REALITANUSANTARA.COM
PADANG - Isu rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disebut-sebut akan berlaku mulai 1 April 2026 dipastikan tidak benar. Informasi tersebut ditegaskan langsung oleh pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14251522 Marapalam guna meluruskan kabar yang sempat beredar luas di tengah masyarakat.
Manager SPBU 14251522 Marapalam, Robi Satria, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi resmi apa pun dari otoritas terkait mengenai adanya perubahan harga BBM dalam waktu dekat.
“Tidak ada pemberitahuan resmi terkait kenaikan harga BBM. Jadi masyarakat tidak perlu panik atau khawatir,” ujar Robi Satria saat dikonfirmasi media, Selasa (31/3/2026) sore.
Ia menegaskan, seluruh operasional SPBU tetap berjalan normal seperti biasa. Selain itu, ketersediaan stok BBM di SPBU Marapalam juga dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, Robi mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, khususnya di media sosial. Ia meminta warga tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum jelas sumber dan kebenarannya, serta tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan yang dapat memicu antrean panjang dan gangguan distribusi.
“Kami berharap masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan saja, tidak perlu melakukan panic buying karena stok tersedia dan distribusi berjalan lancar,” tambahnya.
Sebelumnya, isu kenaikan harga BBM ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial dan sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Namun, dengan adanya klarifikasi dari pihak SPBU, diharapkan situasi kembali kondusif dan aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa.
Pihak SPBU juga kembali mengingatkan pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat memicu keresahan publik.
Editor : Ayu


Posting Komentar