Kepala Dinas Peternakan Hewan Sukarli Paparkan Peluang Hilirisasi Peternakan Sumbar di Agrinex Expo 2025.

REALITANUSANTARA.COM

SUMBAR – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Sumatera Barat, Sukarli, menjadi salah satu narasumber utama pada Agrinex Expo 2025 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (7/11/2025). Pada forum nasional tersebut, ia memaparkan potensi besar hilirisasi sektor peternakan sebagai strategi penguatan ekonomi daerah sekaligus kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

Dalam paparannya, Sukarli menegaskan bahwa sektor peternakan Sumatera Barat memiliki nilai strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai pemasok bahan baku industri pangan, tetapi juga mendukung ekspor daerah serta pengembangan wisata halal. Menurutnya, kekuatan Sumbar bukan hanya terletak pada sumber daya alam dan ketersediaan bahan baku, tetapi juga pada kekayaan budaya kuliner lokal yang telah dikenal luas.

"Hilirisasi peternakan di Sumatera Barat sangat potensial karena didukung budaya kuliner yang kuat dan bahan baku lokal yang melimpah. Kita tidak hanya unggul dalam produksi daging dan hasil ternak, tetapi juga punya peluang besar mengembangkan produk olahan bernilai tambah untuk pasar nasional dan internasional,” ujarnya.

Sukarli menjelaskan bahwa Disnakeswan Sumbar terus memperkuat rantai hulu peternakan melalui peningkatan produksi, efisiensi budidaya, serta pembinaan sektor hilir agar mampu menghasilkan produk turunan yang lebih kompetitif. Upaya tersebut dilakukan dengan menyediakan pelatihan teknologi pengolahan hasil ternak, peningkatan kualitas kemasan, hingga memperluas promosi ke berbagai pasar.

Ia juga menyoroti komitmen pemerintah daerah dalam mendorong praktik peternakan ramah lingkungan. Pengelolaan limbah ternak menjadi pupuk organik, pemanfaatan biogas, dan penerapan prinsip ekonomi hijau menjadi bagian dari strategi menuju peternakan berkelanjutan.

"Kami berkomitmen mengembangkan sektor peternakan yang produktif sekaligus berwawasan lingkungan. Pemanfaatan limbah ternak sebagai energi alternatif merupakan langkah konkret menuju peternakan berkelanjutan,” tambahnya.

Sukarli turut menekankan pentingnya kolaborasi multipihak melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, dan masyarakat. Model kolaborasi ini dinilai mampu mempercepat inovasi, menghasilkan riset terapan, serta memperluas jangkauan promosi produk peternakan.

Selain itu, Disnakeswan Sumbar kini tengah menyiapkan program kemitraan antara peternak dan industri pangan melalui dukungan regulasi, insentif investasi, dan kebijakan promosi yang lebih terarah. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan peternak serta memperkuat posisi Sumbar sebagai daerah penopang ketahanan pangan dan pusat wisata halal nasional.

"Dengan sinergi yang kuat antar-pihak, sektor peternakan Sumbar akan menjadi pilar utama penguatan ekonomi daerah, pencipta lapangan kerja, dan peningkatan daya saing produk di tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya.

Dalam kegiatan tersebut, Sukarli turut didampingi Kabid Bina Usaha Disnakeswan Sumbar, Nirmala.

Agrinex Expo merupakan pameran dan forum diskusi nasional yang mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media untuk membahas transformasi dan inovasi di sektor pertanian, peternakan, serta ketahanan pangan. Tahun ini, Agrinex Expo 2025 mengusung tema “Transformasi Pertanian dan Peternakan Menuju Kemandirian Pangan Nasional dan Ekonomi Hijau.”

Label:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.