Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan bahwa kegiatan simulasi ini sangat perlu dilakukan secara rutin.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana alam, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang melaksanakan Simulasi Mitigasi Bencana Tsunami (Tsunami Drill) pada Rabu, 5 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung upaya mitigasi bencana, khususnya di wilayah pesisir Kota Padang yang memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami.

Simulasi dilaksanakan di area kantor pusat Perumda Air Minum Kota Padang. Sejak pagi, pelajar dari berbagai sekolah, pegawai perusahaan, serta masyarakat di sekitar lokasi mulai berdatangan untuk mengikuti kegiatan. Suasana tampak hidup dan penuh antusiasme, menunjukkan tingginya kesadaran publik terhadap pentingnya pelatihan kesiapsiagaan ini.

Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan edukasi mengenai tahap-tahap menghadapi ancaman tsunami, mulai dari cara mengenali tanda-tanda awal terjadinya gempa yang berpotensi tsunami, memahami pentingnya memperhatikan sistem peringatan dini, hingga praktik menyelamatkan diri melalui jalur evakuasi yang telah ditetapkan. Petugas memberikan penjelasan menyeluruh mengenai setiap tahapan, memastikan seluruh peserta dapat mengerti dan mempraktikkan prosedur dengan benar.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan bahwa kegiatan simulasi ini sangat perlu dilakukan secara rutin. Menurutnya, Kota Padang yang terletak di pesisir barat Sumatera merupakan salah satu kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana gempa dan tsunami akibat aktivitas megathrust di wilayah tersebut. Ia menekankan bahwa pengetahuan yang baik dan kesiapan yang matang menjadi modal utama dalam mengurangi risiko korban jiwa.

“Kami berharap seluruh pegawai dan masyarakat sekitar dapat memahami tindakan apa yang harus dilakukan ketika bencana benar-benar terjadi. Kesiapan mental dan kemampuan merespons cepat akan sangat menentukan keselamatan,” ujar Hendra Pebrizal.

Selain memberikan manfaat langsung bagi peserta, kegiatan ini juga merupakan bentuk tanggung jawab sosial Perumda Air Minum sebagai instansi pelayanan publik. Perusahaan ingin turut serta menguatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana, baik di lingkungan kerja maupun di kawasan permukiman.

Simulasi ini mendapat dukungan penuh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang) serta melibatkan lembaga pendidikan dan komunitas relawan kebencanaan. Perwakilan BPBD yang hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Perumda Air Minum. Menurut mereka, pelatihan seperti ini dapat menjadi contoh sinergi yang baik antarinstansi dan komunitas dalam membangun budaya sadar bencana di tingkat masyarakat.

“Latihan tidak boleh hanya berhenti pada teori. Masyarakat harus benar-benar merasakan bagaimana proses evakuasi berlangsung agar lebih siap ketika menghadapi situasi sesungguhnya,” ujar salah satu pejabat BPBD dalam sambutannya.

Harapannya, melalui kegiatan ini, seluruh peserta dapat lebih waspada, memahami langkah-langkah penyelamatan diri, serta tidak mudah panik ketika bencana terjadi. Perumda Air Minum Kota Padang juga menyampaikan bahwa pihaknya berencana untuk memperluas kegiatan simulasi ke unit-unit pelayanan lain di masa mendatang, sekaligus melibatkan lebih banyak warga dari kawasan rawan bencana.

Kegiatan simulasi mitigasi tsunami ini menjadi bukti nyata komitmen berbagai pihak dalam memperkuat budaya kesiapsiagaan di masyarakat. Dengan latihan yang dilakukan secara berkala dan kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat, masyarakat Kota Padang diharapkan mampu menghadapi kondisi darurat bencana dengan lebih tenang, cepat, dan efektif.(@)

Label:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.