Articles by "PEMKO PADANG"

Tampilkan postingan dengan label PEMKO PADANG. Tampilkan semua postingan

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menghadiri Workshop Badan Ekraf Digital Entrepreneurship (BDE) yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Padang, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program rekonstruksi ekonomi berbasis kreativitas, teknologi, dan media pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada 2025. Program ini diinisiasi oleh Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi sebagai upaya mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat melalui transformasi digital.

Dalam kesempatan itu, Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ekonomi Kreatif yang telah memilih Sumatera Barat sebagai provinsi pertama dari tiga daerah terdampak bencana yang menjadi lokasi pelaksanaan program. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor ekonomi kreatif dan kewirausahaan digital.

“Transformasi digital saat ini bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Pelaku UMKM harus mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat daya saing di tengah perkembangan ekonomi yang semakin kompetitif,” ujar Maigus Nasir.

Ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas pelaku UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital sejalan dengan salah satu program unggulan Pemerintah Kota Padang, yakni UMKM Naik Kelas. Program tersebut dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas usaha mikro, kecil, dan menengah melalui pendampingan digital marketing, akses pembiayaan, perluasan jaringan pemasaran, hingga percepatan sertifikasi halal.

Menurut Maigus, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan para pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku pasar.

“Pemerintah Kota Padang terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang mendukung pertumbuhan UMKM. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis UMKM Padang dapat berkembang lebih cepat dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” katanya.

Workshop BDE diikuti oleh pelaku UMKM, komunitas kreatif, pelaku usaha digital, serta generasi muda yang tertarik mengembangkan usaha berbasis teknologi. Peserta mendapatkan berbagai materi terkait strategi pemasaran digital, pengembangan bisnis kreatif, pemanfaatan platform digital, hingga penguatan branding produk lokal.

Program ini diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana, tetapi juga melahirkan wirausaha-wirausaha baru yang mampu memanfaatkan teknologi sebagai instrumen utama dalam pengembangan usaha.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Padang berharap pelaku UMKM semakin adaptif terhadap perkembangan digital, sehingga mampu menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Padang Harmony Festival 2026 yang berlangsung meriah di kawasan Kota Tua Batang Arau, tepatnya di bawah Jembatan Siti Nurbaya, Senin (10/8/2026) malam.

Festival budaya yang digelar untuk pertama kalinya tersebut menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Mengusung tema "Urang Padang Jalan Barampek", kegiatan ini menampilkan keberagaman budaya yang hidup dan berkembang di Kota Padang, yakni etnis Minangkabau, Nias, Tionghoa, dan India yang selama ini hidup berdampingan dalam suasana harmonis.

Dalam sambutannya, Maigus Nasir menyampaikan bahwa Padang Harmony Festival bukan sekadar pertunjukan seni budaya, tetapi juga menjadi simbol kuat persatuan dan toleransi masyarakat Kota Padang yang majemuk.

"Festival ini membuktikan bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan yang harus terus dijaga dan dirawat bersama. Kota Padang telah lama menjadi rumah bagi berbagai etnis yang hidup berdampingan dengan damai, dan hal itu harus terus diwariskan kepada generasi mendatang," ujar Maigus Nasir.

Selama pelaksanaan festival, masyarakat disuguhkan berbagai pertunjukan seni tradisional, musik etnik, tarian budaya, hingga atraksi khas dari berbagai komunitas yang ada di Kota Padang. Ribuan warga dan wisatawan tampak memadati kawasan Kota Tua Batang Arau untuk menyaksikan kemeriahan acara yang berlangsung selama beberapa hari tersebut.

Maigus menambahkan, penyelenggaraan Padang Harmony Festival sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat identitas daerah sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi, keberagaman budaya, dan kerukunan sosial.

Selain menjadi ruang ekspresi budaya, festival ini juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung turut menggerakkan aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang kuliner, serta sektor jasa yang berada di kawasan wisata Kota Tua.

"Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya merawat warisan budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Kawasan Kota Tua semakin hidup dan menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara," katanya.

Padang Harmony Festival merupakan salah satu dari rangkaian agenda besar HJK Padang ke-357 yang tahun ini mengusung konsep promosi budaya, pariwisata, dan gastronomi bertaraf internasional. Pemerintah Kota Padang berharap festival tersebut dapat menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat citra Kota Padang sebagai kota multikultural yang aman, nyaman, dan terbuka bagi seluruh kalangan.

Dengan berakhirnya Padang Harmony Festival 2026, rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Padang ke-357 resmi ditutup. Pemerintah Kota Padang optimistis semangat kebersamaan yang tercermin dalam festival tersebut akan terus menjadi fondasi dalam membangun kota yang maju, inklusif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Pemerintah Kota Padang terus mematangkan persiapan menghadapi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat (Sumbar) XVI. Selain bertindak sebagai salah satu daerah peserta, Kota Padang juga dipercaya menjadi tuan rumah untuk 20 cabang olahraga (cabor) pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Persiapan itu dibahas secara intensif melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang dan para pengurus cabang olahraga, Senin (10/8/2026).

Rakornis menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan maupun kesiapan kontingen Kota Padang dapat berjalan secara terarah. Mulai dari kesiapan venue pertandingan, sarana dan prasarana olahraga, teknis pelaksanaan pertandingan, hingga koordinasi antarorganisasi yang terlibat terus dimatangkan.

Pemerintah Kota Padang juga menunjukkan komitmen serius dalam mendukung pembinaan olahraga dan peningkatan prestasi atlet. Untuk kebutuhan pelaksanaan serta dukungan terhadap kontingen, Pemko Padang menyiapkan anggaran sekitar Rp38 miliar.

Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp23 miliar dialokasikan untuk bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali. Kebijakan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap perjuangan dan prestasi para atlet yang membawa nama Kota Padang di ajang Porprov Sumbar XVI.

Dukungan anggaran tersebut diharapkan tidak hanya menjadi penghargaan atas prestasi yang telah diraih, tetapi juga mampu meningkatkan motivasi atlet untuk menjalani proses latihan secara maksimal. Pemerintah daerah menilai keberhasilan olahraga tidak terlepas dari pembinaan yang berkelanjutan, dukungan fasilitas, serta penghargaan yang layak terhadap atlet dan pelatih.

Dalam persiapan Porprov Sumbar XVI, Pemko Padang bersama KONI dan pengurus cabor juga menekankan pentingnya koordinasi. Setiap cabang olahraga diminta mempersiapkan atlet secara optimal sekaligus memastikan kebutuhan teknis pertandingan dapat dipenuhi dengan baik.

Sebagai daerah yang memiliki tradisi kuat dalam dunia olahraga, Kota Padang memasang target tinggi pada Porprov Sumbar XVI. Pemko Padang menargetkan kontingen Kota Padang mampu mempertahankan gelar juara umum yang sebelumnya telah diraih.

Target tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh pihak yang terlibat. Tidak hanya atlet, tetapi juga pelatih, pengurus KONI, pengurus cabor, perangkat daerah, serta seluruh elemen masyarakat diharapkan memberikan dukungan terhadap perjuangan kontingen Kota Padang.

Semangat mempertahankan prestasi tersebut kemudian dikemas dalam semangat “Padang Juara”. Tagline ini menjadi dorongan bersama agar seluruh persiapan dilakukan secara maksimal, terukur, dan penuh komitmen.

Pemko Padang berharap penyelenggaraan 20 cabor Porprov Sumbar XVI di Kota Padang nantinya tidak hanya sukses dari sisi pelaksanaan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan olahraga daerah.

Dengan persiapan yang semakin dimatangkan sejak sekarang, Kota Padang optimistis dapat menjadi tuan rumah yang sukses sekaligus mempertahankan prestasi sebagai juara umum Porprov Sumbar XVI.

Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada para atlet Kota Padang. Dukungan publik dinilai penting untuk membangun semangat dan mental juara para atlet saat bertanding menghadapi kontingen dari kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.

Melalui sinergi pemerintah, KONI, pengurus cabor, atlet, pelatih, dan masyarakat, semangat Padang Juara diharapkan dapat diwujudkan melalui prestasi terbaik pada Porprov Sumbar XVI.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Pemerintah Kota Padang kembali memperkuat penanganan pascabencana banjir dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah pada 3 Agustus 2026. Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap masyarakat terdampak, Wali Kota Padang Fadly Amran menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga di Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Minggu (9/8/2026).

Bantuan tersebut ditujukan bagi warga yang rumahnya terdampak bencana di empat kecamatan. Secara keseluruhan terdapat 270 rumah yang mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Padang.

Adapun rincian penerima bantuan meliputi 191 rumah di Kecamatan Kuranji, 45 rumah di Kecamatan Nanggalo, 24 rumah di Kecamatan Koto Tangah, dan 10 rumah di Kecamatan Padang Utara.

Setiap rumah terdampak memperoleh bantuan sebesar Rp2 juta. Dengan jumlah penerima sebanyak 270 rumah, total anggaran yang disalurkan mencapai Rp540 juta. Dana tersebut bersumber dari APBD Kota Padang.

Penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pascabencana, terutama bagi warga yang mengalami kerusakan maupun dampak langsung akibat banjir dan cuaca ekstrem.

Fadly Amran menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya memastikan masyarakat terdampak tidak menghadapi masa pemulihan seorang diri. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus membantu proses pemulihan kondisi rumah tangga setelah bencana.

Kecamatan Kuranji menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak. Dari total 270 rumah yang memperoleh bantuan, sebanyak 191 rumah berada di wilayah tersebut. Kondisi ini menunjukkan besarnya dampak bencana yang dirasakan masyarakat Kuranji dibandingkan wilayah lainnya.

Selain bantuan langsung, penanganan pascabencana juga membutuhkan koordinasi lintas sektor untuk memastikan lingkungan terdampak kembali pulih. Pemerintah Kota Padang terus mengerahkan perangkat daerah terkait dalam melakukan pembersihan, pendataan, penanganan infrastruktur, serta pemantauan kondisi masyarakat di wilayah yang terdampak.

Bencana banjir dan cuaca ekstrem pada 3 Agustus 2026 sebelumnya menyebabkan sejumlah kawasan di Kota Padang terdampak genangan dan membutuhkan penanganan cepat. Pemerintah bersama unsur terkait melakukan evakuasi, pembersihan material, hingga pelayanan kebutuhan dasar bagi warga.

Penyaluran bantuan senilai Rp540 juta tersebut sekaligus menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam tahap pemulihan pascabencana. Pemko Padang memastikan proses pendataan dan penanganan masyarakat terdampak dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan agar bantuan dapat diterima oleh warga yang membutuhkan.

Dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat terdampak diharapkan dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari. Pemerintah Kota Padang juga mengajak masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Penanganan pascabencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. Semangat gotong royong dan kepedulian antarwarga menjadi salah satu kekuatan penting dalam mempercepat pemulihan Kota Padang setelah dilanda bencana.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyambut hangat kedatangan Wakil Bupati Nias, Arota Lase, bersama warga Nias yang berdomisili di Kota Padang, Minggu (9/8/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Kehadiran rombongan dari Nias menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat yang hidup berdampingan di Kota Padang.

Maigus Nasir menilai keberagaman suku, budaya, dan latar belakang masyarakat merupakan bagian penting dari kekuatan Kota Padang. Menurutnya, perbedaan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan, melainkan menjadi modal sosial dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Dalam kesempatan itu, Maigus menyampaikan apresiasi atas keberadaan masyarakat Nias di Kota Padang yang selama ini turut menjadi bagian dari kehidupan sosial kemasyarakatan. Ia berharap hubungan baik antara masyarakat Nias dengan masyarakat Minangkabau serta kelompok masyarakat lainnya terus terpelihara.

“Keberagaman budaya adalah kekuatan. Karena itu, mari kita terus menjaga kerukunan, saling menghormati, dan membangun kebersamaan demi kemajuan Kota Padang,” demikian pesan yang disampaikan dalam suasana pertemuan tersebut.

Menurutnya, semangat persatuan dan toleransi sangat diperlukan dalam menjaga kondusivitas daerah. Kota Padang sebagai kota yang dihuni masyarakat dengan latar belakang yang beragam membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Pertemuan dengan Wakil Bupati Nias Arota Lase juga dinilai menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi dan jejaring antara Pemerintah Kota Padang dengan masyarakat asal Nias yang menetap di daerah tersebut.

Maigus berharap silaturahmi semacam ini tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi dapat terus berkembang menjadi kerja sama dan interaksi positif di tengah masyarakat.

Ia menegaskan, semangat kebersamaan harus terus dirawat dengan mengedepankan sikap saling menghargai, toleransi, serta kepedulian terhadap sesama.

“Bersama dalam keberagaman, kita kuat dalam persaudaraan. Perbedaan budaya dan latar belakang justru menjadi kekayaan yang mempererat kita sebagai satu masyarakat,” ujarnya.

Kehadiran warga Nias dalam berbagai aktivitas sosial di Kota Padang sekaligus menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat yang majemuk dapat berjalan harmonis apabila dibangun dengan semangat saling menghormati.

Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat persaudaraan antara masyarakat Nias dan masyarakat Kota Padang, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan kota yang aman, nyaman, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, terus memperkuat semangat kebersamaan dan keberagaman masyarakat melalui rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Salah satu agenda yang digelar adalah Padang Harmoni Festival 2026, yang berlangsung selama tiga hari, 8–10 Agustus 2026.

Festival yang diselenggarakan Pemerintah Kota Padang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) tersebut dipusatkan di kawasan Panggung Batu, Pantai Cimpago, Kota Padang. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat toleransi, persatuan, serta apresiasi terhadap keberagaman budaya yang telah tumbuh dan berkembang di Kota Padang.

Pembukaan Padang Harmoni Festival 2026 berlangsung pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026. Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang tabuh oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir.

Turut hadir dalam prosesi tersebut Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran dan Wakil Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir.

Nuansa kebersamaan dan keberagaman menjadi bagian penting dalam pelaksanaan festival. Berbagai pertunjukan seni yang ditampilkan tidak sekadar menyuguhkan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga persatuan masyarakat di tengah keberagaman suku, budaya, agama, dan latar belakang sosial.

Salah satu pertunjukan yang menjadi perhatian dalam festival tersebut mengangkat tema “Urang Padang Jalan Barampek”. Pertunjukan ini menggambarkan Kota Padang sebagai rumah bersama yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang etnis dan budaya.

Tema tersebut merepresentasikan perjalanan kehidupan masyarakat Kota Padang yang sejak dahulu berkembang sebagai kawasan perdagangan dan pertemuan berbagai kelompok masyarakat. Keberagaman itu kemudian membentuk karakter sosial dan budaya Kota Padang yang dinamis serta terbuka terhadap berbagai pengaruh.

Dalam pertunjukan tersebut, empat kelompok etnis yang dinilai memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah dan kehidupan masyarakat Kota Padang ditampilkan secara khusus, yakni Minangkabau, Melayu, Tionghoa, dan India.

Keempat kelompok tersebut digambarkan sebagai bagian dari mozaik masyarakat Kota Padang yang hidup berdampingan dan saling melengkapi. Perbedaan identitas budaya tidak ditempatkan sebagai sekat, melainkan menjadi kekayaan yang memperkuat karakter kota.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat Padang Harmoni Festival yang menjadikan kebudayaan sebagai instrumen untuk mempererat hubungan antarmasyarakat. Melalui seni dan pertunjukan budaya, masyarakat diajak melihat bahwa keberagaman merupakan bagian tidak terpisahkan dari perjalanan Kota Padang.

Pemilihan kawasan Pantai Cimpago sebagai lokasi kegiatan juga memberikan suasana tersendiri. Ruang terbuka di kawasan pesisir tersebut menjadi tempat masyarakat menikmati rangkaian pertunjukan sekaligus menyaksikan ekspresi budaya dari berbagai komunitas.

Padang Harmoni Festival 2026 sekaligus memperlihatkan upaya Pemerintah Kota Padang dalam menjadikan momentum Hari Jadi Kota tidak hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat identitas daerah dan nilai-nilai kebangsaan.

Di tengah masyarakat yang semakin beragam, semangat hidup berdampingan secara harmonis menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas sosial. Karena itu, kegiatan yang mempertemukan berbagai komunitas melalui seni dan budaya dinilai memiliki arti strategis dalam membangun rasa memiliki terhadap Kota Padang.

Peringatan HJK Padang ke-357 tahun ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai potensi budaya, kreativitas masyarakat, dan karakter Kota Padang kepada masyarakat luas. Rangkaian kegiatan diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat citra Padang sebagai kota yang memiliki kekayaan budaya dan masyarakat yang hidup dalam keberagaman.

Melalui Padang Harmoni Festival 2026, Pemerintah Kota Padang menegaskan bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun kota secara bersama-sama.

Semangat “Urang Padang Jalan Barampek” pun menjadi simbol bahwa masyarakat dengan latar belakang yang berbeda dapat berjalan bersama dalam satu tujuan: menjaga keharmonisan, merawat kebudayaan, dan membangun Kota Padang yang semakin maju tanpa kehilangan jati dirinya.

Editor : Ayu

REALITA NUSANTARA.COM

PADANG — Lebih dari 4.000 pelari dari berbagai daerah di Sumatera Barat, sejumlah provinsi di Indonesia, hingga peserta mancanegara ambil bagian dalam Blue Ocean Minang (BOM) Run 2026 yang digelar di Kota Padang, Minggu (9/8/2026) pagi.

Kegiatan olahraga tersebut menjadi salah satu agenda dalam rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Pelaksanaan BOM Run 2026 tidak hanya diarahkan sebagai ajang olahraga dan rekreasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi Kota Padang melalui konsep Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City.

BOM Run 2026 diinisiasi oleh Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 3 (Ikasmantri) Padang. Ribuan peserta memadati kawasan Pantai Cimpago sejak pagi hari untuk mengikuti perlombaan sekaligus menikmati suasana kawasan pesisir Kota Padang.

Kegiatan mengambil titik start dan finis di kawasan Pantai Cimpago dan dilepas langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir.

Antusiasme peserta terlihat sejak sebelum perlombaan dimulai. Para pelari tidak hanya berasal dari Kota Padang dan kabupaten/kota di Sumatera Barat, tetapi juga datang dari luar provinsi serta sejumlah peserta dari mancanegara.

Kehadiran ribuan peserta tersebut sekaligus memberikan warna tersendiri bagi rangkaian HJK Padang ke-357. Ajang lari menjadi ruang pertemuan masyarakat dari berbagai daerah sekaligus sarana untuk memperkenalkan wajah Kota Padang kepada peserta dan pengunjung dari luar daerah.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, BOM Run tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan olahraga. Menurutnya, event tersebut merupakan bagian dari strategi memperkenalkan Kota Padang melalui pengalaman yang menggabungkan berbagai potensi daerah.

Konsep tersebut diwujudkan melalui pendekatan Taste of Padang Experience, yang mengintegrasikan olahraga dengan budaya, tradisi, kebersamaan, pariwisata, serta kekayaan kuliner khas Minangkabau.

“BOM Run bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan Kota Padang melalui konsep Taste of Padang Experience,” ujar Fadly.

Ia menilai, kegiatan yang melibatkan ribuan orang seperti BOM Run memiliki dampak yang lebih luas karena mampu menggerakkan berbagai sektor, mulai dari pariwisata, ekonomi kreatif, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga sektor kuliner.

Menurutnya, peserta yang datang dari luar daerah memiliki kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai potensi yang dimiliki Kota Padang. Tidak hanya menikmati kegiatan olahraga, mereka juga dapat merasakan suasana kota, melihat destinasi wisata, mengenal budaya Minangkabau, serta mencicipi beragam kuliner khas daerah.

Fadly menyebut pendekatan tersebut sejalan dengan arah pengembangan Kota Padang sebagai kota yang mampu mengoptimalkan kekayaan budaya dan gastronomi sebagai bagian dari daya tarik pariwisata.

Karena itu, penyelenggaraan event berskala besar dinilai penting untuk membangun citra Kota Padang sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman wisata secara utuh.

“Olahraga, budaya, tradisi, kebersamaan dan gastronomi kita satukan menjadi sebuah pengalaman yang bisa dirasakan masyarakat maupun wisatawan ketika berada di Kota Padang,” katanya.

BOM Run 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam perayaan HJK Padang ke-357. Ribuan peserta dari berbagai latar belakang berbaur dalam satu kegiatan yang mengedepankan gaya hidup sehat sekaligus promosi potensi daerah.

Pemilihan kawasan Pantai Cimpago sebagai lokasi start dan finis turut memberikan nilai tambah terhadap pelaksanaan event. Kawasan pesisir tersebut merupakan salah satu ruang publik yang menjadi bagian dari wajah pariwisata Kota Padang.

Dengan melibatkan peserta dari dalam dan luar daerah hingga mancanegara, BOM Run 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan olahraga. Event tersebut juga diharapkan berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata olahraga (sport tourism) yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Rangkaian HJK Padang ke-357 sendiri menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Padang untuk memperkenalkan berbagai potensi kota kepada masyarakat luas. Tema Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City menjadi benang merah dalam berbagai kegiatan yang digelar, dengan mengangkat kekayaan kuliner, budaya, tradisi, kreativitas, serta karakter masyarakat Kota Padang.

Melalui kegiatan seperti BOM Run, Kota Padang berupaya membangun pengalaman wisata yang tidak hanya mengandalkan destinasi, tetapi juga menghadirkan interaksi langsung dengan budaya dan kehidupan masyarakat.

Keikutsertaan lebih dari 4.000 pelari dalam BOM Run 2026 menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi medium efektif untuk memperkuat promosi daerah. Di saat yang sama, event tersebut memperlihatkan potensi Kota Padang dalam menggelar kegiatan berskala besar yang menggabungkan olahraga, pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif.

Pemerintah Kota Padang berharap berbagai event dalam rangkaian HJK ke-357 dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat serta semakin memperkuat posisi Padang sebagai salah satu destinasi wisata dan kuliner unggulan di Indonesia.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, mematangkan strategi penanganan banjir pascahujan ekstrem yang melanda sejumlah wilayah pada 3 Agustus 2026. Evaluasi dilakukan untuk memastikan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat disusun berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, akademisi, serta sejumlah organisasi perangkat daerah dan unsur terkait di Gedung Putih, Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Sabtu (8/8/2026).

Rapat menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat penanganan banjir secara terpadu, tidak hanya pada tahap tanggap darurat, tetapi juga memasuki fase pemulihan dan pembangunan kembali infrastruktur yang terdampak.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah evaluasi sejumlah titik yang dinilai rawan mengalami genangan dan banjir. Pemerintah bersama pihak terkait melakukan pemetaan terhadap kondisi saluran air, sungai, kawasan permukiman, serta infrastruktur yang memiliki keterkaitan dengan sistem pengendalian banjir di Kota Padang.

Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi bahan untuk melakukan penyesuaian terhadap usulan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Dokumen tersebut dinilai perlu terus diperbarui agar program pemulihan yang diajukan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan kondisi kerusakan yang terjadi setelah bencana.

Wali Kota Padang Fadly Amran menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi persoalan banjir. Menurutnya, penanganan banjir tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan satu instansi, mengingat persoalan tersebut berkaitan dengan berbagai aspek, mulai dari kondisi daerah aliran sungai, sistem drainase, tata ruang, hingga kesiapan infrastruktur perkotaan.

Keterlibatan BWS Sumatera V Padang dalam pembahasan tersebut menjadi penting karena pengelolaan sumber daya air dan sistem sungai membutuhkan penanganan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Selain pemerintah dan instansi teknis, kehadiran akademisi juga diarahkan untuk memberikan masukan berbasis kajian ilmiah. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menentukan prioritas penanganan serta merancang solusi yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu mengurangi risiko banjir dalam jangka panjang.

Pemko Padang juga perlu memastikan bahwa usulan rehabilitasi dan rekonstruksi tidak sebatas memperbaiki infrastruktur yang rusak. Program pascabencana diharapkan sekaligus meningkatkan kapasitas sistem pengendalian banjir sehingga infrastruktur yang dibangun atau diperbaiki memiliki ketahanan lebih baik ketika menghadapi curah hujan ekstrem.

Rapat koordinasi tersebut juga menjadi momentum untuk menyelaraskan data dan kebutuhan di lapangan. Setiap titik terdampak perlu diidentifikasi secara lebih detail, termasuk tingkat kerusakan, kebutuhan penanganan, serta skala prioritas pembangunan kembali.

Langkah tersebut penting mengingat karakteristik Kota Padang yang memiliki sejumlah kawasan yang rentan terhadap banjir ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Karena itu, penanganan pascabencana membutuhkan perencanaan yang komprehensif dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Pemerintah Kota Padang selanjutnya akan memanfaatkan hasil evaluasi dan masukan dari berbagai pihak sebagai bahan penyempurnaan R3P. Dengan demikian, program rehabilitasi dan rekonstruksi yang disusun diharapkan dapat menjadi dasar pengusulan dukungan pembiayaan sekaligus mempercepat pemulihan wilayah dan masyarakat yang terdampak.

Pemko Padang memastikan penanganan pascabanjir terus dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan koordinasi, pemutakhiran data, serta langkah mitigasi untuk mengurangi dampak apabila kejadian serupa kembali terjadi.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membangun sistem perkotaan yang lebih tangguh terhadap bencana, sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Ribuan pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia turut memeriahkan Gowes Siti Nurbaya Adventure-X yang digelar Pemerintah Kota Padang sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.

Kegiatan olahraga sekaligus wisata tersebut mengambil titik start di Simpang Jamria dan berakhir di Pantai Cimpago, Kota Padang. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi, dengan ribuan goweser memadati jalur yang telah disiapkan panitia.

Gowes Siti Nurbaya Adventure-X tahun ini memiliki makna khusus karena menandai satu dekade pelaksanaan Gowes Siti Nurbaya di Kota Padang. Selama sepuluh tahun penyelenggaraannya, kegiatan tersebut berkembang menjadi salah satu agenda olahraga dan pariwisata yang mampu menarik perhatian komunitas sepeda dari berbagai daerah.

Pada pelaksanaan tahun ini, jumlah peserta mencapai sekitar 3.000 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.226 peserta berasal dari klub dan komunitas sepeda dari berbagai daerah di Indonesia, sedangkan 774 peserta lainnya berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD), pelajar, serta unsur masyarakat lainnya.

Para peserta tersebut tergabung dalam sedikitnya 165 komunitas goweser. Mereka tidak hanya datang dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat, tetapi juga dari sejumlah daerah di luar provinsi.

Komunitas sepeda dari Jakarta, Jambi, Riau, hingga Medan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran peserta dari luar daerah sekaligus menunjukkan bahwa Gowes Siti Nurbaya telah berkembang melampaui kegiatan olahraga masyarakat dan menjadi bagian dari agenda promosi Kota Padang.

Pelepasan peserta dilakukan oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Adib Alfikri.

Momentum tersebut berlangsung semarak dengan kehadiran para peserta yang mengenakan berbagai atribut komunitas sepeda. Ribuan pesepeda kemudian bergerak bersama menyusuri sejumlah ruas jalan Kota Padang menuju garis finis di kawasan Pantai Cimpago.

Bagi Pemerintah Kota Padang, Gowes Siti Nurbaya Adventure-X tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan untuk mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada peserta yang datang dari luar Kota Padang.

Rute perjalanan yang melewati kawasan perkotaan dan sejumlah lokasi strategis Kota Padang memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta. Selain berolahraga, para goweser dapat menikmati suasana kota, lanskap pesisir, serta berbagai potensi wisata yang menjadi daya tarik Kota Padang.

Kehadiran ribuan peserta dari luar daerah juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. Aktivitas komunitas yang berlangsung dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan kunjungan ke hotel, restoran, pusat kuliner, usaha mikro, hingga berbagai sektor ekonomi kreatif.

Gowes Siti Nurbaya Adventure-X sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antara pemerintah, komunitas olahraga, masyarakat, dan pelaku usaha dalam menyemarakkan Hari Jadi Kota Padang ke-357.

Dengan mengusung semangat olahraga, kebersamaan, dan promosi pariwisata, kegiatan ini diharapkan terus berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin mampu menarik komunitas sepeda dari berbagai wilayah Indonesia.

Pemerintah Kota Padang juga berharap momentum satu dekade Gowes Siti Nurbaya menjadi titik penguatan penyelenggaraan kegiatan serupa pada tahun-tahun mendatang, sekaligus memperkuat citra Padang sebagai kota yang aktif mengembangkan olahraga masyarakat, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Penyelenggaraan Gowes Siti Nurbaya Adventure-X pada akhirnya bukan sekadar perjalanan bersepeda dari titik start menuju garis finis. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan komunitas dari berbagai daerah sekaligus momentum memperkenalkan wajah Kota Padang kepada masyarakat Indonesia melalui olahraga dan pariwisata.

Di tengah rangkaian perayaan HJK Padang ke-357, semarak ribuan goweser tersebut menjadi salah satu gambaran kuat bahwa kegiatan berbasis komunitas mampu menjadi penggerak kebersamaan sekaligus sarana promosi daerah yang efektif.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Lomba Selaju Sampan menjadi salah satu atraksi budaya dan olahraga yang memeriahkan rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Kegiatan tersebut resmi dimulai di Batang Palinggam, kawasan Sungai Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Kamis (7/8/2026).

Perlombaan yang menggabungkan unsur olahraga, tradisi, dan kekayaan budaya masyarakat pesisir Kota Padang ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Agustus 2026.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, Lomba Selaju Sampan bukan sekadar kompetisi olahraga di atas air. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi masyarakat Kota Padang yang perlu terus dirawat dan dikembangkan agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, keberadaan Lomba Selaju Sampan juga menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya Kota Padang. Tradisi yang tumbuh di kawasan aliran sungai dan pesisir tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat melalui kegiatan yang bersifat kompetitif namun tetap menjunjung tinggi kebersamaan.

“Lomba Selaju Sampan merupakan salah satu tradisi dan perlombaan yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Kota Padang. Karena itu, kegiatan seperti ini harus terus kita lestarikan dan dikembangkan,” ujar Fadly Amran.

Ia menilai, penyelenggaraan lomba dalam momentum HJK Padang ke-357 memiliki nilai strategis karena dapat memperkenalkan kembali permainan dan tradisi masyarakat setempat kepada generasi muda.

Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, perlombaan tersebut juga diharapkan dapat menjadi ruang pembinaan atlet olahraga tradisional sekaligus memperkuat potensi wisata berbasis budaya di Kota Padang.

Ketua Panitia Lomba Selaju Sampan, Mega Nanda, mengatakan penyelenggaraan tahun ini dibuat dalam dua kategori untuk memberikan ruang kompetisi yang lebih luas bagi peserta dari berbagai kelompok usia.

Dua kategori yang diperlombakan yakni Kelompok Umur (KU) Junior U-18 dan kategori Open Kota Padang atau Senior.

Untuk kategori KU Junior U-18, tercatat sebanyak 13 tim ambil bagian dalam perlombaan. Sementara kategori Open Kota Padang diikuti 18 tim.

Dengan demikian, sebanyak 31 tim berpartisipasi dalam Lomba Selaju Sampan yang menjadi bagian dari rangkaian HJK Padang ke-357 tersebut.

Mega Nanda menjelaskan, pembagian kategori tersebut tidak hanya bertujuan menciptakan persaingan yang lebih seimbang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengenal dan terlibat langsung dalam tradisi selaju sampan.

“Kami ingin Lomba Selaju Sampan tidak hanya menjadi perlombaan tahunan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan dan regenerasi. Anak-anak muda perlu diberi kesempatan untuk mengenal, mengikuti, dan melestarikan tradisi ini,” katanya.

Pelaksanaan lomba di kawasan Batang Palinggam juga memberikan nuansa tersendiri. Sungai Batang Arau yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Kota Padang kembali menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyaksikan aktivitas budaya dan olahraga tradisional.

Antusiasme masyarakat turut mewarnai pelaksanaan perlombaan. Kehadiran warga dan peserta di sekitar lokasi menjadikan kawasan Batang Palinggam lebih semarak selama berlangsungnya kompetisi.

Lomba Selaju Sampan juga memperlihatkan bagaimana sungai dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai bagian dari ekosistem perkotaan, tetapi juga sebagai ruang publik untuk kegiatan budaya, olahraga, dan pariwisata.

Pemerintah Kota Padang berharap keberlanjutan kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat posisi tradisi lokal sebagai bagian dari daya tarik kota. Terlebih, rangkaian HJK Padang ke-357 tahun ini membawa semangat pengembangan potensi kota melalui budaya, kuliner, pariwisata, dan berbagai aktivitas masyarakat.

Momentum HJK Padang ke-357 pun tidak hanya menjadi ajang perayaan usia kota, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali berbagai tradisi lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Lomba Selaju Sampan menjadi salah satu contoh bagaimana warisan budaya dapat dikemas dalam bentuk kegiatan yang menarik, kompetitif, dan melibatkan generasi muda.

Melalui penyelenggaraan secara berkelanjutan, tradisi selaju sampan diharapkan tidak berhenti sebagai bagian dari seremoni HJK Padang, tetapi terus berkembang menjadi salah satu ikon budaya dan olahraga tradisional Kota Padang yang dikenal lebih luas.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Tradisi Padang Bajamba turut menghangatkan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 yang digelar di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan tradisi makan bersama masyarakat Minangkabau di tengah perayaan hari jadi kota. Bajamba bukan sekadar aktivitas menyantap hidangan secara bersama-sama, tetapi juga mengandung nilai-nilai sosial dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam tradisi tersebut, masyarakat duduk dan menikmati hidangan secara bersama dalam suasana penuh keakraban. Kebersamaan yang terbangun melalui Bajamba mencerminkan semangat persaudaraan, kesetaraan, gotong royong, serta kepedulian antarsesama.

Nilai-nilai itu dinilai tetap relevan dalam kehidupan masyarakat modern. Di tengah keberagaman latar belakang masyarakat perkotaan, tradisi Bajamba menjadi ruang untuk mempererat hubungan sekaligus membangun semangat kebersamaan.

Peringatan HJK Padang ke-357 melalui kegiatan budaya seperti Padang Bajamba juga menunjukkan bahwa pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi turut memperhatikan pelestarian identitas budaya daerah.

Kuliner menjadi bagian penting dari identitas tersebut. Beragam makanan khas Minangkabau tidak hanya dikenal karena cita rasanya, tetapi juga memiliki sejarah, filosofi, serta tata cara penyajian yang erat dengan kehidupan sosial masyarakat.

Karena itu, penguatan tradisi Bajamba dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Padang mendorong kota tersebut menuju Kota Gastronomi. Gastronomi tidak hanya berbicara mengenai makanan, tetapi juga mencakup budaya, tradisi, sejarah, kreativitas, hingga ekosistem ekonomi yang berkembang di sekitar kuliner.

Melalui pengembangan potensi gastronomi, Kota Padang diharapkan mampu menjadikan kekayaan kuliner Minangkabau sebagai bagian dari daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha, khususnya UMKM dan sektor ekonomi kreatif.

Momentum HJK Padang ke-357 pun menjadi kesempatan untuk mempertemukan pelestarian budaya dengan agenda pembangunan kota. Tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi tidak hanya dipertahankan sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga dikembangkan agar memiliki nilai dan relevansi bagi masyarakat masa kini.

Padang Bajamba sekaligus menjadi simbol bahwa kekuatan sebuah kota tidak hanya terletak pada kemajuan fisik, tetapi juga pada kemampuan masyarakatnya menjaga jati diri dan membangun kebersamaan.

Dengan merawat tradisi, memperkuat kolaborasi, dan mengembangkan potensi kuliner lokal, Kota Padang terus menegaskan identitasnya sebagai kota yang memiliki kekayaan budaya dan gastronomi. Semangat tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam mewujudkan Padang sebagai kota gastronomi yang berdaya saing, sekaligus tetap berakar kuat pada budaya Minangkabau.

Peringatan HJK Padang ke-357 akhirnya tidak hanya menjadi perayaan perjalanan panjang sebuah kota, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali pesan bahwa budaya, kebersamaan, dan kuliner merupakan bagian penting dari masa depan Kota Padang.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang – Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mendampingi Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, meninjau secara langsung kawasan terdampak banjir bandang di Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (4/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan pascabencana yang harus segera dipenuhi.

Dalam peninjauan itu, Maigus Nasir menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Senin (3/8/2026) menyebabkan banjir dan banjir bandang di sejumlah wilayah. Beberapa kecamatan yang terdampak cukup signifikan di antaranya Kecamatan Kuranji, Nanggalo, dan Koto Tangah, dengan dampak berupa genangan, kerusakan infrastruktur, serta terganggunya aktivitas masyarakat.

Menurut Maigus, Pemerintah Kota Padang bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh perangkat daerah terkait, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, hingga unsur TNI, Polri, relawan, dan masyarakat untuk melakukan evakuasi, pembersihan material banjir, serta membantu warga yang terdampak.

Ia berharap kehadiran BNPB dapat memperkuat upaya penanganan yang sedang dilakukan pemerintah daerah. Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya dalam bentuk bantuan tanggap darurat, tetapi juga melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi guna mempercepat pemulihan infrastruktur serta kehidupan masyarakat pascabencana.

"Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar proses penanganan dampak bencana dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan menyeluruh. Kami berharap BNPB dapat memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan," ujar Maigus Nasir.

Sementara itu, Sestama BNPB Rustian bersama rombongan meninjau sejumlah titik yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang. Hasil peninjauan lapangan akan menjadi bagian dari proses inventarisasi kebutuhan penanganan sebagai dasar pemberian dukungan pemerintah pusat kepada Pemerintah Kota Padang.

Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat penanganan darurat, memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi, sekaligus mempersiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal dalam waktu secepat mungkin.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Menyambut Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Pemerintah Kota Padang berkolaborasi dengan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) II Padang menggelar bakti sosial, pelayanan kesehatan gratis, dan aksi bersih Sungai Batang Arau, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Markas Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral II Padang tersebut diawali dengan apel gabungan yang dipimpin langsung Wali Kota Padang, Fadly Amran. Apel diikuti unsur TNI, Polri, instansi vertikal, perangkat daerah, serta berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk sinergi dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian sosial.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Kodaeral II Padang, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, Komandan Lanud Sutan Sjahrir Kolonel Nav Wahyu Bintoro, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari semangat peringatan HJK ke-357 yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Peringatan Hari Jadi Kota Padang harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan. Sungai Batang Arau merupakan salah satu ikon Kota Padang yang harus kita jaga kebersihan dan kelestariannya,” ujar Fadly.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berdaya saing.

Sebanyak 330 personel diterjunkan dalam aksi bersih Sungai Batang Arau. Mereka berasal dari unsur TNI, Polri, instansi vertikal, perangkat daerah, kecamatan, hingga kelurahan. Para peserta menyisir kawasan sungai dan sekitarnya untuk mengangkat sampah serta membersihkan area yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

Selain aksi lingkungan, kegiatan juga diisi dengan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Panitia menargetkan sebanyak 357 peserta mengikuti layanan kesehatan tersebut, angka yang disesuaikan dengan usia Kota Padang yang kini memasuki tahun ke-357.

Komandan Kodaeral II Padang, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus mendukung program-program kemasyarakatan dan pelestarian lingkungan yang digagas pemerintah daerah.

“Sinergi yang terbangun hari ini menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dan membantu masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Kami siap mendukung berbagai program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Padang,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Padang berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan semakin meningkat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menyambut Hari Jadi Kota Padang ke-357 yang puncak perayaannya akan digelar pada bulan Agustus 2026.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, melakukan kunjungan kerja dalam rangka Reses Perseorangan Masa Sidang V Tahun Sidang 2026/2027 ke sejumlah lokasi infrastruktur di Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (5/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Zigo didampingi Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, serta sejumlah pejabat terkait.

Salah satu lokasi yang ditinjau adalah rencana pembangunan Jembatan Kalawi di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh. Selain itu, rombongan juga meninjau rencana rehabilitasi Irigasi Gunung Nago, Daerah Irigasi Koto Tuo, serta kondisi SDN 10 Lambung Bukit yang mengalami kerusakan akibat banjir yang melanda wilayah tersebut pada Senin (3/8/2026).

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Zigo Rolanda dalam memperjuangkan kebutuhan pembangunan infrastruktur Kota Padang di tingkat nasional. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

"Kami sangat mengapresiasi perhatian Bapak Zigo Rolanda yang terus mengawal berbagai kebutuhan pembangunan Kota Padang. Dukungan dari pemerintah pusat sangat kami harapkan, terutama untuk percepatan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur yang terdampak bencana," ujar Maigus Nasir.

Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas publik di Kota Padang masih membutuhkan penanganan serius setelah terdampak banjir besar yang terjadi pada penghujung tahun 2025. Kerusakan tidak hanya terjadi pada infrastruktur jalan dan jembatan, tetapi juga pada sarana pendidikan, jaringan irigasi, serta fasilitas penunjang aktivitas masyarakat lainnya.

Sementara itu, Zigo Rolanda menegaskan bahwa hasil peninjauan lapangan akan menjadi bahan evaluasi dan dasar dalam memperjuangkan dukungan anggaran serta program pembangunan melalui kementerian dan lembaga terkait di tingkat pusat.

"Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpetakan secara langsung. Infrastruktur seperti jembatan, irigasi, dan fasilitas pendidikan memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan publik, sehingga perlu mendapatkan perhatian bersama," kata Zigo.

Menurutnya, Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, dan mitigasi kebencanaan memiliki komitmen untuk mendorong percepatan pembangunan di daerah, khususnya wilayah yang terdampak bencana alam.

Rencana pembangunan Jembatan Kalawi dinilai penting karena menjadi akses penghubung bagi masyarakat di kawasan Limau Manis dan sekitarnya. Sementara rehabilitasi Irigasi Gunung Nago diharapkan dapat mendukung kebutuhan sektor pertanian serta menjaga produktivitas lahan masyarakat.

Di sektor pendidikan, perbaikan SDN 10 Lambung Bukit juga menjadi perhatian mengingat sekolah tersebut terdampak banjir yang mengakibatkan terganggunya proses belajar mengajar. Pemerintah Kota Padang berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat mempercepat pemulihan sarana pendidikan agar aktivitas sekolah kembali berjalan optimal.

Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, sekaligus mempercepat pemulihan kawasan terdampak bencana demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Padang.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mendampingi Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, meninjau kawasan terdampak banjir di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, pada Selasa (4/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi wilayah yang mengalami kerusakan akibat banjir sekaligus memastikan langkah-langkah percepatan pemulihan dapat segera dilaksanakan.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau sejumlah titik yang terdampak banjir, termasuk kawasan permukiman warga, infrastruktur lingkungan, serta fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat tingginya curah hujan beberapa hari terakhir.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang terus berupaya mempercepat penanganan pascabencana melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, khususnya BNPB. Menurutnya, sinergi tersebut sangat penting agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan darurat dan pembersihan material banjir, tetapi juga menyusun langkah pemulihan jangka menengah dan panjang. Berbagai kebutuhan perbaikan infrastruktur, saluran drainase, serta fasilitas publik yang rusak terus didata sebagai dasar penyusunan program rehabilitasi.

Sementara itu, Sekretaris Utama BNPB Rustian menegaskan pihaknya akan melakukan inventarisasi terhadap seluruh kebutuhan di lapangan. Pendataan tersebut meliputi tingkat kerusakan, kebutuhan rehabilitasi infrastruktur, serta dukungan yang diperlukan pemerintah daerah untuk mempercepat proses pemulihan.

BNPB, lanjut Rustian, akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Padang dalam setiap tahapan penanganan pascabencana, mulai dari pendataan kerusakan, penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi, hingga pemberian dukungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah tersebut, diharapkan proses pemulihan pascabanjir di Kota Padang dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan mampu mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Wali Kota Padang, Fadly Amran, turun langsung meninjau proses penanganan pascabanjir di kawasan Gunung Sariak dan Lapau Munggu, Selasa (4/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembersihan berjalan cepat sehingga masyarakat dapat segera kembali beraktivitas seperti biasa.

Dalam peninjauan itu, Wali Kota melihat langsung kondisi permukiman warga yang masih dipenuhi lumpur, sampah, dan material yang terbawa arus banjir. Sejumlah fasilitas umum serta akses jalan lingkungan juga menjadi fokus penanganan agar pelayanan kepada masyarakat dapat segera pulih.

Pemerintah Kota Padang mengerahkan personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk melakukan pembersihan secara intensif. Berbagai peralatan berat maupun peralatan manual dikerahkan guna mempercepat pengangkutan lumpur, kayu, dan material lainnya yang menghambat aktivitas warga.

Fadly Amran menegaskan bahwa percepatan penanganan pascabanjir menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Seluruh organisasi perangkat daerah diminta bekerja secara terpadu agar proses pemulihan dapat berlangsung efektif dan dampak bencana terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Selain fokus pada penanganan darurat, Pemerintah Kota Padang juga terus mendorong langkah-langkah jangka panjang guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang. Salah satunya melalui percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir dengan memperkuat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Balai Wilayah Sungai (BWS).

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan berbagai program pengendalian banjir, seperti normalisasi sungai, peningkatan kapasitas drainase, pembangunan sistem pengendali aliran air, serta penataan kawasan yang rawan terdampak banjir.

Pemerintah Kota Padang juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran drainase, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

Melalui penanganan darurat yang cepat dan dukungan pembangunan infrastruktur pengendali banjir secara berkelanjutan, Pemerintah Kota Padang berharap proses pemulihan pascabanjir dapat berlangsung optimal sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal dan risiko banjir di masa mendatang dapat ditekan.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang – Pemerintah Kota Padang bergerak cepat merespons banjir yang melanda sejumlah wilayah akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kota pada Senin (3/8/2026). Wali Kota Padang, Fadly Amran, menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk turun langsung ke lapangan guna mempercepat penanganan dampak bencana dan memastikan keselamatan masyarakat.

Instruksi tersebut disampaikan kepada Sekretaris Daerah Kota Padang bersama seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) agar segera menuju lokasi terdampak dan berkoordinasi dalam proses evakuasi warga. Sedikitnya terdapat 15 titik banjir yang menjadi fokus penanganan pemerintah kota, dengan kondisi genangan yang bervariasi mulai dari permukiman, ruas jalan hingga fasilitas umum.

Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus bekerja secara terpadu agar proses evakuasi, pendataan, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Pemerintah juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya wilayah yang terdampak banjir.

Di sisi lain, Dinas Sosial Kota Padang bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) langsung mengaktifkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak. Petugas mulai menyiapkan antara 200 hingga 500 nasi bungkus yang akan didistribusikan kepada masyarakat di lokasi pengungsian maupun kawasan yang masih terisolasi akibat banjir.

Selain makanan siap saji, pemerintah juga menyiapkan berbagai kebutuhan darurat lainnya, seperti selimut, pakaian layak pakai, tenda pengungsian, serta terpal untuk membantu warga yang rumahnya terendam atau mengalami kerusakan. Seluruh bantuan tersebut disiapkan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Sebagai pusat koordinasi penanganan bencana, Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang juga tengah dipersiapkan menjadi Posko Tanggap Darurat. Posko ini akan berfungsi sebagai pusat komando yang mengoordinasikan proses evakuasi, distribusi bantuan logistik, pemantauan kondisi di lapangan, serta menerima laporan dari masyarakat mengenai wilayah yang masih membutuhkan penanganan.

Pemerintah Kota Padang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan kemungkinan meningkatnya debit air. Warga yang berada di kawasan rawan banjir diminta segera mengutamakan keselamatan diri dan keluarga dengan mengikuti arahan petugas serta melaporkan kondisi darurat kepada pemerintah maupun instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Pemerintah Kota Padang bergerak cepat menangani banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatera Barat, akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (3/8). Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air di sejumlah sungai meningkat sehingga merendam permukiman warga, ruas jalan, dan beberapa fasilitas umum.

Sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah, Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir turun langsung meninjau sejumlah lokasi yang terdampak banjir. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses penanganan darurat berjalan dengan baik, mulai dari evakuasi warga, distribusi bantuan, hingga koordinasi antarinstansi dalam penanganan bencana.

Dalam peninjauan itu, Fadly Amran meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, tenaga kesehatan, serta aparat TNI dan Polri bekerja secara terpadu untuk mempercepat penanganan di lapangan. Pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak, seperti makanan siap saji, air bersih, layanan kesehatan, serta tempat pengungsian, dapat terpenuhi dengan baik.

Selain melakukan pemantauan kondisi banjir, pemerintah turut mengidentifikasi titik-titik genangan yang membutuhkan penanganan segera, termasuk membersihkan saluran drainase yang tersumbat dan mempercepat normalisasi aliran air agar banjir dapat segera surut.

Wakil Wali Kota Maigus Nasir menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Pemerintah Kota Padang akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan memastikan seluruh layanan darurat tetap siaga selama potensi hujan lebat masih berlangsung.

Pemerintah Kota Padang juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan maupun tanah longsor, khususnya bagi warga yang bermukim di kawasan bantaran sungai dan daerah rawan bencana. Warga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila kondisi dinilai membahayakan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diharapkan terus memantau informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait sebagai acuan dalam mengambil langkah antisipasi.

Pemerintah Kota Padang menegaskan akan terus melakukan langkah-langkah penanganan secara cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan hingga kondisi di seluruh wilayah terdampak kembali normal.

Apabila terdapat data terbaru mengenai jumlah wilayah terdampak, jumlah warga yang dievakuasi, atau kerugian akibat banjir, informasi tersebut dapat ditambahkan untuk memperkuat nilai berita.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Pemerintah Kota Padang terus memperkuat pembangunan karakter generasi muda melalui pendidikan keagamaan berbasis masjid dan musala. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat membuka kegiatan Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar di Masjid As Sa'adah, Kecamatan Padang Timur, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah tersebut diikuti sebanyak 218 santri yang berasal dari 63 Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dan Taman Ta'lim Al-Qur'an (TQA) se-Kecamatan Padang Timur. Selain menjadi ajang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan semangat para santri dalam mendalami ilmu agama.

Dalam sambutannya, Maigus Nasir menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama kepada generasi muda.

"Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam akhlak, kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang harus ditanamkan sejak usia dini agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, dan memiliki integritas," ujar Maigus.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Padang saat ini terus mengembangkan Program Unggulan Smart Surau sebagai salah satu strategi membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter religius dan moral yang kuat.

Menurutnya, Smart Surau dirancang untuk menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan agama, pembentukan karakter, sekaligus ruang pengembangan kreativitas dan kepemimpinan generasi muda.

"Melalui Smart Surau, kami ingin menghadirkan lingkungan pembelajaran yang mampu membentuk anak-anak menjadi pribadi yang percaya diri, disiplin, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama," katanya.

Maigus juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, guru TPQ/TQA, pengurus masjid, tokoh agama hingga pemerintah, untuk bersama-sama mendukung pendidikan keagamaan sebagai fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa.

Ia menilai keberhasilan mencetak generasi berkualitas tidak hanya bergantung pada pendidikan formal di sekolah, tetapi juga memerlukan pendidikan karakter yang kuat melalui keluarga dan lembaga pendidikan Al-Qur'an.

"Sinergi seluruh pihak sangat diperlukan agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi emas yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual secara seimbang," tambahnya.

Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tersebut diisi dengan berbagai kegiatan bernuansa islami yang melibatkan para santri TPQ dan TQA, sebagai bentuk pembinaan sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sejak usia dini.

Melalui penyelenggaraan kegiatan keagamaan seperti ini, Pemerintah Kota Padang berharap semangat Smart Surau semakin mengakar di tengah masyarakat dan mampu melahirkan generasi muda yang religius, berkarakter, serta siap menjadi penerus pembangunan daerah dan bangsa di masa depan.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Pemerintah Kota Padang terus memantapkan langkah untuk bergabung dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) pada kategori City of Gastronomy. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi besar menjadikan Kota Padang sebagai salah satu pusat gastronomi dunia yang diakui secara internasional, sekaligus memperkuat posisi kuliner Minangkabau sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, tradisi, dan potensi ekonomi yang besar.

Proses menuju pengakuan UNESCO kini memasuki tahapan penyempurnaan dokumen nominasi (dossier), yang menjadi syarat utama dalam pengajuan ke UNESCO. Penyusunan dokumen dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan unsur Akademisi, Business (pelaku usaha), Community (komunitas), Government (pemerintah), dan Media (ABCGM) guna memastikan seluruh potensi gastronomi Kota Padang terdokumentasi secara komprehensif sesuai standar UNESCO.

Tidak hanya menonjolkan cita rasa kuliner, dokumen tersebut juga memuat berbagai aspek penting seperti sejarah makanan khas Minangkabau, tradisi memasak yang diwariskan lintas generasi, kearifan lokal, keberlanjutan bahan pangan, inovasi kuliner, hingga kontribusi sektor gastronomi terhadap pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat.

Ketua Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang, Yuliadi Chandra, menegaskan bahwa media massa memiliki posisi strategis dalam mendukung proses pengajuan Kota Padang menjadi bagian dari jaringan kota kreatif dunia tersebut.

Menurutnya, keberhasilan sebuah daerah memperoleh pengakuan internasional tidak hanya bergantung pada kesiapan dokumen dan kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kuatnya dukungan masyarakat yang dibangun melalui penyebaran informasi yang akurat, edukatif, dan berimbang.

"Pengajuan Kota Padang sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network kategori City of Gastronomy bukan hanya berbicara mengenai kelezatan kuliner. Lebih dari itu, ini merupakan upaya memperkenalkan identitas budaya, sejarah, tradisi, serta kearifan lokal masyarakat Minangkabau kepada dunia internasional. Media memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang benar sehingga mampu membangun optimisme dan partisipasi masyarakat," ujar Yuliadi Chandra dalam keterangan tertulis di Padang, Senin (3/8/2026).

Yuliadi menambahkan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan salah satu elemen penting dalam menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap program strategis tersebut. Dengan informasi yang terbuka, masyarakat dapat memahami setiap tahapan yang sedang dijalankan pemerintah serta ikut memberikan dukungan nyata dalam menjaga dan melestarikan kekayaan kuliner daerah.

"Keterbukaan informasi akan memperkuat kepercayaan publik. Ketika masyarakat memahami proses yang sedang berlangsung, mereka akan merasa memiliki, ikut menjaga warisan kuliner, serta berpartisipasi dalam mendukung keberhasilan Kota Padang menuju pengakuan UNESCO," katanya.

Putra asal Kabupaten Pesisir Selatan itu juga menilai bahwa apabila Kota Padang berhasil meraih status UNESCO City of Gastronomy, manfaatnya akan dirasakan secara luas oleh berbagai sektor pembangunan.

Ia menjelaskan, pengakuan internasional tersebut akan meningkatkan promosi kuliner Minangkabau di tingkat global, memperluas peluang investasi di sektor ekonomi kreatif, memperkuat daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain itu, status tersebut diyakini akan membuka lapangan pekerjaan baru, mendorong pertumbuhan industri kuliner berbasis budaya lokal, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat citra Kota Padang sebagai destinasi wisata gastronomi unggulan Indonesia.

Menurut Yuliadi, keberhasilan menuju City of Gastronomy juga harus diiringi dengan komitmen menjaga kualitas kuliner tradisional, keberlanjutan bahan pangan lokal, peningkatan kapasitas pelaku usaha kuliner, serta inovasi yang tetap mempertahankan nilai-nilai budaya Minangkabau.

Ia berharap seluruh unsur pentahelix, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, hingga media massa dapat terus memperkuat kolaborasi agar proses pengajuan berjalan sesuai harapan.

"Kita harus menjadikan momentum ini sebagai gerakan bersama. Kota Padang memiliki kekayaan kuliner yang telah dikenal dunia. Kini saatnya membuktikan bahwa kekayaan tersebut memenuhi standar kota gastronomi dunia melalui adaptasi, inovasi, kolaborasi, serta komitmen seluruh pemangku kepentingan," tutup Yuliadi Chandra yang juga dikenal sebagai Health & Fitness Coach.

Pemerintah Kota Padang optimistis, melalui sinergi seluruh elemen masyarakat, peluang bergabung dalam jaringan UNESCO Creative Cities Network akan semakin terbuka. Jika berhasil, status tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kota Padang dan Sumatera Barat, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan kekayaan kuliner dan budaya yang diakui dunia.

Editor : Ayu

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.