REALITANUSANTARA.COM
PADANG — Pemerintah Kota Padang kembali memperkuat penanganan pascabencana banjir dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah pada 3 Agustus 2026. Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap masyarakat terdampak, Wali Kota Padang Fadly Amran menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga di Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Minggu (9/8/2026).
Bantuan tersebut ditujukan bagi warga yang rumahnya terdampak bencana di empat kecamatan. Secara keseluruhan terdapat 270 rumah yang mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Padang.
Adapun rincian penerima bantuan meliputi 191 rumah di Kecamatan Kuranji, 45 rumah di Kecamatan Nanggalo, 24 rumah di Kecamatan Koto Tangah, dan 10 rumah di Kecamatan Padang Utara.
Setiap rumah terdampak memperoleh bantuan sebesar Rp2 juta. Dengan jumlah penerima sebanyak 270 rumah, total anggaran yang disalurkan mencapai Rp540 juta. Dana tersebut bersumber dari APBD Kota Padang.
Penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pascabencana, terutama bagi warga yang mengalami kerusakan maupun dampak langsung akibat banjir dan cuaca ekstrem.
Fadly Amran menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya memastikan masyarakat terdampak tidak menghadapi masa pemulihan seorang diri. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus membantu proses pemulihan kondisi rumah tangga setelah bencana.
Kecamatan Kuranji menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak. Dari total 270 rumah yang memperoleh bantuan, sebanyak 191 rumah berada di wilayah tersebut. Kondisi ini menunjukkan besarnya dampak bencana yang dirasakan masyarakat Kuranji dibandingkan wilayah lainnya.
Selain bantuan langsung, penanganan pascabencana juga membutuhkan koordinasi lintas sektor untuk memastikan lingkungan terdampak kembali pulih. Pemerintah Kota Padang terus mengerahkan perangkat daerah terkait dalam melakukan pembersihan, pendataan, penanganan infrastruktur, serta pemantauan kondisi masyarakat di wilayah yang terdampak.
Bencana banjir dan cuaca ekstrem pada 3 Agustus 2026 sebelumnya menyebabkan sejumlah kawasan di Kota Padang terdampak genangan dan membutuhkan penanganan cepat. Pemerintah bersama unsur terkait melakukan evakuasi, pembersihan material, hingga pelayanan kebutuhan dasar bagi warga.
Penyaluran bantuan senilai Rp540 juta tersebut sekaligus menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam tahap pemulihan pascabencana. Pemko Padang memastikan proses pendataan dan penanganan masyarakat terdampak dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan agar bantuan dapat diterima oleh warga yang membutuhkan.
Dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat terdampak diharapkan dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari. Pemerintah Kota Padang juga mengajak masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Penanganan pascabencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. Semangat gotong royong dan kepedulian antarwarga menjadi salah satu kekuatan penting dalam mempercepat pemulihan Kota Padang setelah dilanda bencana.
Editor : Ayu


Posting Komentar