PADANG – Pemerintah Kota Padang terus mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah dan lembaga adat sebagai fondasi pembangunan daerah. Hal ini tercermin dalam kegiatan Halal bi Halal yang digelar bersama unsur adat dan masyarakat di Kecamatan Lubuk Begalung, Sabtu (4/4/2026).
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, menghadiri langsung kegiatan yang berlangsung di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nan XX tersebut. Acara ini melibatkan berbagai elemen penting dalam struktur sosial Minangkabau, mulai dari niniak mamak, alim ulama, hingga cadiak pandai, serta organisasi adat seperti LKAAM dan Bundo Kanduang.
Mengangkat tema “Ringan Sajinjiang Barek Sapikua, Nan Kusuik Salasai, Nan Karuah Janiah”, kegiatan ini merefleksikan nilai kebersamaan dan gotong royong dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Filosofi tersebut menjadi landasan penting dalam memperkuat harmoni sosial sekaligus mendorong pembangunan yang berbasis kearifan lokal.
Dalam sambutannya, Raju Minropa menegaskan bahwa Halal bi Halal tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat Program Sinergi Nagari di Kota Padang. Program ini bertujuan mengintegrasikan peran pemerintah dengan lembaga adat dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan pembangunan.
“Kegiatan ini menjadi ruang mempererat silaturahim sekaligus memperkuat peran ninik mamak, alim ulama, dan cadiak pandai dalam mendukung pembangunan daerah,” ujar Raju, mewakili Wali Kota Padang.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan konsep Tungku Tigo Sajarangan, yaitu sinergi antara tiga unsur utama dalam masyarakat Minangkabau—niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai—sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas sosial dan budaya.
Selain itu, Raju turut mengapresiasi dukungan dari pihak swasta, termasuk PT Semen Padang, yang berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, narasumber dalam kegiatan tersebut, Zaitul Ikhlas Sa'ad, menyoroti pentingnya penguatan lembaga adat dalam menjawab tantangan zaman. Ia menegaskan bahwa semangat bernagari akan berjalan optimal jika didukung oleh kualitas sumber daya manusia para pemangku adat.
“Penguatan lembaga adat serta implementasi nilai-nilai dalam Perda Nagari menjadi kunci dalam menjaga kearifan lokal sekaligus mendorong pembangunan yang berkarakter,” ungkap Zaitul Ikhlas.
Menurutnya, lembaga adat tidak hanya berfungsi sebagai penjaga tradisi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang beradat, religius, dan harmonis.
Kegiatan Halal bi Halal ini juga dihadiri oleh Camat Lubuk Begalung Nofiandi Amir, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) seperti Kapolsek dan Danramil, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), para lurah, serta tokoh-tokoh adat dan masyarakat setempat, termasuk Ketua KAN Nan XX, Ketua LKAAM, Ketua Bundo Kanduang, niniak mamak tapian, kapalo mudo, dan dubalang.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Padang berharap terbangun sinergi yang semakin kokoh antara pemerintah dan lembaga adat, guna mewujudkan masyarakat yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga tetap berakar pada nilai-nilai adat dan agama.
Editor : Ayu


Posting Komentar