REALITANUSANTARA.COM
PADANG PARIAMAN - Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, secara resmi membuka kegiatan Ramadhan Fest dan Pasar Pabukoan Kampuang Galapuang yang digelar di Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Sabtu (28/2). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memanfaatkan momentum bulan suci untuk mempererat silaturahmi sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa JKA menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya Ramadhan Fest di Kampuang Galapuang. Ia menilai suksesnya kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, terutama Tim Penggerak PKK Kabupaten Padang Pariaman dan kelompok ibu-ibu Seruni yang aktif mendorong kegiatan sosial serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat kebersamaan dan dukungan semua pihak. Peran ibu-ibu Seruni sangat besar dalam menyukseskan kegiatan ini,” ujar JKA di hadapan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Selain membuka kegiatan, Bupati juga menyoroti persoalan banjir yang kerap melanda kawasan Kampuang Galapuang dan Muaro Ulakan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus berupaya mencari solusi konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Menurutnya, sejak awal Ramadhan, pemerintah daerah telah menyiagakan dua unit alat berat berupa ekskavator di kawasan Muaro Ulakan untuk melakukan normalisasi aliran sungai. Langkah itu diharapkan dapat menjadi upaya awal dalam mengurangi dampak banjir yang selama ini meresahkan masyarakat.
“Kami tidak pernah berhenti memikirkan persoalan banjir di Ulakan. Dua ekskavator sudah kita siagakan sejak awal Ramadhan untuk melakukan penanganan di Muaro Ulakan,” tegasnya.
Namun demikian, JKA menekankan bahwa upaya penanganan banjir tidak dapat dilakukan pemerintah semata. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk ninik mamak dan pemilik lahan di sekitar kawasan muara sungai, untuk turut mendukung program normalisasi dengan memberikan sebagian lahan guna pelebaran dan pelurusan alur sungai.
“Kami sangat membutuhkan dukungan ninik mamak dan masyarakat, terutama yang memiliki tanah di kawasan muara, agar bersedia membantu demi kepentingan bersama. Dengan kebersamaan, persoalan banjir bisa kita atasi,” harapnya.
Sementara itu, Wali Nagari Ulakan dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Ramadhan Fest. Ia juga menyoroti kontribusi TP PKK dan ibu-ibu Seruni dalam membantu masyarakat, termasuk dukungan terhadap permodalan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di nagari tersebut.
Rangkaian kegiatan Ramadhan Fest turut diisi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman menjelang waktu berbuka puasa. Tausiah tersebut menambah kekhusyukan suasana dan memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah kemeriahan acara.
Sebagai bagian dari tradisi Ramadhan di Padang Pariaman, Pasar Pabukoan menjadi pusat aktivitas masyarakat dalam mencari aneka hidangan berbuka puasa. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi, pasar ini juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal karena melibatkan banyak pedagang kecil dan pelaku UMKM.
Ramadhan Fest dan Pasar Pabukoan tidak hanya digelar di Kampuang Galapuang, tetapi juga tersebar di berbagai nagari lainnya, di antaranya Pasar Sungai Limau, Pasar Pilubang, Pasar Sungai Geringging, Balai Ampalu Nagari Lareh Nan Panjang, Pasar Tandikek, Pasar Pakandangan, Pasar Sicincin, Pasar Pauh Kambar, Pasar Lubuk Alung, Pasar Gunung Padang Alai, Pasar Kudu Ganting, Pasar Limau Puruik, Pasar Sungai Sariak, Balai Ampalu, Balai Baru Balah Aie, Pasar Kampung Dalam, Pasar Basung, Pasar Kayu Tanam, Pasar Padang Sago, Pasar Batu Basa, Pasar Aur Malintang, Pasar Kampuang Galapuang Ulakan, serta Pasar Gasan.
Melalui penyelenggaraan Ramadhan Fest dan keberadaan pasar pabukoan di berbagai titik tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap mampu menjaga geliat ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan selama bulan suci Ramadhan.
Editor : Ayu

Posting Komentar