Latest Post


REALITANUSANTARA.COM

Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang menerima kunjungan Tim Inspektorat Jenderal melakukan entry untuk menyampaikan program penguatan Satuan Pengawas Internal (SPI) yang digagas oleh Inspektur Jenderal. Entry meeting dihadiri oleh Tim SPI beserta Rektor untuk melakukan langkah penting dalam upaya meningkatkan efektivitas program penguatan Satuan Pengawas Internal (SPI). 02/10.

Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd, menyambut baik langkah Inspektorat Jenderal, karena rektor sudah melakukan beberapa penguatan walaupun masih jauh dari tatanan ideal, seperti menambah personil SPI, dan menyampaikan bahwa SPI merupakan mata dan telinga Rektor sehingga dapat menyampaikan langsung informasi dan temuan dari SPI. Hal itu merupakan bentuk pertanggungjawaban kinerja kepada Rektor. Rektor juga menegaskan kesiapan kampus untuk berkontribusi secara maksimal. "Kami berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah konkret guna memperkuat Sistem Pengendalian Intern di kampus ini," ujarnya.

Tim Inspektorat Jenderal yang diwakili oleh pengendali teknis Desmi Avicena Medina dan Ketua Tim Hendro Dwi Antoro serta Darori dan Hayim menyampaikan bahwa, SPI harus mampu memberi keyakinan yang memadai terhadap Pencapaian Visi Misi Rektor, SPI harus menjadi garda terdepan dalam mendorong implementasi tatakelola yang baik, pengelolaan risiko dan menjaga penerapan Sistem Pengendalian Internal secara memadai, SPI harus mampu menjadi mata telinga rektor, dan mitra strategis dari Inspektorat Jenderal. 

Kementerian Agama memiliki satuan kerja yang sangat besar lebih dari empat ribu satuan kerja, sehingga Inspektorat Jenderal dalam melakukan pengawasan membutuhkan mitra strategis dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

Kepala SPI UIN Imam Bonjol Padang, Welhendra menyampaikan bahwa adanya program penguatan dari Inspektorat Jenderal akan memperkuat kinerja SPI, karena saat ini SPI sangat sadar bahwa kinerja yang dilakukan sangat jauh dari ideal dan butuh banyak penguatan. 

Proses entry yang dilakukan oleh tim inspektorat mencakup pemeriksaan dokumentasi, wawancara dengan personil SPI, dan evaluasi terhadap sistem pengawasan internal yang telah diterapkan. Hasil dari langkah ini akan digunakan untuk menyusun rekomendasi perbaikan.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG -- Universitas Ekasakti jalin kerjasama dengan PT.  Pegadaian, ditandai dengan penandatanganan MoU oleh kedua belah pihak, Senin (2/10) kemarin di Ruang Sidang Rektor Lantai 1 Gedung Rektorat Universitas tersebut.

Penandatanganan MoU oleh Rektor Universitas Ekasakti Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd  dan Deputy Bisnis Area Padang  Tumiyem didampingi Menejerr Operasional Peri Marrzuki dan Menejer Non Gadai Jufriadi. Kegiatan ini dihadirf Warek !, Kepala LPPM dan Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan RPL dan MBKM Unes, Dekan dan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas tersebut.

Rektor Unes mengatakan kegiatan kerjasama ini sangat didukubg kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknollogi RI, karena Menteri mencanangkan program RPL dan MBKM  Hal ini diberikan peluang dan ruang lingkup yang luas bahwa magang ini bisa satu semester dan  dibertikan nilai setara dengan 20 SKS.

Kegiatan yang mulia ini adalah  dalam rangka antara ilmiah akademisi   perguruan  tinggi dengan dunia usaha, dan masalah masalah seperti itu  Pratisi rasanya kegiatan seperti ini  bagi Unes sangat  berarti dibawah pimpinan Prof. Dr. Agussalim, SE, MS, MCE yang mengatur nnantinya ini ditidakdak lanjuti dengan sebaik -baiknya.

Pada prinsipnya kerjasma ini terkait dengan masalah pendidikan dan pengajaran dan juga aspek penelitian dimana mahasiswa Unes akan melakukan penelitian dan juga terkait dengan pengabdian masyarfakat serta  juga ada peluang di Fakultas Ekonomi membuka  Dosen Pratisi.  Dosern Pratisi menejemen dan Akuntan atau yang berkaitan dengan masalah hukum dan sebagainya. 

Dosen Prtatisi iinilah  akan memperkaya mahasiswa pengalamanb dilapangan dan disandingkan dengan pengalaman pengalaman akademisi  yang dimiliki mahasiswa. Mudah mudahan kerjasama ini dilanjutkan, tidak saja  dengan Fakultas Ekonomi, bisa dengan Fakultas Hukum,  Administrasi Negara  dilihatlah nanti realifansinya. 

Deputy Bisnis Area Padang Tumiyem mengatakan pihaknya siap menerima mahasiswa maggang dari Unes di PT. Pegadaian Area  Padang, untuk mahasiswa IT tidak ada di Padang, nanti diajukan ke PT. Pegadaian  Wilaya h  2  Pekanbaru pelaksanaan magangnya.

PT. Pegadaian Area Padang membutuhkan 14 orang tenaga MBKM, sekarang terisi baru 7 orang , untuk mahasiswa magang dari Unes kami terbuka  dan hal ini kaloborasi yang  positif dan saling menguntungkan dan banyak program program yang bisa dikolaborasikan baik darfi segi ekonomi .

REALITANUSANTARA.COM

PADANG -- Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Suwirpen Suib menghadiri malam resepsi hari jadi Sumbar ke-78, Minggu (1/10). Pada kesempatan tersebut Suwirpen mengatakan, Sumbar harus menjadi daerah yang terus melahirkan pemikir-pemikir ulung.

Suwirpen mengatakan, dari sejarahnya masyarakat Minang dikenal dengan tempat lahir pemikir-pemikir ulung. Sebut saja M.Yamin yang gagasannya menjadi pemantik anggota sembilan untuk melahirkan Piagam Jakarta, sehingga menjadi cikal bakal lahirnya Pancasila pada Juni 1945.

" Ada Mohammad Hatta, wakil presiden pertama yang dikenal sebagai bapak ekonomi Indonesia," katanya.

Adalagi Datuk Ibrahim Tan Malaka, yang pemikiran progresifnya menjadi pelecut bagi kaum revolusioner Indonesia (bahkan pemikiranya masih hidup dan menjadi bagian kerangka kritis dari sebagaian kaum pergerakan hari ini).

Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih populer dipanggil Buya Hamka, seorang ulama yang menjadi panutan bagi tokoh-tokoh pendiri bangsa diakhir hidup mereka. Masih ada lagi, Agus Salim yang terkenal dengan keterampilan berdiplomasi dan teknik lobby yang tinggi," katanya.

Dia mengatakan, ada ungkapan bagi masyarakat Minang yang masih sering disebutkan sampai hari ini yaitu; "Urang Minang tu, Taimpik nak Di ateh, Takuruang nak di lua". Bila diartikan sepintas, maka sebagian besar orang menyimpulkan arti dari ungkapan tersebut  dalam konotasi negatif yaitu "Cadiak Buruak/Caliah" (Licik).

Namun, bila diurut secara terminologi, kata tersebut mengisaratkan  masyarakat minang harus berfikir Progresif dan Solutif, penuh makna yang perlu diartikan secara mendalam.

Di Minang sedari kecil sudah diajarkan kato nan ampek, kato nan ampek dimaknai sebagai pengklasifikasian cara berbicara orang Minang yaitu, bagaimana cara berbicara dengan orang lebih tua, cara berbicara dengan orang lebih kecil, cara berbicara dengan orang seumuran dan cara berbicara dengan orang yang disegani.

Namun, budaya tersebut bak seperti Hilang entah kemana. Fenomena masyarakat Minang hari ini, lebih mendahulukan ucapan dari pada berfikir yang kemudian akhirnya berujung pada hujatan. 

" Bila ditelusuri, group media sosial masyarakat Minang hari ini, hampir merata hanya berisikan cacian dan makian, dan lebih memprihatinkan lagi, masyarakat mudah termakan provokasi oleh berita-berita hoax," katanya.

Dia mengatakan, sebagai orang yang hidup dalam masyarakat Minang, saya merasakan bagaimana pentingnya budaya harus dilestarikan. Dengan lestarinya budaya Minang, seperti perhatian yang besar terhadap pendidikan dan sekolah baik formal maupun non formal dan budaya hidup badunsanak, seharusnya dapat menghilangkan sifat caci maki yang marak belakangan ini.

Rel


REALITANUSANTARA.COM

Sumbar - Pengungkapan tindak pidana narkotika kembali dilakukan oleh jajaran Satresnarkoba Polres Sijunjung. Kali ini di tepi jalan umum Jorong Batu Balang, Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Tim Narco Satresnarkoba Polres Sijunjung mengamankan seorang pria yang membawa narkoba jenis ganja, Minggu (1/10/2023) pagi.

Adalah RE (27), seorang pria yang berprofesi sebagai peternak asal Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar yang dibekuk Tim Narco pagi itu.

Menurut keterangan Kapolres Sijunjung AKBP Andre Anas sebagaimana disampaikan Kanitidik Satresnarkoba Bripka Adria Novarino, bahwa RE dicurigai mengangkut barang haram tersebut berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan.

"Dari berbagai informasi yang kita dapatkan dengan target yang bersangkutan akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan," ujarnya.

Dari pelaku, petugas menemukan barang bukti narkotika jenis ganja sebanyak 20 kg yang dipaketkan dalam empat buah bingkisan.

"Pelaku menyimpan barang bukti narkotika jenis ganja di dalam dua buah karung warna putih yang di dalamnya berisi empat buah paket yang dibalut dengan gulungan lakban warna coklat yang berisi daun kering yang diduga narkotika golongan 1 jenis ganja," lanjut Adria.

"Barang bukti yang ditemukan tim kali ini cukup banyak yaitu sebesar 20 kg, berikut satu unit handphone merk Moto warna hitam dan satu unit Toyota Avanza warna hitam dengan BA 1810 EA," sambungnya menambahkan. 

Menurut keterangan pelaku RE bahwa barang bukti narkotika tersebut ia dapatkan langsung dari Panyabungan, Sumatera Utara.

"Barang bukti ini ia angkut langsung dari lokasi tanamnya di daerah Panyabungan, Sumatera Utara, dan menurut keterangan pelaku, untuk sementara ia diduga hanya sebagai kurir yang mengangkut barang tersebut ke wilayah kita," katanya.

Pengakuan dari pelaku, barang haram tersebut menurut rencana akan diedarkan di Muaro Sijunjung.

"Jadi, wilayah kita ini memang menjadi sasaran mereka untuk mengedarkan narkotika tersebut, namun terkait siapa yang memesan, masih kita selidiki lebih lanjut," ungkapnya.

Sementara, Kapolres Sijunjung AKBP Andre Anas yang menerima informasi keberhasilan jajarannya mengungkap 20 KG ganja tersebut langsung menemui Tim Narco di Mapolres Sijunjung.

Dirinya mengapresiasi keberhasilan tugas yang telah dilakukan dalam mengungkap peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Sijunjung.(*)




REALITANUSANTARA.COM

Sumbar - Polda Sumatera Barat (Sumbar) menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila. 

Upacara dilaksanakan di halaman Mapolda Sumbar, dengan Inspektur upacara dipimpin oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto, S.Ik. M.Si, pada Minggu (1/10).

Upacara yang berlangsung penuh khidmat ini dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Sumbar, para Pamen, Pama, Bintara dan ASN Polda Sumbar.(*)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG --- DPRD Provinsi Sumatera Barat gelar rapat paripurna istimewa dalam rangka Hari Jadi Sumatera Barat ke-78 dengan mengusung tema "Sumbar Terus Maju Menuju Sejahtera" Minggu 01 Oktober 2023 di ruang sidang utama kantor DPRD Sumbar.

Rapat paripurna ini dipimpin langsung  oleh ketua DPRD Sumbar Supardi didampingi wakil ketua Irsyad Safar, Suwirpen Suib, Sekretaris DPRD Sumbar Raflis dan seluruh anggota DPRD Sumbar. Sementara itu dari pihak Pemprov Sumbar dihadiri gubernur Mahyeldi Ansharullah, dan didampingi wakil gubernur Sumbar Audy joinaldy.

Di momen istimewa ini wakil gubernur Sumbar Audy Joinaldy bersama istri tampak mengenakan busana adat Mentawai.

Rapat paripurna istimewa tersebut  di hadiri oleh narasumber dari Dosen Universitas Indonesia (UI) yang juga mantan Dirjen Otda Kemendagri, Prof. Dr. Djohermansyah Djohan.

Acara ini di hadiri juga Anggota DPD RI, Leonardy Harmainy, Emma Yohanna, Muslim M Yatim, Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni dan para tokoh Sumatera Barat lainnya.

Ketua DPRD Sumbar Supardi mengatakan, pada Tanggal 1 Oktober 1945, merupakan Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat sebagai kesatuan masyarakat dan daerah dalam kerangka NKRI, dan kabupaten Mentawai juga tidak terpisahkan dari provinsi Sumatera Barat," ucap Supardi

"Penetapan tanggal 1 Oktober 1945, tentu tidak mengurangi makna dan eksistensi daerah Sumatera Barat yang telah ada jauh sebelum penetapan Hari Jadi tersebut," ujar Supardi.


Dalam kesempatan itu Supardi juga mencoba mengingatkan kembali sambutan sejumlah tokoh nasional yang pernah hadir pada peringatan hari jadi Sumbar pada tahun-tahun sebelumnya diantaranya, Mantan wakil presiden RI Jusuf Kalla, Buya Syafii Maarif dan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri.

"Tokoh-tokoh tersebut pernah menjadi narasumber di Hari Jadi Sumbar pada tahun-tahun sebelumnya dan perlu kita renungkan kembali untuk dapat menjadi arah dan gambaran mencapai Sumbar Terus Maju Menuju Sejahtera," ungkap Supardi.

Supardi berharap, peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke 78 Tahun 2023 ini menjadi momentum untuk bangkit dan mengejar ketinggalan-ketinggalan yang dialami. 


"Mari kita jadikan semangat dan nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Jadi Sumatera Barat ke-78 ini sebagai sumber motivasi dan sumber inovasi, untuk membangun daerah dan masyarakat Sumatera Barat dan kita bulatkan tekad serta semangat kebersamaan, kegotong-royongan yang merupakan ciri khas masyarakat    Sumatera Barat, untuk mewujudkan Sumbar Terus Maju menuju Sejahtera," harap Supardi.

Di momen istimewa ini juga DPRD Sumbar melaunching 5 inovasi baru DPRD Sumbar yakni, Podcast Asik DPRD Sumbar, Buntal Asik, Agenda Asik, dan penandatanganan kerjasama antara DPRD Sumbar dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

"Inovasi baru ini merupakan upaya meningkatkan pelayanan kesekretariatan DPRD Sumbar dalam mewujudkan DPRD Sumbar yang tidak saja hanya menyiapkan legislasi bagi masyarakat namun juga sebagai sarana mewujudkan edukasi literasi kepada semua orang sehingga DPRD Sumbar dapat ikut serta memberikan dukungan dan dorongan untuk melahirkan orang-orang cerdas," tutur Supardi ( @ )

REALITANUSANTARA.COM

PADANG -- 10 siswa dan siswi SMAN 2 Payakumbuh tampil dihadapan pimpinan dan elit Sumbar pada Paripurna Hari Jadi (HJP) ke 78, Minggu 1/10-2023.

28 September lalu SMAN Payakumbuh menjadi pemenang pertama pada Festival Mars Sumbar (FMS) 2023 digelar kolaborasi Jaringan Pemred Sumbar (JPS), Pemprov dan DPRD Sumbar serta Founders Gerakan SumbarCerdas.id H Rahmat Saleh.

Bangga kami bisa hadiri peringatan HJP Sumbar ke 78, sejak siang kami diemput oleh DPRD Sumbar dan menginap di Rumah Dinas Ketua DPRD Sumbar pak Supardi,"ujar seorang anggota paduan suara SMAN 2 Payakumbuh Maisya kepada wartawan.

Mereka mengaku bangga karena momen ini mungkin pertama dalam sejarah hidup mereka bisa tampil dihadapan elite Sumbar 

Ketua JPS Adrian Tuswandi mengatakan tampil di paripurna DPRD memperingati HJP Sumbar ke 78 adalah bonus bagi paduan suara terbaik peserta FMS 2023 yang grand final nya digelar di Youth Center Bagindo Aziz Chan, Kamis 28 September 2023.

"Bonus dan itu permintaan Ketua DPRD Pak Supardi dan Sekwan Raflis supaya terbaik FMS 2023 ditampilkan pada Paripurna DPRD hari ini,"ujar Adrian Tuswandi.

Maisya, Briliana dan Faidah mencanangkan target untuk bisa tahun depan mempertahankan trophi bergilir Gubernur Sumbar pada festival digelar JPS tahun depan.

"Kami akan berlatih terus dan siap mempertahankan trophi bergilir Pak Gubernur Sumbar,"ujarnya.

Peringatan HJP Sumbar 2023 berlangsung khidmat, semua anggota DPRD Sumbar memakai pakaian khas  adat minang.

Penasehat JPS HM Nurnas mengapresiasi penampilan juara FMS 2023 di Paripurna DPRD Sumbar.

"Luar biasa siswa SMAN 2 Payakumbuh menyanyikannya dengan pas dan semangat, sehingga bait lagu penuh makna terdengar jelas bagi anggota DPRD Sumbar dan tamu yang hadir merupakan tokoh-tokoh Sumbar,"ujar HM Nurnas.

Nurnas berharap JPS tahun depan kembali gelar FMS 2024 dan pemuncak nya tampil lagi di paripurna HJP Sumbar ke 79.

"Harus kapan perlu hadir juga di resepsi HJP digelar Gubernur,"ujar Nurnas. (**)

REALITANUSANTARA.COM

Padang – Universitas Andalas mengelar prosesi wisuda V dengan jumlah wisudawan terbanyak dibandingkan periode-periode sebelumnya yakni sebanyak 2.303 lulusan.

Berlangsung di Gedung Auditorium Kampus Limau Manis pada Sabtu (30/9) dihadiri langsung oleh Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Dr. apt. Rustian yang juga menjabat sebagai Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia.

Adapun pada wisuda sebelumnya yakni wisuda I Universitas Andalas meluluskan sebanyak 1.210, wisuda II sebanyak 1.422 wisudawan, wisuda III sebanyak 634 wisudawan, dan wisuda V sebanyak 1.466 wisudawan.

Kepala Subdit Administrasi, Data dan Informasi Pendidikan Asrul Ikya, S. AP, M. AP menyebutkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjadi fakultas terbanyak meluluskan wisudawannya yakni sebanyak 312 mulai dari program Diploma hingga Doktor, diikuti Fakultas Pertanian 247, dan Fakultas Teknik 243 wisudawan.

Di samping itu, Universitas Andalas juga memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik dari berbagai fakultas dan juga pemberian penghargaan kepada mahasiswa yang berprestasi serta mahasiswa luar negeri.

Ada empat lulusan luar negeri yang diwisuda pada periode ini yakni dari Madagascar (2) Program Sarjana Hubungan Internasional, dan Vietnam (2) program Magister Pengelolaan Sumber Daya Alam.

Rektor Universitas Andalas Prof. Yuliandri mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan, dan berhak untuk menyandang gelar sesuai bidang kualifikasi keilmuan masing-masing.

Ia mendoakan agar ilmu dan gelar itu yang diraih dapat digunakan untuk kebaikan dan kemaslahatan orang banyak, serta dapat memajukan tingkat kehidupan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia tercinta.

Disampaikannya, masyarakat membutuhkan orang yang pandai dan terdidik, namun itu tidak cukup, orang pandai sudah banyak, kini kita lebih butuh sosok orang baik.

Oleh karena itu, ditekankannya jagalah martabat diri, bangunlah kepedulian dalam diri, pekalah terhadap kehidupan lingkungan masyarakat, dan tetaplah junjung tinggi nilai-nilai moral dan budi pekerti, serta menjaga integritas dan martabat diri.

Lebih lanjut, ia menyampaikan dalam menapaki kehidupan nyata setelah ini, jadikanlah pembelajaran dan pengalaman di Universitas Andalas sebagai modal awal untuk berkarya, pegang prinsip pembelajar sepanjang hayat, intelektual yang berintegritas, kedepankan perilaku yang bermartabat dan kompetensi yang mumpuni.(*)

REALITANUSANTARA.COM

PESSEL -- Anggota DPRD Sumatera Barat Zarfi Deson menyerahkan bantuan 12 mesin tempel 15 PK untuk 6 kelompok nelayan di Kecamatan Lengayang, Ranah Pesisir, dan Linggo Sari Baganti. Penyerahan mesin tempel itu dilaksanakan di Aula PPI Kambang, Jumat (29/9/2023).

Zarfi Deson dalam sambutannya berharap bantuan mesin tempel dapat memperluas jangkauan nelayan untuk menangkap ikan di tengah laut.

Dengan begitu, kata dia, peluang nelayan mendapatkan ikan semakin tinggi. Sehingga, perekonomian nelayan juga ikut meningkat

Pria yang akrab disapa Deson itu menekankan, agar bantuan mesin tempel tersebut tidak disalahgunakan. Karena, sebutnya, bantuan itu diserahkan untuk membantu usaha nelayan dalam melancarkan penangkapan ikan di laut.

“Dengan harapan ke depan dapat meningkatkan perekonomian. Kita berharap para nelayan untuk memanfaatkan bantuan ini dengan baik,” kata pria yang akrab disapa Deson itu.

Ridho Fitra dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Muda Sakti dari Nagari Nyiur Melambai Pelangai, Ranah Pesisir mengucapkan terimakasih atas bantuan mesin tempel 15 PK yang berasal dari dana pokir anggota DPRD Sumbar Zarfi Deson.

Ia menyampaikan, dengan mesin baru tersebut, ia dan kelompok nelayan lainnya tidak takut lagi mengarungi lautan untuk mencari ikan.

“Dengan mesin tempel 15 PK ini, jangkauan melaut juga semakin luas,” kata Ridho.

Ia menegaskan, bantuan mesin tempel 15 PK ini akan dijual atau disalahgunakan. Bantuan ini sebutnya, akan dimanfaatkan untuk memberi nafkah bagi keluarga.

“Bantuan yang diberikan oleh Bapak Zarfi Deson ini sangat berharga bagi kami. Kalau beli sendiri, akan sangat lama uang terkumpul. Untuk itu, mesin ini akan kami manfaatkan untuk memberi nafkah keluarga,” katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Dinas Perikanan dan Kelautan Sumbar, Dinas Perikanan dan Pangan Pessel, penyuluh perikanan, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya. (Az)

REALITANUSANTARA.COM

Simalungun - Restorative justice atau metode penyelesaian hukum tanpa pengadilan ini merupakan anjuran sekaligus instruksi dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang menjadi pintu bagi masyarakat agar keadilan itu tidak hanya ditegakkan, tetapi juga dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kapolres Simalungun AKBP Ronald F.C Sipayung SIK, MH mengoptimalkan Restoratif Justice dalam penyelesaian perkara, kali ini 61 kasus diselesaikannya. 

Bertempat di Polsek Bangun acara yang dilaksanakan mulai pukul 9 pagi itu menarik perhatian banyak pihak. Selain melibatkan para tersangka, kegiatan ini juga dihadiri oleh General Manager PTPN IV, Waka Polres dan para Kapolsek, Camat, Pangulu/Kepala desa hingga tokoh agama dan masyarakat.

Dalam Restoratif Justice masaal kali ini, pihak pelapor meminta agar tersangka diberikan sanksi sosial seperti membersihkan tempat ibadah dan perkantoran", ungkap Kapolres Simalungun, Jumat (29/9).

Namun ia juga menyampaikan, tidak semua kasus bisa diselesaikan melalui Restoratif Justice. Beberapa kasus seperti pencurian kendaraan bermotor, pembunuhan, dan kasus yang meresahkan masyarakat dan mendapat penolakan dari masyarakat, tetap akan dilanjutkan proses hukumannya.

"Ada 61 perkara yang diselesaikan. Perkara-perkara itu dari tahun 2022 hingga 2023," pungkas Ronald.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG -- Ketua DPRD Sumbar, Supardi meminta peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-78 jatuh pada 1 Oktober mendatang agar dijadikan sebagai momentum untuk evaluasi, apakah perkembangan Sumatera Barat hari ini sudah berjalan sesuai yang diharapkan atau belum.

"Sesuai Perda yang kita sahkan, ini mau keempat kalinya kita memperingati Hari Jadi Sumatera Barat. Untuk hal ini, hendaknya ada momen-momen penting yang kita implementasi dalam hidup bernegara. Artinya tidak hanya sekedar seremonial saja yang kita lakukan dalam rangka peringatan hari jadi Sumatera Barat, seperti menggelar paripurna, memberikan sambutan ini, itu, dan yang lainnya," ujar Supardi, Rabu (27/9.

Supardi mengatakan, sejalan dengan momentum peringatan hari jadi Sumatera Barat pihaknya mengajak seluruh stakeholder terkait untuk mengevaluasi kembali kebijakan-kebijakan yang sudah dijalankan, apakah sudah sesuai dengan amanat Undang-undang atau belum. Baik itu tentang masalah kemiskinan, soal pendidikan, pemerataan pembangunan, dan yang lainnya. 

"Harus sampai ke sana kita memaknainya, kita Sumatera Barat sudah sampai posisi mana. Dari  sekian banyak provinsi di Indonesia, Sumatera Barat berada dimana?"katanya.

Supardi mengatakan, jika dilihat ke masa dahulu, republik ini hampir 70 persennya didirikan oleh orang minang. Sumbangsih orang minang terhadap republik ini begitu luar biasa. Ia berharap sukses orang minang di masa lalu dengan tokoh-tokohnya yang begitu dikenal di tingkat nasional dan bahkan dunia, hendaknya juga bisa tergambar untuk saat sekarang ini.

Jika tidak mungkin melebihi sukses tokoh-tokoh minang yang terdahulu tersebut, kata dia, kesuksesan Sumatera Barat hari ini minimal setidaknya bisa sama dengan masa ketika tokoh-tokoh terdahulu itu ada. 

"Artinya apa, kita tidak ingin Sumatera Barat masuk sebagai provinsi  terbelakang, kalau bisa Sumbar ini hendaknya sebagai lokomotif dari provinsi-provinsi yang lain. Meskipun dari jumlah penduduk, luas wilayah kita masih kalah dengan Jawa, tapi secara kualitas manusianya, pembangunan, kita harus di atas provinsi lain, karena itu yang dicontohkan para pendahulu kita," katanya.

Ia menambahkan, berangkat dari semua hal tadi tentunya penting bagi semua stakeholder untuk menjadikan momentum Peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-78 sebagai momen evaluasi atas kebijakan-kebijakan yang telah dilaksanakan. 

Bicara tentang potensi yang dimiliki, Sumatera Barat dinilai memiliki banyak keterbatasan baik dari sisi sumber daya alam, industri, begitupun dari sisi pariwisata yang masih jauh banyak ketinggalan. Maka dari itu, untuk bisa maju ia berpandangan Sumbar harus bisa menonjolkan hal yang tak dimiliki daerah lain, sebagai contohnya adalah otak. Sumbar kata dia, harus bisa menjadi daerah industri otak yang mampu melahirkan orang-orang cerdas seperti yang pernah ada sebelumnya.

"Sumatera Barat harus bisa memproduksi orang-orang cerdas, bukan pintar ya, karena menurut saya cerdas dengan pintar itu berbeda. Perguruan tinggi, tiap tahun mampu melahirkan orang pintar, tapi cerdas tidak," katanya.

Supardi menuturkan, orang-orang cerdas dari Sumatera Barat pada masa dahulu seperti Agus Salim, Mohammad Hatta, M. Natsir dan Tan Malaka.

Mereka adalah tokoh-tokoh nasional yang dikenal berasal dari minang, dimana sejatinya mereka banyak juga yang tidak sekolah, atau tak memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Namun nama mereka besar, disegani, kecerdasan mereka diakui dunia, dan dikenang hingga saat ini.

"Seperti Tan Malaka, itu dia tidak tamat sarjana, tapi bisa jadi dosen di berbagai universitas yang ada di dunia, seperti di Belanda dan di Rusia. Ia jugalah orang pertama yang mampu menjadi anggota parlemen belanda saat Indonesia masih dijajah," katanya. 

Ditegaskan Supardi SDM dengan kecerdasan seperti itu lah yang harus bisa dilahirkan Sumatera Barat hari ini.

"Itu lah sumber daya yang harus kita kelola yang tidak dimiliki daerah lain. Karena sesungguhnya untuk membangkitkan kembali Sumatera Barat kita butuh pemimpin-pemimpin yang cerdas, tidak hanya pemimpin yang pintar," tukasnya.

Menyinggung peringatan Hari Jadi Sumatera Barat yang bakal digelar 1 Oktober mendatang, disebut Supardi sejumlah pihak telah diundang untuk hadir, diantaranya forkompimda, anggota DPRD, tokoh masyarakat, bupati dan wali kota, mantan gubernur, guru-guru SMA/SMK, LSM, Ormas dan sejumlah pihak lainnya. (*)

REALITANUSANTARA.COM

Padang -- Melalui rapat paripurna, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Perubahan Tahun 2023 menjadi Perda.

Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh ketua DPRD Sumbar Supardi didampingi wakil ketua Irsyad Safar, wakil ketua Suwirpen Suib, Sekretaris DPRD Sumbar Raflis. Sementara dari pihak Pemprov Sumbar dihadiri wakil gubernur Audy Joinaldy.

Dalam pidatonya, Supardi menyampaikan, dari hasil pembahasan yang dilakukan oleh Banggar dan TAPD, untuk komposisi perubahan APBD 2023 disepakati Pendapatan Daerah sebesar Rp 6,47 triliun, sementara Belanja Daerah Sebesar Rp 6,74 triliun.

Rancangan Perubahan APBD Tahun 2023 yang disampaikan Pemerintah Daerah kepada DPRD, berada dalam kondisi yang tidak sehat, dimana terdapat defisit yang cukup besar yang disebabkan turunnya proyeksi pendapatan dan tidak tercapainya target SILPA Tahun 2022 serta adanya kewajiban mandatory yang harus dianggarkan pada Perubahan APBD Tahun 2023," kata Supardi.

Pada kesempatan itu Supardi juga menyampaikan beberapa catatan penting dari hasil pembahasan Banggar dan TAPD, diantaranya, manajemen pengelolaan keuangan daerah belum tertata  sesuai dengan kaidah-kaidah tata pengelolaan keuangan daerah, baik dari aspek perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.

"Kondisi ini perlu segera dibenahi, agar dapat terwujud tata keuangan daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel dilingkup Pemerintahan Daerah Provinsi Sumatera Barat," ujar Supardi.

Kemudian lanjut Supardi, Pemerintah Daerah perlu segera menyiapkan sistem dan data base semua potensi pendapatan daerah yang saling terintegrasi satu sama lainnya, agar perhitungan target pendapatan daerah dapat dilakukan secara lebih akurat, sistimatis dan terukur.

"Dengan kondisi Perubahan APBD Tahun 2023 yang mengalami kontraksi yang cukup besar pada pelaksanaan program dan kegiatan, maka OPD-OPD perlu mengevaluasi dan meresposisi kembali target-target kinerja program dan kegiatan termasuk target kinerja RPJMD yang menjadi tugas dan tanggungjawab OPD," tambah Supardi.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy dalam sambutannya mengatakan, pembahasan yang dilakukan tidak sederhana karena dihadapkan dengan kondisi yang lumayan kompleks.

"Dengan kurangnya pembiayaan netto yang diharapkan, sehingga kita bersama harus berupaya untuk merasionalisasi atau mengurangi belanja yang sudah direncanakan dan juga menaikkan pendapatan," ujar Audy.

Wagub Audy juga menyampaikan, seluruh SKPD hendaknya segera mempersiapkan dokumen pelaksanaan program dan kegiatan sehingga dapat diselesaikan tepat waktu.

"Semoga apa yang telah kita upayakan dalam penyusunan Perubahan APBD 2023 ini dapat membawa kebaikan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang ditujukan untuk melindungi, melayani dan mensejahterakan seluruh masyarakat Sumatera Barat," kata Audy.(**)

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.