Komitmen awal tetap di pegang, demi pencapaian kepuasan pelanggan akan kebutuhan air bersih.

REALITANUSANTARA.COM

Padang - NRW, TUNTAS. Itulah yel-yel penyemangat tim yang selalu diucapkan sebelum melakukan aktifitas pencarian kebocoran untuk menekan tingkat kehilangan air yang menjadi permasalahan bagi semua PDAM di Indonesia, tak terkecuali di Perumdam Kota Padang.

Komitmen awal tetap di pegang, demi pencapaian kepuasan pelanggan akan kebutuhan air bersih, berbagai cara efektif terus dilakukan, salah satunya menekan angka kehilangan air. 

Malam ini, Direktur Teknik Perumdam Kota Padang, Andri Satria didampingi beberapa manager terkait, kembali melepas team yang bertugas untuk mencari titik kebocoran dikawasan yang rawan terhadap kerusakan pipa.

Jum'at (25/2/22) kegiatan sweeping kebocoran dilakukan dengan target 3 (tiga) area (pusat, utara dan selatan) yang akan dilakukan oleh beberapa tim guna melakukan penelusuran ditiap ruas jalan kawasan yang telah ditetapkan. Kenapa hal ini harus kontinyu dilakukan, karena menurunkan kebocoran akan menghasilkan beberapa keuntungan, diantaranya adalah : 

1. Lebih banyak air tersedia untuk dikonsumsi 

2. Menunda kebutuhan investasi untuk pembangunan sumber daya 

3. Menurunnya biaya operasi dan 

4. Menurunkan kehilangan komersial akan meningkatkan pendapatan

Seperti diketahui, tingkat kehilangan air di PDAM seluruh Indonesia rata-rata sebesar 33,16 persen. Angka ini masih harus ditekan karena belum memenuhi target yang ditentukan, yaitu kurang dari 20 persen. Kehilangan air ini tidak bisa dihindari, namun bisa dikurangi. Ada dua penyebab terjadinya kehilangan air dalam SPAM, yaitu kehilangan fisik akibat adanya jaringan pipa yang bocor dan kehilangan komersial akibat tidak akuratnya pengukuran meter air pada pelanggan. 

Kami Perumdam Kota Padang, akan tetap semangat, semakin larut, semakin semangat, karena saat itulah titik kebocoran gampang terdeteksi. Hasil temuan dilapangan malam ini akan ditandai, untuk dilakukan perbaikan esok hari. 

Semangat Kami Untuk Pelayanan Yang Lebih Baik.

Editor : Deviana

Labels:

Post a Comment

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.