REALITANUSANTARA.COM
PADANG — Kepala Sekolah SD Negeri 07 Pulau Air, Kecamatan Lubuk Begalung, Joni Alias, memaparkan sejumlah target kinerja dalam 100 hari pertamanya sejak resmi menjabat. Fokus utama kepemimpinannya meliputi pembenahan administrasi sekolah, peningkatan kedisiplinan warga sekolah, serta dukungan terhadap program Pemerintah Kota Padang, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam keterangannya kepada realita-nusantara.com, Joni Alias mengatakan pembenahan administrasi menjadi prioritas awal. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melengkapi papan informasi sekolah sebagai sarana transparansi berbagai kegiatan, kebijakan, dan program sekolah yang dapat diakses oleh guru, siswa, orang tua, dan masyarakat.
Selain itu, penataan ruang belajar juga menjadi perhatian. Saat ini, SDN 07 Pulau Air memiliki kelas paralel untuk kelas 1 dan kelas 2 yang masih menggunakan satu ruang kelas. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah menerapkan sistem pembagian jadwal, di mana siswa kelas 2 masuk pada pagi hari dan kelas 1 pada siang hari. Menurut Joni, sebelumnya sempat direncanakan penggunaan dua ruang kelas, namun masih memerlukan penyesuaian sehingga sementara waktu satu ruang digunakan secara bergantian.
Di bidang kedisiplinan, Joni Alias menegaskan komitmennya untuk meningkatkan disiplin guru dan pegawai sekolah. Langkah ini sejalan dengan program Wali Kota Padang dalam meningkatkan kehadiran dan kinerja aparatur di lingkungan pendidikan. Ia menilai kedisiplinan tenaga pendidik menjadi teladan penting bagi siswa.
Sekolah juga mendukung pelaksanaan Program Smart Surau, khususnya dalam meningkatkan kehadiran siswa pada kegiatan salat Subuh berjamaah. Joni mengungkapkan, program tersebut menunjukkan hasil yang signifikan.
“Alhamdulillah, tingkat kehadiran siswa yang sebelumnya sekitar 50 persen kini meningkat menjadi 84 persen,” ujar Joni saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/1/2025).
Peningkatan tersebut, lanjutnya, dicapai melalui penerapan sistem reward bagi siswa yang disiplin mengikuti kegiatan. Sebelumnya, tingkat kehadiran siswa berada di kisaran 54 persen dengan alasan umum seperti terlambat bangun pagi.
Meski demikian, Joni mengakui masih terdapat kendala, terutama terkait kesiapan guru. Sebagian besar guru berdomisili di luar wilayah sekolah, sehingga pengawasan kegiatan siswa di masjid belum berjalan maksimal. Ia menyebutkan masih ditemukan guru yang tidak berada di lokasi sesuai jadwal.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihak sekolah telah meminta guru agar lebih siap dan bersedia stand by di masjid sesuai jadwal. Saat ini, masjid dan musala juga telah menugaskan petugas khusus untuk melakukan absensi siswa menggunakan sistem barcode, dengan dukungan guru yang berada di lokasi.
Di sisi lain, Joni Alias mengapresiasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 07 Pulau Air. Ia menjelaskan, pada awal pendataan sekolahnya belum terdaftar sebagai penerima program, namun setelah dilakukan koordinasi, MBG mulai disalurkan sejak Senin lalu.
Petugas MBG telah melakukan pendataan jumlah siswa serta memastikan distribusi makanan berjalan lancar. Selama tiga hari pelaksanaan, makanan dinilai mencukupi, dengan sekitar 80 persen siswa menyatakan menyukai menu yang disajikan, meskipun sebagian kecil kurang cocok, terutama pada menu minuman.
Menurut Joni, program MBG memberikan dampak positif bagi siswa, baik dari sisi kesehatan maupun semangat belajar.
“Anak-anak terlihat lebih sehat dan bersemangat. Ini tentu berdampak pada proses belajar mereka,” katanya.
Program tersebut juga membantu orang tua siswa, khususnya dari keluarga kurang mampu. Siswa yang sebelumnya datang ke sekolah tanpa uang jajan kini tetap mendapatkan asupan makanan bergizi.
Menutup keterangannya, Joni Alias menyampaikan bahwa pada semester dua, pihak sekolah telah menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS). Bagi siswa penerima fasilitas gratis, LKS diberikan tanpa dipungut biaya, sementara siswa lainnya tetap dilayani sesuai ketentuan yang berlaku.
Reporter: Ayu

Posting Komentar