PADANG - Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Taban III di Kota Padang, Sumatera Barat, mulai memasuki tahap persiapan setelah kontrak pekerjaan proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ditandatangani.
Proyek strategis tersebut diproyeksikan menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas cakupan pelayanan air bersih sekaligus menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan Perumda Air Minum Kota Padang.
Anggota DPR RI Zigo Rolanda meninjau langsung lokasi pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Taban III di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (5/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi sekaligus melihat perkembangan awal pekerjaan setelah proses kontrak dilaksanakan.
Zigo mengatakan, pembangunan IPA Taban III saat ini masih berada pada tahap awal berupa pembersihan lahan dan berbagai persiapan teknis sebelum pekerjaan konstruksi utama dimulai.
"Hari ini kami meninjau lokasi pembangunan IPA Taban III. Proses kontrak telah dilakukan sekitar sebulan lalu dan saat ini masih dalam tahap persiapan di lapangan," ujar Zigo.
Menurut dia, keberadaan proyek tersebut diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas pelayanan air minum di Kota Padang. Dengan kebutuhan air bersih yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan permukiman, tambahan kapasitas produksi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan.
Pembangunan SPAM Taban III memiliki masa pelaksanaan selama 450 hari kalender dan ditargetkan selesai pada Oktober 2027. Setelah seluruh fasilitas selesai dibangun dan mulai beroperasi, kapasitas pelayanan air bersih di Kota Padang diharapkan semakin meningkat, terutama untuk kawasan yang selama ini memiliki kebutuhan tinggi.
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengatakan pembangunan IPA Taban III menjadi momentum penting untuk memperluas cakupan layanan perusahaan.
Berdasarkan perhitungan Perumda Air Minum Padang, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu melayani kebutuhan sekitar 20 ribu sambungan pelanggan baru.
Angka tersebut dinilai cukup signifikan karena saat ini jumlah masyarakat yang masuk dalam daftar tunggu untuk mendapatkan sambungan air bersih telah mencapai sekitar 18 ribu sambungan.
"Saat ini daftar tunggu calon pelanggan sudah mencapai sekitar 18 ribu sambungan, terutama di Kecamatan Koto Tangah dan kawasan Bypass. Kehadiran IPA Taban III diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut," kata Hendra.
Tingginya daftar tunggu tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan air perpipaan masih cukup besar. Karena itu, penambahan kapasitas melalui pembangunan IPA Taban III diharapkan tidak hanya menyelesaikan sebagian antrean pelanggan, tetapi juga mendukung pengembangan jaringan pelayanan baru di kawasan yang terus berkembang.
Kecamatan Koto Tangah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena pertumbuhan kawasan permukiman dan aktivitas masyarakat di wilayah tersebut terus meningkat.
Selain itu, kawasan koridor Bypass juga menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan dukungan infrastruktur air minum yang memadai.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyebut pembangunan SPAM Taban III merupakan salah satu proyek strategis dalam memperkuat sistem penyediaan air bersih di Kota Padang.
Menurut Maigus, keberadaan fasilitas baru tersebut nantinya tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari sistem pelayanan air minum yang saling terintegrasi. SPAM Taban III juga diharapkan dapat menjadi penunjang bagi sistem pelayanan yang selama ini ditopang oleh Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun.
Pembangunan proyek tersebut mencakup sejumlah komponen utama. Selain pembangunan instalasi pengolahan air, pekerjaan juga meliputi pemasangan pipa transmisi, pembangunan reservoir, serta pengembangan jaringan distribusi kepada pelanggan.
Untuk memastikan seluruh pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana, proyek tersebut disiapkan dalam empat paket pekerjaan. Dari jumlah tersebut, tiga paket merupakan pekerjaan konstruksi, sedangkan satu paket lainnya merupakan manajemen konstruksi.
Pembagian paket pekerjaan tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pembangunan secara lebih terukur, mulai dari pekerjaan fisik hingga pengawasan dan pengendalian mutu proyek.
Maigus Nasir meminta seluruh penyedia jasa yang terlibat dalam pembangunan SPAM Taban III melaksanakan pekerjaan sesuai standar mutu, jadwal pelaksanaan, serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Menurutnya, proyek penyediaan air minum menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehingga kualitas pembangunan harus menjadi perhatian utama. Infrastruktur yang dibangun diharapkan tidak hanya selesai sesuai target, tetapi juga mampu berfungsi secara optimal dalam jangka panjang.
Selain aspek teknis, pemerintah daerah juga meminta agar proses pembangunan memperhatikan kondisi masyarakat di sekitar lokasi proyek.
Penyedia jasa diminta menjaga komunikasi dan koordinasi dengan lingkungan sekitar agar berbagai potensi dampak sosial selama proses pembangunan dapat diminimalkan.
Pemerintah Kota Padang berharap pembangunan SPAM Taban III dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat perluasan pelayanan air bersih. Dengan kapasitas yang diproyeksikan mampu mendukung sekitar 20 ribu sambungan pelanggan baru, proyek tersebut diharapkan dapat mengurangi daftar tunggu sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum perpipaan.
Jika pembangunan berjalan sesuai jadwal dan target penyelesaian Oktober 2027 dapat tercapai, SPAM Taban III akan menjadi salah satu tambahan infrastruktur penting dalam sistem pelayanan air minum Kota Padang.
Pembangunan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan layanan air bersih di tengah pertumbuhan penduduk, perkembangan kawasan permukiman, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas.(Ayu)


Posting Komentar