REALITANUSANTARA.COM
PADANG - Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Komputer (YPTK) Padang, Sitti Rizki Mulyani, S.Pd., M.M., menyampaikan pesan penuh makna kepada 453 wisudawan dan wisudawati Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang pada hari kedua pelaksanaan wisuda, Rabu (14/10/2026).
Dalam amanahnya di hadapan para lulusan, Sitti Rizki Mulyani mengingatkan bahwa keberhasilan meraih gelar akademik bukan hanya menjadi kebanggaan bagi diri sendiri, tetapi juga merupakan kebahagiaan dan kebanggaan bagi orang tua yang telah berjuang demi pendidikan anak-anak mereka.
Ia mengawali pesannya dengan mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang masih diberikan untuk mengikuti dan menyaksikan momen berharga tersebut.
Menurutnya, gelar pendidikan yang diraih, baik sarjana (S1), magister (S2), maupun doktor (S3), hendaknya tidak membuat seseorang melupakan nilai-nilai kehidupan, terutama kewajiban untuk menghormati dan berbakti kepada kedua orang tua.
“Gelar yang ananda dapatkan di universitas ini bukan hanya menjadi kebanggaan ananda sendiri, tetapi juga kebanggaan orang tua. Lalu, untuk apa semua gelar itu jika ananda tidak berbakti kepada orang tua?” pesannya.
Ia menegaskan, setinggi apa pun pendidikan yang ditempuh, seorang anak harus tetap menjaga adab dan menghormati orang tua. Menurutnya, bakti kepada orang tua merupakan kewajiban yang harus dijalankan sepanjang hayat, bukan hanya ketika mereka masih hidup atau ketika anak membutuhkan sesuatu dari mereka.
Sitti Rizki Mulyani juga mengajak para wisudawan untuk mengingat kembali perjuangan orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan selama menempuh perkuliahan. Di balik keberhasilan seorang anak meraih gelar akademik, terdapat pengorbanan, kerja keras, doa, bahkan air mata orang tua yang mungkin tidak selalu diketahui oleh anak-anaknya.
“Jangan pernah melupakan perjuangan orang tua yang telah berusaha mencari biaya selama ananda kuliah. Ingatlah berapa banyak pengorbanan dan air mata mereka demi melihat ananda berhasil,” ungkapnya.
Ia berharap, ilmu dan gelar yang diperoleh para lulusan dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik sekaligus menjadi jalan untuk membahagiakan keluarga. Keberhasilan, menurutnya, tidak cukup hanya diukur dari gelar yang disandang, tetapi juga dari sikap, akhlak, serta bagaimana seseorang memperlakukan orang-orang yang telah berjasa dalam hidupnya.
Selain menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua, Sitti Rizki Mulyani turut memberikan motivasi kepada para wisudawan yang akan memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Ia mengingatkan agar para lulusan memiliki mental yang tangguh, tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, serta terus berusaha mencari peluang untuk meraih masa depan yang diharapkan.
Untuk menggambarkan pentingnya kegigihan, ia mengibaratkan perjuangan mencari pekerjaan seperti seseorang yang berusaha mengetuk sebuah pintu. Jika pintu yang diketuk belum juga terbuka meskipun sudah dicoba berkali-kali, maka seseorang perlu mencari pintu lain yang mungkin memberikan kesempatan.
Analogi tersebut menjadi pesan bagi para lulusan agar tidak terpaku pada satu peluang saja. Ketika belum mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, mereka dapat mencoba kesempatan lain, mengembangkan kemampuan, atau bahkan merintis usaha sendiri secara positif dan produktif.
Menurutnya, kegagalan dalam memperoleh pekerjaan bukanlah akhir dari perjalanan. Sebaliknya, kondisi tersebut harus dijadikan dorongan untuk terus belajar, beradaptasi, dan berani mengambil langkah baru.
“Jangan pernah putus asa. Kalau satu pintu belum terbuka, carilah pintu yang lain. Teruslah berusaha dan jangan berhenti hanya karena satu kesempatan belum berhasil,” menjadi pesan motivasi yang sejalan dengan amanahnya kepada para wisudawan.
Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para lulusan UPI YPTK Padang dalam menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, baik dalam mencari pekerjaan, membangun usaha, maupun mengembangkan karier sesuai bidang ilmu masing-masing.
Melalui amanah tersebut, Sitti Rizki Mulyani menegaskan bahwa gelar akademik harus berjalan seiring dengan akhlak yang baik, penghormatan kepada orang tua, serta semangat pantang menyerah. Dengan demikian, para lulusan tidak hanya mampu meraih keberhasilan secara profesional, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang beradab, mandiri, dan berguna bagi keluarga dan bangsa. (Ayu)



Posting Komentar