PADANG – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) resmi mengukuhkan kepengurusan HKTI Provinsi Sumatera Barat beserta jajaran pengurus HKTI di 19 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Pengukuhan yang berlangsung di Padang, Selasa (1/9/2026), menjadi langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi petani sekaligus mendukung agenda pembangunan pertanian nasional dan ketahanan pangan Indonesia.
Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan HKTI Sumatera Barat serta kepengurusan HKTI kabupaten dan kota. Selanjutnya, Ketua Harian HKTI Pusat, Prof. Dr. Ir. Andi Muhammad Syakir, secara resmi melantik dan mengukuhkan seluruh pengurus yang akan menjalankan roda organisasi pada masa bakti yang baru.
Dalam sambutannya, Prof. Andi Muhammad Syakir menegaskan bahwa HKTI memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan petani serta memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional.
“HKTI harus menjadi organisasi yang mampu menjawab tantangan pertanian masa kini. Kekompakan, komunikasi yang baik, dan kerja nyata di lapangan menjadi kunci untuk menghadirkan manfaat bagi petani. Organisasi ini harus hadir sebagai solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari produksi, pemasaran hingga peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.
Menurutnya, sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, fluktuasi harga komoditas, hingga persaingan pasar global. Karena itu, diperlukan organisasi petani yang kuat dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam pembangunan pertanian. Pemanfaatan teknologi modern, mulai dari sistem informasi pertanian, pemasaran digital, hingga penggunaan teknologi tepat guna di lapangan dinilai dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas akses pasar bagi petani.
Sementara itu, Ketua HKTI Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan HKTI sebagai organisasi yang aktif, produktif, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani.
Menurutnya, seluruh jajaran pengurus yang telah dikukuhkan harus mampu menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan riil petani. HKTI tidak boleh hanya berfokus pada aspek administratif organisasi, tetapi harus hadir sebagai wadah perjuangan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat pertanian.
“HKTI harus menjadi rumah besar bagi petani. Kita ingin organisasi ini mampu memperjuangkan kepentingan petani, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta membangun kolaborasi yang kuat dengan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya,” kata Evi Yandri.
Ia menambahkan, Sumatera Barat memiliki potensi besar di sektor pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan hingga peternakan. Potensi tersebut perlu didukung oleh kelembagaan petani yang kuat agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Pengukuhan kepengurusan HKTI Sumatera Barat dan 19 kabupaten/kota ini juga menjadi momentum mempererat sinergi antar-pengurus di berbagai daerah. Dengan kepengurusan yang baru, organisasi diharapkan mampu memperluas jaringan kerja sama dan memperkuat koordinasi dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan petani.
Sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional, HKTI Sumatera Barat berkomitmen untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia petani, penguatan kelembagaan pertanian, pemanfaatan teknologi modern, serta pengembangan komoditas unggulan daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.
Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, HKTI Sumatera Barat optimistis dapat menjadi motor penggerak kemajuan sektor pertanian di daerah sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan. (Ayu)


Posting Komentar