Bupati Menegaskan Bahwa Asrama Haji Sumbar Merupakan Aset Strategis Bernilai Besar.

REALITANUSANTARA.COM

Padang Pariaman - Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyoroti belum optimalnya pemanfaatan Asrama Haji Sumatera Barat yang terletak di Kecamatan Batang Anai. Keprihatinan tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi awal Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Muhammad Rifki, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Karan Aur, Kota Pariaman, Selasa (6/1/20

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyoroti belum optimalnya pemanfaatan Asrama Haji Sumatera Barat yang terletak di Kecamatan Batang Anai. Keprihatinan tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi awal Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Muhammad Rifki, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Karan Aur, Kota Pariaman, Selasa (6/1/2026).

Dalam pertemuan itu, Bupati menegaskan bahwa Asrama Haji Sumbar merupakan aset strategis bernilai besar yang lahir dari perjuangan panjang, namun hingga kini belum difungsikan secara maksimal sesuai tujuan awal pembangunannya.

John Kenedy Azis mengenang peran besar almarhum Ali Mukhni saat menjabat sebagai Bupati Padang Pariaman, yang dengan gigih memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat agar pembangunan Asrama Haji tersebut dapat terwujud.

“Saya menyaksikan langsung bagaimana perjuangan beliau. Saat itu saya berada di Komisi VIII DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Agama, sehingga mengetahui proses penganggaran hingga akhirnya dana pusat berhasil dikucurkan,” ungkapnya.

Bangunan Asrama Haji Sumbar kini telah berdiri megah, namun Bupati menilai pengelolaan serta kepastian pemanfaatannya masih belum jelas dan belum memberikan manfaat maksimal, khususnya bagi masyarakat Padang Pariaman.

Ia juga menyayangkan belum adanya pembahasan yang menyeluruh terkait pengelolaan Asrama Haji tersebut sejak dirinya menjabat sebagai Bupati.

“Belum pernah ada pembicaraan yang komprehensif dan detail mengenai masa depan Asrama Haji Sumbar, padahal lokasinya berada di wilayah Padang Pariaman dan sangat strategis,” tegasnya.

Meski demikian, Bupati menyambut optimistis terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah serta hadirnya Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar yang baru. Ia berharap momentum ini menjadi awal penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini tertunda, termasuk upaya mengoptimalkan kembali fungsi Asrama Haji Sumbar.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten I Setdakab Padang Pariaman, Rudi Rahmat, serta Kepala DLHPKPP Padang Pariaman, Andri Satria Masri. Selain membahas pemanfaatan Asrama Haji, pertemuan juga menyinggung kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah demi peningkatan kualitas pelayanan haji dan umrah.

Sementara itu, Kakanwil Kemenhaj Sumbar, Dr. H. Muhammad Rifki, menyatakan komitmennya untuk menjalin koordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.

“Kami siap bersinergi dalam pelayanan ibadah haji dan umrah, sekaligus melakukan pembenahan serta optimalisasi Asrama Haji Sumbar yang berada di Padang Pariaman,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap pertemuan ini menjadi titik awal perubahan setelah sekian lama Asrama Haji Sumbar belum menunjukkan perkembangan berarti. Dengan letaknya yang berdekatan dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Asrama Haji Sumbar diharapkan dapat kembali difungsikan sebagai pusat layanan haji yang representatif, bermartabat, dan sebanding dengan perjuangan besar yang melahirkannya. Sumbar merupakan aset strategis bernilai besar yang lahir dari perjuangan panjang, namun hingga kini belum difungsikan secara maksimal sesuai tujuan awal pembangunannya.

John Kenedy Azis mengenang peran besar almarhum Ali Mukhni saat menjabat sebagai Bupati Padang Pariaman, yang dengan gigih memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat agar pembangunan Asrama Haji tersebut dapat terwujud.

“Saya menyaksikan langsung bagaimana perjuangan beliau. Saat itu saya berada di Komisi VIII DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Agama, sehingga mengetahui proses penganggaran hingga akhirnya dana pusat berhasil dikucurkan,” ungkapnya.

Bangunan Asrama Haji Sumbar kini telah berdiri megah, namun Bupati menilai pengelolaan serta kepastian pemanfaatannya masih belum jelas dan belum memberikan manfaat maksimal, khususnya bagi masyarakat Padang Pariaman.

Ia juga menyayangkan belum adanya pembahasan yang menyeluruh terkait pengelolaan Asrama Haji tersebut sejak dirinya menjabat sebagai Bupati.

“Belum pernah ada pembicaraan yang komprehensif dan detail mengenai masa depan Asrama Haji Sumbar, padahal lokasinya berada di wilayah Padang Pariaman dan sangat strategis,” tegasnya.

Meski demikian, Bupati menyambut optimistis terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah serta hadirnya Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar yang baru. Ia berharap momentum ini menjadi awal penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini tertunda, termasuk upaya mengoptimalkan kembali fungsi Asrama Haji Sumbar.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten I Setdakab Padang Pariaman, Rudi Rahmat, serta Kepala DLHPKPP Padang Pariaman, Andri Satria Masri. Selain membahas pemanfaatan Asrama Haji, pertemuan juga menyinggung kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah demi peningkatan kualitas pelayanan haji dan umrah.

Sementara itu, Kakanwil Kemenhaj Sumbar, Dr. H. Muhammad Rifki, menyatakan komitmennya untuk menjalin koordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.

“Kami siap bersinergi dalam pelayanan ibadah haji dan umrah, sekaligus melakukan pembenahan serta optimalisasi Asrama Haji Sumbar yang berada di Padang Pariaman,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap pertemuan ini menjadi titik awal perubahan setelah sekian lama Asrama Haji Sumbar belum menunjukkan perkembangan. Dengan letaknya yang berdekatan dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Asrama Haji Sumbar diharapkan dapat kembali difungsikan sebagai pusat layanan haji yang representatif, bermartabat.

Editor : Ayu

Label:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.