REALITANUSANTARA.COM
PADANG - Kapolsek Padang Selatan, AKP Sudarman Tanjung, S.H., memaparkan evaluasi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang tahun 2025. saat wawancara di ruang kerjanya pada Rabu 21 Januari 2016.
Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa untuk kasus-kasus berat, angka kejadian berada pada posisi nol persen, sebuah capaian positif yang menunjukkan kondisi wilayah relatif terkendali.
Namun demikian, terdapat kasus yang saat ini paling menonjol, yakni praktik pungutan liar (pungli) yang mencapai sekitar 15 hingga 20 persen dari total laporan gangguan kamtibmas. Kapolsek menegaskan bahwa praktik pungli ini menjadi perhatian serius dan harus diberantas sesuai dengan arahan langsung Kapolda.
Lokasi yang paling disorot adalah kawasan Jembatan Siti Nurbaya, yang selama ini dikenal sebagai tempat berkumpul masyarakat, wisatawan, serta anak muda. Keberadaan oknum yang melakukan pungli di kawasan tersebut dinilai sangat meresahkan pengunjung dan masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi.
Selain pungli, Kapolsek juga memaparkan bahwa tindak pidana pencurian berada di angka sekitar 20 persen, sementara kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tercatat sekitar 1 persen. Meskipun angkanya relatif kecil, kasus KDRT tetap menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan dan kesejahteraan keluarga.
AKP Sudarman Tanjung berharap, pada tahun 2026 kondisi kamtibmas di wilayah Padang Selatan semakin membaik, situasi menjadi lebih normal, aman, dan kondusif. Ia juga menegaskan komitmen kepolisian untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan melayani sepenuh hati, sehingga masyarakat benar-benar dapat merasakan kehadiran polisi secara nyata.
Reporter : Ayu

Posting Komentar