Krisis air bersih kembali menghantui warga Kota Padang setelah Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumda Air Minum Padang terhenti total akibat area intake disapu banjir bandang.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Krisis air bersih kembali menghantui warga Kota Padang setelah Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumda Air Minum Padang terhenti total akibat area intake disapu banjir bandang. Gangguan ini menyebabkan suplai air ke rumah warga maupun fasilitas penting tidak mengalir sama sekali selama beberapa hari terakhir, sehingga menimbulkan keresahan di banyak kawasan.

Sebagai langkah tanggap darurat, Perumda AM Padang segera mengerahkan seluruh armada mobil tangki guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Pelayanan dilakukan secara jemput bola, yakni dengan mendatangi permukiman penduduk dan titik-titik yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, termasuk daerah yang paling terdampak banjir. Warga terlihat mulai mengantre di berbagai lokasi distribusi yang disiapkan, memanfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh suplai air guna kebutuhan sehari-hari.

Humas Perumda AM Padang, Adhie Zein, mengungkapkan bahwa total terdapat sepuluh unit mobil tangki yang dikerahkan. Lima unit merupakan milik Perumda AM Padang, sedangkan lima lainnya merupakan dukungan dari berbagai instansi, seperti PMI, BPBD Kota Padang, BPBD Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pekerjaan Umum, BPBPK, serta Dinas Pemadam Kebakaran. Seluruh armada difokuskan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di rumah sakit, lokasi bencana, dan fasilitas publik penting lainnya. Menurut Adhie, kebutuhan air di fasilitas kesehatan menjadi prioritas karena tetap harus beroperasi meski dalam kondisi darurat.

Di sisi lain, upaya pembersihan material lumpur di area intake terus dilakukan. Meskipun hujan masih turun di sebagian besar wilayah Padang, setiap kali cuaca sedikit membaik petugas langsung memasuki lokasi untuk mengangkat tumpukan lumpur dan sampah yang terbawa arus banjir. Pekerjaan tersebut kerap terkendala karena curah hujan yang kembali tinggi, membuat area yang sudah dibersihkan tertutup lumpur lagi. Namun, menurut Adhie, pihaknya tetap berkomitmen melanjutkan proses tersebut demi mempercepat pemulihan produksi air bersih.

“Walaupun terlihat seperti pekerjaan yang berulang dan seperti tidak ada ujungnya, kami tetap melaksanakannya demi mempercepat pemulihan sistem. Kami berharap intensitas hujan segera menurun sehingga mesin dapat kembali beroperasi normal,” ujarnya.

Kondisi darurat ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga area intake benar-benar pulih dan distribusi air bersih kembali stabil. Perumda AM Padang meminta masyarakat untuk tetap bersabar dan memanfaatkan layanan tangki air yang tersedia selama masa pemulihan.

Label:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.