Hadiri Jam Gadang Fun Run 2026, Evi Yandri Dorong Pelestarian Warisan Budaya dan Penguatan Sport Tourism Nasional.

REALITANUSANTARA.COM

Bukittinggi – Peringatan 100 tahun Jam Gadang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, berlangsung meriah melalui gelaran IMLF Jam Gadang Fun Run 2026 yang dipusatkan di kawasan Pedestrian Jam Gadang, Minggu (7/6/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga masyarakat, tetapi juga menjadi momentum nasional dalam memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus mendorong pengembangan sport tourism di Indonesia.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, S.IP, hadir langsung dalam kegiatan yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah tersebut. Kehadiran peserta dari luar Sumatera Barat turut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap perayaan satu abad Jam Gadang yang selama ini dikenal sebagai ikon sejarah dan destinasi wisata unggulan Indonesia.

Suasana kawasan Jam Gadang sejak pagi tampak dipadati peserta fun run, wisatawan domestik, komunitas olahraga, hingga masyarakat umum yang ingin menyaksikan kemeriahan perayaan 100 tahun bangunan bersejarah tersebut. Event ini menjadi bagian dari rangkaian International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) 2026 yang menghadirkan perpaduan antara olahraga, budaya, literasi, dan promosi pariwisata daerah.

Dalam keterangannya, Evi Yandri menegaskan bahwa perayaan 100 tahun Jam Gadang memiliki makna penting, tidak hanya bagi masyarakat Sumatera Barat, tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan sejarah nasional yang perlu dijaga bersama.

“Jam Gadang bukan hanya simbol Kota Bukittinggi atau Sumatera Barat, tetapi juga bagian dari identitas budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah tinggi. Momentum 100 tahun ini harus menjadi pengingat bersama tentang pentingnya menjaga dan merawat warisan budaya bangsa,” ujar Evi Yandri.

Menurutnya, kegiatan Jam Gadang Fun Run 2026 menjadi contoh positif bagaimana pelestarian budaya dapat dikolaborasikan dengan kegiatan olahraga dan pariwisata modern yang mampu menarik perhatian generasi muda maupun wisatawan.

Ia menilai konsep sport tourism seperti ini sangat relevan untuk terus dikembangkan di berbagai daerah Indonesia karena memberikan dampak luas terhadap sektor ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM, industri kreatif, dan sektor pariwisata lokal.

“Event seperti ini memberikan dampak ekonomi yang nyata. Hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku UMKM ikut merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan. Ini menjadi bukti bahwa kegiatan olahraga berbasis budaya mampu menjadi penggerak ekonomi daerah,” katanya.

Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan tersebut juga dinilai berhasil mempererat hubungan sosial dan memperkuat semangat kebersamaan masyarakat. Ribuan peserta terlihat menikmati suasana Kota Bukittinggi dengan latar sejarah Jam Gadang yang selama satu abad menjadi saksi perkembangan kota tersebut.

Evi Yandri turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian kegiatan, mulai dari pemerintah daerah, panitia pelaksana, komunitas, sponsor, hingga masyarakat yang ikut menjaga suasana kegiatan tetap tertib dan kondusif.

Ia berharap perayaan 100 tahun Jam Gadang tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan menjadi langkah awal memperkuat promosi budaya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

“Warisan budaya harus terus hidup di tengah masyarakat dan dikenalkan kepada generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya merayakan sejarah, tetapi juga membangun masa depan pariwisata dan kebudayaan Indonesia yang lebih maju,” tuturnya.

Peringatan satu abad Jam Gadang melalui IMLF Jam Gadang Fun Run 2026 menjadi salah satu agenda yang menyita perhatian publik selama berlangsungnya IMLF 2026. Kegiatan tersebut mempertegas posisi Jam Gadang sebagai ikon budaya dan destinasi wisata nasional yang memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Editor : Ayu

Label:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.