Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, menjelaskan bahwa hingga saat ini kemarau belum memberikan dampak langsung.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Kemarau yang melanda Kota Padang selama sekitar dua pekan terakhir mulai berdampak pada sejumlah sumber air baku milik Perumda Air Minum (AM) Kota Padang. Kondisi cuaca kering tersebut menyebabkan pendangkalan di beberapa sumber air, yang berpotensi mengganggu proses produksi air bersih apabila kemarau berlangsung dalam waktu yang lebih lama.

Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, menjelaskan bahwa hingga saat ini kemarau belum memberikan dampak langsung terhadap pelayanan kepada pelanggan. Namun demikian, ia mengakui bahwa suplai air baku dari sumber utama sudah mulai terpengaruh akibat menurunnya debit air.

“Kemarau memang belum berdampak langsung kepada pelanggan. Akan tetapi, suplai air baku dari sumber-sumber utama sudah mulai terpengaruh,” ujar Hendra Pebrizal, Jumat (23/1/2026).

Mengantisipasi kemungkinan memburuknya kondisi, Perumda AM Kota Padang telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga ketersediaan air bersih. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan penggunaan Intake Pompa Latung sebagai sumber alternatif air baku.

“Apabila terjadi krisis air baku, kami sudah menyiapkan Intake Pompa Latung. Saat ini rumah pipa masih dalam proses perbaikan,” jelasnya.

Langkah antisipatif tersebut dilakukan agar pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan normal meskipun kondisi kemarau berlanjut. Perumda AM Padang berharap musim kemarau tidak berlangsung terlalu lama sehingga stabilitas layanan dapat terus terjaga.

“Kami berharap kemarau segera berakhir agar layanan air bersih tetap stabil dan tidak menimbulkan gangguan bagi pelanggan,” tambah Hendra.

Dalam pelaksanaannya, Perumda AM Kota Padang menegaskan tetap memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat. Pihak perusahaan menyadari bahwa kemarau dapat menyebabkan kesulitan akses air bersih di sejumlah wilayah, terutama di kawasan yang rawan kekeringan.

Sebagai bentuk respons cepat, Perumda AM Padang menerapkan pola jemput bola dengan mengerahkan armada mobil tangki air untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air. Mobil tangki tersebut digunakan untuk mengisi tedmon atau penampungan air yang telah ditempatkan di beberapa kawasan permukiman.

“Untuk mengatasi kekeringan, kami juga mendapat dukungan dari BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, serta instansi terkait lainnya. Suplai air bersih dilakukan melalui mobil tangki dengan sumber air dari Perumda AM Padang,” tutup Hendra Pebrizal.(RN)

Label:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.