REALITANUSANTARA.COM
PADANG – Kepolisian Daerah Sumatera Barat menyatakan pelaksanaan Operasi Keselamatan Singgalang 2026 resmi berakhir dengan capaian positif. Dalam operasi yang digelar selama beberapa pekan terakhir itu, angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di wilayah Sumatera Barat tercatat menurun sebesar 27 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Penurunan tersebut menjadi indikator keberhasilan pendekatan preventif dan edukatif yang diutamakan selama operasi berlangsung. Aparat kepolisian tidak hanya mengedepankan penindakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas, tetapi juga mengintensifkan sosialisasi keselamatan berkendara kepada masyarakat.
Selama operasi, petugas aktif melakukan penyuluhan di berbagai lokasi strategis, mulai dari pusat keramaian, kawasan pendidikan, hingga jalur-jalur rawan kecelakaan. Edukasi menyasar pengendara roda dua dan roda empat, sopir angkutan umum, hingga kalangan pelajar. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya penggunaan helm berstandar nasional, pemakaian sabuk pengaman, kelengkapan dokumen kendaraan, serta kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan.
Selain penyuluhan, patroli rutin dan penjagaan di titik rawan kecelakaan turut diperkuat. Langkah ini dinilai efektif dalam mencegah potensi kecelakaan yang dapat berujung pada korban jiwa. Di sejumlah ruas jalan utama, pelanggaran kasat mata seperti melawan arus, tidak menggunakan helm, dan berboncengan melebihi kapasitas mulai menunjukkan tren penurunan.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Singgalang bukan sekadar agenda penindakan atau razia kendaraan. Lebih dari itu, operasi ini bertujuan membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan. Pendekatan humanis dan persuasif dipilih agar masyarakat memahami bahwa keselamatan di jalan raya merupakan kebutuhan bersama, bukan semata-mata kewajiban hukum.
Keberhasilan operasi juga tidak terlepas dari dukungan lintas sektor. Sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, instansi terkait, serta komunitas masyarakat turut memperkuat kampanye keselamatan jalan. Berbagai media dan forum publik dimanfaatkan untuk menyebarluaskan pesan tertib berlalu lintas.
Meski angka fatalitas menurun signifikan, kepolisian masih menemukan sejumlah pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan. Penggunaan telepon seluler saat berkendara, pelanggaran batas kecepatan, serta ketidakpatuhan terhadap rambu lalu lintas masih menjadi perhatian. Oleh karena itu, pengawasan dan edukasi akan tetap dilanjutkan meskipun operasi telah resmi ditutup.
Evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Operasi Keselamatan Singgalang 2026 juga akan dilakukan sebagai bahan perbaikan di masa mendatang. Strategi yang terbukti efektif akan dipertahankan dan ditingkatkan, sementara pendekatan yang dinilai kurang optimal akan disempurnakan.
Dengan capaian penurunan fatalitas sebesar 27 persen, operasi ini menjadi momentum penting dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Sumatera Barat. Aparat berharap kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas tetap terjaga, sehingga tren positif ini dapat terus dipertahankan demi terciptanya lalu lintas yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan.

Posting Komentar