Pemko Padang Matangkan Strategi Penanganan Banjir Pascahujan Ekstrem, R3P Disesuaikan dengan Kondisi Lapangan.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, mematangkan strategi penanganan banjir pascahujan ekstrem yang melanda sejumlah wilayah pada 3 Agustus 2026. Evaluasi dilakukan untuk memastikan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat disusun berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, akademisi, serta sejumlah organisasi perangkat daerah dan unsur terkait di Gedung Putih, Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Sabtu (8/8/2026).

Rapat menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat penanganan banjir secara terpadu, tidak hanya pada tahap tanggap darurat, tetapi juga memasuki fase pemulihan dan pembangunan kembali infrastruktur yang terdampak.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah evaluasi sejumlah titik yang dinilai rawan mengalami genangan dan banjir. Pemerintah bersama pihak terkait melakukan pemetaan terhadap kondisi saluran air, sungai, kawasan permukiman, serta infrastruktur yang memiliki keterkaitan dengan sistem pengendalian banjir di Kota Padang.

Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi bahan untuk melakukan penyesuaian terhadap usulan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Dokumen tersebut dinilai perlu terus diperbarui agar program pemulihan yang diajukan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan kondisi kerusakan yang terjadi setelah bencana.

Wali Kota Padang Fadly Amran menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi persoalan banjir. Menurutnya, penanganan banjir tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan satu instansi, mengingat persoalan tersebut berkaitan dengan berbagai aspek, mulai dari kondisi daerah aliran sungai, sistem drainase, tata ruang, hingga kesiapan infrastruktur perkotaan.

Keterlibatan BWS Sumatera V Padang dalam pembahasan tersebut menjadi penting karena pengelolaan sumber daya air dan sistem sungai membutuhkan penanganan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Selain pemerintah dan instansi teknis, kehadiran akademisi juga diarahkan untuk memberikan masukan berbasis kajian ilmiah. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menentukan prioritas penanganan serta merancang solusi yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu mengurangi risiko banjir dalam jangka panjang.

Pemko Padang juga perlu memastikan bahwa usulan rehabilitasi dan rekonstruksi tidak sebatas memperbaiki infrastruktur yang rusak. Program pascabencana diharapkan sekaligus meningkatkan kapasitas sistem pengendalian banjir sehingga infrastruktur yang dibangun atau diperbaiki memiliki ketahanan lebih baik ketika menghadapi curah hujan ekstrem.

Rapat koordinasi tersebut juga menjadi momentum untuk menyelaraskan data dan kebutuhan di lapangan. Setiap titik terdampak perlu diidentifikasi secara lebih detail, termasuk tingkat kerusakan, kebutuhan penanganan, serta skala prioritas pembangunan kembali.

Langkah tersebut penting mengingat karakteristik Kota Padang yang memiliki sejumlah kawasan yang rentan terhadap banjir ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Karena itu, penanganan pascabencana membutuhkan perencanaan yang komprehensif dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Pemerintah Kota Padang selanjutnya akan memanfaatkan hasil evaluasi dan masukan dari berbagai pihak sebagai bahan penyempurnaan R3P. Dengan demikian, program rehabilitasi dan rekonstruksi yang disusun diharapkan dapat menjadi dasar pengusulan dukungan pembiayaan sekaligus mempercepat pemulihan wilayah dan masyarakat yang terdampak.

Pemko Padang memastikan penanganan pascabanjir terus dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan koordinasi, pemutakhiran data, serta langkah mitigasi untuk mengurangi dampak apabila kejadian serupa kembali terjadi.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membangun sistem perkotaan yang lebih tangguh terhadap bencana, sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir.

Editor : Ayu

Label:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.