KKN Melayu Serumpun di Lokakaryakan

 


REALITANUSANTARA.COM

Padang - Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Melayu Serumpun tahun 2021 yang dipusatkan di Kabupaten Padang Pariaman melibatkan sebanyak 167 mahasiswa orang terdiri dari 13 PTKIN  sejak 26 Juli s.d 30 Agustus 2021 di lokakaryakan. Lembaga penyelenggara LP2M berinisiasi melaksanakan kegiatan tersebut, sejauh mana program yang sudah berjalan selama 40 hari. Tujuannya adalah sebagai bahan evaluasi oleh panitia dan oleh mahasiswa sebagai peserta KKNdimasa mendatang untuk dicarikan solusinya. Indikator yang akan telah akan dilakukan oleh para mahasiswa bisa diaplikasikan dalam dunia akademik dan ditengah-tengah masyarakat.  Serta pengembangan KKN Melayu pada masa-masa  mendatang.

Lokarkarya dilaksanakan sehari penuh, Minggu, (29/8), di Minang Jaya Hotel Lubuk Alung. Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor diwakili Warek Bidang Akademik dan  Kelembagaan Hetti Waluati Triana dan turut hadir Kabiro AUPK Kafrina, Ketua LP2M Ulfatmai dan  sekretaris LP2M Masrial serta Kapus Pengabdian pada masyarakat Zulfis serta Camat VI Lingkung Jhon Riswan serta Walinagari sekecamatan IV Lingkung dan Kecamatan Ulakan Tapakis.

Zulfis juga menyebutkan bahwa hari ini, Senin, 30 Agustus 2021, KKN Melayu Serumpun secara resmi akan ditutup oleh Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur serta Rektor UIN Imam Bonjol Padang Prof. Martin Kustati  di Masjid Agung Syech Burhanuddin, Ulakan Tapakis. Insya Allah semua mahasiswa peserta akan dilibatkan dalam acara tersebut.

Warek I Hetti Waluati Triana, menyebutkan, untuk meningkatan aktifitas akademik PTKIN ke depan dan bersama-sama membahas dan mengevaluasi dari dosen DPL dan Pemda Kabupaten Padang Pariaman serta Walinagari serta tokoh-tokoh masyarakat yang terlibat dalam KKN dalam Melayu Serumpun. “Dipercayanya Kabupaten Padang Pariaman sebagai tuan rumah untuk KKN Melayu Serumpun adalah hal yang istimewa. Karena, sejak mulai dilaksanakan KKN yang menjadi program membangun masyarakat dengan berbasiskan nagari.

Berbagai program oleh kalangan mahasiswa telah dilaksanakan. Diantaranya pembuatan film dokumenter yang bernuansa religius. Hal ini sejalan konsep apalagi ini daerah merupakan asset wisata religius yang sudah mendunia dan kedepan akan lebih membumi akan kepopuleran daerah Padang Pariaman dengan asetnya yang sarat ke-agamaan yang menjadi pengembangan agama Islam di Indonesia,’’katanya.

Dalam evaluasi yang dipaparkan oleh para Walinagari se- Ulakan Tapakis dan IV Enam Lingkung, secara umum berjalan lancar dan tidak ditemui kendala yang berarti. Syofyan salah seorang Walinagari di Ulakan Tapakis mengapreasiasi tentang tugas dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa Melayu Serumpun, walau mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi se- Sumatra kekompakkan dan hubungan silaturrahminya sangat bagus.

Khusus untuk wilayah Nagari Koto Tinggi, Walnagnya menyebutkan kalau mahasiswa peserta KKN hanya 13 orang dan sangat kurang. Apalagi korongnya sangat banyak dan tidak semua terjangkau dalam membantu program kerja dari wilayah Korong setempat. “ Saran ini pada dasarnya, adalah menjadi masukan KKN ke depan. Selain waktunya yang hanya satu bulan kita akan evaluasi lagi untuk pesertanya pada setiap nagari,’’katanya.

Camat VI Lingkung, Jhon Riswan menyebutkan, bahwa pelaksanaan Melayu Serumpun untuk lima nagari terkait dengan penilaian terhadap mahasiswa KKN cukup menggembirakan. “Saya menganggap mahasiswa dan DPL itu adalah tamu maka tamu itu harus dimuliakan. Cuma saja soal waktu ber-KKN hanya selama 40 hari memang terlalu singkat. Ke depan waktunya ditambah. Khusus untuk program kerja tentang profile nagari yang layak jual dan apa saja yang akan menjadi program kerja bagi wilayah kecamatan VI Lingkung, profile akan dikembangkan,’’terangnya. (afrinal)

Labels:

Post a Comment

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.