REALITANUSANTARA.COM
PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana. Pemerintah menargetkan sebagian besar pembangunan hunian tersebut dapat rampung dan mulai ditempati sebelum memasuki bulan Ramadan.
Kepala Bidang ( Kabid ) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Joko Siswoyo, mengatakan saat ini progres pembangunan huntara dan huntap di sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar menunjukkan perkembangan signifikan. Bahkan, sebagian unit sudah selesai dibangun dan telah dihuni oleh warga terdampak.
“Sebagian huntara dan huntap sudah ditempati. Beberapa lokasi bahkan telah menyelesaikan pembangunan unit secara signifikan,” ujar Joko Siswoyo saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/2/2026).
Di Kabupaten Padang Pariaman, pembangunan huntara dan huntap tersebar di dua lokasi, yakni Asam Pulau dan Batang Anai, dengan total 74 unit yang telah selesai dibangun. Pembangunan tersebut menggunakan dua sumber pendanaan, yaitu dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Danantara. Saat ini, Danantara masih menyiapkan proses serah terima kepada pemerintah daerah.
“Setelah diserahkan dari pusat, pemerintah daerah yang akan menyerahkan kepada masyarakat sesuai dengan data penerima yang telah diinput,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini pemerintah daerah masih menyiapkan proses penempatan warga ke unit-unit hunian tersebut. Penentuan penerima akan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah berdasarkan data korban terdampak bencana.
Sementara itu, di Kota Padang, pembangunan 100 unit hunian tetap di Kecamatan Pauh telah selesai dan sebagian sudah ditempati oleh warga. Selain itu, pemerintah juga telah meresmikan 10 unit huntap di Batu Busuk, Kelurahan Limau Manis. Selanjutnya, pembangunan huntap dari Bunda Suci sebanyak sekitar 200 unit akan menyusul, yang berlokasi di Bumi Perkemahan Lubuk Minturun.
Di Kabupaten Agam, pembangunan huntap di SD Negeri 05 Kayu Pasak telah rampung 100 persen dengan total sekitar 117 unit. Namun, penempatan warga masih menunggu keputusan pemerintah daerah berdasarkan data penerima manfaat. Selain lokasi tersebut, pembangunan huntara dan huntap di Kabupaten Agam masih bervariasi, dengan progres mulai dari di bawah 50 persen hingga di atas 50 persen.
“Target kita, insyaallah pada bulan puasa masyarakat terdampak sudah bisa menempati hunian sementara. Namun memang di lapangan ada kendala yang terkadang menyebabkan keterlambatan,” ungkap Joko.
Di Kabupaten Lima Puluh Kota, pembangunan huntara di Gunung Omeh sebanyak 60 unit telah selesai. Sementara di Kabupaten Pesisir Selatan, terdapat dua lokasi pembangunan, yaitu di Jorong Puluik-Puluik sebanyak 22 unit yang sudah siap huni, serta di Desa Taratak Baru sekitar 40 unit yang masih dalam tahap pengerjaan. Seluruh pembangunan di Pesisir Selatan menggunakan dana dari BNPB.
Adapun di Kabupaten Tanah Datar, pembangunan huntara dan huntap tersebar di tiga lokasi, yaitu Bungo Tanjung sebanyak 23 unit, Sumpur sebanyak 15 unit, dan Guguak Malalo sekitar 28 unit. Di wilayah ini, pembangunan didukung oleh pendanaan dari BNPB dan Danantara.
Sementara itu, di Kabupaten Agam, Danantara juga turut membantu pembangunan huntara dan huntap, di antaranya di kawasan Objek Wisata Lingga sebanyak 20 unit yang masih dalam proses pembangunan, serta di Tanjung Raya sekitar 33 unit.
Joko menjelaskan, saat ini sebagian pengungsi masih tinggal sementara di rumah kerabat, sedangkan sebagian lainnya telah menempati huntara. Namun secara umum, warga terdampak sudah tidak lagi berada di tenda-tenda pengungsian.
Di Kota Padang, pemerintah juga menyiapkan huntara berupa rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang berlokasi di Lubuk Buaya. Pemerintah berharap seluruh warga terdampak dapat segera menempati hunian yang layak.
“Kita sekarang sudah masuk tahap pemulihan. Rekonstruksi sedang kita siapkan, dan harapan kita tidak ada lagi warga terdampak yang tinggal di tenda pengungsian,” tutup Joko Siswoyo.
Reporter : Ayu


Posting Komentar