Kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Hasan Basri, dimanfaatkan sebagai momentum untuk meninjau langsung kondisi pascabencana alam.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN - Kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Hasan Basri, dimanfaatkan sebagai momentum untuk meninjau langsung kondisi pascabencana alam di Nagari Sungai Buluah Timur, Kecamatan Batang Anai. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan secara langsung dampak kerusakan infrastruktur serta kondisi masyarakat setelah bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025.

Reses Hasan Basri diawali dengan perjalanan dari Kota Padang menuju wilayah terdampak melalui jalur alternatif, mengingat sebagian akses utama mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir. Rombongan memilih melewati Korong Simpang Apa, Nagari Sungai Buluah Utara, yang hingga kini menjadi satu-satunya jalur jembatan yang masih dapat menghubungkan wilayah Lubuk Alung Timur dengan Batang Anai Timur.

Setelah menyeberangi jembatan beton tersebut, rombongan melanjutkan perjalanan melalui jalan hotmix dengan lebar sekitar empat meter. Namun, setelah menempuh jarak kurang lebih lima kilometer dan berbelok ke arah selatan menuju Nagari Sungai Buluah Timur, kondisi jalan berubah drastis. Lapisan aspal rusak dan terkelupas, menyisakan jalan berbatu dan berkerikil akibat terjangan banjir bandang.

Setibanya di lokasi, Hasan Basri terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan pemerintah nagari serta perwakilan masyarakat setempat untuk mendengarkan langsung aspirasi dan laporan kondisi terkini pascabencana. Setelah itu, kegiatan reses dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah objek vital yang terdampak, di antaranya ruas jalan, jembatan, kawasan permukiman warga di bantaran sungai, serta Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Batang Anai.

Di SDN 05 Batang Anai, aktivitas belajar mengajar masih berlangsung meskipun waktu telah mendekati pukul 14.00 WIB. Rombongan diterima oleh Lisa Rifendi, Pelaksana Tugas Kepala Sekolah yang juga merupakan satu-satunya guru berstatus PNS di sekolah tersebut. Saat ini, SDN 05 Batang Anai menampung sebanyak 94 siswa dari kelas I hingga kelas VI.

Lisa Rifendi menjelaskan bahwa gedung sekolah mengalami kerusakan parah akibat banjir dan longsor dari perbukitan di sekitar lokasi sekolah. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 27 November 2025, sekitar pukul 09.00 WIB. “Seluruh ruang kelas, ruang guru, dan ruang kepala sekolah ambruk dan tertimbun lumpur. Beruntung saat kejadian sekolah sedang diliburkan karena cuaca ekstrem, sehingga tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Akibat kerusakan tersebut, hanya satu bangunan yang masih dapat difungsikan, yakni ruang perpustakaan. Untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan, pihak sekolah bersama masyarakat setempat menggalang bantuan untuk pembersihan lokasi serta pembangunan ruang kelas darurat. Pada tahap awal, dua ruang kelas darurat berhasil dibangun dengan bantuan TNI. 

Selanjutnya, pembangunan lima ruang kelas tambahan dilakukan melalui kerja sama antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Editor : Ayu 

Label:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.