Kombes pol Reza Chairul Akbar Sidiq Raih pin Emas Kapolri, Bawa rekam jejak pengabdian ke ditlantas Polda Lampung

REALITANUSANTARA.COM

LAMPUNG – Nama Kombes Pol. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq menjadi salah satu perwira Polri yang memiliki perjalanan panjang di bidang lalu lintas. Setelah menjalankan tugas sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Reza kini dipercaya mengemban amanah baru sebagai Dirlantas Polda Lampung.

Penugasan tersebut bukan sekadar pergantian jabatan. Pengalaman panjang di bidang lalu lintas, penghargaan Pin Emas Kapolri, serta sejumlah program pelayanan dan keselamatan berkendara menjadi bagian dari rekam jejak yang dibawanya ke Provinsi Lampung.

Salah satu pencapaian yang tercatat adalah penghargaan Pin Emas Kapolri yang diterimanya pada peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 di Gedung Rangkayo Basa, Padang, 22 September 2026. Penghargaan tersebut disematkan oleh Wakapolda Sumatera Barat Brigjen Pol. Solihin.

Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi pimpinan Polri atas capaian dan kontribusi dalam pelaksanaan tugas. Reza menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan motivasi untuk meningkatkan kinerja, sekaligus hasil kerja bersama seluruh personel Ditlantas.

Penguatan teknologi dan pelayanan lalu lintas

Selama memimpin Ditlantas Polda Sumatera Barat, sejumlah langkah pengembangan pelayanan lalu lintas turut dijalankan. Di antaranya optimalisasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), pemanfaatan teknologi pengawasan kendaraan, serta penguatan pelayanan berbasis digital.

Selain penegakan hukum elektronik, upaya penguraian kemacetan dan pengamanan jalur rawan juga menjadi bagian dari pekerjaan Ditlantas. Pengalaman pengaturan lalu lintas di kawasan Lembah Anai, termasuk ketika terjadi gangguan akibat longsor, menjadi salah satu tantangan operasional yang membutuhkan koordinasi dan respons cepat.

Program edukasi keselamatan bagi generasi muda melalui Polisi Cilik dan Patroli Keamanan Sekolah (PKS), serta pendekatan kepada komunitas pengendara, juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa tugas kepolisian di bidang lalu lintas tidak hanya berorientasi pada penindakan pelanggaran, tetapi juga pencegahan kecelakaan, pendidikan masyarakat, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kembali mengemban tugas di Lampung

Kombes Pol. Reza bukan sosok yang sepenuhnya baru dengan wilayah Lampung. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjalankan sejumlah penugasan di wilayah tersebut, termasuk di satuan patroli jalan raya, satuan lalu lintas tingkat polres, hingga jajaran Ditlantas Polda Lampung.

Pengalaman tersebut menjadi bekal tersendiri ketika kembali dipercaya memimpin Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung.

Mutasi jabatan Reza tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Ia menggantikan Kombes Pol. Nicolas Dedy Arifianto yang mendapat penugasan baru sebagai Dirlantas Polda Kepulauan Riau.

Serah terima jabatan Dirlantas Polda Lampung dilaksanakan pada 19 Oktober 2026 di Mapolda Lampung.

Operasi Patuh Krakatau menjadi salah satu agenda awal

Pada 26 Oktober 2026, Reza memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh Krakatau 2026. Operasi tersebut berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, terutama pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Beberapa sasaran prioritas meliputi penggunaan telepon seluler saat berkendara, tidak menggunakan helm atau sabuk keselamatan, menerobos lampu merah, melawan arus, dan melampaui batas kecepatan.

Reza juga mengingatkan masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban ketika melihat petugas kepolisian.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan penegakan hukum perlu berjalan beriringan dengan edukasi dan kesadaran masyarakat.

Ke depan, kepemimpinan Kombes Pol. Reza di Ditlantas Polda Lampung akan dihadapkan pada tantangan menjaga kelancaran arus kendaraan, meningkatkan disiplin pengguna jalan, menekan risiko kecelakaan, serta memperkuat pelayanan lalu lintas berbasis teknologi.

Pengalaman di Sumatera Barat dan rekam jejak penugasannya di Lampung menjadi modal awal untuk menjalankan tanggung jawab tersebut.

Namun, keberhasilan kepemimpinan tidak cukup diukur dari penghargaan maupun banyaknya kegiatan operasional. Ukuran yang lebih penting adalah perubahan nyata yang dirasakan masyarakat, mulai dari pelayanan yang semakin baik, penanganan kemacetan yang efektif, hingga meningkatnya keselamatan pengguna jalan

Dengan amanah baru tersebut, publik tentu menaruh harapan agar Ditlantas Polda Lampung semakin profesional, responsif, humanis, dan konsisten menghadirkan pelayanan yang berpihak pada keselamatan masyarakat.

Edtr/Rptr : RR ( Lampung)

Label:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.