Evi Yandri, Penyejuk di Tengah Duka Warga Terdampak Bencana.

 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – “Pak Evi… Pak Evi…,” sapa warga Batu Busuak dengan penuh keakraban saat Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, tiba di lokasi, Senin malam (29/12).

Begitu turun dari kendaraan, Evi langsung disambut dan disalami warga. Kehadirannya sudah sangat dikenal masyarakat. Lebih dari satu bulan terakhir, putra asli Kuranji, Kota Padang ini, hampir setiap hari hilir mudik ke sejumlah wilayah terdampak bencana banjir dan galodo, seperti Batu Busuak, Gunung Nago, dan Lubuk Minturun, pasca-bencana besar yang terjadi pada Kamis, 27 November lalu.

Tak mengenal waktu, pagi, siang, bahkan malam, Evi Yandri konsisten hadir di tengah warga. Ia memantau kondisi lapangan, mendengar langsung keluhan masyarakat, menerima berbagai masukan, serta berupaya mencarikan solusi sesuai dengan kewenangan dan amanah jabatannya sebagai wakil rakyat.

Bagi masyarakat, kehadiran Evi Yandri menjadi penguat di tengah kesulitan. Ia dinilai sebagai sosok yang menenangkan, mampu mengayomi, dan bersedia mendengarkan keluh kesah warga yang kehilangan rumah, harta benda, bahkan anggota keluarga akibat bencana. Dukungan moril hingga bantuan materiil pun ia berikan dengan tulus, tanpa pamrih, semata-mata untuk meringankan beban para penyintas.

“Pak Evi itu wakil rakyat yang benar-benar dekat dengan masyarakat. Tidak peduli pagi, siang, atau malam, beliau selalu siap. Bahkan untuk membantu warga, beliau sering menggunakan uang pribadinya,” ujar Dasrul, warga Batu Busuak.

Evi Yandri sendiri bukan sosok baru dalam dunia politik Sumatera Barat. Sebagai kader Partai Gerindra, ia berhasil meraih kepercayaan masyarakat dan terpilih sebagai anggota DPRD Sumbar pada Pemilu 2019. Selama satu periode, ia mampu menjalankan amanah tersebut hingga tuntas.

Pada Pemilu Legislatif 2024, kepercayaan masyarakat kembali mengantarkannya ke DPRD Sumbar. Bahkan, ia dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat untuk lima tahun ke depan. Tak hanya itu, partai juga mengamanahkannya sebagai Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumbar.

Latar belakangnya sebagai mantan pekerja di Jepang selama tiga tahun turut membentuk karakter disiplin dan etos kerja tinggi yang melekat pada dirinya.

“Prinsip saya sederhana, bekerja dari hati. Melayani dan mengayomi masyarakat dengan sepenuh jiwa dan raga,” ujar Evi Yandri saat ditanya mengenai komitmennya di tengah padatnya aktivitas, khususnya di lokasi bencana.

Sebagai inisiator pembangunan hunian sementara (huntara) mandiri di kawasan Pauh, Evi bahkan lebih banyak menghabiskan waktunya di lapangan. Ia memantau langsung pembangunan sekitar 100 unit huntara bagi warga terdampak banjir dan galodo.

“Selama proses pembangunan huntara ini, saya berkantor di sini, di Pauh,” tuturnya.

Meski pembangunan sempat mengalami sedikit keterlambatan akibat keterbatasan tenaga tukang, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya.

“Insya Allah segera rampung dan bisa ditempati saudara-saudara kita yang rumahnya hanyut diterjang banjir bandang,” katanya optimistis.

Selain fokus pada hunian warga, Evi Yandri juga memperhatikan upaya normalisasi Sungai Batu Busuak. Ia meninjau langsung proses pengerukan material batuan yang menumpuk akibat banjir.

“Ke depan, sungai ini direncanakan akan dibangun DAM agar aliran air tidak melebar. Jika proyek ini berjalan, kami berharap dukungan dan kerja sama masyarakat agar pembangunannya sukses,” jelasnya.

Malam itu, saat meninggalkan Batu Busuak dengan sepeda motornya, Evi Yandri sempat menatap aliran sungai yang masih melebar. Di balik keheningan malam, tersimpan tekad seorang wakil rakyat yang bekerja dengan ketulusan dan hati nurani, demi membantu mereka yang tengah diuji oleh musibah.

Label:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.