PADANG – Upaya peningkatan layanan air bersih di Padang kembali diperkuat melalui penandatanganan kontrak Paket Kegiatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 200 liter per detik (l/dtk) beserta pembangunan jaringan perpipaan sepanjang kurang lebih 19 kilometer. Selasa 23 Juni 2026, Proyek strategis ini memiliki pagu anggaran sekitar Rp284 miliar dan menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat infrastruktur air bersih di Kota Padang.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jangkauan pendistribusian air bersih kepada masyarakat, khususnya di tiga kecamatan yang memiliki kebutuhan air bersih cukup tinggi, yakni Koto Tangah, Nanggalo, dan Kuranji.
Dengan pembangunan SPAM baru ini, diharapkan suplai air bersih kepada pelanggan dapat semakin optimal, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas pelayanan. Penambahan kapasitas produksi 200 l/dtk akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan cakupan layanan air minum perpipaan, terutama di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan pasokan atau tekanan air yang belum maksimal.
Selain mendukung peningkatan pelayanan dasar kepada masyarakat, proyek ini juga memiliki nilai strategis dalam aspek mitigasi bencana. Sebagaimana diketahui, Kota Padang merupakan salah satu daerah rawan gempa di Indonesia. Kehadiran infrastruktur SPAM yang lebih modern dan andal diharapkan dapat memperkuat ketahanan sistem penyediaan air minum ketika terjadi bencana, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tetap dapat terpenuhi dalam situasi darurat.
Pembangunan jaringan perpipaan sepanjang 19 kilometer juga menjadi bagian penting dari proyek ini. Jaringan tersebut akan berfungsi untuk mendistribusikan air hasil produksi secara lebih efisien dan merata ke kawasan pelayanan. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, diharapkan distribusi air bersih dapat berjalan lebih stabil serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Keberhasilan pelaksanaan proyek ini tidak terlepas dari dukungan penuh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya serta Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Barat yang terus berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur dasar di daerah.
Dengan dimulainya tahapan kontrak ini, diharapkan proses pembangunan dapat berjalan sesuai target, tepat waktu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Proyek SPAM ini menjadi salah satu wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan air minum yang berkualitas, berkelanjutan, serta tangguh terhadap risiko bencana di masa mendatang.(Ayu)


Posting Komentar