REALITANUSANTARA.COM
Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali melakukan langkah strategis dalam penguatan sektor pendidikan dengan melantik 65 kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) di Auditorium Gubernuran, Kamis (12/2/2026). Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus peningkatan mutu tata kelola pendidikan menengah di tingkat provinsi.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dan dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta jajaran Dinas Pendidikan. Momentum tersebut tidak hanya menandai rotasi jabatan, tetapi juga penegasan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Ranah Minang.
Dalam sambutannya, Mahyeldi menekankan bahwa kepala sekolah memegang peran kunci dalam menentukan arah kebijakan dan mutu pendidikan di satuan pendidikan masing-masing. Ia menyebut, jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah kepemimpinan yang berdampak langsung terhadap masa depan generasi muda.
“Sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan nilai-nilai kehidupan. Di tangan para kepala sekolah inilah arah pembinaan generasi penerus ditentukan,” ujar Mahyeldi.
Ia menegaskan, kepala sekolah harus mampu berperan sebagai manajer pendidikan yang profesional, sekaligus pemimpin yang mampu menginspirasi guru dan peserta didik. Tanggung jawab tersebut mencakup penguatan literasi dan numerasi, peningkatan kualitas pembelajaran berbasis inovasi, serta penciptaan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter.
Selain aspek akademik, Mahyeldi juga menyoroti pentingnya pendidikan akhlak dan pembinaan karakter siswa. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian nilai dan prestasi, tetapi juga dari integritas serta kepribadian lulusan.
“Perkuat literasi dan numerasi, dorong inovasi pembelajaran, namun jangan pernah mengabaikan pendidikan akhlak. Karakter adalah fondasi utama dalam membangun generasi unggul,” tegasnya.
Pelantikan yang berlangsung menjelang bulan suci Ramadan itu juga dimaknai sebagai momentum refleksi dan penguatan komitmen moral. Mahyeldi mengingatkan para kepala sekolah untuk menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan tanggung jawab dalam setiap kebijakan yang diambil.
Dari 65 pejabat yang dilantik, salah satunya adalah Ahmad Topan, S.Pd., M.Pd., yang kini resmi menjabat sebagai Kepala SMAN 1 X Koto Di Atas, Kabupaten Solok. Penunjukan tersebut diharapkan mampu membawa semangat baru dalam pengembangan sekolah, baik dari sisi manajemen maupun peningkatan prestasi siswa.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap, melalui penyegaran kepemimpinan ini, kualitas pendidikan menengah di berbagai daerah dapat meningkat secara merata. Tantangan pendidikan ke depan dinilai semakin kompleks, sehingga dibutuhkan pemimpin sekolah yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan zaman.
Dengan amanah yang telah diberikan, para kepala SMA yang dilantik diharapkan dapat menjalankan tugas secara optimal, menjaga profesionalisme, serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan pendidikan Sumatera Barat yang unggul dan berdaya saing, baik di tingkat regional maupun nasional.
Editor : Deviana

Posting Komentar