; serta Kepala Tata Usaha FKIP.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Ekasakti memaparkan profil dan perkembangan Universitas Ekasakti beserta Akademi Akuntansi Indonesia (AAI). Disampaikan bahwa saat ini Unes memiliki 7 fakultas dengan 21 program studi jenjang Strata Satu (S1), serta Program Pascasarjana (S2) Ilmu Hukum. Sistem perkuliahan di Unes dilaksanakan melalui dua jalur, yaitu program Reguler dan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan dengan pengakuan atas pengalaman kerja dan pembelajaran sebelumnya.

Rektor juga menyampaikan harapannya agar Anggota DPRD Kota Padang dan pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD yang belum menyelesaikan pendidikan sarjana dapat melanjutkan studi ke jenjang S1 di Universitas Ekasakti. Selain itu, bagi yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik ke jenjang S2, khususnya di bidang Ilmu Hukum, Unes juga membuka kesempatan melalui jalur reguler maupun RPL.

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Rektor beserta jajaran pimpinan Universitas Ekasakti atas sambutan yang diberikan. Ia menyatakan akan mengkomunikasikan dan menginformasikan peluang tersebut kepada Anggota DPRD dan pegawai Sekretariat DPRD Kota Padang.

Lebih lanjut, Ketua DPRD menyampaikan bahwa kemungkinan besar Anggota DPRD dan pegawai Sekretariat akan memilih jalur RPL karena dinilai lebih relevan dengan pengalaman kerja dan bidang tugas mereka. Program studi yang diminati diperkirakan akan mengarah pada Ilmu Pemerintahan, Hukum, dan Ekonomi. Oleh karena itu, Ketua DPRD juga meminta agar Universitas Ekasakti dapat melakukan sosialisasi khusus mengenai program RPL di Kantor DPRD Kota Padang.

Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Ekasakti, Drs. Tarma Sartima, M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa selama ini cukup banyak anggota legislatif yang menempuh pendidikan di FISIPOL, khususnya pada Program Studi Ilmu Pemerintahan. Beberapa di antaranya bahkan saat ini menjabat sebagai kepala daerah dan pimpinan DPRD di berbagai daerah, seperti Bupati Solok Selatan, Ketua DPRD Pasaman, dan Ketua DPRD Solok Selatan.

FISIPOL Universitas Ekasakti, baik melalui program Reguler maupun RPL, menyatakan kesiapan untuk menerima Anggota DPRD maupun pegawai Sekretariat DPRD Kota Padang yang ingin melanjutkan pendidikan. Universitas Ekasakti berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi aparatur pemerintahan dan legislatif di Kota Padang. 

Editor : Deviana 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Universitas Andalas (UNAND) terus memperkuat peran kehumasan sebagai fungsi strategis institusi melalui Workshop Kehumasan bertema “Transformasi Kehumasan UNAND: dari Informasi ke Reputasi”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 7–8 Februari 2026, di Convention Hall Kampus Limau Manis, Padang.

Workshop tersebut diinisiasi oleh Kantor Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik UNAND sebagai langkah meningkatkan kapasitas sumber daya kehumasan sekaligus menyatukan strategi komunikasi di seluruh lini universitas, mulai dari tingkat universitas, fakultas, pascasarjana, rumah sakit, hingga unit kerja.

Sekretaris Universitas UNAND, Dr. Aidinil Zetra, menegaskan bahwa fungsi kehumasan di perguruan tinggi saat ini tidak lagi sekadar menyampaikan informasi. Di tengah era keterbukaan publik, dinamika isu, serta persaingan global, humas dituntut menjadi bagian penting dalam membangun dan menjaga reputasi institusi secara terukur dan berkelanjutan.

“Humas harus menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan strategis. Tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mampu membaca isu, mengelola persepsi publik, serta memastikan komunikasi institusi selaras dengan visi dan tujuan UNAND,” ujar Aidinil dalam pengantarnya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor I UNAND, Prof. Syukri Arief, menilai penguatan humas harus ditempatkan sebagai fungsi manajerial strategis yang bekerja secara terpadu, baik dalam komunikasi internal maupun eksternal.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi institusi, menjadikan media sosial dan electronic public relations (e-PR) sebagai kanal utama sekaligus menghadirkan tantangan baru terkait transparansi, akuntabilitas, dan reputasi.

“Tekanan kompetisi dan tuntutan publik menuntut humas yang profesional, adaptif, dan mampu mengelola komunikasi internal maupun eksternal secara terpadu,” kata Syukri.

Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional di bidang komunikasi strategis. Salah satunya Emilia Bassar, Direktur Komunikasi PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) sekaligus pendiri Center for Public Relations, Outreach, and Communication (CPROCOM).

Dalam paparannya, Emilia menekankan pentingnya perencanaan komunikasi yang berangkat dari tujuan akhir institusi serta disertai indikator pengukuran kinerja yang jelas.

Ia menyoroti perlunya strategi komunikasi yang disusun berdasarkan riset, pemetaan pemangku kepentingan, serta penetapan tujuan komunikasi yang terukur melalui pendekatan SMARTER.

“Humas harus mampu menjawab dampak apa yang ingin dicapai organisasi dan bagaimana komunikasi berkontribusi secara nyata terhadap pencapaian tujuan tersebut,” ujarnya.

Narasumber lainnya, Takhta Pandu Padmanagara, Founder Commpac InboundID Network, membahas pentingnya pengelolaan komunikasi digital, relasi media, serta pemanfaatan konten kreatif dan storytelling untuk meningkatkan keterlibatan publik di ruang digital.

Ia menilai, di era informasi cepat, institusi perlu menyampaikan pesan secara konsisten, relevan, dan menarik, agar kepercayaan publik dapat dibangun secara berkelanjutan.

Workshop ini diikuti oleh pimpinan universitas, para dekan, wakil dekan, direktur, serta pengelola humas, protokol, dan layanan informasi publik di lingkungan UNAND. Melalui kegiatan ini, peserta diajak menyelaraskan tujuan organisasi dengan aktivitas komunikasi, serta memahami bahwa reputasi institusi merupakan aset strategis jangka panjang.

Melalui workshop tersebut, UNAND menegaskan komitmennya untuk memperkuat kehumasan sebagai fungsi manajerial yang profesional, terukur, dan berorientasi pada penguatan reputasi institusi, baik di tingkat nasional maupun global.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag menjadi penceramah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2026 M dengan tema jadikan peringatan Isra’ Mi’raj  ini sebagai momentum memperbaiki kualitas dan kuantitas sholat kita. Acara ini diselenggarakan  di  Masjid Al Mustari Unes-AAI, Jum’at (30/1)..

Kegiatan Isra’ Mi’raj itu dihadiri Rektor Unes Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd., Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Padang (YPTP) Dr. Andi Syahrum Makkuradde, S.E., S.S., M.Si, Wakil Rektor I, para Dekan dan Ketua Prodi serta Tenaga Kependidikan Unes dan AAI,  SMA Ekasakti dan TK Ekasakti. Pada acara itu juga diberikan hadiah bagi jema’ah yang dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Ust. Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag sesuai dengnan materi ceramah yang diberikan. 

Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag mengatakan kuantitas, kualitas dan disiplin akademik, kualitas sholat, kuantitas sholat relevansinya dengan disiplin akademik. Bagi kita umat islam apapun bentuk perintah agama, larangan agama, iven agama semua sistem yang ada dalam agama pada dasarnya inti mesin agama kita, jadi diservis oleh agama itu adalah inti utama manusia yaitu bangunlah jiwanya, bangunlah raganya. Mengapa orang sholat, mengapa ada perintah zakat, mengapa ada perintah bermu’amalah dengan baik, abdu minnallah abdu minannas, semua sistem agama ada lima dalam ibadah, perintah wajib, ada larangan dalam, ada yang anti sipasi, ada sifatnya prevenif, ada sifatnya motivasi dan dorongan. 

Sistem agama itu lima saja kata Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag yaitu kalau ngak wajib, sunat, makhruh, haram dan  halal. Dari lima itu ada lagi garis pembatas ada namanya ibadah, ada namanya mu’amalah, ada namanya abdu minallah dan ada abdu minannas. Abdu minnallah ibadah itu sudah di susun daftarnya dan sudah terukur,   indikatornya tidak usah dicari lagi, termasuk sholat, puasa, zakat, haji, tidak perlu ada penjelasan apapun yang sangat teknis,   yang sangat luas itu mu’amalah  Prof. Harun Nasution tokoh ummat islam di Indonesia beliau mengatakan hanya 2,5% dari ayat ayat Al Qur’an itu yang menjelaskan soal ibadah, 97,5 % urusan untuk dunia, bagaimana mendapatkan kerja, dimana reski mau dicari, apa mesti dilakukan dan sebagainya, akhirat hanya 2,5% untuk beribadah, aqidah, do’a.

Dikatakan inti dari isra’ mi’raj itu adalah shollat, karena isra’ mi’raj itu pristiwa spritual, spiritual yang bisa dipahami oleh orang yang punya spiritual, dan tidak terpahami oleh makhluk selain manusia, manusia yang ada jiwanya, kalau jiwanya mati dia tidak akan paham pula  dengan  spiritual dan jiwa. Sesungguhnya sholat itu ada waktunya, ia adalah kewajiban yang punya waktu. Dalam tema kita kualitas dan kuantitas sholat, kuantitasnya  sholat wajib pada waktunya, sholat tahajud ini waktunya, sholat duha ini waktunya, ada taiming taiming yang sudah diberikan dan rambu rambu sedemikian rupa. Bagaimana memahaminya dan menginternalisasikan baik dalam diri kita bahwa sholat itu bisa membentuk kedisiplinan hidup kita, kalau kita tidak percaya atau masih ragu, tidak ada seorang Profesor itu waktunya tidak terjadwal. Disiplin waktu, disiplin menentukan dimana dan bagaimana cara kita hidup, belajar sama orang sukses, ujar Ust. Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag.    

Selesai ceramah  isra’ mi’raj dilanjutkan dengan pertanyaan kepada para jemaah untuk menjawab pertanyaan berkisar materi yang disampaikan oleh Ust. Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag dipandu oleh Ust. Dr. Slamet Riyadi, M.Ag. Bagi yang dapat menjawab pertanyaan tersebut diberikah hadiah, hadiah tersebut berupa bingkisan sebanyak 5 orang dan berupa uang juga sebanyak 5 orang. Pemenang yang mendapat bingkisan diserahkan oleh Penceramah Isra’ Mi’raj, Rektor Unes, Ketua YPTP, Warek 1, Dekan Fisipol dan penyerahan hadiah berupa amplop diserahkan oleh Prof. Dr. H. Agussalim, S.E., M.S., MCE. Ketua Masjid Al Mustari Unes-AAI.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Universitas Ekasakti kerjasama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Padang dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Sumatera Barat peduli dampak banjir bandang Sumbar. Kamis (11/12) kemarin Rektor Unes Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd terima bantuan untuk Keluarga Unes yang terdampak bencana banjir bandang dan masyarakat Sumatera Barat yang ikut kena bencana banjir tersebut.    

Bantuan itu diserahkan oleh Deputy Branch Manager Business BTN Cabang Padang Arwindia T Putra kepada Rektor Unes senilai Rp. 25 Juta berupa barang yaitu mie instan, minyak goreng, biskuit siap saji instan, sarden kaleng, minuman instan bubuk dan teh. Dari KKSS Sumbar diserahkan oleh Wakil Ketua Dr. Ir. M. Nasir, S.T., M.T., senilai Rp. 55 juta berupa barang yaitu beras, minyak goreng, mie instan, air mineral, selimut, sarung, handuk, tas sekolah, buku tulis. Bantuan ini diserahkan di ruangan sidang Rektor Gedung Rektorat Lt.1 Unes.

Rektor Unes Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd mengucapkan terima kasih kepada BTN Cabang Padang dan KKSS atas kepeduliannya terhadap keluarga Unes yang terdampak bencana banjir bandang khususnya dan juga kepada masyarakat Sumatera Barat yang terdampak bencana tersebut umumnya. Nanti bantuan ini akan didistribusikan kepada yang berhak menerimanya oleh Unes bersama Tim KKSS kelapangan.

Selanjutnya Rektor memperkenalkan satu persatu staf nya mulai dari Wakil Rektor 1 dan  2, para Dekan, Kepala LPPM, Sekretaris Yayasan, para Kepala Unit Kerja, Kepala Badan Pengelola Penerimaan Mahasiswa baru dan KIP-K, Kepala Bapsi, Direktur Akademi Akuntansi Indonesia Padang. 

Dosen dan Tenaga Kependidikan Universitas Ekasakti dan Akademi Akuntansi Indonesia berasal dari berbagai daerah yaitu Bali, Makasar, Jawa, Sunda, Aceh, Medan, Jambi, Sumatera Barat, Buton, Madura, Palembang, Pekan Baru dsbnya. Unes sejak dahulu sudah Bhineka Tunggal Ika bersatu dan Rektor Unes Alm. Prof. Dr. H. Andi Musari Pide, S.H. pencetus berdirinya Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Sumatera Barat di Koordinir Kesbangpol Prov. Sumatera Barat.  Dalam FPK ini terdapat berbagai etnis yaitu etnis Minang, Batak, Aceh, Sunda, Jawa, Bali, Tionghoa, India, Melayu Riau, Nias, dsb.nya.

Deputy Branch Manager Business Bank Tabungan Negara Cabang Padang Arwindia T Putra mengatakan masyarakat yang terkena dampak banjir bandang itu adalah tanggungjawab kita bersama. Kami mengucapkan terima kasih kepada Unes-AAI yang telah memberikan kesempatan kepada BTN Cabang Padang ikut memberikan bantuan kepada warga Unes yang terdampak bencana banjir bandang khususnya, mungkin nilainya tidak terlalu besar tetapi bisa bermanfaat dan meringankan bebannya dan juga masyarakat Sumbar yang ikut terkena musibah bencana banjir tersebut. 

Bantuan ini merupakan salah satu tanggungjawab Badan Usaha Milik Negara, tanggungjawab sosial ini memang ada untuk bencana, kedepan kita bisa juga bekerjasama dalam bentuk beasiswa  dan BTN juga telah memberikan bantuan ke berbagai Universitas di Sumatera Barat dan Pemerintah Daerah.   

Selain itu  Wakil Ketua KKSS Sumatera Barat Dr. Ir. M. Nasir, S.T., M.T., mengatakan, Unes-AAI tidak bisa dipisahkan dengan Keluarga Besar Sulawesi Selatan, bantuan dari Sulawesi Selatan ini dapat disampaikan melalui Unes-AAI kepada warga masyarakat yang terkena musibah bencana banjir bandang baik Warga Unes-AAI maupun masyarakat Sumatera Barat. Dan juga ada bantuan dari Kelompok lain dari Kalimantan Selatan, waktu ada gempa selain Mamuju Sulawesi Barat, kami pernah menerima bantuan dari Sumatera Barat.  Mari kita bersama bergotong royong memberikan bantuan kepada warga dan keluarga kita Unes-AAI yang terkena dampak bencana banjir bandang khususnya dan masyarakat Sumatera Barat yang ikut terkena dampak banjir tersebut. Ketika Sulawesi Selatan mendapat musibah gempa dimana Sumatera Barat ikut membantu dan meringankan beban korban bencana gempa Sulawesi Selatan.

Pendistribusian bantuan ini nanti diminta kepada Unes-AAI bersama Tim KKSS Sumbar untuk menyampaikan bantuan kepada warga masyarakat yang terkena musibah bencana banjir  bandang ini yang berhak menerimanya. Kalau bantuan ini sedikit kita tampung dengan telapak tangan, dan banyak ditampung dengan terpal. Harapannya Unes-AAI ini berkembang seterusnya, dan mencetak sumber daya manusia (SDM).   

Ka. Humas

H. Syarifuddin, S.E., M.Hum.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Rektor Universitas Ekasakti (UNES), Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd, secara resmi melantik sebanyak 1.211 wisudawan dan wisudawati dalam Upacara Wisuda Universitas Ekasakti ke-60 dan Akademi Akuntansi Indonesia (AAI) ke-69 periode November 2025. Kegiatan sakral tersebut digelar Sabtu (1/11/2025) di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP) dengan suasana penuh khidmat dan kebanggaan.

Dari jumlah tersebut, 1.182 orang merupakan lulusan Universitas Ekasakti dari berbagai jenjang pendidikan dan program studi, sedangkan 29 orang lainnya merupakan lulusan Akademi Akuntansi Indonesia (AAI). Dengan demikian, total keseluruhan wisudawan/wisudawati yang dikukuhkan pada periode ini mencapai 1.211 orang.

Dalam sambutannya, Rektor Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd menegaskan bahwa momentum wisuda bukan hanya seremoni akademik, melainkan tonggak sejarah penting dalam perjalanan panjang lembaga pendidikan yang telah berdiri kokoh dan berkontribusi besar terhadap pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

Sejak berdiri pada tahun 1984, Universitas Ekasakti telah meluluskan 21.914 alumni dari berbagai jenjang pendidikan. Sementara itu, Akademi Akuntansi Indonesia (AAI) yang berdiri lebih dahulu pada tahun 1973, telah melahirkan 8.628 lulusan. Secara keseluruhan, kedua lembaga pendidikan ini telah mencetak 30.542 alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang profesi, baik di sektor pemerintahan, swasta, maupun wirausaha di seluruh Indonesia.

Rektor menegaskan, UNES dan AAI berkomitmen tidak hanya mencetak sarjana yang cerdas secara akademik, tetapi juga membekali mahasiswa dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai karakter bangsa. Dengan bekal tersebut, para lulusan diharapkan mampu menjadi pribadi yang berdampak positif serta bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa, sejalan dengan nilai luhur yang ditanamkan oleh para pendiri universitas.

Dalam kesempatan itu, Prof. Sufyarma turut mengenang jasa besar dua pendiri UNES dan AAI, yakni Prof. Dr. H. Andi Mustari Pide, S.H. dan (almh.) Dr. Hj. Erawati Toelis, M.M.. Keduanya merupakan tokoh pendidikan yang telah mendedikasikan hidupnya untuk membangun dunia pendidikan tinggi di Sumatera Barat. “Keduanya telah menanamkan fondasi kuat bagi lahirnya generasi intelektual berkarakter yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor mengingatkan para lulusan agar tidak cepat berpuas diri, mengingat tantangan dunia kerja semakin kompleks akibat disrupsi teknologi digital dan transformasi global yang pesat. Mengutip laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF), Prof. Sufyarma menyebutkan bahwa perluasan akses digital akan menjadi tren paling transformatif dalam dunia kerja modern.

"Bahkan, sekitar 60 persen perusahaan global menilai bahwa digitalisasi dan teknologi akan menjadi penggerak utama perubahan bisnis pada tahun 2030. Pekerjaan yang kita kenal hari ini akan banyak berubah, dan diperkirakan 39 persen keterampilan yang dimiliki sekarang akan menjadi usang atau perlu ditingkatkan,” tegasnya.

Untuk itu, Prof. Sufyarma menekankan pentingnya lifelong learning atau pembelajaran sepanjang hayat sebagai kunci keberhasilan di era globalisasi. Para lulusan UNES-AAI diharapkan terus mengasah kemampuan, beradaptasi terhadap perubahan, berinovasi, serta memperkuat kompetensi diri agar tetap relevan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Di akhir sambutannya, Rektor menyampaikan harapan besar agar Universitas Ekasakti dan AAI Padang terus berkembang menjadi pusat pendidikan unggul, berdaya saing, dan berkarakter kuat. Ia menekankan bahwa makna sejati kesuksesan tidak hanya diukur dari seberapa cepat seseorang mencapai tujuan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.

"Kesuksesan tidak diukur dari kecepatan kita tiba di tujuan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang kita berikan ketika sampai. Maka teruslah melangkah, jangan menyerah, dan berhentilah hanya ketika tujuan kebaikan tercapai,” pesan Prof. Sufyarma yang disambut tepuk tangan meriah dari para wisudawan dan tamu undangan.

Wisuda ke-60 Universitas Ekasakti dan ke-69 Akademi Akuntansi Indonesia tahun ini menjadi bukti nyata komitmen kedua lembaga dalam melahirkan insan pembelajar yang kritis, kreatif, inovatif, dan kolaboratif.

Dengan semangat “Berdampak dan Memberi Nilai Tambah bagi Masyarakat”, UNES-AAI bertekad untuk terus mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan dedikasi tinggi terhadap kemaslahatan bangsa, menjadi agen perubahan menuju Indonesia yang lebih baik.(RN)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Pimpinan Cabang Utama Bank Nagari Hardi Putra, Pimpinan Group Pemasaran Anes Sanada dan Marketing Retno Wulansari datang ke Universitas Ekasakti bersilaturrahmi dengan Rektor Universitas Ekasakti Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd, Rabu (17/9) di ruang kerja Rektor Lt.2 Gedung Rektorat Universitas tersebut. 

Ke tiga pejabat Bank Nagari itu di terima oleh Rektor Unes bersama Wakil Rektor 1, II dan III, Direktur AAI serta Bendahara Yayasan Perguruan Tinggi Padang (YPTP). Kedatangan pejabat Bank Nagari tersebut dalam rangka melaksanakan kerjasama dengan Unes-AAI. 

Bendahara YPTP Drs. Suparman Ibrahim atas nama Ketua Yayasan mengucapkan selamat datang dan menyampaikan maaf Ketua tidak bisa hadir disini, karena beliau bersama Pak Menteri Pertanian ke Bengkulu. Juga dikatakan bahwa Universitas Ekasakti baru pertama kali melakukan kerjsama dengan Bank Nagari, sebelumnya memang ada dengan Bank Nagari Syari’ah tapi tidak dalam bentuk kerjasama, hanya membuka rekening saja.

Pertemuan antara Unes dan Yayasan dengan Bank Nagari ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama Unes, Yayasan dengan penandatangan MoU, dan Jum’at (19/9) Bank Nagari akan memberikan sosialisasi. Mudah mudahan dengan pendekatan ini akan lebih erat lagi hubungan antara Unes dengan Bank Nagari. Saling sering antara Unes dengan Bank Nagari dan sebaliknya, ini terujud kepada mahasiswa. 

Kepala Cabang Utama Bank Nagari Hardi Putra mengatakan MoU itu ibaratnya kita saling melirik, ada kesesuaian, yang kita lirik itu tindaklanjutnya sudah jelas. Dalam MoU yang disampaikan itu adalah pada prinsipnya semua bank itu sama, menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan untuk pembiayaan dan kredit untuk masyarakat juga, pada prinsipnya sama. Dikatakan ada spesifik dari  Bank Nagari dulunya Bank Pembagunan Daerah (BPD) tumbuh dari masyarakat melalui pemegang sahamnya Pemerintah Daerah, Kabupaten, Kota dan Provinsi, 98,2 persen itu sahamnya Pemda Pemprov, Pemkab dan Pemko, 2 persen itu dari Koperasi Karyawan Bank Nagari. Diungkapkan laba Bank Nagari kemarin Rp. 536 Milyar, 70 persennya harus menjadi deviden. Jadi labanya itu harus dikembalikan kepada pemegang saham, pemegang saham dibagi sesuai dengan porsinya. Jadi ketika masuk ke Pemda Kabupaten, Kota dan Provinsi menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). PAD menjadi sumber pembangunan, ada satu Kabupaten dan Kota  deviden Bank Nagari lebih besar di terima dari PAD nya. 

Bank Nagari beda dengan Bank lain, Bank Konvensional, mereka tetap menghimpun dana dan segala macamnya, tetapi keungtungan mereka tidak pernah masuk ke PAD daerah, tetapi  masuk Ke APBN.  Mereka bisa memberikan bantuan sosial seperti Ambulance, memberikan mobil ke Sekolah, Kampus, membuat Gerbang. Tetapi tidak akan pernah menyetuh membangun Rumah Sekolah, Puskesmas. Bank Nagari hadir dari masyarakat, dan dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. 

Rektor Unes Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd mengharapkan kepada pihak Bank Nagari bisa memberikan bantuan sosial seperti Baznas, Unes memperoleh bantuan beasiswa dari Baznas Provinsi Sumatera Baat setiap semesternya sebesar Rp. 50 juta untuk 25 orang mahasiswa tidak mampu, masing masing memperoleh Rp. 2 juta. 

Rektor memberikan kesempatan kepada pihak Bank Nagari untuk melakukan sosialisasi kepada Mahasiswa Baru Universitas Ekasakti dan Akademi Akuntansi Indonesia pada hari Jum’at tanggal 19 September 2025 di Auditorium Unes. Kemudian pada kesempatan tersebut Direktur AAI minta kepada pihak Bank Nagari agar mahasiswa AAI bisa magang di Bank Nagari, insya Allah pihak Bank Nagari meresponnya.

Ka Humas H. Syarifuddin, S.E.,M.Hum.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Rektor Universitas Ekasakti Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd jadi inspektur upacara bendera Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 di halaman Rektorat Universitas tersebut. Minggu (17/8) dengan Komandan Upacara Yones Eka Waruwu, S.H. mahasiswa Program Pascasarjana Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Ekasakti.

Upacara bendara HUT RI ke 80 ini, diikuti Ketua Yayasan Perguuan Tinggi Padang Dr. Andi Syahrum Makkuradde, S.S., S.E., M.Si, Sekretaris dan Bendahara YPTP.  Ketua, Sekretaris dan Anggota Senat Unes, para Warek, para Dekan, Wakil Dekan, para Dosen dan tenaga Kependidikan Unes, Pimpinan dan para Dosen dan tenaga Kependidikan AAI, Kepala dan Guru SMA Ekasakti dan TK Ekasakti, serta para Mahasiswa Unes dan AAI.    

Rektor Unes dalam pidatonya menyampaikan, 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia bukan lah perjalanan yang mudah, namun berkat semangat juang para pahlawan dan tekad seluruh rakyat, kita bisa berdiri kokoh hingga hari ini. Sebagai seorang yang telah mengabdi  dalam dunia pendidikan selama puluhan tahun, saya menyaksikan bagaimana pendidikan menjadi kunci transpormasi kemajuan bangsa.

Pada HUT Kemerdekaan RI ke-80, tahun ini mengusung tema “ Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” bukan sekadar slogan, tetapi cerminan tiga pilar fundamental pembangunan negara. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menetapkan visi Indonesia Emas 2045 melalui program Asta Cita. Ini bukan hanya program pemerintah, tetapi panggilan bagi setiap anak bangsa untuk berkontribusi.   

Dikatakan, disinilah peran strategis Universitas Ekasakti sebagai Institusi pendidikan, kita tidak hanya mencetak lulusan, tetapi membentuk agen perubahan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, integritas dan kepedulian sosial tinggi. Kepada seluruh civitas akademika, jadilah kita yang haus ilmu, konstruktif, kritis dan inovatif. Di Era digital ini, kemampuan adaptasi adalah kunci, kita dihadapkan pada peluang besar melalui Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) online learning. Ini adalah cara cerdas untuk memperluas wawasan tidak terbatas hanya di Kampus Unes, mengubah tantangan geografis yang jauh dari Kampus menjadi peluang tanpa batas dalam meningkatkan kualitas diri.     

Kualitas diri saudara hari ini mencerminkan kualitas bangsa di masa depan, jembatani ilmu pengetahuan dan teknologi yang di pelajari di ruang kelas dengan kebutuhan nyata di masyarakat seperti KKN dan PKL adalah panggung utama untuk berkontribusi dalam memberdayakan masyarakat desa, meningkatkan literasi dan membantu mengembangkan potansi lokal dengan ilmu yang saudara miliki selama minimba ilmu di Kampus. Jadilah pelopor penjaga budaya lokal agar tidak tergerus oleh zaman. Ubah mendset bahwa bahwa ijazah bukan sekadar tiket melamar kerja tetapi lisensi untuk berkarya dan membuka peluang bagi orang yang berkompetensi. 

Selanjutnya dikatakan, kita harus menanamkan semangat “Dikti Saintek  Berdampak” inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mempercepat kemajuan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Berdampak berarti Akademisi berdampak, Mahasiswa Berdampak dan Alumni berdampak. Melalui penelitian dan pengembangan yang berbasis sains dan teknologi, kita dapat menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai permasalahan bangsa, dari bidang kesehatan, pertanian, energi, hingga teknologi informasi. 

Upacara Bendera HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 terlaksana dengan tertib, lancar dan terkendali, serta khitmad, kemudian dilanjutkan dengan lomba hari kemerdekaan seperti Balap Karung, Pacu kelereng, Makan kerupuk, Joget balon berpasangan dan tarik tambang. Diikuti oleh masing-masing Fakultas dan Unit Kerja dilingkungan Unes, AAI dan SMA Ekasakti serta TK Ekasakti. Kegiatan upaca bendera HUT Kemerdekaan RI ke-80 ini dikoordinir Fakultas Hukum Universitas Ekasakti.   

Pada hari penuh makna ini, kita juga mengenang jasa para pahlawan bangsa terutama Bung Karno dan Bung Hatta yang telah memproklamisikan kemerdekaan Indonesia. Semangat juang mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mencerdaskan kehidupan bangsa harus terus menginspirasi kita semua dalam mengisi kemerdekaan ini dengan karya nyata. 

Indonsia maju bukan hanya sebuah cita-cita, melainkan sebuah keharusan yang harus kita perjuangkan bersama. Melalui inovasi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat , Universitas kita berkomitmen menjadi bagian dari kekuatan pendorong kemajuan Indonesia. Mari kita tingkatkan rasa nasionalisme, semangat gotong royong dan komitmen kita dalam membangun bangsa yang lebih baik. Semoga peringatan HUT RI ke-80 ini menjadi momentum untuk meningkatkan semangat kebangsaan dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus memperkuat peran ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai motor penggerak Indonesia maju.

Ka Humas 
H. Syarifuddin, S.E., M.Hum







REALITANUSANTARA.COM

Sijunjung - Tim Pengabdian Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan pelatihan bertajuk “Peningkatan Kemampuan Guru: Merancang Inovasi Bahan Ajar IPA Terintegrasi Virtual Scanning Electron Microscope (SEM) Berbasis STEM” di SMPN 38 Sijunjung, Jumat (1/8/2025). 

Kegiatan yang diikuti oleh Bapak dan Ibu guru anggota MGMP IPA Mentari Gugus 1 Kabupaten Sijunjung ini difokuskan pada pengembangan dan inovasi pembelajaran melalui integrasi teknologi yang relevan, guna menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan adaptif terhadap tuntutan zaman. Pemanfaatan Virtual SEM berbasis pendekatan STEM sebagai bahan ajar yang praktis, mudah diakses, dan dapat diterapkan oleh guru di kelas. 

“Program ini merupakan respons terhadap keresahan di lingkungan sekolah terkait pentingnya menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis teknologi bagi peserta didik. Dalam konteks saat ini, pembelajaran berbasis teknologi bukan hanya menjadi suatu pilihan, tetapi suatu kebutuhan untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan di dunia yang semakin terdigitalisasi,” ungkap Intan Lestari Mulyaning Tyas, S.Pd., M.Pd. selaku ketua tim pengabdian melalui keterangan tertulis yang diterima Humas UNP, Senin (4//8/2025).

Selain itu, lanjut Departemen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, FMIPA itu,  kegiatan ini juga berkontribusi dalam peningkatan kapasitas pedagogi guru, khususnya dalam merancang pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan pendekatan STEM dan pemanfaatan teknologi digital, sehingga mampu mendorong literasi sains serta meningkatkan minat dan motivasi belajar peserta didik, sehingga menghadirkan pendidikan yang berkualitas.

Acara secara resmi dibuka oleh Kepala SMPN 38 Sijunjung, sekaligus selaku penanggung jawab MGMP IPA Mentari Gugus 1 Kabupaten Sijunjung, Eni Alfita, S.Pd. Adapun Ketua MGMP IPA Mentari Gugus 1 Kabupaten Sijunjung, Zurhidayati, M.Pd. menyambut kegiatan ini secara positif karena mampu menjembatani peningkatan kemampuan guru secara pedagogi.

Tim pelaksana kegiatan ini terdiri dari Intan Lestari Mulyaning Tyas, S.Pd., M.Pd. selaku ketua tim pengabdian, dari Departemen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, FMIPA, beranggotakan Gita Rahmi, S.Pd., M.Pd. dari Departemen Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP, dan Ade Sazaliana, M.Pd. dari Departemen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, FMIPA. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan dosen, tetapi juga mahasiswa, sebagai bentuk penguatan kontribusi generasi muda dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Empat mahasiswa dari Departemen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, FMIPA, yang turut terlibat dalam keterlaksanaan kegiatan ini, yaitu: Rio Sumatri, Amelia Frizona Putri, M. Rafis Pratama, dan Anggi Amelia. (ILMT/ Utr/ Humas UNP)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Sebanyak 604 Calon Mahasiswa Universitas Ekasakti dan Akademi Akuntansi Indonesia (UNES-AAI) Padang mengikuti wawancara calon mahasiswa penerima beasiswa Kertu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan penerima beasiswa Yayasan serta beasiswa yang lainnya tahun akademi 2025-2026. Senin (4/8) dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Padang (YPTP)  Dr. Andi Syahrum Makkuradde, S.S., S.E., M.Si melalui Zoom.

Ketua YPTP mengucapkan terima kasih dan selamat kepada peserta wawancara yang telah memilih UNES-AAI, karena saya yakin dan percaya bahwa masa depannya akan lebih terjamin karena Akreditasinya Baik Sekali, dan juga di dukung oleh sarana dan prasarana yang sangat memadai, serta  kerjasama dengan berbagai pihak seperti dengan Kapolda Sumbar, Kajati Sumbar, Danrem 032/Wirabraja, Gubernur Sumbar dan Bupati/Walikota se Sumatera Barat, Bank Pemerintah maupun Bank Swasta. Maka tidak salah calon peserta beasiswa KIP-K, Beasiswa Yayasan dan Beasiswa lainnya memilih Unes dan AAI.

YPTP siap memberikan beasiswa, nanti mekanismenya akan diatur setelah ada pengumuman dari pemerintah berapa jumlah beasiswa KIP-K yang diberikan kepada Unes dan AAI, sisanya nanti YPTP akan memberikan beasiswa, yang penting betul betul serius kuliah, untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Selain itu ada juga beasiswa dari Baznas Sumbar dan Baznas Kota serta Anggota DPRD. Kepada Ketua PMB diharapkan melengkapi data-datanya nanti tidak dilakukan lagi wawancara, cukup berdasarkan rankingnya.

Rekor Unes Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd mengatakan wawancara calon mahasiswa penerima beasiswa KIP K ini akan dilaksanakan pada Program Studi masing-masing. Unes memiliki 20 Program Studi S1 dan 1 Diploma III Prodi Manajemen Informatika Komputer (MIK) dan Akademi Akuntansi Indonesia (AAI). Fakultas Ilmu Hukum (Bagian Hukum Pidana, Bagian Hukum Perdata, Bagian Hukum Tata Negara).  Fukultas Ekonomi ; Prodi Manajemen, Prodi Akuntansi dan Program Diploma III (MIK). Fakultas Pertanian ; Prodi Agroteknologi, Prodi Agribisnis dan Prodi Teknologi Hasil Pertanian. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik  : Prodi Ilmu Pemerintahan, Prodi Administrasi Negara, Prodi Komunikasi. Fakultas Teknik & Perencanaan; Prodi Teknik Sipil, Prodi Teknik Mesin, Prodi Arsitektur, Prodi Teknik Elektro dan Prodi Teknik Industri. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan; Prodi Pendidikan Ekonomi, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Prodi Pendidikan Matematika.  Fakultas Sastra; Prodi Sastra Inggris. Program Pascasarjana (S2) Ilmu Hukum (Konsentrasi Hukum Tata Negara, Hukum Pidana, Hukum Bisnis). 

Dikatakan, sudah menjadi ketentuan pada pemerintahan kita Dirjen Pendidikan Tinggi ada dua komponen yang dapat di terima, pertama adalah uang kuliah (UKT) langsung ke Yayasan masing masing, kedua living kos diterima masing-masing, memperoleh sebesar Rp. 950.000,- per bulan, untuk program S1 maksimal 8 Semester, dan Diploma III maksimal 6 semester, lebih dari pada itu dibayar sendiri. 

Rektor mengharapkan agar sungguh-sungguh melaksanakan proses akademik di Universitas Ekasakti, sedangkan kegiatan kegiatan yang lain kegiatan akademik dan kegiatan ekstra kurikuler supaya diikuti dengan sebaik baiknya. Juga disampaikan oleh Rektor bahwa seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia belum ditetapkan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi tentang jatah masing masing Perguruan Tinggi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ditetapkan, bagi yang kurang beruntung Yayasan juga akan meberikan beasiswa sesuai dengan kemampuan Yayasan. Ikutilah wawancara ini dengan sebaik baiknya.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy secara resmi melepas 1.079 orang mahasiswa KKN PPM Unes tahun 2025 di Auditorium Universitas Ekasakti, Senin (28/7). Acara ini di tandai dengan pemasang jaket oleh Wagub Sumbar kepada perwakilan mahasiswa KKN, di saksikan Rektor Unes Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Prov. Sumatera Barat, Sekretaris Yayasan, Wakil Rektor I, II dan III dan Ketua Panitia KKN PPM Unes Tahun 2025, para Korwil dan DPL.

Mahasiswa KKN PPM Unes tahun 2025 ini sebelum  turun kelapangan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat selama 40 hari, mereka diberikan pembekalan selama 2 hari  dengan materi diantaranya peran mahasiswa dalam peningkatan ketertiban masyarakat bekerjasama dengan polri. Peranan Perguruan Tinggi dalam kegiatan pembelajaran pemberdayaan masyarakat nagari. Paradigma KKN pada Era Transformasi Pendidikan Tinggi.  

Vasco Ruseimy dalam sambutannya mengatakan KKN adalah sinergisitas merupakan program Kampus yang memang peranan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat betul betul berdampak kepada masyarakat, mahasiswa yang akan melakukan KKN ini adalah tempat bagaimana bisa mentransfer ilmunya selama diperoleh dibangku kuliah kepada masyarakat, dan mahasiswa wajib sekali menggali potensi desa, bertanggungjawab kepada masyarakat lebih memahami manfaat dari pendidikan.

Dikatakan banyak sekali potensi potensi lokal di Sumatera Barat belum termanfaatkan, hasil poternsi desa / nagari itu belum diolah dan dikembangkan pemasarannya, ada 1300 nagari di Sumbar setiap nagari berbeda beda potensinya diantaranya di Kabupaten Pesisir Selatan terkenal dengan randang lokan, di Payakumbuh terkenal dengan rendang, krepik di Bukittinggi, di nagari pergunungan dan perbukitan lain lagi potensinya, perlu adanya masyarakat Sumatera Barat ini diberikan pelatihan dan keterampilan, banyak potensi yang tidak termanfaatkan seperti tempurung selama ini dibuang begitu saja, pada hal ini mempunyai nilai jual. Bagaimana kita bisa membantu masyarakat untuk memasarkan produk lokal itu secara online.

Diharapkan kepada mahasiswa KKN PPM Unes tahun 2025 ini betul betul memberikan dampak yang positif bagi masyarakat nagari, selama ini mahasiswa yang akan melakukan KKN sudah banyak mengecap ilmu pendidikan di bangku perkuliahan, ini yang akan diberikan nanti kepada masyarakat nagari., kemudian mendorong mendigitalisasikan produk lokal di Sumatera Barat.     

Rektor Unes Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd mengucapkan terima kasih kepada Wakil Gubernur Sumatera Barat dapat meluangkan waktunya untuk bertemu dengan para mahasiswa KKN PPM Unes tahun 2025, karena ada pula acara Seminar Koperasi Merah Putih yang dilaksanakan oleh Dekopin. Namun beliau tetap menyediakan waktunya untuk bertemu dan melihat mahasiswa Unes yang akan melakukan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus melepas keberangkatan mahasiswa tersebut ke lokasi KKN.

Dikatakan, Mahasiswa Unes yang akan melakukan KKN PPM tahun 2025 sebanyak 1.079 orang, ada 400 orang mahasiswa bertugas di daerah Kabupaten / Kota se Sumatera Barat mereka minta izin untuk tidak hadir pada waktu pelepasan ini. Dalam pelaksanaan KKN ini ada 12 orang Koordinator Wilayah (korwil), dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sebanyak  39 orang betul betul membimbing di tingkat nagari, beliau lah mengontrol dan mengawasi kegiatan di lapangan, membimbing program kerja sesuai dengan potensi yang ada di nagari tersebut, juga kepada mereka diharapkan membangun komunikasi yang efektif dengan pendekatan persuasif terhadap walinagari, ninik mamak, alim ulama, cerdik pandai suluh bendang dalam nagari.     

Rektor menegaskan pentingnya menjaga nama baik Universitas Ekasakti selama ber KKN, apa pun yang dilakukan baik ataupun buruk mencerminkan almamater kita, jaga prilaku  dan saling mengingatkan sesama kita. Diingatkan juga jaga kesehatan, keselamatan dan waspada  terhadap hal hal yang menganggu kegiatan selama berlangsung.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Dalam langkah konkret membentuk masyarakat pesisir yang tangguh terhadap ancaman bencana alam, Universitas Negeri Padang (UNP) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan pembekalan khusus bagi 280 mahasiswa KKN Tematik “Tsunami Ready Community” yang akan diterjunkan ke 10 desa di Kepulauan Mentawai, wilayah yang dikenal sebagai salah satu zona paling rawan gempa dan tsunami di Indonesia.

Pembekalan ini berlangsung pada Senin sore, 16 Juni 2025, bertempat di Ruang Sidang Senat Lantai 4 Gedung Rektorat UNP, dan dihadiri oleh 10 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta narasumber dari berbagai institusi mitra pengurangan risiko bencana.

Para mahasiswa KKN mendapatkan materi komprehensif yang disampaikan langsung oleh tokoh-tokoh kunci, yaitu: Dr. Suaidi Ahadi, M.T. – Kepala Stasiun BMKG SG Kelas I Padang Panjang, Dr. Yasdinul Huda, M.T. – Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan KKN UNP, M. Hafrison, M.Pd. – Ketua Tim Koordinator KKN Tematik “Tsunami Ready Community” Pusat KKN UNP, Prof. Dr. Pakhrur Razi, Ph.D. – Pakar kebencanaan dari FMIPA UNP.

Program ini mengacu pada standar internasional UNESCO-IOC Tsunami Ready Community, yang menetapkan 12 indikator kesiapsiagaan mulai dari pemetaan bahaya tsunami, sistem evakuasi dan informasi publik, hingga kemampuan menerima dan menyebarluaskan peringatan dini 24/7. Para mahasiswa dibekali untuk menjadi agen perubahan dalam memfasilitasi masyarakat Mentawai memenuhi indikator tersebut secara bertahap.

“Kesiapsiagaan tidak bisa dibangun dalam satu malam. Diperlukan transfer ilmu yang strategis, keterlibatan komunitas secara aktif, dan pendampingan berkelanjutan. Di sinilah peran mahasiswa menjadi vital,” ujar Dr. Suaidi Ahadi dari BMKG.

Pembekalan ini menekankan pentingnya literasi risiko bencana berbasis komunitas, penguatan struktur organisasi Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta simulasi penanganan darurat berbasis skenario megathrust Mentawai. Materi juga mencakup penggunaan peta bahaya tsunami, peta evakuasi, serta pemahaman tentang sistem peringatan dini berbasis teknologi dan kearifan lokal.

Mewakili LPPM UNP dalam sambutannya, Yasdinul Huda, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor—antara UNP, BMKG, dan BPBD Provinsi Sumatera Barat—merupakan kunci keberhasilan membangun komunitas siaga tsunami.

“KKN Tematik ini adalah model integrasi tridarma perguruan tinggi dengan agenda kemanusiaan global. Mahasiswa tidak hanya belajar, tapi berkontribusi nyata pada keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, M. Hafrison menyampaikan bahwa KKN Tematik TRC tidak sekadar program sesaat, tetapi bagian dari proses panjang dalam membangun resiliensi sosial-ekologis masyarakat pesisir. Ia juga menyebutkan bahwa desa-desa target di Mentawai telah dipilih berdasarkan peta risiko terbaru dan kesiapan pemerintah nagari setempat untuk bertransformasi menjadi komunitas "Tsunami Ready".

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari koordinasi intensif UNP–BMKG dengan Wali Kota Pariaman dan jajaran BPBD Sumbar, serta bagian dari implementasi Nota Kesepahaman bersama BMKG sejak September 2023. KKN Tematik “Tsunami Ready Community” di Mentawai diharapkan menjadi best practice nasional dalam pengarusutamaan edukasi kebencanaan di wilayah rawan, sekaligus kontribusi aktif terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). (KKN UNP)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Pengacara harus siap tempur dengan siapapun pembela keadilan untuk kepentingan masyarakat, hal ini dikatakan Wakil Ketua Peradi Pusat Hasanuddin Nasution, S.H., M.H., ketika membuka Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan VI di Ruang Sidang Rektor Lt.1 Gedung Rektorat Universitas Ekasakti, Sabtu (14/6)

Kegiatan Pendidikan Khusus Profesi Advokat ini terlaksana atas kerjasama DPC Peradi SAI Padang dengan Fakultas Hukum Universitas Ekasakti, diikuti 17 orang peserta Calon Advokat mulai tanggal 14 Juni s/d 29 Juni 2025.  Pada acara PKPA itu Rektor Unes Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd diwakili Wakil Rektor II Dr. Susi Delmiati, S.H., M.H., dan Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Padang (YPTP) Dr. Andi Syahrum Makkuradde, S.S, S.E. M.Si ikut memberikan kata Sambutan.

Wakil Ketua Peradi Pusat Hasanuddin Nasution, S.H., M.H., mengatakan saat ini hukum Indonesia dengan praktik tidak sesuai lagi, sudah sangat buruk, saya tidak tahu katanya, apakah setelah gaji hakim ini naik nanti hampir 30 persen saya tidak tahu apakah makin baik atau malah makin buruk juga. Ini merupakan bagian penting dari tugas tugas advokat. Berdasarkan Undang Undang Advokat disebutkan  juga setara dengan penegak hukum yang lain.

Diharapkannya kepada yang akan menjadi advokat ini belajarlah lebih hebat dan lebih sungguh-sungguh, sehingga di kemudian hari bisa menghadapi persoalan-persoalan umum se Indonesia. Apakah masih berada kepentingan politik keputusan hakim, itu semuanya berbeda-beda . Kemudian Ketua Umum Peradi itu berharap kepada Fakultas Hukum Unes terutama kepada Dosen Pengajar agar melengkapi dan memperkuat pembelajaran hukum acara itu di tingkat Fakultas Hukum. Sehingga alumni-alumni itu nanti begitu mau  menjadi hakim atau advokat, jaksa hukum acara itu sudah memadai bahkan sudah cukup kuat,  karena advokat itu adalah membela masyarakat.

Tidak ada tugas lain, advokat membela masyarakat, oleh karena itu baik secara teori  maupun praktik nanti anda harus kuat, harus sangat pintar, kalau hakim membaca 5 buku anda harus 10 buku, tugas anda itu seluruhnya adalah menyampaikan pembelaan menurut hukum bukan menurut alai.

Kepada Fakultas Hukum Unes nanti,  persiapan dan kelengkapan seperti ini sudah menjadi bagian kepentingan Fakultas Hukum, diharapkannya  juga agar orang berfikir kalau mau menjadi advokat kuliahnya di Fakultas Hukum Unes. Karena dilengkapi dan sangat memadai apa yang menjadi tugas seorang dosen berkaitan dengan  acara, acara hukum pidana, hukum perdata, hkum tata Negara dan sebagainya.   

Kepada calon advokat Ketua Umum Peradi itu berharap lengkapi persiapan baik secara akademik maupun secara teori apapun yang ada berkaitan dengan pelaksanaan hukum hukum di Indonesia, terutama hukum acara jangan sampai nanti akan  tidak salah di Pengadilan, karena hukum acara adat tidak memenuhi, kalau ada masalah seperti ini  advokat jangan diam saja.  Advokat harus siap bertempur dengan siapapun membela keadilan untuk kepentingan masyarakat.

Wakil Rektor II Susi Delmiati, S.H., M.H., mengatakan Pendidikan  Khusus Provesi Advokat yang dilaksanakan sekarang ini adalah langkah awal, tanpa PKPA nantinya tidak bisa memperoleh  Kartu Advokat. Profesi advokat ini adalah berupa sebuah profesi yang tidak hanya menjunjung tinggi ilmu hukum tetapi juga mengemban amanah moral untuk menegakan keadilan dan hak azazi manusia.

Pendidikan Khusus Profesi Advokat merupakan bagian penting dalam proses pembentukan hak advokat yang profesional, integritas dan memiliki kopetensi yang memadai. Pendidikan ini akan membekali dengan pemahaman teoritis tentang hukum, tetapi juga kemampuan  pratik. Profesi Advokat adalah salah satu profesi harus melakukan setiap langkah sebagai salah satu penegak hukum yang bertanggungjawab.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Padang Dr. Andi Syahrum Makkuradde, S.S., S.E., M.Si mengatakan bahwa Unes berawal dari Akademi Akuntansi Indonesia (AAI) yang berdiri tahun l973. Alhamdulillah Unes dan AAI sekarang sudah terakreditasi Baik Sekali, sekali lagi menjadi Unggul. Setelah unggul nanti kita baru bisa membuka Program S3 Ilmu Hukum, bagi peserta PKPA yang belum S2 silakan masuk ke S2, dan sudah S2  bersabar menunggu menjelang dibukanya S3 yang jelas Alhamdulillah bahwa Unes dalam 2 tahun  terakhir ini kita terbesar jumlah mahasiswanya, terutama di Fakultas Hukum di Sumatera Barat ini. Karena keterbatasan Dosen, sekarang kita mencari Dosen Doktor Hukum,  untuk menambah jumlah penerimaan mahasiswa baru Pasca Ilmu Hukum (S2). Kalau ada anggota peradi yang berminat untuk  mendaftar menjadi dosen di Unes kita lengkap. Tahun ini kita akan menerima 2 atau 3 orang Doktor Hukum, maka dibatasi hanya menerima mahasiswa baru S2 Ilmu Hukum sebanyak 69 orang, tapi kalau ada penambahan dosen, tahun kemarin semester awal ganjil 65 orang dan genap 40 orang. Salah satu diantaranya Kapolda Sumbar sudah selesai dan sekarang ada 4 orang Kapolres di Sumbar sedang menyusun proposal.     

Ka Humas

H. Syarifuddin, S.e., M.Hum

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Sebanyak 6 orang Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ekasakti melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Nagari Kudu Gantiang Kec. V Koto Timur Kab. Padang Pariaman.  Dosen ini dipimpin oleh Dekan Fisipol Unes diwakili Kepala Gugus Penjamin Mutu Puryanto, S.A.P., M.A.P. Selasa (27/5).

Wali Nagari Kudu Gantiang, Kec. V Koto Timur Kab. Padang Pariaman Jhoni Bahrul Fuadi dengan senang hati menerima kunjungan Dosen Fisipol Unes yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan 30 orang pelaku UMKM yang ada di Kec. V Koto Timur Kab. Padang Pariaman.

Dosen Fisipol Unes dalam pengabdian kepada masyarakat ini mengangkat thema “Kebijakan Wali Nagari dalam Pembinaan dan Peningkatan UMKM di Nagari Kudu Gantiang Kec. V Koto Timur Kab. Padang Pariaman dalam menghadapi Era Digitalisasi”. Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fisipol Unes diwakili Kepala Gugus Penjamin Mutu Fisipol Puryanto, S.A.P. M.A.P.

Kepala Gugus Penjamin Mutu Fisipol Unes Puryanto, S.A.P., M.A.P. memperkenalkan satu per satu Dosen yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Nagari Kudu Gantiang Kec. V Koto Timur Kab. Padang Pariaman, Riswanto Bachtiar S.A.P., M.A.P Dosen Ilmu Administrasi Negara (IAN) sebagai Narasumber, Nur Saadah Khudri, S.Hum., M.A. Dosen IAN juga sebagai Narasumber, Fani Ratny Pasaribu S.AP, M.AP. Dosen IAN adalah MC, Moderator Yumi Ariyati, S.Sos, M.I.Kom Dosen Ilmu Komunikasi, Onzu Krisno, S.H., M.Si dan Musri, S.Sos, M.A.P. Dosen IAN.    

Tri Dharma Peguruan Tinggi merupakan 3 pilar utama yang menjadi dasar pelaksanaan tugas dan tanggungjawab seluruh sivitas akademika, yaitu Pendidikan dan Pengajaran adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui proses transfer ilmu, nilai dan keterampilan kepada mahasiswa sebagai generasi penerus. Kedua Penelitian dan Pengembangan, yang bertujuan untuk menghasilkan pengetahuan baru, menjawab permasalahan sosial, ekonomi  dan budaya  melalui pendekatan ilmiah yang berbasis data. Ketiga Pengabdian kepada Masyarakat sebagai bentuk aktualisasi langsung dari hasil pendidikan dan penelitian agar dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat kepada masyarakat luas.  Kegiatan yang dilaksanakan sekarang ini adalah dharma ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian akademisi terhadap permasalahan riil yang dihadapi masyarakat, khususnya di Nagari.

Dikatakan kegiatan ini bertujuan untuk menggali, menganalisis dan memberikan masukan akademik terhadap kebijakan yang telah dan sedang dijalankan oleh Pemerintah Nagari dalam membina serta memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Kami yakin bahwa UMKM memiliki peran vital dalam mendukung perekonomian daerah dan nasional. 0leh karena itu perhatian terhadap pembinaan, permodalan, pelatihan dan regulasi yang berpihak kepada UMKM sangatlah penting.

Dalam kegiatan itu Narasumber (Pemateri) menyampaikan bagaimana kiat menjadi pengusaha yang sukses di era digital, cara menggunakan media platform digital seperti facebook dan tiktok untuk berjualan dan cara menggunakan modal usaha sebaik mungkin, sehingga dapat meningkatkan penjualan.   

Disisi lain, Wali Nagari Kudu Gantiang menjembatani  diskusi antrara Pelaku UMKM dengan Narasumber Dosen Fisipol dan mangajak masyarakat  mengubah pola pikir yang hanya terpaku pada cara konvensional, akan tetapi beranjak ke transpormasi digitalisasi, menggunakan media sosial yang ada  serta bagi masyarakat yang memiliki usaha segera mendaftarkan usahanya ke Nagari Kudu Gantiang secepatnya.

Kemudian Wali Nagari mengucapkan terima kasih kepada Dosen Fisipol Unes atas kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang telah memberikan ilmu dan pencerahan  bagaimana peningkatan UMKM dalam menghadapi era digital.  Terakhir ditutup dengan foto bersama.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Dr. Susi Delmiati, S.H. jabat Wakil Rektor II Universitas Ekasakti menggantikan Dr. Ir. Teti Chandrayanti, M.B.A. Senin (26/5) Rektor Unes Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd menyerahkan surat tugas pergantian pejabat tersebut di Ruang Sidang Rektor Lt.1 Gedung Rektorat Universitas tersebut.

Dr. Susi Delmiati, S.H. sebelumnya Dosen Fakultas Hukum dan Dr. Ir. Teti Chandrayanti, M.B.A kembali ke Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Ekasakti, serah terima jabatan ini ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh pejabat lama dan baru serta Rektor Unes.

Hadir dalam acara serah terima jabatan tersebut Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Padang Dr. Andi Syahrum Makkuradde, S.S, S.E, M.Si, Sekretaris Senat Unes, para Warek, para Dekan, Ketua Lembaga,  Ketua Prodi, Kepala Biro dan Kepala Unit Kerja lainnya dilingkungan Universitas Ekasakti. 

Rektor Universitas Ekasakti Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd mengatakan pergantian pejabat dilingkungan perguruan tinggi adalah hal yang biasa, kepada Dr. Ir. Teti Chandrayanti, M.B.A Rektor mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik, tulus dan ikhlas serta selamat mengembangkan karier sebagai dosen, naik pangkat Lektor Kepala selanjutnya menjadi guru besar.  Kepada pejabat baru Dr. Susi Delmiati, S.H. diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan baik, karena Wakil Rektor II ini tugasnya banyak diantaranya mengelola sister sistem informasi sumber daya dan administrasi, sistem informasi menajemen dosen. 

Kemudian Rektor menyampaikan bahwa 2 orang Dosen Unes sudah dapat menyelesaikan studi lanjutnya S3 yaitu satu orang dari Fakultas Hukum dan satu orang lagi dari Fakultas Pertanian. Kepada Dekan diharapkan para Dosen yang akan naik pangkat harus diusulkan oleh Dekan, kalau tidak diusulkan oleh Dekan dimintanya kepada pejabat baru Susi Delmiati jangan diterima.

Ka Humas

H. Syarifuddin, S.E., M.Hum.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Rektor Universitas Ekasakti Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd mengangkat tiga orang Dosen Tetap Program Studi menjadi Kepala Gugus Penjamin Mutu pada Fakultas dilingkungan Universitas Ekasakti, Selasa (4/3) kemarin di ruang kerja Rektor Lt.2 Gedung  Rektorat Universitas tersebut.

Tiga orang dosen tetap program studi yang diangkat menjadi Kepala Gugus Penjamin Mutu Fakultas itu adalah Puryanto, S.AP, M.AP., Dosen Tetap Program Studi Ilmu Administrasi Negara diangkat sebagai Kepala Gugus Penjamin Mutu pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Dr. Rice Haryati, S.E., M.Si Dosen Tetap Program Studi Manajemen diangkat sebagai Kepala Gugus Penjamin Mutu pada Fakultas Ekonomi. Dora Tiara, S.H., M.H., Dosen Tetap Program Studi Ilmu Hukum diangkat sebagai Kepala Gugus Penjamin Mutu pada Fakultas Ilmu Hukum Universitas Ekasakti.  

Acara pengangkatan tiga orang dosen tetap ini menjadi Kepala Gugus Penjamin Mutu dihadiri Wakil Rektor 1, 2 dan 3 kemudian Dekan Fakultas Ekonomi, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Dekan Fakultas Ilmu Hukum, juga tampak hadir Kepala LPM dan LPPM Universitas Ekasakti serta Ketua Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Unes.      

Rektor Unes mengatakan Penjaminan  Mutu di tingkat Fakultas mempunyai fungsi menjamin kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat) di seluruh Program Studi yang dikelola oleh Fakultas, agar memenuhi standar yang telah ditetapkan melalui penerapan siklus SPMI yang sistemik, konsisten dan berkelanjutan. 

Rektor mengharapkan  kepada para Kepala Gugus Penjaminan Mutu Fakultas yang baru saja diangkat itu agar menyusun, melengkapi dan mengembangkan dokumen SPMI turunan dari Universitas untuk memastikan standar kualitas seluruh prodi kompetitif di level nasional maupun internasional.  Menjalankan siklus SPMI Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan di level Fakultas dan Koordinasi implementasi SPMI di Program Studi. Kemudian melakukan monitoring dan evaluasi proses pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Fakultas dan mengkoordinir monitoring dan evaluasi tridharma di Program Studi. Selanjutnya memonitor dan mengevaluasi pencapaian prodi dan Faklutas setiap akhir tahun ajaran dan memberikan rekomendasi kepada Dekan.

Selain itu Rektor minta juga menyusun dan koordinasi dengan LPM tentang laporan analisis dan rekomendasi tindak lanjut atas pelaksanaan audit mutu internal secara berkala untuk disampaikan ke Dekan saat RTM Fakultas. Kemudian mengumpulkan dan mengelola dokumen fisik bukti keterlaksanaan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan untuk kepentingan audit internal, pengembangan kelembagaan maupun akreditasi.  

Dalam waktu dekat ini kata Rektor akan dilakukan Reakreditasi pada Fakultas Ekonomi dan Fakultas Ilmu Hukum  serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, berkerjalah dengan baik dan sungguh-sungguh, mudah-mudahan tiga Fakultas ini memperoleh  Akreditasi Unggul.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.