Articles by "BPBD Sumbar"

Tampilkan postingan dengan label BPBD Sumbar. Tampilkan semua postingan


REALITANUSANTARA.COM

PAYAKUMBUH – Ketua DPRD Sumbar Supardi prihatin atas kejadian naas yang menerpa Elvano, balita berusia 3,5 tahun warga Kelurahan Koto Baru Payobasung, Kota Payakumbuh yang diserang anjing liar saat bermain di halaman rumahnya. Keprihatinan tersebut diungkapkan Supardi saat menjenguk Elvano, pada Senin 01 Mei 2023.

Supardi mengatakan, kedatangannya ke kediaman Elvano untuk memberikan motivasi terhadap keluarga korban demi menunjang penyembuhan balita tersebut, secara ekonomi keluarga Elvano memang butuh dibantu, semoga bisa mendapatkan perhatian dari banyak pihak.

Terkait kejadian yang menerpa Elvano, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan hewan-hewan yang berkeliaran disekitar, meski pun itu berstatus peliharaan bisa saja membahayakan dikemudian hari.

“Kita apresiasi Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh yang cepat tanggap untuk menangani Elvano pasca kejadian naas itu. Semoga proses penyembuhan berjalan lancar,” katanya.

Dikatakannya, setelah berdiskusi dengan keluarga korban, diketahui bahwa anjing yang menerkam Elvano bukan lah anjing liar melainkan anjing berburu yang lepas, hingga sekarang anjing itu belum juga ditemui. Kondisi Elvano secara fisik sudah berangsur membaik, luka dibagian pelipis mata dan memar di beberapa bagian tubuh sudah mulai hilang.

“Ditakutkan saat ini adalah virus rabies karena bisa muncul setelah gigitan tersebut. Untuk itu, Elvano harus melakukan chek up berkala ke puskesmas agar hal yang ditakukan tidak terjadi,” katanya.

Dia menambahkan, tidak hanya virus yang ditakutkan, namun juga penyembuhan sikologis yang panjang, bisa saja Elvano trauma dengan seluruh binatang.

Pada kesempatan itu Supardi memberikan santunan kepada keluarga Elvano untuk oprasional pengobatan anak tersebut

Untuk diketahui, peristiwa naas itu terjadi Rabu (26/4/2023) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu korban tengah bermain di halaman rumah. Tiba-tiba didatangi anjing dan langsung menggigit korban. Tidak hanya itu, tubuh korban juga diseret ke kebun yang ada di dekat rumahnya itu.

Melihat kejadian itu, ayah korban langsung menyelamatkan putranya dari amukan anjing gila dan langsung membawa putranya itu ke rumah sakit untuk diberikan pengobatan dan pertolongan medis. Akibat luka yang diderita, bocah laki-laki anak pasangan Asrizal dan Putri Maulina itu harus menjalani perawatan dan mendapatkan sejumlah jahitan di Rumah Sakit (RS) dr. Adnaan Wd Payakumbuh. (**)

 

REALITANUSANTARA.COM

Padang---- Prosesi Bimbingan teknis (Bimtek) Hitung Cepat Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (jitu Pasna) angkatan ke VIII telah sampai di penghujung acara dengan diberikan hadiah bagi kelompok yang meraih nilai lima  besar yang mengikuti lomba infografis, Jumat 1 Oktober 2021 di kryad Bumiminang Hotel.

Suryadi mengatakan, setelah kurang lebih empat hari lamanya para relawan bencana diberikan ilmu-ilmu tentang kebencanaan. Istimewanya juga diberikan tentang bagai mana membuat infografis penghitungan cepat tentang kerusakan dan kerugian pasca bencana.

" Nah, dimalam puncak ini panitia memberikan hadiah bagi kelompok relawan yang keluar sebagai 5 pemenang dalam lomba infografis Hitung Cepat Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna) kelompok dan juga perorangan," ujar Suryadi E yang akrab disapa Os.

Lebih lanjut lagi Suryadi mengatakan, semua kelompok relawan bagus-bagus pemaparan info grafisnya. Namun, kita mencari lima kelompok yang paling baik itu dari segi pemaparan, keterangan, akursi dan pengelompokan data yang tepat.

" Bagi yang keluar juara jangan jumawa. Jadikan ilmu yang didapat bisa membantu tim BPBD ataupun kelompok siaga bencana didaerah domisili ketika ad bencana. Dan bagi yang belum juara, jangan berkecil hati. Kami yakin, semua peserta adalah yang terbaik," ujarnya

Disesi terakhir Panitia Bimtek memberikan hadiah dan sertifikat kepada peserta Bimtek Jitu Pasna yang diserahkan langsung oleh Kabid Rehablitasi dan Rekontruksi BPBD Sumbar Suryadi tanda acara sudah usai.

Berikut 5 Kelompok pemenang infografis:

 Juara 1 diraih oleh Kelompok Kopi Paik dari Kelurahan Ampalu-Padang, 

Juara II diraih oleh Kelompok Peduli.

Juara III diraih oleh Kelompok Tagok.

Sedangkan untuk Juara IV diraih oleh Kelompok JPS (jurnalis peduli) dan Juara V dimenangkan oleh Kelompok Menara Songket.

Editor : Deviana


 REALITANUSANTARA.COM

Padang - Kegiatan hari ke tiga peserta Bimbingan teknis ( Bimtek ) Pengkajian Kebutuhan penghitungan cepat Pasca Bencana ( Jitu Pasna) Angkatan VIII, mengikuti materi dari beberapa narasumber.

Masing-masing peserta dikelompokkan untuk membuat infografis pengkajian kerusakan, kerugian pasca bencana guna mendapatkan data yang valid.untuk dokumen syarat bantuan.

Pemaparan infografis oleh peserta Bimtek Jitu Pasna dipandu langsung oleh Jayadi Imam Nugroho dari  Mahoni Cakra Saujana Jogjakarta.

Ada beberapa kelompok infografis, diantaranya kelompok jps, kelompok kopi paik, kelompok hip hura-hura, kelompok longsor. dan kelompok tangkas, kelompok siaga, ada juga kelompok maju dan lainnya.

Peserta bimtek antusiasme setiap kelompok dalam mempresentasikan hasil olahan data dilapangan, seperti bencana banjir, bencana gempa, bencana longsor, dan bencana tsunami.

Jayadi Imam Nugroho memaparkan, infogrfis merupkan info yang mudah dibaca, dipahami dan menjadi acuan dalam penanganan bencana.

“ Yang pasti, pelatihan ini sangat penting karena untuk menyiapkan data berbasis bukti saat bencana terjadi, bukan data yang sifatnya opini," kata Jay panggilan akrabnya dari PT. Mahoni Cakra Saujana (MCA) yang merupakan mitra kerja BNPB.

Lebih lanjut lagi Jay mengatakan, pemaparan infografis dari peserta bimtek bagus dan menarik semua. Artinya, peserta memahami materi yang telah diberikan oleh struktur," katanya saat memberikan materi pada jumat 1 Oktober 2021.

Editor : Deviana


 

Kepala Bidang Rehablitasi dan Rekontruksi BPBD Sumbar SURYADI EVIONTRI,ST.

REALITANUSANTARA.COM

Padang - Bimbingan Teknis ( Bimtek ) Hitung Cepat Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna) Angkatan VIII, resmi ditutup, pada Jumat 1 Oktober 2021 di kryad Mumiminang Hotel Padang Sumatra barat. 

Kapala bidang Rehablitasi dan Rekontruksi BPBD provinsi Sumatera Barat, Suryadi Eviontri, ST mewakili Kalaksa BPBD sumbar Erman Rahman, dalam kata sambutannya mengatakan bahwa peserta Bimtek Jitu Pasna merupakan orang-orang yang terpanggil untuk peduli terhadap bencana dalam misi kemanusiaan.

Dengan itu kita harap kepada peserta agar bisa memanfaatkan ilmu yang didapat dalam pelatihan bimbingan teknis untuk kemanusiaan, menolong sesama yang terdampak bencana,” ucapnya

Selain itu Suryadi mengatakan, bila terjadi bencana, maka posisi peserta bimtek bukanlah untuk melakukan advokasi, tapi sebagai pemberi informasi dengan melakukan penghitungan cepat, agar pemerintah khususnya BPBD dapat melakukan penanganan dengan cepat," katanya

Suryadi juga berpesan, jagalah marwah atribut Jitu Pasna  BPBD. Jangan sampai atribut Jitu Pasna ini disalah gunakan, dan Pakailah atribut Jitu Pasna ini dengan misi kemanusiaan," ucapnya lagi 

Lebih lanjut lagi dia mengatakan, Selain memberikan ilmu pengetahuan tentang kebencanaan, Bintek juga merupakan ajang silaturahmi, karena dalam menangani bencana tanpa adanya kebersamaan tidakakan maksimal.

Saat penutupan bimtek jitu pasna, panitia juga menyampaikan permintaan maaf, dan berharap para peserta terus melakukan komunikasi yang baik dengan BPBD maupun sesama angkatan demi terlaksananya tugas - tugas kemanusiaan yang sangat mulia.

Editor : Deviana

REALITANUSANTARA.COM

Padang - Kepala Bidang Rehablitasi dan  Rekontruksi BPBD Sumbar Suryadi Eviontri,ST menyatakan, bahwa peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna)  merupakan orang-orang yang terpanggil untuk tugas kemanusiaan.

Lebih lanjut Suryadi mengatakan, dalam upaya melakukan pengkajian kebutuhan masyarakat yang terdampak pasca bencana untuk memperoleh data - data akurat dan tepat sasaran, serta membuat dokumen kebutuhan pasca bemca ,” ucap Suryadi saat pembukaan bimtek angkatan Vlll pada hari Rabu 29 September 2021 di kryiad bumiminang Hotel Padang Sumatra barat. 

Selanjutnya Suryadi juga berharap, semua peserta, baik dari kalangan jurnalis maupun dari perwakilan masyarakat, agar dapat mengikuti bimtek ini dengan baik sehingga dapat memahami berbagai teori dan kajian kebutuhan pasca bencana sehingga bisa dapat membantu masyarakat korban bencana," tuturnya

Suryadi berharap, Semoga apa yang peserta pelajari dalam bimtek ini, dapat  dipraktekkan pada saat terjadi bencana apa saja, agar penanganan kebutuhan korban bencana bisa dapat dilakukan dengan cepat,” ujarnya

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Erman Rahman selaku panitia pelaksana menyampaikan bahwa Bimtek ini guna memberikan gambaran dalam penghitungan kebutuhan pasca bencana.

Oleh Karena itu, diperlukan relawan baik dari kalangan jurnalis maupun dari masyarakat, kelurahan, dan desa untuk dilatih agar bisa melakukan penghitungan saat pasca bencana di lapangan,” ungkap 

Untuk kegiatan bimtek Jitu Pasna BPBD Sumbar selama empat hari ini, BPBD Sumbar menghadirkan struktur dari Pusdiklat BNPB dan praktisi kebencanaan yang handal.

Kegiatan bimtek ini dilaksanakan dengan merapikan protokol kesehatan yang ketat, sebelum kegiatan bimtek di gelar para peserta dan panitia wajib mengikuti tes swab antigen.

Editor : Deviana

 

REALITANUSANTARA.COM

Padang - BPBD Sumbar gelar kegiatan bimbingan teknis ( Bimtek ) hitung cepat pengkajian kebutuhan pasca bencana ( Jitu Pasna ) angkatan Vlll, Rabu 29 September 2021 di kryad Mumiminang Hotel Padang Sumatra barat.

Acara Bimtek ini dibuka langsung oleh gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, diikuti sebanya 115 orang peserta yang terdiri dari aparatur, Kabupaten/Kota, Desa/Nagari/ Kelurahan, Relawan dan Jurnalis.

Dalam kesempatan ini Mahyeldi memaparkan, daerah Sumatera barat memiliki potensi bencana yang tinggi oleh karena itu membutuhkan sumber daya manusia (SDM) untuk melakukan pengkajian kebutuhan pascabencana guna percepatanan proses rekonstruksi dan rehabilitasi," ungkapnya

Jitu Pasna punya SDM yang terampil akan mampu mengkaji dan menghitung secara cepat dalam mengumpulkan data primer data basah kerusakan dan kerugian.

Lebih lanjut Mahyeldi mengatakan, pada daerah khususnya dalam pengkajian kebutuhan pasca bencana (JITU PASNA) sehingga proses rekonstruksi dan rehabilitasi bisa cepat dilaksanakan,” Ucapnya 

Kegiatan yang dibidangi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sumbar ini memberikan pemahaman dan meningkatkan kemampuan peserta dalam penanganan kebencanaan dan membuat Info Grafis Bencana sehingga data yang didapat valid sesuai kondisi ril dampak bencana tersebut.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan, kita berharap semua peserta bisa mengikuti kegiatan bimtek ini,  sehingga nantinya tercipta SDM yang memiliki kemampuan dalam pengkajian kebutuhan pascabencana. dengan demikian, pemerintah juga bisa memberikan respon cepat untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana," katanya lagi

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Erman Rahman dalam kata sambutannya menyampaikan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang.

Lebih lanjut Erman mengatakan, bahwa Penanggulangan bencana BPBD harus bertindak cepat, dan tepat, serta efektif, dan efisien, bukan hanya pada saat terjadinya bencana (penanganan darurat) akan tetapi juga pada saat pemulihan melalui rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana dengan prinsip dasar membangun menjadi lebih baik dan aman (build back better and safer) yang berbasis konsep pengurangan risiko bencana yang dilakukan secara sistematis, secara menyeluruh serta terkoordinasi sejak awal sampai akhir," ujarnya saat pembukaan Bimtek tersebut, dan dia menambahkan, "Dalam hal inilah peran Jitu Pasna dibutuhkan untuk mendukung kerja pemerintah.

Editor : Deviana



 

REALITANUSANTARA.COM

Padang - INFO PELANGGAN PERUMDA AIR MINUM KOTA PADANG KABAR GEMBIRA PENDAFTARAN MBR UNTUK TAHUN 2022 KEMBALI DI BUKA !

 Untuk Bapak/lbu warga Kota Padang Tercinta yang belum mendapatkan Layanan Air Bersubsidi, pendaftaran program MBR untuk Tahun 2022 kembali dibuka. 

Silahkan segera mendaftar di Kantor Pusat, Kantor Cabang dan Kantor Unit Kami berikut dengan membawa persyaratan seperti dibawah ini

 1. Fotocopy KTP 

2. Fotocopy KK 

3. Rekening Listrik <= 1300 watt 

A. Kantor Pusat JI. H. Agus Salim No. 10 Sawahan Telp. 0751-22789

 B. Kantor Cabang Tabing JI. Adinegoro No. 43 Tabing Telp. 0751-442930 

C. Kantor Cabang Bandar Buat Komplek Green Mutiara Residen Petak 3-4 Toln 0751 71557

C. Kantor Cabang Bandar Buat Komplek Green Mutiara Residen Petak 3-4 Telp. 0751-71557 

D. Kantor Unit Kuranji JI. Markisa Raya No. 43 Perumnas Belimbing 

E. Kantor Unit Pegambiran JI. Intan X No. 229-230 Perumnas Pegambiran

DAFTAR SEGERA SEBELUM TERLAMBAT !

INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN MENGHUBUNGI NOMOR BERIKUT : 0811 669 123

Editor : Deviana

REALITANUSANTARA.COM

Padang - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat melibatkan masyarakat dan Instansi terkait dalam mencegah penyebaran berita bohong atau hoax. Hal ini untuk terwujudnya kamtibmas yang aman dan kondusif di Sumatera Barat. 

Untuk itu, Polda Sumbar menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Kolaborasi Pencegahan Berita Hoax Dimedia Sosial Dalam Mewujudkan Kamtibmas yang Kondusif di Sumatera Barat", pada Selasa (28/9).

Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto, S.Ik. M.Si saat membuka FGD di Polda Sumbar mengatakan, potensi hoax di media sosial begitu cepat sehingga perlu dilakukan langkah pencegahan.

Pencegahan ini dapat dilakukan dengan pengawasan media sosial dengan kolaborasi bersama.

"Acara ini dilaksanakan dengan maksud memantau kualitas manajemen media, baik konvensional atapun online agar tidak adanya penyalahgunaan media oleh pihak yang bertanggung jawab yang mendorong timbulnya hoax di masyarakat," katanya.

Disela kegiatan tersebut, juga terdapat launching aplikasi Lawan Hoaks dari rekan-rekan mahasiswa Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang.

Sementara Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu, S.Ik mengatakan, telah banyak beredar berita hoax yang dibuat masyarakat atau orang yang tidak bertanggung jawab, dan mengakibatkan meresahkan masyarakat lainnya. 

"Ini salah satu inisiatif menggandeng Forkopimda dan mahasiswa serta lembaga adat mencari solusi persoalan yang ada. Kita berharap ide pencegahan, kolaborasi ini ke tingkat nasional," katanya. 

Sementara, Ketua PWI Sumatera Barat Heranof Firdaus menyebutkan, persoalan ini memang harus dihadapi secara bersama dan mencerdaskan masyarakat dalam mencegah penyebaran hoax.

"Hoax banyak beredar di media sosial, sementara untuk media massa ada kode etik yang mengatur agar pemberitaan itu agar jauh dari penyimpangan informasi atau berita bohong," ujarnya.

Acara ini turut dihadiri beberapa narasumber dari berbagai lini. Seperti, Akademisi dari Politeknik Negeri Padang, Ketua LKAAM Sumbar, Pemprov Sumatera Barat, Korem 032 Wirabraja, Pengadilan Tinggi Padang, Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Mahasiswa, serta stakeholder lainnya.(*)

Editor : Deviana

REALITANUSANTARA.COM

Padang - Kegiatan Bimbingan  Teknis (Bimtek) Hitung Cepat Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna) yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Sumbar,  Gelombang ke VI yang digelar selama 4 hari mulai dari 21-24 September 2021 di Grand Basko Hotel Padang resmi ditutup oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Suryadi Eviontri, Kamis malam 23 september 2021.

Suryadi Eviontri menyampaikan, apresiasinya kepada peserta Bimtek  atas partisipasinya dalam kegiatan Bimtek Jitu Pasna tersebut.


Suryadi Eviontri mengatakan, bencana akan terasa ringan jika dikelola secara bersama baik antara  relawan dan masyarakat. Kehadiran kita disini untuk misi  kemanusiaan. Jadi, sebagai relawan kita harus  iklas dan tulus berbuat untuk kemanusiaan ,” katanya

Lebih lanjut lagi Suryadi mengatakan, tugas kemanusiaan ini tidaklah memandang pekerjaan, usia, status sosial dan lainnya. Begitu juga dengan para jurnalis yang telah mengikuti kegiatan Bimtek ini  juga terpanggil untuk berpatisipasi dalam misi kemanusiaan.


Beliu juga mengingatkan kepada para peserta yang telah dibekali dengan atribut Jitu Pasna BPBD Provinsi Sumatera Barat untuk  tidak disalahgunakan.

Bimtek Jitu Pasna ini diselenggarakan bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang kebencanaan, juga sebagai wadah silahturahmi antara sesama relawan.

Kegiatan empat hari tersebut  ditutup dengan pemberian hadiah bagi kelompok relawan terbaik dalam membuat infografis dari Hitung Cepat Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana.


Editor : Deviana

REALITANUSANTARA.COM

Padang - kegiatan Bimbingan Teknis ( Bimtek ) Hitung Cepat Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna)  gelombang ke VI resmi digelar, pada Selasa 21 September 2021 yang diselenggarakan di Basko Hotel padang  Sumatera Barat.

Kegiatan Bimtek Jitu Pasna angkatan VI di buka langsung oleh Kalaksa BPBD Provinsi Sumatera  Barat Erman Rahman yang diikuti sebanyak 115 orang peserta perwakilan dari Nagari, Desa, dan Jurnalis ikut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Kalaksa BPBD Sumbar Erman Rahman berharap, kepada Seluruh peserta  bersunggu - sunggu dalam mengikuti kegiatan Bimtek Jitu Pasna ini, karena sangat bermanfaat nantinya, dan mampu melakukan penghitungan kerugian dan kerusakan dampak akibat  dari bencana dan membuat Dokumen  sebagai persyaratan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana," Ucap Erman Rahman  saat membuka kegiatan tersebut, dan  juga beliu berpesan kepada seluruh peserta  agar selalu mematuhi  Protokol kesehatan.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD provinsi Sumatera barat Suryadi Eviontri memaparkan, pelatihan Jitu Pasna bertujuan melatih Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional. Terutama dalam menghitung, mengkaji, dan membuat dokumen kebutuhan pasca bencana," ungkap Kabid Rehablitasi dan Rekontruksi BPBD Sumbar Suryadi Eviontri yang akrab dipanggil Da OS.

Lebih lanjut Suryadi mengatakan,  Bimtek Jitu Pasna juga bertujuan melatih peserta agar mampu membuat dokumen pengkajian kebutuhan pascabencana. Mulai dari data, hingga menyusun dokumen yang bisa dijadikan patokan terkait kebutuhan pascabencana yang lebih cepat dan akurat,"ujarnya

Lebih lanjut lagi Suryadi mengungkapkan,  semakin cepat dokumen disusun, tentu akan semakin cepat pula  kebutuhan pascabencana diserahkan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Karena data yang disusun oleh  tim Jitu Pasna ini akan menjadi  Patokan penyerahan bantuan tepat sasaran," Tuturnya

Suryadi juga mengatakan, kita harap data yang didapat Pasca Bencana semakin cepat dan valid. Karena dari masyarakatlah kita tahu data yang sebenarnya, bukan lagi menerka-nerka. ( Ay )


REALITANUSANTA.COM

Padang, - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat, melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis ( Bimtak ) Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna) angkatan  ke V. Senin 20 September 2021 di Kyriad Bumiminang Hotel, Kota Padang, Sumatera Barat.

Acara Bimtek Jitu Pasna ini, digelar dengan mengikuti Protokol kesehatan yang ketat, Sebelum kegiatan dilaksanakan, para peserta Bimtek dan panitia tanpa terkecuali wajib mengikuti swab antingin, guna memutus rantai penyebaran pandemi COVID-19.

Kalaksa BPBD provinsi Sumatera barat Erman Rahman mengatakan,  dalam penanganan situasi bencana semua unsur harus ikut terlibat bersinergi dalam penanganan bencana karena, tidak bisa dilakukan tanpa kebersamaan," ucapnya.

Lebih lanjut lagi Erman Rahman mengatakan, Walaupun semua yang hadir di acara Bimtek sudah lulus tes swab, tapi jangan sampai menjadi lalai dengan Prokes, karena Covid-19 siap kapan saja menyerang siapapun tanpa memandang usia dan golongan," ujarnya

Erman Rahman juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua peserta walaupun ada yang gagal mengikuti bimtek karena hasil tes swab reaktif.

“Erman Rahman memaparkan, Sumatera barat merupakan wajah bencana di Indonesia, karena semua bencana ada di Sumbar, seperti ancaman tsunami dari megatrust Mentawai, longsor dan banjir serta ancaman gempa," ucapnya lagi

“Kita masih ingat bencana gempa di tahun 2009 yang lalu, dari peristiwa tersebut mengakibatkan 1.115 orang meninggal dunia,  2.329 lainnya terluka dan 279.000 bangunan mengalami kerusakan, serta berdampak pada 1.250.000 warga di kawasan  tersebut, ” ungkapnya

Erman Rahman selaku kepala Dinas BPBD sumbar berharap “Semoga dengan adanya kegiatan Bimtek ini, peserta Bimtek  dapat melakukan hitung cepat pengkajian pasca bencana, agar dapat memperoleh data yang valid. 

Editor : Deviana

REALITANUSANTARA.COM

Padang - DPRD provinsi sumatera barat gelar paripurna penyampaian nota pengantar terhadap ranperda APBD tahun 2021. Jumat 17 September 2021 di ruang sidang utama DPRD Sumbar.

Ketua DPRD Sumbar supardi dalam pidatonya mengatakan, Sebagaimana yang kita ketahui bersama, pada Rapat Paripurna Dewan tanggal 13 September 2021 yang lalu, DPRD bersama Pemerintah Daerah telah menyepakati KUPA- PPAS Perubahan Tahun 2021. Sesuai dengan ketentuan Pasal 176 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019, KUPA-PPAS Perubahan yang telah disepakati, menjadi pedoman dalam penyusunan Rancangan Perda tentang Perubahan APBD.

Dari KUPA-PPAS Perubahan Tahun 2021 yang telah disepakati tersebut, terdapat defisit murni sebesar Rp. 28.454.930.543,- lebih yang harus ditutup dalam Ranperda Perubahan APBD Tahun 2021, agar terdapat keseimbangan neraca keuangan pada Perubahan APBD Tahun 2021," Ungkap supardi

Lebih lanjut supardi mengatakan, dalam pembahasan Rancangan KUPA-PPAS Perubahan Tahun 2021, beberapa proyeksi pendapatan daerah yang semula dikurangi, seperti PAD Yang Sah yang bersumber dari pendapatan BLUD RSUD, Restribusi Daerah dan Lain-Lain Pendapatan daerah Yang sah, dikembalikan lagi kepada target awal. Ini tentu perlu pendalaman dalam pembahasan Ranperda Perubahan APBD Tahun 2021.

Lebih lanjut lagi supardi mengatakan, dalam KUPA-PPAS Perubahan Tahun 2021, anggaran untuk Belanja Tidak Terduga dialokasikan sebesar Rp. 107 milyar. Ini perlu dilihat dan didalami kembali, apakah dengan sisa waktu yang tersedia, anggaran yang disediakan tersebut dapat terserap dengan maksimal," Ucapnya

Sehubungan masih cukup banyaknya kebutuhan anggaran, baik untuk defisit maupun untuk tambahan anggaran dari beberapa kegiatan strategis dan program unggulan, maka dalam penyusunan dan pembahasan Ranperda, perlu dilihat kembali proyeksi pendapatan daerah dan belanja daerah secara tajam dan focus, agar pengalokasian anggaran dapat lebih efektif dan efisien serta tetap sasaran," ujarnya

( Ay )


 

Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD provinsi    Sumatera barat, SURYADI EVIONTRI,ST.


REALITANUSANTARA.COM

BatuSangkar - Kegiatan Bimtek Jitu Pasna angkatan ke lV yang digelar  selama 4 hari di Hotel Emersia Batu Sangkar sumatera barat, Rabu 15 September 2021 yang diadakan oleh  BPBD Sumbar resmi di tutup.

Kegiatan ditutup dengan pemberian hadiah bagi kelompok relawan yang mendapatkan nilai 5 besar pemenang dalam lomba infografis Hitung Cepat Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna).

Berikut 5 pemenang infografis Bimtek Jitu Pasna : 

Juara 1 Kelompok relawan Kecamatan Pauh. Juara 2. relawan Padang Utara. 

Juara 3. Padang Barat.

Juara 4 Kecamatan Bungus dan 

Juara 5 dari Padang Selatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar yang diwakili oleh kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Suryadi Eviontri, ST mengucapkan "Syukur Alhamdulliah Bimtek jitu pasna telah berjalan dengan lancar tanpa ada kendala sedikitpun dari awal hingga akhir kegiatan Bimtek ini," ujar Suryadi di malam penutupan kegiatan Bimtek tersebut.

Suryadi mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh peserta Bimtek Jitu Pasna yang telah mengikuti kegiatan Bimtek ini dengan baik. 

Suryadi juga mengingatkan kepada peserta yang telah menyelesaikan pelatihan agar menjaga nama baik Jitu Pasna di tengah masyarakat.

“Jitu Pasna sangat melekat dengan masyarakat, tentunya peserta nantinya akan terjun di tengah masyarakat dengan bawa nama Jitu Pasna BPBD Provinsi Sumatera Barat, oleh karena itu jaga nama baik Jitu Pasna, dengan atribut yang diberikan bertanda BPBD Sumbar agar tidak disalah gunakan, “ Tutupnya

Editor : Deviana

 

REALITANUSANTARA.COM
Batusangkar - Bimbingan teknis hitung cepat pengkajian kebutuhan pasca bencana (JITU PASNA) oleh BPBD Sumbar berlangsung sukses tanpa ada kendala.
Sumatera barat merupakan salah satu daerah yang tebilang rawan bencana, karena kondisi geogragis hamparan pegunungan dan pantai yang luas.
Oleh karena itu ancaman bencana berdasarkan fakta selama ini selalu ada, baik itu gempa bumi, longsor, banjir bandang, angin puting beliung, bahkan tsunami, jelaskan Kabid Rehabilitasi dan rekontruksi Suryadi Eviontri, ST. MT , saat pelaksanaan bimtek angkatan 4 tanggal 13-16 September 2021 di hotel Emersia Batusangkar.
Suryadi memaparkan, berdasarkan hal tersebut selama ini jika terjadi bencana, karena belum atau sebagian kecil saja masyarakat maupun aparatur mulai dari des / nagari dan bahkan jurnalis tidak sepenuhnya memahami akan kajian kebutuhan dampak dari bencana tersebut, sehingga banyak terjadi kesimpang siuran.
Oleh karena itu BPBD Sumbar mengadakan pelatihan bimbingan teknis ( bimtek) hitung cepat pengkajian kebutuhan pasca bencana ( jitu pasna ).
Diharapkan dengan adanya pelatihan bimbingan teknis  ini, seluruh peserta jitu pasna yang telah dilatih tidak canggung lagi melakukan hitung cepat pengkajian kebutuhan pasca bencana, kerana sudah memahami teknis perhitungannya, dan data diperoleh akurat dan kajian tepat sasaran. 

Editor : Deviana



REALITANUSANTARA.COM

Batusangkar - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) provinsi Sumatera Barat, gelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) hitung cepat pengkajian kebutuhan pasca bencana ( Jitu Pasna ) gelombang ke IV yang diselenggarakan di Emersia Hotel Batusangkar, Senin 13 s/d 16 September 2021.

Kegiatan Bimtek Jitu Pasna BPBD Sumbar dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebelum kegiatan dimulai, para peserta dan panitia wajib mengikuti test swab antingen, guna mencegah penularan virus Disease  covid-19.

Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi Suryadi Eviontri, ST mengatakan, peserta bimtek dilatih agar mampu melakukan pengkajian dan penghitungan cepat kebutuhan pasca bencana, dan juga mampu membuat dokumen pengkajian kebutuhan, mulai dari pengumpulan data hingga penyusunan dokumen,"katanya

Peserta bimtek terdiri dari, yakni, BPBD Provinsi dan Kabupaten/ kota, aparatur Nagari /Desa, jurnalis serta relawan penanggulangan bencana," ucapnya lagi

Lebih lanjut lagi beliau mengatakan, kita berharap kepada Seluruh peserta dapat melakukan penghitungan kerugian dan kerusakan akibat dampak dari bencana sebagai persyaratan dokumen bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana," cakapnya


Editor : Deviana


REALITANUSANTARA.COM

Padang - Kepala Bidang Rekontruksi dan Rehablitasi BPBD Provinsi Sumatera barat Suryadi Evviontri,ST mengatakan, "Bimtek Jitu Pasna ini melatih para peserta agar mampu membuat dokumen pengkajian kebutuhan pasca kebencanaan, mulai dari pengumpulan data hingga penyusunan dokumen," ujar Kepala Bidang Rehabilitasi dan Kontruksi, Suryadi Eviontri, Sabtu 11 September 2021 di Imelda Hotel Padang Sumatera Berat. 


Suryadi Eviontri mengatakan, tahun ini ada VIII (Delapan) angkatan dengan masing-masing angkatan sebanyak 120 orang peserta yang terdiri berbagai unsur di antaranya BPBD provinsi dan kabupaten/kota, aparatur nagari, desa atau kelurahan, jurnalis hingga relawan penanggulangan bencana," ucap Suryadi saat penutupan kegiatan Bimtek Jitu Pasna angkatan ke lll di imelda hotel.


Lebih lanjut Suryadi mengatakan, dalam pelatihan peserta dapat memahami materi yang telah diberikan seperti penghitungan kerugian dan kerusakan akibat dampak pasca bencana sebagai persyaratan dokumen bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana,"Ujarnya


"Kami harap dengan mengikuti pelatihan ini, semua peserta mampu membuat dokumen pengkajian kebutuhan pasca bencana dalam satu hingga 4 (empat) hari setelah bencana terjadi," katanya


Suryadi juga mengingatkan kepada peserta yang telah menyelesaikan pelatihan agar menjaga nama baik Jitu Pasna, dan atribut Jitu pasna BPBD sumbar yang di berikan kepada peserta sangan disalah gunakan," Tegasnya



Editor : Deviana 








REALITANUSANTARA.COM

Padang - Penutupan Kegiatan Bimtek gelombang ll yang diikuti  Sebanyak 115 orang peserta telah selesai mengikuti Bimtek selama 4 hari yang didampingi oleh 3 orang fasilitator dari BNPB.

Kabid Rehablitasi dan Rekonstruksi (RR) BPBD Sumbar, Suryadi Eviotri. ST, mengatakan, kegiatan Bimtek Jitu Pasna akan berkesinambungan,  mengingat Daerah Sumbar adalah daerah rawan bencana seperti bencana, banjir, longsor, gempa, tsunami, dan angin puting beliung.

Dengan Bimbingan teknis ini peserta yang terdiri dari perangkat Nagari/Desa,Relawan BPBD Kabupaten, Dan Jurnalis dapat membantu dalam penghitungan cepat kebutuhan pasca bencana," ucap Suryadi saat penutupan kegiatan Bimtek angkatan ke ll Jumat 10 September 2021 di kryat bumiminang hotel Padang.

Lebih lanjut Suryadi mengatakan, Peserta Jitu pasna  harus memiliki kemampuan untuk menghitung kerusakan dan kerugian dari sebuah bencana, dan Juga bisa mendeskripsikan melalui Infografis sehingga dapat dijadikan dasar untuk menentukan prioritas penanganan pasca bencana," Harap Suryadi yang akrab dipanggil Da OS.

Suryadi juga berpesan, atribut Jitu Pasna BPBD yang telah diserahkan kepada peserta Bimtek, agar menjaga dan mempergunakannya untuk membantu masyarakat yang terkena bencana. ( Ay )


Kapala Bidang Rehablitasi dan Rekontruksi BPBD Sumbar SURYADI EVIONTRI,ST.

REALITANUSANTARA.COM

Padang - Tiga orang tim instruktur BNPB yang handal dan profesional di bidangnya masing-masing siap mengedukasi peserta Bimtek yang melibatkan unsur pemerintah Kenagarian, Desa, Kelurahan, dan BPBD kabupaten dan kota se-Sumatera barat. 

Ada pun penilaian terhadap peserta Bimtek Jitu Pasna dari seluruh peserta dengan 19 daerah kabupaten dan kota se-Sumatera barat dapat menyerap materi - materi yang di berikan oleh Instruktur, pengetahuan dasar tentang penanganan saat terjadinya bencana dan pasca bencana. 

Materi edukasi yang menantang adrenalin berpikir bagi peserta dari terjadinya bencana dan pasca bencana, alur progres kerja penanganan yang dimulai dari menghitung kerugian materi infrasruktur dan non infrastruktur baik tentang kerugian fisik infrastruktur mau pun kerugian non fisik yang ditimbulkan akibat bencana.

Selama 4 hari kegiatan berlangsung peserta bimtek tersebut dapat ilmu pengetahuan, lewat pelatihan Jitu Pasna tentang cara yang benar dalam penanganan bencana, pasca bencana. Sampai pada rentang waktu selama 4 hari setelah bencana terjadi publik dapat informasi detail, akurat, tepat dan benar. 

Penutupan kegiatan pelatihan Bimtek Jitu Pasna angkatan l, Kalaksa BPBD Sumbar, H Erman Rahman, SE yang diwakili langsung oleh Kabid Rehablitasi dan Rekontruksi BPBD Sumbar Suryadi Eviontri, ST menutup kegiatan bimtek tersebut, Kamis 9 September 2921 di Basko Hotel Padang Sumatera barat.

Dalam kesempatan ini Suryadi Eviontri  menegaskan kepada seluruh peserta supaya  atribut BPBD Sumbar yang diberikan kepada masing-masing peserta bimtek agar dipergunakan untuk bembentu masyarakat yang membutuhkan bantuan kemanusiaan," ucapnya

Menurut Suryadi tak ada keraguan untuk publikasi jika kita telah punya data yang akurat, tepat, dan benar karena tidak ada rekayasa data," ujarnya

Kegiatan ditutup dengan pemberian hadia bagi kelompok peserta bimtek yang mendapatkan nilai 5 besar pemenang dalam lomba Infografis hitung cepat pengkajian kebutuhan pasca bencana ( Jitu Pasna ). 

Berikut 5 pemenang Infografis Bimtek Jitu Pasna :

Juara 1 diraih oleh Pasaman barat ( Pasbar )

Juara 2 Dharmasraya

Juara 3 Media dari kota Padang

Juara 4 Media dari koto tangah

Juara 5 Padang pariaman


Editor : Deviana




REALITANUSANTARA.COM

Padang - Bimtek hitung Cepat Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna) dihari ke-3 angkatan ke lI para relawan diuji pengetahuan tentang kajian Infografis dan menghitung kerugian permukiman, ekonomi, infrastruktur, sektor sosial dan lintas sektor pasca bencana, Kamis 09 September 2021 di kryad bumiminang Hotel 

Tiga fasilitator handal di bidangnya masing - masing mempresentasikan tentang lima bencana alam yakni, permukiman, ekonomi, infrastruktur, sektor sosial, dan lintas sektor, serta pentingnya sebuah Infografis dalam sebuah kejadian pasca bencana atau sedang terjadi bencana.

“Sebuah Infografis menjadi suatu bagian penting dalam sebuah kejadian, seperi bencana alam.

Fasilitator juga fokus kegiatan kali ini adalah bagaimana  peserta Bimtek semua bisa  menjadi tim pengkajian kebutuhan pasca bencana ( jitu pasna ) dan setelah terjadinya bencana itu bisa melakukan pengkajian dan penghitungan berapa besar kerusakan, kerugian, gangguan akses terjadinya bencana, Gangguan fungsi, potensi peningkatan resiko.

Kelima hal tersebut  dilihat dari aspeknya yakni, permukiman, ekonomi, infrastruktur, sektor sosial dan lintas sektor. Jika kita lihat dari ke lima sektor ini dan bagaimana dampak dari lima sektor tersebut, kita hitung kemudian hasil dari kegiatan ini kita bisa menghitung dan membuat satu  infografis, dengan adanya infografis ini, kita harap bisa menjadi sebagai media informasi  yang akurat, sehingga mengurangi berita-berita hoax.

Ketika  terjadi suatu bencana alam seperti Gempa, Banjir dan Longsor dapat dilakukan penghitungan kerugian ruang lingkup yaitu Pemukiman, infrastruktur, Sosial, Ekonomi dan Lintas Sektor dalam bentuk infografis.

Para peserta Bimtek Jitu Pasna haruslah bisa mempresentasikan satu bencana secara praktek, dan membuat sebuah infografis, tujuannya melakukan pemetaan dan mengklasifikan kerugian serta kerusakan akibat bencana tersebut.


Editor : Deviana

 

REALITANUSANTARA.COM

Padang - Badan Penanggulangan Benca Daerah (BPBD)provinsi Sumatera Barat, melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) hitung cepat pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitu Pasna) tahun 2021.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Kontruksi Suryadi Eviontri, ST mengatakan, kegiatan Bimtek Jitu Pasna ini melatih para peserta agar mampu membuat dokumen pengkajian kebutuhan pascakebencanaan, mulai dari pengumpulan data hingga penyusunan dokumen," ucap Suryadi Eviontri, saat acara pembukaan kegiatan bimtek jitu pasna, Rabu 8 September 2021 di hotel Imelda padang.

Suryadi mengatakan,  tahun ini ada 8 angkatan dengan masing-masing angkatan melibatkan 120 orang peserta," ungkapnya

"Peserta bimtek tersebut terdiri dari berbagai unsur di antaranya BPBD Provinsi Sumbar dan kabupaten/kota, aparatur nagari, desa atau kelurahan, jurnalis hingga relawan penanggulangan Bencana," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam kegiatan pelatihan peserta agar dapat memahami melakukan penghitungan kerugian dan kerusakan akibat dampak bencana sebagai persyaratan dokumen bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.

Dan juga Suryadi mengatakan, Kita harap dengan mengikuti pelatihan ini, semua peserta dapat memahami membuat dokumen pengkajian kebutuhan pasca bencana dalam satu sampai empat hari setelah kejadian bencana," tukuknya

Dengan Jitu Pasna ini akan didapatkan data yang akurat, sehingga kekeliruan dalam perhitungan termasuk penyimpangan dan manipulasi data dapat diminamalisir," tuturnya

Editor : Deviana

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.