REALITANUSANTARA.COM
PADANG — Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang kembali menggelar prosesi wisuda hari ketiga pada Kamis (15/10/2026). Sebanyak 440 lulusan dari jenjang pendidikan sarjana dan magister dilantik oleh Rektor UPI YPTK Padang, Prof. Dr. Muhammad Ridwan, S.E., M.M., dalam suasana penuh haru dan kebanggaan.
Prosesi wisuda tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan yang telah menyelesaikan perjalanan akademik mereka. Tidak hanya merayakan keberhasilan memperoleh gelar, para wisudawan dan wisudawati juga menerima pesan tentang pentingnya menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi nilai kejujuran, serta membangun masa depan dengan berpegang pada prinsip halal dan kebermanfaatan.
Dalam sambutannya, Rektor UPI YPTK Padang, Prof. Dr. Muhammad Ridwan, mengingatkan para lulusan agar senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT dan menjaga nama baik kampus di mana pun mereka berada.
Menurutnya, gelar akademik yang diperoleh bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk mengamalkan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam memilih pekerjaan dan membangun usaha.
“Tidak ada alasan meninggalkan yang halal demi yang haram. Pastikan apa yang kita makan berasal dari sesuatu yang halal,” pesannya kepada para wisudawan dan wisudawati.
Rektor juga mengingatkan lulusan yang akan memasuki kehidupan berumah tangga agar mempersiapkan diri dengan baik, bertanggung jawab terhadap keluarga, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan.
Ia berharap seluruh lulusan UPI YPTK Padang mampu meraih kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat, serta menggunakan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Senada juga pesan penuh haru disampaikan Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Komputer (YPTK) Padang, Sitti Rizki Mulyani, S.Pd., M.M. Di hadapan para wisudawan dan wisudawati, ia mengajak seluruh lulusan untuk menyadari besarnya pengorbanan orang tua dalam mengantarkan anak-anak mereka meraih pendidikan tinggi.
Ia menyampaikan bahwa keberhasilan seorang anak tidak terlepas dari doa, kerja keras, air mata, dan pengorbanan orang tua yang mungkin tidak sepenuhnya diketahui oleh anak-anak mereka.
Menurutnya, para lulusan mungkin masih mengingat biaya kuliah, uang kos, dan uang saku yang diberikan selama menempuh pendidikan. Namun, belum tentu mereka menyadari besarnya perjuangan orang tua yang menyertai setiap langkah perjalanan tersebut.
Karena itu, Sitti Rizki mengajak para wisudawan dan wisudawati untuk menyampaikan rasa terima kasih secara langsung kepada orang tua mereka.
Suasana haru terasa ketika ia meminta para lulusan mengucapkan terima kasih kepada ayah dan ibu masing-masing sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan yang telah diberikan.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua wisudawan masih memiliki kesempatan untuk didampingi kedua orang tua dalam momen bersejarah tersebut. Bagi mereka yang telah kehilangan ayah atau ibu, keberhasilan hari itu juga menjadi bagian dari perjuangan dan doa orang tua yang telah mendahului mereka.
“Jangan pernah sombong walaupun kalian sudah bergelar sarjana, magister, ataupun doktor, sementara orang tua kalian mungkin tidak bersekolah tinggi. Tetap hormati, sayangi, dan berbaktilah kepada mereka,” pesannya.
Ia menegaskan, gelar akademik tidak boleh membuat seseorang merasa lebih tinggi daripada orang tuanya. Sebaliknya, pendidikan seharusnya membentuk pribadi yang lebih bijaksana, rendah hati, dan mampu membalas kasih sayang orang tua melalui sikap serta perbuatan nyata.
Selain menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua, Ketua Yayasan YPTK Padang juga memberikan motivasi kepada para lulusan dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan setelah wisuda.
Ia memahami bahwa setiap lulusan memiliki rencana dan harapan berbeda. Ada yang ingin bekerja di perusahaan, membuka usaha, melanjutkan pendidikan, maupun membangun rumah tangga.
Namun, ia mengingatkan agar para lulusan tidak takut memulai perjalanan dari bawah dan tidak mudah terpengaruh oleh gambaran kesuksesan yang ditampilkan di media sosial.
Menurutnya, setiap orang memiliki potensi, perjalanan, dan waktu keberhasilan masing-masing. Oleh karena itu, membandingkan pencapaian diri dengan orang lain justru dapat menghambat perkembangan dan menimbulkan rasa tidak percaya diri.
Para lulusan diminta untuk terus berusaha, tidak takut menghadapi penolakan, serta menjadikan kejujuran dan prinsip halal sebagai pegangan dalam mencari rezeki.
Ia juga menekankan bahwa menjadi orang sukses memang penting, tetapi menjadi orang baik dan bermanfaat jauh lebih bermakna.
“Orang yang sukses mungkin hanya dikenal, tetapi orang yang baik akan dikenang dan insyaallah mendapatkan amal jariyah,” menjadi pesan penting yang disampaikannya kepada para lulusan.
Ia berharap para alumni UPI YPTK Padang mampu menjadi pribadi yang tidak hanya berhasil dalam karier, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, peduli terhadap sesama, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X, Afdalisma, S.H., M.Pd., turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan sesuai jenjang masing-masing.
Dalam sambutannya, ia menyebut wisuda sebagai titik awal bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu pengetahuan melalui karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa perjalanan menyelesaikan pendidikan tinggi membutuhkan perjuangan, kesabaran, dan doa. Karena itu, para lulusan patut berbangga atas pencapaian yang diraih, tetapi tidak boleh berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik.
“Jangan berhenti sampai di sini. Saatnya di luar sana mengubah ilmu menjadi karya dan karya menjadi manfaat,” pesannya.
Afdalisma juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga yang telah mendukung perjuangan para lulusan hingga berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi.
Ia menekankan pentingnya menghormati kedua orang tua, khususnya ibu, sebagaimana ajaran Islam yang mengingatkan umat manusia untuk berbuat baik kepada orang tua.
Pesan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Luqman ayat 14 yang mengingatkan manusia tentang perjuangan seorang ibu dalam mengandung dan menyapih anaknya.
Menurutnya, setinggi apa pun pendidikan, jabatan, dan pencapaian seseorang, ia tidak boleh melupakan jasa orang tua yang telah membesarkan, mendoakan, dan mendukung perjalanan hidupnya.
Lebih lanjut, ia mengajak para lulusan untuk membekali diri dengan ilmu pengetahuan, memperkuat akhlak, memperluas wawasan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.
Ia juga berpesan agar para alumni tidak hanya berorientasi pada apa yang bisa diperoleh dari lingkungan kerja maupun masyarakat, tetapi turut memikirkan persoalan yang dapat mereka bantu selesaikan.
“Jangan hanya bercita-cita menjadi orang hebat, tetapi berusahalah menjadi manusia yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Afdalisma turut memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian UPI YPTK Padang dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan kinerja kelembagaan.
Ia menyinggung partisipasi kampus dalam penandatanganan kontrak kinerja serta harapan agar UPI YPTK Padang terus meningkatkan prestasi, termasuk dalam bidang kehumasan dan kerja sama melalui ajang penghargaan tingkat nasional.
Ia berharap berbagai pencapaian tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga mampu memperkuat reputasi kampus di tingkat nasional maupun internasional.
Bagi para wisudawan dan wisudawati, capaian tersebut diharapkan menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus menjaga nama baik almamater setelah memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Prosesi wisuda hari ketiga UPI YPTK Padang pun menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak semata-mata diukur dari gelar yang diperoleh. Lebih dari itu, pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, menghormati orang tua, serta memiliki kepedulian untuk memberikan manfaat bagi sesama.
Dengan bekal ilmu, nilai kejujuran, dan semangat untuk terus berkembang, para lulusan diharapkan mampu melangkah menuju masa depan dengan penuh keyakinan sekaligus membawa nama baik Universitas Putra Indonesia YPTK Padang di mana pun mereka berkarya. (Ayu)