REALITANUSANTARA.COM
PADANG - Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sumatera Barat (BBPMP Sumbar) kembali menegaskan komitmennya dalam peningkatan kualitas pendidikan melalui penyelenggaraan Konsolidasi Daerah (Konsolda) Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Padang pada 25 hingga 27 Februari 2026 dan menjadi ajang penyelarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.
Forum ini menghadirkan sekitar 2.020 peserta yang terdiri dari kepala dinas pendidikan provinsi dan 19 kabupaten/kota, kepala cabang dinas, perwakilan Bappeda, Kantor Kementerian Agama, unsur DPRD, organisasi kemasyarakatan, lembaga profesi, hingga berbagai mitra strategis di bidang pendidikan. Kehadiran lintas unsur tersebut memperlihatkan upaya membangun kolaborasi menyeluruh dalam menjawab tantangan dunia pendidikan.
Dalam sambutan pembukaan, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Habibul Fuadi, menekankan bahwa peran sekolah tidak semata sebagai tempat penyampaian materi pelajaran. Ia menyebut sekolah sebagai fondasi pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai moral, dan pembinaan ketahanan generasi muda di tengah perkembangan zaman yang cepat.
Menurutnya, meskipun capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Barat tergolong baik, penguatan kemampuan literasi dan numerasi masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Karena itu, kepala dinas, kepala sekolah, dan guru diminta mengambil peran aktif sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Kita membutuhkan kepemimpinan pendidikan yang mampu mengarahkan lahirnya sumber daya manusia unggul. Peserta didik harus tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, sehat, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital maupun isu perubahan iklim,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BBPMP Sumbar, Muslihudin, memaparkan perkembangan program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah dijalankan sejak 2025. Beberapa program utama meliputi pembenahan dan revitalisasi sekolah, penguatan pembelajaran berbasis digital, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan tenaga pendidik, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), penguatan pendidikan karakter, pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun, serta pengembangan bahasa dan sastra Indonesia.
Ia menjelaskan, forum Konsolda menjadi sarana evaluasi sekaligus percepatan pelaksanaan program di daerah. Sejumlah kebijakan yang telah diterapkan mulai menunjukkan dampak positif, terutama pada perbaikan sarana prasarana dan peningkatan mutu layanan pendidikan.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari mantan Direktur SMA, Drs. Purwadi Susanto, M.Si. Ia menilai Konsolda sebagai langkah tepat dalam memperkuat koordinasi dan menyamakan langkah antar-pemangku kepentingan demi kemajuan pendidikan di Sumatera Barat.
Adapun isu-isu yang dibahas dalam Konsolda meliputi pemerataan akses melalui program Wajib Belajar 13 Tahun, pembangunan dan peremajaan satuan pendidikan, transformasi digital pembelajaran, evaluasi TKA, pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik), pembenahan tata kelola guru dan tenaga kependidikan, penguatan pendidikan karakter dan manajemen talenta, revitalisasi bahasa daerah, hingga penerapan pembelajaran mendalam seperti koding, kecerdasan artifisial, dan layanan bimbingan konseling.
Ketua pelaksana kegiatan, Diansa Gunadi Thaib, menyampaikan bahwa rangkaian acara dikemas dalam bentuk pemaparan materi, diskusi panel, serta pembahasan melalui komisi-komisi tematik. Hasil pembahasan tersebut akan dirumuskan sebagai rekomendasi dan komitmen bersama yang menjadi dasar implementasi kebijakan di tingkat kabupaten dan kota.
Melalui Konsolda 2026, BBPMP Sumbar menargetkan terbangunnya sinergi yang lebih solid antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Sumatera Barat.
Editor: Deviana


Posting Komentar