Articles by "Polri"

Tampilkan postingan dengan label Polri. Tampilkan semua postingan

REALITANUSANTARA.COM

Katingan, Kalimantan Tengah – Aparat penegak hukum berhasil mengamankan seorang pria yang diduga sebagai bandar narkotika dan disebut terkait dengan kasus tewasnya tiga anggota kepolisian saat menjalankan tugas di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Penangkapan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam pengungkapan kasus yang sebelumnya menyita perhatian publik. Selama beberapa waktu, terduga pelaku dikabarkan menjadi buronan sebelum akhirnya berhasil dilacak dan diamankan oleh aparat dalam operasi yang berlangsung di sebuah permukiman.

Berdasarkan informasi yang beredar, proses penangkapan berlangsung dengan pengamanan ketat. Setelah diamankan, terduga pelaku langsung dibawa petugas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap secara terang keterlibatannya dalam perkara tersebut.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh proses hukum akan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penyidik juga masih terus mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan maupun rangkaian peristiwa yang menyebabkan gugurnya tiga anggota polisi tersebut.

Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat karena melibatkan gugurnya personel kepolisian saat menjalankan tugas. Aparat berkomitmen menuntaskan penyidikan hingga seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum.

Masyarakat diimbau untuk menunggu informasi resmi dari kepolisian dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, mengingat proses penyidikan masih terus berlangsung.

Editor :(RF). 

Sumber informasi: post AKBP rovanrichardmahenu

REALITANUSANTARA.COM

Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menggelar Operasi Patuh 2026 secara serentak di seluruh Indonesia mulai 8 hingga 21 Juni 2026. Operasi yang berlangsung selama dua pekan tersebut akan dilaksanakan oleh seluruh jajaran Polda dengan menyesuaikan karakteristik wilayah masing-masing.

Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Aries Syahbudin, mengatakan bahwa Operasi Patuh 2026 akan mengedepankan transformasi digital dalam penegakan hukum lalu lintas melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Menurutnya, langkah tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas secara lebih efektif, transparan, dan modern.

“Operasi Patuh tahun ini lebih mengedepankan penegakan hukum berbasis digital melalui ETLE sehingga seluruh jajaran diminta mempersiapkan dukungan pelaksanaan secara maksimal,” ujar Kombes Pol Aries.

Dalam pelaksanaannya, petugas akan memberikan perhatian khusus terhadap berbagai bentuk pelanggaran yang dapat menghambat efektivitas sistem ETLE, terutama terkait penggunaan pelat nomor kendaraan. Pelanggaran tersebut meliputi pelat nomor yang tidak dipasang, ditutup, dimodifikasi, maupun disamarkan menggunakan stiker atau cat sehingga tidak dapat terbaca oleh kamera ETLE.

Selain itu, pelanggaran lalu lintas yang membahayakan keselamatan pengguna jalan, seperti melawan arus, tetap akan menjadi sasaran penindakan langsung oleh petugas melalui tilang konvensional di lapangan.

Kombes Pol Aries menjelaskan bahwa komposisi penegakan hukum dalam Operasi Patuh 2026 akan didominasi oleh ETLE sebesar 60 persen. Sementara itu, tilang konvensional akan diterapkan sebesar 30 persen dan sisanya 10 persen berupa teguran simpatik dengan pendekatan humanis dalam kondisi tertentu.

Ia menegaskan bahwa Operasi Patuh 2026 merupakan upaya Polri untuk meningkatkan budaya tertib berlalu lintas melalui langkah preemtif, preventif, serta penegakan hukum yang terintegrasi.

“Teguran simpatik tetap diberikan dalam situasi tertentu yang dinilai lebih efektif menggunakan pendekatan humanis, namun porsinya tetap terbatas hanya 10 persen,” pungkasnya.

Melalui Operasi Patuh 2026, Polri berharap masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas sehingga dapat menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di seluruh wilayah Indonesia.

Versi ini sudah lebih cocok untuk dipublikasikan di website resmi, portal berita, maupun kanal humas instansi.

REALITANUSANTARA. COM
JAKARTA – Kapolri Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pada awal tahun 2026. Rotasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/99/I/KEP./2026 tertanggal 15 Januari 2026 dan ST/143/I/KEP./2026 tertanggal 22 Januari 2026. 

Mutasi ini dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi, pembinaan karier, serta peningkatan kinerja institusi Polri dalam menjaga keamanan dan pelayanan kepada masyarakat. Sejumlah jabatan strategis mengalami pergantian, mulai dari pejabat utama Mabes Polri hingga beberapa Kapolda di Indonesia. 

Dalam rotasi terbaru tersebut, beberapa nama perwira tinggi mendapat promosi jabatan baru. Salah satunya adalah Irjen Pol Sandi Nugroho yang dipercaya menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan menggantikan Irjen Pol Andi Rian Ryacudu Djajadi. Selain itu, Brigjen Pol Alfred Papare dimutasi menjadi Kapolda Papua Barat. 

Tak hanya itu, sejumlah pejabat utama di Mabes Polri juga mengalami pergantian posisi sebagai bagian dari penyegaran internal organisasi. Kapolri menegaskan bahwa mutasi merupakan hal yang biasa dalam tubuh Polri untuk meningkatkan profesionalisme serta efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan.

Berikut beberapa daftar pejabat yang mengalami rotasi jabatan:
Daftar Rotasi Jabatan Polri 2026

Kapolda Sumbar kini dijabat oleh Irjen Djati Wiyoto
- Kapolda Kaltara kini dijabat oleh Brigjen Agus Wijayanto
- Kapolda Jabar kini dijabat oleh Irjen Pipit Rismanto
- Kapolda Kalbar kini dijabat oleh Irjen Alberd Teddy Benhard Sianipar
- Kapolda Malut kini dijabat oleh Brigjen Arif Budiman
- Kapolda NTB kini dijabat oleh Irjen Kalingga Rendra Raharja
- Kapolda Bengkulu kini dijabat oleh Brigjen Yudhi Sulistianto
- Kapolda Sultra kini dijabat oleh Brigjen Himawan Bayu Aji
- Kapolda Sulteng kini dijabat oleh Brigjen Nasri

Selain tingkat Mabes Polri, rotasi juga terjadi di sejumlah Polda daerah, termasuk Sumatera Barat. Di wilayah Polda Sumbar, mutasi menyasar pejabat utama hingga kapolres dan kapolsek jajaran. Langkah ini disebut sebagai bagian dari penguatan organisasi dan peningkatan pelayanan keamanan kepada masyarakat. 

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan adanya rotasi tersebut. Ia menyebut mutasi merupakan dinamika organisasi yang bertujuan untuk menjaga soliditas institusi Polri agar tetap profesional dan adaptif menghadapi tantangan tugas ke depan. 

Rotasi jabatan di tubuh Polri diperkirakan masih akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026 seiring kebutuhan organisasi dan persiapan regenerasi kepemimpinan di internal kepolisian.

Editor : (RF)



REALITANUSANTARA. COM

Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merotasi sejumlah jabatan perwira tinggi (Pati) Polri. Sebanyak 9 jabatan Kapolda ikut dirotasi.

Rotasi jabatan itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026 yang ditandatangani Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri), Irjen Anwar.

Dalam rotasi jabatan tersebut, Irjen Pipit Rismanto diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolda Jawa Barat (Jabar). Selain itu, Irjen Pol Djati Wiyoto diangkat sebagai Kapolda Sumbar.

Berikut daftar jabatan baru Kapolda:

- Kapolda Sumbar kini dijabat oleh Irjen Djati Wiyoto

- Kapolda Kaltara kini dijabat oleh Brigjen Agus Wijayanto

- Kapolda Jabar kini dijabat oleh Irjen Pipit Rismanto

- Kapolda Kalbar kini dijabat oleh Irjen Alberd Teddy Benhard Sianipar

- Kapolda Malut kini dijabat oleh Brigjen Arif Budiman

- Kapolda NTB kini dijabat oleh Irjen Kalingga Rendra Raharja

- Kapolda Bengkulu kini dijabat oleh Brigjen Yudhi Sulistianto

- Kapolda Sultra kini dijabat oleh Brigjen Himawan Bayu Aji

- Kapolda Sulteng kini dijabat oleh Brigjen Nasri


REALITANUSANTARA.COM

Semarang, 30 Maret 2026 – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya dalam Transformasi Polri melalui reformasi doktrin dan penguatan sumber daya manusia dengan meresmikan pembangunan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di Akademi Kepolisian (Akpol), Lemdiklat Polri, Semarang.

Peresmian ditandai dengan kegiatan groundbreaking (peletakan batu pertama) yang dipimpin oleh Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, pada Senin (30/3) pukul 09.30 WIB di lingkungan Perpustakaan Akpol.

Langkah ini merupakan bagian dari reformasi fundamental Polri dalam menggeser paradigma kerja kepolisian dari yang selama ini cenderung reaktif menjadi proaktif, reflektif, dan berbasis ilmu pengetahuan.

Wakapolri menegaskan bahwa kehadiran Laboratorium Sosial Sains menjadi instrumen strategis dalam menjawab tantangan kompleks tugas kepolisian modern, khususnya dalam meningkatkan kualitas SDM Polri melalui pembaruan kurikulum pendidikan.

“Polisi masa depan tidak boleh hanya bekerja berdasarkan intuisi emosional. Setiap tindakan harus didasarkan pada riset yang mendalam. Laboratorium ini memastikan lulusan Akpol memiliki landasan filosofis, pedagogis, dan literasi yang kuat sebelum terjun ke lapangan,” tegas Wakapolri.

Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dirancang sebagai model pembelajaran baru yang mengintegrasikan teori akademik dengan praktik langsung di tengah masyarakat sebagai perwujudan transformasi Pendidikan Taruna Berbasis Realitas Sosial

Konsep ini diperkuat oleh pandangan akademisi, Prof. Dr. Rodiyah Tangwun, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES), yang menyebut bahwa laboratorium sosial merupakan pendekatan pembelajaran reflektif berbasis realitas.

Dalam implementasinya, laboratorium ini memiliki tiga fungsi utama:

1. Ruang belajar berbasis fakta dan realitas sosial, di mana taruna tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengasah kemampuan analisis dan solusi terhadap dinamika masyarakat.

2. Wujud konkret kualitas pendidikan kepolisian, yang menekankan keseimbangan antara aspek akademik dan praktik lapangan.

3. Ruang kolaborasi dengan masyarakat, menjadikan masyarakat sebagai bagian integral dalam proses pembelajaran.

Membangun Karakter dan Kompetensi Polisi Masa Depan melalui Laboratorium Sosial Sains, Polri menargetkan lahirnya perwira yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki integritas dan kecerdasan holistik.

Adapun dampak yang diharapkan antara lain:

Penguatan integritas dan komitmen moral

Peningkatan keterampilan praktis berbasis situasi nyata

Kemampuan analisis dan prediksi dinamika sosial

Pembentukan kepemimpinan lapangan yang adaptif dan solutif

Laboratorium ini tidak hanya menjadi metode pembelajaran, tetapi juga fondasi dalam mencetak SDM Polri yang unggul, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi Polri dan Perguruan Tinggi ditandai dengan hadirnya pejabat utama Mabes Polri, jajaran Lemdiklat Polri, pimpinan Akpol, serta perwakilan dari berbagai perguruan tinggi nasional.

Kehadiran akademisi dari berbagai universitas menegaskan bahwa transformasi Polri dilakukan melalui pendekatan kolaboratif antara institusi kepolisian dan dunia pendidikan tinggi.

Polri juga terus mengembangkan ekosistem keilmuan kepolisian melalui kerja sama strategis dengan perguruan tinggi, termasuk penguatan pusat studi kepolisian di berbagai kampus sebagai bagian dari pembangunan knowledge-based policing.

Kehadiran Laboratorium Sosial Sains di Akpol menjadi tonggak penting dalam perjalanan reformasi Polri, khususnya dalam membangun institusi yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan kolaborasi, Polri menegaskan arah pemutakhiran sebagai institusi yang modern, profesional, dan terpercaya, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

REALITANUSANTARA.COM

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (DPP PCTA Indonesia) memberikan apresiasi tinggi kepada Polri atas keberhasilannya memulihkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pascarangkaian peristiwa yang menguji ketahanan bangsa. Kondisi ini dinilai membuat situasi nasional kembali kondusif.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (21/9/2025), PCTA Indonesia merupakan organisasi nirlaba yang berfokus membangkitkan rasa cinta tanah air melalui seni, budaya, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi menuju Indonesia Raya. Organisasi ini dideklarasikan pada 21 Maret 2010 di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Ketua Umum PCTA Indonesia, I Dewa Nyoman S. Hartana, menegaskan bahwa Polri telah menunjukkan sikap sabar dan humanis dalam pengamanan aksi unjuk rasa.

“Polri telah hadir sebagai wujud pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kami menghargai cara Polri dalam mengawal masyarakat menyampaikan aspirasinya,” ungkap Hartana.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara baik, tertib, dan damai.

“Mari kita semua menanamkan niat luhur untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan sikap dialogis dan saling menghormati, kita dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan produktif,” tambahnya.

Hartana menekankan pentingnya kembali kepada jati diri bangsa sebagai landasan keimanan dan kemanusiaan.

“Nilai-nilai ini harus menjadi penggerak untuk menegakkan persatuan dan kesatuan serta menumbuhkan kebijaksanaan dalam setiap tindakan kita,” imbuhnya.

Selain itu, DPP PCTA Indonesia menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan di lingkungan masing-masing.

“Kami mengajak semua warga negara untuk menjauhi tindakan anarkisme yang hanya akan merugikan bangsa dan negara. Dengan berpegang kepada nilai-nilai positif, kita dapat berkontribusi pada terciptanya stabilitas dan keadilan sosial,” tegasnya.

Hartana berharap upaya-upaya tersebut dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Semoga setiap tindakan kita dapat membawa dampak positif bagi terciptanya keamanan yang lebih baik dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat,” tutupnya.

REALITANUSANTARA.COM

LEMBANG - Ratusan orang memadati Gedung Oertayo Sespim Lemdiklat menghadiri Seminar dan Leader Expo Sespimma Lemdiklat Polri Angkatan Ke-73 yang mengusung Tema Polisi dan Masyarakat, Selasa 3 Juni 2025.

Kegiatan ini dihadiri Kalemdiklat Polri, Komjen Pol. Chryshnanda Dwilaksana, Widyaswara Utama Tk. I Sespim Lemdiklat Polri, Kasespimma Lemdiklat Polri, Perwakilan Mahasiswa, Perwakilan Serdik Sespimmen Angkatan 65 dan hadir  via zoom diikuti 1799 Siswa SIP Angkatan 54 Gelombang 1, Perwakilan SPN dan Satdik se Indonesia serta Siswa Dikbangspes.

Narasumber dalam seminar yakni Peneliti LIPI,  Prof. Hermawan Sulistyo, Guru Besar Tetap, Prof. Dr. Nurhasan Ismail, Kepala Badan Keahlian DPR RI,  Dr. Inosentius Samsul dengan Moderator Chacha Anisa yang merupakan Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Presiden.

Kalemdiklat Polri, Komjen Pol. Chryshnanda Dwilaksana selaku keynote speaker mengatakan Seminar ini bukan hanya ruang akademik, tetapi juga panggung konseptual untuk menggali dan menyemai pemikiran tentang arah transformasi Polri ke depan. Dan pada kesempatan ini, saya ingin mengajak kita semua merenungkan kembali mengenai “Keutamaan Polisi dan Paradigma Pemolisian.”

"Menjadi polisi bukanlah sekadar profesi atau pekerjaan. Ia adalah panggilan pengabdian yang luhur. Keutamaan menjadi polisi bukan terletak pada seragam atau kekuasaan, melainkan pada makna kemanusiaan yang terkandung di dalam tugas-tugasnya. Polisi hadir sebagai penjaga moral publik, pelindung mereka yang lemah, dan pengawal nilai-nilai keadilan," jelasnya.

Dikatakan Jenderal Polisi Seniman ini,

Dalam konteks keutamaan ini, kita harus menempatkan Polri bukan sekadar sebagai institusi negara, tetapi sebagai penjaga keadaban sosial. Keberadaan kita harus menjadi penjamin rasa aman, pelindung hak asasi manusia, serta perekat sosial dalam masyarakat yang plural. 

"Polisi yang utama bukanlah yang paling berkuasa, tetapi yang paling beradab, paling berpihak pada kebenaran, dan paling tulus dalam menjalankan tugas. Untuk itu, kita membutuhkan Pemimpin Polri yang profesional, cerdas, bermoral, dan modern," kata Chrysnanda.

Jenderal Polisi bintang tiga ini juga menambahkan Profesional dalam artian memiliki kompetensi teknis dan integritas tinggi. Cerdas dalam menyikapi kompleksitas tantangan keamanan era kini. Bermoral dalam menegakkan etika dan nilai-nilai universal. Dan modern, yakni mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta perubahan sosial yang cepat.

"Paradigma ini menempatkan masyarakat bukan sebagai objek pengawasan, tetapi sebagai subjek dalam proses menciptakan keamanan bersama. Polisi harus hadir bukan hanya saat ada konflik, tetapi sejak awal untuk mencegah konflik, menjembatani komunikasi, dan memperkuat kohesi sosial,"ucapnya.

Selanjutnya Kalemdiklat Polri menjelaskan Pemolisian modern harus berbasis pada empat pilar utama:

1. Humanis – mengedepankan pendekatan yang menjunjung martabat manusia;

2. Profesional – bertindak berdasarkan pengetahuan, etika, dan hukum;

3. Transparan – membuka ruang dialog dan pertanggungjawaban publik;

4. Adaptif – siap menghadapi tantangan digitalisasi dan kompleksitas sosial baru.

"Kita tidak menutup mata bahwa saat ini Polri tengah menghadapi tantangan serius, terutama menyangkut citra dan kepercayaan publik.  Ini adalah alarm moral, bahwa integritas kita masih harus diperkuat," pesanya.

Seminar ini adalah bagian dari proses itu. Kita sedang membentuk kader pemimpin Polri masa depan. Pemimpin Polri yang profesional, cerdas, bermoral, dan modern.  Saat ini Pemimpin yang dibutuhkan bukan hanya yang pandai memerintah, tapi juga yang mampu menjadi teladan, yang memahami makna integritas, dan yang paham bahwa wewenang adalah amanah.

Namun ingat, dalam kondisi apapun, Polisi harus tetap menjadi simbol keadilan dan ketenangan. Kita bukan hanya penjaga keamanan, tapi juga penjaga harapan. 

Harapan masyarakat akan negara yang adil, beretika, dan berpihak pada yang benar. Kita harus hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.

Semoga seminar ini melahirkan gagasan-gagasan strategis dan inspiratif, serta menjadi ruang perjumpaan antara kepolisian dan masyarakat dalam semangat kolaborasi dan pembaruan.

"Saya mendukung penuh dan mengapresiasi pelaksanaan Seminar Sekolah Sespimma Polri Angkatan ke-73 Tahun Ajaran 2025, dan berharap hasil-hasilnya dapat menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan institusi kita," tutup Kalemdiklat Polri.

REALITANUSANTARA.COM

JAKARTA - Polisi membongkar grup Facebook 'Fantasi Sedarah' dan 'Suka Duka' yang memuat konten menyimpang seperti inses dan pornografi. Dalam pengungkapan ini, enam orang pelaku berhasil diamankan. Tindakan cepat aparat mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.

"Gercep (gerak cepat) Polri adalah sikap tegas yang nggak main-main," ujar Sahroni, Rabu (21/5/2025).

Sahroni menjadi salah satu anggota DPR yang lebih dahulu bersuara saat grup 'Fantasi Sedarah' mulai viral. Grup tersebut diketahui memuat cerita menyimpang dari para anggota, termasuk di antaranya foto-foto anak di bawah umur.

"Apresiasi besar, saya acungkan jempol buat Kapolri dan jajaran," ujar politisi NasDem itu.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa para pelaku telah diamankan oleh Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya. Saat ini, penyidik masih mendalami motif dan kemungkinan keterlibatan pelaku dalam tindak pidana lainnya.

“Dittipidsiber Bareskrim Polri bersama Ditsiber Polda Metro Jaya telah berhasil mengungkap kasus grup Facebook 'Fantasi Sedarah' dan 'Suka Duka' dengan melakukan penangkapan terhadap enam orang pelaku,” jelas Karo Penmas.

Polisi tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus ini. Pasalnya, grup tersebut diketahui memiliki ribuan anggota yang saat ini sedang dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh penyidik.

REALITANUSANTARA.COM

Jakarta – Bareskrim Polri menegaskan bahwa dokumen ijazah Joko Widodo dinyatakan asli dan sah berdasarkan hasil penyelidikan dan uji forensik yang mendalam. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers oleh Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri di Lobby Utama Gedung Awaloedin Djamin, Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (22/5).

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan menyusul pengaduan dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang melaporkan dugaan pemalsuan ijazah S1 milik Jokowi.

“Kami telah memeriksa 39 orang saksi, termasuk pihak UGM, alumni, dosen, pihak SMA, serta satu orang teradu, yaitu Joko Widodo. Dari seluruh hasil pemeriksaan dan uji laboratorium forensik, dapat kami simpulkan bahwa dokumen ijazah Joko Widodo adalah asli dan sah,” ujar Brigjen Pol. Djuhandhani.

Polri menyampaikan bahwa laporan tersebut mencantumkan dugaan pelanggaran terhadap Pasal 263, 264, dan 266 KUHP, serta Pasal 68 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Namun dari hasil pendalaman, tidak ditemukan indikasi tindak pidana.

Dalam penyelidikan yang mencakup 13 lokasi, termasuk SMA Negeri 6 Surakarta dan Universitas Gadjah Mada, ditemukan sejumlah dokumen pendukung mulai dari STTB, formulir pendaftaran, Kartu Hasil Studi, surat keterangan praktek, hingga ijazah asli. Semua dokumen tersebut telah diuji secara forensik dan dinyatakan identik serta valid.

“Ijazah asli S1 dengan nomor 1120 telah diuji secara forensik, dan dinyatakan identik dengan dokumen pembanding. Skripsi juga ditemukan dan terbukti dibuat dengan mesin ketik serta teknik cetak sesuai periode 1985,” jelas Brigjen Djuhandhani.

Lebih lanjut, Polri juga menegaskan bahwa TPUA tidak terdaftar secara resmi sebagai lembaga berbadan hukum di Kementerian Hukum dan HAM.

Meski telah menyimpulkan tidak adanya unsur pidana, proses masih berada pada tahap penyelidikan. Polri belum menaikkan kasus ke tahap penyidikan karena tidak ditemukan dasar hukum yang cukup.

“Kami masih fokus pada penuntasan penyelidikan. Mengenai potensi pertanggungjawaban hukum atas laporan yang tidak berdasar, itu bisa saja dilakukan jika memenuhi unsur pidana. Namun untuk saat ini, belum ada proses ke arah sana,” tandasnya.



REALITANUSANTARA.COM

POLRI - Jakarta. Divisi Humas Polri meraih penghargaan bergengsi, yakni Most Engaging Lembaga. Penghargaan diberikan dalam ajang Government Social Media Summit (GSMS) Award 2025 yang digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional RI.

Penghargaan itu menjadi bukti komitmen Polri untuk terus memberikan informasi kepada masyarakat melalui media sosial. Sebab, kategori yang dimenangkan Divisi Humas Polri ini dinilai atas lembaga dengan jumlah keterlibatan audiens tertinggi di media sosialnya.

GSMS Award merupakan agenda tahunan yang digagas oleh lembaga independen dan menjadi ajang apresiasi bagi institusi pemerintah yang aktif membangun komunikasi publik melalui media sosial. Ajang ini menjadi titik temu pengelola media sosial instansi pemerintah untuk saling berbagi, belajar, dan berkolaborasi demi pelayanan informasi publik yang lebih baik dan adaptif. 

“Semoga akun media sosial Divisi Humas Polri bisa terus memberikan informasi dan edukasi yang positif untuk masyarakat, serta kami berharap terus mempertahankan capaian ini,” ujar Kadivhumas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho, Kamis (17/4/25).

Dalam ajang tersebut, terdapat dua instansi lain yang masuk dalam nominasi, yakni BMKG melalui akun @infobmkg dan TNI melalui @puspentni.


REALITANUSANTARA.COM

Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Rano Alfath mengapresiasi Bareskrim Polri yang membongkar kasus penyelundupan ratusan kilogram sabu dari jaringan internasional Malaysia-Indonesia di Aceh. Ia menilai Polri konsisten dan serius dalam menegakkan hukum.

"Tentu kita sangat apresiasi langkah cepat dan terukur yang dilakukan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dalam menggagalkan penyelundupan 192 kilogram sabu dari jaringan internasional Malay-Indo. Ini merupakan bukti bahwa Polri tetap konsisten dan serius dalam menjalankan fungsi penegakan hukum, khususnya terhadap kejahatan transnasional," pungkas Rano, Selasa (15/4/2025).

Meski begitu, Rano menekankan bahwa pengungkapan kurir dan penyitaan barang bukti hanyalah permulaan. Ia terus mendorong agar pengusutan tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi harus menyasar dan menelusuri aktor intelektual di balik jaringan ini.

"Termasuk di dalamnya siapa yang menjadi pemodal, koordinator lintas negara, dan keterlibatan oknum-oknum instansi negara apabila ada," ujar Rano.

Menurut Rano, penting juga untuk memastikan bahwa proses penyidikan dilakukan secara akuntabel dan transparan, serta disertai penelusuran terhadap aset hasil kejahatan (asset tracing) guna mendukung upaya pemiskinan bandar narkoba, sebagaimana dalam UU TPPU.

"Kami juga meminta agar kerja sama internasional, terutama dengan APH di Malaysia dan negara transit lain diperkuat untuk membongkar rantai pasok narkotika yang melibatkan wilayah perairan Indonesia. Ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam mempersempit ruang gerak jaringan narkotika lintas batas," jelas Rano.

Ia menilai pengungkapan kasus ini adalah prestasi, tapi sekaligus pengingat bahwa ancaman narkotika terhadap bangsa ini masih sangat nyata. Menurutnya, Komisi III DPR akan terus mengawasi dan mendukung penguatan kelembagaan Polri dalam kerangka supremasi hukum dan perlindungan masyarakat.

Sebelumnya, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri membongkar penyelundupan 192 kilogram sabu dari jaringan internasional Malaysia-Indonesia (Aceh). Satu orang tersangka yang berperan sebagai kurir diamankan polisi.


REALITANUSANTARA.COM

POLRI - Presiden RI Prabowo Subianto, kembali mengapresiasi kinerja kepolisian selama penyelenggaraan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2025 ini. Prabowo menyebut meskipun institusi kepolisian kerap mendapatkan caci maki, tepi kenyataannya tetap bekerja keras demi keamanan masyarakat. 

"Para polisi yang paling sering dicaci maki sering disalah salahkan padahal mereka di terik siang matahari tanpa kita sadar mereka bekerja keras menjaga kita mengatur lalu lintas," kata Prabowo dalam acara Sarasehan Ekonomi di Menara Mandiri, Senayan, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

Prabowo menyebut terkadang kebiasaan orang adalah mudah lupa dengan kebaikan bahkan tanpa mengucapkan terima kasih. Sebaliknya bila seseorang berbuat salah, akan selalu diingat. 

"Jadi ini saya pakai kesempatan ini untuk menyampaikan penghargaan," ucap Presiden Prabowo.

Dalam forum ini, Prabowo juga berterima kasih kepada semua instansi yang terlibat dalam pelaksanaan arus mudik dan balik tahun ini. Menurut dia, semua lembaga telah bekerja keras sehingga bulan puasa Ramadhan dan acara mudik dan balik berjalan dengan baik lancar. 

Prabowo menilai, kelancaran arus mudik dan balik merupakan suatu prestasi besar. Di mana arus mudik yang lebih besar dari tahun lalu tapi dapat dilalui tanpa kemacetan yang berarti.

"Dan yang lebih memuaskan bagi kita adalah angka kecelakaan yang turun secara drastis, 30 persen lebih rendah kecelakaan dibandingkan dengan tahun yang lalu. Ini adalah hasil kerja keras dan ini kerja keras dari pada kementerian perhubungan dan kepolisian Republik Indonesia termasuk TNI," ujar Prabowo.


REALITANUSANTARA.COM

Polri -- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung pelayanan arus balik Lebaran di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (5/4). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan masyarakat dalam melakukan perjalanan balik ke kota masing-masing.

Dalam kunjungannya, Kapolri berinteraksi langsung dengan masyarakat serta mendengarkan paparan dari pihak PT KAI Daops 4 Semarang terkait pelayanan yang diberikan selama masa arus mudik dan balik Lebaran.

"Pada hari ini kita sengaja melaksanakan pengecekan untuk berinteraksi dengan masyarakat dan mengetahui langsung terkait dengan pelayanan mudik dan balik yang dilaksanakan di Stasiun Tawang yang masuk wilayah Daops 4 Semarang," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dari hasil pantauan dan interaksi di lapangan, Kapolri menyebut banyak masyarakat yang memilih menggunakan moda transportasi kereta api karena dinilai lebih tepat waktu, aman, dan nyaman.

"Tadi banyak masyarakat yang memilih menggunakan kereta karena memang di satu sisi jadwal waktunya juga tepat, dan kurang lebih untuk sampai di Jakarta hanya sekitar lima jam. Sebagian juga menyampaikan bahwa kereta terasa lebih aman," jelasnya.

Kapolri juga mendorong masyarakat yang masih akan melakukan perjalanan balik untuk mempertimbangkan menggunakan kereta api sebagai alternatif. Selain lebih aman dan terjangkau, moda transportasi ini juga dinilai mampu membantu mengurangi kepadatan di jalur darat.

"Kita anjurkan menggunakan kereta menjadi salah satu alternatifnya karena di samping aman, juga harganya cukup terjangkau. Ini bisa digunakan untuk mengurai beban angkutan darat di arus balik," tutup Kapolri.



REALITANUSANTARA.COM

Jakarta – sejumlah data terkait arus lalu lintas, kecelakaan, rekayasa lalu lintas, pembatasan kendaraan, dan himbauan bagi masyarakat telah dirilis sebagai bagian dari laporan pelaksanaan Operasi Ketupat 2025.

Informasi pertama yang disampaikan adalah terkait perbandingan volume arus lalu lintas yang keluar dan masuk Jakarta melalui beberapa gerbang tol utama. “ Tercatat, volume kendaraan yang keluar Jakarta melalui GT Cikampek Utama (arah Tol Trans Jawa) sebanyak 20.673 kendaraan, sementara yang masuk Jakarta melalui gerbang tol yang sama mencapai 88.008 kendaraan. “ Ujar Jubir Satgas Humas Ops Ketupat Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan

Melalui GT Cikupa (arah Merak), tercatat 44.042 kendaraan keluar Jakarta, dan 52.045 kendaraan masuk ke Jakarta. Sementara itu, arus kendaraan di GT Ciawi (arah Bogor) menunjukkan 40.004 kendaraan keluar dan 44.031 kendaraan masuk. Di GT Kalihurip Utama (arah Bandung), kendaraan yang keluar Jakarta tercatat sebanyak 37.353 unit, sedangkan yang masuk Jakarta mencapai 50.668 kendaraan. Data tersebut menunjukkan tingginya volume kendaraan yang kembali ke arah Jakarta, mengindikasikan arus balik Lebaran yang mulai meningkat.

Selanjutnya, informasi kedua berkaitan dengan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Pada hari ke-13 pelaksanaan Operasi Ketupat, yakni Jumat, 4 April 2025, tercatat telah terjadi 181 kejadian kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah tersebut, di wilayah 8 Polda prioritas tercatat 9 orang meninggal dunia, 36 orang mengalami luka berat, dan 238 orang mengalami luka ringan, dengan estimasi kerugian materiil sebesar Rp 87.900.000. Sementara itu, di wilayah 28 Polda lainnya, terdapat 16 korban meninggal dunia, 37 korban luka berat, dan 135 korban luka ringan, serta kerugian materiil ditaksir sebesar Rp 312.401.000.

Informasi ketiga menyangkut rekayasa lalu lintas yang dilakukan untuk mengatasi kepadatan dan memperlancar arus mudik dan balik. Pada tanggal 4 April 2025, telah dilakukan tujuh kali rekayasa lalu lintas, yang terdiri dari 3 kali contraflow dan 4 kali one way. Rinciannya sebagai berikut: pukul 15.30 WIB, diterapkan rekayasa one way secara sepenggal dari Simpang Ratu menuju GT Parung Kuda Tol Bocimi. Selanjutnya, pukul 16.00 WIB, dilakukan contraflow di Tol Cikampek jalur B (arah Jakarta) dari KM 70 hingga KM 47, melibatkan dua lajur. Pada pukul 16.20 WIB, dilaksanakan rekayasa one way dari KM 219 Tol Kanci hingga KM 70 Tol Cikampek. Kemudian, pukul 17.15 WIB, diberlakukan contraflow dari KM 390 hingga KM 385 Tol Semarang-Batang. Pukul 20.04 WIB, dilaksanakan rekayasa one way lokal dari GT Kalikangkung KM 414 hingga KM 248 Tol Kanci-Pejagan. Pukul 22.22 WIB, rekayasa contraflow di Tol Cikampek arah Jakarta diperpanjang dari KM 70 hingga KM 36, juga menggunakan dua lajur. Terakhir, pada pukul 23.02 WIB, diberlakukan kembali rekayasa one way dari KM 414 GT Kalikangkung hingga KM 72 Tol Cikampek.

Informasi keempat yang disampaikan adalah terkait pembatasan operasional kendaraan berat. “ Kendaraan dengan sumbu tiga ke atas dilarang beroperasi selama periode 24 Maret hingga 8 April 2025, dengan pengecualian bagi kendaraan logistik yang membawa kebutuhan esensial seperti ternak hidup, uang, kebutuhan pokok, serta hantaran khusus. “ Imbuh Jubir Satgas Humas Ops Ketupat Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan

Sebagai penutup, informasi kelima berisi himbauan kepada masyarakat yang akan atau sedang melakukan perjalanan mudik dan balik Lebaran 2025. Masyarakat diminta untuk memastikan kondisi fisik dalam keadaan sehat, memeriksa kelayakan kendaraan, serta menjaga jarak aman dan tetap fokus selama berkendara. Ditekankan pula agar pengemudi memanfaatkan rest area secara maksimal untuk beristirahat, serta memastikan saldo uang elektronik mencukupi guna menghindari hambatan saat transaksi di gerbang tol. Untuk memperoleh informasi arus lalu lintas secara real-time, para pemudik disarankan menggunakan aplikasi Google Maps selama perjalanan.

Demikian informasi terkini yang dapat disampaikan seputar lalu lintas dan keamanan jalan selama Operasi Ketupat 2025 pada hari Jumat, 4 April 2025. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.



REALITANUSANTARA.COM

POLRI - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi keluarga AKP (Anumerta) Lusiyanto di Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan (Sumsel). Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Kapolri menyampaikan dukacita mendalam kepada istri dan anak AKP Lusiyanto.

Kapolri tiba di lokasi disambut oleh keluarga korban. Kapolri yang didampingi oleh Gubernur Sumsel Herman Deru langsung menyalami istri dan anak AKP Lusiyanto. 

Kapolri kemudian duduk dan menyampaikan belasungkawa atas kejadian yang menimpa keluarga korban. Kapolri juga meminta maaf lantaran baru bisa datang ke rumah duka pada hari ini. 

"Saya mewakili institusi menyampaikan dukacita yang mendalam, mohon maaf saya baru bisa datang hari ini. Beberapa waktu lalu saya sudah sempat memutuskan, mudah-mudahan bertemu," kata Kapolri, Kamis (27/3/2025).

Selain itu, Kapolri menyampaikan salam dan dukacita mendalam dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Menurut Kapolri, Panglima TNI siap menindak tegas oknum TNI yang menembak korban.  

"Beliau menyampaikan pesan terkait dengan kejadian yang ada beliau berjanji memproses secara tegas, yang jelas bagi kami apapun yang terjadi Bu Lusiyanto putri tetap menjadi keluarga besar kita," kata Kapolri. 

Setelah itu, istri AKP Lusiyanto menyampaikan harapannya kepada Kapolri. Dia ingin pelaku dihukum seberat-beratnya. 

Turut hadir dalam pertemuan Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika, Kapolda Sumsel Irjen Andi Rian Djajadi hingga As SDM Kapolri Irjen Anwar.


REALITANUSANTARA.COM

POLRI - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan Rekpro Bintara kepada Daffa, sepupu dari almarhum Briptu Anumerta M Ghalib Surya Ganta. 

Penghargaan itu diberikan Kapolri saat bertemu dengan pihak keluarga sebagai bentuk penghargaan kepada Briptu Anumerta Ghalib yang meninggal usai ditembak oknum anggota TNI saat sedang menggerebek lokasi perjudian sabung ayam.

Adapun momen pertemuan itu terjadi di rumah keluarga almarhum Briptu Anumerta Ghalib yang terletak di wilayah Lampung Selatan, pada Rabu (26/3) hari ini. Dalam pertemuan itu Kapolri bersama dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto. 

"Walaupun almarhum sudah tidak ada tapi beliau semua tetap keluarga besar kami dan tentunya kami akan selalu bersama dengan seluruh keluarga," ujarnya kepada wartawan.

Dalam kesempatan yang sama, Sigit mengatakan dirinya dan Panglima telah mendengarkan seluruh harapan yang disampaikan oleh keluarga korban.

Ia juga memastikan akan berkomitmen mengusut tuntas kasus perjudian sabung ayam tersebut serta peristiwa
penembakan yang terjadi di dalamnya.

"Saya dan Pak Panglima mendengarkan apa yang menjadi harapan keluarga dan kita akan melakukan proses penegakan hukum secara tuntas dari sisi saya dan dari sisi Panglima," tegas mantan Kabareskrim itu. 

Sigit juga menjamin akan menindak anggota Korps Bhayangkara yang terbukti terlibat dalam aksi perjudian sabung ayam tersebut. 

"Sama kita usut tuntas. TugasnyaPak Kapolda untuk menghukum sesuai dengan pelanggaran yang dia lakukan," pungkasnya. 

Sebelumnya tiga polisi meninggal dunia usai ditembak anggota TNI saat menggerebek sabung ayam di Karang Manik, Negara Batin, Way Kanan, Lampung, pada Senin (17/3) sekitar pukul 16.50 WIB. 

Ketiga polisi itu adalah Kapolsek Negara Batin Way Kanan AKP Anumerta Lusiyanto, Aipda Anumerta Petrus Apriyanto dan Briptu Anumerta M. Ghalib Surya Nanta.

Ketiganya tewas dengan luka tembak di kepala dan di dada. Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika mengatakan ditemukan total 13 selongsong yang berasal dari 3 jenis senjata api berbeda-beda dari lokasi kejadian.

Terbaru, anggota TNI AD Kopda Bazarsyah akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka penembakan tiga anggota polisi hingga tewas.

"Kopda Basarsyah mengakui menembak ketiga korban, dan saat ini di tahan di Denpom II-3 Lampung," ujar Ws Danpuspomad Mayjen TNI Eka Wijaya Permana.


REALITANUSANTARA.COM

JAKARTA - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho S.H, M.Hum menerima kunjungan MenPAN-RB Rini Widyantini dan Wamen PAN-RB Purwadi Arianto di Gedung NTMC Korlantas Polri, Jakarta.

Kedatangannya kali ini dalam rangka mengecek kesiapan Korlantas Polri dalam memonitoring pergerakan masyarakat pada saat libur lebaran melalui Posko Operasi Ketupat 2025.

"Saya berkunjung ke Korlantas, karena Kakorlantas menjadi salah satu leading sector dalam bagaimana mengamankan arus mudik selama masa libur Lebaran. Kami memang ditugaskan untuk memastikan instansi pemerintah melayani masyarakat dan kami sudah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk memberikan layanan publik untuk masyarakat," kata Men PAN-RB

Berkaitan dengan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi ASN, Men PAN-RB juga menyebut hal ini juga berkaitan dengan bagaimana dukungan pemerintah dalam memastikan kelancaran perjalanan mudik lebaran nanti.

"Untuk para ASN ini, kita sudah memberikan kebijakan bekerja secara di luar. Jadi para ASN bisa bekerja di tempat dimana mereka tinggal. Kami juga memastikan tata kelola yang layak dalam koordinasi pelaksanaan kelancaran arus mudik ini," ungkap Rini.

Selain itu, Men PAN-RB mengapresiasi peralatan dan alutista yang dimiliki oleh Korlantas dalam mengawaki pemantauan arus mudik-balik Libur Lebaran 2025. Hal ini tentunya selaras dengan program pemerintah terkait transformasi digital.

"Jadi Kakorlantas memanfaatkan integrasi data di dalam memastikan layanan terkait mereka saling terkoneksi sehingga sulit lagi pada instansi pemerintah ketika akan mengambil keputusan dalam keadaan darurat. Tentunya sudah sejalan dengan reformasi birokrasi yang sedang selalu kita dengungkan yakni transformasi digital," ucap dia.

Lebih lanjut, Kakorlantas Polri mengungkapkan bahwa kebijakan WFA ini tentunya sangat berpengaruh kepada pengendalian arus lalu lintas pada momen mudik lebaran. Terlihat bahwa situasi arus lalu lintas sejak H-10 sudah cukup terurai akibat kebijakan WFA bagi ASN ini.

"Saya sangat bangga sekali, hari ini kami dikunjungi Bu Menteri langsung mengecek kesiapan Korlantas Polri dan stakeholder lainnya. Hari ini hari ketiga Operasi Ketupat, jadi kebijakan pemerintah yang Work From Anywhere (WFA) ini sangat membantu sekali kaitannya dengan arus mudik," tutur Kakorlantas.

"Jadi arus mudik ini diperkirakan akan terurai dengan baik dari awal, sehingga ketika nanti kita evaluasi traffic countingnya apakah nanti di H-3 itu arus puncak kemungkinannya nanti akan kita lihat dulu," sambung Kakorlantas.

Berdasarkan data yang dihimpun, Kakorlantas menuturkan bahwa terjadi kenaikan sebesar 30 persen arus lalu lintas menuju Trans Jawa dan Sumatera selama tiga hari pelaksanaan Operasi Ketupat terhitung sejak tanggal 23 Maret kemarin dibandingkan dengan tahun lalu.

"Hari pertama itu ada kenaikan di H-10 dari tahun lalu itu ada kenaikan 35 persen ini cukup bagus artinya betul terurai. Hari kedua itu (kenaikan) 22 persen tetapi keseluruhannya saya ambil tiga hari ini dulu menuju ke Jawa dan Sumatera itu sudah 30 persen artinya ini sangat terurai sekali," pungkas Kakorlantas Polri.


REALITANUSANTARA.COM

Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengapresiasi Polri khususnya Korlantas Polri memegang peran strategis dalam mendukung kelancaran arus mudik 2025.

Hal itu mengingat Korlantas Polri merupakan salah satu leading sector dalam penyelenggaraan pelayanan mudik. Sebab, pelayanan publik yang sigap, cepat, dan terkoordinasi adalah prioritas utama selama masa mudik.

"Kementerian PANRB menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Polri atas kesiapan dan kinerja luar biasa dalam menjaga ketertiban dan kelancaran arus mudik tahun ini," ujar Menteri PANRB, Selasa (25/3/2025).

Ia menyampaikan berdasarkan amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik bahwa pemerintah wajib melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan penyelenggaraan pelayanan publik berjalan aman dan nyaman.

Menteri PANRB mengungkapkan penggunaan sistem pemantauan berbasis digital yang dioperasikan oleh Korlantas Polri merupakan langkah maju dalam mendukung transformasi digital dan reformasi birokrasi berbasis data.

Teknologi ini memungkinkan pemantauan lalu lintas secara real-time serta pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam kondisi darurat.

Selain itu, layanan pengaduan masyarakat melalui kanal LAPOR! tetap dioptimalkan untuk menampung keluhan serta memberikan informasi terkini seputar mudik.

Menteri PANRB juga mengapresiasi inovasi Korlantas Polri dalam pemanfaatan sistem tilang elektronik (ETLE) serta sistem manajemen lalu lintas berbasis teknologi, yang semakin meningkatkan kepatuhan dan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas.

"Apa yang dilakukan Korlantas adalah memanfaatkan transformasi digital dalam tata kelolanya. Korlantas memanfaatkan integrasi data di dalam memastikan layanan-layanan terkait dan ini tentunya sudah sejalan dengan reformasi birokrasi yang selalu kita gaungkan," ujar Menteri PANRB.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik 2025, Menteri PANRB menilai sinergi antara Polri dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perhubungan, TNI, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, sangat krusial untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik, serta memastikan pelayanan esensial tetap berjalan dan menjaga inklusivitas dengan pemberian layanan optimal terhadap pemudik kelompok rentan.

Mengingat arus mudik dan arus balik Idulfitri berlangsung selama 24 jam non-stop dan bersifat masif melalui moda darat, laut, dan udara, Menteri PANRB mengharapkan Polri bersama instansi terkait untuk bekerja secara optimal dalam mengawal proses ini. Kementerian PANRB pun siap memberikan dukungan dan pendampingan dari aspek tata kelola pelayanan publik.

"Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah dan aparat keamanan, kami optimis bahwa mudik tahun ini dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat," tutur Menteri PANRB.


REALITANUSANTARA.COM

Jakarta -- Kabareskrim Polri Komjen Pol. Wahyu Widada menegaskan pihaknya mengusut kasus teror kepala babi hingga bangkai tikus ke kantor Tempo. 

"Tentu tim kita sedang turun di lapangan melakukan penyelidikan," tegas Kabareskrim, Senin (24/3/2025). Meski begitu, ia belum dapat mengungkap detail penyelidikan. 

"Teknis penyelidikan saya tidak bisa sampaikan di sini. (Berapa saksi yang diperiksa) ya namanya sedang penyelidikan, nanti lah ya," ujar Kabareskrim.

Ia mengatakan seluruh laporan masyarakat akan ditangani dengan baik. Kabareskrim meminta dukungan dalam menangani kasus tersebut.

"Semua proses laporan masyarakat tentu kita sikapi, tentu kita kerjakan, tentu kita lakukan penyelidikan dengan baik. Mohon doa nya dari teman-teman semuanya, kita bersama teman-teman," ujar Kabareskrim.

Bareskrim mulai menyelidiki kasus teror kepala babi hingga tikus dipenggal yang dikirimkan ke kantor media Tempo. Polisi turut menyisir CCTV yang ada di lokasi kejadian.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada mengusut teror tersebut.

Pada 19 Maret 2025, kantor redaksi Tempo menerima paket berisi kepala babi tanpa telinga. Paket tersebut dikirim oleh kurir yang memakai atribut aplikasi pengiriman barang. Paket itu ditujukan untuk Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik dan host siniar Bocor Alus Politik.

Pada 22 Maret 2025, Tempo mendapatkan kiriman bangkai hewan lainnya. Kali ini berupa kardus berisikan bangkai tikus yang kepalanya dipenggal.


REALITANUSANTARA.COM

Jakarta – Polri berduka atas gugurnya tiga personel terbaik dalam menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sebagai abdi masyarakat. Ketiga korban adalah Kapolsek Negara Batin Way Kanan, Iptu Lusiyanto, serta dua anggotanya, Bripka Petrus Apriyanto dan Bripda M Ghalib Surya Ganta.

Jenazah ketiga personel tersebut telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk proses autopsi dan pengusutan lebih lanjut.

"Sejauh ini Polda Lampung dan Polres Way Kanan telah memberikan dukungan penuh terhadap Polsek tersebut, termasuk dalam penanganan kejadian ini," ujar Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.

Brigjen Trunoyudo juga menyampaikan bahwa Polri akan mengusut tuntas kejadian ini dan memastikan bahwa langkah-langkah hukum yang diperlukan akan segera dilakukan.

"Polri sangat berduka atas gugurnya rekan-rekan kami yang telah menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, Kami akan memastikan peristiwa ini diusut hingga tuntas," tegasnya.

Saat ini, kepolisian terus melakukan pendalaman terkait insiden tersebut untuk mengungkap seluruh fakta yang ada.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.