Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Program Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 menghadirkan ruang kolaborasi antara dunia industri, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung di Auditorium Universitas Andalas (Unand), Limau Manis, Kota Padang, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian PGTC 2026 yang diselenggarakan Pertamina sebagai program nasional untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai sektor energi sekaligus mendorong lahirnya gagasan dan inovasi generasi muda dalam menghadapi tantangan energi masa depan.

Program di Universitas Andalas secara resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi. Dalam agenda tersebut, Mahyeldi didampingi jajaran pimpinan PT Pertamina (Persero), termasuk Vice President Pertamina, serta Rektor Universitas Andalas.

Pemerintah Kota Padang turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang, Fauzan Ibnovi, hadir mewakili Wali Kota Padang.

Menurut Pemko Padang, keterlibatan perguruan tinggi dalam pembahasan sektor energi menjadi penting karena mahasiswa merupakan bagian dari generasi yang akan menghadapi perubahan besar dalam tata kelola dan kebutuhan energi pada masa mendatang.

Melalui PGTC 2026, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperluas pemahaman mengenai tata kelola energi nasional, perkembangan industri energi, transisi energi berkelanjutan, serta berbagai peluang inovasi yang dapat dikembangkan melalui riset dan teknologi.

Program PGTC 2026 sendiri tidak hanya menghadirkan kegiatan edukasi. Berdasarkan informasi resmi penyelenggara, rangkaiannya mencakup talkshow, pameran, aktivasi interaktif, kompetisi nasional, serta kompetisi regional yang dirancang untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan mahasiswa dalam melihat persoalan energi secara kritis.

Universitas Andalas menjadi salah satu titik roadshow PGTC 2026 untuk wilayah Sumatera. Rangkaian roadshow di Unand berlangsung pada 1–4 September 2026 dan menjadi bagian dari agenda regional yang mempertemukan mahasiswa dengan berbagai aktivitas terkait energi, kreativitas, olahraga, serta pengembangan gagasan.

Pemko Padang menilai kegiatan semacam ini dapat memperkuat hubungan antara kebutuhan industri dengan kapasitas akademik di perguruan tinggi. Mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi mampu menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh menjadi gagasan yang dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.

Kepala DPMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap PGTC dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa Universitas Andalas, agar semakin tertarik mengambil peran dalam pengembangan sektor energi.

"Harapan kita adalah kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa-mahasiswa Universitas Andalas, untuk ikut dalam pengembangan energi dan menjadi alternatif solusi yang bisa mendukung potensi-potensi Sumatera Barat," ujar Fauzan.

Menurutnya, Sumatera Barat memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan melalui dukungan teknologi, riset, kreativitas, dan inovasi. Karena itu, keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk memastikan potensi tersebut dapat dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri juga dinilai dapat membuka ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan dunia kerja sekaligus mengenali berbagai persoalan yang dihadapi sektor energi.

Dengan demikian, PGTC 2026 di Universitas Andalas diharapkan tidak sekadar menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi menjadi titik temu yang mendorong lahirnya kolaborasi konkret antara kampus, pemerintah, dan dunia industri.

Mahasiswa pun didorong untuk mengambil posisi sebagai agent of change, dengan mengembangkan pemikiran kritis, kreativitas, dan inovasi untuk menghadirkan solusi terhadap tantangan energi sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Rangkaian PGTC 2026 akan berlanjut ke beberapa perguruan tinggi lain di Indonesia dan ditutup dengan final nasional serta malam penghargaan di Grha Pertamina, Jakarta, pada 17 September 2026.

Melalui program tersebut, Pertamina dan perguruan tinggi diharapkan dapat terus memperkuat ekosistem kolaborasi yang menempatkan mahasiswa sebagai bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan energi.( Ayu )

REALITANUSANTARA.COM

BUKITTINGGI - Rangkaian Wirakarya Jambore Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Tingkat Provinsi Sumatera Barat ke-22 Tahun 2026 resmi berakhir. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut ditutup di Istana Bung Hatta, Kota Bukittinggi, Kamis (3/9/2026).

Jambore tahunan kader PKK tingkat Provinsi Sumatera Barat ini menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat hubungan antarkader sekaligus meningkatkan semangat kebersamaan dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Selama pelaksanaan kegiatan, para kader PKK dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat mengikuti rangkaian kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, bertukar pengalaman, membangun kekompakan, serta memperkuat kapasitas kader dalam mendukung program pembangunan keluarga dan masyarakat.

Kehadiran kader dari berbagai daerah turut menciptakan suasana kebersamaan yang mencerminkan peran PKK sebagai salah satu kekuatan sosial dalam mendorong pemberdayaan keluarga. Berbagai pengalaman dan praktik yang dibagikan selama jambore diharapkan dapat menjadi bekal bagi kader untuk diterapkan di wilayah masing-masing.

Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh kader Kota Padang yang telah mengikuti rangkaian jambore dengan penuh semangat.

Menurut Dian, hasil yang diperoleh dalam sebuah kegiatan tidak semata-mata diukur dari pencapaian dalam perlombaan. Lebih dari itu, proses membangun kekompakan, kerja keras, kebersamaan, dan semangat untuk terus memberikan kontribusi kepada masyarakat merupakan nilai penting yang harus dipertahankan.

“Semangat, kekompakan, kerja keras, dan kebersamaan jauh lebih berarti,” ujar Dian.

Ia menilai seluruh kader yang telah berpartisipasi dalam Jambore Kader PKK Sumatera Barat ke-22 patut mendapatkan apresiasi. Keikutsertaan tersebut menunjukkan komitmen kader dalam menjalankan peran PKK sekaligus memperkuat jejaring kerja antarkader di tingkat daerah.

Jambore yang telah selesai bukan menjadi akhir dari rangkaian pengabdian para kader. Sebaliknya, momentum tersebut diharapkan menjadi energi baru untuk kembali menjalankan berbagai program PKK di tengah masyarakat.

Kader PKK memiliki peran strategis dalam mendukung pemberdayaan keluarga, meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam berbagai program pembangunan. Karena itu, semangat dan pengalaman yang diperoleh selama jambore diharapkan dapat diteruskan melalui kerja nyata di lingkungan masing-masing.

Dengan berakhirnya Wirakarya Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat ke-22 Tahun 2026, semangat kebersamaan yang telah terbangun diharapkan tetap terjaga. Para kader dari seluruh kabupaten dan kota pun kembali ke daerah masing-masing dengan membawa pengalaman, motivasi, dan semangat baru untuk terus mengabdi kepada masyarakat.

Jambore berakhir, tetapi pengabdian kader PKK untuk keluarga dan masyarakat Sumatera Barat terus berlanjut.( Ayu )

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Kota Padang yang menurun akibat kabut asap mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria. Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum kembali ke kondisi normal.

Nanda menilai kabut asap tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga harus dipandang sebagai isu kesehatan masyarakat. Paparan udara yang tidak sehat berpotensi mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga, terutama kelompok masyarakat yang lebih rentan.

Menurut Nanda, munculnya kabut asap di Kota Padang diduga berkaitan dengan asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah provinsi tetangga. Kondisi angin dan cuaca dapat membawa partikel asap hingga ke wilayah lain sehingga berdampak terhadap kualitas udara di Sumatera Barat.

“Kita harus melihat kondisi ini sebagai persoalan kesehatan masyarakat. Ketika kualitas udara menurun dan kabut asap semakin terasa, masyarakat harus mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama aktivitas yang tidak terlalu mendesak,” ujar Nanda.

Ia meminta masyarakat tidak mengabaikan kondisi udara yang memburuk. Aktivitas olahraga, kegiatan berkumpul, maupun kegiatan luar ruangan yang tidak bersifat mendesak, menurutnya, sebaiknya dikurangi sementara hingga kondisi udara membaik.

Perhatian khusus juga diminta diberikan kepada anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap perubahan kualitas udara. Kelompok tersebut dinilai perlu mendapat perlindungan lebih karena aktivitas di tengah kondisi udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Selain mengurangi aktivitas luar ruangan, Nanda mengingatkan masyarakat agar menjaga kondisi tubuh selama kabut asap masih terjadi.

Warga diminta mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, memenuhi kebutuhan cairan, serta mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Masyarakat juga diharapkan mengikuti perkembangan informasi mengenai kualitas udara dan imbauan resmi pemerintah.

“Di tengah kondisi seperti ini, menjaga kesehatan sangat penting. Konsumsi makanan bergizi dan sehat, cukup minum, serta istirahat yang cukup. Jangan sampai kondisi udara yang buruk kemudian menimbulkan masalah kesehatan baru,” katanya.

Nanda menilai langkah pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama. Masyarakat memiliki peran dengan mengurangi paparan terhadap udara yang kurang baik, sementara pemerintah perlu memastikan pemantauan kualitas udara dan penyampaian informasi kepada publik berjalan secara berkala.

Untuk menekan mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi paparan terhadap udara yang tidak sehat, Nanda Satria meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempertimbangkan penerapan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) apabila kondisi kualitas udara terus memburuk.

Menurutnya, kebijakan WFH dapat menjadi salah satu langkah mitigasi sementara apabila berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara kondisi sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.

“Kita meminta Pemprov mempertimbangkan WFH bagi pegawai jika kondisi udara memang sudah tidak sehat. Ini bukan soal mengurangi pelayanan publik, tetapi bagian dari upaya melindungi kesehatan pegawai dan masyarakat,” tegasnya.

Ia menekankan penerapan WFH tetap harus mempertimbangkan keberlangsungan pelayanan publik. Pelayanan yang bersifat esensial dan membutuhkan kehadiran langsung harus tetap berjalan dengan pengaturan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Perhatian serupa juga diarahkan kepada sektor pendidikan. Nanda meminta pemerintah dan instansi terkait mempertimbangkan pembelajaran daring apabila kondisi kualitas udara tidak memungkinkan anak-anak beraktivitas secara aman di luar ruangan.

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan kegiatan belajar mengajar selama kabut asap.

“Anak-anak harus menjadi perhatian utama. Jika kondisi udara tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar di sekolah, maka pembelajaran daring dapat menjadi alternatif sementara sampai kualitas udara kembali membaik,” ujarnya.

Nanda menegaskan keputusan terkait pembelajaran daring harus didasarkan pada data pemantauan kualitas udara dan hasil koordinasi antara pemerintah daerah, dinas pendidikan, sekolah, serta instansi teknis terkait.

Ia juga mendorong agar sekolah tidak hanya memperhatikan kegiatan belajar mengajar, tetapi memastikan kondisi lingkungan sekolah tetap aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Pemkab dan Pemko di Sumbar Diminta Ambil Langkah Serupa

Nanda Satria tidak hanya meminta langkah mitigasi dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Ia juga mengimbau pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar yang terdampak kabut asap agar mengambil langkah serupa sesuai kondisi di masing-masing daerah.

Menurutnya, penanganan dampak kabut asap membutuhkan koordinasi lintas wilayah karena sumber asap dan pergerakan kabut tidak mengenal batas administrasi pemerintahan.

Pemerintah daerah, kata Nanda, perlu memperkuat pemantauan kualitas udara, memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat, serta menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi udara mengalami penurunan lebih lanjut.

Ia berharap seluruh pihak tidak menunggu hingga kondisi semakin buruk untuk mengambil tindakan.

“Yang paling penting sekarang adalah keselamatan dan kesehatan masyarakat. Kita berharap kondisi kabut asap ini segera berlalu dan kualitas udara di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, kembali normal,” kata Nanda.

Nanda kembali mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota yang terdampak untuk melakukan langkah perlindungan masyarakat sesuai tingkat kualitas udara di daerah masing-masing.

“Pemerintah daerah harus hadir dan mengambil langkah cepat sesuai kondisi di lapangan. Jangan sampai masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, terpapar udara yang tidak sehat terlalu lama,” tutup Nanda Satria.(A)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) terus mematangkan kesiapan personelnya dalam menekan angka kejahatan kendaraan bermotor. Hal ini terlihat dalam kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpra Ops) Jaran 2026, di mana Ditlantas Polda Sumbar memberikan pembekalan khusus mengenai Registrasi dan Identifikasi (Regident) Kendaraan Bermotor.

​Dalam pemaparan materi yang berlangsung serius tersebut, pihak Ditlantas Polda Sumbar menekankan pentingnya pendataan kendaraan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya Pasal 64.

​Kepada para personel yang hadir, pemateri menegaskan kembali bahwa setiap kendaraan bermotor wajib diregistrasikan. Proses registrasi ini meliputi pendaftaran kendaraan baru, perubahan identitas pemilik atau kendaraan, hingga perpanjangan dan pengesahan surat-surat.

​"Registrasi kendaraan bukan hanya sekadar urusan administrasi biasa. Tujuannya sangat krusial, yakni untuk tertib administrasi, pengendalian pengoperasian kendaraan, serta yang paling penting adalah mempermudah proses penyidikan jika terjadi pelanggaran hukum atau kejahatan lalu lintas," bunyi poin pemaparan dalam kegiatan tersebut.

​Lebih lanjut dijelaskan bahwa data registrasi kendaraan yang dikelola oleh Polri akan menjadi bagian terintegrasi dari sistem informasi dan komunikasi kepolisian. Data ini sangat vital, terutama dalam mendukung proses forensik kepolisian saat mengungkap kasus kejahatan yang melibatkan kendaraan bermotor, yang menjadi sasaran utama dalam Operasi Jaran (Kejahatan Kendaraan) ini.

​Para peserta Latpra Ops Jaran 2026 yang terdiri dari jajaran kepolisian tampak antusias dan fokus mencatat materi yang diberikan. Pemahaman yang kuat terkait identifikasi kendaraan ini diharapkan dapat mempertajam analisis petugas saat melakukan penindakan di lapangan.

​Menutup rangkaian materi pembekalan, Ditlantas Polda Sumbar tidak lupa menyisipkan pesan keselamatan yang menjadi kampanye utama mereka kepada masyarakat dan petugas: "Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan."

​Melalui Latpra Ops Jaran 2026 ini, Polda Sumbar berharap operasi ke depan dapat berjalan maksimal, tidak hanya dalam mengungkap kejahatan kendaraan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelengkapan surat-surat kendaraannya.

Editor/Rptr : Rf

REALITANUSANTARA.COM

PADANG  - SMP Negeri 7 Padang, Sumatera Barat, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 dengan menggelar kegiatan Pra-Olimpiade SMPN 7 Padang atau PROMIS ke-10, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi sekolah sekaligus momentum untuk mendorong peningkatan prestasi akademik dan nonakademik peserta didik. Pelaksanaan PROMIS ke-10 mengusung semangat membentuk generasi Indonesia Emas yang tidak hanya unggul dalam bidang pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat.

Mengangkat semangat mewujudkan generasi Indonesia Emas yang berakhlak Qurani, cerdas, kreatif, serta memiliki wawasan global, kegiatan tersebut diisi dengan berbagai agenda yang melibatkan siswa. Penampilan seni dan kreativitas peserta didik turut memeriahkan suasana peringatan HUT ke-58 SMPN 7 Padang.

PROMIS menjadi salah satu ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan, keberanian, kreativitas, sekaligus membangun semangat berkompetisi secara positif. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong siswa untuk terus mengembangkan potensi sesuai minat dan bakat masing-masing.

Selain mengedepankan prestasi akademik, rangkaian HUT ke-58 SMPN 7 Padang juga memberikan perhatian terhadap penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Hal itu ditunjukkan melalui agenda Wisuda Tahfizh ke-5 yang menjadi bagian lanjutan dari rangkaian peringatan hari jadi sekolah.

Sebanyak 24 hafiz dan hafizah dijadwalkan mengikuti Wisuda Tahfizh ke-5. Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekolah terhadap siswa yang telah berupaya mengembangkan kemampuan menghafal Al-Qur'an sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan tahfizh di lingkungan sekolah diharapkan tidak hanya berorientasi pada capaian hafalan, tetapi juga mampu membentuk karakter peserta didik yang disiplin, bertanggung jawab, berakhlak, dan memiliki kecintaan terhadap Al-Qur'an.

Rangkaian peringatan HUT ke-58 tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen SMPN 7 Padang dalam mengembangkan pendidikan yang seimbang antara kecerdasan intelektual, kreativitas, keterampilan, dan pembentukan karakter.

Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta melahirkan siswa-siswa berprestasi yang mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.

Dengan menggabungkan penguatan akademik, kreativitas, seni, serta pendidikan keagamaan, SMPN 7 Padang menargetkan lahirnya generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Peringatan HUT ke-58 pun diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi momentum evaluasi dan penguatan komitmen seluruh warga sekolah untuk terus menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, inovatif, dan berwawasan global.

SMPN 7 Padang diharapkan semakin konsisten mencetak generasi unggul yang memiliki prestasi sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan keagamaan sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman. (AYU)

Mengenal Lebih Dekat Polantas KARIB: Polantas Humanis, Dekat, dan Bersahabat dengan Masyarakat 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui semangat Polantas KARIB, sebuah konsep pelayanan Polri yang mengedepankan kedekatan, kemitraan, kepedulian, respons cepat, serta integritas.

Polantas KARIB merupakan singkatan dari Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif, dan Berintegritas. Konsep tersebut menjadi semangat bagi setiap personel Polisi Lalu Lintas dalam memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Melalui nilai Kemitraan, Polantas membangun kerja sama dan hubungan yang baik dengan seluruh elemen masyarakat. Keselamatan berlalu lintas tidak hanya menjadi tanggung jawab Kepolisian, tetapi membutuhkan peran serta seluruh pengguna jalan, komunitas, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat secara umum.

Sementara itu, nilai Aktif menekankan pentingnya kehadiran Polantas secara nyata di tengah masyarakat. Personel tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran atau kecelakaan, tetapi juga melalui kegiatan patroli, pengaturan lalu lintas, edukasi keselamatan, serta memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Nilai Responsif menjadi komitmen Polantas untuk memberikan respons yang cepat dan tepat terhadap berbagai persoalan di jalan. Mulai dari kemacetan, kecelakaan lalu lintas, gangguan arus kendaraan, hingga keluhan masyarakat.

Kemudian, nilai Intuitif mengandung makna bahwa personel Polantas harus memiliki kepekaan dalam melihat dan memahami situasi di lapangan. Dengan kepekaan tersebut, Polantas diharapkan mampu mengambil langkah yang tepat serta memberikan bantuan kepada masyarakat tanpa harus selalu menunggu adanya laporan atau permintaan.

Adapun nilai Berintegritas menjadi dasar utama dalam pelaksanaan tugas. Setiap personel Polantas dituntut untuk menjalankan tugas secara profesional, jujur, transparan, adil, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dirlantas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, mengatakan bahwa semangat Polantas KARIB merupakan bagian dari upaya untuk membangun hubungan yang semakin dekat antara Polisi Lalu Lintas dan masyarakat.

Melalui Polantas KARIB, kami ingin Polantas semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran anggota di lapangan bukan hanya untuk melakukan penegakan hukum, tetapi juga memberikan perlindungan, pelayanan, edukasi, serta membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja sama antara Kepolisian dan seluruh lapisan masyarakat.


Kami mengajak seluruh masyarakat Sumatera Barat untuk bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas. Dengan kemitraan dan kesadaran bersama, kita dapat menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan berkeselamatan,” tambahnya.

Meski mengedepankan pendekatan humanis dan pelayanan yang bersahabat, Polantas KARIB bukan berarti menghilangkan fungsi penegakan hukum. Terhadap pelanggaran yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu ketertiban lalu lintas, tindakan hukum tetap dilakukan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Melalui semangat Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif, dan Berintegritas, Ditlantas Polda Sumatera Barat terus berupaya menghadirkan sosok Polantas yang profesional, humanis, serta dipercaya oleh masyarakat.

Dengan hadirnya Polantas KARIB, masyarakat diharapkan dapat melihat Polantas bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra, pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
À
Polantas KARIB — Humanis, Dekat, dan Bersahabat.

Keselamatan di Jalan adalah Tanggung Jawab Bersama.

Edtr/Rptr : Rf

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menggelar Ekspose Penilaian Lomba Sekolah Sehat Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) Strata Standar Tingkat Kota Padang Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, 1–3 September 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat penerapan budaya hidup sehat di lingkungan satuan pendidikan.

Penilaian sekolah sehat ini tidak hanya berorientasi pada aspek kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga melihat sejauh mana program kesehatan sekolah telah diterapkan secara berkelanjutan. Proses penilaian dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemaparan program oleh masing-masing sekolah hingga verifikasi langsung di lapangan.

Melalui kegiatan tersebut, tim penilai dapat melihat secara langsung berbagai program dan fasilitas yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, bersih, nyaman, serta mampu menunjang proses belajar mengajar.

Aspek penilaian juga diarahkan untuk melihat keterlibatan seluruh unsur sekolah dalam membangun kebiasaan hidup sehat. Guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga warga sekolah lainnya diharapkan tidak hanya memahami pentingnya kesehatan, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari budaya sehari-hari.

Program UKS/M memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia sekolah. Lingkungan pendidikan dinilai menjadi salah satu ruang penting untuk menanamkan kebiasaan positif karena sebagian besar waktu anak dihabiskan di sekolah.

Karena itu, keberadaan sekolah sehat diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan standar sarana dan prasarana. Lebih jauh, sekolah didorong mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung kesehatan fisik, kenyamanan belajar, serta tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Dalam proses penilaian, pemaparan program menjadi salah satu bagian penting untuk mengetahui berbagai inovasi dan strategi yang telah dilakukan sekolah dalam menjalankan UKS/M. Setelah itu, verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara program yang disampaikan dengan penerapannya di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi sekolah untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai program kesehatan yang telah berjalan. Sekolah yang telah memiliki praktik baik diharapkan dapat menjadi contoh dan sumber inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya di Kota Padang.

Pemko Padang berharap pelaksanaan Lomba Sekolah Sehat UKS/M Strata Standar Tahun 2026 dapat mendorong semakin banyak sekolah yang berkomitmen membangun lingkungan pendidikan yang sehat dan berkualitas.

Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan tersebut diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pendidikan.

Dengan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, aman, dan nyaman, peserta didik diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran secara lebih optimal. Pada akhirnya, upaya tersebut menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi Kota Padang yang sehat, produktif, berkarakter, dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan “Sekolah Sehat, Generasi Hebat”, yang menempatkan sekolah bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk membangun kebiasaan hidup sehat dan membentuk generasi masa depan.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi melepas Kontingen Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Padang yang akan berlaga pada Jambore Kader TP-PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi, yang berlangsung pada 1–3 September 2026.

Pelepasan kontingen dilaksanakan di Balai Kota Padang dan dihadiri jajaran Pemerintah Kota Padang, pengurus TP-PKK, serta para kader yang akan mewakili Kota Padang dalam berbagai cabang perlombaan dan kegiatan jambore. Sebanyak 40 kader TP-PKK Kota Padang diterjunkan untuk mengikuti ajang tahunan tersebut.

Dalam sambutannya, Fadly Amran menegaskan bahwa Jambore TP-PKK bukan sekadar kompetisi untuk mengejar gelar juara, melainkan wadah strategis untuk memperkuat soliditas kader serta mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program-program PKK di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengukur kemampuan kader dalam menjalankan tugas organisasi, sekaligus memperlihatkan komitmen mereka dalam mendukung program pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

“Jambore ini menjadi momentum untuk memperkuat kekompakan, meningkatkan kapasitas kader, dan melihat sejauh mana program PKK telah berjalan dengan baik di tingkat daerah,” ujar Fadly.

Ia berharap seluruh peserta mampu menampilkan kemampuan terbaik yang telah dipersiapkan melalui latihan dan pembinaan selama beberapa waktu terakhir. Fadly juga mengajak seluruh kader membawa semangat “Padang Juara” dan “Padang Balomba” selama mengikuti rangkaian kegiatan di Bukittinggi.

Lebih lanjut, Fadly optimistis kontingen Kota Padang dapat meraih hasil membanggakan dan mengharumkan nama daerah pada ajang tingkat provinsi tersebut.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, menyampaikan bahwa seluruh peserta telah menjalani persiapan secara intensif untuk menghadapi berbagai kategori perlombaan yang akan dipertandingkan selama jambore berlangsung.

Ia mengaku optimistis kerja keras dan kesiapan yang telah dilakukan akan menjadi modal penting bagi kontingen Kota Padang untuk bersaing dengan daerah lain di Sumatera Barat.

“Seluruh kader telah mempersiapkan diri dengan maksimal. Kami berharap dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa prestasi untuk Kota Padang,” katanya.

Jambore Kader TP-PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat merupakan agenda tahunan yang bertujuan meningkatkan kapasitas kader PKK, memperkuat jaringan antardaerah, serta mendorong inovasi program pemberdayaan keluarga yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik terbaik antar-kader PKK dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.(Ayu)


REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Upaya pelestarian budaya nasional kembali mendapat penguatan melalui penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTBI). Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyerahkan sertifikat WBTBI Tahun 2025 kepada 16 kabupaten dan kota sebagai bentuk pengakuan atas kekayaan budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Penyerahan sertifikat dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (28/8/2026). Acara tersebut juga dirangkaikan dengan Seminar Kajian Kuratorial Tata Pamer Temporer bertajuk “Menapaki Jejak Sang Maharaja Diraja: Membaca Ulang Adityawarman” serta penyusunan Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia tidak hanya sebatas penghargaan administratif, melainkan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan budaya di tengah arus modernisasi dan globalisasi.

Menurutnya, tradisi, bahasa, kesenian, kuliner, adat istiadat, hingga pengetahuan lokal yang diwariskan oleh para leluhur merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

“Warisan budaya tidak cukup hanya didokumentasikan atau ditetapkan sebagai warisan. Budaya harus tetap digunakan, dipraktikkan, dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda,” ujar Mahyeldi.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menunjukkan kecintaan terhadap budaya melalui tindakan nyata, mulai dari penggunaan bahasa daerah, pelestarian tradisi, hingga pengenalan nilai-nilai budaya kepada anak-anak sejak usia dini.

Mahyeldi juga mencontohkan kuatnya ikatan budaya masyarakat Minangkabau di perantauan. Menurutnya, sejumlah komunitas Minang di Australia masih mempertahankan penggunaan bahasa Minang dalam lingkungan keluarga meskipun telah puluhan tahun tinggal di luar negeri.

“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa budaya dapat tetap hidup apabila terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, masyarakat Sumbar perlu memperkuat penggunaan bahasa dan praktik budaya sebagai bagian dari upaya menjaga identitas daerah sekaligus memperkaya kebudayaan nasional,” katanya.

Data Pemerintah Provinsi Sumbar mencatat, hingga tahun 2026 terdapat 164 unsur budaya dari Sumatera Barat yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak program tersebut dimulai pada 2013. Jumlah tersebut menempatkan Sumbar sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya takbenda yang terus berkembang dan mendapat pengakuan nasional.

Pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan terus melanjutkan upaya pelestarian melalui proses pewarisan nilai budaya, regenerasi pelaku seni dan budaya, pembinaan komunitas, pengembangan tradisi, serta pemanfaatan budaya sebagai sumber pendidikan dan penguatan karakter bangsa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Syaiful Bahri, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjalankan agenda pemajuan kebudayaan melalui berbagai program yang berorientasi pada pelestarian dan pengembangan budaya lokal.

Menurutnya, semangat tersebut diwujudkan melalui tagline “Merawat Tradisi, Menjaga Jati Diri” yang menjadi landasan berbagai kebijakan dan program kebudayaan di Sumbar.

Selain penyerahan sertifikat WBTBI, Pemerintah Provinsi Sumbar juga menandatangani nota kesepahaman dengan Dinas Pendidikan guna mengoptimalkan fungsi museum dan cagar budaya sebagai sarana pembelajaran sejarah bagi pelajar. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat literasi sejarah sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.

Melalui berbagai langkah tersebut, Sumatera Barat menegaskan perannya sebagai salah satu daerah yang aktif mendukung program pelestarian budaya nasional, sekaligus memperkuat kontribusi budaya lokal dalam membangun identitas Indonesia yang beragam dan berakar pada nilai-nilai tradisi.(Zulfidial)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Pemerintah Kota Padang memperkuat sinergi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan generasi muda dan lingkungan pendidikan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Kepala BNNP Sumatera Barat Toton Rasyid yang berlangsung di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (1/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan BNNP Sumbar dalam membangun sistem pencegahan narkoba yang dilakukan sejak usia dini.

Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika sekaligus membangun karakter dan ketahanan diri sejak berada di bangku sekolah.

Selain IKAN, Pemko Padang dan BNNP Sumbar juga membahas penguatan program Sekolah Bersinar, yakni lingkungan pendidikan yang diharapkan mampu menjadi ruang yang aman dan kondusif bagi peserta didik dari berbagai ancaman penyalahgunaan narkotika.

Melalui pendekatan tersebut, pencegahan tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi, tetapi juga diintegrasikan ke dalam lingkungan sekolah dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari peserta didik, guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua.

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan memiliki ketahanan terhadap berbagai pengaruh negatif.

Menurutnya, sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk membangun kesadaran sejak dini. Karena itu, edukasi mengenai bahaya narkotika perlu diberikan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan tingkat pendidikan peserta didik.

Penguatan program pencegahan juga dinilai penting karena ancaman penyalahgunaan narkotika tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga berdampak terhadap masa depan generasi muda, kualitas pendidikan, kesehatan masyarakat, serta pembangunan sumber daya manusia.

Pemko Padang menyatakan kesiapan untuk memperkuat koordinasi dengan BNNP Sumbar agar berbagai program pencegahan dapat dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan di satuan pendidikan.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diterjemahkan ke dalam program nyata yang dapat dirasakan langsung oleh sekolah dan masyarakat.

Langkah ini juga memperkuat komitmen Pemko Padang yang sebelumnya bersama unsur Forkopimda Sumatera Barat telah menyatakan sikap bersama dalam upaya melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba. Dalam deklarasi antinarkoba yang digelar pada Juni 2026, BNNP Sumbar juga menekankan pentingnya strategi pencegahan untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika.

Dalam konteks pendidikan, keterlibatan sekolah menjadi sangat penting karena upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih sistematis melalui pembentukan budaya sekolah yang sehat. Guru dan tenaga kependidikan juga dapat berperan sebagai pihak yang memberikan edukasi sekaligus membantu menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi peserta didik.

Di sisi lain, keluarga tetap menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. Komunikasi antara sekolah dan orang tua diperlukan agar pembinaan yang dilakukan di lingkungan pendidikan dapat diperkuat melalui pengawasan dan pendampingan di lingkungan keluarga.

Pemko Padang berharap sinergi dengan BNNP Sumbar mampu memperluas cakupan program pencegahan narkoba di seluruh satuan pendidikan di Kota Padang.

Dengan penguatan IKAN dan Sekolah Bersinar, pemerintah daerah menargetkan terbentuknya generasi muda yang memiliki pengetahuan, karakter, serta kemampuan untuk menjauhi penyalahgunaan narkotika.

Sinergi antara pemerintah daerah, BNNP Sumbar, sekolah, keluarga, dan masyarakat tersebut menjadi bagian penting dari investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Pemko Padang menegaskan, pencegahan harus dimulai sedini mungkin. Dengan memperkuat pendidikan dan lingkungan sosial yang sehat, generasi muda diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) resmi mengukuhkan kepengurusan HKTI Provinsi Sumatera Barat beserta jajaran pengurus HKTI di 19 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Pengukuhan yang berlangsung di Padang, Selasa (1/9/2026), menjadi langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi petani sekaligus mendukung agenda pembangunan pertanian nasional dan ketahanan pangan Indonesia.

Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan HKTI Sumatera Barat serta kepengurusan HKTI kabupaten dan kota. Selanjutnya, Ketua Harian HKTI Pusat, Prof. Dr. Ir. Andi Muhammad Syakir, secara resmi melantik dan mengukuhkan seluruh pengurus yang akan menjalankan roda organisasi pada masa bakti yang baru.

Dalam sambutannya, Prof. Andi Muhammad Syakir menegaskan bahwa HKTI memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan petani serta memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional.

“HKTI harus menjadi organisasi yang mampu menjawab tantangan pertanian masa kini. Kekompakan, komunikasi yang baik, dan kerja nyata di lapangan menjadi kunci untuk menghadirkan manfaat bagi petani. Organisasi ini harus hadir sebagai solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari produksi, pemasaran hingga peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Menurutnya, sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, fluktuasi harga komoditas, hingga persaingan pasar global. Karena itu, diperlukan organisasi petani yang kuat dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Ia juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam pembangunan pertanian. Pemanfaatan teknologi modern, mulai dari sistem informasi pertanian, pemasaran digital, hingga penggunaan teknologi tepat guna di lapangan dinilai dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas akses pasar bagi petani.

Sementara itu, Ketua HKTI Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan HKTI sebagai organisasi yang aktif, produktif, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani.

Menurutnya, seluruh jajaran pengurus yang telah dikukuhkan harus mampu menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan riil petani. HKTI tidak boleh hanya berfokus pada aspek administratif organisasi, tetapi harus hadir sebagai wadah perjuangan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat pertanian.

“HKTI harus menjadi rumah besar bagi petani. Kita ingin organisasi ini mampu memperjuangkan kepentingan petani, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta membangun kolaborasi yang kuat dengan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya,” kata Evi Yandri.

Ia menambahkan, Sumatera Barat memiliki potensi besar di sektor pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan hingga peternakan. Potensi tersebut perlu didukung oleh kelembagaan petani yang kuat agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Pengukuhan kepengurusan HKTI Sumatera Barat dan 19 kabupaten/kota ini juga menjadi momentum mempererat sinergi antar-pengurus di berbagai daerah. Dengan kepengurusan yang baru, organisasi diharapkan mampu memperluas jaringan kerja sama dan memperkuat koordinasi dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan petani.

Sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional, HKTI Sumatera Barat berkomitmen untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia petani, penguatan kelembagaan pertanian, pemanfaatan teknologi modern, serta pengembangan komoditas unggulan daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.

Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, HKTI Sumatera Barat optimistis dapat menjadi motor penggerak kemajuan sektor pertanian di daerah sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan. (Ayu)

PADANG, 1 September 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas dedikasi dan pengabdian seluruh Polwan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pesan tersebut tergambar dalam publikasi resmi Ditlantas Polda Sumbar yang menampilkan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. bersama Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Hantoro, S.I.K., M.K.

Dalam momentum Hari Jadi ke-78 Polwan RI yang diperingati pada 1 September 2026, keduanya menyampaikan penghargaan terhadap kiprah para Srikandi Bhayangkara yang terus mengambil peran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Polwan tidak hanya berperan dalam pelaksanaan tugas administratif, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat dalam berbagai bidang pelayanan dan tugas kepolisian, termasuk menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas, memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

Dedikasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya Polri untuk terus memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui momentum peringatan ini, Ditlantas Polda Sumbar turut mengajak seluruh jajaran Polwan untuk terus mempertahankan semangat pengabdian serta meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian tanpa batas dari para Srikandi Bhayangkara demi menjaga keamanan dan ketertiban Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan RI menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang Polisi Wanita sekaligus memperkuat semangat pengabdian dalam memberikan kontribusi terbaik bagi institusi Polri, masyarakat, bangsa, dan negara.


Edtr/rptr: RF


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.