UNP Perluas Pengabdian ke Wilayah 3T, 87 Mahasiswa KKN Diterjunkan ke Kecamatan Sikakap, Kepulauan Mentawai.

REALITANUSANTARA.COM

MENTAWAI – Universitas Negeri Padang (UNP) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional berbasis pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sebanyak 87 mahasiswa resmi diterjunkan untuk melaksanakan program pengabdian di Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pengabdian perguruan tinggi hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Prosesi penyerahan mahasiswa KKN berlangsung di Kantor Camat Sikakap, Sabtu (19/7/2026), dipimpin Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Inovasi UNP, Prof. Dr. Ani Faridah, M.Si. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pusat KKN UNP Dr. Yasdinul Huda, M.T., Camat Sikakap, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), jajaran TNI dan Polri, serta kepala desa dari Desa Sikakap dan Desa Matobe.

Sebanyak 87 mahasiswa tersebut akan melaksanakan pengabdian selama satu bulan dengan penempatan di dua desa. Sebanyak 29 mahasiswa ditempatkan di Desa Sikakap, sedangkan 58 mahasiswa lainnya menjalankan program di Desa Matobe. Seluruh peserta didampingi oleh tiga dosen pembimbing lapangan (DPL) guna memastikan pelaksanaan program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Wakil Rektor UNP Prof. Ani Faridah menegaskan bahwa pelaksanaan KKN di Kepulauan Mentawai merupakan bagian dari komitmen universitas dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi langsung terhadap pembangunan daerah.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi sekaligus menjadi mitra pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat desa.

Pelaksanaan KKN di Kecamatan Sikakap juga menjadi tonggak baru bagi UNP. Program ini merupakan pelaksanaan KKN ketiga UNP di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sebelumnya, dua kali kegiatan serupa telah dilaksanakan di Pulau Sipora. Tahun 2026 menjadi kali pertama mahasiswa UNP melaksanakan pengabdian di Kecamatan Sikakap sebagai bentuk perluasan wilayah pengabdian yang menjangkau daerah kepulauan dengan tantangan geografis yang berbeda dibandingkan wilayah daratan.

UNP menilai perluasan lokasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemerataan pembangunan melalui kontribusi perguruan tinggi. Selain memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam bagi mahasiswa, program tersebut juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Berbeda dengan KKN reguler UNP yang berlangsung pada 6 Juli hingga 6 Agustus 2026, pelaksanaan KKN di Kabupaten Kepulauan Mentawai dijadwalkan mulai 16 Juli hingga 16 Agustus 2026. Penyesuaian jadwal dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis kepulauan, akses transportasi laut, serta kebutuhan masyarakat sehingga seluruh program dapat dijalankan secara optimal.

Selama berada di lokasi pengabdian, mahasiswa akan mengimplementasikan berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi lokal desa. Seluruh kegiatan mengacu pada empat pilar utama KKN UNP, yakni digitalisasi desa, pemetaan potensi wilayah, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Berbagai program juga dirancang untuk mendorong penguatan ekonomi lokal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pemerintahan desa.

Selain menjadi sarana pembelajaran mahasiswa, pelaksanaan KKN ini juga merupakan bentuk dukungan UNP terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini mendukung sejumlah target global, di antaranya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, SDG 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional melalui Asta Cita, khususnya dalam memperkuat pembangunan dari desa, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mempercepat pembangunan wilayah 3T, serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Dari sisi pengembangan institusi, KKN di Kepulauan Mentawai turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Program ini memberikan pengalaman belajar di luar kampus bagi mahasiswa, meningkatkan keterlibatan dosen dalam pengabdian kepada masyarakat, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Melalui pelaksanaan KKN di Kecamatan Sikakap, UNP kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan hingga ke wilayah kepulauan Indonesia.

Editor : Ayu

Label:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.