Tim DVI Polda Sumbar Identifikasi Dua Korban Banjir Bandang di Kabupaten Solok.

REALITANUSANTARA.COM

SOLOK - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Barat bersama Tim DVI Polres Solok terus melakukan proses identifikasi terhadap korban bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Solok.

Berdasarkan laporan kegiatan DVI Polda Sumbar pada Jumat (25/9/2026), hingga pukul 06.00 WIB, tercatat dua orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Seluruh korban meninggal yang dilaporkan telah berhasil diidentifikasi.

Kabiddokkes Polda Sumatera Barat melaporkan, dua korban meninggal dunia tersebut masing-masing bernama Dafi Arahman (21), laki-laki, warga Kayu Aro, Nagari Batang Barus, Kabupaten Solok, serta Agusral (59), laki-laki, yang juga berdomisili di kawasan Kayu Aro.

Korban pertama, Dafi Arahman, berhasil diidentifikasi melalui pemeriksaan sidik jari yang diperkuat dengan data sekunder dari pihak keluarga.

Sementara itu, korban kedua, Agusral, berhasil diidentifikasi berdasarkan empat data sekunder yang diperoleh dari pihak keluarga.

Selain korban meninggal dunia, laporan DVI Polda Sumbar mencatat terdapat enam orang mengalami luka ringan dan satu orang mengalami luka berat dalam kejadian tersebut.

Hingga laporan tersebut dibuat, tidak terdapat korban yang dilaporkan hilang. Dengan demikian, jumlah korban meninggal dunia yang telah berhasil diidentifikasi tercatat sebanyak dua orang.

Data Korban

Dafi Arahman, 21 tahun, laki-laki, warga Kayu Aro, Nagari Batang Barus, Kabupaten Solok. Identifikasi dilakukan melalui sidik jari dan data sekunder dari keluarga.

Agusral, 59 tahun, laki-laki, warga Kayu Aro. Identifikasi dilakukan berdasarkan empat data sekunder dari pihak keluarga.

Tim DVI Polda Sumbar dan Tim DVI Polres Solok masih melaksanakan kegiatan penanganan dan identifikasi korban bencana sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam penanganan bencana tersebut, koordinasi juga melibatkan sejumlah unsur terkait, termasuk jajaran kepolisian, pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, BPBD, Basarnas, PMI, serta unsur DVI Pusdokkes Polri.

Berdasarkan data sementara yang dilaporkan hingga Jumat pagi, total korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi sebanyak dua orang, sementara tidak terdapat laporan korban yang masih dinyatakan hilang.

Proses identifikasi korban menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana, khususnya untuk memastikan identitas korban secara akurat sekaligus memberikan kepastian kepada keluarga yang terdampak.(Ayu)

Label:
This is the most recent post.
Posting Lama

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.