Padang Pariaman — Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, melaksanakan kegiatan reses Masa Sidang II DPRD Kabupaten Padang Pariaman Periode 2024–2029 bersama para petani kakao atau kopi coklat di Kecamatan V Koto, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan reses tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog terbuka antara masyarakat dengan pimpinan DPRD. Kehadiran Aprinaldi disambut antusias oleh para petani yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi, persoalan, serta harapan terkait pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas kakao yang menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat setempat.
Dalam pertemuan itu, para petani mengeluhkan sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi, mulai dari keterbatasan pupuk, minimnya bantuan bibit unggul, persoalan pemasaran hasil panen, hingga kebutuhan peningkatan infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani dan irigasi pendukung. Selain itu, petani juga berharap adanya perhatian pemerintah daerah terhadap pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan kualitas serta produktivitas hasil perkebunan kakao.
Aprinaldi mengatakan, kegiatan reses merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRD untuk turun langsung ke tengah masyarakat guna mendengarkan kebutuhan riil yang dihadapi warga. Menurutnya, sektor pertanian dan perkebunan memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian masyarakat Padang Pariaman, sehingga perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Ia menegaskan, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan pembahasan dan perjuangan di DPRD agar dapat direalisasikan melalui program pemerintah daerah maupun penganggaran pada tahun mendatang.
“Kami ingin memastikan suara masyarakat, khususnya para petani, benar-benar sampai dan diperjuangkan. Pertanian merupakan sektor utama yang harus terus diperkuat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Aprinaldi di hadapan peserta reses.
Ia juga mendorong para petani untuk terus meningkatkan kualitas produksi dan menjaga keberlanjutan sektor perkebunan kakao agar mampu bersaing dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan stakeholder terkait sangat diperlukan untuk menciptakan pertanian yang maju dan berkelanjutan.
Kegiatan reses tersebut diakhiri dengan sesi diskusi dan penyerapan aspirasi masyarakat secara langsung. Warga berharap hasil pertemuan itu dapat ditindaklanjuti melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya para petani di Kecamatan V Koto.
Editor : Ayu


Posting Komentar