REALITANUSANTARA.COM
PADANG PARIAMAN - Tim Safari Ramadhan (TSR) III Kabupaten Padang Pariaman yang dipimpin Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi, melaksanakan kunjungan ke Masjid Nurul Hiklas, Nagari Sikucuar Timur, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Jumat (27/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda rutin pemerintah daerah dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Rombongan TSR III hadir bersama unsur Sekretariat DPRD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, serta Bagian Perencanaan dan Keuangan. Kehadiran tim juga didampingi awak media yang turut meliput jalannya kegiatan.
Penjabat (Pj) Wali Nagari Sikucuar Timur, Melfi Yardi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan TSR III ke nagarinya. Menurutnya, kehadiran tim safari menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat karena dapat mempererat silaturahmi sekaligus menjadi ruang menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan daerah.
Ia juga menyinggung kondisi kebencanaan yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Padang Pariaman. Meski sebagian daerah terdampak cukup parah, Nagari Sikucuar Timur, kata dia, masih terhindar dari dampak besar. Namun demikian, ia tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan potensi bencana ke depan.
Selain itu, Pj Wali Nagari mengingatkan warga untuk menjaga keamanan rumah selama ditinggalkan menjalankan ibadah Ramadhan. Ia juga menginformasikan bahwa dalam waktu dekat akan digelar Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) secara serentak. Ia berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin definitif yang mampu membawa kemajuan bagi nagari.
Plt Camat V Koto Kampung Dalam, Mardalena, turut menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan TSR di wilayahnya. Ia menyebutkan, pada periode Ramadhan kali ini kecamatan tersebut mendapat dua kunjungan TSR, yakni di satu mushala dan satu masjid. Menurutnya, hal ini menjadi penyemangat bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan warga.
Sementara itu, Ketua TSR III yang juga Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi, menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya setiap nagari umumnya hanya memperoleh satu kunjungan TSR. Namun tahun ini, pemerintah daerah meningkatkan intensitas kunjungan menjadi minimal dua kali per kecamatan, disertai dengan peningkatan bantuan dibandingkan tahun lalu.
Aprinaldi mengakui bahwa berbagai bencana yang melanda Padang Pariaman beberapa waktu terakhir menjadi tantangan berat bagi pemerintah daerah. Ia meminta masyarakat memahami apabila prioritas pembangunan sementara lebih difokuskan pada wilayah selatan yang terdampak cukup parah akibat bencana.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan agar setiap rencana pembangunan infrastruktur di daerah tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang.
Dalam kesempatan itu, Aprinaldi turut menyoroti meningkatnya kasus pelecehan yang terjadi di sejumlah wilayah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua, untuk memperkuat pengawasan terhadap anak-anak dan generasi muda.
Menurutnya, keluarga harus menjadi benteng utama dalam pembinaan moral dan pendidikan karakter, karena tidak semua persoalan dapat sepenuhnya dijangkau oleh pemerintah daerah.
Terkait rencana Pilwana yang akan digelar sekitar empat bulan mendatang, Aprinaldi mengimbau masyarakat agar tetap menjaga persatuan meskipun memiliki perbedaan pilihan politik. Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan tidak boleh memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Sebagai putra daerah Kecamatan V Koto Kampung Dalam, khususnya Nagari Sikucuar Timur, ia menyampaikan komitmennya bersama tiga anggota DPRD lainnya dari daerah tersebut untuk bersinergi membangun kampung halaman.
Aprinaldi juga menyebut bahwa Bupati Padang Pariaman memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan di wilayah itu, termasuk penanganan jalan yang sempat terputus dan telah menjadi komitmen pemerintah daerah.
Menutup sambutannya, ia menitipkan pesan kepada ninik mamak, alim ulama, dan para orang tua agar lebih aktif membimbing generasi muda. Ia menilai maraknya kasus pelecehan yang terjadi belakangan ini harus menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk memperkuat pengawasan, pendidikan agama, dan nilai-nilai adat di tengah masyarakat.
Editor : Ayu

Posting Komentar