Pariwisata Padang Tancap Gas, Genjot Target Meski Kondisi Diterpa Bencana.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Sepanjang tahun 2025, sektor pariwisata Kota Padang menunjukkan ketangguhannya. Di tengah hantaman bencana alam yang terjadi menjelang akhir tahun, geliat kunjungan wisatawan justru terus bergerak naik dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.

Data Dinas Pariwisata Kota Padang mencatat, jumlah wisatawan yang berkunjung sepanjang 2025 mencapai 5,3 juta orang. Angka ini melonjak cukup tajam dibandingkan tahun 2024 yang berada di kisaran 4,3 juta kunjungan. Peningkatan tersebut menandakan kepercayaan wisatawan terhadap daya tarik Kota Padang tetap terjaga, bahkan dalam kondisi yang tidak sepenuhnya ideal.

Lonjakan kunjungan itu berbanding lurus dengan pemasukan daerah. Dari retribusi sejumlah destinasi utama seperti Gunung Padang, Lapau Panjang Cimpago (LPC), dan Youth Center, Pemerintah Kota Padang berhasil mengantongi PAD sebesar Rp922 juta. Nilai tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp600 juta.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Sani, menyebut capaian tersebut tidak datang secara instan. Konsistensi penyelenggaraan event pariwisata menjadi salah satu faktor pendorong utama. Berbagai agenda berskala besar digelar sepanjang tahun dan terbukti mampu menarik arus wisatawan.

Event Taste of Padang Experience yang mengangkat konsep Road to Gastronomy City menjadi salah satu magnet utama, disusul Festival Siti Nurbaya yang kembali menguatkan posisi Padang sebagai destinasi favorit wisatawan, khususnya dari Malaysia. Aktivitas pariwisata berbasis budaya dan kuliner ini dinilai efektif dalam memperpanjang lama tinggal wisatawan.

Memasuki 2026, tantangan baru muncul seiring proses pemulihan pascabanjir yang masih berlangsung di beberapa destinasi. Meski demikian, Dinas Pariwisata tetap memasang target ambisius: 5,7 juta kunjungan wisatawan dan PAD sebesar Rp900 juta.

Untuk mengejar target tersebut, strategi pengembangan pariwisata diarahkan pada penguatan identitas kota. Program Road to Gastronomy City akan terus dilanjutkan sebagai langkah konkret menuju predikat Kota Kreatif UNESCO bidang kuliner pada 2027.

Inovasi lain yang tengah disiapkan adalah Car Free Night Kota Tua. Kawasan bersejarah ini akan dihidupkan setiap malam Minggu melalui pertunjukan musik lintas etnis, pameran seni, hingga pasar kreatif. Konsep ini tidak hanya menyasar wisatawan, tetapi juga membuka ruang ekspresi bagi pelaku seni dan ekonomi kreatif lokal.

Sementara itu, agenda event tahunan tetap menjadi tulang punggung promosi pariwisata. Taste of Padang Experience kembali diposisikan sebagai acara unggulan dalam rangka peringatan hari jadi Kota Padang.

Yudi optimis, pemulihan destinasi wisata yang terdampak bencana dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Dengan kesiapan infrastruktur dan agenda yang matang, ia berharap seluruh objek wisata dapat kembali beroperasi optimal dan mendukung pencapaian target tahun 2026.

Editor : Ayu

Label:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.